cover
Contact Name
I Ketut Swarjana
Contact Email
aryindraiswara@gmail.com
Phone
+6281353111105
Journal Mail Official
ktswarjana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tukad Balian No.180, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80227
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JRKN
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : https://doi.org/10.37294
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali dan merupakan wadah publikasi hasil kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Indonesia. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan pertama kali pada tahun 2017. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian kesehatan khususnya pada bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, anestesiologi, akupuntur, nutrition dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini bekerjasama dengan beberapa organisasi profesi termasuk dengan Dewan Perwakilan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Bali, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Bali, Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) DPD Bali dan juga dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bali. Jurnal Riset Kesehatan Nasional merupakan Jurnal Elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System dengan ISSN Cetak : 2580-6173 dan e-ISSN : 2548-6144. Jurnal Riset Kesehatan Nasional diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Artikel yang kami terima selanjutnya akan melewati proses review oleh reviewer kami hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol. 10 no. 2 (2026): in progress" : 11 Documents clear
Pengaruh Kombinasi Pemberian Foot Massage Therapy dan Aromaterapi Lavender Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Desa Karangmojo, UPT.TasikmaduOMBINASI PEMBERIAN FOOT MASSAGE THERAPY DAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Wardhani, Ratih Pramudya; Adriani, Rita Benya; Tarnoto, Koko Wahyu; Sulistyowati, Dwi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.862

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu ancaman kesehatan utama yang dialami populasi lansia, termasuk di Desa Karangmojo yang memiliki kasus tertinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan minum obat antihipertensi, pola makan tinggi garam, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Upaya non-farmakologis seperti foot massage therapy dan aromaterapi lavender terbukti mampu meningkatkan relaksasi dan menurunkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi foot massage therapy dan aromaterapi lavender untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan One Group Pre-test Post-test dengan jumlah responden 51 yang dipilih melalui purposive sampling. Instrument penelitian meliputi SPO foot massage therapy, SPO aromaterapi lavender, lembar observasi, sphygmomanometer digital, ultrasonic aroma diffuser, serta SPO pengukuran tekanan darah. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut, dan pemantauan tekanan darah dilakukan secara berkala (pra tindakan dan pasca tindakan). Hasil uji statistik, uji wilxocon signed rank test (p value <0,05).  Kata Kunci: Hipertensi, Foot Massage Therapy, Aromaterapi Lavender, Lansia
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Gout Arthritis Pada Lansia di RW 02 Kelurahan Bandung Rejo Sari Malang Inyalolo, Maria Imakulata; Sipollo, Berliany Venny; Syukkur, Achmad
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.867

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penyakit degeneratif seperti Gout Arthritis akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah serta penurunan fungsi fisiologis tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri sendi, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai Gout Arthritis sangat penting dalam membentuk perilaku pencegahan yang tepat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan Gout Arthritis pada lansia di RW 02 Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 162 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (94,4%) dan perilaku pencegahan baik (79%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan Gout Arthritis (p = 0,000; r = 0,470). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka semakin baik perilaku pencegahan Gout Arthritis pada lansia.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Gout Arthritis, Lansia  
Analisis Intensitas Dan Kepatuhan Terapi Statin Terhadap Profil Lipid Pada Pasien DMT2 Pangeling, Luh Wahyu Tri; Hendra, Phebe; Virginia, Dhita Maria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.869

Abstract

Diabetes melitus dengan dislipidemia meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular akibat adanya kelainan pada profil lipid. Terapi utama bagi pasien yang didiagnosis diabetes dan dislipidemia adalah statin, yang berfungsi sebagai terapi lini pertama untuk menurunkan kadar LDL, dengan intensitas terapi dikategorikan menjadi tiga tingkat. Efektivitas pengobatan sering kali terhambat oleh faktor ketidakpatuhan terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara intensitas dan kepatuhan terapi statin terhadap profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2 di beberapa rumah sakit umum daerah di Bali. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain kohort retrospektif. Sebanyak 359 pasien berpartisipasi, namun hanya 124 pasien yang memenuhi seluruh kriteria inklusi dan eksklusi. Uji Chi Square dan regresi logistik bivariat digunakan untuk menganalisis hubungan data. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (53,2%) dengan rata-rata usia 65 tahun. Terapi statin dengan intensitas sedang merupakan yang paling banyak digunakan (91,1%) dan umumnya sesuai dengan rekomendasi pedoman (69,4%). Analisis profil lipid menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kadar LDL yang tidak terkontrol (64,5%), sedangkan HDL (58%), trigliserida (61%), dan kolesterol total (55,2%) sebagian besar berada dalam kategori terkontrol. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas statin dan kesesuaian terhadap profil lipid (P>0,05). Hanya kolesterol total yang dipengaruhi oleh kepatuhan (P = 0,01, OR (95%CI) = 2,88 (1,27–6,54)). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kombinasi antara intensitas dan kepatuhan terapi statin tetap signifikan secara statistik setelah disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin (OR (95%CI) = 0,17 (0,04–0,66)), serta tetap signifikan setelah penyesuaian lebih lanjut terhadap variabel tambahan termasuk status merokok dan kategori intensitas statin (OR (95%CI) = 0,21 (0,07–0,63)). Kombinasi antara kesesuaian intensitas terapi statin dan/atau kepatuhan berpengaruh terhadap kadar kolesterol total. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempertimbangkan faktor lain, termasuk durasi diabetes, status kendali glikemik, dan interaksi obat. Kata Kunci: Kepatuhan, Diabetes Melitus, Intensitas, Profil Lipid, Statin
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Pasca Salin Pada Ibu Primipara Handayani, Dwi; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Dewi, Komang Ayu Purnama
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.871

Abstract

Latar Belakang: IUD pasca salin merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun penggunaannya pada ibu primipara masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor demografi, pengetahuan, dukungan suami, dan motivasi dengan penggunaan IUD pasca salin pada ibu primipara di unit pelayanan kebidanan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 80 ibu primipara yang dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Spearman Rank pada taraf signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20 sampai 35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja, memiliki pengetahuan cukup (46,3%), dukungan suami sedang (76,3%), dan motivasi rendah (47,5%). Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,009), pendidikan (p=0,042), pekerjaan (p=0,008), pengetahuan (p=0,017), dukungan suami (p=0,040), dan motivasi (p=0,009) dengan penggunaan IUD pasca salin. Kesimpulan: Faktor demografi, pengetahuan, dukungan suami, dan motivasi berhubungan dengan penggunaan IUD pasca salin pada ibu primipara. Kata Kunci: IUD, pasca salin, primipara, pengetahuan, dukungan suami, motivasi
Pengaruh Brisk Walking Exercise Dan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi Di Balai Social Lanjut Usia Di Meci Angi Kota Bima ., Nurhayati; Sumartyawati, Ni Made; Fahrezi, Fergiawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.878

Abstract

Lansia adalah individu yang telah mencapai usia 60 tahun keatas, dimana priode ini membawa perubahan fisik, psikolog, psikososial. Masalah kesehatan sering dialami lansia adalah gangguan sistem kardiovaskular (Astutik & Mariyam, 2021). Penyakit kardiovaskular adalah gangguan yang mepengaruhi jantung dan pembuluh darah, meliputi penyakit jantung koroner, hipertensi (Dewi & Syaifulloh, 2022).WHO, penduduk lansia di dunia pada tahun 2024 sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Masalah yang terjadi pada lansia adalah penurunan kognitif, otot, tulang dan sendi, serta masalah kardiovaskuler salah satunya peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi). Pengobataan non-farmakologi adaalah perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brisk walking exercise dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah lansia di BSLU Kota Bima.Desain penelitian yang digunakan design one group pra-eksperiment pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 50 lansia, sampel penelitian sebanyak 35 yang memenuhi kriteria inklusi dan tehnik sampel secara Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tensimeter, dan stetoskop. Kata Kunci : hipertensi, brisk walking exercise dan rendam kaki air hangat, lansia.  
Hubungan Pengetahuan Suami Tentang Postpartum Blues Dengan Dukungan Kepada Istri Pada Kehamilan Trimester III: Implikasi Bagi Pelayanan Preventif Parwati, Ni Wayan Manik; Haryati, Ni Putu Sri; Wulandari, Idah Ayu; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Parwati, Ni Wayan Rika; Suartini, Ni Wayan; Mahayu, Desak Made Sri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.879

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis yang sering terjadi setelah persalinan dan dapat dicegah melalui dukungan suami yang optimal sejak masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan suami tentang postpartum blues dengan dukungan kepada istri pada kehamilan trimester III sebagai upaya pencegahan postpartum blues. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 378 suami yang memiliki istri hamil trimester III di Kota Denpasar menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan postpartum blues dan kuesioner dukungan suami. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Median skor pengetahuan adalah 33 dengan 55,3% responden memiliki pengetahuan baik, sedangkan median skor dukungan adalah 56 dengan 68,0% responden memberikan dukungan baik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara tingkat pengetahuan suami dengan dukungan kepada istri (r=0,334; p<0,001). Peningkatan pengetahuan suami melalui edukasi antenatal berpotensi memperkuat dukungan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan postpartum blues. Kata kunci: postpartum blues; pengetahuan suami; dukungan suami; kehamilan trimester III; edukasi antenatal.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Dengan Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Panti Waluya Malang Pitalokaning Ayu, Sharbela Adelia; Debora, Oda; Handini, Febrina Secsaria
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.880

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia beradaptasi dengan kondisi penyakit sehingga dapat memengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Panti Waluya Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian merupakan lansia yang menderita GGk dan menjalani hemodialisis kemudia ditetapkan sampel sejumlah 70 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori tinggi, yaitu sebanyak 45 responden (64,3%). Rata-rata skor kualitas hidup responden sebesar 65,39. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia yang menjalani hemodialisis (r = 0,451; p = 0,001). Dukungan keluarga perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui keterlibatan keluarga dalam proses perawatan untuk mendukung kualitas hidup lansia yang menjalani hemodialisis Kata Kunci: dukungan keluarga, gagal ginjal kronik, hemodialisis, kualitas hidup, lansia.
Pengetahuan, Perilaku Seksual Berisiko, Dan Upaya Pencegahan Penularan Hiv Pada Kelompok Berisiko Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakisaji Kabupaten Malang Dwiki, Alfan Razil Surya
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.881

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat. Tingginya perilaku seksual berisiko diduga memengaruhi upaya pencegahan penularan HIV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan perilaku seksual berisiko dengan upaya pencegahan penularan HIV di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 114 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (64,9%), perilaku seksual berisiko tinggi (56,1%), dan upaya pencegahan penularan HIV yang kurang (86,8%).  Kata kunci: HIV, pengetahuan, perilaku seksual berisiko, pencegahan penularan HIV.
Analisis Keterlambatan Penerapan Rekam Medis Elektronik Pasca Berlakunya Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 Pada Unit Rawat Inap RS X Di Kabupaten Tabanan Pratiwi, Ni Putu Nadya; Nugraha, I Gusti Ngurah Manik; Sariyani, Made Dewi; Wijayanti, Putu Okta
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.892

Abstract

RS X di Kabupaten Tabanan mengalami keterlambatan implementasi Rekam Medis ElektronikME) khususnya pada unit rawat inap. Kondisi tersebut bertentangan dengan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan seluruh fasyankes menyelenggarakan RME paling lambat tanggal 31 Desember Tahun 2023. Pada bulan Maret 2026, penerapan RME di RS X di Kabupaten Tabanan sudah mencapai 85%, tetapi masih terdapat kekurangan sebesar 15% dari target Permenkes yang dapat berdampak pada penurunan akreditasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran keterlambatan penerapan Rekam Medis Elektronik pasca berlakunya Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 pada unit rawat inap di RS X di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Sebanyak 9 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan keterlambatan penerapan RME pada unit rawat inap di RS X di Kabupaten Tabanan disebabkan oleh ketidaksiapan modul dari vendor, perlunya penyesuaian spesifikasi komputer, dan perlunya penyesuaian alur kerja dengan vendor baru. Kesimpulannya, keterlambatan tersebut terjadi karena faktor material, machine, dan method yang berdampak pada dominannya penggunaan kertas.nelitian ini diharapkan dapat memastikan kesiapan modul RME, penyediaan komputer sesuai spesifikasi vendor, dan penyesuaian alur kerja.   Kata Kunci: keterlambatan, rekam medis elektronik, Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, unit rawat inap
Efektivitas Senam Kaki Diabetes Melitus Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (Abi) Pada Lansia Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Jabung Ayutasari, Emay Jili; Syukkur, Achmad; Ati, Maria Prieska Putri Panglipur
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i2.893

Abstract

Lansia sangat berisiko mengalami diabetes melitus (DM) karena perubahan fisiologi yang terjadi selama proses penuaan. DM tidak terkontrol menyebabkan komplikasi kronis, salah satunya Peripheral Arthery Disease (PAD). Nilai Ankle Brachial Index (ABI) yang rendah menandakan adanya PAD. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai ABI diperluzkan penatalaksanaan yang komprehensif dan berkelanjutan, seperti senam kaki diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam kaki diabetes terhadap nilai ABI pada lansia dengan DM. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental dilakukan dengan pengukuran pre-test dan post-test yang melibatkan kelompok intervensi yang diberikan senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam seminggu. Sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi senam kaki diabetes. Populasi terdiri dari lansia dengan DM, dan melibatkan 82 responden yang terdiri atas 41 responden pada kelompok intervensi dan 41 responden pada kelompok pada kelompok kontrol yang dipilih menggunakan pengambilan cluster random sampling yang dikelompokkan berdasarkan wilayah desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Jabung. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test untuk menguji perbedaan nilai Ankle Brachial Index (ABI) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi, serta membandingkan nilai ABI sebelum dan sesudah pengukuran pada kelompok kontrol tanpa intervensi. Uji Independent T-Test digunakan untuk menganalisis antar kelompok. Rata-rata nilai ABI kelompok intervensi mengalami perubahan 0,138. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan terdapat perbedaan nilai ABI yang signifikan pada kelompok intervensi. Hasil uji Independent T-Test menunjukkan adanya perbedaan rerata nilai ABI yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Senam kaki diabetes efektif untuk meningkatkan nilai ABI di wilayah kerja UPT Puskesmas Jabung.   Kata Kunci: senam kaki diabetes; abi; diabetes melitus; peripheral arthery disease (pad); lansia

Page 1 of 2 | Total Record : 11