cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG MUTU PELAYANAN TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI PUSKESMAS SIMALINGKAR TAHUN 2018 Suriati Lubis
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.759 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.577

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Puskesmas Medan Tuntungan merupakan salah satu sarana yang paling dekat dengan masyarakat, yang dilengkapi tenaga kesehatan yang profesional.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dari mutu pelayanan menurut persepsi masyarakat yang mempengaruhi pemanfaaan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Simalingkar.Metode: Penelitian ini termasuk jenis penilitian explanatory dengan pendekatan cross sectional sedangkan populasinya seluruh jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar dengan sampel 72 orang ambil secara random sampling.Hasil: Dari hasil analisa univarian Bivariat dengan menggunakan uji regresi linear bahwa secara signifikan terdapat pengaruh kenyamanan pelayanan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar p (0,000), ada pengaruh informasi pelayanan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar p(0,009), sedangkan kesinambungan pelayanan  p(0,394),efisiensi pelayanan p(0,391), dan keamanan p(0,480) dan HAM dalam pelayanan p(0,685) tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Simalingkar.Simpulan: Ketujuh dimensi yang dinilai dalam penelitian ini, dinyatakan sedang (kesinambungan, efisien, keamanan, HAM, kenyamanan, akses dan informasi). Perlu peningkatan kualitas pelayanan terutama dibidang kenyamanan pelayanan, informasi pelayanan, akses pelayanan, tanpa mengabaikan 4 dimensi yang lain (kesinambungan, efisiensi, keamanan, HAM) dalam pelayanan kesehatan agar terwujud pelayanan kesehatan yang bermutu seperti yang diharapkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kata Kunci: Pengaruh Persepsi MasyarakatAbstractBackground: Puskesmas Medan Tuntung is one of the facilities closest to the community, which is equipped with professional health personnel.Purpose: This study aims to determine the factors of service quality according to community perceptions that affect the use of basic health services at the Simalingkar Health Center.Methods: This research is explanatory research with a cross-sectional approach, while the entire population is the total population in the working area of the Simalingkar Community Health Center with a sample of 72 people taken by random sampling.Results: From the results of univariate bivariate analysis using linear regression test that there is a significant effect of service convenience on the utilization of basic health services p (0.000), there is an effect of service information on the utilization of basic health services p (0.009), while the continuity of services p (0.394 ), the efficiency of p services (0.391), and security at p (0.480) and human rights in p services (0.685) have no effect on the utilization of basic health services at Puskesmas Simalingkar.Conclusion: The seven dimensions assessed in this study are stated to be moderate (sustainability, efficiency, security, human rights, convenience, access, and information). It is necessary to improve the quality of services, especially in the field of service convenience, service information, service access, without neglecting the other 4 dimensions (sustainability, efficiency, security, human rights) in health services so that quality health services can be realized as expected to create a prosperous society.Keywords: Effect of Public Perception
HUBUNGAN UMUR, PARITAS DAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA Anggrita Sari; Faizah Wardhina; Vira Florida
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.531 KB)

Abstract

Latar Belakang: Retensio Plasenta merupakan masalah penting dalam obstetrik yang merupakan salah satu penyebab perdarahan persalinan, yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal dan maternal. Data Register pasien ibu bersalin di RumahSakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang jumlah ibu bersalin mengalami retensio plasenta pada Tahun 2011 kejadian sebanyak 15,1%, tahun 2012 sebanyak 21,5%, dan tahun 2013 sebanyak 14,1%.Masalah yang diteliti menyangkut persentase kejadian retensio plasenta masih tinggi (diatas 10%) dari keseluruhan persalinan. Selanjutnya akan diteliti hubungan antara umur, paritas, dan manajemen aktif kala III dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Tamiang Layang.Metode: Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan case control. Hasil: Analisa chi square untuk hubungan umur ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di dapatkan nilai signifikan 0,027, paritas pada ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di dapatkan nilai signifikan 0,003, dan manajemen aktif kala III pada ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di dapatkan nilai signifikan 0,000. Nilai signifikan tersebut lebih rendah dari taraf signifikan 0,05 sehingga dinyatakan bahwa ada hubungan antara umur, paritas, dan manajemen aktif kala III pada ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Tamiang Layang tahun 2013.Kesimpulan: masyarakat diharapkan dapat menggali tanda bahaya kehamilan sehingga menerapkan langkah-langkah promotif dan preventif dan petunjuk dari petugas kesehatan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan mengurangi risiko kelahiran dengan retensio plasenta KataKunci : Umur, Paritas, Manajemen aktif Kala III, Ibu Bersalin.
Perbandingan Antara Pemberian Aromaterapi Kenanga Dan Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di RSUD Tanah Bumbu Rofi Rizqy Saputra; Herdy Juniawan; Farhandika Putra
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.917 KB)

Abstract

Latar Belakang: Aromaterapi adalah terapi yang menggunkan minyak essensial atau seri minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga, serta merangsang     proses penyembuhan aromaterapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, mental dan emosional.Menghirup aromaterapi sendiri dianggap sebagai cara penyembuhan yang paling langsung dan cepat. Salah satu kerjanya bau yang dikeluarkan minyak esensial dapat merangsang kerja endokrin pada kelenjar pituitary dan menghasilkan efek afrodisiak. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara pemberian aromaterapi kenanga (Cananga Odorat) dan aromaterapi lemon (Citrus Lemon) terhadap penurunan tekanan darah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan pretest dan posttest with out control group disegn.  Sampel dalam penelitian ini 22 responden dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok 11 responden, kelompok aromaterapi kenanga 11 responden dan keompok aromaterapi lemon 11 responden dengan teknik simple random sampling.Hasil penelitian ini menggunakan uji mann whitney dan wilxocon.Hasil: didapatkan nilai p-value 0,001 (0,05) terdapat perbedaan hasil mean rank pada kelompok aromaterapi kenanga, aromaterapi lemon, sesudah diberi perlakuan.Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat perbandingan perbandingan antara pemberian aromaterapi kenanga (Cananga Odorat) dan aromaterapi lemon (Citrus Lemon) terhadap penurunan tekanan darah di ruang cendana dan akasia RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor kabupaten tanah bumbu. Saran dari penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan pemberian terapi nonfarmakologi sebagai salah satu program terapi yang akan diberikan pada pasien hipertensi.Kata kunci     : Aromaterapi, Minyak Esensial, Tekanan Darah Background: Aromatherapy is a therapy that uses essential oils or a series of pure oils to help repair or maintain health, arouse enthusiasm, refresh and soothe the body and soul, and stimulate aromatherapy healing process also aims to improve body health, mental and emotional health. Inhaling aromatherapy itself is considered as the most direct and fast healing method. One of them works the smell released by essential oils can stimulate endocrine work in the pituitary gland and produce an aphrodisiac effect. Objective: The aim of this study was to determine the comparison between giving cananga (Cananga Odorat) and lemon (Citrus Lemon) aromatherapy to decrease blood pressure.Methods: The study was quasi-experimental method with pretest and posttest design without control groups. The sample in this study 22 respondents were divided into 2 groups, each group 11 respondents, cananga aromatherapy group were 11 respondents and lemon aromatherapy group 11 respondents with simple random sampling technique. The results of this study was the mann whitney and wilxocon tests.Results: obtained p-value 0.001 (0.05) there were differences in the mean rank results in the canganga aromatherapy group, lemon aromatherapy, after being treated.Conclusions: The conclusion of this study, there was a comparison between the giving of cananga aromatherapy (cananga odorat) and lemon aromatherapy (citrus lemon) to the decrease in blood pressure at  Cendana and Akasia room in RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Tanah Bumbu. Suggestions from this study to provide nursing care providing non-pharmacological therapy as one of the therapy programs that will be given to hypertensive patients. Keywords        : Aromatherapy, Blood Pressure, Essential Oils
Perbedaan Efektifitas Kompres Hangat Basah Dan Plester Kompres Terhadap Penuruan Suhu Tubuh Anak Demam Typhoid Dede Mahdiyah; R. TOPAN ADITIA RAHMAN
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.036 KB)

Abstract

Latar Belakang : Mengatasi demam berbagai upaya nonfarmakologik telah dilakukan sepertikompres hangat basah dan plester kompres, untuk itu peneliti tertarik melakukan penelitianperbedaan efektifitas kompres hangat dan plester kompres.Tujuan : Mengetahui perbedaan efektifitas kompres hangat dan plester kompres terhadap penuruansuhu tubuh pada anak demam typhoid di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.Metode : quasi eksperiment design dengan rancangan separate sample pretest posttest. Populasijumlah anak yang dirawat diruang alexsandri bulan September-November 2014 berjumlah 741anak. Tehnik pengambilan sampel secara accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 30orang. Analisis data menggunakan Uji t-dependent dengan batas kemaknaan α= 0,05.Hasil : Ada perbedaan penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat basah dan plesterkompres dengan nilai p-value=0,000. Nilai rata-rata suhu tubuh sebelum kompres hangat 38,14˚Cdan plester kompres 38,02˚C. Selisih suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat yaitu 1,10 danplester kompres yaitu 0,42. Sehingga kompres hangat basah lebih efektif dalam menurunkan suhutubuh pada anak demam typhoid di RSUD dr. H. MOCH. Ansari Saleh BanjarmasinKesimpulan: Ada perbedaan penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat basah danplester kompres.Kata Kunci : Suhu tubuh, demam typhoid, kompres hangat basah, plester kompres
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN Solikin Solikin; Muhammad Rizki Heriyadi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.669 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.545

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup tidak sehat dewasa ini sedang menjadi pembicaraan, seperti mengkonsumsi junk food, minuman bersoda, dan malas berolahraga, hal ini merupakan masalah kesehatan yang harus diatasi, apabila tidak akan terjadi kerusakan metabolisme didalam tubuh, Peningkatan jumlah kasus diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisisiensi fungsi insulin.Tujuan: untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019.Metode : penelitian menggunakan metode analitik, Populasi: pasien diabetes melitus tanpa komplikasi, dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin dalam enam bulan terakhir tahun 2019 sebanyak 114 orang. Sampel penelitian sebanyak 98 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank.Hasil : penelitian menunjukan sebagian besar self management dalam kategori cukup (48%), sedangkan kualitas hidup dalam kategori cukup (57,1%), hasil analisis bivariat menggunakan spearman rank menunjukkan p value 0,000 (p 0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019. self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusSimpulan : self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusKata Kunci : diabetes melitus, kualitas hidup, self management,Abstract Background: Today's unhealthy lifestyle is being discussed, such as consuming junk food, soft drinks, and being lazy to exercise, these are health problems that must be overcome, otherwise there will be metabolic damage in the body, an increase in the number of diabetes mellitus cases. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels as a result of insufficient insulin function.Objective: to determine the relationship between self-management and quality of life for diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019.Methods: the study used an analytical method, Population: patients with diabetes mellitus without complications, and residing in the work area of the Puskesmas Landasan Ulin in the last six months of 2019 were 114 people. The sample in this study was 98 participants. Sampling using simple random sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman rank test.Results: the study showed that most of the self-management was in the sufficient category (48%), while the quality of life was in the sufficient category (57.1%), the results of the bivariate analysis using the Spearman rank showed a p value of 0.000 (p 0.05), this indicates that there is a relationship between self management and the quality of life of diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019. self management such as routine blood sugar control, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of patients with diabetes mellitusConclusion: self-management such as routine control of blood sugar, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of diabetes mellitus patients. Keywords: diabetes mellitus, quality of life, self management
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA KEBIDANAN TINGKAT III (REMAJA AKHIR USIA 18-21 TAHUN) DI STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG TAHUN 2016 Sri Lestari kartikawati; Apriza Irna Sari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.367 KB)

Abstract

Masa remaja akhir merupakan masa peralihan menuju dewasa dimana masa ini merupakan masa kritis pembentukan kepribadian dan pada masa ini pula sering timbul masalah - masalah yang dapat menimbulkan stres. Stres diketahui sebagai salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi. Berdasarkan wawancara dengan 10 orang mahasiswa kebidanan tingkat III STIKes Bhakti Kencana Bandung, 9 diantaranya mengalami gangguan siklus menstruasi saat mereka sedang mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat III (Remaja akhir usia 18 -21 tahun) di STIKes Bhakti Kencana Bandung Tahun 2016. Metode penelitian ini adalah Deskriftif Korelatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan besar sampel 87 orang menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan PSS (Preceived Stress Scale), serta uji hipotesis Spearman Rank.Dari hasil penelitian menunjukan hampir setengahnya (44,8%) mahasiswa mengalami stres ringan, dan sebagian besar (64,4%) mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji hipotesisi menunjukan terdapat hubungan antara Tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat III (Remaja akhir usia 18 -21 tahun) di STIKes Bhakti Kencana Bandung Tahun 2016 dimana nilai P value 0,0000,05, dengan nilai Rasio Pravelensi adalah 3,045.Berdasarkan penelitian diatas disarankan bagi institusi pendidikan untuk dapat meminimalkan tingkat stres pada mahasiswa, dan diharapkan institusi meningkatkan intensitas bimbingan akademik agar mahasiswa lebih dapat menikmati proses perkuliahan.Kata kunci :Remaja Akhir, Tingkat Stres, Siklus Menstruasi
DURATION RELATIONSHIP HELP DAMAGE OF PATIENTS WITH STROKE NEOROLOGICAL IN ULIN HOSPITAL BANJARMASIN M. Sobirin Mohtar
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.907 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.431

Abstract

Background: Stroke is the second leading cause of death in the world. One of the key in minimizing brain damage caused by stroke is to provide fast and precise handling. Neurological damage in stroke patients can be measured using the NIHSS. Aim: Knowing the duration of the relationship with the degree of damage neorological help stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin. Method: The method used is quantitative cohort approach. Total Population 177 stroke patients with an average of 59 patients. Samples taken as many as 51 patients with purposive sampling techniques and sample size calculations through Solvin formula. Analyzed using univariate and bivariate analysis through Spearman rank test. Results: The results showed the p value in the duration of the aid with the score of NIHSS at 24 hours (p = 0.000), 48 hours (p = 0.000) and 72 hours (p = 0.000), which means that less than 0.005 indicate that the correlation between the duration of the aid and the extent of damage neorological meaningful. While the average level of damage neorological at 24 hours (0.912), 48 hours (0.852), 72 hours (0.827) which, if seen from the area of relationship strength values were in the range 0.76 to 1.00, which means the correlation is very strong. Conclusion: There is a relationship duration neorological help with the damage level of stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: The duration of the aid, the level of damage neorological, stroke patients.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA MENGGUNAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA Putria Carolina; Ady Fraditha; Ika Paskaria
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.921 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dan sudah terlaksana mulai 1 Januari 2014 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Masih begitu banyak masyarakat yang bingung bahkan tidak tahu tentang program JKN. Sikap terhadap program JKN juga masih berbeda-beda karena masih begitu banyak masyarakat Indonesia yang mendukung maupun tidak mendukung terhadap program JKN yang sebenarnya bersifat wajib.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga menggunakan jaminan kesehatan nasional di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian correlation study dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling serta menggunakan uji statistik Chi-square dengan jumlah responden sebanyak 35 responden.Hasil: Hasil analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional menunjukan nilai (p value = 0,009 α 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional.Simpulan: Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga dalam menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional nilai (p value = 0,009). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan acuan untuk peneliti selanjutnya menggali lagi tentang JKNsehingga kiranya program JKN dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap JKN.
Correlation Between Age And Pregnancy Duration Toward The Incidence Of Post Partum Bleeding At dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin year 2015 Sarkiah sarkiah; Agus Muliyawan; Trisnayusmianti Trisnayusmianti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.477 KB)

Abstract

Background : Postpartum bleeding is an important issue in obstetrics related to high maternal mortality. It is about 42% in Indonesia, 29% in South Kalimantan, 43,08% in Banjarmasin in 2012, and 2.40% at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin in 2015.Purpose: Relationship Age and spacing of pregnancy with Bleeding Post in the Dr. h. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital.Method : Analytic survey Research to entire population of mothers who experience postpartum bleeding at the Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin in 2015. It used secondary data from the register book during the year 2015, along with 77 people as a sample.Result: Research based on the analysis of the test data with the Chi-Square obtained results for age, the value of p = 0.181 mean values of α p (α = 0.5) then there was no meaningful correlation between age and the incidence postpartum bleeding. The value of pregnancy duration was p = 0.578, it means a value α p (α = 0.5) then there was no meaningful correlation between pregnancy duration and postpartum bleeding.Congclution: The incidence of postpartum bleeding was happened  most to 20-35 year old category (72.7%), pregnancy 2-4 years duration (64.9%), the primary hemorrhage (75.3%) and caused by retensio placenta (51.9%).Suggestion: Researcher provides for more samples and chooses other variables to be testedKeywords: Age, Pregnancy Duration, Postpartum Bleeding
Hubungan Pengetahuan Stress Dengan Mekanisme Koping Remaja Ertanti Rachmah; Teti Rahmawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.894 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.517

Abstract

Latar Belakang: Mekanisme koping merupakan respon yang digunakan untuk mengatasi masalah atau beban yang dapat menimbulkan stress. Remaja yang memiliki mekanisme koping adaptif akan mampu mengatasi stresssor yang dialami. Sehingga perlu adanya pengetahuan mengenai mekanisme koping dalam menyelesaikan masalah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan tentang stress dengan mekanisme koping yang digunakan remaja di SMPN 222 Jakarta.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 150 responden dengan teknik sampling Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang stress dan kuesioner The Proactive Coping Inventory.Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value = 0,05) menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan stress dengan mekanisme koping yang digunakan remaja di SMPN 222 Jakarta dengan p-value = 0,015. Remaja yang memiliki pengetahuan kurang mempunyai peluang 2,377 kali lebih besar untuk melakukan mekanisme koping mal-adaptif dibandingkan remaja yang memiliki pengetahuan baik (OR= 2,377).Simpulan: Peneliti merekomendasikan pemberian edukasi tentang manajemen stress dan penyelesaian masalah pada kurikulum mata pelajaran bimbingan konseling bekerja sama dengan guru bimbingan konseling.Kata Kunci: Mekanisme koping, pengetahuan, remaja, stress.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue