cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA PASKA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Umi Hanik Fetriyah; Syamsul Firdaus; Liyun Wulan Suci Lestari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.748 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stroke merupakan gangguan supai darah akibat pembuluh darah yang pecah maupun tersumbat. Dampak dari paska berupa kelemahan anggota tubuh, kelumpuhan, gangguan memori dan gangguan eliminasi. Perawatan paska stroke adalah bagian penting dari pemulihan bagi penderita stroke. Keluarga sangat memiliki peran penting pada perawatan paska stroke.Tujuan: Mengeksplorasi secara mendalam mengenai pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga paska stroke di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode: Rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, informan dipilih secara purposive sampling terdiri dari 6 informan utama yaitu keluarga pemberi perawatan utama, dan 6 informan triangulasi yaitu anggota keluarga paska stroke. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Milles dan Huberman.Hasil: Seluruh keluarga mengalami terjadinya perubahan peran dalam keluarga, paska stroke berdampak terhadap aspek ekonomi, fisik seperti kelelahan dan perubahan berat badan, psikologis berupa stres dan mudah marah, terganggunya kegiatan interaksi dengan warga sekitar, tidak berdampak bagi spiritual seluruh keluarga. Sebagian besar keluarga mampu memberikan perawatan paska stroke dengan baik. Sebagian besar keluarga tidak merasakan kesulitan merawat anggota keluarga paska stroke.Simpulan: Terjadi perubahan peran, paska stroke berdampak pada perekonomian, fisik, psikologis interaksi sosial, paska stroke tidak berdampak pada spiritual keluarga, keluarga mampu merawat anggota paska stroke dengan mencari dukungan informasi dari warga sekitar dan keluarga.Kata Kunci: Stroke, paska stroke, pengalaman keluarga.
The Correlation Of Sex And Exclusive Breastfeeding Status With Acute Respiratory Infection (Ari) Incidence Among Under-Five Children At The Cempaka Public Health Center Banjarmasin Nurul Hidayah; M. Rasyid Ridha Ramadhan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.428 KB)

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) has the first cause of death in infants and toddlers in Indonesia. Based on National Health Survey data shows that the proportion of ARI as a cause of infant mortality is 27.6%, whereas ARI as the cause of death of children under five is 22,8%. Currently, ARI disease is still a health problem that needs attention and needs to be immediately overcome. ISPA is a disease whose risk may increase due to sex and exclusive breastfeeding status.Purpose: The purpose of this study is to know the correlation between sex and exclusive breastfeeding status with the incidence of acute respiratory infections among children under five at the Cempaka Public Health Center Banjarmasin.Method: This research was an analytic survey research using cross-sectional study approach. The samples of this study were all children under five years old who visited Cempaka Public health Center on the 3rd week of July - 1st week of August taken by accidental sampling technique amounted to 50 people.Result: Most of the respondents were male as many as 32 toddlers (64%), exclusive breastfeeding status was mostly not exclusive breastfeeding (64%), and most respondents had ARI for 31 toddlers (62%). The statistic test result of sex correlation with the incidence of ARI was obtained p-value = 0.026 and OR = 4.714 (95% CI: OR = 1.364-16.295). While the statistical test result of exclusive breastfeeding status correlation with the incidence of ARI obtained p-value = 0.000 and OR = 18.900 (95% CI: OR = 4.369-81.765).Conclusion: In this study proved that there is a significant relationship between sex and exclusive breastfeeding status with the incidence of ARI among under-five children.Keywords: Acute Respiratory Infection (ARI), Children under-five, Exclusive breastfeeding status, Sex
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Deffi Uprianti Bakri; Syahredi S. Adenin; Irza Wahid
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.512

Abstract

Latar Belakang: Penyebab kematian ibu terbesar yaitu perdarahan, lebih dari separuh jumlah seluruh kematian ibu terjadi karena perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum  dapat juga disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti  umur, jumlah paritas, jarak antar kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum.Tujuan: Penelitian ini menggunakan metode analitik restropektif dengan pendekatan Case Control Study terhadap 58 ibu yang bersalin di wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten Merangin yang terdiri dari kasus dan control.Metode: Sampel dipilih secara simple random sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square untuk dapat menyimpulkan adanya hubungan dua variabel bermakna atau tidak bermakna.Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara umur(p: 0,001, OR: 3,63; CI: 1,686-7,843), paritas (p: 0,000, OR: 5,971; CI: 2,658-13,413), jarak kelahiran (p: 0,000, OR: 5,388; CI: 2,433-11,933).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu ibu hamil dengan umur, paritas dan jarak kelahiran berisiko akan meningkatkan kejadian perdarahan postpartum. Oleh karena itu  diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang keluarga berencana dengan jumlah  yang aman.Kata Kunci:  Umur, Paritas, Jarak kelahiran, Perdarahan Post Partum
Evaluasi Pemanfaatan KIA oleh Ibu Hamil Di Kecamatan Banjarmasin Timur Ika Mardiatul Ulfa; Susanti Suhartati; Fadhiyah Noor Anisa
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.347 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.682

Abstract

Latar Belakang:  Angka  Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa dengan melihat derajat kesehatan perempuan. AKI di Indonesia pada tahun 2017 masih dikatakan tinggi yaitu 228/100.000 KH, dimana hal tersebut masih jauh dibawah target SDG’s yaitu 70/100.000  KH. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pelayanan kesehatan perlu dilaksanakan secara komprehensif yaitu sejak masa kehamilan sampai bayi 5 tahun. Untuk mendukung upaya tersebut, kementerian kesehatan telah mengeluarkan instrument kesehatan ibu dan anak, yaitu buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Tetapi pemanfaatan  buku  KIA oleh  ibu  hamil  masih  belum  maksimal.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan buku KIA oleh ibu hamil di kecamatan Banjarmasin timur.Metode: dalam penelitian ini menggunakan analisis variabel sebab akibat yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 60.5% ibu hamil memiliki buku KIA dan dapat menunjukkan, 36.5% memiliki buku KIA namun tidak dapat menunjukkan dan 3% tidak memiliki buku KIA. Sebagian besar ibu hamil mendapatkan buku KIA saat kunjungan pertama yaitu 72.5% dan diberikan di Puskesmas 76%. Saat ibu diberikan buku KIA, ibu mendapat penjelasan dari petugas kesehatan tentang buku KIA yaitu 98.7%. sebagian besar ibu hamil mengatakan buku KIA bermanfaat yaitu 97% dan keseluruhan ibu hamil merasa memerlukan buku KIA, tetapi dari sejumlah ibu hamil yang diteliti masih terdapat ibu hamil yang tidak membaca buku KIA sebanyak 42%.Kesimpulan: buku KIA belum di manfaatkan dengan maksimal oleh ibu hamil, hal itu terbukti bahwa masih ada ibu hamil yang tidak membaca buku KIA walaupun mempunyai buku KIA. Evaluation of KIA Utilization by Pregnant Women in East Banjarmasin DistrictBackground: Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator of a nation's health by looking at women's health status. MMR in Indonesia in 2017 was still considered high, namely 228 / 100,000 KH, which is still far below the SDG target of 70 / 100,000 KH. In overcoming these problems, health services need to be carried out comprehensively, namely from pregnancy to 5 years of age. To support these efforts, the ministry of health has issued a mother and child health instrument, namely the Maternal and Child Health Book (KIA). However, the use of the KIA book by pregnant women is still not optimal. This study aims to analyze the use of the KIA book by pregnant women in the district of East Banjarmasin.Methods: in this study using a cause and effect variable analysis that occurs in the object of study is measured or collected at the same time.Results: the study showed that 60.5% of pregnant women had an MCH booklet and it could show that 36.5% had an MCH booklet but could not show it and 3% did not have a KIA book. Most of the pregnant women got the KIA book during the first visit, namely 72.5%, and it was given at the Puskesmas 76%. When the mother was given the MCH handbook, the mother received an explanation from the health officer about the MCH handbook, namely 98.7%. Most of the pregnant women said the MCH booklet was useful, namely 97%, and overall pregnant women felt they needed the MCH booklet, but 42% of the pregnant women studied did not read the KIA book.Conclusion: The MCH book has not been fully utilized by pregnant women, it is evident that there are still pregnant women who do not read the MCH book even though they have a KIA book. Keywords: KIA Book, Pregnant Women, Use of the KIA Book, 
Hubungan Frekuensi Pemberian Asi Dengan Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2017 Fitri Yuliana; Nurul Hidayah; Sri Wahyuni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.168 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bayi yang diberi minum ASI lebih awal dengan efektif dan pemberian kolostrum diyakini dapat mengurangi kejadian hiperbilirubinemia fisiologis. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi AKB di Indonesia yaitu ikterus pada bayi baru lahir (5%), di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin pada tahun 2016, menunjukan 205 (7,7%) bayi mengalami ikterus. Tujuan: Menganalisis Hubungan Frekuensi Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus pada Bayi Baru Lahir di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2017. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi dan dilakukan rawat gabung diruang nifas RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh sebanyak 243 orang. Sampel berjumlah 71 orang dengan teknik Accidental Sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari 71 responden yang diteliti, frekuensi pemberian ASI yang tidak sering sebesar 63,3% mengalami ikterus, dan 36,7% yang tidak mengalami ikterus. frekuensi pemberian ASI yang sering sebesar 68,3% bayi tidak mengalami ikterus, dan 31,7% mengalami ikterus. Adapun hubungan antara frekuensi pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus pada bayi baru lahir di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin (ρ=0,016  =0,05) Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi pemberian ASI dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Bayi baru lahir, Frekuensi pemberian ASI, Ikterus _______________________________________________________________ABSTRACTIntroduction: Breastfed infants fed early with effective and giving colostrum is believed to reduce the incidence of physiological hyperbilirubinemia. One of the main factors that affect the IMR in Indonesia, namely jaundice in newborns (5%), at dr. H. Moch Ansari Saleh hospital of Banjarmasin in 2016, showed 205 (7.7%) babies have jaundice.Objective: This research is aimed to analyze about the correlation Frequency of Breastfeeding with Incidence of Jaundice in Newborns at dr. H. Moch Ansari Saleh hospital of Banjarmasin in 2017.Method: Quantitative research with cross sectional study design. Population in this research is 243 mother who have babies and conducted rooming-in postpartum room in Hospital dr. H. Moch Ansari Saleh. The sample is 71 people, in this research with Accidental Sampling technique. The data were analyzed using chi-square test.Results: Of 71 respondents studied, frequent breastfeeding frequencies of not often 63.3% had jaundice, and 36.7% had no jaundice. Frequent breastfeeding frequency of 68.3% of infants did not have jaundice, and 31.7% had jaundice. The correlation between the frequency of breastfeeding with the incidence of jaundice in newborns at dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Hospital (ρ=0.016 a = 0.05).Conclusion: There is a significant correlation between the frequency of breastfeeding and the incidence of jaundice in newborns.Key words: Frequency of breastfeeding, Jaundice, Newborn baby
Pengaruh Perdarahan Intracerebral Terhadap Penurunan Nilai Revised Trauma Score (RTS) Pada Pasien Trauma Kepala Di RSUD Ulin Banjarmasin Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.371 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.483

Abstract

Background: Patient care with head trauma must be done quickly and accurately. One who is required to conduct as an assessment can use the Revised Trauma Score (RTS). However, the decline is the value of RTS also caused by several things, one of which is intracranial hemorrhage.Objective: This Research to determine the effect of intracerebral hemorrhage on decreasing of the Revised Trauma Score (RTS) in head trauma patients.Methods: The sample in this research are40 head trauma patients who entered the IGD Ulin public Hospital on April - August 2019 using accidental sampling technique. The analytical method in this study is using the chi-square test.Results: There were 13 patients (32.5%) who had bleeding with low RTS, so it can be said as be serious, but there were 6 patients (15%) who experienced bleeding with moderate RTS values and 1 patient (2.5%) had bleeding but with High RTS results. Otherwise patients who did not experience bleeding there are 15 patients with high RTS values, 4 patients (10%) with moderate RTS values, and 1 patient with low RTS values. Chi-Square analysis test results obtained a value of p = 0.000 a which statistically there is a difference in intracerebral hemorrhage with a decrease in RTS in head trauma patients at IGD Ulin Public Hospital.Conclusion: Intracerebral hemorrhage in head trauma patients can influence the decrease in blood pressure, respiratory status and level of patient consciousness, which indirectly influences to the decrease of RTS values. Keywords: Intracerebral Hemorrhage, Revised Trauma Score (RTS), Head Trauma Latar Belakang: Perawatan pasien untuk trauma kepala harus dilakukan dengan cepat dan akurat. Salah satu yang diperlukan untuk melakukan scoring dapat menggunakan Revised Trauma Score (RTS). Namun penururan nilai RTS juga dipengaruhi beberapa hal salah satunya perdarahan intracranial.Tujuan: penelitian untuk mengetahui pengaruh perdarahan intracerebral terhadap penurunan nilai Revised Trauma Score (RTS) pada pasien trauma kepalaMetode Penelitian: Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang pasien trauma kepala yang masuk ke IGD RSUD Ulin pada bulan April - Agustus 2019 dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan chi-square test.Hasil: Terdapat 13 pasien (32,5%) mengalami pendarahan dengan nilai RTS rendah sehingga dapat dikatakan serius, tetapi ada 6 pasien (15%) yang mengalami pendarahan dengan nilai RTS sedang dan 1 pasien (2,5%) mengalami pendarahan tetapi dengan hasil RTS Tinggi. Begitu sebaliknya pasien yang tidak mengalami pendarahan ada 15 pasien dengan nilai RTS tinggi, 4 pasien (10%) dengan nilai RTS sedang, dan 1 pasien dengan nilai RTS rendah. Hasil uji analisis Chi-Square didapatkan nilai p= 0.000 a yang secara statistik ada pengruh perdarahan intraserebral dengan penurunan nilai RTS pada pasien trauma kepala di RSUD Ulin Banjarmasin.Kesimpulan: Perdarahan intraserebral pada pasien trauma kepala dapat mempengaruhi terjadinya penurunan tekanan darah, status pernafasan dan tingkat kesadaran pasien, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap penurunan nilai RTS. Kata Kunci: Perdarahan Intraserebral, Revised Trauma Score (RTS), Trauma Kepala
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PRE-HOSPITAL STAGE DENGAN KOMPLIKASI SEKUNDER PADA PASIEN CEDERA KEPALA BERAT SETELAH KEDATANGAN PASIEN DI IGD RSUD ULIN BANJARMASIN Doni Wibowo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.049 KB)

Abstract

Latar Belakang : Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian utama dikalangan usia produktif antara 15 - 44 tahun. Pre-hospital stage merupakan faktor yang memiliki kontribusi besar terhadap kualitas hidup penderita dengan cedera kepala berat.Tujuan : Mengetahui hubungan antara penolong pertama, lama penanganan pertama, dan alat transportasi pasien dengan komplikasi sekunder pada pasien cedera kepala berat setelah kedatangan pasien di IGD RSUD Ulin Banjarmasin.Metode : Jenis penelitian kuantitatif, non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional. Bentuk rancangan penelitian secara cross sectional. Jumlah sampel adalah 31, uji statistik Chi-Square dan Regresi Logistik.Hasil : Adanya hubungan antara penolong pertama, lama penanganan pertama, dan alat transportasi pasien dengan komplikasi sekunder dengan nilai p 0,05. Berdasarkan uji regresi logistik diketahui bahwa variabel yang paling berhubungan dengan komplikasi sekunder adalah lama penanganan pertama dengan nilai Exp(B) 22.708.Simpulan : Ada Hubungan antara faktor pre-hospital stage dengan komplikasi sekunder pada pasien cedera kepala berat.Kata kunci: Pre-hospital stage: Penolong pertama, lama penanganan pertama, alat transportasi
Hubungan Jenis Kelamin dengan Tingkat Pengetahuan Comprehensive Sexuality Education (CSE) pada Mahasiswa Paul Joae Brett Nito; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Onieqie Ayu Dhea Manto
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.736

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan Seksual merupakan bagian penting dalam mendukung program SDGs untuk menjamin kehidupan yang sehat serta menjamin kesetaraan gender. Pendidikan seksual menjadi salah satu upaya pencegahan peningkatan penyakit menular seksual (PMS), HIV AIDS, perilaku seksual, dan permasalahan terkait hak gender. Survei Data Demografi dan Kesehatan Indonesia (2017) menyebutkan 2% wanita usia 15-24 tahun dan 8% laki-laki usia 15-24 tahun melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan. CDC (2019) menyebutkan bahwa setengah dari penderita IMS baru adalah pasien usia 15-24 tahun. Hal ini tentu akan mempengaruhi kualitas hidup remaja dan generasi selanjutnya.Selama ini upaya peningkatan pengetahuan seksual melalui pemberian informasi telah dilakukan, namun belum optimal. Pendidikan yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin dapat menjadi salah satu strategi dalam peningkatan pengetahuan seksual.Tujuan: Menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan Comprehensive Sexuality Education (CSE) pada Mahasiswa.Metode: Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan desain survei cross sectional, pengumpulan data melalui survei kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 248 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, teknik non probability sampling. Analisis menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan Comprehensive Sexuality Education (CSE) dengan nilai sig2 tailed sebesar 0,006 ( 0,05). Simpulan: Comprehensive Sexuality Education (CSE) melalui pendekatan usia dan jenis kelamin dapat menjadi salah satu strategi dalam upaya pencegahan permasalahan terkait seksual. Kata Kunci : Pendidikan seksual, CSE,  remajaRelationship of Gender and Comprehensive Sexuality Education (CSE)  Knowledge Levels for Students Background: Sexual education is an important part in supporting the SDGs program to ensure a healthy life and gender equality. Sexual education is one of the efforts to prevent an increase in sexually transmitted diseases (STDs), HIV AIDS, sexual behavior, and issues related to gender rights. The Indonesian Demographic and Health Data Survey (2017) stated that 2% of women aged 15-24 years and 8% of men aged 15-24 years had sexual relations before marriage. The CDC (2019) states that half of new STI sufferers are patients aged 15-24 years. This will certainly affect the quality of life of adolescents and the next generation. So far, efforts to increase sexual knowledge through the provision of information have been carried out, but have not been optimal. Education that is adjusted to age and gender can be one strategy in increasing sexual knowledge.Objective: To analyze the relationship between gender and the level of knowledge of Comprehensive Sexuality Education (CSE) in students.Methods: This study uses an analytical survey method with a cross-sectional survey design, data collection through a questionnaire survey. A total of 248 respondents, using purposive sampling, non-probability sampling technique. Analysis using chi square test.Results: The results of statistical tests showed that there was a significant relationship between gender and the level of knowledge of Comprehensive Sexuality Education (CSE), p value 0.006 (0.05). Conclusion: Comprehensive Sexuality Education (CSE) based age-gender can be a strategy in preventing sexual problems. Keywords: Sexual education, CSE, youth 
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Ulin Banjarmasin Insan Kamil; Rismia Agustina; Abdurahman Wahid
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.391 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik menjalani hemodialisa demi kelangsungan hidupnya yang dilakukan rutin 2 kali dalam seminggu. Perasaan cemas yang dirasakan pasien saat menjalani hemodialisis akan memperparah keadaan pasien dan dapat menimbulkan risiko yang lebih serius dan berpotensi kematian.Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian deskriptif mengenai fenomena yang ditemukan. Responden berjumlah 183 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Waktu penelitian pada 8-21 Februari 2018.  Instrumen yang digunakan berupa Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS).Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berada pada tingkat kecemasan ringan (100%).Simpulan: Diharapkan perawat dapat lebih memperhatikan intervensi dalam tindakan dan menjaga keadaan pasien dalam keadaan tenang ketika menjalani hemodialisis agar dapat mengurangi risiko yang muncul akibat kecemasan.Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Kecemasan ABSTRACT Background: Patients with kidney failure chronicle undergoing hemodialysis by their survival who routinely implemented twice a week. Feelings of anxiety that perceived patients when undergoing hemodialysis will aggravating circumstances patients and can give rise to risk more serious and potentially death.Objective: To determined the level of anxiety patients kidney failure chronicle undergoing hemodialysis at RSUD Ulin Banjarmasin.Methods: Descriptive research about the phenomenon that is found. Respondents a total of 183 people. Collecting samples using a technique nonprobability the sampling method of with a kind of purposive the sampling method of  nonprobability sampling technique with purposive sampling. Time research on 8-21 february 2018. An instrument used in the form of Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS).Result:   Research   showed    that    overall   respondents    the    patient    with    kidney failure chronicle who undergoing hemodialysis be on a level mild anxiety (100%).Conclusion: It  is  expected  that nurses could  pay more attention of  intervening  in the act  of and keep the state of a patient in a state of quiet while undergoing hemodialysis in order to reduce risks due to anxiety.Keywords: Anxiety, Chronic Kidney Disease, Hemodialysis
PERBEDAAN PELEPASAN TALI PUSAT DENGAN PERAWATAN TERBUKA DAN KASSA Dessy Rossiani; Regina Vidya Trias Novita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.863 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.541

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi (AKB) karena infeksi sekitar 20.5%, salah satu penyebabnya karena perawatan tali pusat yang tidak benar. Berbagai macam perawatan tali pusat yaitu kassa betadine, kassa alkohol, kassa kering dan perawatan terbuka.Tujuan: penelitian ini  Bertujuan  untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat dengan kassa dan terbuka.Metode: Desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan studi komparasi, uji regresi logistik binari. Penelitian dilakukan pada bulan September 2014 sampai Januari 2015 dengan total sample yaitu 60 responden, 30 kassa dan 30 terbuka. Kriteria inklusi bayi lahir sehat, tanda vital dalam batas normal dan tidak mengalami komplikasi selama perawatan di RS.Hasil: hasil Penelitian rata-rata pelepasan tali pusat dibawah 7 hari dengan kasaa 76.6% dan terbuka 86.73%.  Hasil uji regresi logistik binary dengan menilai overall fit model Ho diterima dengan hasil signifikan 0,05 yaitu 0,159, Uji koefisien nagelkerke’s R² mengalami penurunan dari hasil data pertama (terbuka) 57,169, data kedua (kassa) 50,414, uji koefisien nilai t signifikan 0,05 yaitu nilai signifikan 0,000. Uji statistik nilai t pada perawatan terbuka 0.000 P value 0.05, sedangkan dengan kassa p value 0,339. Hasil dari β (kassa) -0,691 β (terbuka) 1,494.Simpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawatan tali pusat berpengaruh terhadap lama pelepasan tali pusat. Variabel lain yang berpengaruh terhadap lama pelepasan tali pusat adalah berat badan bayi dan jenis kelamin. Usia gestasi dan jenis persalinan tidak berpengaruh terhadap lamanya pelepasan tali pusat. Kesimpulan perawatan tali pusat dengan terbuka sangat direkomendasikan untuk perawatan bayi baru lahir.Kata kunci: Bayi baru lahir dan kassa, Perawatan tali pusat, terbukaAbstractBackground: The infant mortality rate (IMR) due to infection is around 20.5%, one of the causes is due to improper umbilical cord care. Various kinds of cord care are betadine gauze, alcohol gauze, dry gauze, and open treatments.Purpose: This study aims to determine the effect of gauze and open cord care.Methods: Quasi-experimental research design with a comparative study approach, binary logistic regression test. The study was conducted from September 2014 to January 2015 with a total sample of 60 respondents, 30 Kassa, and 30 open. The inclusion criteria for babies were born healthy, vital signs were within normal limits, and had no complications during hospitalization.Results: The results showed that the average release of the umbilical cord was under 7 days with 76.6% gauze and 86.73% open. The results of the binary logistic regression test by assessing the overall fit of the Ho model were accepted with significant results 0.05, namely 0.159, the Nagelkerke's R² coefficient test decreased from the results of the first data (open) 57.169, the second data (Kassa) 50.414, the coefficient test t value was significant 0.05, which is a significant value of 0.000. The statistical test of t value in open care was 0.000 P value 0.05, while with a gauze p-value was 0.339. The yield for β (Kassa) -0.691 β (open) 1.494.Conclusion: from the results of the study it can be concluded that umbilical cord care has an effect on the length of time to release the cord. Other variables that affect the length of time to release the umbilical cord are the baby's weight and sex. Gestational age and type of delivery have no effect on the length of time the cord is released. Conclusion Open cord care is highly recommended for the care of newborns.Keywords: newborn and gauze, umbilical cord care, open,

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue