cover
Contact Name
Sangkala
Contact Email
kaka09bio@gmail.com
Phone
+6281230908068
Journal Mail Official
Sangkala@poltesa.ac.id
Editorial Address
https://ojs.poltesa.ac.id/index.php/patani/editor
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Pertanian dan Informatika
ISSN : 23561564     EISSN : 27756114     DOI : https://doi.org/10.47767/patani.v4i2.12
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal PATANI meliputi Teknologi Pengelolan Sumberdaya Alam untuk Pertanian, Teknologi Tepat Guna Alat dan Mesin Pertanian, Teknologi Panen dan Pasca Panen, Sistim Informasi Pertanian, Teknologi Pangan, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Hasil Pertanian, Manajemen dan Sistim Informasi Industri Hasil Pertanian serta berbagai bidang ilmu lainnya yang mendukung pengembangan sektor pertanian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA" : 5 Documents clear
Analisa Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. X Irma Fahrizal Butsi Ningsih; Muslimah Muslimah; Sunardi
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Informasi dan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.188 KB) | DOI: 10.47767/patani.v4i1.4

Abstract

Untuk memberikan perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka perusahaan haruslah terlebih dahulu memahami resiko dan potensi bahaya yang ada pada pekerjaan yang mereka jalankan. Potensi bahaya merupakan suatu potensi untuk terjadinya insiden yang berakibat kerugian sedangkan risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut (ILO). Menurut Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif dalam finance.detik.com "Sepanjang 2017, menurut statistik kami terjadi peningkatan kecelakaan kerja sekira 20 persen dibandingkan 2016 secara nasional". Total kecelakaan kerja pada 2017 sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai klaim Rp 971 miliar lebih. Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai klaim hanya Rp 792 miliar lebih. Sedangkan menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak Ady Hendratta dalam Tribun Pontianak menerangkan “Angka kecelakaan kerja sepanjang Januari 2018 sebanyak 99 kasus di Kalimantan Barat. Ada 99 kasus kecelakaan kerja yang didominasi oleh perkebunan sawit. Persentasenya 40 persen". Dari data kecelakaan kerja tersebut, maka dapat dihitung bahwa 40% dari 99 kasus yang terjadi sebanyak 40 kasus kecelakaan kerja terjadi di perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Barat dalam tempo 1 bulan. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk membahas tentang Analisa Resiko Keselamatan dan Kecelakaan Kerja di PT. X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan dan Pengolahan Sawit. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa resiko keselamatan dan kesehatan kerja yang paling dominan adalah pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida / herbisida, insektisida. Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, jika syarat alat pelindung diri dipenuhi dan ditaati kemungkinan untuk terjadi kecelakaan memang kecil, tetapi hal ini berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja, karena efek dari bahan kimia tersebut adalah efek jangka panjang.
PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI EXPLAINER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN (Studi Kasus: Madrasah Aliyah 2 Sambas ) Salahuddin
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Informasi dan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.817 KB) | DOI: 10.47767/patani.v4i1.5

Abstract

Fokus penelitian pada mata pelajaran Geografi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sambas. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24-25 Februari 2018 diketahui bahwa, kegiatan pembelajaran Geografi di MAN Sambas belum memanfaatkan media pembelajaran berbasis Multiedia. Terdapat empat orang guru yang mengajar mata pelajaran Geografi. Dua orang guru menggunakan media Power Point, dan media cetak dari surat kabar, sedangkan dua orang guru lainnya menggunakan metode konvensional berupa ceramah dan diskusi tanpa menggunakan media pembelajaran. Keikutsertaan siswa dalam proses pembelajaran Geografi sebatas mendengarkan, menyimak, mencatat, latihan soal,. Respon siswa dalam proses pembelajaran selama ini cenderung baik. Akan tetapi siswa lebih antusias ketika proses pembelajaran menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis multimedia. Penelitian ini fokus pada pengembangan dan uji kelayakan produk untuk pengoptimalan penggunaan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan berbasis komputer berupa video animasi explainer. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan atau sering disebut sebagai Research and Development (R&D). Data hasil observasi dan wawancara pendahuluan termasuk dalam kategori data kualitatif data kuantitatif berasal dari kuesioner penelitian. Data dari kuesioner dianalisis dengan statistik deskriptif, selanjutnya dikonversi dalam data kualitatif skala Likert. Penilaian kelayakan produk dalam penelitian ini ditetapkan minimal C atau “Cukup”. Jika dari para ahli materi, para ahli media, para guru, dan para siswa memberikan nilai minimal tersebut, maka produk hasil pengembangan ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.Hasil dari penelitiaan adalah berupa produk Video Animasi explainer merupakan salah satu media pembelajaran pendukung yang dibuat dalam bentuk soft copy. Materi dalam media pembelajaran yang dikembangkan disusun berpedoman pada Kurikulum 2013.
Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman dan Penanganan Pasca Panen Padi di Desa Tebas Sungai daud perdana; Hamdi; Winda Apriani
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Informasi dan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.857 KB) | DOI: 10.47767/patani.v4i1.7

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra utama produksi padi di Kalimantan Barat. Kabupaten ini berada di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Desa Tebas Sungai merupakan satu diantara sentra padi yang pernah gagal panen diakibatkan serangan tikus pertanian pada bulan Juli 2016. Mitra kegiatan Penerapan Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat ini adalah Kelompok Tani Candra Mekar dan Sari Melati Kencana yang berada di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Kelompok ini relatif tertinggal dibanding kelompok tani lainnya di kecamatan disebabkan kurangnya bantuan di bidang pertanian. Persoalan yang dihadapi mitra secara umum adalah serangan hama tikus, serangan hama wereng coklat, penggerek batang, lembing batu, tungro, blas, dan hawar, kurang jumlah dan efektifnya penggunaan mesin perontok padi, ketersediaan pupuk subsidi yang sangat terbatas, dan irigasi belum bisa dilakukan dengan baik akibat terbatasnya pompa. Solusi yang disepakati dari permasalahan prioritas mitra adalah pengendalian tikus pertanian, pengendalian hama serangga menggunakan perangkap serangga (light trap), serta pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi untuk penanganan pasca panen. Target luaran kegiatan ini antara lain: 1) Program pengendalian tikus pertanian menghasilkan luaran alat perangkap tikus pertanian berjumlah 10 set, terselesaikan 10 set; 2) Program pengendalian hama serangga menggunakan perangkap serangga menghasilkan luaran 10 set, sudah tercapai 10 set; dan 3) Program pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi menghasilkan luaran mesin perontok padi sebanyak 2 unit, terealisasi 2 unit; 4) Publikasi pada jurnal ber-ISSN DIPAMAS; dan 5) Publikasi kegiatan pada media massa (online 1 kali terealisasi 4 kali, CSMTV 1 kali sudah terealisasi dan telah diupload pula di youtube.com, dan surat kabar/media massa realisasi 2 kali versi cetak). Kegiatan PPTTG ini melalui tahapan-tahapan: 1) Program pengendalian tikus pertanian; 2) Program pengendalian hama serangga; dan 3) Program pembuatan dan pengelolaan mesin perontok padi. Secara ekonomi, adanya penerapan teknologi melalui PPTTG akan mencegah kerugian dalam usahatani padi (akibat serangan tikus sawah), mengefektifkan pencegahan serangan hama (melalui perangkap hama/light trap), dan mengefisienkan biaya pasca panen padi (dengan alat perontok padi). Secara keseluruhan dampak ekonominya dapat menyebabkan peningkatan pendapatan petani padi sawah sehingga diharapkan mampu mensejahterakan ekonomi masyarakat tani. Secara sosial, dampak yang didapat dari penerapan teknologi adalah adanya ketenteraman di masyarakat karena adanya alat yang mencegah terjadinya kerugian dalam pengusahaan budidaya tanaman padi, serangan hama maupun penyakit yang dibawa oleh hama, dan tidak lagi terjadi rebutan antrian terhadap mesin perontok padi karena telah ada alat yang diberikan kepada kelompok. Kata kunci: hama, padi, perangkap serangga
PERSEPSI HARGA, KUALITAS PRODUK DAN KETERSEDIAAN KERUPUK AMPLANG TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI KABUPATEN SAMBAS Dian Sari; Andi Maryam
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Informasi dan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.009 KB) | DOI: 10.47767/patani.v4i1.8

Abstract

Ketika konsumen membeli kerupuk amplang, hal awal yang sering diperhatikan calon konsumen adalah harga, kemudian produk yang akan dibeli, kualitas serta ketersediaannya. Kepuasan pasca pembelian akan mendorong konsumen membeli dan mengkonsumsi ulang produk tersebut atau loyal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi harga, kualitas dan ketersediaan produk kerupuk amplang terhadap loyalitas konsumen di Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan beberapa pertimbangan, dimana amplang di kabupaten Sambas termasuk produk yang baru dipasarkan sehingga perlu dilakukan studi mengenai persepsi harga, kualitas produk dan ketersediaan kerupuk amplang terhadap kepuasan konsumen. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling Dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik Analisis data menggunakan menggunakan Uji Validitas, Uji Reliabilitas dan analisis Regrasi berganda. Dari hasil penelitian ini diketahui Secara keseluruhan atribut meliputi harga, kualitas dan ketersediaan kerupuk amplang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Antioksidan, asam lemak bebas, k Analisis Penambahan Kunyit (Curcuma longa L) Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng Kelapa Angga Tritisari Angga
JURNAL PATANI: Pengembangan Teknologi Informasi dan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): JURNAL POLTESA
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.245 KB) | DOI: 10.47767/patani.v4i1.9

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu penambahan kunyit terhadap kadar asam lemak bebas minyak goreng kelapa. Minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang berfungsi sebagai media penghantar panas dalam pengolahan bahan pangan untuk memperbaiki warna, cita rasa dan tekstur dari makanan. Pembuatan minyak goreng kelapa menggunakan metode pemanasan. Namun, metode pemanasan dapat merusak antioksidan dalam minyak goreng kelapa. Akibat dari rusaknya antioksidan dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kelapa. Sehingga ditambahkan kunyit dalam pembuatan minyak goreng kelapa untuk menggantikan senyawa antioksidan yang rusak. Penelitian ini mengunakan tiga perlakuan yaitu perlakuan pertama pembuatan minyak goreng kelapa tanpa penambahan kunyit, perlakuan kedua penambahan kunyit sebanyak ± 3 gram waktu titik akhir pemanasan dan perlakuan ketiga penambahan kunyit sebanyak ± 3 gram waktu minyak dalam suhu ruang. Minyak goreng kelapa yang dihasilkan diuji kadar asam lemak bebas dengan metode titrasi asam basa pada minyak baru dan minyak setelah disimpan selama 1 bulan. Hasil uji kadar asam lemak bebas menunjukkan kadar tertinggi pada perlakuan pertama ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0833% dan 0,0878%. Setelah disimpan selama 1 bulan meningkat menjadi 0,1181% dan 0,1173%. Sedangkan perlakuan kedua ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0665% dan 0,0661%. Setelah disimpan 1 bulan kadar asam lemak bebasnya tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 0,0656% dan 0,0652%. Pada perlakuan ketiga ulangan 1 dan 2 sebesar 0,0659% dan 0,0653%. Setelah disimpan selama 1 bulan meningkat menjadi 0,0859% dan 0,0858%. Hasil uji Ansira atau uji F menunjukkan setiap perlakuan percobaan waktu penambahan kunyit dalam pembuatan minyak goreng kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap kadar asam lemak bebas minyak goreng kelapa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5