cover
Contact Name
Kartika Magdalena Suwanto
Contact Email
kartika.suwanto@uph.edu
Phone
+6285780522262
Journal Mail Official
de.lite.journal@uph.edu
Editorial Address
Universitas Pelita Harapan MH Thamrin Boulevard 1100, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Kota Tangerang, Banten 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
de-lite
de.lite Journal of Visual Communication Design Study and Practice is a peer reviewed billingual journal that focuses on the foundational discussion of visual communication design. The journal is published by the Department of Visual Communication Design of Universitas Pelita Harapan, and managed by Universitas Pelita Harapans Editorial dan Publication Design Laboratory.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024" : 7 Documents clear
Kontroversi Karya-Karya Edgar Degas mengenai Misogini dan Relevansinya dengan Isu Objektifikasi Perempuan dalam Media Sosial dan Periklanan Natanael, Dafy Bintang; Indrajaya, Ferdinand
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8701

Abstract

Makalah ini membahas bagaimana objektifikasi perempuan dapat ditelusuri kembali ke karya-karya seni kontroversial Edgar Degas pada akhir abad ke-19 dan relevansinya dengan pandangan terhadap perempuan sampai saat ini. Penggambaran perempuan sebagai objek hasrat dalam media sosial dan periklanan pada zaman ini telah memengaruhi citra tubuh perempuan dan menimbulkan tekanan untuk memenuhi suatu standar kecantikan tertentu. Konsep male gaze memainkan peran kunci dalam pemaknaan ini, mengindikasikan dominasi pandangan laki-laki dalam media visual dan penekanan pada penampilan fisik perempuan. Pembiaran dominasi dan tindakan objektifikasi ini melahirkan beberapa permasalahan seperti, kecemasan dan rasa malu akan penampilan diri, eating disorders, depresi, serta penurunan produktivitas. Dengan fenomena objektifikasi perempuan yang terus berkelanjutan, tanggapan yang tepat dari masyarakat diperlukan. Makalah ini hendak mengeksplorasi dan menganalisis permasalahan tersebut dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, khususnya penelitian kepustakaan (library research). Melalui Langkah metodologis tersebut, penulis menyimpulkan bahwa masyarakat memiliki peran krusial dalam meresponi dan memerangi objektifikasi perempuan secara aktif. Upaya ini dapat dicapai dengan penggunaan media sosial dan periklanan secara etis serta kritis. Hal ini dapat ditunjukkan oleh contoh kasus Billabong. Kasus ini menunjukkan bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam memberi tekanan terhadap industri media untuk mengadopsi praktik pemasaran yang menghormati martabat perempuan. Melaluinya, narasi yang berdampak buruk bagi citra dan kesejahteraan perempuan di era digital ini dapat berubah.
Peran Sosial Iklan Layanan Masyarakat Bersama Hapus Kekerasan Seksual Edisi “Jangan Menyalahkan Korban” Nugraha, Dewinta Putri; Jasjfi, Elda Franzia
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8702

Abstract

Korban dari pelecehan seksual sering kali merasa tidak berani dan tidak aman melaporkan atas peristiwa yang menimpanya. Terdapat pula fenomena kurangnya rasa empati di lingkungan masyarakat, sehingga Kemdikbud RI mengunggah salah satu Iklan Layanan Masyarakat berjudul “Jangan Menyalahkan Korban” sebagai peringatan terhadap masyarakat untuk lebih baik mendengarkan keluhan dari para penyintas pelecehan seksual dan tidak langsung menyalahkan korban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperdalam pemahaman terhadap tanda-tanda dan pesan sosial yang terdapat dalam Iklan Layanan Masyarakat tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai pendukung untuk ditemukannya pesan dan tanda. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan mengobservasi setiap scene yang terdapat pada iklan, dan terdapat 6 scene dalam iklan dengan pesan di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan pemaknaan penonton iklan terhadap pesan sosial pada iklan, yaitu bahwa iklan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepedulian mengenai kekerasan maupun pelecehan seksual dan memberi edukasi agar untuk tidak menyalahkan korban kekerasan maupun pelecehan seskual.
Penggunaan Freytag’s Pyramid Dalam Perancangan Bentuk, Warna dan Komposisi Pada Klip Musik Video Animasi “Sang Dewi” oleh Titi DJ Kristijanto, Agatha Samuella; Widiasih, Tabita Eleora; Zulkarnain, Alfiansyah
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8703

Abstract

Musik video dan lagu memiliki hubungan yang sangat erat. Jika lagu dibuat hanya untuk memanjakan telinga, musik video dapat memanjakan telinga sekaligus mata. Musik video digunakan oleh pembuat musik untuk memvisualkan cerita menurut sudut pandangnya dan seringkali musik video live-action banyak dipilih karena menampilkan artis itu sendiri. Selain dari live-action musik video, masih banyak musik video jenis lainnya. Salah satunya menggunakan animasi. Dalam karya ini, musik video animasi dipilih untuk dapat memberikan sudut pandang yang baru, visual dan cerita yang baru  sebuah lagu Indonesia legendaris dengan judul “Sang Dewi” yang telah diremake oleh Andi Rianto dan Lyodra pada tahun 2022. Karya ini dirancang melalui tahapan riset, analisis data, proses kreatif dengan membuat mind mapping, menentukan keyword, dan moodboard. Kemudian setelah itu semua dilalui, proses perancangan akhir karya mulai dilaksanakan sehingga hasil akhir klip musik video animasi lagu Sang Dewi ini berhasil diselesaikan. Dalam karya tulis ini, pembahasan akan berfokus pada bagaimana tahapan cerita Freytag’s Pyramid dapat membantu dalam pembuatan bentuk serta warna dari karakter 2D dan juga latar 3D. Pembuatan karya ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi kepada desainer dan animator lain untuk membuat karya serupa.
Analisis Devosi Jalan Salib dalam Pagelaran Wayang Beber ”˜Lurung Kamulyan’ Karya Herjaka Hardjono, Sharon; Hananto, Brian Alvin
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8704

Abstract

Artikel jurnal ini membahas analisis form-konten-konteks dari pagelaran Wayang Beber ”˜Lurung Kamulyan’ Gereja Santa Maria Assumpta Gamping. Pagelaran ”˜Lurung Kamulyan’ merupakan salah satu bentuk visualisasi devosi jalan salib yang unik, karena menggunakan media yang tidak biasa digunakan dalam pelaksanaan devosi jalan salib. Selain menggunakan metode analisis form-konten-konteks, penulis juga mempertajam analisis dengan menggunakan teori Titon yang dikenal dengan music-culture model. Teori ini mencakup empat komponen yang mempengaruhi bagaimana suatu pertunjukan memberi efek kepada penonton, empat komponen tersebut adalah affective experience, performance, community, dan memory/history. Berdasarkan analisis artikel jurnal ini, dapat disimpulkan bahwa devosi jalan salib dapat dilakukan dengan menggunakan media yang ”˜tidak biasa’ berada dalam gereja.
Strategi Iklan Youtube Miracles Hair Supplement Dalam Membangun Unique Selling Proposition Suci, Gema Genta; Setiadi, Virginia Suryani
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8705

Abstract

Pantene meluncurkan produk rambut baru berupa miracles hair supplement. Banyaknya merek dengan produk sejenis membuat perusahaan harus berpikir kreatif untuk memasarkan produknya. Youtube sebagai media promosi iklan Bye #RambutCapek Hello #RambutKeCharged. Iklan tersebut disambut antusias karena menarik dan menghibur. Tujuan penelitan ini adalah mempelajari iklan Youtube yang dikeluarkan oleh Pantene untuk kemudian dianalisis guna menggetahui strategi yang digunakan. Metode penelitian menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan bahwa Youtube sebagai media promosi mampu menarik perhatian masyarakat terutama pada kalangan muda. Strategi menggunakan influencer yang sedang naik daun dengan citra yang konyol membuat iklan menjadi jauh lebih santai sehingga mudah diterima. Simpulan dari artikel ini diketahui bahwa iklan produk Pantene miracles hair supplement berhasil mematahkan citra Pantene yang identik dengan perempuan, feminin, dan lembut yang umumnya digunakan juga oleh produk serupa dengan merek yang berbeda. Pembentukan citra baru ini menjadi keunikan tersendiri yang membuat produk Pantene lebih menonjol dari merek lain.
Perancangan Kampanye Sosial mengenai Romatisisasi Penyakit Mental pada Usia 17-25 Tahun Oei, Berliana Michel Wijaya; Mahatmi, Nadia
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8706

Abstract

Isu kesehatan mental telah menjadi sekedar tren kekinian bagi para remaja akibat banyaknya informasi terkait hal ini di media sosial. Pemberian informasi yang tidak tersaring mengenai masalah kesehatan mental menyebabkan justifikasi perasaan negatif sebagai suatu gangguan (Loyensya, 2021). Media sosial menjadi ajang aktualisasi diri sehingga perilaku remaja cenderung dapat menyimpang dari yang seharusnya (Sari, 2017). Romantisisasi merupakan kondisi dimana seseorang menganggap mental illness sebagai hal yang menarik untuk dimiliki karena memiliki daya tarik tersendiri (Shrestha, 2018). Penyakit mental seharusnya dianggap suatu masalah yang serius karena romantisisasi akan berdampak negatif bagi penderita, diri sendiri, dan lingkungan. Sehingga, penulis tertarik untuk melakukan perancangan kampanye sosial mengenai romantisisasi penyakit mental, khususnya pada usia 17-25 tahun. Metode perancangan kampanye menggunakan teori Landa (2021) dalam buku Advertising by Design. Hasil dari perancangan adalah exhibition sebagai media pembelajaran aktif dalam mendalami mengenai isu kesehatan mental. Media utama diikuti dengan media edukasi, interaktif, promosi, gimmick, dan merchandise.
Perancangan Cerita Interaktif sebagai Media untuk Meningkatkan Awareness tentang Maternal Depression Ferischa, Ivena Valentine; Pinasthika, Lalitya Talitha
de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice Vol. 4 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Visual Communication Design Department of Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i1.8707

Abstract

Kondisi depresi tidak lepas dari gender, wanita, apalagi seorang ibu rentan mengalaminya, serta bagi dirinya yang sedang mengandung hingga mempunyai anak. Efeknya berdampak pada pola pengasuhan pada anak, dan ketidakmampuan dirinya merawat diri sendiri maupun keluarga. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, masa setelah melahirkan merupakan masa dimana ibu sangat dependan dengan keluarganya. Maka, dukungan sosial begitu penting bagi ibu dalam bentuk afirmasi positif, serta kehadiran pihak terdekatnya, supaya bisa membantu menanggulangi gangguan perasaan yang dialami seorang ibu tersebut. Bentuk dukungan dapat diperoleh lewat wawasan edukasi, tidak hanya dari pihak ibu saja tetapi keluarga dan terdekatnya juga perlu terlibat tentang kesehatan mental dan motherhood sebagai upaya capaian pemahaman kedua belah pihak. Dalam perancangan ini, penulis menggambarkan what-if solution berupa media interaktif dengan pendekatan transmedia yang bisa membangun partisipasi ibu sebagai audiens, dan ikut melibatkan pihak terdekat ibu sebagai support system. Ditambahkan dengan storytelling yang mampu memberi informasi edukasi, serta pemahaman yang mendidik dan personal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7