cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN DESAIN PODUK BANTAL SOFA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KONSUMEN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI CV PILI PILO INDONESIA Fatmawati Mantika; Zaenal Arifin; Vera Methalina Afma
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.452 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1203

Abstract

CV PiliPilo Indonesia merupakan industri rumahan yang  memproduksi bantal sofa.Sejakberdiripadatahun2014, penjualan bantal sofa mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.Peningkatan penjualan bantal sofa yang dihasilkan oleh industri ini meningkat sebesar 64% padatahun 2016. Hal ini membuat pemilik usaha harus mempunyai metode untuk lebih meningkatkan penjualannya, dengan  target sebesar 80% padatahun 2017. Untukmencapai target tersebut, pemilik usaha berencana untuk membuat desain bantal sofa yang baru, agar bantal sofa yang ditawarkan kepada konsumenlebih bervariasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan desain produk bantal sofa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD),yang akan mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan tingkat kepentingan dari kebutuhan tersebut.Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil desain bantal sofa yang sesuaidengankebutuhandan keinginan konsumen adalah jenis kain yang digunakan sebagai bahan sarung bantal adalah kain katun polyester, kain cashmere, serta kain bulu rasfur. Sedangkan jenis bahan isian bantal yang digunakan adalah dakron, bulu angsa serta lateks. Untuk desainbentukbantal yang dibuat adalah bentuk, persegi (ukuran 45 cmx 45 cm), persegi panjang (ukuran 40 cm x 20 cm) sertaberbentukbulat (diameter 40 cm). Motif sarung bantal yang dibuat adalah motif tulisan dan ambar printing, motif  monokrom (hitam putih), serta motif minimalis. Dan jenis resleting yang digunakan adalah coil zipper (resleting  biasa) dan invisible zipper (resleting tersembunyi).
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK MENGETAHUI EFFEKTIVITAS MESIN FILLING BOTOL DI PT. XYZ THE MEASUREMENT OF PRODUCTIVITY USING OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) TO INDENTIFY EFECTIVENESS FILLING BOTTLE MACHINE IN PT. XYZ Edi Sumarya
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.293 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1204

Abstract

ASTAR adalah nama produk Air Minum dalam Kemasan Botol, Cup dan Galon yang diproduksi oleh PT XYZ. Berdasarkan hasil pengamatan pada proses produksi, mesin yang sering mengalami breakdown yaitu mesin Filling botol, yang merupakan mesin utama dalam proses produksi kemasan botol, karena terdapat 3 proses penting yaitu pencucian, pengisian dan penutupan (rinsing, filling, capping), dimana proses produksi akan terhenti ketika mesin ini mengalami breakdown.Total productive Mantenance (TPM) dilakukan sebagai usaha pemeliharaan sekaligus peningkatan terhadap tingkat produksi diseluruh ruang lingkup perusahaan, penerapannya mengunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengetahui seberapa effektivitas operasi mesin filling yang digunakan. Berdasarkan tiga kategori yaitu availability, performance, quality, hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat keberhasilan sistem  pemeliharaan belum tercapai dan produktivitas mesin filling botol belum mencapai tingkat yang effectiv, yaitu nilai OEE rata-rata tergolong masih rendah sebesar 68.8% dibawah nilai standar yang ditetapkan JIPM (Japan Insttute of Plant Maintenance).
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA BERDASARKAN ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) PADA INDUSTRI ALUMUNIUM (Studi Kasus : CV. Fataya Aluminium Samarinda) Slamet Mulyono; Dharma Widada; Lina Dianati Fathimahhayati
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.797 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1205

Abstract

Kesehatan pekerja merupakan investasi yang penting bagi sebuah perusahaan.Masih banyak pekerja yang tidak menyadari  pentingnya kesehatan tubuh mereka.Pekerja masih berpikir tentang kemudahan dalam bekerja dibandingkan kesehatan dalam bekerja. Berdasarkan observasi awal pada CV. Fataya, terdapat postur kerja yang tidak ergonomis yang dilakukan oleh pekerja.Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan suatu penelitian mengenai analisis posturkerja.Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis postur kerja adalah metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Penelitian ini dilakukan di departemen pemotongan alumunium, depatemen pemotongan kaca, dan departemen perakitan.Berdasarkan perhitungan didapatkan skor REBA tertinggi terdapat pada departemen pemotongan aluminium dengan skor 12 yang yang artinya level resiko sangat tinggi dan perlu perbaikan saat ini juga.
PERANCANGAN ALAT PEMOTONG TAHU UNTUK MENGURANGI GERAK DENGAN METODE MOTION TIME MEASUREMENT (MTM)-MOTION TIME STUDY (STUDI KASUS PABRIK TAHU PAK JOKO) Benedikta Anna Haulian Siboro; Rudi Antonius Siregar; Annisa Purbasari
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.785 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1206

Abstract

Pabrik tahu Pak Joko adalah pabrik yang bergerak dalam industri rumah tangga yang memproduksi tahu jawa yang dibuat dari bahan kacang kedelai asli. Berdasarkan pengamatan peneliti yang langsung terjun ke tempat pabrik tahu mendapati pekerjaan yang berulang- ulang yang terjadi saat proses pemotongan di stasiun pemotongan yang menurut peneliti seharusnya dapat di minimalisir agar dapat mengurangi pergerakan tangan saat pemotongan tahu.Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang alat pemotong tahu yang lebih baik untuk meminimalisir pergerakan tangan saat proses pemotongan dengan menggunakan metode “Motion Time Measurement (MTM- 1) dan Anthropometri”.Perancangan alat pemotong tahu sebelumnya peta tangan kiri tangan tangan kanan TMU sebesar 1312.7 atau 0.788 menit , sedangkan untuk perancangan alat baru dengan ukuran tinggi 15 cm, lebar 53.5 cm dan panjang 54.2 cm. TMU sebesar 213.8 atau 0.128 menit. Adanya perbedaan hasil yang dapat dilihat dari alat pemotong lama dengan alat pemotong yang baru, dan hal itu juga dapat dilihat dari adanya beberapa gerakan yang berulang – ulang saat pemotongan tahu pada stasiun pemotongan
ANALISA RESIKO ERGONOMI KERJA OPERATOR INSPEKSI Benedikta Anna Haulian Siboro
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.072 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1200

Abstract

Dalam suatu proses manufaktur ada beberapa bagian kerja yang menuntut adanya proses inspeksi dan penginputan data inspeksi  untuk memastikan produk berkualitas dan diserahkan pada proses selanjutnya. Kebanyakan inspektor tersebut bekerja dengan proses kerja duduk dengan menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama sehingga berpengaruh pada kenyamanan operator tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa resiko ergonomi yang muncul pada operator inspeksi perusahaan manufaktur di Batam dengan menggunakan metode ROSA dan SNQ (Standard Nordic Questionnaire) yang merupakan metode office ergonomics, dimana cara penilaian metode ini dirancang untuk mengukur resiko cedera pekerja yang berhubungan dengan penggunaan komputer serta menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja.Berdasarkan hasil SNQ  yang dilakukan terhadap 12 operator inspeksi produk IC (integrated circuit)  diperoleh adanya keluhan pada leher, punggung, pinggang dan pantat yang disebabkan oleh posisi kerja pekerja yang lebih sering duduk dan fokus terhadap komputer. Berdasarkan metode ROSA menunjukkan nilai total 7 dimana  faktor resiko yang memiliki nilai resiko paling tinggi yaitu pada sandaran punggung, sandaran tangan dan monitor. Pada kursi kerja aktual sandaran punggung kaku dan tidak bisa di disesuaikan dengan kemiringan maksimal dari sandaran punggung adalah 110˚ sesuai untuk mengurangi resiko cedera daerah lumbar.Kata kunci :  resiko ergonomi, ROSA, SNQ, operator inspeksi.
PENENTUAN UMUR EKONOMIS MESIN BAG FILTER (BF-01) DENGAN METODE BIAYA TAHUNAN RATA-RATA Sayuti, M Sayuti, M; Bayu Maulana Farista; Diana Khairani Sofyan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.109 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1211

Abstract

Dalam menjalankan suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung, salah satunya adalah biaya mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin yang mendukung terlaksananya proses produksi. Bag filter merupakan alat pengumpul debu yang sering digunakan di pabrik semen. Bag filter dapat menyaring 99% debu halus yang bercampur udara panas. Suatu mesin yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi biaya perawatan, biaya sumber tenaga, biaya tenaga kerja dan lain-lain. Selama biaya tahunan masih lebih kecil dari nilai produksi, maka mesin itu masih berada dalam batas umur ekonomis, tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka mesin itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah, menentukan umur ekonomis mesin bag filter(BF-01) dengan menggunakan metode biaya tahunan rata-rata. Hasil penelitian diperoleh bahwa total biaya tahunan rata-rata minimum adalah pada tahun pemakaian ke-8 (delapan) yaitu pada tahun 2017 sebesar Rp 5.533.375, artinya umur ekonomis mesin berada pada tahun ke-8. Maka, apabila mesin bag filter masih tetap digunakan dalam jangka waktu panjang, akan mengakibatkan biaya produksi semakin tinggi, hal ini sangat berpengaruh bagi keuntungan perusahaan.
OPTIMASI PROSES KIMIA PRETREATMENT DENGAN MENGGUNAKAN DESIGN OF EXPERIMENT PADA PERMUKAAN LOGAM SEBELUM PAINTING Ansarullah Lawi
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): PROFISIENSI Desember 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.607 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i2.1201

Abstract

Proses pretreatment pada PT Caterpillar Indonesia Batam menggunakan teknik spraying karena ukuran dimensi dari produknya yang sangat besar. Akibatnya proses ini menghadapai banyak tantangan terkait parameter zat kimia yang digunakan dibanding proses teknik dipping yang banyak digunakan pada industri otomotif. Faktanya, beberapa kali ditemukan cacat peeling (cat mengelupas) pada lapisan cat primer pada base metal (permukaan dasar pada logam) karena proses pretreatment yang tidak sempurna. Berdasarkan kondisi ini, maka dilakukan penelitian dengan metode Design of Experiment (DOE) guna mendapatkan proses pretreatment yang memenuhi kualitas dengan biaya yang paling rendah (Smaller the Better). Dari hasil eksperimen, didapatkan biaya optimum yang dapat diperoleh adalah Rp. 10.400,- meter persegi dengan parameter pretreatment ARDROX 5%, GARDOBOND 10%, dan pickling dua kali. Proses pickling dapat dilakukan sekali saja tetapi konsentrasi ARDROX harus minimal 10%. Peningkatan konsentrasi material kimia ini pada proses degreasing ditemukan sangat mempengaruhi peningkatan biaya proses pretreatment. Hal ini terlihat dari hasil main effect parameter pada eksperimen. Plot faktor ARDROX sangat tajam kemiringannya, yang artinya sangat mempengaruhi respon (biaya).

Page 1 of 1 | Total Record : 7