cover
Contact Name
Zaid Sulaiman
Contact Email
Permadi@nusaputra.ac.id
Phone
+6287809608094
Journal Mail Official
permadi@nusaputra.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Cibatu Cisaat No.21, Cibolang Kaler, Kec. Cisaat, Sukabumi Regency, Jawa Barat 43155
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Published by Universitas Nusa Putra
ISSN : 27148084     EISSN : 27148092     DOI : 10.52005
Jurnal Perancangan, Manufaktur dan Energi ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Nusa Putra, sebagai jurnal yang terbit setiap empat bulanan yang fokus menyajikan tulisan-tulisan tentang keilmuan Teknik Mesin khusunya bidang Perancangan, Manufaktur dan Energi. Jurnal ini berisi artikel-artikel penelitian atau pengembangan konsep yang berkaitan dengan kajian perancangan, manufaktur dan energi seperti : Desain Mekanikal, Manufaktur dan Otomatisasi, Material dan Konversi Energi.
Articles 96 Documents
Perancangan Mesin Air Handling Unit (AHU) Untuk Ruangan Motor Control Center Syarifuddin, M. Arvin
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 02 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i02.207

Abstract

Motor Control Center (MCC) room is a room used to store electrical equipment. The temperature and humidity of the MCC room must always be maintained in order to ensure that the electrical equipment inside is not damaged. NFPA 70 B 2013 edition page 23 concerning athmosphere and environment recommends that the MCC room temperature ranges from 15 °C – 25 °C with air humidity between 40% - 65%. An HVAC (Heating Ventilating & Air Conditioning) system is needed to maintain temperature, humidity and filter the air from pollutants that enter the MCC room. In this design process the designer used 1 design method, namely the French Method, while the HVAC capacity calculation analysis refers to ASHRAE 1980, GRP 158 concerning cooling load calculations. The results achieved were to cool and maintain the condition of the MCC room with a volume of 213.2 m³ and the peak cooling load at 14.30 which was around 150,000 Btuh/43.96 KW. The design of the HVAC unit used has a capacity of 200,000 Btu/h (58.61 KW) taking into account the additional heat in the future, the exhaled air speed is 6,400 cfm, tsp 500 pa, equipped with an electric motor driving the blower with a capacity of 3 HP/4 phole/1700 Rpm/3 ph, Pully Motor 5.5" B2 x Pully Blower 10" B2, Evaporator Blower type VFD 400/950 rpm, V-belt type B with belt length 50", Evaporator Coil tube dimensions ᴓ 3/8” x 5 row Thickness x 46 Tube height x 13 fpi x 10000 mm Fin length, Angle iron frame galvanized 40 x 40mm,3.5 mm thickness, cover unit SUS 306. HVAC unit made of 2 units operating simultaneously changing as needed and equipped with thermostat control capacity to maintain room temperature of 15°C – 25°C.
Desain dan Simulasi Silincer Berbahan Rockwool untuk Reduksi Kebisingan Roots Blower Amirin; Rioma, Medy; Marvianto, Rachmat Anggi; Hindroyuwono, Rinto; Almaida, Eliev Fajar; Arafat, Yunus Bakhtiar
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 02 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i02.208

Abstract

Kebisingan yang dihasilkan oleh sistem roots blower dalam aplikasi industri sering kali mencapai tingkat tekanan suara tinggi (120–135 dB), yang dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Permasalahan utama terletak pada keterbatasan performa silencer konvensional dalam meredam kebisingan, serta kurangnya pendekatan desain yang efisien dan ekonomis melalui simulasi numerik. Studi terdahulu menunjukkan bahwa pemanfaatan material berpori seperti Rockwool dan pendekatan berbasis Finite Element Method (FEM) dapat meningkatkan performa akustik silencer, namun sebagian besar aplikasi masih terbatas pada sektor otomotif dan HVAC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa akustik dua model silencer roots blower dengan model eksisting berbahan SUS 304 dan model usulan yang mengombinasikan SUS 304 dengan lapisan Rockwool, melalui simulasi numerik menggunakan perangkat lunak COMSOL Multiphysics versi 6. Metode penelitian meliputi perancangan geometri, penerapan properti material, pengaturan domain akustik, pembuatan mesh berbasis physics-controlled, dan simulasi dalam domain frekuensi menggunakan modul Pressure Acoustics dan Poroacoustics. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model silencer usulan mampu mereduksi tingkat kebisingan secara signifikan, dengan penurunan Sound Pressure Level (SPL) dari 120 dB menjadi 80 dB di outlet, atau sekitar 40% lebih rendah dibandingkan model eksisting. Efektivitas ini disebabkan oleh kombinasi desain geometri yang lebih kompleks dan kemampuan absorpsi tinggi dari Rockwool. Simulasi juga memberikan visualisasi distribusi tekanan suara secara detail yang mendukung evaluasi performa desain. Kesimpulannya, pendekatan simulasi berbasis COMSOL Multiphysics efektif untuk mendukung pengembangan silencer dengan performa akustik yang lebih baik, efisien, dan aplikatif dalam lingkungan pendidikan vokasi serta industri lokal.
Pengaruh Suhu Kalsinasi Terhadap Karakterisasi Kalsium Oksida dari Limbah Cangkang Kerang Kepah Ardiansyah Arum; Chanisa Mutiara Azhari
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 03 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i03.190

Abstract

Kerang kepah merupakan salah satu jenis kerang yang mudah ditemukan di lautan Indonesia. Kerang kepah memiliki kandungan kalsium yang tinggi pada bagian cangkangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kalsium oksida (CaO) dari limbah cangkang kerang kepah (Polymesoda erosa) dengan variasi suhu kalsinasi 800°C dan 1000°C. Hasil menunjukkan suhu 1000°C menghasilkan CaO yang lebih putih dan memiliki ukuran kristal lebih kecil dan derajat kristalinitas lebih tinggi. Analisis SEM-EDS mengidentifikasi adanya peningkatan kadar Kalsium (Ca) dari 40.7% menjadi 50.6%.
Studi Karakteristik Lentur dan Mikrostruktur Komposit Berbasis Limbah Coconut Coir Fiber dengan Metode Vacuum Infusion Sebagai Material Industri Maritim Widityo, R. Puranggo Ganjar Widityo; Sumarji, Sumarji; Dani, Dani Hari Tunggal Prasetiyo
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 03 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i03.202

Abstract

Pemanfaatan material komposit berbasis serat alami saat ini menjadi topik penelitian yang menarik dalam industri maritim. Selain ramah lingkungan, serat alami juga dapat menggantikan serat sintesis. Selain itu, serat alami dapat diaplikasikan pada industri maritim yaitu pada kapal tradisional. Salah satu jenis serat alami adalah serat kelapa, yang saat ini menjadi limbah pertanian dan belum termanfaatkan dengan optimal. Jika ditinjau dari keberadaanya sebagai bahan baku serat alami maka serat kelapa memiliki jumlah yang berlimpah. Serat kelapa memiliki sifat mekanik yang potensial sehingga menjadi salah satu kandidat bahan baku serat alami untuk aplikasi industri maritim. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendekatan fabrikasi penggunaan serat kelapa dengan struktur mikro dan lentur menggunakan metode vacuum infusion. Untuk meningkatkan daya ikat terhadap matriks resin polyester serat kelapa diberi perlakuan alkalisasi dengan larutan NaOH 5% selama dua jam. Variasi pada penelitian ini adalah arah serat dengan arah 0°/90°, 60°/–60°, 45°/–45°, dan 30°/–30° dengan setiap sampel empat lapis. Pengujian yang dilakukan adalah uji bending dan uji struktur mikro. Uji bending dilakukan berdasarkan standar ASTM D790 menggunakan metode three-point bending sedangkan uji struktur mikro dilakukan melalui Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa arah 30°/–30° menghasilkan nilai terendah sebesar 56,55 MPa sedangkan arah serat 0°/90° menghasilkan kekuatan lentur tertinggi sebesar 90,35 MPa tertinggi. Pengamatan SEM juga menunjukkan adanya celah dan fiber pull-out yang mengindikasikan area peningkatan pada teknik fabrikasi.
LIFE CYCLE ASSESSMENT PRODUKSI BIOFUEL BIJI KARET DENGAN METODE PIROLISIS Lestari, Ayuni
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 03 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i03.203

Abstract

Biji karet merupakan hasil samping yang kurang dimanfaatkan, karena hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk keperluan pembibitan, belum dimanfaatkan secara optimal dan menjadi salah satu permasalahan yaitu dapat dimanfaatkan sebagai energi terbarukan berupa biofuel. Biofuel di produksi melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dampat lingkungan dari prosuksi biofuel dari biji karet sebagai bahan bakar. Aplikasi yang akan digunakan sebagai penilai daur hidup lingkungan ( LCA ) adalah Simapro 10.2.0.0 dan metode yang digunakan ialah recipe 2016. Hasil Penelitian memberikan dampak kerusakan lingkungan terbesar Disebabkan oleh pretreatment yang merugikan hingga USD 6,142774 , pada ekosistem dampak terbesar disebabkan oleh proses pyrolisis sebanyak 3,11E-06 Species.yr, dan dampak terhadap Kesehatan Manusia disebabkan oleh aktivasi katalis sebesar 0,003682 Daly. Pada proses aktivasi katalis, penyumbang terbesar adalah dari bahan baku zeoilit yang memiliki data kerusakan lingkungan terbesar atas aktivitas pengambilannya di alam. Dari hasil LCA, perbaikan kinerja lingkungan atau continuous improvement yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengelolaan penggunaan energi dan penggunaan bahan bak katalis yang lebih ramah lingkungan.
ANALISIS BEBAN PENDIGIN RUANGAN FT.G5.4D UNSIKA Nurkasyana
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 7 No 03 (2025): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/permadi.v7i03.206

Abstract

Perubahan iklim global mendorong peningkatan konsumsi energi pada sektor bangunan, khususnya untuk sistem pendingin ruangan, yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban pendingin aktual pada ruang perkuliahan FT.G5.4D di Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia, yang merupakan daerah beriklim tropis dengan suhu tinggi akibat aktivitas industri. Metode kuantitatif dengan pendekatan perhitungan ASHRAE digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur sumber panas dari luar dan dalam ruangan. Data yang dikumpulkan meliputi geometri ruangan, spesifikasi peralatan, jumlah kaca dan pintu, serta aktivitas penghuni. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas AC terpasang (2 unit AC Daikin FTV50BXV14, total 10,56 kW) belum mencukupi beban pendinginan aktual ruangan FT.G5.4D. Total beban pendingin aktual diestimasikan mencapai 40.219,72 Btu/jam (sekitar 11,8 kW), dengan kontributor utama berasal dari radiasi kaca, konduksi kaca, dinding, panas laten dari manusia, dan infiltrasi udara. Bahkan dalam skenario penggunaan ringan, beban pendingin tetap lebih tinggi dari kapasitas AC terpasang. Studi ini menggarisbawahi perlunya evaluasi ulang dan perencanaan kapasitas sistem pendingin yang lebih optimal untuk mencapai kenyamanan termal yang ideal di ruang perkuliahan tersebut.

Page 10 of 10 | Total Record : 96


Filter by Year

2020 2025