cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
PENENTUAN LAJU PEMBENTUKAN GULA REDUKSI ECENG GONDOK PADA PROSES HIDROLISIS KOMBINASI DENGAN BAKTERI SELULOLITIK Rizka Novembrianto; Muslikha Nourma Rhomadhoni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.129

Abstract

Kehadiran eceng gondok dalam jumlah yang massif akan menjadi masalah untuk air permukaan. Namun eceng gondok juga memiliki kandungan selulosa yang bisa dikonversi menjadi gula reduksi sebagai bahan untuk pembuatan bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil gula reduksi tahap hidrolisis kombinasi dengan bakteri selulolitik dan laju reaksi maksimumnya. Kebutuhan eceng gondok yang digunakan adalah substrat pada variasi 0,025; 0,057; 0,100; 0,161 dan 0,232 % (b/v). Segmen pre-treatment menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium dan dilanjutkan hidrolisis secara kimia dengan perlakuan 0,25 % dan 2 % H2SO4 dan variasi tetap panas 100 + 3 oC dan kombinasi menggunakan Cellvibrio selama 24, 48, 72, 96 dan 120 jam. Penelitian dilakukan pada suhu ruang. Metode untuk pengukuran gula reduksi menggunakan Nelson-Somogyi. Gula reduksi yang telah dihasilkan pada proses pre-treatment adalah dengan variasi jamur P. chrysosporium, hidrolisa 0,25 % H2SO4 dan pemanasan (didih) 100 + 3oC selama 30 menit dan Cellvibrio dengan hasil terbanyak pada substrat eceng gondok 20 g dan waktu 96 jam. Laju pembentukan gula reduksi maksimum (Vmaks) sebesar 0,762 mg/g.jam dan Km senilai 0,03 %.
UPAYA PENINGKATAN CITRA KAWASAN WISATA BUDAYA PADA SANGGRALOKA SEKAR WILIS PONOROGO Eva Elviana; Erwin Djuni Winarto; Azkia Avenzoar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.130

Abstract

Sanggraloka Sekar Wilis merupakan nama sebuah kawasan wisata yang terletak di desa Kesugihan Kecamatan Pulung, Ponorogo. Dengan lokasi tapak di lereng gunung Wilis, dilatar belakangi perbukitan, memberikan panorama alam yang indah, didukung dengan berbagai macam pepohohan sebagai peneduh serta adanya sumber air bersih yang dimanfaatkan menjadi sebuah kolam renang keluarga. Adanya beberapa fasilitas bermain anak, serta bumi perkemahan, menjadikan tempat ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Meski terdapat bangunan Pendopo dengan style Joglo Panoragan pada kawasan ini, namun citra kawasan yang mencerminkan seni budaya Ponorogo, belum tesedia secara memadai. Atraksi budaya seperti pagelaran tari Reog Ponorogo, dilakukan pada ruang terbuka yang masih cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya meningkatkan citra kawasan sebagai wisata budaya, melalui eksplorasi elemen-elemen arsitektur sehingga mampu meningkatkan citra kawasan dengan mengangkat nilai-nilai tradisi-kelokalan (vernacular). Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis secara diskriptif melalui observasi lapangan dan indepth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan arsitektur vernacular pada penyelesaian bangunannya, dapat peningkatan citra kawasan wisata, sehingga memperkuat identitas budaya Ponorogo.
PENGARUH LIMBAH CAIR TEKSTIL TERHADAP KUALITAS AIR DI SUB SUB DAS SEMIN KECAMATAN SUKOHARJO, KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Endah Novianti; Rr. Dina Asrifah; Ayu Utami
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.131

Abstract

Sungai Langsur merupakan bagian dari DAS Semin yang melintas di kawasan industri tekstil di Sukoharjo. Pertumbuhan industri tekstil di Sukoharjo 7,22% dari 2007 hingga 2018 dan sayangnya tidak diikuti dengan pengelolaan limbah cair yang baik. Terdapat indikasi pencemaran air sungai dari parameter kekeruhan, warna dan bau yang buruk serta pencemaran airtanah dari rasa air yang asin. Tujuan penelitian untuk mengetahui sebaran limbah cair serta menganalisis pengaruh limbah cair industri tekstil terhadap kualitas air sungai dan airtanah. Metode pengumpulan data berupa survei, pemetaan, dan uji laboratorium dengan metode sampling menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan indeks pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan limbah cair pada air sungai menyebar mengikuti aliran sungai dan sangat mempengaruhi kualitas air menjadi tercemar sedang dan ringan, sedangkan pada airtanah menyebar mengikuti aliran airtanah namun tidak terlalu berpengaruh besar terhadap airtanah yang tercemar ringan. Tingkat pencemaran air sungai dan airtanah menjadi informasi dalam arahan pengelolaan air yang efektif dan efisien.
STUDI KELAYAKAN DAN ANALISIS RISIKO PENERAPAN SISTEM PENYEDIAAN AIR SIAP MINUM PDAM KOTA SURABAYA DI APARTEMEN Adhi Yuniarto; Annas Taufan
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.132

Abstract

Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di Jawa Timur telah menjadikan Kota Surabaya mengalami pesatnya pertumbuhan properti di segala jenis termasuk pertumbuhan apartemen. Tingginya pertumbuhan unit apartemen di Surabaya baik sudah terbangun, sedang atau direncanakan pembangunannya akan selaras dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat di Kota Surabaya. Hal ini akan diiringi oleh peningkatan kebutuhan air minum di apartemen itu sendiri. Harga pembelian air PDAM khusus apartemen yang lebih mahal dari tarif rumah tapak juga membebani penghuni apartemen. Oleh karena itu diperlukan inisiatif dan upaya untuk memenuhi kebutuhan air yang telah siap minum untuk apartemen. Penelitian ini akan menganalisis kelayakan teknis, finansial serta analisis risiko terhadap penerapan aplikasi sistem penyediaan air siap minum di apartemen sehingga dapat menjadi bahan acuan atau bahan kajian akademik selanjutnya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penerapan sistem penyediaan air siap minum di apartemen dinyatakan layak secara teknis dan finansial. Mitigasi risiko terkait penerapan sistem penyediaan air siap minum di apartemen dilakukan dengan mengalokasikan risiko kepada pihak yang relatif mampu mengelolanya atau disebabkan memiliki biaya terendah untuk menyerap risiko tersebut. 
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DILENGKAPI DENGAN PENETAPAN TITIK DMA (DISTRICT METER AREA) DI KECAMATAN TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU Yuliani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.133

Abstract

Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru memiliki penduduk sebanyak 167.929 jiwa, dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2.64% (BPS, 2019). Meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan air bersih juga meningkat. Dalam perencanaan ini terdapat tiga kajian aspek, yaitu aspek teknis, finansial, dan kelembagaaan. Kajian aspek teknis untuk merencanakan panjang, diameter pipa, profil hidrolis dengan epanet, serta penambahan titik DMA. Kajian aspek finansial untuk mengetahui kelayakan proyek. Kajian aspek kelembagaan untuk mendukung program peningkatan kinerja PDAM. Hasil kajian aspek teknis direncanakan pipa transmisi diameter 1500 mm, panjang 2.999,1 m dan jaringan distribusi utama panjang 25.557,38 m. Hasil kajian aspek finansial yaitu proyek layak dibangun. Hasil kajian aspek kelembagaan disimpulkan konsep strategi yang dapat digunakan oleh PDAM Kota Pekanbaru yaitu WO (Weakness-Opportunities).
PERAN JEJARING PENGELOLA SAMPAH MANDIRI (JPSM) SEHATI DALAM PENINGKATAN KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Hijrah Purnama Putra; Rini Darmawati; Ani Sumiarti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.134

Abstract

Kuantitas sampah yang diproduksi terus meningkat setiap tahunnya, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah. Namun, peningkatan tersebut cenderung tidak sebanding dengan kemampuan pengelolaannya. Melalui Jakstrada, ditargetkan pengelolaan 100% dapat dilakukan pada tahun 2025, namun membutuhkan peran serta masyarakat yang tinggi agar target tersebut dapat tercapai. Yogyakarta memiliki tingkat pertumbuhan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tinggi, khususnya Kabupaten Sleman yang hingga saat ini telah memiliki 147 lokasi, dengan bentuk kegiatan yang beragam, seperti bank sampah, sedekah sampah, TPS 3R dan bentuk pengelolaan sampah mandiri lainnya. Namun, diakui pertumbuhannya belum merata baik ditingkat kecamatan (kapanewon) maupun kelurahan (kalurahan). Berdasarkan analisis didapatkan pengaruh dari peran Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman sebagai organisasi induk. Sehingga pemetaan lokasi, potensi dan tantangan penting untuk dilakukan, sembari merestrukturisasi organisasi induk agar dapat memberikan performa dalam proses pembimbingan, koordinasi dan penghubung dengan berbagai stakeholder.
RUANG KITA DAN RESILIENSINYA KINI DI TENGAH PANDEMI Yusfan Adeputera Yusran
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.137

Abstract

Pandemi saat ini telah membuat kita harus meredifinisi arti kata me-ruang. Banyak hal yang membuat kita harus merubah cara pandang terhadap cara kita berkehidupan sehari-hari. Dari cara berpakaian, beribadah, makan di restoran, antri membeli tiket, rapat, makan, hingga saat kita pulang ke rumah selepas beraktivitas di luar rumah. Makalah ini bertujuan memberikan gambaran krisis yang terjadi saat ini terkait dengan pengalaman meruang dengan mengulas isu terkini tentang pengaruh pandemi terhadap aspek arsitektural dan urbanisme. Secara deskriptif, kajian interdisipliner terkait pandemi didiskusikan dan disandingkan dengan melihat beberapa topik resiliensi lokalitas di nusantara. Masyarakat nusantara memiliki berbagai cara untuk bertahan namun tampaknya pandemi mengharuskan kita untuk merubah pola pikir tentang bagaimana perencanaan arsitektur maupun kota yang mengutamakan faktor kesehatan dan tangguh terhadap kondisi seperti sekarang ini, karena ini bukan yang pertama kali dan (sepertinya) akan berulang kembali. Dan arsitektur tidak bisa menjawab ini sendirian.
PENURUNAN KADAR COD DAN WARNA LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL DENGAN METODE ELEKTRO-FENTON Ahmad Rosyid Priyadi; Naniek Ratni J A R.
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah dari proses pewarnaan pada benang dan kain industri tekstil umumnya mengandung senyawa Azo. Penanganan polutan organik ini dapat dilakukan dengan teknologi alternatif advance oxidation processes (AOPs) diantaranya dengan metode Elektro-Fenton. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi operasi yang optimum pengurangan chemical oxygen demand (COD) dan warna dalam air limbah industri tekstil menggunakan metode Elektro-Fenton. Pengolahan yang dilakukan adalah dengan Metode Elektro-Fenton secara batch dengan variasi waktu 30,60,90,120,180 menit. Menggunakan variasi tegangan listrik sebesar 6volt jarak elektroda 4cm, 7volt jarak elektroda 2cm, 8volt jarak elektroda 6cm, variasi dosis fenton berdasarkan perbandingan rasio molar H2O2:FeSO4 sebesar (10:0,1),(10:0,2),(10:0,3). Selain secara batch, penelitian ini juga dilakukan percobaan Elektro-Fenton secara kontinyu dengan menggunakan tegangan listrik dan jarak elektroda serta waktu kontak terbaik dari proses batch. Efisiensi pengolahan COD dan Warna pada limbah industri tekstil yang dihasilkan menggunakan metode Elektro-Fenton masing-masing sebesar 94,1 %, dan 99,2%, pada perbandingan rasio molar H2O2:FeSO4 10:0,1 dengan tegangan lsitrik 7 volt dan jarak elektroda 4 cm dalam waktu kontak 180 menit dan kondisi pH 4.
EVALUASI HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI KOTA SURABAYA Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pemantauan efluen limbah cair perusahaan menunjukkan kualitas buangan air IPAL belum memenuhi baku mutu lingkungan. Parameter limbah cair rumah sakit melampaui baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 tahun 2013, yaitu parameter BOD, COD dan fosfat serta parameter mikrobiologi yaitu escheriacoli. Kecenderungan hasil pemantauan meningkat selama tiga tahun terakhir khususnya pada rumah sakit milik swasta. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menyatakan bahwa “Setiap orang diperbolehkan membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan memenuhi baku mutu lingkungan hidup dan mendapatkan izin dari pemerintah”. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi sumber daya manusia, anggaran, metode dan material dalam Pengolahan Limbah Cair Pada Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Rumah Sakit Swasta di Kota Surabaya. Jenis penelitian adalah deskripsi dilakukan dengan pengambilan sampel air limbah effluen IPAL, wawancara dan observasi. Hasil penelitian bahwa dalam pengelolaan air limbah di rumah sakit perlu oprimasi peran SDM, anggaran, metode dan material. Pengelolaan air limbah rumah sakit yang baik perlu dukungan manajemen rumah sakit agar hasil pengolahan limbah cair mendapatkan hasil optimal
BIOKONVERSI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL Aerani Arifani Widodo; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mengandung bahan organik dengan konsentrasi tinggi, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, dan selulosa. Bahan organik ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair RPH perlu dilakukan untuk meminimasi potensi pencemaran lingkungan. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu alternatif pengolahan air limbah dan penghasil bioenergi listrik yang dapat terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat arus listrik dan power density yang dihasilkan oleh MFC dan menurunkan kadar COD pada limbah cair RPH. Pada penelitian ini digunakan reaktor dual-chamber MFC dengan variasi jenis elektroda dan lama waktu inkubasi substrat selama 120 jam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 2,14 mA dan power density maksimum sebesar 4738,55 mW/m2 oleh reaktor C. Reaktor MFC mampu menurunkan kadar COD limbah cair RPH hingga 71% dengan lama waktu inkubasi substrat 10 hari.