cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
PENANGANAN SAMPAH DI BANDAR UDARA MENURUT STANDAR FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Nugroho Utomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di bandar udara sekarang ini dipandang sebagai suatu permasalahan lingkungan yang kritis dan menjadi hal yang sangat istimewa berkenaan dengan kenaikan jumlah penumpang secara signifikan berpengaruh terhadap volume sampah yang dihasilkan. FAA (Federal Aviation Administration) bersama EPA (Environmental Protection Agency) telah memberikan prosedur standar dalam menangani permasalahan sampah di fasilitas bandar udara. Pada prosedur ini dijelaskan secara spesifik tentang hal yang harus dipersiapkan dalam menangani sampah yang dihasilkan dari bandar udara baik pada sisi darat (landside) dan sisi udara (airside), yakni: i).Identifikasi terhadap sampah yang dapat dan tidak dapat ditangani secara langsung, ii). Lokasi-lokasi di area bandar udara yang berpotensi menghasilkan sampah terbesar, iii). Jenis sampah yang dihasilkan dari lokasi dalam bandar udara termasuk sampah kertas, plastik dan sebagainya, iv). Kuantitas atau jumlah sampah yang dihasilkan dari area kegiatan di dalam bandar udara, v). Identifikasi terhadap jenis sampah mana yang dapat dilakukan proses daur ulang (recycle), penggunaan kembali (reuse) dan pengurangan jenis sampah (reduce).
PEMETAAN KUALITAS AIR DI KALI SURABAYA BERDASAR INDEKS MAKROINVERTEBRATA BENTHOS, DENGAN MODEL WinTWINS 2.3 Novirina Hendrasarie; Januar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan Kali Surabaya dengan menggunakan model WinTWINS 2.3. Selain itu juga menentukan indeks biota Family Biotic Index (FBI) dan Lincoln Quality Index (LQI) manakah yang sesuai dengan karakteristik kualitas air Kali Surabaya. Stasiun penelitian berdasarkan tata guna lahan di sekitar lingkungan perairan di tiap bagian Kali Surabaya (hulu, tengah, hilir). Untuk menentukan indeks biota yang sesuai maka dilakukan uji korelasi masing – masing indeks biota terhadap parameter fisika kimia di Kali Surabaya. Indeks biota yang memiliki hasil terbaik akan dikaitkan dengan hasil pemetaan model WinTWINS 2.3 untuk dilihat kesesuaiannya. Dari hasil perhitungan menggunakan model WinTWINS 2.3, didapatkan Kali Surabaya dari hulu hingga hilir, dipetakan menjadi 3 site of group (SOG) A, B, C. Pada SOG A, yaitu di Sp I dan Sp II, termasuk dalam kategori kualitas air baik. Pada SOG B (Sp III, Sp V, Sp VI) termasuk dalam kategori buruk. Pada SOG C (Sp IV) termasuk dalam kategori cukup buruk. Makroinvertebrata benthos yang ditemukan di tiap SOG pun berbeda tergantung toleransinya terhadap lingkungan, beberapa diantaranya dari jenis polymitarcydae, baetidae, odonata
PERBANDINGAN RANGKA JEMBATAN TIPE WARREN DAN TIPE PRATT PADA JEMBATAN BRANTAS Adi Nugroho; Sumaidi
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.143

Abstract

Jembatan merupakan fasilitas penghubung suatu wilayah yang berfungsi untuk fasilitas penunjang ekonomi wilayah tersebut. Jembatan memiliki fungsi krusial disuatu wilayah untuk melakukan aktifitas dan pekerjaan sehari-hari seperti, perdagangan, sosial, politik & lain sebagainya. Di Jawa Timur, tipe rangka yang digunakan banyak menggunakan rangka tipe Warren, sehingga diperlukan perbandingan analisis dengan tipe jembatan lain untuk menentukan tipe jembatan yang paling efisien. Pada analisis ini dipakai jembatan tipe Pratt. Analisis ini bertujuan untuk membandingkan rasio kekuatan terhadap berat struktur total. Dari output analisis didapat dalam Jembatan tipe Warren rasio kekuatan terhadap berat struktur adalah 3,417 sedangkan jembatan tipe Pratt mempunyai rasio kekuatan terhadap berat struktur adalah 3,358. Besar defleksi yang terjadi pada struktur rangka Warren adalah sebesar -0.0528 lebih kecil daripada jembatan tipe Pratt yaitu -0.0571. Berat dari struktur jembatan tipe Warren memiliki berat sebesar 18042,4 kg, sedangkan jembatan tipe Pratt sebesar 19023 kg. Berdasarkan hasil analisis yang didapat, maka ditunjukkan bahwa rasio kekuatan dan berat struktur jembatan tipe Warren adalah 3,417 dan tipe Pratt sebesar 3,358.
KILANG BIOMASSA DARI LIMBAH PERTANIAN DAN PERKEBUNAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Lely Mardiyanti; Muhammad Shalahuddin Rahmansyah; Sukma Hadi Anugerah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.144

Abstract

Kilang biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan adalah strategi baru masa depan untuk mewujudkan sustainabilitas, tetapi sebagian besar masih dalam tahap konseptual. Kilang biomassa akan memungkinkan masyarakat untuk mengubah limbah pertanian dan perkebunan mereka menjadi energi baru terbarukan bernilai tambah, senyawa biokimia, dan pupuk. Beberapa konsep kilang biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan telah dikembangkan, tetapi hanya sedikit yang telah direalisasikan secara komersial karena terhambat oleh biaya dan sedikit kepercayaan pada teknologi baru, hasil dan keuntungan yang diharapkan, dan keandalan pengoperasian. Oleh karena itu, dalam publikasi ini dipaparkan konsep kilang biomassa secara umum, jabaran limbah pertanian dan perkebunan di Indonesia yang potensial digunakan sebagai bahan baku kilang biomassa beserta tahapan pembuatannya, prospek masa depan produk-produk yang dihasilkan, dan hasil analisis mengenai tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada pengembangan yang lebih lanjut.
PENGARUH KOMBINASI PRETREATMENT ADSORPSI-ULTRAFILTRASI DALAM MENYISIHKAN TOTAL ORGANIC CARBON Aussie Amalia; Mohamad Mirwan; Masterina Sufiati Farid
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemisahan berbasis membran salah satu pengaplikasiannya adalah membran ultrafiltrasi (UF). Kendala utama yang dihadapi membran ultrafiltrasi dalam pengaplikasiannya adalah terdeposisinya zat padat terlarut pada permukaan membran atau dikenal sebagai fouling. Salah satu pencemar yang terdapat di effluent IPAL adalah Total Organic Carbon (TOC). Kehadiran TOC pada proses UF akan menyebabkan fouling. Pada praktiknya, pengendalian fouling pada industri dapat dilakukan melalui pretreatment, seperti adsorpsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi adsorpsi-UF dalam menyisihkan TOC. Pada effluent IPAL ditemukan TOC sebesar 343 mg/L. Proses kombinasi adsorpsi-UF dinilai mampu dalam menyisihkan TOC, yang ditunjukkan dengan penurunan pada nilai TOC hingga mencapai <1,086 mg/L
PEMANFAATAN DAUN TEH SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT DALAM AIR LIMBAH (REVIEW) Irvan Kurnia Wijaya; Yusti Farra Yulia; Kartika Udyani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair mengandung berbagai jenis senyawa kimia berbahaya yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan seperti logam berat Zn, Pb, Cu, Cr, Cd, Co,Fe, Mn, Ni, Hg, dan As. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan yaitu dengan metode biosorpsi, karena lebih efisien dan ekonomis. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan daun teh sebagai biosorben untuk menyerap logam berat dalam air limbah. Dalam penelitian ini digunakan metode biosorpsi menggunakan biosorben ampas daun teh tanpa perlakuan, serta teraktivasi dan termodifikasi zat kimia. Hasil dari kajian ini didapatkan biosorben ampas daun teh tanpa perlakuan mampu menyerap logam berat Zn, Pb, Cu, dan Cr dengan efisiensi penyerapan 59,46 – 99,7 %, biosorben ampas daun teh teraktivasi dan termodifikasi zat kimia mampu menyerap logam berat Zn, Cd, Co, Pb, Cu, Fe, Mn, Ni, Cr, Hg, dan As dengan efisiensi penyerapan 68,68 – 100%
PEMETAAN KUALITAS AIR DI KALI SURABAYA BERDASAR INDEKS MAKROINVERTEBRATA BENTHOS, DENGAN MODEL WinTWINS 2.3 Novirina Hendrasarie; Januar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan Kali Surabaya dengan menggunakan model WinTWINS 2.3. Selain itu juga menentukan indeks biota Family Biotic Index (FBI) dan Lincoln Quality Index (LQI) manakah yang sesuai dengan karakteristik kualitas air Kali Surabaya. Stasiun penelitian berdasarkan tata guna lahan di sekitar lingkungan perairan di tiap bagian Kali Surabaya (hulu, tengah, hilir). Untuk menentukan indeks biota yang sesuai maka dilakukan uji korelasi masing – masing indeks biota terhadap parameter fisika kimia di Kali Surabaya. Indeks biota yang memiliki hasil terbaik akan dikaitkan dengan hasil pemetaan model WinTWINS 2.3 untuk dilihat kesesuaiannya. Dari hasil perhitungan menggunakan model WinTWINS 2.3, didapatkan Kali Surabaya dari hulu hingga hilir, dipetakan menjadi 3 site of group (SOG) A, B, C. Pada SOG A, yaitu di Sp I dan Sp II, termasuk dalam kategori kualitas air baik. Pada SOG B (Sp III, Sp V, Sp VI) termasuk dalam kategori buruk. Pada SOG C (Sp IV) termasuk dalam kategori cukup buruk. Makroinvertebrata benthos yang ditemukan di tiap SOG pun berbeda tergantung toleransinya terhadap lingkungan, beberapa diantaranya dari jenis polymitarcydae, baetidae, odonata
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM ZONA PELAYANAN GRESIK UTARA Alfan Purnomo; Arika Novi Permata
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.10

Abstract

Saat ini zona pelayanan PDAM Kabupaten Gresik terbagi menjadi zona pelayanan Gresik Kota, Gresik Tengah dan Grsik Selatan. Dalam Rencana Induk SPAM (RISPAM) Kabupaten Gresik akan dilakukan pengembangan zona pelayanan yaitu dengan menambahkan zona pelayanan Gresik Utara dan Pulau Bawean. Daerah pelayanan Gresik Utara belum terlayani dengan sistem perpipaan dari PDAM. Selama ini kebutuhan air di daerah pelayanan Gresik Utara dilayani melalui HIPPAM dan program – program penyediaan air berbasis masyarakat. Pelayanan air bersih diharapkan dapat dijangkau oleh masyarakat dengan mudah. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses air bersih dengan memasang sambungan rumah melalui pipa primer dan sekunder. Pada perencanaan kali ini digunakan aplikasi EPANET 2.0 untuk memodelkan sistem jaringan distribusi. Selain itu perencanaan ini juga bertujuan untuk mengetahui rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perencanaan sistem distribusi air minum di Zona Pelayanan Gresik Utara. Pada perencanaan kali ini digunakan metode geometri untuk memproyeksikan penduduk hingga tahun 2030. Dari hasil proyeksi didapatkan kebutuhan air rata – rata pada wilayah perencanaan pada tahun 2030 sebesar 206,7 L/detik dengan jumlah penduduk terlayani sebanyak 38.188 jiwa. Sumber air baku yang digunakan berasal dari Bendung Gerak Sembayat dengan debit 450 L/detik. Dari hasil analisis EPANET 2.0 didapatkan pada jaringan distribusi diameter pipa yang digunakan antara 63 mm hingga 900 mm. Tekanan terendah pada pipa primer sebesar 18,80 m dan pada pipa sekunder sebesar 15,14 m. Dan total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem penyediaan air minum ini sebesar Rp. 146.067.508.642
Perencanaan Sistem Lahan Basah Buatan dalam Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Tanaman Cyperus papyrus Anita Rahmawati
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.19

Abstract

Pencemaran limbah cair domestik yang terjadi di badan air selalu dikaitkan dengan permasalahan sanitasi. Sebagian besar penduduk di Indonesia membuang limbah cair domestik langsung ke saluran pembuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, pada penelitian ini pengolahan limbah cair domestik di Bumi Candi Asri Sidoarjo dilakukan dengan menggunakan tanaman Cyperus papyrus melalui sistem lahan basah buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain fasilitas pengolah limbah cair domestik dengan proses alami. Perencanaan sistem lahan basah yang direncanakan terdiri dari beberapa unit paengolahan seperti unit pengumpul, constructed wetland, dan unit indikator. Tanaman air yang dipakai adalah Cyperus papyrus (alang-alang air). Kualitas efluen yang dihasilkan adalah kosentrasi COD = 10,94 mg/l, dan kosentrasi BOD = 4,61 mg/l. Dari hasil tersebut, maka efluen yang dihasilkan dengan metode lahan basah buatan di Perumahan Bumi Candi Asri Sidoarjo sudah sesuai dengan Baku Mutu Limbah Domestik Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 7 Tahun 2013
INVENTARISASI PENGGUNAAN MERKURI PADA PERTAMBANGAN EMAS SKALA KECIL DI KECAMATAN BAYAH, KABUPATEN LEBAK Anindita Hardianti; Teguh Prayogo; Noval Hudiya; Sri Lusiani; Ayunda Puti Andini
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.23

Abstract

Kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) khususnya di Kabupaten Lebak, telah meningkatkan kadar merkuri pada lingkungan hingga melebihi ambang batas yang ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan program pengurangan dan penghapusan merkuri pada sektor PESK. Program tersebut dapat dikatakan efektif jika adanya penurunan penggunaan merkuri di PESK. Oleh karena itu, studi inventarisasi penggunaan merkuri pada PESK dilaksanakan untuk mengetahui jumlah penggunaan merkuri sebelum adanya penerapan program tersebut, khususnya di Kecamatan Bayah yang memiliki kegiatan PESK. Inventarisasi merkuri dilakukan dengan metode survei lapangan serta pengukuran dan perhitungan neraca massa secara langsung. Hasil studi menunjukkan bahwa Jumlah lokasi pengolahan emas yang menggunakan merkuri di Kecamatan Bayah adalah 524 lokasi dimana 186 lokasi tidak aktif dan 338 lokasi masih aktif. Dari 338 lokasi pengolahan aktif di Kec. Bayah, jumlah merkuri yang digunakan adalah 5.017,43 Kg/tahun atau 5,017 ton/tahun. Selain itu, diketahui pula bahwa penggunaan merkuri di Kec. Bayah menghasilkan emisi udara sebanyak 822,25 Kg/tahun.