cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2012)" : 38 Documents clear
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen dengan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) ‎Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X pada Materi Perpindahan Kalor di SMA Negeri 1 ‎Kedungadem Bojonegoro Prasetya, Afif Yuli Candra; Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Kedungadem diketahui bahwa selama ini siswa mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan eksperimen. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan suatu metode eksperimen dengan model pengajaran langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pengaruh metode eksperimen dengan model pengajaran langsung terhadap prestasi belajar siswa pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini menggunakan desain “True Experimental Design”. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungadem yang berjumlah lima kelas. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas eksperimen (X-1, X-2, X-3) dan satu kelas kontrol (X-4).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dengan model pengajaran langsung dapat meningkatkan prestasi siswa pada materi perpindahan kalor di SMA Negeri 1 Kedungadem.
Pengaruh Penerapan Probing Question dengan Model Pembelajaran NoS (Nature of Science) ‎Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Fluida Statis di SMA Negeri 2 Kediri Ningsih, Puji Rahayu; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah tentang pengaruh penerapan probing question dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) terhadap pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis di SMA Negeri 2 Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan control group pre-test post-test design yang bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang menerapkan probing questions dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) pada materi fluida statis di SMA Negeri 2 Kediri dengan pemahaman konsep siswa yang tidak menerapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kediri yang berjumlah empat kelas. Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh tiga kelas terdistribusi normal dengan X2hitung < X2tabel (α = 0,05) dan dari hasil uji homogenitas diperoleh Fhitung < Ftabel (α = 0,05), serta diacak secara random dipilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan memanipulasi model pembelajaran yang digunakan dan mengontrol materi yang dipelajari, diperoleh hasil posttest yang kemudian dianalisis dengan uji-t satu pihak. Hasil uji-t pihak kanan diperoleh thitung ≥ ttabel (α = 0,05) menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kediri pada materi fluida statis yang menerapkan pemberian probing question dengan model pembelajaran NOS (Nature of Science) lebih baik daripada pemahaman konsep siswa yang tidak menerapkan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD dengan Strategi ‎Kartu Sortir (Card Sort) Terhadap Prestasi Belajar Fisika pada Materi Fluida Statis di Kelas XI ‎SMA Negeri 1 Mojokerto Rozik, Achmad Uzlul; Achmadi, Hainur Rasyid
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa yang dimiliki siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan strategi kartu sortir pada materi fluida statis di kelas XI SMAN 1 Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir dengan siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan untuk mendeskripsikan prestasi belajar fisika siswa yang di ajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir lebih baik daripada siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaraan kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain “Random Terhadap Subyek”. Berdasarkan analisis uji t dua pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-2 berbeda dengan rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-3, karena (thitung=6,46) > (ttabel=7,81). Dari hasil analisis uji t satu pihak diperoleh rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-2 lebih baik dari pada rata-rata nilai post test kelas XI-IPA-3. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir dengan siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan prestasi belajar fisika siswa yang di ajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menggunakan strategi kartu sortir lebih baik daripada siswa yang di ajar dengan menggunakan pembelajaraan kooperatif tipe STAD.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Model Integrated pada Subpokok Bahasan ‎Mata Sebagai Alat Optik di Kelas VIII SMP Saraswati, Yohana; Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perangkat pembelajaran IPA Terpadu model Integrated dengan subpokok bahasan ”Mata Sebagai Alat Optik” dilakukan sebagai salah satu contoh untuk mengatasi problematika pembelajaran IPA Terpadu di SMP yang masih diajarkan secara terpisah dengan guru tunggal atau team teaching. Pengembangan perangkat ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, hasil belajar dengan menerapkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, dan respons siswa terhadap perangkat pembelajaran. Pengembangan perangkat menggunakan model 4-P tetapi dibatasi hanya sampai tahap pengembangan. Uji coba perangkat menggunakan desain One Group Pretest-Postest di kelas VIII SMP Negeri 22 Surabaya sebanyak 15 siswa. Hasil telaah perangkat pembelajaran oleh dosen dan guru menyatakan bahwa pengembangan perangkat sudah layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa tuntas 80% dan tidak tuntas 20%. Respons siswa positif terhadap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dengan prosentase 80,2%.
Pengaruh Model Pembelajaran Diskusi dengan Strategi Belajar PQ4R Terhadap Hasil Belajar ‎Siswa pada Materi Pokok Kalor di Kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto WAHYUNINGDYAH, HENY; Hasanah, Retno
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto, didapatkan bahwa belum pernah dilakukan pembelajaran model diskusi dengan strategi belajar PQ4R. Oleh karena itu, peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R pada materi pokok kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kalor di kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal Mojokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan Redomized Control Group Pretest Postest Design. Populasi yang digunakan adalah kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal dan sampel diambil secara acak dengan cara undian pada kelas VII SMP Negeri 1 Bangsal yaitu 3 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis pretest diperoleh kelas VII-B, VII-E, VII-F (kelas eksperimen) dan VII-G (kelas kontrol) berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran diskusi dengan strategi belajar PQ4R berpengaruh positip terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kalor.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry dengan Self Assesment Terhadap Hasil Belajar ‎Siswa Kelas X pada Materi Listrik Dinamis di SMA Negeri 1 Krian Primadani, Rohmah; Arief, Alimufi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fisika kelas X SMA Negeri 1 Krian diketahui bahwa model pembelajaran guided inquiry belum pernah digunakan dalam proses pembelajaran. Sistem penilaian masih berpusat pada guru. Siswa belum pernah diberi kesempatan untuk menilai kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri. Hasil belajar siswa juga masih rendah. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1 Krian. Penelitian menggunakan desain true experimental design dengan rancangan control group pre-test, post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Krian tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 279 siswa. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen (X-9) dan satu kelas kontrol (X-6), tiap-tiap kelas berjumlah 31 siswa. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan thitung sebesar 3,78 dengan ttabel sebesar 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol karena thitung tidak memenuhi -ttabel < thitung < ttabel. Nilai thitung pada uji-t satu pihak sama dengan thitung pada uji-t dua pihak dengan ttabel sebesar 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena thitung > ttabel. Dari analisis data hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry dengan self assesment berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi listrik dinamis di SMA Negeri 1 Krian.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berorientasi Problem Solving pada Materi Kalor di ‎MAN 2 Bojonegoro‎ Sholeh, Muhammad; Suliyanah, Suliyanah
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Kurikulum KTSP, tujuan pembelajaran fisika di SMA adalah selain memahami konsep-konsep fisika siswa juga dituntut mampu menggunakan metode ilmiah yang dilandasi oleh sikap ilmiah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (BSNP, 2006). Namun, tujuan pembelajaran tersebut belum optimal di MAN 2 Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat dari permasalahan yang ada di MAN 2 Bojonegoro antara lain: (1) Siswa jarang dilatihkan keterampilan berpikir sehingga penguasaan konsep siswa menjadi lemah. (2) Siswa jarang diberikan pengalaman langsung melalui praktikum sehingga pengetahuan siswa sebatas teoritis. Serta (3) kurang tersedianya Lembar Kerja Siswa (LKS). sebagai penunjang pembelajaran. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan cara melatihkan keterampilan proses berfikir kepada siswa. Salah satunya adalah membantu pemahaman konsep siswa melalui pemecahan masalah (problem solving) yang diimplementasikan ke dalam LKS, melalui pengembangan LKS Berorientasi problem solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan LKS Berorientasi problem solving pada Materi Kalor di MAN 2 Bojonegoro yang dikembangkan dan untuk mengetahui respons siswa terhadap LKS tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan sasaran penelitian adalah LKS yang dikembangkan. Sumber data diperoleh dari tim ahli meliputi dosen dan guru fisika sebagai penelaah dan validator, serta 15 siswa kelas X MAN 2 Bojonegoro. Rancangan penelitian ini adalah pengembangan yang mengacu pada 4-D (four D models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) berorientasi problem solving yang dikembangkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran, karena telah memenuhi kelayakan berdasarkan hasil validasi terhadap kriteria kesesuaian terhadap komponen problem solving.
Pengembangan Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Teknik Analitik pada Materi Listrik Dinamis ‎untuk Siswa SMA Kelas X Fajariyah, Siti Maryamah; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KTSP menggunakan prinsip mastery learning (belajar tuntas). Ketika ada siswa yang tidak mencapai standar ketercapaian minimal maka sesuai prinsip mastery learning, siswa tersebut menempuh remedi.Tetapi bila remedi dilakukan tanpa mendeteksi sumber kesulitan siswa, remidi tersebut belum memberikan hasil yang optimal, maka melalui penelitian ini dikembangkan perangkat tes diagnostik teknik analitik untuk mendeteksi kesulitan siswa sebelum memperoleh remidi. Tes diagnostik yang dikembangkan untuk materi listrik dinamismeliputi kisi-kisi soal, butir soal, dan pedoman penskoran.Tes diagnostik ini divaidasi konstruksi dan isi oleh dua dosen fisika dan seorang guru fisika dan divalidasi bahasa oleh ahli bahasa, kemudian diujicobakan pada siswa kelas X SMAN 15 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perangkat tes diagnostik teknik analitik pada materi listrik dinamis untuk siswa SMA kelas X yang dikembangkan telah layak digunakan sebagai instrumen untuk mendeteksi kesulitan belajar siswa. Persentase kesulitan yang dialami siswa kelas X dalam menyelesaikan permasalahan atau soal fisika pada materi listrik dinamis meliputi schematic knowledge sebesar 69,32%; strategy knowledge sebesar 67,28%; algorithmic knowledge sebesar 44,97%; dan linguistic knowledge sebesar 23,29%.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Kegiatan Praktikum di ‎Laboratorium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Gerak Kelas VII di SMP ‎Negeri 2 Menganti Agustin, Rengga Rea; Budiningarti, Hermin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik digunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan di laboratorium. Pada Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw ini siswa diminta untuk membentuk kelompok asal dan kemudian berkumpul ke kelompok ahli masing-masing materi yang telah diberikan. Selain itu siswa melakukan praktikum langsung di laboratorium karena pada penelitian ini mengambil materi Gerak dengan Sub Pokok Bahasan Gerak Lurus, karena pada materi ini tidak hanya membahas materi secara teroritis melainkan juga secara praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium. Desain penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest dengan menggunakan 2 kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-C dan VII-D. Dari data hasil penelitian kemudian dianalisis sehingga diperoleh pengelolaan pembelajaran kelas VII-C dan VII-D dikategorikan sangat baik sebesar 3,6 dan 3,5. Hasil pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium dikatakan reliabel. Hasil belajar siswa mencakup tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 78,5% dan pada kelas VII-D sebesar 77,3% dengan kategori masing-masing kelas sangat baik. Pada ranah afektif hasil belajar siswa kelas VII-C dan VII-D masing-masing sebesar 2,8 dan 2,7 dikategorikan baik. Pada ranah psikomotor hasil belajar siswa kelas VII-C sebesar 2,9 dan VII-D sebesar 2,7 dengan kategori baik utuk masing-masing kelas. Tingkat keberhasilan siswa mencapai lebih dari 60% bahan pelajaran yang dapat dikuasai siswa maka siswa yang berhasil dalam pembelajaran pada kelas VIIC sebesar 83,4% dan kelas VII-D SMPN 2 MENGANTI adalah sebesar 94,46%. Tingkat keberhasilan suatu proses pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium kelas VII-C dan VII-D adalah baik sekali.Kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dengan kegiatan praktikum di laboratorium ini adalah memerlukan waktu cukup lama untuk penataan ruang yang belum terkondisikan dengan baik dan harus dikondisikan terlebih dahulu.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas ‎X pada Materi Arus Listrik di SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan Handoko, Agus Imam; Madlazim, Madlazim
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan kurikulum di berbagai negara menempatkan pengembangan keterampilan memecahkan masalah sebagai salah satu prioritas pengembangan. Pernyataan singkat yang digunakan seperti siswa mepresentasikan penerapan pemecahan masalah menjadi kompetensi utama. Oleh karena itu dilakukan pnelitian tentang pengaruh penerapan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa pada materi arus listrik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Penerapan model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi arus listrik di SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan, mendeskripsikan aktivitas siswa kelas X di SMAN 1 Kedungpring Lamongan melalui kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran problem solving pada materi arus listrik. Rancangan penelitian eksperimental ini adalah control group pretest posttest dengan populasi penelitian sebanyak 5 kelas dari kelas X dan sampel terdiri dari satu kelas eksperimen (X3), dan satu kelas kontrol (X4). Analisis homogenitas sampel dilakukan dengan uji homogenitas nilai rapor dan menunjukkan populasi berdistribusi homogen. Analisis uji t dua pihak pada aspek kognitif diperoleh thitung kelas X4 sebesar 28,38 dengan ttabel sebesar 2,00, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol karena thitung>ttabel sedangkan pada ranah psikomotor diperoleh rata-rata kelas kontrol sebesar 70 dan kelas eksperimen sebesar 82,untuk ranah afektif nilai rata-rata dari kelas eksperimen sebesar 97 sedangkan kelas kontrol sebesar 78.sedangkan nilai untuk ketrampilan proses sains untuk kelas kontrol memeliki rata-rata sebesar 79 dan kelas eksperimen sebesar 93 Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran problem solving lebih baik daripada hasil belajar siswa melalui penerapan model konvensional dengan peningkatan sebesar 11,17% pada ranah kognitif, 12,5% untuk ranah psikomotor dan 15,21% untuk ranah afektif.

Page 3 of 4 | Total Record : 38