cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 338 Documents
GAYA BAHASA LIRIK LAGU ALBUM KAMAR GELAP KARYA BAND EFEK RUMAH KACA Nurhapipah Diksatrasia
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.614 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan penyedian bahan ajar yang digunakan di sekolah masih terpaku kepada buku teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada lirik lagu dalam album Kamar Gelap karya band Efek Rumah Kaca. Data yang diolah adalah lirik lagu dalam album Kamar Gelap. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: Gaya bahasa perbandingan mendominasi sebesar 75%. Gaya bahasa pertentangan juga mendominasi dengan presentase sebesar 83,33%. Gaya bahasa pertautan muncul disemua lagu dalam album tersebut yakni 12 lagu dengan presentase 100% atau dengan kata lain sangat mendominasi, sama hal nya dengan gaya bahasa perulangan yang juga berjumlah 12 lagu dengan presentase 100% dan dapat dikatakan sangat mendominasi, dan apabila dirata-rata secara keseluruhan diperoleh presentase sebesar 89,58%. Selanjutnya yakni kesesuaian lirik lagu dengan kriteria pemilihan bahan ajar 3.17 Menganalisis gaya bahasa di SMK, terbukti memiliki kesesuaian dengan presentase sebesar 89%.
ANALISIS IMPLIKATUR NOVEL DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 KARYA PIDI BAIQ Mia Suryani
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.319 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi pada novel Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq. Objek penelitian ini adalah tuturan pada percakapan novel tersebut.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penelitian sendiri. Dalam penelitian kualitatif peneliti berperan sebagai perencana, pelaksana, pengumpulan data, menganalisis data, dan selanjutnya melaporkan hasil penelitian.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pelanggaran prinsip kerja sama dalam novel Dilan: Dia Adalah Dilanku tahun 1990 karya Pidi Baiq terdiri dari 18 maksim, 8 maksim kuantitas, 3 maksim kualitas, 4 maksim relevansi, dan 3 maksim pelaksanaan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PANTUN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BERPIKIR BERBICARA MENULIS (THINK TALK WRITE) Dewi Purwanti
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.421 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun dengan menggunakan model berpikir berbicara menulis (Think Talk Write). Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan model berpikir berbicara menulis (think talk write) dalam pembelajaran menulis pantun? (2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan peserta didik dalam menulis pantun setelah digunakannya model berpikir berbicara menulis (think talk write)?Penulis mengharapkan dengan digunakannya model berpikir-berbicara-menulis (think talk write) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun pada Siswa Kelas XI MIA 1 SMAN 3 Ciamis. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitiannya adalah (1) Tahap persiapan; (2) Tahap pelaksanaan tiap siklus; (3) Tahap akhir. Sumber data dalam penelitian ini adalah peneliti, dua orang observer, dan siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Ciamis sebanyak 29 orang. Teknik penelitian dan instrumen yang digunakan adalah (1) Teknik studi pustaka dan kajian teori; (2) Teknik pembelajaran; (3) Teknik tes; dan (4) Teknik analisis.
GAYA BAHASA DALAM NOVEL OTW NIKAH KARYA ASMA NADIA NENG CYTHA MERSYTHA
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.982 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6482

Abstract

Gaya bahasa dan penulisan merupakan salah satu unsur yang menarik dalam sebuah bacaan. Setiap penulis mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam menuangkan setiap ide tulisannya. Gaya bahasa yang terdapat dalam novel Otw Nikah Karya Asma Nadia banyak diaplikasikan pada setiap  novel tersebut, sehingga sangat mudah dipilih serta dihubungkan antara majas dengan isi novel. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimanakah gaya bahasa dalam novel Otw Nikah karya Asma Nadia? Berdasarkan pembahasan, penilitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Terdapat empat gaya bahasa pada novel tersebut yaitu gaya bahasa perumpamaan, pertentangan, pertautan dan perulangan. Gaya bahasa atau majas tersebut membuat setiap novel antara unsur musik dengan unsur syair merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Yang terdengar merdu dan puitis  hingga memberikan efek suasana yang membuat pembaca hanyut kedalam suasana irama novel.  Gaya bahasa dalam  novel Otw Nikah karya Asma Nadia sangat puitis hampir semua novelnya sehingga membuat pembaca terbawa kedalam suasana novel tersebut.
NILAI RELIGI DAN SOSIAL DALAM NOVEL BARA KARYA FEBRIALDI R Resti Novia Haris
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2018): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.894 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v2i2.2226

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religi dan nilai sosial dalam Novel Bara karya Febrialdi R. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Permasalahan yang akan dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah nilai religi yang terkadung dalam novel Bara karya Ferbrildi R ? 2)Bagaimana nilai sosial yang terkandung dalam novek “Bara” karya Ferbrialdi R?. Data yang akan disajikan berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam novel. Cara pengumpulan dilakukan dengan teknik baca dan mencatat pada kutipan-kutipan tersebut akan dijelaskan yang berhubungan dengan nilai religi yang akan diteliti memiliki 3 aspek yaitu 1) pegangan hidup (akidah) yang meliputi Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab suci, Iman kepada para Rasul, Iman kepada hari kiamat, Iman kepada qada dan qadar. 2) jalan hidup (syariah) yang berhubung dengan jalan yang harus dilalui setiap muslim sebagai ketetapan dari allah baik perintahnya yaitu ibadah. 3) (Akhlak) yang meliputi Akhlak kepada Allah, Akhlak kepada manusia, Akhlak kepada lingkungan. Nilai sosial yang akan diteliti meliputi 3 aspek yaitu 1) Kasih sayang yang memiliki beberapa indikator diantaranya pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepeduliaan. 2) Tanggung jawab yang memiliki beberapa indikator diantaranya rasa memiliki, disiplin, empati.3) Keserasian hidup yang memiliki beberapa indikator diantaranya keadilan, toleransi, kerja sama, demokrasi.Kata Kunci: Nilai Religi, Nilai Sosial, dan Novel.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) Dini Wulansari
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.939 KB)

Abstract

Judul Skripsi: Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Metode Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X MIA MA AL FURQON Cimerak Kab. Pangandaran).Penelitian puisi ini bertolak dari kemampuan siswa kelas X MIA MA AL FURQON Cimerak dalam menulis puisi masih rendah. Sebagai upaya peningkatan kemampuan siswa, maka digunakan metode pembelajaran langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah langkah-langkah penggunaan metode pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi dan bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa menulis puisi setelah menggunakan metode pembelajaran langsung.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian terdiri dari siswa, dua pengamat dan guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.Langkah-langkah penggunaan metode pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi, terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal: a) Guru mengucapkan salam, b) Guru mengecek kehadiran dan menanyakan kabar peserta didik, c) Guru memberikan motivasi kepada siswa bahwa menulis puisi itu mudah, dan dapat dilakukan siapapun, d) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti: Mengamati a) Siswa mengamati teks puisi yang berjudul Gadis Peminta-minta karya Toto S.Bachtiar,. Menanya: a) Guru bersama dengan siswa menumbuhkan keinginan belajar siswa untuk bertanya jawab mengenai pengertian puisi, langkah-langkah menulis puisi, dan manfaat menulis puisi. Mengumpulkan informasi, a) Siswa menuliskan objek yang akan dijadikan bahan untuk menulis puisi dari contoh teks puisi, Menalar/Mengasosiasi, a) Siswa diberi kesempatan untuk menulis puisi sesuai dengan tema keindahan alam dengan memperhatikan diksi yang tepat. Siswa diberi kesempatan untuk mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Mengomunikasikan, a) Siswa kembali diberi kesempatan membacakan puisi temannya dengan memahami karya sastra temannya, b) Guru menilai hasil kerja siswa dan memberikan apresiasi, c) Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang terbaik dalam menulis kreatif puisi. Penutup: a) Bersama guru, siswa merefleksi hasil yang diperoleh dalam pembelajaran tadi. b) Siswa menyimak penjelasan guru tentang ketercapaian kompetensi dalam pembelajaran yang telah dilalui. c) Siswa mencatat materi pembelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. 2.Terdapat peningkatan kemampuan siswa menulis puisi setelah digunakan metode pembelajaran langsung. Kemampuan tersebut dibuktikan dengan nilai yang diperoleh siswa kelas X MIA MA AL FURQON Cimerak dari siklus kesatu kesiklus kedua meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil belajar siswa pada siklus kesatu dengan rata-rata 66,9 , dan pada siklus kedua mencapai 85,6. Berdasarkan gambaran tersebut, dapat disimpulkan baha kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan memperhatikan diksi yang tepat dari siklus kesatu ke siklus kedua meningkat.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA ( Alternatif Model Media Pembelajaran Ditengah Masa Pandemi Covid 19 Pada Siswa Kelas VIII MTs Cijambe Kab Tasikmalaya) Ujang Andi Mulyadi; Nia Rohayati; D Rukaesih
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.854 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6538

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah kemampuan menulis teks berita siswa kelas MTs Cijambe belum optimal. Salah satu faktornya adalah media yang digunakan guru kurang tepat dan tradisional. Untuk mengatasinya, dilakukan dengan penggunaan media Video. Fokus kajian penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan media Video. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas berbasis pembelajaran jarak jauh ( PTK Berbasis PJJ). Teknik pengumpulan datanya adalah Tes. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh simpulan sebagai berikut.1. Langkah-langkah penggunaan media Video untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita.2. Terdapat peningkatan kemampuan menulis teks berita pada siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media video. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai siswa yang meningkat pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kemampuan awal siswa (PJJ I) sebelum menggunakan media video dari 21 siswa, 17 siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70 dengan rata – rata nilai 60. Pada Pembelajaran Jarak Jauh II (PJJ II) hampir semua dinyatakan dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70 dengan rata – rata nilai 79, 38. Artinya, nilai hasil belajar siswa dalam menulis teks berita dari PJJ I ke PJJ II mengalami peningkatan dengan selisih/peningkatan nilai 19, 38.
KARAKTERISTIK BAHASA JURNALISTIK DALAM ARTIKEL SURAT KABAR PRIANGAN Eka Puspitasari
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.045 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v1i1.107

Abstract

ABSTRAKKenyataan di lapangan  menunjukkan bahwa tidak sedikit surat kabar yang kurang mengindahkan atau mempedulikan cara penulisan artikel sesuai dengan karakteristik yang menjadi tolok ukurnya. Hal ini menjadi suatu hal yang tidak baik terhadap pengetahuan generasi muda tentang   cara penulisan artikel. Rumusan  masalah yang diajukan adalah Bagaimanakah karakteristik bahasa jurnalistik  dalam artikel Surat Kabar Priangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.  Dari deskripsi yang dilakukan akan diperoleh suatu pola belajar atau pola pembelajaran.  Hasil penelitian sebagai berikut: Komunikatif. Dimana bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit, tidak berbunga-bunga, harus terus langsung pada pokok permasalahannya (straight to the point). Artinya bahasa yang digunakan dalam artikel surat kabar priangan bentuknya lugas, sederhana, tepat diksinya, dan menarik sifatnya. Bahasa jurnalistik yang memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, akan menjadi bahasa yang komunikatif, bahasa yang tidak mudah menimbulkan salah paham, bahasa yang tidak mudah menimbulkan tafsir ganda, dan bahasa yang akan dicintai atau digemari massa.  Spesifik. Dimana bahasa yang digunakan tidak disusun dengan kalimat-kalimat yang singkat-singkat atau pendek-pendek. Bentuk-bentuk kebahasaan yang sederhana, mudah diketahui oleh orang kebanyakan, dan gampang dimengerti oleh orang awam, harus senantiasa ditonjolkan atau dikedepankan di dalam bahasa jurnalistik. Bentuk-bentuk kebahasaan yang digunakan dalam bahasa jurnalistik sedapat mungkin berciri minim karakter kata atau sedikit jumlah hurufnya. Jelas makna menggunakan kata-kata yang bermakna denotative (kata-kata yang mengandung makna sebenarnya), bukan kata-kata yang bermakna konotatif (kata-kata yang maknanya tidak langsung, kata-kata yang bermakna kiasan). Penghalusan bentuk kebahasaan (eufemisme), justru dapat dipandang sebagai pemborosan kata di dalam bahasa jurnalistik. Tidak mubazir dan tidak klise. Artinya bahas ayang digunakan menunjuk pada kata atau frasa yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat yang menjadi wadahnya, dan peniadaan kata-kata tersebut tidak mengubah arti atau maknanya. Kata-kata klise atau stereotype ialah kata-kata yang berciri memenatkan, melelahkan, membosankan, terus hanya begitu-begitu saja, tidak ada inovasi, tidak ada variasi, hanya mengulang-ulang keterlanjuran. Kata-kata yang demikian, lazim disebut dengan tiring words. Bahasa jurnalistik harus menghindari itu semua, demi maksut kejelasan, demi maksut kelugasan, dan demi ketajaman penyampaian ide atau gagasanKenyataan di lapangan  menunjukkan bahwa tidak sedikit surat kabar yang kurang mengindahkan atau mempedulikan cara penulisan artikel sesuai dengan karakteristik yang menjadi tolok ukurnya. Hal ini menjadi suatu hal yang tidak baik terhadap pengetahuan generasi muda tentang   cara penulisan artikel. Rumusan  masalah yang diajukan adalah Bagaimanakah karakteristik bahasa jurnalistik  dalam artikel Surat Kabar Priangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.  Dari deskripsi yang dilakukan akan diperoleh suatu pola belajar atau pola pembelajaran.  Hasil penelitian sebagai berikut: Komunikatif. Dimana bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit, tidak berbunga-bunga, harus terus langsung pada pokok permasalahannya (straight to the point). Artinya bahasa yang digunakan dalam artikel surat kabar priangan bentuknya lugas, sederhana, tepat diksinya, dan menarik sifatnya. Bahasa jurnalistik yang memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, akan menjadi bahasa yang komunikatif, bahasa yang tidak mudah menimbulkan salah paham, bahasa yang tidak mudah menimbulkan tafsir ganda, dan bahasa yang akan dicintai atau digemari massa.  Spesifik. Dimana bahasa yang digunakan tidak disusun dengan kalimat-kalimat yang singkat-singkat atau pendek-pendek. Bentuk-bentuk kebahasaan yang sederhana, mudah diketahui oleh orang kebanyakan, dan gampang dimengerti oleh orang awam, harus senantiasa ditonjolkan atau dikedepankan di dalam bahasa jurnalistik. Bentuk-bentuk kebahasaan yang digunakan dalam bahasa jurnalistik sedapat mungkin berciri minim karakter kata atau sedikit jumlah hurufnya. Jelas makna menggunakan kata-kata yang bermakna denotative (kata-kata yang mengandung makna sebenarnya), bukan kata-kata yang bermakna konotatif (kata-kata yang maknanya tidak langsung, kata-kata yang bermakna kiasan). Penghalusan bentuk kebahasaan (eufemisme), justru dapat dipandang sebagai pemborosan kata di dalam bahasa jurnalistik. Tidak mubazir dan tidak klise. Artinya bahas ayang digunakan menunjuk pada kata atau frasa yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat yang menjadi wadahnya, dan peniadaan kata-kata tersebut tidak mengubah arti atau maknanya. Kata-kata klise atau stereotype ialah kata-kata yang berciri memenatkan, melelahkan, membosankan, terus hanya begitu-begitu saja, tidak ada inovasi, tidak ada variasi, hanya mengulang-ulang keterlanjuran. Kata-kata yang demikian, lazim disebut dengan tiring words. Bahasa jurnalistik harus menghindari itu semua, demi maksut kejelasan, demi maksut kelugasan, dan demi ketajaman penyampaian ide atau gagasan
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA ALAM SEKITAR PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 2 CISAGA KAB. CIAMIS Asep Deni Refa'i
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.085 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini bertolak dari keterampilan siswa kelas VII C dalam menulis puisi rakyat (pantun) masih rendah dan belum memenuhi tuntutan sebagai mana yang telah ditentukan batas minimal ketuntasan belajar. Peyebabnya diduga jurang tepatnya media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tersebut. Upaya meningkatkan keterampilan siswa  maka digunakan media alam sekitar. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu : (1) Bagaimanakah langkah-langkah penggunaan media alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi rakyat (pantun) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cisaga?; (2) Bagaimana peningkatan kompetensi siswa dalam menulis puisi rakyat (pantun) dengan penggunaan media alam sekitar pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cisaga?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan media alam sekitar dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi rakyat (pantun) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi rakyat (pantun) setelah digunakan media alam sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian terdiri 25 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.Langkah-langkah dalam pembelajaran untuk keterampilan menulis puisi rakyat (pantun) yang dilakukan guru kepada siswa  melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media alam sekitar ditempuh dalam empat langkah yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Dalam perencanaan disusun berdasarkan langkah-langkah perencanaan yang telah ditentukan, yakni (1) kompetensi dasar; (2) hasil belajar; (3) indikator hasil belajar; (4) materi pokok; (5) langkah-langkah KBM; (6) penilaian. Sementara itu dalam pelaksanaan proses penelitian ditekankan pada langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media alam sekitar yang terdiri dari kegiatan awal kegiatan inti dan kegiatan akhir sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.Terdapat peningkatan keterampilan menulis puisi rakyat (pantun) pada siswa melalui upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media alam sekitar dan diketahui siklus II lebih baik dari siklus I. Hal ini tampak dari perolehan rata-rata nilai siswa pada siklus I dengan rata-rata nilai 74,33 dan siklus II dengan rata-rata nilai 84. Demikian terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media alam sekitar, bahwa penerapan media alam sekitar  mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi rakyat (pantun). Kata Kunci:Peningkatan Keterampilan Menulis,  Puisi Rakyat (Pantun), dan Media Alam Sekitar  
NILAI DIDAKTIS DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE Endeh Endeh
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.853 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan berdasarkan fenomena bahwa pada pembelajaran menganalisis novel di SMA menuntut siswa untuk mampu menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Namun sering terjadi yang dibahas hanya unsur intrinsik saja, maka dari itu pada penelitian ini akan dikaji unsur ekstrinsik yakni nilai didaktis yang nantinya akan dijadikan bahan ajar pembelajaran sastra. Berdasarkan latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai didaktis dalam novel Hujan karya Tere Liye. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan nilai-nilai didaktis yang terkandung dalam novel Hujan karya Tere Liye yang nantinya akan dijadikan bahan ajar membaca novel di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Fokus kajian penelitian ini adalah nilai didaktis dalam novel Hujan karya Tere Liye. Berdasarkan analisis diketahui novel Hujan karya Tere Liye mengandung nilai didaktis yaitu nilai: menolong sesama, empati, kejujuran, saling berbagi, kesetiaan, kesejatian, hikmah (pelajaran berharga), kegigihan dan keuletan, kebermanfaatan, toleransi, menghargai sesama, kesabaran, membalas kejelekan dengan kebaikan, mengedepankan kebaikan dari keburukan, bahaya kejelekan, dan kualitas amal kebaikan. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA.

Page 5 of 34 | Total Record : 338