cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 338 Documents
KARAKTER ISLAMI PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Ani Kusmiati
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.346 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena peneliti merasa perlu menganalisis sebuah nilai karakter islami dalam karya sastra yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk membentuk karakter anak Indonesia. Salah satu karya yang menarik untuk dibahas adalah nilai karakter islami pada tokoh utama dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy. Novel tersebut mengandung nilai karakter yang mampu dijadikan tolak ukur bagi seseorang. Penanaman nilai karakter dapat dilakukan dengan cara memberikan media yang tepat sebagai contoh dalam bertindak dan berprilaku yang baik. Hal tersebut menjadikan penulis berinisiatif untuk menuangkannya dalam sebuah skripsi yang berjudul “Karakter Islami pada Tokoh Utama dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy”. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter islami yang ada pada novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data penelitian ini adalah novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy, cetakan ke sembilan, pada Desember 2007. Diterbitkan oleh Penerbit Republika. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan wujud nilai karakter islami dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA TEKS FIKSI DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN READING GUIDE (PANDUAN MEMBACA) (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VII B SMP Plus Miftahul Ulum Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2017-2018)”. Eri Fauziatul Mubarok
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.069 KB)

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kemampuan membaca teks fiksi pada siswa kelas VII B SMP Plus Miftahul Ulum Gunungtanjung masih rendah. Upaya meningkatkan kemampuan tersebut, maka digunakan strategi pembelajaran reading guide. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan strategi pembelajaran reading guide (Panduan Membaca) dalam meningkatkan kemampuan siswa membaca teks fiksi dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa membaca membaca teks fiksi setelah digunakan strategi pembelajaran reading guide (Panduan Membaca). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian terdiri 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.Langkah-langkah penggunaan strategi pembelajaran reading guide (Panduan Membaca) dalam meningkatkan kemampuan siswa membaca teks fiksi diawali dengan kegiatan awal yang dialokasikan 10 menit. Siswa merespon salam  pertanyaan guru. Siswa menerima informasi tujuan dan manfaat pembelajaran. Siswa menyimak materi membaca teks fiksi disertai penjelasan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.  Tahap berikutnya kegiatan Inti yang dialokasikan selama 60 menit. Tahap pertama siswa membaca intensif teks fiksi yang telah disertai kisi-kisi oleh guru. Di dalam kelompok siswa saling tanya terkait pengisian kisi-kisi dari teks fiksi.  Berikutnya siswa berdiskusi untuk menentukan jawaban berdasarkan kisi-kisi dan pertanyaan yang telah ditentukan. Siswa menyajikan komentar atas jawaban yang telah ditemukan dari bantuan kisi-kisi teks fiksi. Sebelum memublikasikan komentar, siswa menyunting komentar yang dijadikan jawaban.Siswa memublikasikan komentar terhadap fiksi yang dibaca. Pada Kegiatan Akhir dialokasikan selama 10 menit; Siswa memperoleh kesimpulan dan umpan balik dari guru terkait teks fiksi. Siswa mendapatkan informasi terkait rencana tindak lanjut, dan tutup.Kemampuan Membaca teks fiksi Setelah Digunakan Strategi Pembelajaran Reading guide meningkat. Hal ini dibuktikan dengan pada siklus ke-1 nilai hasil belajar siswa kelas VII B SMP Plus Miftahul Ulum Gunungtanjung mencapai rata-rata nilai 73,63 atau dengan kriteria keberhasilan 59,09% dari 22 siswa 13 siswa yang mencapai KKM. Pada Siklus ke-2, rata-rata nilai mendapat nilai 88,63 atau dengan kriteria keberhasilan 100% atau 22 siswa sudah menuntaskan hasil belajarnya. Berdasarkan hasil belajar dari Siklus ke-1 ke Siklus ke-2 mengalami peningkatan sebesar 15. Kata kunci: kemampuan membaca teks fiksi, strategi pembelajaran reading guide 
PENGARUH KEEFEKTIFAN MEMBACA CEPAT TERHADAP KEMAMPUAN MENEMUKAN IDE POKOK PARAGRAF Erdiana Abiyanti
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.184 KB)

Abstract

Pengaruh keefektifan membaca cepat terhadap kemampuan menemukan ide pokok paragraf yang diteliti di SMA Informatika Ciamis. Jumlah populasi sebanyak 208 orang yang terdiri dari 7 kelas yaitu kelas X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7.  Berdasarkan pengambilan sampel diambil hanya 1 kelas saja yaitu kelas X4 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu, dokumentasi dan test. Teknik analisis dan pengolahan data menggunakan rumus korelasi product moment dan regresi. Dalam mencari pengaruh hal ini dibuktikan dengan hasil uji signifikansi koefisien regresi. Persamaan regresi antara variabel keefektifan membaca cepat terhadap kemampuan menemukan ide pokok paragraf adalah Y = -2,997 + 1,439X. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimanakah keefektifan membaca cepat siswa kelas X SMA Informatika Ciamis? (2) Bagaimanakah kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Informatika Ciamis? (3) Bagaimanakah pengaruh keefektifan membaca cepat terhadap kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Informatika Ciamis?
ABREVIASI DALAM PRODUK MAKANAN Ade Kuswaya
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.602 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6545

Abstract

Penelitian ini berjudul ‘’ABREVIASI DALAM PRODUK MAKANAN ’’.   Masalah yang dipaparkan dalam tulisan ini adalah Bagaimanakah karakteristik abreviasi dalam produk makanan di daerah,  bagaimana proses morfologis dalam abreviasi dalam produk makanan,  bagaimana faktor yang mempengaruhi munculnya abreviasi dan dampak fenomena abreviasi.  Berdasarkan masalah tersebut,  tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisik jenis abreviasi dalam produk makanan di daerah Priangan.Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan/observasi nonpartisispan.   Pada penelitian ini,   partisipasi yang peneliti lakukan adalah partisipasi pasif.   Partisipasi pasif yang peneliti lakukan hanya satu fungsi,   yaitu mengadakan pengamatan.  Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :Teknik observasi yaitu dilakukan dengan terjun kelapangan untuk memperoleh,  mengumpulkan,  dan mencari data dalam bentuk tulisan yang merupakan data abreviasi nama kuliner dalam produk makanan sebanyak mungkin sesuai dengan apa yang nanti akan diperoleh peneliti di lapangan tanpa adanya rekayasa atau melebihkan.  Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengkaji berkas yang berkaitan dengan penelitian.  instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human intrument.  human instrument adalah manusia yang bertindak sebagai peneliti yang mengerti situasi dan kondisi yang akan diteliti.  jadi,  manusia yang bertindak sebagai seorang peneliti dapat memikirtkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dilapangan karena gejala keadaan tertentu.  selebihnya,  seorang peneliti tersebut setidaknya harus cakap dengan hal-hal yang berkaitan dengan yang akan diteliti,  dalam hal ini yakni abreviasi nama kuliner dalam produk makanan.  seorang peneliti yang bertindak sebagai human instrument ini dapat menentukan waktu tersendiri dalam melakukan penelitian abreviasi nama kuliner dalam produk makanan.            Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemunculan akronim lebih tinggi dalam produk makanan di daerah.  Adapun faktor yang mempengaruhi munculnya abreviasi yaitu mempermudah pengucapan dan pencatatan menu.  mudah diingat,  simple,  unik,   dan kekinian.  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)PADA KELAS X DPIB 1 DI SMK NEGERI 2 CIAMIS Ari Hariyanti
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2020): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.072 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “MENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL (PBL) PROBLEM BASED LEARNING PADA KELAS X DPIB 1 DI SMK NEGERI 2 CIAMIS”.  Latar belakang rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah langkah-langkah model PBL (Problem Based  Learning)dalam pembelajaran menulis teks prosedur  pada siswa kelas X DPIB 1 SMK Negeri 2 Ciamis 2) Bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur setelah digunakan model PBL (Problem Based Learning)  pada siswakelas X DPIB1 SMK Negeri 2 Ciamis ? Metode yang digunakan dalampenelitianiniadalahmetodedeskriptif, teknik dan instrumenpengumpulandatanyameliputiteknikobservasi, teknikpembelajaran, dan teknik test. Data yang telahterkumpulkemudiandianalisis dan hasilnyadideskripsikan. Setelah    dilakukanpenelitianmakadiperolehsimpulansebagaiberikut : (1) Langkah-langkahpenggunaan model Problem Based Learning (PBL)dalampembelajaranmenulisteksproseduradalahsebagaiberikut (Mengamati) (a) Guru menugasisiswauntukmembacaTeks Prosedur(b) Siswamembacateksprosedur; (Menanya) (a) Guru menugasisiswauntukmengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks prosedur kompleks (b) Siswamengidentifikasi informasi yang terdapat pada teks prosedur komples (c) Guru menugasisiswamenganalisispernyataan umum yang terdapat pada teks prosedur (d) Siswamenganalisispernyataan umum yang terdapat pada teks prosedur kompleks (e) Guru menugasisiswauntukmenganalisistahapan-tahapan yang terdapat pada teks prosedur (f) Guru mengawasisiswasaat proses pembelajara; (Mengumpulkaninformasi); (a) Siswaberdiskusimengenai informasi yang terdapat pada teks prosedur (b) Siswaberdiskusimengenaipernyataan umum yang terdapat pada teks prosedur; (Menalar) (a) Siswamengemukakanhasildiskusiataupemahamanmengenaiinformasi, pernyataan umum serta tahapan-tahan yang terdapat pada teks prosedur kompleks; (b) Siswamengemukakanpemahaman yang diperolehmengenaiinformasi, pernyataan umum (Mengkomunikasikan); (a) Siswamenyampaikanhasildiskusitentangmengenaiinformasi, pernyataan umum serta tahapan-tahan yang terdapat pada teks prosedur kompleks; (b) Guru dan siswamengapresiasihasilkerjasiswabaikmelaluilisanmaupuntulisandapatdilihatdari 1) Menentukantema yang akandijadikanbahanmenulisteksprosedur; 2) Menulisteksprosedurdenganmemerhatikanstruktur dan kebahasaansesuaidenganbidangpekerjannya. Hal inidapatdilihatdarimeningkatnyaperolehannilaisiswa  pada siklus I  dengan rata-rata adalah 66,94 , sedangkan  pada siklus II adalah 83,89. Selisihperolehannilai pada siklus I dan siklus II adalah 16,5. Pencapaiankemampuan pada siklus II mengalamipeningkatandibandingkandengansiklus I.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS RESENSI NOVEL MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 2 BANJAR Tri Asih
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2018): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.152 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v2i1.1478

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa siswa kurang mampu dalam menulis resensi novel. Kurangnya kemampuan siswa dalam kegiatan pembelajaran ini merupakan suatu kendala.Hasil studi awal menunjukkan bahwa kemampuan menulis resensi novel siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Banjar masih belum memenuhi tuntutan KKM yang telah ditentukan yakni 80.Model yang digunakan guru mata pelajaran bahasa Indonesia pun kurang efektif.          Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran multiliterasi.Model ini diharapkan menjadi solusi dalam pembelajaran menulis resensi novel karena model ini mempunyai banyak kelebihan yang dapat membantu dalam pembelajaran menulis resensi novel.          Model multiliterasi merupakan model yang cukup menarik dan dapat menumbuhkan menumbuhkan motivasi serta meningkatakan kemampuan siswa menulis resensi.                    Rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah (1) bagaimanakah langkah-langkah penggunaan model pembelajaran multiliterasi dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis resensi novel? ; (2) bagaimanakah peningkatan kemampuan siswa dalam menulis resensi novel setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran multiliterasi ?         Metode yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan metode deskriktif dengan desain penelitian tindakan kelas (action research)  yang dilaksanakan  dalam  bentuk  siklus.          Hasil dari penelitian tindakan kelas ini adalah (1) langkah-langkah penggunaan model pembelajaran multiliterasi dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis resensi novel terdiri dari siswa menentukan fokus pengamatan sebuah novel berdasarkan tema yang telah ditentukan,siswa menentukan maksud dan tujuan pengamatan, siswa membuat kerangka laporan novel yang telah diamati,mengumpulkan dan mencatat data,menganalisis dan mensintesis selanjutnya membuat simpulan dari novel tersebut menjadi sebuah resensi ; (2) terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam menulis resensi novel setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran multiliterasi.Peningkatan tersebut terbukti dari adanya peningkatan kemampuan siswa dari hasil awal belajar ke siklus I sebesar 3,18 dan peningkatan hasil pembelajaran siklus I ke siklus II sebesar 17,97.
TINDAK TUTUR DALAM BERCERITA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 CIAMIS Titin Fatimah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.978 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v1i2.639

Abstract

Berdasarkan observasi penulis saat melakukan kegiatan PPL. Anak terlihat cenderung pasif melakukan kegiatan bercerita di depan kelas, bahkan dalam satu pertemuan kegiatan pembelajaran, kesempatan murid untuk bercerita di depan kelas masih kurang leluasa. Hal ini membuat sebagian dari seluruh murid tidak mendapatkan kesempatan bercerita di depan kelas. Untuk itu penulis ingin mengujicobakan sebuah teknik bercerita yang memberi kesempatan semua murid untuk bercerita. Adapun tujuan penelitian ini adalah :1) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur lokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 2) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 3) Ingin mengetahui bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam tuturan siswa. 4) Ingin mengetahui apakah kegiatan berbicara siswa memenuhi syarat dijadikan bahan ajar dalam kompetensi dasar menceritakan pengalaman di kelas X. 5) Ingin mengetahui model bahan ajar berbicara, menceritakan pengalaman.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh kelas X SMA Negeri 2 Ciamis sebanyak 268 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas X IPA 6 SMA Negeri 2 Ciamis sebanyak 30 siswa.Berdasarkan data yang diperoleh dan analisis data, diketahui bahwa 1) Bentuk tindak tutur lokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa sebagian besar tindak tutur yang digunakan adalah tindak tutur lokusi yaitu sebanyak 102 atau 63.75 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 2) Bentuk tindak tutur ilokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa bentuk tindak tutur ilokusi sebanyak 46 atau 28,75 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 3) Bentuk tindak tutur perlokusi dalam kegiatan berbicara diketahui bahwa bentuk tindak tutur perlokusi sebanyak 12 atau 7,50 % dari seluruh kalimat yang dianalisis. 4) Tindak tutur dalam kegiatan berbicara dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran berbicara jika guru memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahan ajar yang akan digunakan serta guru menguasai bahan pengajaran di samping teknik pembelajaran yang digunakan. Analisis pragmatik dalam kegiatan berbicara sebagai bahan pembelajaran akan bermanfaat bagi siswa apabila siswa mampu berbicara dengan baik. keterampilan guru dalam memilih dan menyajikan bahan ajar akan menunjang terhadap tercapainya tujuan pembelajaran. 5) Tindak tutur dalam kegiatan berbicara siswa dapat dijadikan sebagai bahan ajar mengingat tindak tutur dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan serta untuk berinteraksi dengan orang lain.
IDIOM DAN METAFORA DALAM LAGU NOAH ALBUM SINGS LEGENDS Luqman Aditiya Nurjaman
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.089 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa pada saat ini berdasarkan wawancara dengan guru dan observasi ke sekolah mengenai bahan ajar membaca puisi, siswa mengalami kesulitan. Hal ini diakibatkan oleh salah satunya bahan ajar yang kurang bervariatif dan ketidak tahuan serta kekeliruan mengenai makna idiom dan metafora. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji idiom dan metafora yang diharapkan akan menambahkan pengetahuan penulis terhadap pengkajian idiom dan metafora dalam lagu Noah Album Sings Legends.            Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah bentuk idiom dan jenis metafora dalam lagu Noah album Sings Legends.? Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka ada tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah “Mendeskripsikan bentuk idiom dan jenis metafora dalam lagu Noah album Sings Legends.            Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah lagu Noah album Sings Legends. Aspek-aspek yang akan diteliti yaitu Idiom (Idiom Leksemik, Idiom Berbentuk Frase, Idiom Berbentuk Beku, dan Peribahasa), dan Metafora (Metafora Antropomorfik, Metafora Kehewenan, Metafora dari Konkret ke Abstrak, dan Metafora Sinestesis).              Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu bahan ajar jika sesuai dengan kriteria pemilihan bahan ajar yakni meliputi: (1) prinsip relevansi, antara materi pembelajaran dengan SK/KD saling bekaitan. (2) prinsip konsistensi, apabila terdapat dua indikator, maka bahan yang digunakan harus meliputi dua indikator. (3) prinsip kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi yang diajarkan.              Pada penelitian ini difokuskan pada bahan ajar sastra khususnya puisi di SMA kelas X semester 2 dengan KD 3.17 yang berbunyi; menganalisis unsur-unsur pembangun puisi. Berdasarkan KD tersebut siswa dituntut mampu menganalisis unsur lahir yang meliputi (rima, diksi, imaji, kata konkret, tipografi dan gaya bahasa/majas) dan unsur batin yang meliputi: (tema, rasa, nada/suasana, dan amanat/tujuan). Idiom dan metafora berkaitan dengan unsur lahir yaitu diksi dan gaya bahasa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO REALITY SHOW PADA SISWA KELAS VIIIA SMPN 1 BAREGBEG CIAMIS Rofiqotun Hikmah
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.772 KB)

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kemampuan siswa VIIIA SMPN 1 BAREGBEG dalam menulis puisi msih rendah. Upaya peningkatan tersebut, maka digunakan media video reality show “orang pinggiran” trans7. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan media video reality show “orang pinggiran” trans7 dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis puisi.
TINDAK TUTUR PADA INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH RIYADUL JANNAH (BAREGBEG CIAMIS) Deti Rahayu; Nia Rohayati; Dedeh Rukaesih
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.169 KB) | DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i1.6497

Abstract

Penelitian ini yang berjudul “Tindak Tutur Pada Interaksi Belajar Mengajar di Madrasah Riyadul Jannah” Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini yaitu kecenderungan siswa atau peserta didik di Madrasah Riyadul Jannah lebih sering mengunakan bahasa daerahnya dan masih banyak yang mengunakan bahasa yang tidak baik juga yang sering dibawa ke sekolah Madrasah dari pada mengunakan bahasa yang bagus dan baik yaitu mengunakan bahasa indonesia, dan akan mengakibatkan pengunaan dan penguasaan siswa terhadap bahasa indonesia di sekolah sangatlah minim berdasarkan hal tersebut penelitian ini menggkaji Tindak Tutur di Madrasah Riyadul Jannah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis Tindak Tutur peserta didik dalam pembelajaran di Madrasah dari anak yang belum sekolah sampai ke anak kelas 6 sd di Madrasah Riyadul Jannah baregbeg ciamis. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif merupakan penelitian dengan mengunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data mengunakan data reductoin, data dispaly, dan yang terakhir adalah mengunakan data conclusion drawin/verification. Hasil dari penelitian ini menemukan 13 tuturan. Dari tuturan tersebut ada beberapa jenis Tindak Tutur peserta didik Di Madrasah Riyadul Jannah dalam pembelajaran di kelas, di Madrasah Riyadul Jannah ini terbagi menjadi 6 kelas 2 kelas seteh duhur dan 4 kelas setelah asar. Tindak tutur langsung, dan tindak tutur tidak langsung. tindak tutur literal, tindak tutur langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung literal. Adapun tindak tutur yang dominal muncul yaitu tindak tutur tutur tidak langsung literal.

Page 7 of 34 | Total Record : 338