cover
Contact Name
Budi Hariono
Contact Email
jofe@polije.ac.id
Phone
+6281907755024
Journal Mail Official
jofe@polije.ac.id
Editorial Address
Kelompok Riset Food Engineering, Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip PO BOX 164, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Food Engineering
ISSN : -     EISSN : 28100824     DOI : https://doi.org/10.25047/jofe
The journal publishes original research and review papers on any subject at the interface between food and engineering, particularly those of relevance to industry, including: Engineering properties of foods, food physics and physical chemistry; processing, measurement, control, packaging, storage and distribution; engineering aspects of the design and production of novel foods and of food service and catering; design and operation of food processes, plant and equipment; economics of food engineering, including the economics of alternative processes.
Articles 72 Documents
Tepung Premix Cookies Berbahan Dasar Mocaf dan Sagu Dengan Perlakuan Penyangraian Suhu Yang Berbeda: Flour Premix Cookies Made from Mocaf and Sago with Different Roasting Temperatures Kurniawati, Elly; Agustina, Anis
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i1.4275

Abstract

Flour premix cookies are used as an alternative to making processed food in an instant way. Flour premix cookies are made by mixing mocaf, sago, powdered sugar, milk powder, and baking powder. This study aims to determine the relationship between mocaf and sago formulations and different roasting temperatures on the value of water content (premix flour), texture (cookies), and organoleptic (cookies) based on the best formulation. Formulation of mocaf and sago as the main factor F1 (75:25), F2 (50:50), and F3 (25:75) and roasting temperature as the second factor P1 (no roasting), P2 (700C), and P3 (800C). This resulted in 9 treatments P1F1, P1F2, P1F3, P2F1, P2F2, P2F3, P3F1, P3F2, and P3F3. The results of this study are that the higher the roasting temperature, the lower the water content, texture, and the decrease in the level of preference.
Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Pancake Menggunakan Tepung Premiks Ampas Kelapa dan Tepung Mocaf Silvia, Setyorini; Wibisono, Yossi
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i1.4344

Abstract

Wheat flour is widely used by Indonesians as a basic ingredient for making bread, triggering the ever-increasing import of wheat flour. Therefore, it is necessary to have other alternatives to reduce dependence on the use of wheat flour. One of them is the utilization of coconut pulp waste which is processed into flour and then processed into pancakes with nutritional value and good quality. The purpose of this study was to analyze the effect of the addition of coconut pulp flour on the physical, chemical and organoleptic characteristics of pancakes and determine the best formulation in making pancakes. This study used a Randomized Group Design consisting of 5 treatments (0%, 10%, 20%, 30%, 40%). The results showed that coconut pulp flour gave a significantly different effect on fiber content, texture, specific volume, color a, color b and hedonic test as evidenced by further tests using the Duncan test at the 1% level. While the water content, ash content and color L test showed no significant difference.
Pengaruh Substitusi Tepung Labu Kuning Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Organoleptik Apem Panggang Prabowo, Luthfiya Kinanti Putri; Yossi Wibisono
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i2.4362

Abstract

Kue apem merupakan jenis kue basah tradisional yang terbuat dari bahan utama tepung beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana karakteristik fisik, kimia dan organoleptik apem panggang substitusi tepung labu kuning (Cucurbita Moscata). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf substitusi tepung labu kuning yang berbeda yaitu (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%). Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpengaruh sangat berbeda nyata terhadap tekstur, volume, warna (b), kadar air, kadar abu, kadar total karoten, dan organoleptik apem panggang. Apem panggang LK1 memiliki perlakuan terbaik dengan penambahan tepung labu kuning sebanyak 5% yang memiliki tekstur 3,48 N, volume pengembangan 1,48 cm3/g, warna (Intensitas kecerahan (L) = 70,03 ; Intensitas warna merah (a) = 0,13 ; Intensitas warna kuning (b) = 30,53). Kadar air 42,14%, kadar abu 1,44%, kadar total karoten 1,88 μg/g, dan organoleptik agak disukai dengan nilai kesukaan keseragaman pori (3,81), warna (3,28), aroma (3,72), tekstur (3,97), dan rasa (3,80).
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi Pada Kaldu Bubuk Limbah Padat Ikan Lemuru Putri, Devina Aulia; Wibisono, Yossi
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis tepung dan konsentrasi tepung terhadap karakteristik fisika, kimia, dan organoleptik kaldu bubuk limbah padat ikan lemuru serta menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi perlakuan 2 faktor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor 3 kali ulangan. Faktor pertama jenis tepung dengan 4 taraf yaitu tepung terigu (P0) sebagai kontrol, tepung mocaf (P1), tepung pati ganyong (P2), dan tepung pati garut (P3). Faktor kedua berupa konsentrasi tepung dengan 3 taraf yaitu 15% (K1), 22.5% (K2), 30% (K3). Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menyatakan bahwa interaksi jenis tepung dan konsentrasi memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kelarutan dalam air, hedonik aroma dan rasa serta mutu hedonik aroma dan rasa. Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, hedonik warna, tekstur, serta mutu hedonik warna, dan mutu hedonik tekstur. Perlakuan terbaik diperoleh dari penggunan tepung mocaf dengan konsentrasi 15%
Pengaruh Kehalusan Bahan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kitosan Dari Limbah Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Rahma, Imas Nabila; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4686

Abstract

Maggot is the larva of the Black Soldier Fly (Hermetia illucens) which has a fairly high animal protein content and has the potential to be the main ingredient for chitosan because it contains chitin. The aim of this research is to determine the effect of material fineness on the physical and chemical characteristics of chitosan obtained from black soldier fly (Hermetia illucens) waste. Making chitosan from black soldier fly (Hermetia illucens) waste using samples of whole maggot casings and crushed maggot casings (60 mesh) is carried out through the stages of deproteination, demineralization, depigmentation and deacetylation. The test results show that the fineness of the material can influence the ash content, chitosan yield, and degree of deacetylation. The fineness of the material does not affect the water content. The sample with the best treatment, namely the maggot casing sample, was ground to a size of 60 mesh. The characteristics of BSF chitosan give a pH of 7, water content of 5.48% and 4.38%, ash content of 0.36% and 4.39%, yield content of 23.67% and 13.94%, and degree of deacetylation of 82 and 63,09.
Pembuatan dan Karakterisasi Edible Film dari Pati Jagung (Zea mays L.) Nur Aziza, Allifiyah Josi; Indrianti, Novita; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4691

Abstract

Tujuan penelitian dalam pembuatan dan karakterisasi edible film berbasis pati jagung (Zea mays L.) adalah untuk mengetahui karakteristik sifat fisik, mekanik, dan perlakuan terbaik. Dengan demikian, dapat mengetahui potensi edible film berbasis pati jagung (Zea mays L.) sebagai bahan pengemas makanan. Metode penelitian yang dilakukan adalah praktik kerja yang meliputi pengamatan dan pengujian seperti pengamatan visual dilakukan dengan panca indera, uji ketebalan, kadar air, dan water uptake. Setelah dilakukan pengujian tersebut akan dipilih salah satu perlakuan terbaik yang akan dilakukan pengujian lanjutan seperti kuat tarik, elongasi, water vapor transmission rate, water vapor permeability, dan uji gugus fungsi. Hasil yang didapatkan adalah dengan perlakuan masing-masing variasi pati dan gliserol menghasilkan karakteristik kimia dan fisik yang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi pati dan gliserol menghasilkan edible film dengan ketebalan yang semakin tinggi, water uptake menurun, dan kadar air yang meningkat. Hasil perlakuan terbaik memperoleh kadar air sebesar 7,88%, ketebalan 0,026 mm, kuat tarik 16,86%, elongasi 3,22 MPa, WVTR 15,182 g/m2/jam, dan WVP 1,86E-11 g/m.s.Pa, dan peak 1644,57 adanya interaksi pati dan gliserol sebagai plasticizer.
Analisis Karakteristik FisikoKimia dan Mutu Tanak Beras Pandan Wangi, Ramos dan Ketan Putih Sebagai Kandidat Pangan Fungsional: Analysis of Physical-Chemistry Characteristics and Quality of Pandan Wangi, Ramos, and Glutinous Rice as a Functional Food Candidate Nur Yudiastuti, Silvia Oktavia; Cahyana, Purwa Tri; Ramadhan, Fadhil Hisyam
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i2.4696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras yang dapat digunakan sebagai produk kandidat pangan fungsional melalui analisis sifat fisiko-kimia dan mutu tanak yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan perlakuan yang terdiri dari tiga jenis beras yaitu beras ramos, pandan wangi dan ketan putih. Berdasarkan hasil uji fisik, ketiga jenis beras memiliki karakteristik ukuran medium dengan bulk density tertinggi 0,39 dan berat 1000 butir tertinggi adalah 19,59. Berdasarkan hasil uji kimia, ketan memiliki daya serap air tertinggi, beras pandan wangi memiliki kadar air dan kadar serat tertinggi, serta beras ramos memiliki kadar amilosa dan kadar protein tertinggi. Berdasarkan hasil uji mutu tanak, beras pandan wangi memiliki waktu tanak dan daya resapan air tertinggi dengan waktu 24,25 menit dan 3,30 namun rasio perpanjangan beras ramos memiliki nilai tertinggi yakni 1,68. Berdasarkan hasil uji fisik dengan standar SNO 6128:2020, beras ramos mendapatkan bagian butir kelas premium terbanyak dibandingkan beras pandan wangi dan ketan. Melalui hasil penelitian, diketahui bahawa beras pandan wangi memiliki kandungan protein dan serat tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku kandidat pangan fungsional.
KAJIAN PENGERINGAN ALAMI DAN MEKANIK TERHADAP KARAKTERISTIK BIJI KAKAO BULK: Study of Natural and Mechanical Drying to Characteristics of Bulk Cocoa Beans Santoso, Agus; Fadhilla, Putu Tessa; Subaktilah, Yani; Desiana, Adelia Fitri
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i2.4697

Abstract

Kakao merupakan tanaman perkebunan yang memiliki nama ilmiah Theobroma cacao L, berasal dari Amerika Selatan yang saat ini banyak ditanam di berbagai kawasan daerah tropika. Biji hasil pengeringan merupakan produk olahan yang dikenal dengan nama biji kakao bulk. Biji kakao bulk sebelumnya difermentasi dalam bak kayu dan ditutup dengan sak kemudian didiamkan selama 3-4 hari hingga suhunya tercapai sekitar 45-50 oC, lalu disiram dengan air untuk menghentikan proses fermentasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengeringan, lama pengeringan, dan interaksi cara pengeringan dan lama pengeringan terhadap sifat organoleptik biji kakao bulk. Disain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama yaitu cara pengeringan (A) yang terdiri dari : A1 = cara pengeringan sinar matahari, A2 = cara pengeringan dengan alat (cabinet dryer) suhu 60 ◦C dan faktor yang kedua yaitu lama pengeringan (B) yang terdiri dari : B1 = 48 jam, B2 = 56 jam, B3 = 64 jam Hasil penelitian disimpulkan (1) pengeringan mekanik berpengaruh terhadap mutu meliputi rasa (khas kakao) dan warna (khas kakao) serta aroma (normal kakao), (2) pengeringan sinar matahari pada lama pengeringan 48 jam berpengaruh terhadap mutu meliputi rasa (khas kakao) dan warna (khas kakao) serta aroma (sangat khas kakao), serta (3) kombinasi cara pengeringan mekanik dan lama pengeringan 56 jam berpengaruh terhadap mutu rasa 3,90 (khas kakao) dan warna rata-rata 3,89 (khas kakao) serta kadar air 5,69% dapat dipilih sebagai perlakuan yang terbaik.
Evaluasi Laju Pembengkakan Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dalam Berbagai Konsentrasi Etanol Wulandari, Fitri; Afifah, Nok; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4726

Abstract

Porang yang termasuk dalam famili Araceae merupakan jenis tanaman umbi yang memiliki kandungan glukomanan yang sangat tinggi serta mempunyai potensi ekonomi dan prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi porang umumnya dipasarkan dalam bentuk tepung porang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi etanol pada laju pembengkakan tepung porang. Laju pembengkakan tepung porang dalam pelarut etanol perlu dievaluasi untuk memahami mekanisme isolasi glukomanan dari tepung porang. Pengujian laju pembengkakan tepung porang menggunakan metode filtrasi dengan perlakukan variasi konsentrasi etanol 40%, 60%, 80%, 96%. Berdasarkan data hasil penelitian, semakin tinggi konsentrasi etanol yang digunakan, laju pembengkakan tepung porang semakin menurun. Laju pembengkakan tepung porang mencapai titik keseimbangan pada menit ke-30 dengan hasil nilai Se etanol 40%, 60%, 80%, dan 96% berturut-turut adalah 0,630 g/g ; 0,549 g/g ; 0,514 g/g ; 0,039 g/g. Konsentrasi etanol yang paling baik dalam meningkatkan laju pembengkakan tepung porang adalah etanol 40%.
Rancangan Tata Letak Pabrik Minuman Fungsional Teh Rosella Rempah Hilmawan, Muhammad Anattunisy; Hermanuadi, Didek
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4976

Abstract

Minuman dan makanan fungsional adalah kebutuhan pokok manusia. Konsumen menginginkan minuman yang bervariasi, enak, menyegarkan, dan bermanfaat bagi tubuh. Seiring waktu, ditemukan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L), yang dapat diseduh seperti teh dengan tambahan rempah-rempah. Teh rempah adalah teh yang mengandung berbagai jenis rempah dengan khasiat baik bagi tubuh, terutama karena aktivitas antioksidannya yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Pabrik Teh Bunga Rosella Rempah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memiliki kapasitas produksi 10.000 pcs/hari dengan 60 kg/hari bunga rosella merah. Untuk menghasilkan teh ini, diperlukan bahan rempah seperti kapulaga, cengkeh, jahe, kayu secang, dan kayu manis. Pabrik beroperasi selama 262 hari per tahun dengan waktu kerja 8 jam per hari, melibatkan 18 pekerja pabrik dan 8 pekerja kantor. Unit pengolahan teh bunga rosella rempah terdiri dari beberapa departemen: penerimaan bahan baku, gudang bahan baku, ruang produksi, ruang pengemasan, ruang penyimpanan, kantor, sumber air, dan pengolahan limbah. Analisis tata letak pabrik menggunakan aplikasi Blocplan menghasilkan Layout 11 terpilih dengan R-score 0,80. Total luas area unit pengolahan teh bunga rosella rempah adalah 670,016 m². Bahan baku sebanyak 60 kg/hari digunakan untuk memproduksi 10.000 pcs/hari tea bag teh bunga rosella rempah, dengan kebutuhan 24 mesin.