cover
Contact Name
Marwati
Contact Email
mar.ambodalle@gmail.com
Phone
+628124118351
Journal Mail Official
jurnal.timpalaja@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36, Gowa, South Sulawesi, Indonesia Phone : +6281-241-183-51, +6285-299-959-452, Post Office: 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TIMPALAJA: Architecture Student Journal
ISSN : -     EISSN : 27458490     DOI : https://doi.org/10.24252/timpalaja
Core Subject : Art, Engineering,
TIMPALAJA: Architecture Student Journal (E-ISSN: 2745-8490) is a scientific publication for student collaborative research and lecturers of a widespread topic in architectural design studies. The papers received by this journal will be reviewed by the editorial team. TIMPALAJA publishes articles that include textual studies and field studies in a variety of architectural design perspectives including: Islamic architecture Mosque architecture Local Wisdom Historic architecture Interior Architectural theories and criticism Environmental architecture City Design Landscape Building Science and technology Structure and construction of buildings And much more related to architectural design
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2021): December" : 10 Documents clear
Pola Perilaku Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Taman Macan di Makassar Sulfia, Sulfia; Adininggar, Melati Indira; Ananda, Nadilah Tri; Arianda, Andi Rahmat; Marua, Irwansyah Usman; Tajuddin, M Irham; Ekaputra, Muhammad Gilang
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a11

Abstract

Abstrak_   Manusia   memiliki   kepribadian   individual   sebagaimana   juga   mahluk   sosial,   hidup bermasyarakat  dalam  suatu  kolektivitas.  Manusia  juga  merupakan  pusat  lingkungan  dan  sekaligus bagian dari lingkungan. Dalam setiap aktivitas manusia, terutama yang berada di perkotaan biasanya tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan ruang seperti halnya dalam penggunaan ruang terbuka publik. Seperti halnya di Kota Makassar, Keberadaan ruang terbuka publik memiliki peranan penting untuk masyarakat.   Ruang   terbuka   publik   di   Kota   Makassar   tersebar   di   kecamatan-kecamatan   dan kepemilikannya beragam dari tanah adat sampai milik pemerintah kota, yaitu salah satu contohnya adalah Taman Macan yang berada di Kecamatan Ujung Pandang. Taman ini secara langsung berperan penting sebagai pusat interaksi dan komunikasi masyarakat baik formal maupun informal, individu atau  kelompok.  Tujuan  penelitian  adalah  mengidentifikasi  perilaku  atau  atribut  masyarakat  dalam memanfaatkan ruang terbuka publik di pusat Kota Makassar dan menemukan atribut perilaku dominan lingkungan  dari  perilaku  masyarakat.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode deskriptif yaitu penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan menggunakan behaviour mapping. Berdasarkan hasil studi 1 Atribut yang muncul dari Taman Macan (legitibilitas, kenyamanan, privasi, teritori, dan aksesibilitas 2 Atribut dominan dari Taman Macan (legitibilitas, kenyamanan, dan privasi).Kata kunci : Atribut; Pola Perilaku; Ruang Terbuka Publik. Abstract_  Humans have individual personalities as well as social beings,  social life in a  collectivity. Humans are also the center of the environment and at the same time part of the environment. Every human activity, especially those in urban areas is usually inseparable from the use of space as in the use of public open space. As in Makassar City, the existence of public open space has an important role for the community. Public open spaces in Makassar City are spread across sub-districts and their ownership varies from customary land to municipal government property, for example, the Macan Park in Ujung Pandang District. This park directly plays an important role as a center for community interaction and communication, both formal and informal, individual or group. The purpose of this research is to identify the behavior or attributes of the community in utilizing public open spaces in the center of Makassar City and to find the dominant environmental behavioral attributes of the people's behavior. The method used in this research is a descriptive method that is research about research that is descriptive and uses behavior mapping. Based on the results of study 1 Attributes that emerge from Taman Macan (legitimacy, comfort, privacy, territory, and accessibility 2 Dominant attributes of Taman Macan (legitimacy, comfort, and privacy).Keywords :  Attributes; Behavior Patterns; Public Open Spaces.
Pusat Pelatihan Bulutangkis dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik di Kota Makassar Mazid, Fakhrul; Wasilah, Wasilah; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i2a6

Abstract

Abstrak_ Kota Makassar adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Makassar memiliki jumlah penduduk sekitar 1,508 juta jiwa.Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi Makassar memiliki iklim hangat dan tropis dengan perbedaan musim hujan (November-Mei) dan musim kemarau (Juni-Oktober) dan ditandai dengan kelembaban tinggi dan suhu rata-rata sekitar 27,8°C. Sangat sedikit adanya perubahan suhu sepanjang tahun, mulai dari 24°C untuk suhu minimum dan 32°C untuk suhu maksimum    .Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain Pusat Pelatihan Bulutangkis Sebagai media Edukasi dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik. Pusat Pelatihan Bulutangkis memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai Pembangunan Ruang Terbuka Hijau, menjadikan salah satu prioritas pembangunan Kota Makassar.Kata kunci: Pelatihan Bulutangkis: Arsitektur Bioklimatik; Kota Makassar. Abstract_ Makassar City is a city in the province of South Sulawesi, Indonesia. Makassar City has a population of around 1.508 million. The area of Makassar City is recorded as 175.77 square kilometers. Makassar has a warm and tropical climate with differences in the rainy season (November-May) and dry season (June-October) and is characterized by high humidity and an average temperature of around 27.8 ° C. There is very little change in temperature throughout the year, starting from 24°C for minimum temperature and 32 ° C for maximum temperature. This research aims to obtain the design of the Badminton Training Center as an educational medium with a bioclimatic architectural approach. The Badminton Training Center has a lot of potentials to be developed as a Green Open Space Development, making it one of the development priorities of Makassar City.Keywords: Badminton Training: Bioclimatic Architecture; Makassar City.
Penataan Area Pedagang Kaki Lima Sebagai Upaya Revitalisasi Kawasan Benteng Somba Opu Fahlevi, Reza Ali; Hildayanti, Andi
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a3

Abstract

Abstrak_ Kawasan Benteng Somba Opu merupakan Kawasan bersejarah yang memerlukan perhatian dan pemeliharaan yang baik dari pihak-pihak berwenang. Salah satu upaya pemeliharaan yang dapat dilakukan yakni revitalisasi yang merupakan suatu upaya mengembalikan atau pemugaran kawasan agar menjadi lebih menarik dan bermanfaat lebih dari yang sebelumnya, salah satunya yaitu permasalahan keberadaan pedagang kaki lima yang menjadi perhatian prioritas karena keberadaan pedagang tersebut menjadi unsur pendukung dan penguat fungsi pariwisata di Kawasan Benteng Somba Opu. Sehingga penelitian ini selain memberikan deskripsi gambaran strategi penataan pedagang kaki lima, tetapi juga memberikan usulan desain penataan area pedagang kaki lima di Kawasan Benteng Somba Opu dengan tujuan agar fungsi pariwisata di Kawasan ini dapat meningkat dan hidup kembali. Dengan menggunakan metode Analisis SWOT maka diperoleh kesimpulan bahwa keberadaan PKL terkadang menjadi titik simpul kekumuhan sehingga dibutuhkan metode atau cara dalam upaya penertiban dalam bentuk penataan area PKL yang layak dan nyaman bagi pengguna dan lingkungan sekitarnya dengan memperhatikan beberapa aspek-aspek seperti bentuk/pola, karakteristik lokasi dan pedagang, material bangunan, dan lainnya. Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan maka penataan dengan pola terpusat menjadi solusi yang tepat untuk area PKL.Kata kunci :Pedagang kaki lima (PKL); SWOT ; Revitalisasi; Kawasan Pariwisata; Benteng Somba Opu. Abstract_ Fort SombaOpu is a historical area that requires good attention and maintenance from the authorities. One of the maintenance efforts that can be done is revitalization which is an effort to restore the areas to make it more attractive and useful more than previous ones, the existence problem of street vendors is a priority concern because the presence of these traders is a supporting element and strengthening the function of tourism in the Fort SombaOpu. So that this research not only provides a description of the strategy for structuring street vendors but also provides a design proposal for structuring the area for street vendors in the Fort SombaOpuwith the aim that the tourism function can be increased and revived. By using the SWOT analysis method, it is concluded that the existence of street vendors is sometimes a node of slums and a method is needed in an effort to control it in the form of structuring a proper and comfortable street vendor area for users and the surrounding environment by paying attention to several aspects such as shape/pattern, characteristics locations, and traders, building materials, and others. Based on the results of the SWOT analysis that has been carried out, the arrangement with a centralized pattern is the right solution for the street vendors' areas.Keywords: Street vendors (PKL); SWOT; Revitalization; Tourism Area; Fort Somba Opu.
Pusat Pengolahan Bawang Merah dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Enrekang Nurfadilla, Nurfadilla; Rahayu, Irma; Bunawardi, Ratriana Said
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a9

Abstract

Abstrak_ Kabupaten Enrekang masuk dalam kategori kawasan utama dalam memproduksi bawang merah yang  mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan antar-provinsi dan pulau. Sifat bawang merah yang  mudah rusak dan tingginya persaingan kualitas di Indonesia membuat harga bawang kadang tidak stabil yang  memberikan inisiatif untuk membuat produk olahan bawang merah agar bisa disimpan lebih lama. Dari  permasalahan di atas maka perlu di bangunan sebuah industri makanan Pusat Pengolahan Bawang Merah untuk  memberikan peluang bagi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang agar hasil panen yang ada bisa diolah dan  dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui studi  literatur,studi lapangan, studi banding atau studi preseden untuk membandingkan bangunan yang memiliki fungsi  yang sama. Konsep Arsitektur Modern dipilih dalam perancangan Pusat Pengolahan Bawang Merah, hal ini  ditunjang oleh alasan bahwa modernisasi akan memberikan dampak yang baik pada desain, bentuk, material dan  fungsinya. Arsitektur modern juga tidak hanya memberikan keindahan suatu bangunan tetapi dapat memudahkan  proses produksi. Filosofi bangunan diambil dari bentuk bawang merah serta arsitektur modern kubisme yang  kemudian disesuaikan dengan tapak yang berkontur memberikan elevasi yang berbeda berdasarkan area dan  fungsinya.Kata kunci : Pusat Pengolahan; Arsitektur Modern; Enrekang. Abstract_ Enrekang Regency is included in the category of the main area in producing shallots that are able to meet the needs of the local community and even between provinces and islands. The nature of shallots that are easily damaged and the high-quality competition in Indonesia makes onion prices sometimes unstable which gives the initiative to make processed shallot products so that they can be stored longer. From the problems above, it is necessary to build a food industry, the Shallot Processing Center, to provide opportunities for shallot farmers in Enrekang Regency so that the existing harvest can be processed and utilized properly. The method used is a descriptive method through literature studies, field studies, comparative studies, or precedent studies to compare buildings that have the same function. The concept of Modern Architecture was chosen in the design of the Shallot Processing Center, this is supported by the reason that modernity will have a good impact on the design, form, material, and function. Modern architecture also not only gives the beauty of a building but can facilitate the production process. The shape of the building that bends from the onion philosophy and modern cubism architecture which is then adapted to the contoured site gives different elevations based on the area and function. Keywords: Processing Center; Modern Architecture; Enrekang.
Implementasi Konsep Arsitektur Tropis Pada Desain Kantor Bupati Ngada di Provinsi Nusa Tenggara Timur Sina, Yohanes B; Sudarman, Sudarman; Latief, Satriani
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a2

Abstract

Abstrak_ Konsep bangunan tropis merupakan bentuk adaptasi dari bangunan terhadap iklim tropis, terkait dengan keputusan desain yang diambil untuk mengakomodir iklim tropis. Pengaruh terutama terkait kelembaban dan suhu yang sangat tinggi yang akan mempengaruhi kenyamanan manusia dalam menggunakan ruang, yang merupakan salah satu contoh aplikasi konsep bangunan tropis. Pengaplikasian arsitektur tropis pada bangunan kantor bupati Ngada adalah untuk memberikan kenyamanan pada para penggunanya demi tercapainya efektivitas kerja para pegawai lingkup kantor bupati di kabupaten Ngada. Selain memberikan kenyamanan pada para pelaku kegiatan, adapun  yang menjadi poin penting pada penerapan tema arsitektur tropis ini adalah merujuk kepada bangunan hemat energy dengan optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami. Yang menjadi titik tolak penerapan arsitektur tropis adalah pengembangan terhadap arsitektur tradisional yang sejatinya sudah tercipta untuk mengadaptasi terhadap iklim setempat.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa pengolahan tata massa akan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, pergerakan angin dan orientasi matahari dalam tapak. Pengolahan tata massa pada Kantor Bupati Ngada dengan pengaplikasian Arsitektur Tropis dilakukan melalui pendekatan penghawaan dan pencahayaan alami.Kata Kunci : Arsitektur Tropis, Arsitektur Vernakular, Desain Kantor. Abstract_ The tropical building concept is an adaptation of building to the tropical climate, about the related design to accommodate the tropical climate. The humidity and temperature in the topical area are very high and would affect human comfort in the building. Adaptation of the tropical climate at the office building by the government of Nagada gives thermal comfort for the building users. The important points of tropical architecture adaptation refer to efficiency, the energy of the building, and optimization of natural lighting and ventilation. The basis of tropical architecture application is the development of local wisdom to adapt to the local climate. Based on the research, it could be found in the mass of the building may be influenced by the climate condition, wind movement, and orientation of the sun on the site. The management of the regent's office mass through the approach of natural lighting and ventilation.Keywords: Tropical Architecture; Vernacular Architecture; Office Design. 
Penerapan Arsitektur Hemat Energi Pada Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kabupaten Gowa Muthmainnah, Nurul; Rahayu, Irma; Attar, Muhammad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a4

Abstract

Abstrak_ Masalah kependudukan dan lingkungan hidup merupakan tantangan dunia tidak terkecuali Indonesia sebagai salah satu negara berkembang. Kabupaten Gowa merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang tingkat perkembangannya sangat pesat. Pokok masalah kesehatan yang terjadi saat ini adalah tingginya angka kelahiran, tingginya angka kematian anak, dan angka kesakitan anak, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain rumah sakit ibu dan anak dengan pendekatan arsitektur hemat energi di Kabupaten Gowa.  Metode pembahasan diawali dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, studi preseden dan pengamatan langsung ke lokasi. Semakin Meningkatnya Angka Kelahiran, tentunya harus didukung dengan ketersediaan pelayanan kesehatan. Untuk itu konsep arsitektur hemat energi merupakan pendekatan yang digunakan dalam perancangan rumah sakit ibu dan anak di Kabupaten Gowa dengan menerapkan konsep – konsep penghematan atau meminimalkan penggunaan daya listrik dalam bangunan yang dirancang dengan pendekatan arsitektur hemat energi dengan spesifikasi utilitas pencahayaan alami.Kata kunci : Arsitektur Hemat Energi; Rumah Sakit; Kabupaten Gowa. Abstract_ Population and environmental issues are global challenges, including Indonesia as a developing country. Gowa regency is one of the regencies in South Sulawesi which has a very rapid development rate. The main health problems that occur today are high birth rates, high child mortality rates, and child morbidity rates, for this reason, this study aims to obtain a maternal and child hospital design with an energy-efficient architectural approach in Gowa Regency. The discussion method begins with data collection carried out by literature studies, precedent studies, and direct observations of the location. The research location is in the Gowa district. The increasing birth rate, of course, must be supported by the availability of health services. For this reason, the concept of energy-efficient architecture is an approach used in the concepts of saving or minimizing the use of electrical power in buildings designed with an energy-efficient architectural approach with natural lighting utility specifications.Keywords: Energy Saving Architecture; Hospital; Gowa Regency.
Redesain Pusat Pelelangan Ikan dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler di Galesong Utara Takalar Suardi, St. Anugrah Pratiwi; Tauhid, Fahmyddin A'raaf; Bunawardi, Ratriana Said
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a8

Abstract

Abstrak_ Pusat pelelangan ikan Beba ini selain untuk pemenuhan kebutuhan juga dapat meningkatkan perekonomian di sekitarnya dan sebagai daerah rekreasi. kec. Pusat pelelangan ikan beba yang jaraknya dari pusat  kota kurang lebih dengan jarak tempuh 1 Jam, potensi yang menjadi daya tariknya adalah tempat Pelelengan ikan dan tempat cafe (sebagai pasar wisata) yang banyak dan sering dikunjungi setiap harinya baik oleh penduduk asli maupun para pendatang sebagai daerah yang memiliki warisan budaya, masyarakat asli sangat menjunjung tinggi dan menjaga keutuhan budaya tersebut misal dengan menggunakan bentuk bentuk rumah adat. Lokasi pengamatan merupakan wilayah penghasil bahan tambang aspal Aktivitas pertambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Upaya meminimalisir kerusakan lingkungan yang terjadi salah satunya dengan mendesain bangunan yang ramah lingkungan untuk itu konsep arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan yang digunakan dalam  perancangan Pusat pelelangan ikan di Galesong Utara Takalar. Konsep arsitektur neo vernakular yang  diaplikasikan fokus pada pencahayaan alami dan green roof. Pengaplikasiannya meliputi: penggunaan kisi-kisi  kayu pada fasad, penanaman vernonia elliptica pada area dekat bukaan, penggunaan atap skylight, penggunaan  bukaan kaca dan penggunaan intensive green roof. Kata kunci: Pusat Pelelangan Ikan; Arsitektur Neo Vernakular; Galesong Utara Takalar.  Abstract_ The Beba Fish Auction Center is not only to fulfill needs, but it can also improve the surrounding economy and as a recreational area. district. Beba fish auction center which is located approximately 1 hour from the city center,  the potential attraction is the TPI and the Cafe (as a tourist market) which are many and are often visited every day by both natives and immigrants as an area that has a cultural heritage, indigenous peoples highly uphold and maintain the integrity of the culture, for example by using the forms of traditional houses. The observation location is an area that produces asphalt mining materials. Mining activities can cause environmental damage. One of the efforts to minimize environmental damage that occurs is by designing environmentally friendly buildings. For this reason, the concept of neo vernacular architecture is the approach used in the design of the fish auction center in North  Galesong, Takalar. The neo vernacular architectural concept applied focuses on natural lighting and green roofs. Its applications include the use of wooden lattices on the facade, planting of vernonia elliptical in the area near the openings, the use of skylight roofs, the use of glass openings, and the use of intensive green roofs.Keywords: Fish Auction Center; Neo Vernacular Architecture; North Galesong Takalar. 
Desain Wisata Danau Balang Tonjong Berbasis Kearifan Lokal Jusmiati, Jusmiati; Burhanuddin, Burhanuddin; AS, Zulkarnain
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a7

Abstract

Abstrak_Desain Wisata Danau Balang Tonjong ini selain untuk pemenuhan kebutuhan dan dapat meningkatkan perekonomian di sekitarnya dan sebagai daerah wisata di Makassar. Danau Balang Tonjong sendiri terletak di Jl. Perumnas Antang. Kelurahan Antang. Kecamatan Manggala. Potensi yang menjadi daya tariknya adalah kawasan tepi air danau, tempat pemancingan dan tempat wisata pusat kuliner yang sering dikunjungi setiap harinya baik oleh penduduk asli maupun para pendatang sebagai daerah yang memiliki kearifan lokal tersendiri. Masyarakat penduduk asli setempat sangat menjunjung tinggi dan menjaga keutuhan kearifan lokal yang ada misal dengan menggunakan bentuk-bentuk rumah adat dan pilihan material-material bangunan. Lokasi pengamatan merupakan wilayah tepian air danau. Aktivitas tambak ikan dan pemancingan yang kurang tertata dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Upaya meminimalisir kerusakan lingkungan yang terjadi salah satunya dengan mendesain Kawasan wisata danau yang berbasis kearifan lokal. Untuk itu konsep kearifan lokal merupakan pendekatan yang digunakan dalam perancangan kawasan wisata danau Balang Tonjong. Konsep kearifan lokal yang diaplikasikan fokus pada bentuk bangunan dan material yang digunakan pada bangunan serta pada pencahayaan dan penghawaan pada bangunan yang ada. Pengaplikasiannya meliputi: bentuk bangunan neo-vernakular, dengan material kebanyakan menggunakan kayu, bukaan dan pencahayaan di peroleh dari sela-sela dinding kayu.Kata kunci: Wisata Danau; Kearifan Lokal; Danau Balang Tonjong. Abstract_ This Balang Tonjong Lake Tourism Design is not only for meeting needs but also for increasing the surrounding economy and as a tourist area in Makassar. Balang Tonjong Lake is located on Jl. Perumnas Antang, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, the potential that is the attraction is the lake waterfront area, fishing grounds and culinary center tourist attractions which are often visited every day by both natives and immigrants as an area that is very popular. have their own local wisdom, the local indigenous community highly respects and maintains the integrity of existing local wisdom, for example by using traditional house forms and the choice of building materials. The observation location is the area of the lake's waterfront. The activities of fish ponds and fishing that is not organized can cause environmental damage. One of the efforts to minimize environmental damage is by designing a lake tourism area based on local wisdom. For this reason, the concept of local wisdom is an approach used in the design of the Balang Tonjong Lake tourist area. The concept of local wisdom that is applied focuses on the shape of the building and the materials used in the building as well as on the lighting and ventilation of the existing building. Its applications include neo-vernacular building forms, with mostly wood materials, openings, and lighting obtained from between wooden walls.Keywords:  Fish Auction Center; Neo Vernacular Architecture; North Galesong Takalar.
Konsep Modern Retro pada Desain Sekolah Tinggi Fashion dan Seni di Makassar Anton, Ulfa Aulianti; Marwati, Marwati; Alfiah, Alfiah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v3i2a10

Abstract

Abstrak_ Sekolah Tinggi Fashion Desain dan Seni dengan Konsep Modern Retro di Makassar bertujuan untuk menyediakan sarana pendidikan sekolah khusus mode atau fashion. Dalam perancangan Sekolah Tinggi Fashion Desain dan Seni ini menerapkan konsep modern retro yang digunakan dalam fasad serta interior bangunan. Dalam perancangan ini juga mempertimbangkan konsep yang berhubungan dengan seni sebagai sekolah fashion dan seni yang  berlokasi perencanaan di Kota Makassar. Konsep retro dengan minimalis namun tidak kaku akan dikaji dalam desain sekolah. Analisis deskriptif dan eksplorasi desain dalam mencoba menemukan aplikasi konsep retro pada desain Bentuk dan fasad sekolah seni yang sifatnya formal.  Hasil desain menemukan bahwa dalam mencapai bentuk dengan konsep retro perlu memperhatikan  bentuk tapak, elemen fasade dengan konsep yang minimalis namun tidak kaku. Elemen garis dengan warna yang berirama mampu mengimbangi bentuk yang minimalis. Bentuk sederhana mampu mengimbangi kekakuan dalam desain.Kata Kunci : Sekolah; Fashion; Desain; Seni; Modern; Retro. Abstract_ The College of Fashion Design and Art with Modern Retro Concepts in Makassar aims to provide educational facilities for schools specifically for fashion or fashion. In designing the Fashion Design and Art College, the retro-modern concept was applied to the facade and interior of the building. This design also considers images related to art as a fashion and art school located in Makassar City. The retro concept with a minimalist but not rigid will be studied in the design of the school. Descriptive analysis and design exploration in trying to find the application of retro concepts to the creation of traditional art school forms and facades. The results of the design found that in achieving form with a retro idea, it is necessary to pay attention to the shape of the tread, the facade element with a minimalist but not rigid concept. Line elements with rhythmic colors are able to balance the minimalist form. The simple shape is able to compensate for the rigidity of the design.Keywords : School; Fashion; Design; Art; Modern; Retro. 
Identifikasi Penerapan Solar Panel pada Redesain Pesantren Darul Istiqamah Timbuseng di Kabupaten Gowa Gufron, Ahmad; Marwati, Marwati; Amin, Burhanuddin
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract_Pondok Pesantren is very important for every human being from children to adults, both formally and informally. Pondok Pesantren is basically a place for students to learn. Therefore, the Darul Istiqamah Timbuseng Islamic Boarding School in Gowa Regency is an alternative, especially for those who want to study general education and religious education. The location of the Darul Istiqamah Islamic Boarding School Timbuseng is on Jalan Institution, Pattallassang District, Gowa Regency. The use of solar panels is an alternative that can be used in the redesign concept of Islamic boarding schools. This study aims to identify the solar panel system used in the redesign of the pesantren. The data obtained from the results of the exploration of the design of the pesantren were then analyzed descriptively and qualitatively. The application of solar panels with a PV system in buildings with a saddle/shield form dominates on the roof of the building.

Page 1 of 1 | Total Record : 10