cover
Contact Name
Sefnath Sarwuna
Contact Email
metikstmfatek@gmail.com
Phone
+6282213811666
Journal Mail Official
metikstmfatek@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Dr. Leimena Kampus Poka, Ambon-Indonesia, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
METIKS: Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 28089979     DOI : https://doi.org/10.30598/metiks.2022.2.1
METIKS merupakan jurnal ilmiah berkala dengan ciri khas/identitas bidang Teknik (Mekanik, Elektrikal, Industri, Informatika, Sipil dan Sains). Tema makalah ini difokuskan pada aplikasi industri baru, kelautan dan pengembangan energi hijau yang berkelanjutan.
Articles 36 Documents
ANALISIS KINERJA TERMAL PENUKAR KALOR TUBE BANK BARE IN-LINE ALIRAN SILANG SEBAGAI PEMULIHAN LIMBAH PANAS PENGERING KONVEKTIF RUMPUT LAUT Nicolas - Titahelu; Benjamin G Tentua; Saputra Abdul Latif Payapo
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.1-14

Abstract

Studi eksperimental telah dilakukan untuk menyelidiki kinerja termal sisi udara dari penukar panas tube bank sebagai pemulihan limbah panas dari pengering konvektif rumput laut. Penukar panas menggunakan diameter tube (0,0254 m), dengan tata letak tube bare in-line dan beroperasi pada suhu fluida panas 50 °C, jarak pitch melintang dan memanjang konstan. Penelitian yang dilakukan untuk kecepatan udara bebas 0,5 hingga 2,5 m/s menghasilkan bilangan Reynolds maksimum antara 157,03 hingga 788,59. Mencatat data terukur berupa kecepatan udara bebas, serta suhu fluida dingin dan panas pada kondisi pengoperasian tunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan udara bebas maka total perpindahan panas dan koefisien konveksi meningkat masing-masing sebesar 46,62% dan 36,26% pada kecepatan udara bebas maksimum.
KAJI TEORITIK KEBUTUHAN ES BAGI KEBUTUHAN PENDINGINAN IKAN CAKALANG SEGAR SESUAI MASSA, SUHU DAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN Cendy S E Tupamahu; Rikhard Ufie; Ajit Tuasikal
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.44-52

Abstract

Salah satu cara menjaga kualitas ikan agar tetap segar, yakni melalui upaya pendinginan dengan menggunakan es. Untuk memahami lebih lanjut proses pendinginan ikan dengan es, masih perlu dilakukan kajian untuk mengetahui hubungan antara berbagai variabel pendinginan dalam skala yang lebih besar sesuai kebutuhan pendinginan dengan coolbox. Dalam penelitian ini dilakukan kajian teoritik terhadap proses pendinginan ikan dengan es dimaksud dengan berfokus pada pengaruh bertambahnya massa ikan pada berbagai variasi suhu akhir pendinginan dan waktu pendinginan variasi terhadap kalor total dan laju kalor peleburan, kebutuhan massa es, perbandingan massa ikan dan massa es serta laju peleburan es yang diperlukan. Massa ikan divariasikan 15, 25, dan 35 kg dan jenis ikan yang digunakan adalah ikan cakalang. Suhu awal ikan adalah 25oC sedangkan suhu akhir pendinginan ikan 2,5oC, 5oC dan 7,5oC. Waktu pendinginan 60 hingga 600 menit. Hasilnya Besar kalor total peleburan es untuk suhu akhir pendinginan ikan 2,5oC sebesar 1.073.250J, 1.788.750 J, dan 2.504.250 J. Untuk suhu akhir pendinginan ikan 5oC yaitu sebesar 954.000 J, 1,590.000 J, dan 2.226.000 J. untuk suhu 7,5oC yaitu sebesar 834.750 J, 1.391.250 J, dan 1.947.750 J. Besar laju kalor peleburan es massa ikan 13, 25, dan 35 kg untuk temperatur akhir 2,5oC adalah 298.13 W, 496.88W, 695.63W.Untuk temperatur akhir 5oC sebesar 265W, 441.67W, dan 618.33W. sedangkan untuk temperatur akhir 7,5oC adalah sebesar 231.88W, 386.46W, dan 541.04W.
ANALISIS KESTABILAN LERENG BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN DI DAERAH HATIVE BESAR Micky Kololu; Marcia Violetha Rikumahu; Afifah Thohirah; Ervina Rumpakwakra
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.62-71

Abstract

Desa Hative Besar memiliki wilayah yang berlereng dengan formasi batuan adalah batuan vulkanik. Bagian cover batuan ini telah mengalami pelapukan sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan penambangan. Dalam melakukan kegiatan penambangan, kualitas massa batuan harus diperhatikan karena merupakan metode empiris untuk memprediksi stabilitas lereng yang diamati. Kehadiran kekar maupun retakan pada batuan akan menyebabkan ketidakstabilan pada lereng. Kestabilan lereng ditentukan dengan menggunakan klasifikasi massa batuan dengan parameter yang diambil dari nilai kuat tekan batuan, RQD, jarak antar bidang diskontinu, kondisi diskontinu, dan kondisi air tanah yang mewakili massa batuan. Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mengkaji kestabilan lereng batu pasir dengan menggunakan metode klasifikasi massa batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Slope Mass Rating (SMR) pada formasi lereng terdistribusi sesuai tipe massa batuan yang tepat dengan nilai SMR sebesar 75,5 dan tergolong Tipe II yang menggambarkan lereng batuan stabil dan lereng berada dalam kondisi stabil. keadaan baik. Untuk nilai Rock Mass Rating (RMR) memiliki nilai sebesar 68 dan tergolong Tipe II, asalkan lereng stabil dan tidak memerlukan penyanggaan.
PENGARUH MODIFIKASI GEOMETRI FINS TERHADAP PERFORMA TERMAL HEATSINK VERTIKAL Widyastutifajri Nuha; Agusyarif Rezka Nuha; Muhammad Ikhlas
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.29-35

Abstract

Komponen elektronik memiliki perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Heatsink adalah perangkat yang digunakan untuk menghilangkan panas dari komponen elektronik dengan tujuan untuk menjaga perangkat elektronik tetap beroperasi pada temperatur kerjanya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi perpindahan panas heatsink adalah dengan memodifikasi geometrinya untuk memperoleh model yang lebih optimal. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh fins heatsink konvensional (Model A) dan modifikasi geometri fins heatsink (Model B) terhadap performa termal heatsink dengan variasi beban kalor. Penelitian ini menggunakan Computational Fluid Dynamics untuk mesimulasikan, menganalisis dan memodelkan perpindahan panas fluida di sekitar heatsink. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Model B memiliki nilai koefisien perpindahan kalor lebih besar yaitu 2,51% sampai 7,07% dibandingkan dengan Model A. Secara keseluruhan modifikasi fins heatsin Model B memberikan peningkatan pada performa termal heatsink.
STUDI PERFORMANCE TURBIN ANGIN AKSIAL KECEPATAN RENDAH 3 BLADE DENGAN PROFIL AIRFOIL NACA 6 DIGIT Corie Fany Refwalu; Wulfilla Maximilian Rumaherang; Salvester Maitimu
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.53-61

Abstract

Salah satu tantangan pengembangan turbin angin beradasarkan data potensi angin pada wilayah Maluku adalah sebagian besar wilayah mempunyai potensi angin kecepatan rendah yang berkisar antara 2-6 m/s, sehingga diperlukan analisis tepat penerapan teknologinya. Koefisien daya turbin aliran terbuka dalam banyak penelitian terdahulu untuk turbin aliran terbuka mempunyai koefesien daya cukup rendah walau beberapa hasil simulasi hidrodinamik menunjukkan koefesien daya mendekati nilai Betz limit, dimana bentuk airfoil blade yang digunakan mempunyai pengaruh yang besar. Penelitian ini merupakan tinjauan penggunaan profil airfoil National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) 6 digit pada data base NACA dengan melakukan eksperimen dengan pembebanan bertahap pada range kecepatan angin 2-6 m/s dengan putaran turbin sesuai nilai tip speed ratio (TSR) yang ditetapkan. Perbandingan daya maksimum atau daya pada kecepatan rotasi optimum dilakukan melalui tracking daya maksimum yaitu pada TSR atau kecepatan rotasi optimum untuk menentukan kinerja airfoil. Hasil tracking titik maximum power point (MPP) yang diperoleh menunjukan bahwa MPP model turbin dalam kasus ini adalah 0.86 kali daya turbin (Betz limit) atau 0.51 kali daya kinetic angin, sehingga profil airfoil NACA 6 digit ini dapat digunakan pada turbin angin dengan kecepatan 2-8 m/s.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAGI KELOMPOK NELAYAN DALAM PENGEMBANGAN DESA PESISIR (STUDI KASUS : DESA LARIKE) Stevianus Titaley; Andiah Nurhaeny
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.79-86

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan di desa pesisir. Realisasi program ini telah dilakukan melalui pemberian bantuan fisik, namun kurang termanfaatkan dengan baik karena tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas dari program pemberdayaan masyarakat nelayan dalam pengembangan desa pesisir di Desa Larike. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan partisipatif, wawancara, studi kepustakaan dan arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan masyarakat nelayan Desa Larike dalam memanfaatkan teknologi perikanan adalah rendahnya tingkat pendidikan para nelayan. Penerapan program-program pemberdayaan masyarakat masih terdapat berbagai kelemahan, yaitu: program kegiatan yang terlalu menekankan pada aspek fisik, perencanaan disusun tidak memperhitungkan partisipasi seluruh masyarakat, serta masyarakat sangat bergantung pada pihak luar, sehingga aspirasi dari bawah cenderung tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Dibutuhkan program-program pemberdayaan masyarakat bagi kelompok nelayan di Desa Larike untuk meningkatkan kesejahteraan adalah program-program non-fisik, seperti pemberian pengetahuan dan keterampilan.

Page 4 of 4 | Total Record : 36