cover
Contact Name
Sefnath Sarwuna
Contact Email
metikstmfatek@gmail.com
Phone
+6282213811666
Journal Mail Official
metikstmfatek@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Dr. Leimena Kampus Poka, Ambon-Indonesia, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
METIKS: Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 28089979     DOI : https://doi.org/10.30598/metiks.2022.2.1
METIKS merupakan jurnal ilmiah berkala dengan ciri khas/identitas bidang Teknik (Mekanik, Elektrikal, Industri, Informatika, Sipil dan Sains). Tema makalah ini difokuskan pada aplikasi industri baru, kelautan dan pengembangan energi hijau yang berkelanjutan.
Articles 36 Documents
ANALISIS POLA PERGERAKAN MASYARAKAT MENUJU PUSAT PERBELANJAAN MODERN DI KOTA AMBON (STUDI KASUS PADA SWALAYAN PLANET 2000) Hanok Mandaku; Mentari Rasyid
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.58-67

Abstract

Penyediaan berbagai fasilitas kebutuhan manusia di wilayah kota yang tersebar di lokasi yang berbeda-beda sesuai dengan distribusi fungsi guna lahan, menyebabkan terjadinya pergerakan manusia dan barang (arus lalu lintas). Kawasan Swalayan Planet 2000 merupakan salah satu guna lahan yang banyak menarik pergerakan sehingga meningkatkan arus lalu lintas dari dan ke kawasan tersebut dan acapkali menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pergerakan menuju pusat perbelanjaan modern di wilayah Kota Ambon, dengan studi kasus pada Swalayan Planet 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergerakan masyarakat menuju pusat perbelanjaan modern dipengaruhi oleh karakteristik sosio-ekonomi dan pola aspasial. Analisis hubungan menunjukkan jumlah kunjungan ke Swalayan Planet 2000 memiliki korelasi yang kuat dan searah dengan variabel jumlah penghasilan, artinya meningkatnya jumlah penghasilan akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Swalayan Planet 2000. Sedangkan, untuk variabel jarak perjalanan memiliki hubungan yang kuat tetapi tidak searah dengan jumlah kunjungan. Hasil ini menunjukkan bahwa, meningkatnya jarak perjalanan akan menurunkan jumlah kunjungan ke Swalayan Planet 2000. Model regresi yang dihasilkan adalah Y = 0,7211 + 0,8485X1 dan Y = 6,44 – 0,8858X2.
ANALISIS PENAMBAHAN KAPASITAS SLIPWAY PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME (PERSERO) AMBON Paulinus Frederikus Balubun; Eliza R de Fretes; Ruth Phetrosina Soumokil
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.47-57

Abstract

PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon memiliki kapasitas dok sebesar 1000 TLC hingga 1500 TLC, hal tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pengedokan untuk sarana transportasi laut karenakan kapal-kapal yang melakukan proses pengoperasian di perairan Maluku merupakan kapal-kapal dengan kapasitas yang bervariatif antara 100 GT, 750 GT, hingga 1250 GT atau lebih. Hal tersebut mengakibatkan angka kebutuhan reparasi kapal yang relatif menjadi banyak dengan kapasitas kapal-kapal yang ±1500 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi peralatan sistem peluncuran kapal dan perlengkapan tarik yang optimal untuk penambahan kapasitas pada PT Dok dan Perkapalan Waiame (Persero). Penelitian ini menggunakan pendekatan serta rumus-rumus yang berkaitan, dan menggunakan software untuk mempermudah proses analisis. Hasil perhitungan untuk kapasitas winch ataupun daya elektomotor berdasarkan kapasitas winch yang telah tersedia pada PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon tidak memenuhi persyaratan kerja dalam melakukan proses pengedokan untuk kapal-kapal dengan kapasitas 3000 TLC, hal tersebut dikarenakan daya elektomotor yang diperoleh adalah sebesar 848,1 Hp, oleh karena itu dipergunakan kapal dengan kapasitas terbesar yang telah melakukan pengedokan dengan kapasitas 2097 Gross Tonage atau 1070,79 TLC (passenger) dengan hasil perhitungan daya elekttomotor adalah sebesar 303,2 Hp, sehingga PT. Dok Dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon dapat melakukan proses pengedokan untuk kapal-kapal dengan kapasitas ± 2097 Gross Tonage atau ≥ 1070,79 TLC.
ANALISIS PENGUKURAN WORK ABILITY SATUAN TUGAS COVID-19 MENGGUNAKAN METODE WORK ABILITY INDEX A Soleman; Mentari Rasyid; Mutmainah Handoyo
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.68-76

Abstract

Saat pandemi Covid-19, Satuan Tugas Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah pada Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular melakukan pekerjaan di dalam Kota Masohi maupun di kota-kota lain yang termasuk dalam kawasan Kabupaten Maluku Tengah. pada situasi pandemi saat ini, mengakibatkan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, seperti bertugas sebagai korlap (koordinator lapangan) untuk urusan karantina pasien Covid-19, tim laboratorium, tim RHA (Rapid Health Assesment), ataupun mengadakan perjalanan ke luar kota untuk melaksanakan berbagai tugas terkait Covid-19. Adapun tujuan dalam penelitian adalah mengukur mental workload dan work ability petugas satgas menggunakan metode work abilitu index. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh yaitu work ability 7 orang (23%) Satuan Tugas Covid-19 masuk dalam kategori excellent, 18 orang (60%) dengan kategori good dan 5 orang (17) dengan kategori moderate. Perbandingan kemampuan kerja antara pegawai laki-laki dan perempuan yaitu 41,53 dan 39,73. Keduanya sama-sama berada pada kategori good. Sedangkan berdasarkan kelompok usia, WAI tertinggi berada pada kelompok usia antara 27-33 tahun dengan rata-rata WAI (work ability index) sebesar 42,5 dan rata-rata WAI terendah berada pada kelompok usia 48-55. Ini mengidentifikasi bahwa semakin bertambahnya usia maka semakin menurun tingkat kemampuan kerjanya.
PERANCANGAN STABILIZER PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN UNTUK PENGISIAN BATERAI MOBIL Abdullah Darussalam; Ade Sunardi; Riyan Ariyansah
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.1-9

Abstract

Sistem kerja Pembangkit listrik Tenaga Angin ini secara sederhana memanfaatkan angin sebagai penggerak turbin kemudian dikonversikan menjadi energi listrik, namun listrik yang dihasilkan adalah berupa arus bolak balik karena menggunakan generator AC, oleh karena itu dibutuhkan rangkaian penyearah untuk merubah tegangan AC ke DC. Tingginya polusi seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor khususnya mobil dan semakin menipisnya bahan bakar fosil, maka dibutuhkan mobil berbahan bakar hemat energi. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk membuat Simulasi Performa Pembangkit Listrik Tenaga Angin Pada Mobil Listrik. Metode yang digunakan adalah merancang dan membuat kincir angin yang menggerakan generator untuk menyuplai arus listrik pengisian pada baterai. Baterai digunakan sebagai sumber arus untuk seluruh sistem kelistrikan serta sebagai tempat untuk menyimpan energi listrik pada saat terjadi proses pengisian. Baterai berfungsi untuk mensuplai arus listrik pada saat sistem starter agar mesin dapat dihidupkan, lampu-lampu dan komponen-komponen kelistrikan lainnya. Karena penggunaan energi listrik yang dibutuhkan oleh mobil listrik ini.
EVALUASI KINERJA POMPA SENTRIFUGAL BERKAPASITAS 600 KL/Hr PADA SISTEM PEMOMPAAN MINYAK Wulfilla Maxmilian Rumaherang; Corie Fany Refwalu; Cendy Sophia Edwina Tupamahu; Sefnath Josep Etwan Sarwuna; Edwina Jerusalem Rumaherang
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.17-27

Abstract

Pompa sentrifugal adalah pompa dengan efisiensi tinggi, konstruksi sederhana dan banyak digunakan di dunia. Pompa sentrifugal modern saat ini beroperasi dengan efesiensi lebih dari 70% pada berbagai nilai putaran. Namun kesesuaian kerja dengan sistem pemompaan merupakan masalah penting dalam engineering dimana pompa harus dipilih sesuai kebutuhan sistem sehingga dapat bekerja dengan baik dan effisien. Pemilihan dan pengoperasian pompa untuk aplikasi didasarkan pada kurva karakteristik yaitu hubungan antara head (H), daya (P) dan efesiensi (η) terhadap debit (Q) dan kesesuaiannya dengan system pemompaan. Berapakah nilai optimal kinerja pompa dan sistemnya merupakan masalah utama riset ini yang harus diselesaikan dengan tujuan menentukan kondisi optimal kerja pompa dan sistem pemompaan. Analisis dilakukan secara teoritis dan membandingkan hasilnya dengan data lapangan yang tersedia. Secara teoritis pompa kondisi optimum dimana parameter-parameter operasi berada pada nilai efesiensi pompa maksimum yaitu 70%, dimana head optimum pompa berada pada nilai Q/Qd =1,28 atau pada nilai debit Q = 0,054 m3/s, daya yang diberikan oleh pompa pada titik ini mencapai maksimum. Karena hasil perhitungan head pompa menunjukan hasil yang hampir mendekati nilai head aktual hasil pengamatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan teoritis dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perencanaan dan operasi sistem pemompaan.
TINJAUAN DAYA MOTOR INDUK MITSUBISHI S6R2-MPTK AKIBAT PERUBAHAN BAHAN BAKAR HSD KE BAHAN BAKAR B30 PADA KAPAL TUG BOAT MANUNGGAL 01 Olivia S. Lekal; Novitha L. Th. Thenu; Gertruida Stefani Norimarna
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.39-46

Abstract

Kebijakan pemerintah tentang pemberlakukan kebijakan perubahan penggunaan bahan bakar High Speed Diesel (HSD) ke bahan bakar Biodiesel (B30) bagi industri perkapalan telah membuat industri - industri perkapalan kembali berpikir untuk mengatur berbagai kebijakan secara internal menyangkut dengan berbagai pengelolaaan pengoperasian kapal. Oleh sebab itu, berbagai pengaruh yang berkaitan dengan perubahan konsumsi bahan bakar High Speed Diesel (HSD) ke bahan bakar Biodiesel (B30) perlu dikaji ulang sehingga tidak merugikan pihak kapal. Salah satu kajian yang perlu dilakukan adalah meninjau seberapa besar pengaruh perubahan bahar bakar HSD ke bahan bakar biodiesel terhadap daya motor induk. Objek penelitian yang digunakan pada peneilitan ini adalah motor induk Mitsubishi S6R2-MPTK pada Kapal Tug Boat Manunggal 01. Secara teoritis, besar daya motor induk didapatkan dari perhitungan thermodinamika akibat perubahan penggunaan bahan bakar. Perhitungan thermodinamika yang dibagi atas 2 bagian yaitu perhitungan akibat penggunaan bahan bakar HSD dan perhitungan akibat penggunaan bahan bakar B30 terhadap daya motor induk, setelah itu, membandingkan daya motor induk yang dihasilkan HSD dan B30. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa terjadi perubahan daya motor induk akibat perbedaan nilai Carbon 86%, Hidrogen 13,5%, Oksigen 1.0% untuk bahan bakar solar (HSD) dan untuk bahan bakar biodisel B30 nilai Carbon sebesar 83,5%, Hidrogen 13,5%, dan Oksigen 3%. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah daya efektif yang dihasilkan oleh bahan bakar solar (HSD) sebesar 610.00 Hp, sedangkan B30 sebesar 629.596 Hp. Maka dapat disimpulkan bahwa daya motor yang dihasilkan saat kapal menggunakan bahan bakar B30 lebih besar jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar HSD. Namun terdapat kekurangan pada pemakaian bahan bakar B30 yaitu pemakaian bahan bakarnya lebih boros jika dibandingkan dengan bahan bakar HSD.
ANALISA ENGINE PROPELLER MATCHING KM. SUNLIA 490 GT AKIBAT PERGANTIAN MESIN INDUK Fany Laamena; Latuhorte Watimury; Admiral Taihutu
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.1.77-84

Abstract

Abstrak. KM. Sunlia adalah kapal penumpang yang beroperasi di perairan Irian Jaya. Daya mesin induk kapal pada awalnya adalah 2 x 1600 HP. Denga daya sebesar ini, pemilik kapal berkeinginan dapat mencapai kecepatan 15 knot, tetapi dalam kenyataannya hanya mencapai kecepatan maksimal 12 knot, akhirnya mesin induk diganti dengan daya yang lebih kecil yakni 2 x 1100 HP. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa kecepatan maksimal kapal yang dicapai dengan daya mesin induk kapal yang baru. Melalui metode pengambilan data primer, sekunder dan studi literatur maka dilakukan perhitungan tahanan kapal dan EHP untuk variasi kecepatan, perhitungan distribusi daya terhadap propulsi dan perhitungan DHP, THP, BHP. Hasil Perhitungan tersebut dievaluasi BHP tersedia, system propulsi dan engine propeller matching. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, maka kapal untuk daya mesin induk yang baru dapat beroperasi dengan kecepatan 12 knot, dengan tahanan kapal adalah 128,242 kgf. Sistem propulsi yang optimal dengan daya dan kecepatan tersebut terpilih diameter propeller 1,78 m, P/D 0,1, efisiensi propeller 0,545. Adapun hasil analisa engine propeller matching dari kurva pembebanan propeller diperoleh titik operasi persentase yang dapat dipakai daya sebesar 81,85 % dengan putaran sebesar 79,60 %. Dengan demikian dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan daya mesin induk yang baru 2 x 1100 HP, kapal dapat mencapai kecepatan maksimal 12 knot.
EVALUASI PENENTUAN PEMENANG LELANG DENGAN METODE SISTEM NILAI UNTUK PENAWARAN KONTRAKTOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN WAIRUHU HATIVE KECIL Dian Resti Yunitasari; Christy Gery Buyang; Felix Taihuttu
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.72-78

Abstract

Dalam penentuan pemenang lelang sering terjadi yang mana terdapat budaya suap menyuap, proses pelelangan proyek pada penawaran Proyek Pembangunan Jembatan Wairuhu Hative Kecil Kota Ambon pihak pokja Kota Ambon menggunakan evaluasi sistem gugur, yang dimana penggunaan sering menghasilkan konstruksi yang kurang baik karena proses evaluasinya belum jelas dan rinci sehingga dapat menimbulkan perselisihan, pelaksanaan pembangunan tidak sesuai dengan rencana, kualitas konstruksi menjadi rendah, waktu penyelesaian proyek sering terlambat. Penelitian pada proyek jembatan Waihuru bertujuan untuk mendapatkan urutan calon pemenang penyedia barang/jasa (kontraktor) dengan sistem nilai dengan variasi bobot evaluasi teknis dan evaluasi biaya. Adapun beberapa perusahaan yang mengikuti penawaran tender yaitu diantaranya PT. Waagner Biro Indonesia, CV. Amanah konstruksi, CV Rachmanda Pratama, CV. Manawoko, CV. Dwi Tunggal Abadi, PT. Meranti Jaya Permai, CV. Mampu Membangun, PT. Rajawali Mitra Bersama, PT. Azriel Perkasa, PT. Cahaya Sakti Utama Jaya, PT. Lounusa Karya Mandiri, PT. Algira Utama Karya, CV. Graventia, PT. Lionel Bina Mandiri. Dari banyaknya perusahaan yang mengikuti penawaran tender pada proyek pembangunan jembatan Wairuhu hanya terdapat tiga perusahaan diantaranya PT. Azriel Perkasa, PT. Cahaya Sakti Utama Jaya, dan PT. Meranti Jaya Permai yang memenuhi syarat dan kriteria. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah bobot evaluasi pada penawaran tender tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan pengambilan data dan wawancara dilanjutkan dengan metode analisis. Hasil dari penggunaan metode tersebut mendapatkan tiga nilai yang digunakan yaitu, presentase evaluasi teknis 70% dan evaluasi biaya 30% mendapat nilai 39.076, evaluasi teknis 80% dan evaluasi biaya 20% mendapat nilai 44.207, dan evaluasi teknis 60% dan evaluasi biaya 40% mendapat nilai 33,945. Penggunaan 3 presentasi evaluasi teknis dan evaluasi nilai tersebut adalah untuk memperjelas ranking urutan calon pemenang tender, dan hasilnya yaitu sehingga PT. Azriel Perkasa ditetapkan menjadi pemenang dalam penawaran ini.
ANALISA PENGGUNAAN TIPE BUSI TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR EFEKTIF SEPEDA MOTOR KAPASITAS 135CC Sefnath Josep Etwan Sarwuna; Willem M E Wattimena; Jandri Louhenapessy; Arthur Y Leiwakabessy
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.36-43

Abstract

Busi merupakan salah satu dari rangkain komponen – komponen pengapian pada motor pembakaran dalam yang berfungsi sebagai penghasil busur api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Dalam perkembangnya, terdapat berbagai tipe busi di pasaran dengan desain dan karakteristik yang berbeda – beda untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tipe – tipe busi tersebut diantaranya busi standar dan busi platinum yang penggunaannya perlu di analisa terdapat konsumsi bahan bakar efektif pada sepeda motor kapasitas 135CC. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan tipe busi standar dan busi platinum terhadap pemakaian bahan bakar efektif pada sepeda motor 135CC. Penelitian bersifat ekspermental menggunakan sepeda motor kapasitas 135cc, pengujian dilakukan secara statis menggunakan alat bantu dynamometer prony brake. Data – data yang diukur berupa putaran motor, putaran prony brake, dan waktu berdasarkan variasi beberapa beban untuk tipe busi standar dan tipe busi pada platinum tiap reduction gear. Berdasarkan data – data yang diambil selanjutnya dihitung pemakaian bahan bakar per dan perhitungan pemakaian bahan bakar efektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemakaian bahan bakar efektif tertinggi pada busi standar dicapai pada reduction gear 1 sebesar 0,028 kg/wjam dan terendah reduction gear 4 sebesar 0,010 kg/wjam. Begitu juga pemakaian bahan bakar efektif tertinggi pada busi platinum dicapai pada reduction gear 1 sebesar 0,035 kg/wjam dan terendah pada reduction gear 4 sebesar 0,011 kg/wjam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa percikan api untuk tipe busi platinum lebih besar dan stabil untuk membakar campuran udara dan bahan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGERING KONVEKTIF RUMPUT LAUT TERINTEGRASI DENGAN PENUKAR KALOR TUBE BANK BARE IN-LINE PADA MASUKAN PANAS BERBEDA Ridolf Richard Kermite; Jandri Louhenapessy; Jainal Ulath
Journal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan dan Sains Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin, Elektro, Informatika, Kelautan & Sains
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/metiks.2023.3.2.15-28

Abstract

Fokus utama penelitian ini yakni penerapan penukar kalor tube bank bare in-line sebagai pemulihan limbah panas guna memanfaatkan limbah panas dari pengering konvektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan masukan panas yang efektif, dimana efektivitas maksimal guna mempersingkat waktu pengeringan dan menghemat pemakaian daya listrik. Metode penelitian secara eksperimen dilakukan dengan memvariasikan nilai masukan panas dari 300 hingga 700 W pada kecepatan udara 2 m/s, temperatur media pengering 50 C dan kelembaban relatif 40% konstan pada kondisi operasi sebelum dan sesudah penerapan pemulihan limbah panas. Pengambilan data berupa temperatur, kecepatan udara, kelembaban relatif dan masukan panas setelah tercapai keadaan tunak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa efektivitas menurun seiring meningkatnya masukan panas, dimana efektivitas maksimal pada masukan panas 300 W sebesar 93.94% dan 93.68% untuk kondisi operasi sebelum dan sesudah penerapan pemulihan limbah panas. Waktu pengeringan rumput laut minimal pada masukan panas 700 W untuk kondisi sebelum dan sesudah menerapkan pemulihan limbah panas masing-masing sebesar 660 dan 570 menit. Penghematan daya listrik maksimal pada masukan panas 300 W sebesar 7497.1 W atau 87.90% dan minimal pada masukan panas 700 W sebesar 5436.6 atay 85.96%. Disimpulkan bahwa pengering konvektif dengan pemulihan limbah panas dapat digunakan untuk pengeringan rumput laut pada kondisi operasi masukan panas 500 W, efektivtas 91.00%, waktu pengeringan 780 menit dan menghemat daya listrik sebesar 86.24%.

Page 3 of 4 | Total Record : 36