cover
Contact Name
Aulina Adamy
Contact Email
aulinaadamy@gmail.com
Phone
+6281298061066
Journal Mail Official
jurnal.rumoh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Aceh, Jl. Muhammadiyah No. 91 Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Rumoh: Journal of Architecture
ISSN : 20889399     EISSN : 27984648     DOI : https://doi.org/10.37598/rumoh
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah pada lingkup ilmu: arsitektur, lanskap, interior, perancangan kota dan permukiman serta arsitektur lingkungan. Rumoh menerima artikel ilmiah, studi kasus, studi literatur, laporan serta artikel untuk edisi khusus. Artikel ilmiah ini diterima dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture" : 6 Documents clear
PENGARUH GREEN INFRASTRUCTURE TERHADAP PERENCANAAN PROGAM INISIASI GREEN CITY BANDA ACEH 2023: The Influence of Green Infrastructure on the Planning of the Green City Banda Aceh 2023 Initiation Program Riza Fitri; Irin Caisarina
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.189

Abstract

Sebagai upaya mengatasi berbagai persoalan dan mendukung pengembangan Kota Banda Aceh, seperti kurangnya green infrastructure yang dapat digunakan sebagai pemasok energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu Kota Banda Aceh sudah merencanakan program inisiasi green city yang akan dicanangkan dikembangkan pada tahun 2023 mendatang. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi para perencana dalam menentukan perencanaan dan perancangan konsep green city yang akan ikut terlibat pula perencanaan-perencanaan green infrastructure. Maka dalam penelitian ini fokus yang akan dikaji mengenai keberadaan serta pengaruh green infrastructure terhadap perancanaan program inisiasi green city di Kota Banda Aceh yang akan diterapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode studi metode kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan terkait green infrastructure dan green city. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran terkait pengaruh penggunaan green infrastructure dalam mewujudkan program inisiasi green city yang akan diterapkan untuk kota Banda Aceh tahun 2023 mendatang.
STASIUN ACEH TV DI BANDA ACEH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH TECH: Aceh TV Station in Banda Aceh, Theme: High Tech Architecture Jerri Maisaputra; Effendi Nurzal
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.170

Abstract

Stasiun Aceh TV di Banda Aceh merupakan kantor televisi swasta yang menyajikan kearifan lokal budaya Aceh secara kreatif dan inovatif, serta program-program acara lainnya. Stasiun Aceh TV saat ini tidak sesuai standar untuk kegiatan penyiaran yang dilakukan dan juga lokasinya tidak sesuai dengan peruntukan lahan yang seharusnya. Lokasi perancangan Stasiun Aceh TV ini berada di Jl. Teuku Moh. Hasan, Gampong Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Perancangan Stasiun Aceh TV diharapkan bisa menjadi pusat informasi, mejadi tempat edukasi serta tempat pengiklanan bagi masyarakat dan pengusaha di Aceh. Bangunan Stasiun Aceh TV dirancang bertema Arsitektur High Tech dengan menerapkan konsep Work Space pada ruang kerja karyawan, dan penerapan pilotis sebagai area parkir, penggunaan warna yang cerah pada fasad bangunan, ekspose struktur dan utilitas bangunan. Material struktur utama yang digunakan adalah baja WF dan H-Beam. Untuk material lantai menggunakan panel lantai AAC, dengan lapisan penutupnya menggunakan marmer, granit, material dinding menggunakan GRC, ACP, kaca flim dan kaca laminasi. Adapun analisis yang digunakan pada perancangan ini adalah analisis fungsional dan analilis tapak. Luas site untuk perancangan Stasiun Aceh TV adalah 21.715 m² dan luas bangunan 12.994 m², dengan massa tunggal yang berjumlah 6 lantai. Pada Stasiun Aceh TV terdapat 3 studio, ruang aula, ruang galeri/workshop, kantin, musala, ruang direksi dan karyawan, ruang menyusui, smoking area, ruang istirahat/ game, dan ruang penunjang lainnya.
SENSE OF PLACE PADA RUANG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS INDONESIA: Sense of Place in the University of Indonesia Library Nisa Putri Rachmadani; G. Prasetyo Adhitama; Agus Sachari
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.192

Abstract

Perpustakaan akademik sebagai sebuah tempat sosial bagi mahasiswa dimaknai sebagai sebuah tempat yang sunyi dan tenang. Tetapi konsep library as a place membawa perpustakaan menjadi sebuah tempat beraktivitas sosial baik akademik maupun non-akademik. Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu perpustakaan akademik di Indonesia yang mengusung konsep library as a social place. Dengan konsep library as a place, Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia diharapkan akan meningkatkan tingkat kenyamanan pengguna perpustakaan. Fenomena library as a place yang tercipta antara keseimbangan aktivitas akademik dan non-akademik menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Melalui teori Place milik Hashemnezhad, maka dikaji pengaruh aspek fisik, emosi dan perilaku terhadap makna yang terbentuk pada ruang perpustakaan sebagai ruang publik. Dalam mengkaji penelitian ini secara komprehensif, metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan strategi eksploratori sekuensial. Sampel dalam penelitian ini adalah pengunjung yang Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, baik warga Universitas Indonesia maupun non-UI, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) aspek fisik area perpustakaan yang paling mempengaruhi kepuasan pengunjung perpustakaan adalah suhu ruang; (2) suasana nyaman yang tercipta dari aktivitas sosial yang terjadi terbentuk dari adanya elemen ruang sosial (plaza dan lobi) sehingga perpustakaan akademik juga berperan sebagai tempat untuk berinteraksi sosial dan tempat bersantai; dan (3) pengunjung perpustakaan memaknai ruang perpustakaan sebagai tempat mencari ide/gagasan/inspirasi. Makna tempat (place) pada perpustakaan akademik terbentuk oleh perannya sebagai ruang sosial. Kehadiran ruang sosial pada Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia menjadikan identitas baru bagi perpustakaan akademik, sehingga Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia memiliki ciri khas dan ketertarikan untuk dikunjungi.
GALERI KOPI DI BANDA ACEH, TEMA: INTANGIBLE METAPHORS: Coffee Gallery in Banda Aceh, Theme: Intangible Metaphors Aurora Vidya Faramita; T. Eka Panny Hadinata
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.168

Abstract

Aceh dan kopi merupakan dua hal yang tak terpisahkan sampai saat ini, menikmati kopi sudah menjadi tradisi yang sangat melekat sebagai gaya hidup masyarakat Aceh. Kebiasaan masyarakat untuk minum kopi memunculkan banyak warung kopi sehingga menghadirkan icon bahwa Banda Aceh terkenal dengan kota “1001 warung kopi”. Kopi Aceh (kopi gayo) juga sudah terkenal di kalangan manca negara, dan terdapat pula jenis kopi lainnya selain kopi gayo yang juga dinikmati oleh masyarakat. Dalam berbagai pameran dan event lainnya, gerai kopi Aceh juga hampir selalu ada, bahkan Festival Kopi Aceh juga turut digelar sebagai event tahunan kota. Dengan berbagai isu pendukung di atas, sudah selayaknya hadir sebuah wadah yang menampung berbagai dari kegiatan tersebut, baik kegiatan untuk pameran kopi, edukasi, dan pusat belanja kopi. Galeri Kopi di Banda Aceh ini direncanakan sebagai media promosi (marketing) kopi, tempat pameran skala nasional maupun internasional serta memberikan edukasi tentang kopi Aceh bagi masyarakat. Tujuan perancangan ini adalah meningkatkan promosi dan nilai jual kopi Aceh di tingkat nasional dan internasional sehingga kopi Aceh semakin dikenal masyarakat Indonesia dan mancanegara. Lokasi rancangan berada di Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Galeri Kopi di Banda Aceh menggunakan tema Intangible Metaphors yaitu yang berasal dari filosofi circle of life dan mengusung konsep urat nadi yang merupakan sumber kehidupan, layaknya minuman kopi yang selalu menjadi sumber kebiasaan bagi masyarakat Aceh. Bangunan dirancang menggunakan bentuk-bentuk garis lingkaran, lengkungan, naik turun serta finishing fasad dinding yang mewakili wujud dari urat nadi itu sendiri. Galeri kopi dirancang bermassa tunggal dengan daya tamping maksimal 300 orang/hari. Luas lahan 22.791 m² (2.2 Ha) dengan KDB 15.953 m² dan KLB 79.768 m². Fasilitas yang terdapat pada bangunan Galeri Kopi di Banda Aceh yaitu retail, café outdoor, café indoor, area pameran, area display, area roasting, area pembuatan kopi, area tester, ruang seminar, dan ruang pengelola.
IDENTIFIKASI PENERAPAN KONSEP NEW NORMAL PADA KAFE DI ACEH: Identification of Application of the New Normal Concept at Cafes in Aceh Qurratul Aini; Henny Marlina; Febria Ningsih; Irval Huzairi
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.193

Abstract

Jumlah kafe di Aceh semakin hari semakin bertambah, sehingga menambah wadah berkumpul bagi masyarakat dalam bersosialisasi secara langsung. Saat kondisi pandemic Covid-19, kafe menjadi salah satu area publik yang dihimbau untuk mengatur pembatasan sosial. Berbagai kebijakan untuk menekan penularan virus dilakukan, yaitu; pembatasan waktu, pembatasan jarak dan pembatasan kuantitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan konsep new normal pada beberapa kafe di Aceh. Jumlah sampel adalah 21 kafe, yang berada di beberapa wilayah Aceh. Hasil yang diperoleh bahwa sebagian besar kafe yang berada di Aceh belum menerapkan konsep new normal secara signifikan, di mana 43% dari 21 kafe belum menerapkan konsep new normal. Penerapan konsep new normal yang paling banyak diterapkan adalah dengan memberi jarak lebih jauh antar set furniture yaitu mencapai 57%. Konsep lain yang juga diterapkan adalah mewajibkan memakai masker, sistem layanan take away dan mempertimbangkan penghawaan dan pencahayaan yang baik.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELESTARIAN MONUMEN BENCANA SEBAGAI CAGAR BUDAYA PADA SITUS KAPAL PLTD APUNG DI BANDA ACEH: Community Perception for Preservation of Disaster Monumen as Heritage at the Site of PLTD Apung Zya Dyena Meutia
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.194

Abstract

Monumen bencana adalah objek, bangunan atau tempat yang berfungsi untuk mengenang sebuah peristiwa yang dapat diteruskan dari generasi ke generasi sebagai pembelajaran dan pengingat. Penelitian ini mengambil studi kasus di situs monumen bencana Kapal PLTD Apung, Banda Aceh sebagai sebuah situs pengingat bencana maha dahsyat tsunami, yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan wisata sejarah dan tsunami. Namun berdasarkan observasi dan juga dukungan literatur, diketahui masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian dan partisipasi untuk menentukan situs sebagai cagar budaya. Selama ini, banyak masyarakat hanya sebagai pengunjung dan belum mengambil peran dalam program-program pelestarian yang mengarah pada pertimbangan untuk menetapkan situs tersebut sebagai cagar budaya. Dibutuhkan identifikasi persepsi dan nilai-nilai signifikan yang dipahami masyarakat dalam melestarikan monumen bencana situs Kapal PLTD Apung Banda Aceh. Studi ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dimana subjek sebagai instrumen utama berdasarkan wawancara mendalam dan observasi serta didukung data-data kuesioner kepada informan. Berdasarkan temuan penelitian pentingnya memahami sudut pandang masyarakat dalam melestarikan serta hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sejarah, sosial, budaya, memori, religius, ketangguhan, dan ekonomi menjadi nilainilai signifikan dalam pertimbangan pelestarian monumen bencana situs Kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya. Diharapkan penelitian ini dapat memberi kontribusi berupa melestarikan kawasan hasil bencana tsunami sebagai cagar budaya. Penelitian juga memberikan rekomendasi untuk arsitek dan perencana kota dalam menyusun kebijakan perencanaan monumen bencana situs kapal PLTD Apung sebagai cagar budaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6