cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2014)" : 9 Documents clear
Pelaksanaan Program Gerakan Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banyumas (Evaluasi Program Berdasarkan Goal Oriented Model) Fauzi Fauzi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.099 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp274-288

Abstract

Abstract: This article presents the results of an evaluative study on theimplementation of a national movement for early childhood education (Paudisasimovement) in Banyumas district. The selected program evaluation model that isgoal oriented models. The study results showed that the general implementation ofPaudisasi movement in Banyumas district has led to the achievement of the setprogram standards. Yet still found lest than optimal program on every aspect of theprogram is based on criteria or indicators specified program. Necessary to optimizethe implementation of a national movement programs for early childhood educationin a more creative, substantive and qualitative.Keywords: evaluation of the program, a national movement for early childhoodeducation. Abstrak: Artikel ini memaparkan hasil kajian evaluatif atas pelaksanaangerakan nasional pendidikan anak usia dini (gerakan Paudisasi) di kabupatenBanyumas. Model evaluasi program yang dipilih yakni goal oriented model. Hasilkajian menunjukan bahwa secara umum pelaksanaan gerakan Paudisasi dikabupaten Banyumas telah mengarah pada upaya pencapaian standar programyang ditetapkan. Namun demikian masih ditemukan kekurangoptimalanpelaksanaan program pada setiap aspek program berdasarkan kriteria atauindikator program yang ditetapkan. Diperlukan optimalisasi implementasi programgerakan nasional pendidikan anak usia dini secara lebih kreatif, substantif, dankualitatif.Kata Kunci: evaluasi program, gerakan nasional pendidikan anak usia dini.
Gerakan Salafi Alumni Laskar Jihad (Studi Kasus Pondok Pesantren Salafi Al-Manshuroh di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap) Supani Supani
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.184 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp179-193

Abstract

Abstract: This study was aimed at explaining 1) the movement pattern of LaskarJihad Alumni in Mujur, Disctrict of Kroya, Cilacap Regency, 2) its development, and3) social respond in the district. This is a field research using a qualitative approach.Data were collected through observations and interviews. The findings of this researchare as follows. 1) The movement of Laskar Jihad alumni in Mujur, Disctrict of Kroya,Cilacap Regency converts itself from its nature as a Jihad-oriented movement (inconflict area of Ambon and Poso) to an education-oriented movement. 2) There aresome different social responds to this movement, i.e. [a] some people give neutralrespond to this movement and do not feel bothered with the existence of thismovement, but they do not give any support to it; [b] some people give positiverespond, do not feel bothered, and support the movement; [c] some people givenegative respond to it, feel bothered and feel disturbed by this movement. Thevariety of responds depends on whether the existence of this movement will giveadvantage, disadvantage, even threat to each group of society. 3) Local governmentof Kroya District gives a neutral respond to this movement and other religiousmovement existing in the district. The local government expects all religiousmovement to respect one another, including the previously existing religiousmovements such as NU and Muhammadiyah.Keywords: Salafi, Laskar Jihad alumnae, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,government. Abstrak: Penelitian ini menemukan bahwa pertama gerakan salafi alumnilaskar jihad di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap mengalamipergeseran dari pola gerakan jihadi (gerakan “jihad” di wilayah konflik, Ambondan Poso) menjadi pola gerakan yang berorientasi pada pendidikan. Kedua,respons masyarakat terhadap gerakan salafi beragam, yaitu: [1] ada kelompokmasyarakat yang merespon dengan sikap netral, mereka tidak merasa terganggudengan keberadaan gerakan salafi, tetapi mereka juga tidak mendukung gerakantersebut, [2] ada kelompok masyarakat yang merespon dengan positif, merekamerasa tidak terganggu dan mendukung keberadaan gerakan salafi, [3] adakelompok masyarakat yang merespon dengan negatif, mereka merasa tergangguatau dirugikan dengan keberadaan gerakan salafi. Respon masyarakat yangberagam tersebut terkait dengan apakah keberadaan gerakan salafi mengancam, merugikan, atau menguntungkan bagi keberlangsungan kelompok masyarakattertentu. Ketiga, pemerintah Kecamatan Kroya pada posisi netral dalam meresponberbagai respon yang beragam terhadap keberadaan gerakan salafi alumni laskarjihad di Desa Mujur Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Yang terpenting bagipemerintah bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh fahamkeagamaan yang ada tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang ada.Namun demikian, untuk menciptakan kehidupan beragama yang harmonis,pemerintah menghimbau kepada seluruh faham/ organisasi keagamaan yangada di wilayah Kroya agar saling menghormati satu sama lain, lebih khusus kepadafaham keagamaan yang baru (seperti salafi) agar lebih menghormati organisasikeagamaan yang telah lama ada di wilayah Kroya (seperti Nahdlatul Ulama danMuhammadiyah).Kata kunci: Salafi, alumni laskar jihad, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah,dan pemerintah.
Dinamika Perubahan Paradigma Pendidikan: Studi tentang Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam di SD/MI di Wilayah Kabupaten Banyumas dalam Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dan Penilaian Otentik Kurikulum 2013 Suparjo Suparjo
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.582 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp194-210

Abstract

Abstract: This study was aimed at explaining the changes of educationparadigm among islamic education teachers in elementary schools and islamicelementary schools in Banyumas Regency, shown by teacher’s readiness inimplementing Curriculum 2013, especially in applying scientific method andauthentic assessment. This research used mixed methods, quantitative andqualitative methods. The research found that Islamic education teachers in bothgeneral and islamic elementary schools are ready to implement Curriculum 2013.In addition, they are also ready apply and develop scientific learning model andauthentic assessment as well as adapt to the new education paradigm. However,because of the lack of socialization, training, and facilities, they get some difficultiesin mastering knowledge about the curriculum and its implementation. From theresearch findings, it can be concluded that curriculum can be a starting point tochange the paradigm and practices of education as far as it is prepared and facilitated.Keywords: education paradigm, teacher, religious education, curriculum 2013. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa guru PAI di SD maupun guru MI sudahsiap mengimplementasikan Kurikulum 2013, merasa mampu menerapkannyadalam mengembangkan model pembelajaran saintifik, penilaian otentik dan menyesuaikannyadengan paradigma baru pendidikan. Hanya saja, karena sosialisasidan pelatihan serta instrumen pendukung kurikulum belum tersedia secara makismal.Karenanya, mereka mengalami kendala dalam pengetahuan dan kemampuanmengimplementasikannya. Berdasarkan temuan tersebut dapat diambil kesimpulanbesar yakni, kurikulum mampu menjadi titik awal mengubah paradigmadan praktik pendidikan sesuai tuntutan idealisme pendidikan itu sendiri sejauhdilakukan persiapan dan fasilitas pendukung yang memadai.Kata Kunci: paradigma pendidikan, guru, pendidikan agama, dan kurikulum2013
Tradisi Kematian Wong Islam Jawa Suwito Suwito; Agus Sriyanto; Arif Hidayat
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.801 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp211-234

Abstract

Abstract: This study was aimed at revealing how Javanese Moslem’s traditionsof mortality is understood by the performers, both of great and little tradition, andwhat their meanings are. These two points evolve from time to time. Some variationsfound in the tradition of Javanese Moslem’s mortality are caused by the distance ofthe performers from the center of governance and the different time of performance.In regards to these variations, there are some interesting views. First, in understandingtheir belief and performing their tradition of mortality, Javanese Moslems has aprinciple that the tradition is an expression of honor to human being and it has asymbolic meaning. Second, Javanese Moslem mean mortality as a return way toGod that requires sincerity and a belirf that God is the only to worship. JavaneseMoslems perceive that God is forgiveful that human beings should pray and apologizefor their mistakes.Key words: tradition, Javanese Islam, variation, God, and Faith. Abstrak: Tulisan ini berusaha untuk mengungkap tentang tradisi kematian WongIslam Jawa dipahami oleh pelakunya dalam framework great and little tradition, danmakna di dalam tradisi kematian Wong Islam Jawa. Dua hal tersebut, bila diungkap dandipahami dalam tataran praktik, adakalanya memiliki pergeseran. Variasi yang munculdalam tradisi kematian Wong Islam Jawa karena jarak yang jauh dari pusat, juga karenaperubahan dari waktu ke waktu (evolusi). Dalam hal ini, ada beberapa pandangan menarik:Pertama, Wong Islam Jawa dalam memahami keyakinan dan menjalankan praktiktradisi kematian memiliki dasar yang leluhur sebagai tata cara penghormatan kepadamanusia yang hidup, serta memiliki dimensi simbolik dengan alam lain. Kedua, WongIslam Jawa dalam memaknai kematian sebagai jalan kembali kepada Tuhan sehinggaharus dalam keadaan suci dan tetap memiliki keyakinan bahwa Allah SWT adalah satusatunyayang pantas disembah. Pandangannya berdasar pada Tuhan YangMahapengampun sehingga manusia hendaknya senantiasa berdoa untuk minta maafatas kesalahan yang pernah diperbuat.Kata Kunci: tradisi, Wong Islam Jawa, variasi, Tuhan, dan keyakinan.
Membongkar Konstruksi Politik di Media Massa Analisis Wacana terhadap Harian Kompas Tahun 2013-2014 Umi Halwati
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.608 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp235-257

Abstract

Abstract: This research is motivated by politics that can not be separated fromthe mass media. The mass media is an effective mediator in the publication ofpolitical ideology in an attempt to win public support. This study is a qualitativeresearch approach of critical discourse analysis Teun A. Van Djik. Results of thisstudy are: in terms of thematic, more news in Kompas takes the theme of presidentialcandidate and direction of the coalition at presidential elections in 2014. In theschematic aspect, Kompas has a systematic scheme from the start the title, leadand body mutually sustainable. In terms of semantics, the meaning is emphasizedKompas in reporting each party has a presidential candidate, but legislative electionand electability figures that will be decisive. In stylistic aspect, Kompas use wordsthat universal, humanistic, and not dry. Kompas also using graphic elements tohighlight or emphasize deemed important by using photos or images and alsographs and put political news in the headline.Keywords: politics, media, discourse analysis. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan politik yang tidakdapat dipisahkan dari media massa. Media massa merupakan mediator yangefektif dalam publikasi ideologi politik dalam taraf memenangkan dukungan publik.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacanakritis Teun A. Van Djik. Hasil penelitian ini adalah: dari segi tematik, pemberitaan diKompas lebih banyak mengambil tema tokoh kandidat capres dan arah koalisipemilihan presiden 2014. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skemayang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Darisisi semantik, makna yang ingin ditekankan Kompas dalam pemberitaannya adalahmasing-masing partai mempunyai kandidat capres, tetapi pileg dan elektabilitastokoh yang akan menjadi penentu. Dalam Dari aspek stilistik, Kompas menggunakankata-kata yang universal, humanistis, dan tidak kering. Menggunakanelemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap pentingdengan menggunakan foto atau gambar dan juga grafik serta menaruh beritapolitik dalam headline.Kata kunci: politik, media, analisis wacana.
Transformasi Identitas Mahasiswa-Santri (Studi Fenomenologi Perubahan Identitas Mahasiswa STAIN Purwokerto Program 'Pesantrenisasi' Tahun Akademik 2013-2014) Uus Uswatusolihah
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.067 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp258-273

Abstract

Abstract: This study was aimed at knowing the transformation of identity amongstudents joining Pesantrenisasi Program in State College on Islamic Studies ofPurwokerto in the academic year 2013-2014. This study explored their own perceptionof being a student of the college and a santri. This is a qualitative research withinterviews as the main method of collecting data. A number of students wereinterviewed to get the answers of research questions. This research found thatpesantrenisasi program is successful in making closed relationship betweenstudent and pesantren (Islamic boarding school). The life in pesantren has madesome students transform their identity. The transformation happens gradually andslowly through unspontaneous self-dialogue. This transformation also gives them anew self-image, a new self-language, and new relationships with others as well asnew bounds with social norms. Before living in a pesantren, they imagine pesantrenas a dirty, massy, strict, and fully scheduled place of living. This image graduallychanges after they experience themselves living in pesantren. A new image comesto them that pesantren is an ideal place to study religious knowledge, to train aperson to be mature and having good character, and to perform more worship toGod. Some of the transformations include the quantity and quality of their worship aswell as their attitude and behavior to be more discipline, independent, and humble.Keywords: identity transformation, students, pesantren. Abstrak: Hasil penelitian ini adalah bahwa program pesantrenisasi telahberhasil mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan pesantren dan menyebabkanterjadinya perubahan atau transformasi identitas diri sebagian mahasiswa.Transformasi itu sendiri pada umumnya berjalan secara perlahan dan melaluiproses-proses perenungan dan dialog diri yang tidak spontan. Transformasi jugamembuat mereka memperoleh citra diri yang baru, bahasa diri yang baru,hubungan-hubungan yang baru dengan orang-orang lain dan ikatan-ikatan yangbaru dengan tatanan sosial. Sebelum tinggal di pondok pesantren, mereka mendefinisikandunia pesantren adalah tempat yang kumuh, tidak rapi, memiliki banyakperaturan yang mengekang. Definisi ini berubah selama mereka berada di pesantren: Pondok pesantren adalah tempat yang ideal untuk menuntut berbagaiilmu agama, melatih diri menjadi lebih dewasa dan berkarakter yang baik sertamemperbanyak ibadah seraya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapaperubahan terjadi dalam kuantitas dan kualitas ibadah, perubahan dalam sikapdan perilaku yang lebih disiplin, mandiri dan sederhana, serta peningkatanpengetahuan berbagai ilmu agama Islam.Keywords: perubahan identitas, mahasiswa, pesantren.
Media Internet, Koran, dan Majalah Berbahasa Arab dalam Pembelajaran Tarjamah di Kelas Prodi PBA Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Ali Muhdi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.374 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp289-303

Abstract

Abstract: In learning translation, themes or texts selection from internet media,newspapers, and magazines are more attractive over from the classics or bookspurely religious texts. The Internet, newspapers, and magazines represents thefaster change and development of language that actual in communities, as well asover-accommodative adaptive to new vocabularies of contemporary and popular.Similarly, the responses of the students feel more comfortable to use materials fromthe Internet, newspapers, and magazines in Arabic Translations in the learningprocess. They are more interested because the texts are more able to absorb theactuality of discourse or emerging opinion. As well as the variations of the themethat made the students do not get bored with the learning process that takes place.Keywords: Media, Internet, newspapers, magazines, translation. Abstrak: Proses pembelajaran tarjamah bahasa Arab dimulai dengandiberikannya pengantar tentang teori atau beberapa konsep dasar penerjemahanbahasa Arab yang baik berikut langkah yang mudah dan praktis. Respon paramahasiswa terhadap media internet, Koran, dan majalah berbahasa Arab dalamproses pembelajaran Tarjamah adalah merasa senang dan lebih tertarik jika materiteks tarjamah berasal dari media internet/koran/majalah berbahasa Arab. Alasanmereka jika dibandingkan teks yang berasal dari kitab-kitab klasik, teks darimedia internet, koran, majalah, atau media modern lainnya lebih bisa menyerapaktualitas wacana atau opini yang sedang berkembang. selain itu, ada variasitema yang menjadikan para mahasiswa tidak merasa bosan karena selalu adahal baru dan menarik yang diperbincangkan atau didiskusikan di dalam kelas.Kata Kunci: Media, Internet, koran, majalah, penerjemahan.
Reunifikasi Sains dan Agama Sebuah Ikhtiar STAIN Purwokerto dalam Mengatai Problem Dikotoministik Ilmu Slamet Yahya
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.242 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp304-320

Abstract

Abstract: This research was aimed at explaining the efforts of State College onIslamic Studies (STAIN) of Purwokerto to actualize the reunification of science and religionand the reason why this college implemented such a policy. This is a qualitative researchin which the data were gained through document study, observation, and interview. Thisresearch found that State College on Islamic Studies of Purwokerto actualized thereunification of science and religion through developing its vision and mission into ajargon ‘STAIN Purwokerto is the Center for Science and Religion’, comprising aspectsof epistemology, axiology, and ontology. Meanwhile the efforts to achieve this ambitionare actualized through balancing the distribution of social and natural science, developinglearning process, developing research programs, developing social work, and developingnetworking with national and international institutions.Keywords: reunification, science, religion. Abstrak: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam upaya paradigmatik STAINdalam mewujudkan reunifikasi sains dan agama adalah dengan mengembangkanVisi dan Misi ke dalam “Jargon STAIN sebagai Arsy Ilmu dan Agama”, baikdari segi epistemologis, aksiologis, maupun ontologisnya. Upaya akademik STAINdalam mewujudkan reunifikasi sains dan agama pertama; menyeimbangkandistribusi ilmu pengetahuan, khususnya antara ilmu-ilmu sosial-keagamaan danhumaniora dengan ilmu-ilmu eksakta, kedua; pengembangan kegiatan pembelajaran,ketiga; pengembangan penelitian, keempat; pengembangan bidangpengabdian masyarakat, dan kelima; pengembangan networking baik denganinstansi dalam maupun luar negeri.Kata kunci; reunifikasi, sains, agama.
أثر القراءات القرآنية في توجيه المعنى التفسيري Muhammad Sofwan
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.128 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp321-334

Abstract

Abstract: This study was aimed at knowing differences of meaning resultedfrom different qiro’at and explaining the sources of difference that cause differentinterpretation. This study also explains the definition and types of qiro’at as wellas opinions of ’Ulama in stating that it is obligatory to follow the correct ‘qiro’at.In addition, this study also presents some examples of different qiro’at in differentverses or chapters of the holy Qur’an based on ‘Asyarah qiro’at leader.Keywords: qiro’at, meaning differences, Imam qiro’at Asyarah. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang efek ma’na yang muncul karenaperbedaan Qira’at. Dengan tujuan menjelaskan sumber-sumber perbedaan paraImam dalam Qira’at yang menjadikan perbedaan dalam arah penafsiran mereka.Di sini dijelaskan definisi dan macam-macam qira’at serta pendapat para Ulamadalam menghukumi wajibnya berpegang teguh pada qira’at yang shohih. Padatulisan ini juga terdapat beberapa contoh perbedaan Qira’at pada beberapa suratal-Qur’an dengan menyandarkan masing-masing bacaan kepada Imam qira’at‘Asyarah. Menjelaskan bagaimana cara mereka mengarahkan perbedaan qira’atpada penafsiran ayat-ayat al-Qur’an dengan mengacu pada referensi dari bukubukubahasa serta Hadist Nabi Muhamad SAW.Kata Kunci: qiro’at, perbedaan makna, Imam qiro’at Asyarah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9