Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TEOLOGI BENCANA; SOLUSI PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS AL-QUR’AN Muhdi, Ali
Jurnal Kependidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.187 KB)

Abstract

Every person should be able to learn the causes of the disaster among them . This is needed so that people can anticipate and avoid the coming disaster in the days to come . Humans can also learn from history or record of previous ones related disaster or calamity that befell at that time to take a lesson or knowledge about how to respond should disaster. In the next stage, become an important environmental education are given to prepare the various ways in which humans actively to manage their environment properly. Environmental education can also be interpreted as efforts to establish expertise, guidance, and rules to understand and measure the proper relationship between man and his environment, and explain the importance of keeping the environment resources. This work is done for the realization of human prosperous in order to get a degree and a good decent life. Setiap orang harus dapat mempelajari penyebab bencana di antara mereka. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menghindari datangnya bencana di masa yang akan datang. Manusia juga bisa belajar dari sejarah atau catatan yang sebelumnya bencana atau musibah yang menimpa pada saat itu untuk mengambil pelajaran atau pengetahuan tentang bagaimana menanggapi seharusnya bencana yang terkait. Pada tahap selanjutnya, menjadi pendidikan lingkunganpenting diberikan untuk menyiapkan berbagai cara di mana manusia secara aktif untuk mengelola lingkungan dengan baik. Pendidikan lingkungan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun keahlian, bimbingan, dan aturan untuk memahami dan mengukur hubungan yang tepat antara manusia dan lingkungannya, dan menjelaskan pentingnya menjaga sumber daya lingkungan. Upaya ini dilakukan demi terwujudnya sejahtera manusia untuk mendapatkan gelar dan kehidupan yang layak baik.
تعليم اللغة العربية في كامبونج عرب كبومين (درسة في المادة والطريقة) MUHDI, ALI
TARLING Journal of Language Education Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Tarling Vol 1 No. 1 Tahun 2017
Publisher : TARLING Journal of Language Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun pembelajaran Bahasa Arab di Kampung Arab ini, memiliki tujuan khusus untuk menghasilkan alumni peserta didik yang mampu berkomunikasi secara aktif dalam kehidupan sehari hari dengan menggunakan bahasa Arab, baik dengan percakapan ‘amiyah (harian) maupun percakapan fushha (standar). Mereka diharapkan dapat mempraktekkan percakapan bahasa Arab yang mereka kuasai dimanapun mereka berada, saat di rumah, sekolah, toko, pasar, bandara, hotel, stasiun, terminal, tempat wisata, dan lain-lainnya.Materi-materi yang diajarkan mudah diterapkan (applicatived) dan aktual bagi peserta didik, sebab materi tersebut dapat langsung digunakan dan dipraktekkan secara sesuai dengan konteks kehidupan kita sehari-hari. Ada materi percakapan tematik tentang makanan, minuman, perkenalan, ucapan-ucapan selamat, bilangan, hitungan, jam, hari, bulan, dan lainnya, ditambah materi tempat (makany) seperti percakapan di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, di pasar, di rumah sakit, di terminal, hingga materi di bandara, hotel, kemudian ada percakapan di kota Makkah-Madinah saat ibadah haji dan umrohMelalui perpaduan dan variasi metode yang digunakan mulai dari metode reading aloud (membaca keras), metode tikrar, Metode Istima’, metode muhadasah, metode insya’, metode tanya jawab, metode mujadalah (diskusi), metode bernyanyi, metode muhadlarah (ceramah atau pidato), metode masrahiyyah (drama), hingga metode membaca puisi. Semua itu merupakan kreatifitas pembelajaran yang dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran di Kampung Arab Kebumen, dengan suasana hati yang menyenangkan dan mudah diterima oleh mereka.Kata kunci: Tujuan, Materi, dan Metode.
تعليم اللغة العربية في كامبونج عرب كبومين (درسة في المادة والطريقة) MUHDI, ALI
Tarling : Journal of Language Education Vol 1 No 1 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi PBA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.832 KB) | DOI: 10.24090/tarling.v1i1.1126

Abstract

Adapun pembelajaran Bahasa Arab di Kampung Arab ini, memiliki tujuan khusus untuk menghasilkan alumni peserta didik yang mampu berkomunikasi secara aktif dalam kehidupan sehari hari dengan menggunakan bahasa Arab, baik dengan percakapan ‘amiyah (harian) maupun percakapan fushha (standar). Mereka diharapkan dapat mempraktekkan percakapan bahasa Arab yang mereka kuasai dimanapun mereka berada, saat di rumah, sekolah, toko, pasar, bandara, hotel, stasiun, terminal, tempat wisata, dan lain-lainnya. Materi-materi yang diajarkan mudah diterapkan (applicatived) dan aktual bagi peserta didik, sebab materi tersebut dapat langsung digunakan dan dipraktekkan secara sesuai dengan konteks kehidupan kita sehari-hari. Ada materi percakapan tematik tentang makanan, minuman, perkenalan, ucapan-ucapan selamat, bilangan, hitungan, jam, hari, bulan, dan lainnya, ditambah materi tempat (makany) seperti percakapan di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, di pasar, di rumah sakit, di terminal, hingga materi di bandara, hotel, kemudian ada percakapan di kota Makkah-Madinah saat ibadah haji dan umroh Melalui perpaduan dan variasi metode yang digunakan mulai dari metode reading aloud (membaca keras), metode tikrar, Metode Istima’, metode muhadasah, metode insya’, metode tanya jawab, metode mujadalah (diskusi), metode bernyanyi, metode muhadlarah (ceramah atau pidato), metode masrahiyyah (drama), hingga metode membaca puisi. Semua itu merupakan kreatifitas pembelajaran yang dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran di Kampung Arab Kebumen, dengan suasana hati yang menyenangkan dan mudah diterima oleh mereka. The Arabic language learning in this Kampung Arab, has a special purpose to produce alumni of students who are able to communicate actively in daily life using Arabic, either with 'amiyah (daily) conversation or fushha (standard) conversation. They are expected to practice Arabic conversations they control wherever they are, at home, schools, shops, markets, airports, hotels, stations, terminals, attractions, and so on. The material taught is applicatible and actual for the learner, because the material can be directly used and practiced in accordance with the context of our daily life. There are thematic conversations about food, drink, introductions, congratulations, numbers, counts, hours, days, months, and more, plus place material (locations) like home conversations, at school, in the office, in the shop, at markets, hospitals, terminals, to materials at airports, hotels, then there is a conversation in the city of Makkah-Madinah during the pilgrimage and umroh. Through mixing and variation of methods used from reading aloud method, tikrar method (repeating), Istima 'method (listening), muhadasah method (conversation), insya’ method (writing), su’al wa al-jawab method (question and answer), mujadalah method (discussion), singing method, muhadlarah method (speech) masrahiyyah method (drama), to the method of reading poetry. All of it is a learning creativity that can arouse the interest of learners to be active in following the learning process in Kampung Arab Kebumen, with a pleasant mood and easily accepted by them. تعلم اللغة العربية في هذا كامبونج العربية، له غرض خاص لإنتاج اللغة العربية، إما مع "الأمية (يوميا) محادثة أو محادثة القياسية. ومن المتوقع أن يمارسوا المحادثات العربية التي يسيطرون عليها أينما كانوا والفنادق والمحطات والمحطات، والمعالم السياحية، وهلم جرا. المواد التي يتم تدريسها هي تطبيقية والفعلية للمتعلم، لأن المواد يمكن استخدامها وممارستها وفقا لسياق حياتنا اليومية. هناك العديد من المواقع الأخرى ذات الصلة بالطعام والشراب والمقدمات والتهاني والأرقام والعدد والساعات والأيام وغيرها، بالإضافة إلى مواد المكان (المواقع) مثل المحادثات المنزلية، في المدرسة، في المكتب، في المحل، في الأسواق، مكة المكرمة-المدينة المنورة أثناء الحج و أومروه. من خلال الأساليب المختلفة والمتنوعة المستخدمة مثل القراءة بصوت عال، وطريقة تكرار (تكرار)، وطريقة إستيما (الاستماع)، وطريقة المهديسة (المحادثة)، وطريقة إنسيا (الكتابة)، وطريقة السوال والجواب (السؤال والإجابة )، وطريقة المجادلة (المناقشة)، وطريقة الغناء، وطريقة المحادثة (الكلام) وطريقة المسرحية (الدراما)، وطريقة قراءة الشعر. كل ذلك هو الإبداع التعلم التي يمكن أن تثير اهتمام المتعلمين أن تكون نشطة في العملية التالية في كامبونغ العربية كيبومين، مع مزاج لطيف وسهولة قبولها من قبلهم.
TEOLOGI BENCANA; SOLUSI PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS AL-QUR’AN Muhdi, Ali
Jurnal Kependidikan Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.187 KB) | DOI: 10.24090/jk.v1i1.533

Abstract

Every person should be able to learn the causes of the disaster among them . This is needed so that people can anticipate and avoid the coming disaster in the days to come . Humans can also learn from history or record of previous ones related disaster or calamity that befell at that time to take a lesson or knowledge about how to respond should disaster. In the next stage, become an important environmental education are given to prepare the various ways in which humans actively to manage their environment properly. Environmental education can also be interpreted as efforts to establish expertise, guidance, and rules to understand and measure the proper relationship between man and his environment, and explain the importance of keeping the environment resources. This work is done for the realization of human prosperous in order to get a degree and a good decent life. Setiap orang harus dapat mempelajari penyebab bencana di antara mereka. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menghindari datangnya bencana di masa yang akan datang. Manusia juga bisa belajar dari sejarah atau catatan yang sebelumnya bencana atau musibah yang menimpa pada saat itu untuk mengambil pelajaran atau pengetahuan tentang bagaimana menanggapi seharusnya bencana yang terkait. Pada tahap selanjutnya, menjadi pendidikan lingkunganpenting diberikan untuk menyiapkan berbagai cara di mana manusia secara aktif untuk mengelola lingkungan dengan baik. Pendidikan lingkungan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun keahlian, bimbingan, dan aturan untuk memahami dan mengukur hubungan yang tepat antara manusia dan lingkungannya, dan menjelaskan pentingnya menjaga sumber daya lingkungan. Upaya ini dilakukan demi terwujudnya sejahtera manusia untuk mendapatkan gelar dan kehidupan yang layak baik.
Integralisasi Agama dan Sains di Lembaga Pendidikan Islam Muhdi, Ali
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 15 No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.595 KB) | DOI: 10.24090/insania.v15i3.1551

Abstract

Abstract: The problem of separation or dichotomy between religious knowledge and scientific knowledge held by general educational institutions and religious educational institutions cause us trapped in crisis. As a result, the orientation of Islamic education is ambivalent. The mu’amalah or ibadah in extensive meaning which covers various scientific disciplines and expertise in considered as non Islamic studies territory, but as the territory of secularistic educational system. Keywords: Integration, Islamic Educaion, Progressive.
Media Internet, Koran, dan Majalah Berbahasa Arab dalam Pembelajaran Tarjamah di Kelas Prodi PBA Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Muhdi, Ali
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.374 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp289-303

Abstract

Abstract: In learning translation, themes or texts selection from internet media,newspapers, and magazines are more attractive over from the classics or bookspurely religious texts. The Internet, newspapers, and magazines represents thefaster change and development of language that actual in communities, as well asover-accommodative adaptive to new vocabularies of contemporary and popular.Similarly, the responses of the students feel more comfortable to use materials fromthe Internet, newspapers, and magazines in Arabic Translations in the learningprocess. They are more interested because the texts are more able to absorb theactuality of discourse or emerging opinion. As well as the variations of the themethat made the students do not get bored with the learning process that takes place.Keywords: Media, Internet, newspapers, magazines, translation. Abstrak: Proses pembelajaran tarjamah bahasa Arab dimulai dengandiberikannya pengantar tentang teori atau beberapa konsep dasar penerjemahanbahasa Arab yang baik berikut langkah yang mudah dan praktis. Respon paramahasiswa terhadap media internet, Koran, dan majalah berbahasa Arab dalamproses pembelajaran Tarjamah adalah merasa senang dan lebih tertarik jika materiteks tarjamah berasal dari media internet/koran/majalah berbahasa Arab. Alasanmereka jika dibandingkan teks yang berasal dari kitab-kitab klasik, teks darimedia internet, koran, majalah, atau media modern lainnya lebih bisa menyerapaktualitas wacana atau opini yang sedang berkembang. selain itu, ada variasitema yang menjadikan para mahasiswa tidak merasa bosan karena selalu adahal baru dan menarik yang diperbincangkan atau didiskusikan di dalam kelas.Kata Kunci: Media, Internet, koran, majalah, penerjemahan.
Media Internet, Koran, dan Majalah Berbahasa Arab dalam Pembelajaran Tarjamah di Kelas Prodi PBA Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Ali Muhdi
Jurnal Penelitian Agama Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.374 KB) | DOI: 10.24090/jpa.v15i2.2014.pp289-303

Abstract

Abstract: In learning translation, themes or texts selection from internet media,newspapers, and magazines are more attractive over from the classics or bookspurely religious texts. The Internet, newspapers, and magazines represents thefaster change and development of language that actual in communities, as well asover-accommodative adaptive to new vocabularies of contemporary and popular.Similarly, the responses of the students feel more comfortable to use materials fromthe Internet, newspapers, and magazines in Arabic Translations in the learningprocess. They are more interested because the texts are more able to absorb theactuality of discourse or emerging opinion. As well as the variations of the themethat made the students do not get bored with the learning process that takes place.Keywords: Media, Internet, newspapers, magazines, translation. Abstrak: Proses pembelajaran tarjamah bahasa Arab dimulai dengandiberikannya pengantar tentang teori atau beberapa konsep dasar penerjemahanbahasa Arab yang baik berikut langkah yang mudah dan praktis. Respon paramahasiswa terhadap media internet, Koran, dan majalah berbahasa Arab dalamproses pembelajaran Tarjamah adalah merasa senang dan lebih tertarik jika materiteks tarjamah berasal dari media internet/koran/majalah berbahasa Arab. Alasanmereka jika dibandingkan teks yang berasal dari kitab-kitab klasik, teks darimedia internet, koran, majalah, atau media modern lainnya lebih bisa menyerapaktualitas wacana atau opini yang sedang berkembang. selain itu, ada variasitema yang menjadikan para mahasiswa tidak merasa bosan karena selalu adahal baru dan menarik yang diperbincangkan atau didiskusikan di dalam kelas.Kata Kunci: Media, Internet, koran, majalah, penerjemahan.
TEOLOGI BENCANA; SOLUSI PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS AL-QUR’AN Ali Muhdi
Jurnal Kependidikan Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.187 KB) | DOI: 10.24090/jk.v1i1.533

Abstract

Every person should be able to learn the causes of the disaster among them . This is needed so that people can anticipate and avoid the coming disaster in the days to come . Humans can also learn from history or record of previous ones related disaster or calamity that befell at that time to take a lesson or knowledge about how to respond should disaster. In the next stage, become an important environmental education are given to prepare the various ways in which humans actively to manage their environment properly. Environmental education can also be interpreted as efforts to establish expertise, guidance, and rules to understand and measure the proper relationship between man and his environment, and explain the importance of keeping the environment resources. This work is done for the realization of human prosperous in order to get a degree and a good decent life. Setiap orang harus dapat mempelajari penyebab bencana di antara mereka. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menghindari datangnya bencana di masa yang akan datang. Manusia juga bisa belajar dari sejarah atau catatan yang sebelumnya bencana atau musibah yang menimpa pada saat itu untuk mengambil pelajaran atau pengetahuan tentang bagaimana menanggapi seharusnya bencana yang terkait. Pada tahap selanjutnya, menjadi pendidikan lingkunganpenting diberikan untuk menyiapkan berbagai cara di mana manusia secara aktif untuk mengelola lingkungan dengan baik. Pendidikan lingkungan juga dapat diartikan sebagai upaya untuk membangun keahlian, bimbingan, dan aturan untuk memahami dan mengukur hubungan yang tepat antara manusia dan lingkungannya, dan menjelaskan pentingnya menjaga sumber daya lingkungan. Upaya ini dilakukan demi terwujudnya sejahtera manusia untuk mendapatkan gelar dan kehidupan yang layak baik.
Integralisasi Agama dan Sains di Lembaga Pendidikan Islam Ali Muhdi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 15 No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1601.595 KB) | DOI: 10.24090/insania.v15i3.1551

Abstract

Abstract: The problem of separation or dichotomy between religious knowledge and scientific knowledge held by general educational institutions and religious educational institutions cause us trapped in crisis. As a result, the orientation of Islamic education is ambivalent. The mu’amalah or ibadah in extensive meaning which covers various scientific disciplines and expertise in considered as non Islamic studies territory, but as the territory of secularistic educational system. Keywords: Integration, Islamic Educaion, Progressive.
تعليم اللغة العربية في كامبونج عرب كبومين (درسة في المادة والطريقة) ALI MUHDI
Tarling : Journal of Language Education Vol 1 No 1 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi PBA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.832 KB) | DOI: 10.24090/tarling.v1i1.1126

Abstract

Adapun pembelajaran Bahasa Arab di Kampung Arab ini, memiliki tujuan khusus untuk menghasilkan alumni peserta didik yang mampu berkomunikasi secara aktif dalam kehidupan sehari hari dengan menggunakan bahasa Arab, baik dengan percakapan ‘amiyah (harian) maupun percakapan fushha (standar). Mereka diharapkan dapat mempraktekkan percakapan bahasa Arab yang mereka kuasai dimanapun mereka berada, saat di rumah, sekolah, toko, pasar, bandara, hotel, stasiun, terminal, tempat wisata, dan lain-lainnya. Materi-materi yang diajarkan mudah diterapkan (applicatived) dan aktual bagi peserta didik, sebab materi tersebut dapat langsung digunakan dan dipraktekkan secara sesuai dengan konteks kehidupan kita sehari-hari. Ada materi percakapan tematik tentang makanan, minuman, perkenalan, ucapan-ucapan selamat, bilangan, hitungan, jam, hari, bulan, dan lainnya, ditambah materi tempat (makany) seperti percakapan di rumah, di sekolah, di kantor, di toko, di pasar, di rumah sakit, di terminal, hingga materi di bandara, hotel, kemudian ada percakapan di kota Makkah-Madinah saat ibadah haji dan umroh Melalui perpaduan dan variasi metode yang digunakan mulai dari metode reading aloud (membaca keras), metode tikrar, Metode Istima’, metode muhadasah, metode insya’, metode tanya jawab, metode mujadalah (diskusi), metode bernyanyi, metode muhadlarah (ceramah atau pidato), metode masrahiyyah (drama), hingga metode membaca puisi. Semua itu merupakan kreatifitas pembelajaran yang dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran di Kampung Arab Kebumen, dengan suasana hati yang menyenangkan dan mudah diterima oleh mereka. The Arabic language learning in this Kampung Arab, has a special purpose to produce alumni of students who are able to communicate actively in daily life using Arabic, either with 'amiyah (daily) conversation or fushha (standard) conversation. They are expected to practice Arabic conversations they control wherever they are, at home, schools, shops, markets, airports, hotels, stations, terminals, attractions, and so on. The material taught is applicatible and actual for the learner, because the material can be directly used and practiced in accordance with the context of our daily life. There are thematic conversations about food, drink, introductions, congratulations, numbers, counts, hours, days, months, and more, plus place material (locations) like home conversations, at school, in the office, in the shop, at markets, hospitals, terminals, to materials at airports, hotels, then there is a conversation in the city of Makkah-Madinah during the pilgrimage and umroh. Through mixing and variation of methods used from reading aloud method, tikrar method (repeating), Istima 'method (listening), muhadasah method (conversation), insya’ method (writing), su’al wa al-jawab method (question and answer), mujadalah method (discussion), singing method, muhadlarah method (speech) masrahiyyah method (drama), to the method of reading poetry. All of it is a learning creativity that can arouse the interest of learners to be active in following the learning process in Kampung Arab Kebumen, with a pleasant mood and easily accepted by them. تعلم اللغة العربية في هذا كامبونج العربية، له غرض خاص لإنتاج اللغة العربية، إما مع "الأمية (يوميا) محادثة أو محادثة القياسية. ومن المتوقع أن يمارسوا المحادثات العربية التي يسيطرون عليها أينما كانوا والفنادق والمحطات والمحطات، والمعالم السياحية، وهلم جرا. المواد التي يتم تدريسها هي تطبيقية والفعلية للمتعلم، لأن المواد يمكن استخدامها وممارستها وفقا لسياق حياتنا اليومية. هناك العديد من المواقع الأخرى ذات الصلة بالطعام والشراب والمقدمات والتهاني والأرقام والعدد والساعات والأيام وغيرها، بالإضافة إلى مواد المكان (المواقع) مثل المحادثات المنزلية، في المدرسة، في المكتب، في المحل، في الأسواق، مكة المكرمة-المدينة المنورة أثناء الحج و أومروه. من خلال الأساليب المختلفة والمتنوعة المستخدمة مثل القراءة بصوت عال، وطريقة تكرار (تكرار)، وطريقة إستيما (الاستماع)، وطريقة المهديسة (المحادثة)، وطريقة إنسيا (الكتابة)، وطريقة السوال والجواب (السؤال والإجابة )، وطريقة المجادلة (المناقشة)، وطريقة الغناء، وطريقة المحادثة (الكلام) وطريقة المسرحية (الدراما)، وطريقة قراءة الشعر. كل ذلك هو الإبداع التعلم التي يمكن أن تثير اهتمام المتعلمين أن تكون نشطة في العملية التالية في كامبونغ العربية كيبومين، مع مزاج لطيف وسهولة قبولها من قبلهم.