cover
Contact Name
Ahmad Muttaqin
Contact Email
ahmadmuttaqin@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281211693283
Journal Mail Official
jpa@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agama
ISSN : 14115875     EISSN : 2597954X     DOI : https://doi.org/10.24090/jpa
Jurnal Penelitian Agama is a journal that specifically become a communication medium for scholars, researchers and practitioners to public for the results of religious research. This journal is published two times a year by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto. This journal aims to provide readers with a better understanding of religious studies in Indonesia and around the world. The Journal invites scholars, researchers, and practitioners who focuses on religious studies to submit articles in this journal. Articles will be reviewed by selected expert in this field. The editor is able to make editorial changes without altering the substance of writing.
Articles 236 Documents
Merek Dagang dalam Perspektif Fikih Islam Husnul Haq
Jurnal Penelitian Agama Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2357.58 KB)

Abstract

This research aims at studying the trademark from fiqh perspective. It looks into the definition of the trademark, its functions, and forms. At the same times, it studies the main concepts which can be considered as an introduction to this study and an explanantion of al-Takyif al-fiqhi (the adaptation of doctrinal statement). This research relies on analytic and critical methodologies, as well as comparative methodology to arrive at its conclusions. Among these conclusions are that trademark from the fiqh perspective is considered as property, benefit, and right that are guarded by shara’. This research demonstrates that there are many kinds of trademark infringement, such as counterfeit, imitation, trading in counterfeit or imitative goods, etc. Therefore, ta’zir can be considered as the most suitable punishment for trademark infringement. This study will also find out whether or not zakat of it should be taken from its net yield by 2,5% after hawl.
Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembiayaan Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19 di MI Ma’arif NU 1 Teluk Purwokerto Selatan Banyumas Sutrimo Purnomo
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia memberikan dampak terhadap seluruh aspek kehidupan termasuk sektor ekonomi dan pendidikan. Dengan melemahnya sistem ekonomi akan berdampak pula bagi peningkatan kualitas pendidikan. Saat ini sekolah sedang berjuang mempertankan eksistensinya di tengah pandemi. Namun, justru terdapat salah satu sekolah tepatnya MI Ma’arif NU 1 Teluk yang dengan kemampuannya dapat menguatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan pada masa Pandemi Covid-19 khususnya pada jenis pembiayaan capital cost. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap penguatan partisipasi masyakat dalam pembiayaan pendidikan pada masa Pandemi Covid-19 di MI Ma’arif NU 1 Teluk. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Triangulasi teknik dan sumber digunakan untuk menguji keabsahan data. Adapun teknis analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data hingga pengimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ma’arif NU 1 Teluk dalam penyusunan kebijakannya selain melibatkan internal sekolah juga melibatkan pengurus dan komite madrasah sebagai perwakilan dari masyarakat. Adapun penguatan partisipasi masyarakat dilakukan dengan pembangunan jaringan komunikasi dengan stakeholder melalui Institutional Development dan membangun komunikasi antarberbagai potensi lokal dengan cara melibatkan tokoh masyarakat untuk melakukan persuasi kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dan mendukung program MI Ma’arif NU 1 Teluk khususnya pada pembiayaan pendidikan.
Pemahaman Kekerasan Terhadap Anak Dalam Perspektif Hadis Nabi Saein Ervana
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is focused on answering basic questions about violence against children in the perspective of the Prophet's Hadith. The hadith that is used as the main footing is the Hadith of the history of Sunan Abu Daud number 418 about hitting children. through the Hadith, the analysis will be carried out starting from the elaboration of the Syarah Hadith and contextual understanding of the Hadith hitting the child. Based on the target, the research method used in this study is qualitative with the type of library research. The datacollection technique used by the researcher is the Takhrij Hadith method. In this context, the data analysis technique used in this study uses an analytical model which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. Of the six important dimensions of violence mentioned above, the violence as contained in the Hadith narrated by Sunan Abu Daud 418 is included in the form of physical and psychological assertiveness, namely hitting children. Based on the analysis above, it can be concluded that the understanding of violence towards children in the Hadith perspective is oriented to three things, namely assertiveness as a form to condition children to be responsible, assertiveness as a form to condition children into discipline, andassertiveness as a form of conditioning children to be polite.Of these three things, assertiveness towards children can only be done depending on the situation and conditions itself
Arab Pegon dalam Khazanah Manuskrip Islam di Jawa Jamaluddin Jahuri; Sidik Fauji
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article attempts to reveal the existence of Arabic pegon and its development in the Islamic manuscript treasures in Java. The script, which was born to accompany the process of islamization in Java, plays an important role in the preservation of Islamic ideas, teachings and traditions in Java, in addition to the hanacaraka script that already existed. By using the paleographic-historical method, this article reveals that Arabic pegon was born from the process of vernacularization of Arabic writing adapted to the Javanese phonological system. Arab pegon was born as an intermediary medium to understand Islamic teachings transmitted in Arabic script, which reached Javanese Muslims who did not have proficiency in Arabic. Not only that, in its development this script was also used for the benefit of the profane Javanese community. Given the wide use of pegon, it is only natural that it became a large part of the Islamic manuscripts in Java from its mere form as a word meaning of a matan at the beginning of its birth, after the XV century, until it became the main text in the XVIII and XIX centuries.
Masjid Jami At-Taqwa Sebagai Cagar Budaya di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjaranegara Enjen Zaenal Mutaqin; Fatma Putri
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i1.2022.pp95-107

Abstract

Masjid dalam sejarahnya mempunyai arti penting dalam kehidupan umat Islam. Awal mula berdirinya masjid adalah pusat untuk beribadah, pengajian, pembelajaran Qur’an dan Sunnah serta sebagai tempat pembelajaran hukum-hukum Islam. Bangunan masjid adalah salah satu bentuk dari kebudayaan agama islam karena di dalamnya terdapat perpaduan fungsi bangunan masjid sebagai unsur arsitektur Islami, seiring berkembangnya zaman, model arsitektur bangunan semakin modern, bagi masyarakat bangunan masjid yang megah dan indah menjadi salah satu hal yang menarik. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan tentang keunikan arsitektur masjid Jami At-Taqwa di desa Gumelem kulon dan fungsinya bagi masyarakat sehingga masjid ini masuk dalam kategori cagar budaya di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara dan observasi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa Masjid Jami At-Taqwa merupakan salah satu simbol peradaban islam di Jawa khususnya di Kabupaten Banjarnegara. Fungsi masjid jami at-taqwa sudah sangat sesuai dengan yang telah dilakukan oleh Rasululloh SAW yaitu menjadi tolak ukur dan tempat ibadah bagi seorang muslim, salah satu fungsi yang menarik adalah masjid ini dijadikan sebagai wisata religi.
Konsep Maslahah dan Tinjauan Preferensi Konsumsi Islami pada Bulan Ramadhan di Indonesia Siti Magfiroh; Saiful Ansori; Umi Khomsiyatun
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i1.2022.pp109-124

Abstract

Consumption is the main activity in human life. Allah created everything in this universe to be managed which in the end humans also consume it. For this reason, it is important to discuss consumption patterns so that someone is always on the path of Islamic consumption as the example of the Prophet Muhammad SAW. The level of consumption in the month of Ramadan generally increases significantly, so it is necessary to conduct research on consumption patterns that lead to maslahah and Islamic consumption preferences. So, this study aims to find out how the concept of maslahah and Islamic consumption preferences during the month of Ramadan in Indonesia. This research is a library research with a qualitative descriptive approach. The results showed that the recovery in household consumption in the first quarter grew in the range of 4.12% and will continue into the second quarter. Likewise on the side of money circulation, where based on the amount of money in circulation, consumption credit grew by 6% in March 2022. Furthermore, the correlation formed in the relationship between maslahah and preferences is that maslahah has an effect on Islamic consumption preferences. The higher the level of maslahah, the closer the individual will be to falah, for that consumption preferences are expected to reach falah immediately as part of the aspect of maximizing maslahah.
Relasi Kelompok Puritan dan Nominal atas Tradisi Grebeg Onje di Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga Intan Nur Azizah; Siwi Dwi Handayani
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menceritakan pola relasi kelompok puritan dan nominal pada tradisi Grebeg Onje di Desa Onje Kabupaten Purbalingga, dan menganalisis hubungan kelompok Islam Nominal dan Puritan dalam Memelihara Grebeg. Tradisi Onje di Desa Onje, Kabupaten Purbalingga dalam pandangan Clifford. Geertz. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hubungan antara kelompok puritan dan nominal pada tradisi Grebeg Onje di Desa Onje bersifat disosiatif. Hubungan yang cenderung disosiatif antara kelompok puritan dan nominal tidak berkembang menjadi konflik fisik. Hubungan antar kelompok merupakan hubungan yang bersifat interaksionisme simbolik, dimana masyarakat yang terbentuk saat ini merupakan hasil dari proses sosialisasi dan budaya yang berkembang di wilayah tersebut.
Menilik Kualitas Bimbingan Manasik Haji Melalui Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Siti Atieqoh; M. Fakhruddin; Zaenal Abidin; Hendri Purbo Waseso
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i1.2022.pp125-146

Abstract

Sertifikasi pembimbing manasik haji dilakukan sebagai proses penilaian atas kemampuan dan keterampilan seseorang untuk melakukan bimbingan manasik haji secara profesional. Output dari proses penliaian tersebut berupa sertifikat pembimbing manasik haji. Perlunya dilaksanakan evaluasi sertifikasi pembimbing manasik adalah untuk melihat sejauh mana efektifitas penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji yang telah dilakukan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tersebar di Indonesia, permasalahan dan problematika yang muncul dalam pelaksanaan sertifikasi pembimbing dan peran pembimbing manasik bersertifikat dalam memberikan edukasi dan bimbingan kepada jemaah haji. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPPO (Context, Input, Process, Product dan Outcome. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan di UIN Walisongo Semarang dan UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, lembaga yang ditunjuk oleh Ditjen PHU sebagai lembaga penyelenggara kegiatan program Sertifikasi Pembimbingan Manasik Haji. Sebagai hasil dari evaluasi dengan menggunakan model CIPPO bahwa pelaksanaan program sertifikasi pembimbing manasik haji telah sesuai dengan pedoman da peraturan yang ditetapkan oleh Ditjen PHU yang meliputi dasar pelaksanaan, kepesertaan, tenaga pengajar dan narasumber, proses dan prosedur pelaksanaan dari mulai awal pembelajaran sampi dengan evaluasi dan dimensi keluaran yang diharapkan dari program tersebut walaupun masih ada sedikit perbedaan persepsi dalam penyelenggaraan program.
Desain Pesan Komunikasi Politik Perspektif Islam di Era 4.0 Turhamun Turhamun
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i2.2022.pp281-295

Abstract

Pesan sebagai sebuah produk dari komunikator memiliki peranan penting dalam menentukan tingkat keberhasilannya dalam mencapai sebuah tujuan. Apalagi jika pesan tersebu merupakan pesan politik, dimana pesan tersebut berarti isi yang mempunyai kekuatan di dalam mengontruksi realitas, komunikator, serta politik. Oleh karena itu pesan politik tentunya tidak bisa bersifat spontan atau incidental melainkan harus dirumuskan sedemikan rupa sehingga sesuai dengan tujuan. Guna menunjang keberhasilan tersebut sebelum konsen ke pesan, paling tidak juga harus bisa menempatkan dan memfungsikan unsur komunikasi politik dengan baik. Hal ini akan mempermudah peran dan fungsi pesan dan tata unsur-unsur komunikasi politik yang lain. Langkah selanjutnya media sebagai suatu alat untuk penyebaran pesan juga tidak bisa dianggap remeh, terlepas dari pesan politik berupa retorika, propaganda, iklan politik, maupun kampanye. Untuk itulah guna menempatkan pesan sesuai dengan fungsinya secara baik maka memerlukan tahapan dalam menyusunnya, baik pesan verbal maupun non verbal. Tahapan tersebut meliputi, memproduksi tema dan materi yang sesuai dengan kondisi dan situasi khalayak. Setelah itu di dalam mempengaruhi khalayak pesan tersebut diharapkan harus mampu membangkitkan perhatian. Oleh karena itu isi pesan ini perlu berdasar pada nilai Islam sebagai upaya untuk menyampaikan pesan politik yang hakiki. Prinsip-prinsip tersebut ialah Qashash/Naba al Haq, A’mar ma’ruf nahyi munkar, Hikmah, Tabayyun,Mauizhah hasanah dan Layin.
Pre-Wedding Processes in Mandailing Traditional Perfective Uruf (Case Study of Padang Lawas Regency) Husnul Hayana Daulay
Jurnal Penelitian Agama Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v23i2.2022.pp231-246

Abstract

Every Marriage in the Mandailing custom is not only an inner birth bond between a man and a woman but there is a customary bond that has values that must be adhered to. Marriage, in the sense of customary engagement, is a marriage that has legal consequences for customary law, which applies in the society in question. The result of this law occurs, for example, in the presence of application relationships that are the taste of relatives (child relations, bachelors of daughters) and rasah tuha (relationships between the family of the future husband and wife). Marriage in mandailing custom is something very sacred, every procession or practice in marriage is attached to traditional values, be it premarital processions such as mangaririt boru, padamos hata, patobang hata, and senior sere. Post-marriage processions such as, marulahari, mangupa-upa and so on, all this is inseparable from the customs that are still attached to the Mandailing customs. All the traditional practices of Mandailing are inseparable from the role of dalihan na tolu especially when it comes to marriage. The urf included in the Marriage Procession in the Mandailing custom is 'urf fasid which is a rule that is applicable and recognized by the community but contrary to Islamic law.