cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1, Januari 2018" : 18 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BALITA DI DESA BULU KABUPATEN SUKOHARJO Gilang Akbar Shobirin; Dono Indarto; K Kusnandar
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.521 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.252

Abstract

Kekurangan gizi pada balita masih menjadi masalah di Indonesia. Dampak dari kekurangan gizi adalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi keluarga, asupan makanan, dan status gizi dengan perkembangan motorik halus di Desa Bulu Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian observasional analitik cross sectional menggunakan proportional random sampling dengan jumlah 58 responden. Pengumpulan data menggunakan jumlah kalori dalam bentuk AKG, recall 2x24 jam. Status gizi dengan mengukur tinggi badan / berat badan berdasarkan tabel Z-Score. Tingkat ekonomi keluarga dengan standar UMK. Perkembangan motorik halus menggunakan KPSP. Uji statistik menggunakan Pearson yang dilakukan di Desa Bulu Sukoharjo. Hasil analisis korelasi menggunakan uji pearson diperoleh hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi, dengan motorik halus (p=0,045). Hasil analisis korelasi diperoleh nilai r= 2,64 maka tingkat ekonomi mempunyai kekuatan hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Status gizi (p=0,032) dengan hasil r= 0,283 maka status gizi mempunyai kekuatan hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Begitu juga dengan asupan makanan (p=0,000) dengan hasil r=612 maka asupan makanan mempunyai hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat ekonomi, asupan makanan, dan status gizi dengan perkembangan motorik halus balita Malnutrition in toddlers is still a big problem in Indonesia. The impact of malnutrition is the disruption of toddlers’ growth and development. The purpose of this study is to determine the relationship between family economic level, food intake and nutritional status toward the mild psychomotoric development of the toddlers in Bulu Village, Sukoharjo District. The type of this research is observational analytic study with cross sectional by using proportional random sampling with 58 respondents. The data collection method uses the number of calories in the form of AKG, recall 2x24 hours. The nutritional status is obtained by measuring the height / weight with Z-Score table. The economic level of family is measured with the standard of City’s Minimum Wage (UMK). The development of mild psychomotor is measured with KPSP. Pearson’s statistical test was conducted in Bulu Village, Sukoharjo. The result of correlation analysis by using Pearson test gained significant relationship between the level of the economy with the mild psychomotor (p = 0.045). The result of correlation analysis is r = 2.64 so that the economic level has strong relation and is correlated. The nutritional status (p = 0.032) is r = 0.283 so that the nutritional status also has a strong relation and is correlated. In addition, food intake (p = 0.000) results in r = 612 so that the intake of food has a strong relation and is also correlated. The conclusion, there is a significant relation between the level of economic, food intake and nutritional status of toddlers toward their mild psychomotor development.
PENERAPAN EKO-EFISIENSI PADA PROSES PENGEMASAN TAHU DENGAN PENAMBAHAN CHITOSAN UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN TAHU Cicik Sudaryantiningsih; Yonathan Suryo Pambudi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.482 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.253

Abstract

Eko-efisiensi atau produksi bersih merupakan suatu strategi yang menghasilkan suatu produk dengan kinerja yang kebih baik, menggunakan sedikit energi dan sumber daya alam untuk mengurangi limbah. Strategi ini bertujuan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimalisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan. produksi bersih pada proses industri dapat pula diartikan mengganti penggunaan bahan-bahan berbahaya dan beracun. Salah satu cara menerapkan produksi bersih pada proses produksi tahu adalah dengan menambahkan bahan pengawet alami, misalnya chitosan pada proses pengemasan tahu.Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yakni produk samping limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang, kepiting dan rajungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kitosan pada kemasan tahu terhadap daya tahan tahu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Perlakuan dilakukan dengan menambahkan larutan chitosan pada kemasan tahu. Konsentrasi larutan adalah 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter. Analisa daya tahan tahu dilakukan dengan uji fisik kondisi tahu dibandingkan dengan tahu yang tidak diawetkan, dan uji kesukaan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah larutan chitosan mampu mempertahan kesegaran tahu hingga lebih dari 4 hari. Sedangkan konsentrasi larutan yang paling baik untuk bahan pemgawet adalah konsentrasi 4 gr/ liter. Eco-efficiency or cleaner production is a strategy to result a product with low energy and human resources-usage but high in benefit to reduce waste. This strategy aims to prevent ecological impact and to reduce wastes production, thus minimalize the risk to health and safety to human being. Cleaner product in industrial process is also defined as replacing the use of toxic and dangerous material. One of the way to apply cleaner production in the tofu production is by adding natural preservation to the packaging of the product. Chitosan is a derived product of chitin polimer; side product of fishery industry, especially prawn, shrimp, and crab. This research aims to know the impact of chitosan to durability of the tofu packaging. The method is descriptive quantitative. Technique used this research is by adding chitosan in concentration of 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter to the tofu pakcaging. Data of durability of the tofu packaging is analized by physical test compared to the original tofu, and organoleptic test. The result showed that chitosan is able to sustain the freshness of the tofu for more than 4 days. While the best chitosan in concentration of 4 gr/liter.
HUBUNGAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN STUNTING PADA BALITA BERAT BADAN LAHIR RENDAH Frienty Sherlla Mareta Lubis; Risya Cilmiaty; Adi Magna
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.665 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.254

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang utama pada anak di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius karena dikaitkan dengan kualitas sumberdaya manusia di kemudian hari. Anak dengan BBLR(Berat Badan Lahir Rendah) beresiko lebih tinggi menjadi stunting. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dan BBLR dengan stunting pada anak usia 12-24 bulan dengan berat badan lahir rendah. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Subjek terdiri dari 82 balita yang berusia 12-24 bulan dengan BBLR di 2 kecamatan di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan pengukuran antropometri. Uji statistik Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel IMD dengan stunting dan uji Anova digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel BBLR dengan stunting. Hasil: IMD tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (X² = 0,286, p = 0,593), berat badan lahir rendah (BBLR) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada α 10 % ( F = 1,561, p = 0,087). Kesimpulan: ada hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting. Stunting is one of the main nutritional problems in children in Indonesia. Stunting becomes a serious problem because it is associated with the quality of human resources in the future. Children with LBW (Low Birth Weight) are at higher risk of becoming stunting. Objective: To know the relationship between IMD, and LBW with stunting in children aged 12-24 months with low birth weight. The type of research is observational analytic by using cross-sectional research design. Research subject is determined by purposive sampling. Subject consisted of 82 children aged 12-24 months with LBW in 2 districts in Surakarta. Data collection is done by direct interview and anthropometry measurement. Chi-square statistical test is used to analyze the relationship between IMD variable with stunting and Anova test is used to analyze the relationship between LBW variable with stunting. The result: IMD was not significantly associated with stunting incidence (X² = 0.286, p = 0,593), low birth weight (LBW) was significantly associated with stunting incidence at α 10% (F = 1.561, p = 0.087). Conclusion: there is a relationship between Low Birth Weight with Stunting Event.
PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM USAHA PENCEGAHAN KESAKITAN DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR Treesia Sujana; D Dary; Jenlti Dwi Elsa Longi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.184 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.256

Abstract

Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir sangat penting untuk menjamin optimalitas pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2014, tercatat sebanyak 8,15% per 1000 Kelahiran Hidup (KH) angka kematian bayi baru lahir. Kasus kematian bayi baru lahir mendominasi kasus kematian bayi di Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion Drawing/verification. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017 di Puskesmas Getasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir yang terutama adalah sebagai pelaksana program yang telah dicanangkan pemerintah serta lebih berfokus pada layanan bayi neonatal & bayi dengan risiko. Dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai inisiatif dalam usaha menurunkan angka kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. The health and survival of newborns are important to ensure the optimality of children’s growth and development. Semarang District Health Profile 2014, recorded that there were 8.15% deaths of newborns on every 1000 live births. The death cases of newborns dominated the contribution of infant mortality in Semarang District. The purpose of this research is to describe roles of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns in Puskesmas Getasan’s target areas. This research used a qualitative descriptive method with in-depth interviews as the data collection method. The data analyzed with the Miles and Huberman model, which emphasized in the data reduction, data display and conclusion drawing/verification. This research was held for a month started from May 2017 at Puskesmas Getasan. The results of this study concluded that the main role of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns is as implementer of programs that have been declared by the government and more focused on the services especially for neonatal with high risk of illness. However, strategies and initiatives had been done by health workers and resulted in the decrease of the mortality number of newborns in Puskesmas Getasan’s target area.
PENGETAHUAN KELUARGA TERKAIT FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA TB MDR DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Agus Fitrianto; Harni Seyla Anugerahni
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.314 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.257

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, insidensi TB paru di Salatiga menduduki peringkat ke 4. Pengobatan TB paru selama sekitar 8 bulan membuat penderita terkadang tidak mengkonsumsi obat secara teratur, sehingga timbul masalah baru yaitu resistensi terhadap obat anti Tuberculosis. Selama tahun 2011, kasus Multy Drugs Resistant (MDR) di Indonesia mencapai 260 kasus. Masih banyaknya keluarga yang hidup dengan penderita tuberculosis tidak mengetahui bahaya dari penyakit tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengetahuan keluarga dari penderita TB MDR terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekambuhan pada pasien TB MDR. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah 8 orang yang terbagi dalam 3 kelompok dan semua partisipan merupakan keluarga dari pasien yang pernah dirawat atau sedang berobat di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan, Salatiga. Data diperoleh melalui wawancara dan data dianalisis secara content analysis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kekambuhan penderita TB MDR menurut partisipan adalah akibat iklim buruk, nutrisi kurang, beban psikologis, putus berobat dan kelelahan. Kesimpulan penelitian pengetahuan keluarga terkait penyebab kekambuhan pada penderita TB MDR masih kurang. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Based on data from the Health Profile of Central Java in 2015, incidence of pulmonary tuberculosis in Salatiga ranks at 4th. The treatment occurs for about 6 – 8 months makes patient sometimes do not take the medicine regularly, which raised new problem that resistance to antituberculosis drugs during 2011, cases of Multy Drugs Resistant (MDR) in Indonesia reached 260 cases. Many families living with tuberculosis patient are unaware of the dangers of this disease. The purpose of this study is to knowing about family knowledge of people with TB MDR about the factors that have affect to recurrence of TB MDR patients. The method this study uses qualitative method with case study approach. Participants were 8 people divided into 3 groups and all participants were families of patients who had been treated or were being treated at Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan. Data obtained through depth interviews with family or the closest people who directly involved the patient during treatment period. The data were analyzed by content analysis. Based on the results of the research that the recurrence of patients with TB MDR according to participants are affect of climate, nutrition, psychological ,drop out and fatigue. Conclusion family knowledge related to the cause of recurrence in patients with TB MDR is still lacking.
DUKUNGAN PERAWAT DAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI CAIRAN PADA PASIEN PENDERITA DEMAM BERDARAH DI RUMAH SAKIT PARU DR. ARIO WIRAWAN, SALATIGA Dhanang Puspita; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Ni Komang K Sari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.861 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.258

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypthy. Penyakit ini dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Kondisi tersebut menyebabkan demam terus-menerus selama 2–7 hari, manifestasi perdarahan berupa: tanda kebocoran plasma darah serta dapat timbul syok hipovolemik dari penderita DBD. Perawat dan keluarga memiliki faktor dalam proses penyembuhan pasien, utamanya adalah kecukupan kebutuhan cairan saat masa perawatan selama di rumah sakit. Bentuk dukungan yang diberikan oleh perawat dan keluarga ini guna mendukung perawatan pasien selama di rumah sakit dilihat dari upaya pemenuhan kecukupan cairan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran bentuk dukungan perawat dan keluarga dalam upaya pemenuhan kecukupan pemberian asupan cairan pada pasien DBD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Dengan kriteria penelitian ini adalah keluarga atau pasien DBD yang di rawat inap di rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga minimal selama 2 hari. Kegiatan penelitian dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2017. Hasil penelitian didapatkan penderita DBD mengalami gangguan pada asupan nutrisi dan cairan sehingga asupan tersebut kehilangan cairan yang berlebihan. Penanganan pada pasien demam berdarah dengue (DBD) mempunyai tujuan yaitu untuk memberikan asupan nutrisi dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan pasien melalui dukungan perawat dan keluarga. Upaya yang telah dilakukan dalam pemenuhan keseimbangan asupan nutrisi dan cairan dengan menyiapkan asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan kepada pasien seperti menyuapi dan menyediakan makanan yang disukainya. Sehingga dukungan perawat dan keluarga berperan dalam penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) terkait pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi dan cairan untuk metabolisme tubuh guna mendukung prose pemulihan pasien. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by dengue virus that is transmitted through Aedes Aegypthy mosquito bites. This disease can affect everyone, not knowing age or gender. The condition cause a continuous fever for 2-7 days, Bleeding in the form of manifestation: plasma a sign of a leak, can arise shock, as well as marked with tachycardia and perfusi tissue that decline. Nurses and family has a factor in the healing process patients, thing is sufficiency needs a liquid during the care of patients during at hospital. The formulation problems research is what was the support provided by nurses and family to bolster care of patients during at hospital in terms of efforts to achieve sufficiency bodily fluids. The purpose of this research to give a form of support from nurses and family in an effort to achieve the adequacy liquid intake among respondents dengue hemorrhagic fever(DHF). The subjects of the study were family or dengue hemorrhagic patients who were hospital Paru Dr.Ario Wirawan Salatiga for a minimum of 2 days. The research was conducted from February to March 2017. The results reveal that DHF sufferers would experience lack of nutrients and fluids needed due to excessive body fluid loss. Treatment to patients with dengue haemorrhagic fever (DHF) by nurses or family members aimed atproviding nutritional intake and fluid that suited the needs of patients. Efforts had been made to meet the balance of nutritional and fluid intake such as the provision of necessary nutritional intake (in the foods they like) and the direct support for or feeding the patients. So that support nurses and family had a role in the handling of dengue haemorrhagic fever (DHF) related meeting the needs of nutritional intake and a liquid to metabolism of the body to support prose recovery respondents.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN WONGSOREJO BANYUWANGI Yohan Yuanta; Didik Gunawan Tamtomo; Diffah Hanim
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.934 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.259

Abstract

Kondisi riwayat ASI di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Rendahnya pemberian ASI secara Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI, cara menyusui dengan benar, serta pemasaran susu formula. Pola asuh pada tahun pertama kehidupan sangatlah penting untuk perkembangan anak. Pola asuh balita yang kurang baik di Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan masih rendahnya dukungan ibu dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI dan pola asuh terhadap kejadian gizi kurang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wongsorejo, kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan kasus kontrol. Variabel dependen gizi kurang dan variabel independen riwayat pemberian ASI dan pola asuh Ibu. Jumlah subjek sebanyak 174 balita yang diambil secara Fixed Disease Sampling, melalui wawancara langsung dan observasi. Analisis bivariate menggunakan uji C-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistic biner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar riwayat pemberian ASI pada balita adalah ASI eksklusif pada kasus (83.9%) dan kontrol (97.7%). Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI (OR=0.123; p<0.05), pola asuh pemberian makan (p<0.05) dan pola asuh kesehatan (p<0.05) berhubungan secara signifikan dengan kejadian gizi kurang. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang. The current history of breast milk in Indonesia was quite alarming. The lack of exclusive breastfeeding was influenced by several factors, namely mother’s ignorance about the importance of breastfeeding, how to breastfeed properly, and the marketing of formula milk. The pattern of care in the first year of life was very important for the development of children. Poor toddler pattern in Indonesia was one of them shown by the low support of mother in monitoring growth and development of children under five. This study aimed to analyze association of breastfeeding history and parenting mother to the incidence of malnutrition and was conducted in Wongsorejo, Banyuwangi, East java. This study used the quantitative case-control design. Dependent variable in this study was malnutrition and independent variable were history of breastfeeding and parenting mother. The number of samples were 174 under five children taken by a Fixed Disease Sampling. The data was gained through in-depth interview and observation. History of Breast Feeding and Parenting Mother was taken by interview and used a quesstionarry. Bivariate analysis used chi-square analysis and multivariate analysis used binarry regression. Most of the breastfeeding history among under five children was exclusive breastfeeding with case (83.9%) and control (97.7%). Correlation analysis showed that history brestfeeding (OR=0.123; p<0.05), feeding practices of parenting mother (p<0.05) and health parenting mother (p<0.05) were related positively to malnutrition. There is a relationship of breastfeeding history and parenting mother to malnutrition among under five children.
KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Dwi Retnaningsih; Priharyanti Wulandari; Vina Haris Afriana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.976 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.260

Abstract

Anak memandang menarche adalah hal yang menakutkan karena menarche akan menimbulkan ketidaknyamanan, pusing. Menarche adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi umur 10 - 16 tahun. Survei awal dilakukan pada 10 Desember 2016, didapatkan 80% siswi mengalami cemas, bingung menghadapi menarche. Salah satu faktor risiko psikologis menarche yaitu kesiapan, karena ketidaksiapan menimbulkan perasaan cemas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kesiapan menghadapi menarche pada anak usia sekolah. Metode penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 36 siswi dari kelas IV, V, VI yang belum menarche dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji hubungan variabel dengan uji Rank Spearmen. Hasil penelitian terdapat 77,8% dinyatakan tidak siap menghadapi menarche, sebanyak 55,6% siswi dengan tingkat cemas sedang. Hasil analisis diperoleh hasil ρ value (0,026) dengan rho (-0,372). Kesimpulan: ada hubungan kesiapan menghadapi menarche dengan tingkat kecemasan pada anak usia sekolah. Children look at menarche is a scary thing because menarche will cause discomfort, dizziness. Menarche is the first common menstruation of 10-16 years. Initial survey conducted in 10th December 2016, found 80% female students experience anxiety, confused face menarche. One of the psychological risk factors of menarche is readiness, because unpreparedness raises anxiety. The purpose of the study was to determine the relationship of readiness to face menarche in school-aged children. The method is quantitative research of analytic survey with cross sectional approach. The population of 36 female students from grade IV, V, VI which has not menarche with total sampling technique. The instrument used is a questionnaire. Test the relationship of variables with Rank Spearmen test.Results: 77.8% were declared unprepared for menarche, as many as 55.6% of female students with moderate levels of anxiety. The result of analysis is obtained ρ value (0,026) with rho (-0,372).Conclusion: there is a relationship of readiness to face menarche with anxiety levels in school-age children.
PENGARUH TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK BL 56 (CHENGJIN) DAN SP 6 (SANYINJIAO) TERHADAP PENURUNAN NYERI DI OTOT GASTROCNEMIUS Joko Tri Haryanto; Ardan Purwanto Nugroho; Wahyu Eka H
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.917 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.261

Abstract

Myalgia atau disebut juga Nyeri otot merupakan gejala dari banyak penyakit dan gangguan pada tubuh. Penyebab umum Myalgia adalah penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu tegang. Myalgia yang terjadi tanpa riwayat trauma mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Myalgia yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik, defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 (Chengjin) dan Sp 6 (Sanyinjiao) terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Febuari – Maret 2017 di sekitar Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest- postest design dengan sampel 20 orang yang didapat secara total sampling. Data dianalisis dengan uji Paired T-Test dengan taraf signifikasi 0,05. Nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius sebelum terapi akupunktur adalah sebesar 5,70 dan sesudah 10x terapi akupunktur nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius adalah sebesar 2,40. Nilai rata-rata penurunan skala nyeri secara umum pre dan post terapi sebesar 3,30 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 Chengjin dan Sp 6 Sanyinjiao terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius. Myalgia or muscle pain is also referred to as a symptomof many diseases and disorders on the body. Common causes of Myalgia is the use of the wrong muscle or muscles that are too tense. Myalgia happens without a history of trauma may be caused by viral infections. Myalgia thata long time shows the myopati metabolic, nutritional deficiency or chronic fatigue syndrome.This purpose of this study was to know the influence of acupuncture therapy on point Bl 56 (Chengjin) and Sp 6 (Sanyinjiao) against a decrease in pain in gastrocnemius muscle.This research was conducted on a February-March 2017 around in Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Subdistrict Pasar Kliwon, Surakarta.This is research Pre-experimental designswith one group pretest-postest design with a sample of 20 people who result by in total sampling. Data were analyzed with Paired T-test with significance level 0.05. The results of this study is mean value of pain scale in gastrocnemius muscle pre acupuncture therapy was 5.70 and after 10x acupuncture therapy the mean value of pain scale in the gastrocnemius muscle was 2.40. The mean value of pain scale reduction in general pre and post therapy was 3.30 (p <0.05). So it can be conclusion there is influence of acupuncture therapy at point Bl 56 Chengjin and Sp 6 Sanyinjiao against the decrease of pain in gastrocnemius muscle.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG SAAT HANDOVER DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER Anita Istiningtyas; Yunita Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.204 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.262

Abstract

Banyak data baik dari luar negeri maupun dalam negeri yang menyatakan bahwa sebagian besar penyebab kesalahan medis adalah ketidaktepatan komunikasi handover , dilihat dari proses, teknik, maupun dokumentasi. Perlu pengkajian lebih mendalam agar menjadi komunikasi yang lebih baik sehingga mengurangi terjadinya kesalahan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi hubungan kepemimpinan kepala ruang saat handover dengan pelaksanaan handover. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan uji chi square. Sampelnya adalah 104 perawat pelaksana. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitiannya adalah ada hubungan antara kepemimpinan kepala ruang saat handover dengan pelaksanaan handover di ruang rawat inap (p = 0,0014). Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat mengoptimalkan kembali fungsi kepemimpinan dan manajemen kepala ruang dalam komunikasi efektif handover. Many data both from abroad and domestic states that most of the causes of medical error is the inappropriateness of handover communication, seen from the process, technique, and documentation. It needs more in-depth review to become better communication so as to reduce the occurrence of medical errors. The purpose of this research is to analyze the leadership relationship of the head room when handover with handover implementation. This research uses non experimental quantitative research with chi square test. The sample was 104 implementing nurses. Data collection using questionnaires.The result of the research is there is correlation between headroom leadership when handover with handover implementation in inpatient room (p = 0,0014). For hospitals expected to re-optimize the function of leadership and management of the head of space in effective communication handover.

Page 1 of 2 | Total Record : 18