cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
Hubungan Aktivitas Religi dengan Tingkat Depresi pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werda Unit Budi Luhur Yogyakarta Dewi Trisnawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.747 KB)

Abstract

ABSTRAKInsiden depresi lebih tinggi terjadi pada lansia yang ada di panti dan penempatan mereka di panti dianggap sebagai bentuk pengasingan dan pemisahan dari keluarga, sehingga perasaan negatif akan muncul dalam diri. Untuk menghilangkan masalah tersebut dianjurkan kepada para lansia untuk banyak melakukan kehidupan beragama (ibadah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas religi dengantingkat depresi pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werda Unit Budi Luhur Yogyakarta Tahun 2009. Metode Penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian dengan uji Kendali tau p = 0,009 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan aktivitas religi dengan tingkat depresi pada lansiaKata Kunci: Aktivitas religi, tingkat depresiABSTRACTThe incidence of depression is higher in the elderly in nursing and their placement in nursing is considered as a form of exile and separation from family, so that negative feelings will emerge in the self. To eliminate this problem it is recommended to the elderly to do a lot of religious life (worship). Research objectives: to determine the relationship of religious activity dengantingkat depression in elderly in Elderly Social Tresna Werda Unit Budi Luhur Yogyakarta Year 2009.Research methods : using descriptive correlational method with cross sectional approach.Research: the Kendall tau test p = 0.009 <0.05, which means that there is a relationship of religious activity with levels of depression in elderlyKeywords: religious activity, the level of depression
Motivasi Wanita Bekerja dalam Memberikan Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan Erlina Widyastuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.412 KB)

Abstract

ABSTRAKNutrisi berupa ASI pada bayi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 1997 dan 2002, cakupan ASI Eksklusif 6 bulan menurun dari 42,4% tahun 1997 menjadi 39,5% pada tahun 2002. Sementara itu penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5% pada ' tahun 2002 .Tujuan: menggambarkan motivasi internal dan eksternal pada wanita bekerja dalam memberikan susu formula bagi bayi usia 0-6 bulan. Metode: penelitian ini dalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil: motivasi internal wanita bekerja dalam memberikan susu formula pada bayi usia 0-6 bulan antara lain pengetahuan atau intelegensi dan motivasi eksternal antara lain lingkungan, pendidikan, social dan status ekonomi, kebudayaan, orang tua serta petugas kesehatan.Kata kunci: motivasi, susu formula, bayi usia 0-6 bulan.ABSTRACBackground: Nutrition in the form of milk on the baby to optimize growth and brain development bayi.Menurut IDHS (Indonesia Demographic Health Survey) in 1997 and 2002, the scope of exclusive breastfeeding 6 months decreased from 42.4% in 1997 to 39.5% in 2002 . While the use of infant formula have increased more than 3 times for 5 years from 10.8% in 1997 to 32.5% in 2002. Objectives: describe the internal and external motivation in women working in providing infant formula for infants aged 0-6 months. Methods: This study dalah qualitative with a phenomenological approach. Sampling technique with    the    purposive    sampling.Results: The internal motivation of working women in providing milk formula in infants aged 0-6 months, among others, knowledge or intelligence and external motivations such as environment, education, social and economic status, culture, parents and health workers.Key words: motivation, milk formula, infants aged 0-6 months.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sehat - Sakit dengan Sikap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Fakhrudin Nasrul Sani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.047 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Untuk mewujudkan hal tersebut' pemerintah telah mencanangkan visi Indonesia sehat 2010 melalui perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemahaman seseorang tentang pengetahuan sehat-sakitTujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan sehat-sakit dengan sikap mahasiswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode Penelitian : menggunakan metode deskriptif analitik, sebanyak 100 mahasiswa yang telah memenuhi syarat inklusi dan ekslusi. Pengujian analisis data menggunakan uji Coefficient ContingencyHasil Penelitian : Hasil nilai Chi Square diperoleh nilai 20,312 sehingga nilai Coefficient Contingency sebesar 0,411. Sehingga hasil pada penelitian ini adalah adanya hubungan yang agak lemah antara tingkat pengetaguan sehat-sakit dengan sikap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagian besar mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki pengetahuan sehat-sakit dalam kategori baik. Sebagian besar mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki sikap tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam kategori baik.Kata Kunci:Pengetahuan sehat-sakit, Sikap mahasiswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat.ABSTRACTBackground: Health is a fundamental human right and is one of the factors that determine the quality of human resources: To achieve this vision the government has launched the Healthy Indonesia 2010 through clean living and healthy behavior through knowledge of one's understanding of health-illnessResearch objectives: to determine the relationship healthy level of knowledge-sick with student attitudes about the behavior of clean and healthy life at University.Research Methods: a descriptive analytical method, as many as 100 students who had qualified the inclusion and exclusion. Test analysis of test data using the Contingency Coefficient Research Findings: Results of Chi Square value of 20.312 values obtained so that the value of 0.411 Contingency Coefficient. Thus the results in this study is the presence of a rather weak relationship between the level of healthy-sick pengetaguan with Muhammadiyah Surakarta University student attitudes about the behavior of clean and healthy. Most of the students at Muhammadiyah University of Surakarta has a healthy knowledge-sick in the good category. Most of the students at Muhammadiyah University of Surakarta have an attitude about the behavior of a clean and healthy living in both categories.Keywords: Knowledge healthy-sick, student attitudes about the behavior of clean and healthy
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Perubahan Fisik pada Masa Pubertas dengan Konsep Diri Remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta Siti Mardiyah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.991 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : masa remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang membedakan remaja laki-laki dan perempuan. Perkembangan fisik yang tidak sama pada setiap orang menyebabkan remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sehingga akan berpengaruh juga pada konsep dirinya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta.Metode Penelitian : jenis penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel secara proportionate stratified random samping. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian : sebanyak 70 siswa, 64 siswa (91,42%) mempunyai tingkat pengetahuan baik mengenai perubahanfisik pada masa pubertas dan tingkat pengetahuan sedang sebanyak 6 siswa (8,58%), sedangkan remaja yang mempunyai konsep diri positif sebanyak 66 siswa (94,2%), konsep diri negatif sebanyak 4 orang (5,8%). Hasil perhitungan statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja (p>0.05)Kata Kunci : Pengetahuan perubahan fisik, Konsep diri, RemajaABSTRACBackground: adolescence is a stage in human development. In adolescence the physical changes that distinguish adolescent boys and girls. Physical development is not the same in every person causing teenagers are very worried about physical development, so it will an effect also on the concept itself. Research objectives: to detemiine the relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with the adolescent self-concept school Affairs 6 Yogyakarta.Research Methods: type of study correlational descriptive analytic cross sectional approach, proportionate sampling stratified random side. Data analysis using Chi Square. Research Findings: as many as 70 students, 64 students (91.42%) had a good level of knowledge about    the changes during puberty and the physical level of knowledge are as many as 6 students (8.58%), whereas adolescents who have positive self-concept as many as 66 students (94.2%), negative self-concept as much as 4 people (5.8%). The results of statistical calculations show there is no relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with adolescent self-concept (p> 0.05)Keywords: Knowledge of physical changes, self concept, Youth
Persepsi Ibu Tentang Pijat Bayi oleh Dukun Bayi di Kelurahan Plamongansari RW 1 Kecamatan Pedurungan Semarang - Ambarsari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.642 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Pijat adalah terapi sentuhan yang memberikan kenyamanan bagin tubuh. Pijat oleh dukun bayi ini diwariskan secara turun temurun tanpa menjelasan mengenai manfaat dan teori ilmiahnya.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui persepsi ibu mengenai pengertian pijat bayi, manfaat pijat bayi, syarat pijat bayi, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun bayi serta pelaksanaan pijat bayi.Metode Penelitian : menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penarikan sampel secara purposive sampling Hasil Penelitian : hampir semua informan mengetahui pengertian pijat bayi, manfaat, syarat, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun serta pelaksanaan pijat bayi.Kata Kunci : Persepsi, Pijat bayi dan Dukun Bayi.ABSTRACTBackground: Massage is a touch therapy that provides comfort bagin body. Massage by TBAs is inherited from generation to generation without menjelasan about the benefits and scientific theory.Research objectives: to determine the perception of mothers about infant massage understanding, the benefits of infant massage, infant massage condition, the reason for massaging the baby's mother and the baby kedukun implementation of infant massage. Research Methods: Qualitative research methods with a purposive sampling for sampling Research results: almost all the informants know understanding infant massage, benefits, terms, the reasons mothers massaging their babies as well as implementation kedukun baby massage.Keywords: Perception, infant massage and Untrained.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Pertama (Kolostrum) di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta Eni Rumiyati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.442 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : kurangnya pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI Pertama (kolostrum) akan mempengaruhi terhadap kesehatan bayi, karena kolostrum sangat penting untuk kekebalan bayi dan kolostrum merupakan imunisasi alami yang banyak mengandung zat anti virus dan anti bakteri.Tujuan : mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian kolostrum di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta. Metode Penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu cross sectional, analisa data dengan uji Chi-square. Hasil Penelitian : Tingkat pengetahuan ibu baik tentang pemberian kolostrum sebanyak 20 orang (66,67%), tingkat pengetahuan ibu cukup baik tentang pemberian kolostrum sebanyak 5 orang (16,67%), tingkat pengetahuan ibu kurang tentang pemberian kolostrum sebanyak 1 orang(3,33%), dan tingkat pengetahuan ibu tidak baik dan tidak memberikan kolostrum sebanyak 3 orang(10%). Nilai p = 0,000 < 0,05, artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI pertama (kolostrum) di Rumah Bersalin An-Nissa Surakarta.Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Menyusui, Kolostrum.ABSTRACTBackground: The lack of knowledge of mothers on breast feeding first (colostrum) will affect the health of infants, because colostrum is very important for baby's immunity and colostrum is a natural immunization that contains many anti-virus and    anti-bacterial.Purpose: determine the relationship between the level of knowledge of nursing mothers with a maternity hospital of colostrum in the An-Nissa Surakarta.Research Methods: analytical observational cross-sectional time approaches, data analysis with Chi-square test.Research Results: The level of maternal knowledge both about giving colostrum as many as 20 people (66.67%), good enough mother's level of knowledge regarding the provision of colostrum as many as 5 people (16.67%), mother's level of knowledge is less about giving colostrum as many as 1 person (3, 33%), and the level of knowledge is not a good mother and did not give colostrum as many as 3 people (10%). P-value = 0.000 <0.05, meaning there is a relationship between level of knowledge ofnursing mothers with breastfeeding the first (Colostrum) at the matemity hospital of An-Nissa Surakarta.Keywords: Knowledge mother, Breastfeeding, Colostrum.
Hubungan Pengetahuan Primigravida Tentang Kehamilan dengan Kecemasan dalam Menghadapi Kehamilan Trimester 1 di BPS Fathonah WN Estri Kusumawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.878 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perasaan cemas seringkali menyertai kehamilan terutama pada seorang ibu yang labil jiwanya. Kecemasan ini mencapai klimaksnya nanti pada saat persalinan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa wanita -wanita yang mengalami kecemasan sewaktu hamil akan lebih banyak mengalami persalinan abnormal. Kecemasan terjadi karenanya kurangnya pengetahuan ibu hamil tetang kehamilannya. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti mengambil rumusan masalah adakah hubungan pengetahuan primigravida tentang kehamilan denagn kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1 di BPS Fathonah WN.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan primigravida tentang kehamilan dengan kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1.Metode Penelitian: merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di BPS Fathonah WN. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 37. tehnik pengumpulan data dengan kuesioner dan di analisa dengan menggunakan Spearman Rank.Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan harga t = 4,358 dan nilai r tabel 2,746, karena harga t lebih besar daripada r tabel maka Ho ditolak dan ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan primigravida tentang kehamilan dengan kecemasan dalam menghadapi kehamilan trimester 1.Kata Kunci: pengetahuan kehamilan, primigravida, kecemasan trimester 1.ABSTRACTBackground: Feelings of anxiety often accompany pregnancy especially on a mother's fragile soul. This anxiety reached its climax later in during childbirth. Several studies have shown that women - women who experience anxiety during pregnancy will be more experienced abnomial deliveries. Anxiety occurs hence the lack of knowledge of pregnant women pregnant neighbor. Based on the background, the researchers took the formulation of the problem is there a relationship of knowledge about pregnancy with anxiety of primigravidae in facing the 1st trimester of pregnancy in BPS Fathonah WN. Research objectives: to determine the relationship of knowledge about pregnancy primigravidae with anxiety in the face of 1st trimester of pregnancy.Research Methods: an observational analytic studies with the cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women in BPS Fathonah WN. Sampling techniques with the purposive sampling as many as 37. techniques of data collection by questionnaire and analyzed using the Spearman Rank. Research Findings: The results obtained price and the value t = 4.358 r 2.746 table, because the price is greater than r t table then Ho is rejected and Ha accepted. Based on these results we can conclude there is a relationship between knowledge about pregnancy primigravidae with anxiety in the face first trimester of pregnancy.Keywords: knowledge of pregnancy, primigravidae, anxiety trimester 1.
Perbedaan Prestasi Belajar Berdasar Tingkat Aktivitas dalam Organisasi Ekstrakurikuler pada Mahasiswa Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta Mei Lina Fitri Kumalasari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 2, Juli 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.429 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Dengan mengikuti kegiatan dalam organisasi ekstrakurikuler, mahasiswa dapat mengembangkan bakat dan minta serta dapat mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik mereka. Tujuan Penelitian : mengetahui perbedaan prestasi belajar berdasar tingkat aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler. Metode Penelitian : observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis uji statistik dengan uji t tak berpasangan Hasil Penelitian : dari 53 responden menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa yang aktif organisasi kstrakurikuler dengan yang tidak aktif organisasi ekstrakurikuler. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstrakurikuler mempunyai prestasi yang lebih baik dari pada mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh pi = 3,105 dan p2 = 2,7940 (mi>M2 ) dengan signifikansi 0,003 (P< 0,05). Artinya, terdapat perbedaan prestasi belajar berdasar tingkat aktivitas dalam organisasi ekstrakurikuler pada mahasiswa D IV Kebidanan UNS. Prestasi belajar pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstrakurikuler lebih baik dari pada mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi ekstrakurikuler.Kata Kunci : Tingkat Aktivitas Dalam Organisasi Ekstrakurikuler, Prestasi BelajarABSTRACTBackground: The extracurricular activity of the organization is one of the factors that influence learning achievement. By following extracurricular activities within the organization, students can develop their talents and have and can develop cognitive skills, affective and psychomotor them. Research objectives: to know the difference learning achievement based extracurricular activity levels within the organization. Research Methods: Observational cross sectional analytic approach, with a proportionate stratified random sampling technique. Analysis of statistical tests with unpaired t test Research Results: of 53 respondents indicated that there are differences in learning achievement between students who are active organization with an inactive extracurricular organizations. Students who are active extracurricular organization has a better performance than the students who are not active in extracurricular organizations. Based on the results of statistical tests obtained p1 - ¡j2 = 3.10 and 2.7940 (p1> p2) with a significance of 0.00 (P <0.05). That is, there are differences in leamin achievement based on activity levels in th< organization on student extracurricular D IV Midwifery UNS. Learning achievement in student; who are active in extracurricular organizatior better than students who are not active in extracurricular organizations.Keywords: Organizational Levels In Extracurricular Activities, Learning Achievement
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Klien Tentang Stroke dengan Konsep Diri di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta Mery Oktariani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.729 KB)

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan salah satu disfungsi neurologik akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dan timbul secara mendadak, apabila berlanjut dan tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian. Tingkat pengetahuan klien tentang -stroke merupakan aspek pokok untuk lebih mengenal keadaan dirinya agar tidak mengalami ancaman baik secara fisik atau psikologis, yang akhirnya mengakibatkan gangguan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan klien tentang stroke dengan konsep diri (gambaran diri, harga diri, peian). Variabel bebasnya adalah tingkat pengetahuan klien tentang stroke dan variabel terikatnya adalah konsep diri. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen (survey) dengan pendekatan cros sectional. Subjek penelitian adalah klien stroke yang bemsia 45-64 tahun yang menjalani rawat jalan pada bulan Mei-Juli 2004 di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil ada 30 sampel dipilih secara purposive sampling. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dan konsep diri menggunakan kuesioner. Kemudian untuk mengetahui hubungan antara keduanya menggunakan analisa kai kuadrat. Dari hasil penelitian diperoleh : sebagian besar tingkat pengetahuan klien tentang stroke di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta baik, yaitu sebesar 60% Sebagian besar konsep diri klien stroke di Poliklinik Syaraf RSU PKU Muhammadyah Yogyakarta positif yaitu sebesar 83,33%, hubungan antara tingkat pengetahuan klien stroke dengan konsep diri dihitung dengan teknik analisa kai kuadrat, diperoleh kai kuadrat sebesar 14, 400 dan nilai signifikan P=0,001 dan a 0,05 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan klien tentang stroke dengan konsep diri.Kata Kunci : Tingkat pegetahuan, Klien Stroke, Konsep diri.ABSTRACTStroke is one of acute neurologic dysfunct.on caused by vascular disorders and arise suddenly, if not addressed promptly goes and car. cause paralysis and even death. Client's level of knowledge about stroke is an essential aspect of becoming familiar with the situation himself for not being threatened either physically or psychologically, which eventually lead to impaired self-concept.This study aims to determine the relationship level of client knowledge about stroke with the concept of self (self-image, self esteem, role). Independent variables are the level of client knowledge about stroke and the dependent variable is the concept of self.Tnis type of research is non-experimental (survey) with CROs sectional approach. Research subjects were stroke clients aged 45-64 years who underwent outpatient in May-July 2004 in the Neurosurgery Clinic PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta. The number of samples taken there were 30 samples selected purposively sampling. To measure the level of knowledge and self-concept using a questionnaire. Then to determine the relationship between the two uses kai squared analysis.From the research results obtained: most of the client's level of knowledge about stroke in the Neurology Clinic PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta good, amounting to 60% Most of the client's self-concept stroke in PKU Muhammadiyah Hospital Neurosurgery Clinic positive Yogyakarta that is equal to 83.33%, the relationship between the level of knowledge stroke clients with the concept of self-analysis techniques are calculated by the square kai, kai squared obtained by 14, 400 and a significant P value of 0.001 and a = 0.05 which means there Is a significant relationship between the level of the client's knowledge about stroke with the concept of self.Keywords: Knowledge level, Client Stroke, self-concept
Dampak Menopause Terhadap Konsep Diri Wanita yang Mengalami Menopause di Kelurahan Trengguli Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar S. Dwi Sulisetyawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.457 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Menopause sebagai masa yang penting dalam kehidupan wanita, dimana pada masa ini terjadi peralihan dari masa produktif menuju masa non produktif. Banyak gejolak dan perubahan yang terjadi pada masa ini, fisik maupun psikis. Hal ini dapat membuat seorang wanita mengalami perubahan konsep diri yang dimilikinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak menopause terhadap konsep diri wanita yang mengalami menopause di kelurahan Trengguli. Kabupaten Karanganyar. Metode : Metode yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan melibatkan 5 orang sebagai responden dan dengan teknik ^sampel bertujuan (pjmosive sampling). Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan yang dialami wanita yang mengalami menopause meliputi perubahan fisik dan mental, yang berdampak terhadap konsep diri wanita tersebut. Konsep diri wanita yang mengalami menopause tersebut meliputi citra tubuh yang baik, ideal diri yang realistis, harga diri yang tinggi, fungsi peran yang baik, dan identitas diri yang kuat.Simpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa wanita yang mengalami menopause memiliki konsep diri yang positif. Hal ini ditunjukkan oleh koping responden yang baik terhadap perubahan yang terjadi setelah menopause.Kata Kunci : menopause, konsep diri, wanitaABSTRACTBack Ground: Menopause as the important period in women's life, that this period the woman have transition period from productive to non productive. There are many change in this period, both physic ally and psycologically. This make women experiencing change their self concept. The aim of this research is to know the menopause effect to self concept of woman who were experiencing menopause in Trengguli village, Jenawi. District of Karanganyar. Method: Method used by the researcher was qualitative method with phenomenological . approach with five participants as the subject research that taken by purposive sampling. Result: This research shows that change of the women whc were experiencing menopause include physic and mental that effected to the woman's self concept. The self concept of women who were experiencing include their body image are good, their self ideal are realistic, their self esteem are high, their role function are good, and their self identity are strong. Conclusion : Based on this research can be taken conclusion that women who were experiencing menopause have positive self concept. That is indicated by coping of respondens post menopause are positif.Key Word : menopause, self concept, women

Page 1 of 44 | Total Record : 434