cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
Pengaruh Pemberian Rangsangan Puting Susu dengan Pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III Terhadap Waktu Kelahiran Plasenta di Kota Surakarta Fresthy Astrika Yunita
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.48 KB)

Abstract

AbstrakPerdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia, dan umumnya perdarahan berlangsung setelah, persalinan. Penyebab terbanyak dari perdarahan pasca persalinan tersebut yaitu 50-60% karena kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus. Tidak adanya kontraksi uterus (atonia uteri) juga dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan, sehinggga kelahiran plasenta teijadi lebih lambat dan memperbanyak jumlah perdarahan. Pemberian rangsangan puting susu dengan pemlinan dapat mempengaruhi hipotalamus agar mengeluarkan hormon oksitosin yang akan mempercepat kontraksi uterus sehingga mengurangi perdarahan post partum. Untuk mengetahui pengaruh pemberian rangsangan puting susu dengan pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III terhadap waktu kelahiran plasenta. Jenis Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian After Only With Control Design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Surakarta dan BPS Suratini Surakarta. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 56 ibu bersalin, 28 orang sebagai kelompok perlakuan dan 28 orang sebagai kelompok kontrol. Pengolahan dan analisa data menggunakan komputer program SPSS dengan jenis One sample t- test. Terdapat pengaruh yang signifikan waktu kelahiran plasenta pada pertolongan persalinan kala III yang menggunakan MAK III dengan pemilinan jika dibandingkan dengan MAK III tanpa pemilinan, perbedaan waktunya 2.582 menit lebih cepat dari kelahiran plasenta yang menggunakan MAK III dengan pemilinan puting susu. Persalinan kala III yang menerapkan Manajemen Aktif Kala III dengan pemilinan menunjukkan pengaruh yang signifikan dimana p< 0.05 ( p 0.00; beda mean; 2.582). Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini adalah ditolak yaitu pemberian rangsangan puting susu pada Manajemen Aktif Kala III dan pemilinan berpengaruh secara signifikan terhadap Waktu kelahiran plasentanya dibandingkan dengan waktu kelahiran plasenta pada Manajemen Aktif Kala III tanpa pemilinan.Kata Kunci: Rangsangan puting susu deng an pemilinan, waktu kelahiran plasentaAbstractBleeding is the first problem that causes the death rate in Indonesia, In generally, bleeding happened after the child birth. The most highest problem of child birth that causes bleeding is 50-60%, it is happened because of the mother weakness or no uterus contractions {atonia uteri}. No uterus contractions happened because of the bad carrying in the third child birth, and the placenta birth happened so slowly, it made the bleedings. To give stimulation nipple can influence hipotalamus to take out ocytocin hormon to increase uterus constraction so that reducing post partum bleeding. The goal of the resarch is to know and to understand the influence to give stimulation nipple with the twine for the third active management of the long term of placenta birth. This research is Quasy Experiment with the research design After Only Control Design, the research held in Rumah Sakit Daerah {RSD} Surakarta and BPS Suratini Surakarta. The sample of experiment research are 56 respondes (mothers) , 28 person as an object and 28 person as a control. The cultivating and analysing the data by using the computer especially SPSS with one sample test. There are the signficant influence of the long term of placenta birth in the third birthing by using The third active Management and the twine of the nipple that compare with the Third active management without twine the nipple, the difference is about 2.582 minutes faster then the placenta birth by using the third active management with twine the nipple.The Child Birth by using the third Active Management with twine the nipple showed the significant influence p<0.05 (p 0.00; mean ; 2.582 ). Base on the data the hypothesis of the research is refused, this is The giving nipple stimulation in the third active management and twine nipple having a significant influence the long term placenta birth with the long term placenta birth in the third active management without twine the nipple.Key words: The stimulation by using the twine of the nipple, the term of placenta birth.
Perbedaan Penerapan Metode Demonstrasi dan Audiovisual (VCD) Terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II pada Mahasiswa Semester III Anis Nurhidayati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.378 KB)

Abstract

ABSTRAKBidan merupakan tenaga kesehatan yang memegang peranan penting dalam pelayanan maternal dan perinatal. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah mampu memberikan * asuhan persalinan dan kelahiran. Pencapaian kompetensi tersebut dapat diawali dari institusi pendidikan. Guna mencapai keterampilan profesional dalam memberikan pelayanan kebidanan diperlukan proses belajar mengajar yang kondusif dilihat dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana dan prasarana serta metode. Metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran penting. Metode yang diperlukan dalam proses pembelajaran difokuskan pada penerapan metode demonstrasi dan audiovisual. Mengetahui perbedaan penerapan metode demonstrasi dan audiovisual (VCD) terhadap penguasaan keterampilan pertolongan persalinan kala II. Quasi experimental dengan desain The Statistic Group Comparison. Mahasiswa semester III Akbid Kusuma Husada Surakarta, dengan jumlah sample 84 mahasiswa.Analisis bivariat dilakukan pada variabel metode pembelajaran dan penguasaan keterampilan pertolongan .persalinan kala II dengan menggunakan rumus independent t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II dengan metode demonstrasi adalah 40.7758 dengan standart deviasi 5.89564. Sedangkan untuk audiovisual rata -rata nilai evaluasinya 22.9762 dengan standart deviasi 3.18302. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent t -test dengan tingkat kemaknaan 5%, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan (P=0.000) Kelompok perlakuan metode demonstrasi mempunyai rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II lebih tinggi daripada kelompok perlakuan audiovisual.Kata kunci: Metode demonstrasi, audiovisual (VCD), penguasaan keterampilanAbstractMidwife is one of health proffesionals who has important role in maternal and perinatal services. One of the competences that should be have is able to give upbringing of childbirth and birth. In order to get professional skill in giving midwife service, it needs a condusive teaching learning process seen from the curriculum, teaching staff, means and infrastructure, and also method. The method in series of learning system has important role. The method which is needed in learning process is focused on the application of demonstration and audiovisual methodology. Objective: To know the differences between the aplication of demonstration and audiovisual methodology (VCD) toward the skills mastery of childbirth aid II period. Research Method: quasi experimental by the statistic group comparison design.Subject: Third student of Accademic of Kusuma Husada Midwefery of Surakarta, with 84 samples student. Data Analysis: Bivariatic analysis is appleid to learning methodology and skill mastery of childbirth aid II period by using independent t-test formula with 5% degrees of significancy variable. Result: The average evaluation score of childbirth aid II period by demonstration methodology is 40.7758 with 5.89564 standard deviation.Meanwhile for audiovisual, the average evaluation score is 22.9762 with 3.18302 standard deviation. Based on the result of hypothesis test using independent t-test with 5% degrees of significancy, known that there are significantly differences between both of treatment groups (P=0.000). Conclusion: The treatment group of demonstration methodology has average evaluation score of childbirth aid II period higher than the treatment group of audiovisual methodology.Keywords: Demonstration methodology, audiovisual (VCD), skill mastery.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pengambilan Keputusan Memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Bidan Praktik Swasta Titik Sri Suparti Boyolali Desy Handayani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.798 KB)

Abstract

AbstrakMakin menurunnya peserta Intra Uterine Device (IUD) atau AKDR, dan meningkatnya pengguna pil dan suntik serta animo yang tinggi terhadap ' implant merupakan salah satu bukti kesertaan masyarakat dalam ber-KB belum mempertimbangkan rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi. Menurut survey pendahuluan di BPS Titik Sri Suparti Boyolali yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2007 tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memilih AKDR hasilnya yaitu karena efektif, efisien, tidak cocok dengan kontrasepsi lain, dan pernah mengalami kegagalan KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor pribadi, faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih alat kontrasepsi dalam rahim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlokasi di Wilayah BPS Titik Sri Suparti Boyolali, Desa Tabang Wetan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan dilaksanakan pada bulan Oktober - Nopember 2007. Sedangakan informan dalam penelitian ini adalah ibu yang menjadi akseptor KB AKDR dengan pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Pengambilan data pada informan penelitian menggunakan metode diskusi kelompok tearah dan wawancara mendalam. Beberapa faktor dari pribadi yang mempengaruhi sebagian besar ibu memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi dan faktor pengaruh dari orang lain. Sedangkan untuk faktor hubungan sanggama tidak mempengaruhi untuk memilih AKDR. Selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas juga mempengaruhi sebagian besar ibu untuk memilih AKDR.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi, dan faktor pengaruh orang lain yang termasuk dalam faktor pribadi, selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas.Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi. AKDR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN KONTRASEPSI KB SUNTIK DI BPS. RUVINA SURAKARTA Rahajeng Putriningrum
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.867 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemerintah terus menekan laju pertambahan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini pertumbuhan penduduk Indonesia 1,6 persen per tahun. Suatu pertumbuhan yang cukup mengkhawatirkan, karena dari pertumbuhan ini masih dihasilkan sekitar 3-4 juta jiwa manusia baru di Indonesia. Program Keluarga Berencana saat ini merupakan program yang diprioritaskan. Salah satu dari metode Keluarga Berencana adalah suntik, dan alat kontrasepsi ini paling banyak peminatnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui secara umum faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan ibu menjadi akseptor KB suntik berdasarkan pendidikan, paritas, pengetahuan, pekerjaan, motivasi bidan dan peran suami. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah semua akseptor KB suntik yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Keseluruhan sampel berjumlah 34 responden. Kuesioner yang dibagikan terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke enam faktor yang diteliti ada 4 faktor yang mempunyai pengaruh yaitu faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor jumlah anak, faktor peran suami. ABSTRACT Pemerintah terus menekan laju pertambahan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini pertumbuhan penduduk Indonesia 1,6 persen per tahun. Suatu pertumbuhan yang cukup mengkhawatirkan, karena dari pertumbuhan ini masih dihasilkan sekitar 3-4 juta jiwa manusia baru di Indonesia. Program Keluarga Berencana saat ini merupakan program yang diprioritaskan. Salah satu dari metode Keluarga Berencana adalah suntik, dan alat kontrasepsi ini paling banyak peminatnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui secara umum faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan ibu menjadi akseptor KB suntik berdasarkan pendidikan, paritas, pengetahuan, pekerjaan, motivasi bidan dan peran suami. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah semua akseptor KB suntik yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Keseluruhan sampel berjumlah 34 responden. Kuesioner yang dibagikan terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas dengan rumus product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke enam faktor yang diteliti ada 4 faktor yang mempunyai pengaruh yaitu faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor jumlah anak, faktor peran suami.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PEMASANGAN KONTRASEPSI IMPLANT Desy Handayani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.69 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1). Apakah ada pengaruh media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, 2). Apakah ada pengaruh minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant, dan 3). Apakah ada interaksi pengaruh media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasy experimental design) Control Group Posttest Only Design. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Teknik sampel penelitian yang digunakan sampling jenuh, yaitu seluruh mahasiswa semester IV berjumlah 90 mahasiswa. Sampel dibagi tiga kelompok yaitu 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media VCD, 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media gambar dan 30 mahasiswa diberi perlakuan dengan media model sebagai kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk pengetahuan pemasanagan kontrasepsi implant dan angket untuk instrumen minat belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas variansi menggunakan uji F, dengan taraf signifikansi penelitian sebesar 5%, dilanjutkan dengan uji Schefee. Berdasarkan hasil penelitian maka (1) ada pengaruh yang signifikan media pembelajaran terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 189,186 (sig=0.00 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 7,197 (sig=0.09 < 0.05 ) sehingga hipotesis yang dikemukakan terbukti kebenarannya, (3). Tidak terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran dan minat belajar terhadap pengetahuan tentang pemasangan kontrasepsi implant dengan hasil F = 0,424 (sig=0,656 > 0.05) sehingga hipotesis yang dikemukakan tidak terbukti kebenarannya ABSTRACT Purpose of this research are 1) to know the influence of learning media toward knowledge about installation of implants's contraception, 2) to know the influence interest of learning toward knowledge about installation of implant contraception, and 3) to know the interaction of learning media and learning interests toward knowledge about installation of implants contraception. The technique of collecting data knowledge of contraceptive implant installation using the tests, while the data learning of interest using questionere. The technique analyzed data using two-way analysis of variance. Prerequisite test using the test of normality and homogeneity of using F test, with significance level of 5% followed by Schefee test. The research use an quasy experimental design control group posttest only design. This research was conducted in the course DIII Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. The population involved the research was all of student fourth semester. The population in this study are all students at four semester study program DIII Midwifery STIKes Kusuma Husada Surakarta. Techniques sampling used are sample saturated, total all students are 90 students, and then this sample is divided into three groups: 30 students were treated with VCD media, 30 students were treated with media images and 30 students were treated by the media as a control of model Conclusion the results of this study are : (1) there is significant influence learning media toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 189.186 (sig = 0.00 <0.05), so the hypothesis hypothesis can be acceptable (2) there is significant influence of interest's learning toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 7.197 (sig = 0.09 <0.05), so the hypothesis can be acceptable (3). There were no significant influence interaction between instructional media and interest in learning toward knowledge about the installation of implant contraception with the result F = 0.424 (sig = 0.656> 0.05) so that the hypothesis can nto acceptable
PERSEPSI PERAWAT TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI UPJ RSUP DR. KARIADI SEMARANG P Pratondo; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.184 KB)

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) pertama kali digunakan di tahun 1960. Selama kurun waktu 40 tahun sejak diperkenalkannya RJP modern, telah banyak perubahan dan perkembangan. RJP dilakukan dengan memberikan bantuan ventilasi, kompresi dada, dan mengembalikan sirkulasi ke dalam kondisi normal. Hanya 10 % dari pasien yang dapat bertahan hidup setelah mendapatkan resusitasi. Keberhasilan RJP dipengaruhi barbagai faktor. Tujuan dari evidence base ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan resusitasi jantung paru (RJP). Jenis dan rancangan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik sampling menggunakan random sampling dengan melibatkan 4 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview Hasil dari studi evidence base ini menggambarkan bahwa persepsi perawat tentang faktor yang meningkatkan keberhasilan RJP adalah ketersediaan alat, kompetensi perawat, penanganan pasca resusitasi, kolaborasi dengan dokter, panduan RJP, dan response time. Kesiapan alat dan kondisi pasien merupakan faktor yang menghambat dalam keberhasilan RJP. Kesimpulan yang didapat bahwa ketersediaan alat tanpa disertai kesiapan untuk digunakan menurunkan respon time perawat dalam memberikan resusitasi pada pasien yang mengalami cardiac arrest. Kompetensi perawat menguasai panduan RJP dan kolaborasi dengan dokter menentukan kualitas resusitasi yang diberikan kepada pasien. Penghentian RJP dengan mempertimbangkan durasi RJP dan kondisi pasien dilakukan untuk memberi kesempatan pada klien untuk meninggal dengan tenang. Penanganan pasca resusitasi setelah pasien stabil perlu persiapkan sebagai penanganan berkelanjutan dari RJP
EFEKTIVITAS SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA LANSIA MEROKOK DI DUSUN PIRAK MERTOSUTAN SIDOLUHUR GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009 Sri Hartini; M Mulyanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Penuaan merupakan proses alami dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Angka kesakitan lanjut usia juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan timbul berbagai penyakit degeneratif salah satunya disebabkan karena peningkatan kadar kolesterol darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam lansia terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada lansia merokok di Dusun Pirak Mertosutan Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen (eksperimen semu), dengan pendekatan rancangan one group pretest-postest yaitu suatu rancangan penelitian dimana tidak ada kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang aktif merokok atau mempunyai riwayat merokok dan mempunyai kadar kolesterol darah lebih dari 200 mg/dl yang diukur menggunakan alat ukur kolesterol darah. Besarnya sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang. Responden diberi perlakuan berupa senam lansia secara rutin 3 kali dalam 1 minggu selama 1 bulan mulai dari tanggal 22 Mei 2009 hingga tanggal 17 Juni2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar kolesterol darah antara pretest dan posttest yaitu sebanyak 28-43 mg/dl. Data yang telah didapatkan dilakukan uji statistik dengan menggunakan T-test dependent. Berdasarkan uji statistik didapatkan asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 < a (0.05) sehingga dapat disimpulkan senam lansia yang dilakukan secara rutin efektif untuk menurunkan kadar kolesterol darah pada lansia merokok.
STUDI ANALISA PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI INTERVENSI NON FARMAKOLOGI DALAM MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA DALAM SUDUT PANDANG KEPERAWATAN S Sumino; Fransiska Arie Nursanti; Dewi Trisnawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.252 KB)

Abstract

ABSTRAK Usia remaja merupakan usia dimana seseorang mengalami perkembanagn khususnya pada organ reproduksi. Pada masa remaja, wanita akan mengalami menstruasi. Pada saat wanita mengalami menstruasi mereka sering mengeluh nyeri. Nyeri haid sering disebut dismenore. Gunawan (2002) mengemukakan nyeri haid pada 27,6 % responden memerlukan obat dengan sebagian aktivitas terganggu, Mengkonsumsi obat dalam frekuensi yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pada fungsi organ tubuh. Tindakan non farmakologis yaitu dengan pemanfaatan bahan herbal. Air kelapa dikatakan dapat mengurangi rasa nyeri saat haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan air kelapa sebagai terapi non farmakologis dalam mengurangi nyeri haid pada remaja dalam sudut pandang keeperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara dan studi literatur. Hasil yang didapatkan adalah bahwa intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Air kelapa mengandung elektrolit dan mineral. Cairan dan darah yang keluar dapat digantikan oleh elektrolit dan asam folat yang terkandung dalam air kelapa. Elektrolit bermanfaat untuk mencegah dehidrasi. Asam folat membantu dalam proses produksi sel darah merah. Nyeri haid diakibatkan oleh ketidakseimbangan kadar prostaglandin. Belum terdapat literatur yang menuliskan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Kesimpulan dari studi yang telah dilakuan adalah intervensi keperawatan non farmakologis dalam mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan pemberian air kelapa. Belum ada sumber yang menyatakan kandungan air kelapa yang dapat mengurangi rasa nyeri. Nyeri haid berkurang karena efek sekunder dari peran elektrolit dan asam folat. ABSTRACT Adolesence is age where someone having development of reproduction organ. Female will start have menstruation in adolesence. When being in period, female complains pain. Menstruation pain is usually named dismenorre. Gunawan (2002) wrote that dismenorre to 27,6 % respondents need medicine while disturbance activity. Consuming medecine in high intensity can cause disturbance to body organ function. Non farmacology intervension is by using herbal materials. Coconut water said capable to relief dismenorre. This research lead to identify using of coconut water as non farmacology intervention in reducing dismenorre in nursing point of view. The methods was interview and study literature. The result showed that non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. It contained minerals and electrolyts. Wasting bBlood and fluid could be recharged by electrolyts ang folic acid. Electrolyts prevented dehydration. Folic acid helped red blood cell production. Dismenorre was caused by unstabil prostaglandin. No written literature showed analgesic substance in coconut water.The conclusion is non farmacology intervention doing for reducing dismenorre was by consuming coconut water. No written literature showed analgesic substance in coconut water. Dismenorre was relieved by folic acid and electrolyts.
PENGARUH KOMPRES METRONIDAZOL TERHADAP LUKA KAKI DIABETIKUM Edy Mulyono; Galih Setia Adi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.845 KB)

Abstract

ABSTRAK Infeksi kaki diabetes adalah penyebab umum morbiditas baik dalam masyarakat dan rumah sakit. Infeksi kaki diabetik diklasifikasikan sebagai rumit jika infeksi telah menyebar ke dalam jaringan lebih lembut, jika intervensi bedah diperlukan, atau jika pasien telah menulis kondisi yang wajar menghambat respon terhadap pengobatan (misalnya diabetes mellitus atau human immunodeficiency virus). Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui manfaat menggunakan metronidazol dan 0,9% dalam pengobatan infeksi kaki diabetes yang rumit yang membutuhkan rawat inap. Luka perawatan menggunakan metronidazol dan NaCl yang baik dan benar akan mempercepat penyembuhan luka kaki diabetik (selama 3 minggu luka lebih baik) daripada hanya menggunakan NaCl saja (selama 6 minggu pemulihan luka baru jaringan terjadi). Karena metrodinazole antibiotik, antibakteri dan antiprotozoa. Obat ini melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan amuba dalam tubuh. Metronidazole adalah antibakteri dan antiprotozoa sintetik nitroimidazoi derivatif yang memiliki aktivitas bakterisid, amebisid dan trikomonosid. ABSTRACT Diabetic foot infections are a common cause of morbidity in both the community and hospitals. Diabetic foot infections are classified as complicated if the infection has spread into the softer tissues, if surgical intervention is required, or if the patient has co reasonable conditions inhibit the response to treatment (eg, diabetes mellitus or human immunodeficiency virus). The purpose of this article is to investigate the benefits of using metronidazole and 0.9% in the treatment of complicated diabetic foot infections requiring hospitalization. Wound treatment using metronidazole and NaCl is good and true will accelerate the healing of diabetic foot wounds (for 3 weeks improved wound) than just using NaCl alone (for 6 weeks a new wound tissue recovery occurs). Because metrodinazole an antibiotic, and antibacterial antiprotozoa. This drug against infections caused by bacteria and amoeba in the body. Metronidazole is a synthetic antibacterial and antiprotozoa nitroimidazoi derivatives that have activity bacterisid, amebisid and trikomonosid”.
PERBANDINGAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT PETANI DAN PEGAWAI KANTOR DI DESA TRAYU Saptorini Murdyastuti; Yunita Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.755 KB)

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah arterial, sistol ≥ 130 mmHg dan diastol ≥ 90mmHg. Tekanan darah ditentukan oleh cardiac output dan resistensi perifer. Tujuan penelitian hipertensi ini untuk mengetahui faktor resiko terjadinya hipertensi antara pekerja kantoran dan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross - sectional study ( pengambilan data sewaktu ) dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Penggunaan pengambilan data sewaktu dengan cara menghitung prosentase pada 20 masyarakat yang masing - masing 10 orang bekerja di kantoran dan 10 orang bekerja sebagai petani. Metode pendidikan kesehatan dilakukan setelah pengukuran tekanan darah dengan memberikan penjelasan hasil yang disertai leaflet kepada masing - masing masayarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dari 20 orang yang resiko terkena hipertensi dari masyarakat yang bekerja sebagai petani dan bekerja di kantor,yaitu yang bekerja sebagai petani 20% Hipertensi berat, sedangkan yang bekerja di kantor 5 % yang terkena hipertensi berat. ABSTRACT Hypertension is the increase in arteria lblood pressure, systolic ≥130 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Blood pressure is determined by cardiac output and peripheral resistance. The purpose of this hypertension study to determine risk factors of hypertension among officer and farmers. The method used is the method of cross - sectional study and health education about hypertension. The use of any data retrieval by calculating the percentage of the 20 people each - every 10 people working in the office and 10 people work as farmers. Methods of health education carried out after the measurement of blood pressure by giving the explanation that accompanied the leaflet to each community. The results obtained from this study of 20 people who risk of hypertension than people who worked as a farme rand worked in the office, which I sworking as a farmer Hipertensi 20% by weight, while those working in the office affected 5% of severe hypertension.

Page 3 of 44 | Total Record : 434