cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN KEPRIBADIAN ANAK O Oktavianus; Galih Setia Adi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.882 KB)

Abstract

ABSTRAK Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Kepribadian adalah organisasi sikap – sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. Dilihat dari sisi psikologis, masing-masing material golongan darah menumbuhkan perbedaan pada pembentukan perasaan dan tubuh kita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara golongan darah dengan kepribadian anak. Strategi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan secara cross sectional. Distribusi responden menurut golongan darah menunjukkan sebagian besar responden memiliki golongan darah B, yaitu sebanyak 13 responden (39%), selanjutnya golongan darah O sebanyak 11 responden (33%), golongan darah A sebanyak 6 responden (18%), dan AB sebanyak 3 responden (9%). Distribusi responden menurut tipe kepribadian sebagian besar adalah sanguinis yaitu sebanyak 16 responden (49%), selanjutnya koleris dan phlegmatis masing-masing sebanyak 7 responden (21%), dan melankolis sebanyak 3 responden (9%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan golongan darah terhadap kepribadian anak
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI BAYI UMUR 6-24 BULAN DI POSYANDU KARYAMULYA JETIS JATEN Dheny Rohmatika
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.428 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan tentang makanan pendamping ASI yang dimiliki ibu sangat berpengaruh, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang semakin baik pelaksanaannya. Keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat dan cara pemberian makanan pendamping ASI yang benar sehingga berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan di posyandu Karya Mulya Jetis Jaten. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Posyandu karya Mulya Jetis Jaten. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dalam bentuk cheklist dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian di Posyandu Karya Mulya menunjukkan responden yang memberikan MP-ASI dengan tingkatan pengetahuan baik sebanyak 66,7%; kelompok tingkatan pengetahuan cukup sebanyak 16,7%; kelompok ibu yang tingkat pengetahuannya kurang sebanyak 3,3%. Kesimpulan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan. ABSTRACT The food was given for the first time will be a huge impact on the future health of babies that are beneficial to growth and development. In this case, knowledge about complementary feeding mothers held very influential, the higher a person's level of knowledge the better implementation. The state of malnutrition in infants and children caused by the provision of complementary feeding is not appropriate and the ignorance of mothers about the benefits and how the provision of proper complementary feeding and therefore contributes to the provision of complementary feeding The objective to determine the level of knowledge capital, know breast milk feeding infants aged 6-24 months and to determine the relationship of the level of knowledge of mothers with breast milk feeding infants aged 6-24 months in posyandu work Mulya Jetis Cork. The study was an observational analytic cross sectional design. Location of research work carried out in IHC Mulya Jetis Cork. The population in this study were 30 respondents, the sampling technique using total sampling. Data collection tool used was a questionnaire in the form of checklist with univariate and bivariate analyzes. The results in IHC work Mulya the respondent with a good level of knowledge, providing complementary feeding with a good level of 66.7%, while providing complementary feeding with sufficient levels of as much as 16.7%, and from women whose levels provide knowledge about complementary feeding as much as 3.3%. There is a relationship between the level of knowledge of mothers with breast milk feeding bari aged 6-24 months.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN KLIEN HIPERTENSI DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI PUSKESMAS GONDANGREJO KARANGANYAR Diyah Ekarini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 1, Januari 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.924 KB)

Abstract

ABSTRAK Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease atau pembunuh diam-diam, karena pada umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan sangat diperlukan untuk mendeteksi dini terjadinya penyakit hipertensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, diantaranya adalah pendidikan, pengetahuan serta motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pendidikan, pengetahuan, serta motivasi dengan kepatuhan klien hipertensi dalam menjalankan pengobatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan deskripsi kolerasi. Pendekatan yang digunakan adalah desain cross sectional dan uji statistik chi Square. Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah klien hipertesi yang melakukan kunjungan di Puskesmas Gondangrejo Karanganyar selama 02 Juli – 01 September 2011 dan berusia minimal 20 tahun. Teknik sampling berupa simple random sampling dan didapatkan umlah sampel sebanyak 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden mayoritas berpendidikan tinggi sebesar 37,3%, berpengetahuan tinggi sebesar 62,7 %, yang memiliki motivasi tinggi sebesar 84.0%, serta patuh dalam menjalani pengobatan sebesar 78 ,7%. Analisa uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan, begitu juga antara tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan klien hipertensi dalam menjalani pengobatan terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,05). ABSTRACT The hypertension related disease is often called by silent disease, because Generally the patient does not realize whether he has got this disease before he checks his blood tension. The compliance during the medication is very needed to defect the occurrence of early hypertension disease. Some factors that influence the hypertension client during the medication are the education, knowledge, and motivation. The objective of this research is to know the relation between the education, knowledge, and motivation with the compliance of the hypertension patient during the medication. The research was a quantitstive research of non experimental with correlation description. The approach used in this research was cross sectional design and statistical analysis applied was Chi-Square. The research samples were the client with hypertension who visited to the Puskesmas Gondangrejo Karanganyar during 02 Juli – 01 September 2011 and had minimum up to 20 years old. The sampling technique used was the simple random sampling and the amount of sample was 75 clients.The results of the research indicate that from 75 majority respondents that had high education was 37,3 %, had high knowledge was 62,7 %, and had high motivation was 84.0%, and the obedient during the medication was 78,7 %. Statistical analysis showed that there was a significant correlations between client education level and the compliance level of hypertensions client during the medications, as well as between client knowledge level and the compliance level, and also between client motivatios level and the compliance level of hypertensions client during the medications sained p value of less than 0.05.
PEMERIKSAAN RHEUMATOID FAKTOR PADA PENDERITA TERSANGKA RHEUMATOID ARTHRITIS Agnes Sri Harti; Dyah Yuliana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.638 KB)

Abstract

ABSTRAK Rheumatoid Faktor (RF) adalah imunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG. Sebagaimana ditunjukkan namanya, RF terutama dipakai untuk mendiagnosa dan memantau Rheumatoid Arthritis (RA). Semua penderita dengan RA menunjukkan antibodi terhadap IgG yang disebut RF atau antiglobulin. RA sendiri merupakan suatu penyakit sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan ringan jaringan penyambung. Pada orang dewasa RA adalah suatu poliartritis inflamatoris sismetris yang ditandai oleh proliferasi sinovial, perusakan tulang dan tulang rawan. Manifestasi tersering penyakit ini adalah terserangnya sendi yang umumnya menetap dan progresif. Awalnya yang terserang adalah sendi kecil tangan dan kaki dan seringkali keadaan ini mengakibatkan deformitas sendi dan gangguan fungsi disertai rasa nyeri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah serum penderita tersangka RA yang diperiksa secara kualitatif memberikan hasil yang positif atau negatif terhadap RF. Pemeriksaan RF secara aglutinasi latex dengan metode Randox RF test. Ketika reagen dicampur dengan serum yang mengandung RF pada level yang lebih besar dari 8,0 IU/ml maka partikel akan terjadi aglutinasi. Hal ini menunjukkan sampel positif. Berdasarkan hasil pemeriksaan RF secara aglutinasi latex pada 15 sampel didapat hasil 4 sampel positif (aglutinasi) terhadap RF yaitu sampel no. 1, 2, 14 dan 15, sedangkan 11 sampel menunjukkan reaksi negatif (tidak aglutinasi) terhadap RF sehingga dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan RF pada penderita tersangka RA dapat digunakan untuk membantu diagnosa RA. ABSTRACT Rheumatoid Factor (RF)is immunoglobulin which interacted with IgG molecule. As showed by its name, RF mainly used to diagnose and monitor Rheumatoid arthritis. All suffecter of rheumatoid arthritis showed antibody toward IgG which called rheumatoid arthritis or antiglobulin. Rheumatoid arthritis is a chronic systemic disease which is indicated with light inflammation of connecting tissue. The purpose of this research is to know if the detection of rheumatoid factor on rheumatoid arthritis susffected showed result of positive or negative toward RF qualitatively. RF examination dad done latex agglutinavely by RF test Randox method. When reagen was mixed with serum which contain RF higher level of 8,0 IU/ml, then there would be agglutinated on the particel. This thing showed positive sample. According to the result of RF examination latex agglutinavely in 15 samples there are positive sample toward RF, those are samples number 1, 2, 14, and 15 while the other samples showed negative reaction toward RF. So, it could be conclude that RF detection on rheumatoid arthritis suspected could be used to help diagnosing RA.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ASUHAN KEBIDANAN HAMIL PADA MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA Anis Nurhidayati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.889 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pembelajaran role play dan diskusi terhadap prestasi belajar Askeb Hamil, perbedaan pengaruh motivasi belajar mahasiswa tinggi dan motivasi belajar mahasiswa rendah terhadap prestasi belajar Askeb Hamil dan interaksi pengaruh metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Askeb Hamil. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Faktorial 2X2. Lokasi penelitian di Prodi DIII Kebidanan Kusuma Husada Surakarta. Waktu penelitian pada bulan Juni 2010. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat I semester 2 dengan jumlah 118 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan exhaustive sampling, 59 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dengan penerapan metode role play dan 59 mahasiswa sebagai kelompok kontrol dengan penerapan metode diskusi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode angket untuk instrumen Motivasi Belajar dan metode tes untuk prestasi belajar Askeb Hamil. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas varians. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan metode role play dan metode diskusi terhadap prestasi belajar Askeb hamil (Fhitung = 20,318 dengan nilai signifikansi = 0,000), terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar Askeb hamil (Fhitung = 150,448 dengan nilai signifikansi = 0,000), tidak terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar askeb hamil (Fhitung = 0,449 dengan nilai Signifikansi = 0,504). ABSTRACT This research aims to find out the difference of role play and discussion learning method effect on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement, the difference of students with high and low motivation effect on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement and the interaction between learning method and learning motivation on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement. This study employed a quasi-experimental method with 2x2 factorial design. The research was taken place in DIII Midwifery Program Study of Kusuma Husada Surakarta. The research was conducted during June 2010. The population was all of students in the first level of semester 2 as many as 118 students. The sampling technique used was the exhaustive sampling obtaining 59 students as the experiment group using role play method and 59 students as the control group using discussion method. Technique of collecting data used was questionnaire method for learning motivation instrument and test method for Pregnancy Midwifery Care learning achievement. Technique of analyzing data used was a two-way variance analysis with analysis prerequisite test: variance normality and homogeneity tests. Considering the result of research, it can be concluded that there is significant difference of the use of role play and discussion method effects on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement (Fstatistic = 20.318, with the significance value = 0.000), there is significant difference of the effect of students with high learning motivation and the one with low learning motivation on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement (Fstatistic = 150.448, with the significance value = 0.000), there is no significant interaction of the effect of the learning method use and the learning motivation on the (Fstatistic = 0.449, with the significance value = 0.504). Based on the results of research can be concluded that the academic achievement Askeb pregnant with the application of the method role play better when compared with applications of the discussion, students who have the motivation to learn tinggi obtain better learning performance when compared with students who have low learning motivation, there is no The interaction effect of the use of methods of learning and motivation towards academic achievement.
PENGALAMAN PASIEN SINDROM GUILLAIN-BARRE (SGB) PADA SAAT KONDISI KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Wahyu Rima Agustin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.379 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengalaman Pasien Sindrom Guillain-Barre Pada Saat Kondisi Kritis dipersepsikan berbeda oleh setiap pasien. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman fisik, psikologis, spiritual dan sosial pasien Sindrom Guillain-Barre pada saat kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini melibatkan 4 partisipan Sindrom Guillain-Barre. Pasien yang menjadi partisipan adalah yang teridentifikasi mempunyai pengalaman dirawat diruang intensif dan mampu menceritakan pengalamannya. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam. Metode yang digunakan untuk analisa data yaitu metode Colaizzi. Setelah data dianalisa, peneliti dapat mengidentifikasi pengalaman pasien Sindrom Guillain-Barre, pada saat kondisi kritis. Terdapat 5 tema pengalaman fisik: badan lemah, sesak nafas, rasa baal, nyeri tenggorokan dan batuk. Ada 3 tema pengalaman psikologis: tidak percaya, sedih dan takut. Terdapat 2 tema pengalaman spiritual: seperti diambang kematian dan pasrah. Terdapat 3 tema pengalaman sosial: dukungan keluarga yang positif, tidak bisa berbicara dan tidak bisa berinteraksi. Hasil penelitian bermanfaat untuk meningkatkan sikap caring perawat pada pasien saat kondisi kritis, pada kebutuhan fisik, psikologis, spiritual dan sosial. Perawat tidak hanya berfokus dalam pemenuhan kebutuhan fisik saja tetapi kebutuhan psikologis, spiritual dan sosial sangat dibutuhkan sebagai upaya memberikan motivasi untuk sembuh pada pasien Sindrom Guillain-Barre. ABSTRACT The experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition is perceived differently by different patients. This research used a qualitative research with a descriptive-phenomenological approach. The objective of this research was to deeply describe physical, psychological, spiritual, and social experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition at dr. Hasan Sadikin Bandung Public Hospital’s Intensive Care Unit (ICU). This research involved 4 participants of Guillain-Barre Syndrome. Those patients who were selected as participants were identified as having an experience of being treated at an intensive room and capable of telling their experiences. Data collection was conducted by an in-dept interview technique. The method used for data analysis was Colaizzi method. After the data has been analyzed, the researcher could identify the experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition. There were 5 themes of physical experiences: malaise, short-winded, numb, throat pain, and cough. There were three themes of psychological experiences: unbelief, distressing, and fearful. There were two themes of spiritual experiences: like being at the edge of dying and sense of submission. There were three themes of social experiences: positive family support, unable to speak, and enable to interact.The findings of research were useful for enhancing the caring attitude of nurses to their patients during a critical condition and to physical, psychological, spiritual, and social needs. Nurses should focus not only on the fulfillment of physical needs but psychological, spiritual, and social needs are also strongly needed as an attempt to provide a motivation to recovery to patients with Guillain-Barre Syndrome.
PEMBUATAN SGO-BGA PHANTOM SEDERHANA SEBAGAI ALAT PERAGA PRAKTIKUM PENGAMBILAN GAS DARAH ARTERI Fransiska Arie Nursanti; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.117 KB)

Abstract

Praktikum pengambilan darah arteri harus memperhatikan banyak aspek dan kegunaannya. Pengambilan darah arteri memiliki beberapa tujuan dan memiliki beberapa tempat pengambilan darah arteri seperti ; Arteri radialis, femoralis, brachialis. Darah arteri memiliki tekanan sehingga jika ditusuk dengan spuit maka darah akan naik dengan sendiri tanpa harus di aspirasi. Mekanisme pembuluh darah arteri harus mengetahui seberapa besar tekanannya, faktor apa saja yang mempengaruhinya, dan bagaimana cara mengukur tekanan darah arteri. SGO-BGA Phantom Sederhana sebagai alat peraga pengambilan darah arteri merupakan alat alternative untuk praktikum keperawatan. Dewasa ini belum adanya alat peraga dalam praktik pengambilan darah arteri membuat kurang efektifnya praktikum pengambilan darah arteri di akademik keperawatan. SGO-BGA Phantom Sederhana untuk pengambilan darah arteri dapat menjadi alternative untuk meningkatkan keahlihan, keterampilan serta soft skill seorang perawat agar dapat bekerja secara professional dan handal serta menanggulani terjadinya mal praktik.
PERBEDAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN CERAMAH DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM RANGKA PENCEGAHAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 SURAKARTA H Hardiningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.621 KB)

Abstract

ABSTRAK Kasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penularan AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 45,9% dari 28.041 kasus AIDS sampai dengan bulan September 2011. HIV akan berkembang menjadi AIDS antara 5-10 tahun, artinya HIV sudah menulari kaum muda 5-10 tahun sebelum usia 20-29 tahun atau pada usia yang sangat muda. Hal ini menunjukkan bahwa remaja sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketidaktahuan mengenai bagaimana HIV ditularkan dan bagaimana cara menghindari infeksi menyebabkan remaja rentan untuk terinfeksi HIV/ AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS serta untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta yang berjumlah 204 siswa(6 kelas). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh 2 kelas yang kemudian digunakan sebagai kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Cara pengumpulan data dengan metode kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji beda (Independent t-test). Hasil dari penelitian ini dengan uji beda (Independent t-test) adalah ada perbedaan rerata skor pengetahuan dan sikap yang signifikan antara kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan leaflet lebih baik daripada dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. ABSTRACT Cases of HIV/AIDS in Indonesia is increasing from year to year. Transmission of AIDS were reported in the age group 20-29 years which is about 45.9% of 28 041 AIDS cases until September 2011. HIV will develop AIDS between 5-10 years, which means that HIV has infected young people 5-10 years before the age of 20-29 years or at a very young age. This suggests that adolescents are particularly vulnerable to HIV/AIDS. Ignorance about how HIV is transmitted and how to avoid infection causes adolescents vulnerable to HIV/AIDS. This study aims to analyze the differences in health education with lecture and leaflets on knowledge about HIV/AIDS as well as to analyze the differences in health education with lecture and leaflet on attitudes in the prevention of HIV/AIDS. This study is a kind of quasi-experimental studies, the design of pre test-post test group design. The population in this study is a class XI student SMAN 4 Surakarta, amounting to 204 students (sixth grade). Sampling was conducted by random cluster sampling technique to obtain two classes are then used as group lectures and leaflets groups. Ways of collecting data by questionnaire method. The results were analyzed by using a different test (Independent t-test). The results of this study with a different test (Independent t-test) are there differences in mean scores of knowledge and attitudes of significant between group lectures and leaflets groups. Based on the research results can be concluded that health education leaflets better than a lecture on improving knowledge and attitudes in the context of HIV/AIDS prevention.
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA Rahajeng Putriningrum; Yunita Wulandari; Ratih Dwilestari Puji Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.616 KB)

Abstract

ABSTRACT Based on case studies that researchers do in the Prodi DIII Midwifery Stikes Kusuma Husada Surakarta student achievement in all courses for the academic year 2010/2011 there are still many who have not graduated and do remidiasi in students who score less than the limit of graduation. Independence of learning are indispensable for the success of learning process, as well as the utilization of learning resources on campus are very supportive of students to achieve good performance. This becomes an evaluation for faculty to find the cause. This study aims to analyze the relationship utilization of learning resources and independence of learning with learning achievement in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. This research is a quantitative analytical approach crossectional. Implementation research in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. Sample of 140 female students who used the technique random disproportionate stratified sampling. The instrument used is the questionnaire. Analysis of data using corelasi product moment and multiple linear regression. The results of multiple linear regression in getting that student learning achievement Prodi DIII Midwifery Kusuma Husada Surakarta 40.8% influenced by the utilization of learning resources and learning independence, while the rest is influenced by other factors.. That there is a relationship utilization of learning resources and independence of learning with student learning achievement. Suggestions for institutional independence is expected to instill character study at universities in the scope of Prodi D III Midwifery kusuma Husada Surakarta.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN Hutari Puji Astuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.031 KB)

Abstract

ABSTRAK Kesehatan ibu hamil adalah salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan dalam siklus kehidupan seorang perempuan. Kondisi terjadinya kematian ibu dapat dipengaruhi pula oleh kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai komplikasi atau penyulit pada masa kehamilan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen Tahun 2011.Jenis penelitian menggunakan metode analitik rancangan survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen melibatkan 53 responden yang dilakukan pada tanggal 25 Mei -25 Juni 2011. Data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data primer dengan mengukur pengetahuan dengan menggunakan kuesioner data diolah menggunakan langkah editing, coding, tabulating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi subjek penelitian berdasarkan umur sebagaian besar umur 20-35 tahun 38 responden (71,69%), pendidikan sebagian besar SMA 28 responden (52,83%), paritas sebagian besar primipara 23 responden (43,30%), Dan 29 responden dengan tingkat pengetahuan baik (54,7%). Sedangkan pada analisa bivariat menggunakan chi-square ditunjukkan dengan perhitungan statistik antara umur dengan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 13,873 > X2 tabel 5,591 dan P value 0,001 dengan df = 2 artinya mempunyai hubungan yang signifikan Perhitungan statistic antara pendidikan dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 19,428 >X2 tabel 9,448 dan P value 0,001 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Perhitungan statistic antara paritas dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 10,027 > X2 tabel 9,448 dan P value 0,040 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Simpulan hasil penelitian terdapat hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen.

Page 4 of 44 | Total Record : 434