cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
Koping Perawat Usia Madya (50-55 Tahun) Menghadapi Pensiun di RSUD Kabupaten Sukoharjo - Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.207 KB)

Abstract

ABSTRAKPada usia madya perawat akan menghadapi tugas perkembangan yaitu menyesuaikan diri dengan datangnya pensiun. Perawat di Indonesia memasuki masa pensiun bila sekurang-kurangnya mencapai usia 50 tahun dan pada umumnya dialami saat usia antara 55 tahun dimana seseorang berada pada tahapan 'dewasa menengah (middle adulthood). Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian perawat sudah merasa cemas karena tidak mengetahui gambaran kehidupan yang akan dihadapi. Setiap perawat mempunyai caranya sendiri untuk melakukan koping terhadap perubahan. Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi koping perawat usia madya menghadapi pensiun.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampel dengan melibatkan 5 informan .Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview.Hasil dari penelitian menunjukkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan, berakhirnya kesempatan melanjutkan pendidikan dan tidak sesuainya penghargaan diri yang diterima merupakan stressor yang dihadapi perawat usia madya menjelang pensiun. Perawat menerima dengan senang hati akan datangnya pensiun. Penerimaan perawat terhadap datangnya pensiun dipengaruhi oleh dukungan sosial, aset ekonomi, dan Kepuasan pekerjaan Koping yang dilakukan perawat menghadapi pensiun adalah meningkatkan kebutuhan spiritual, berorientasi pada tugas yang dihadapi, mengikuti kegiatan masyarakat, dan bekerja.Kata Kunci: koping, perawat, pensiunABSTRACTA nurse reaching the age of middle adulthood is going to face a duty of his development that is adapting himself to the coming of pension. Nurses in Indonesia begin to enter the pension period when they at least reach the age of 50 years old. Generally pension is experienced in the age of 55 years old where someone is in the level of middle adulthood. Pension is frequently considered as an unhappy reality so approaching the coming of the ^pension period, some nurses feel anxious because they do not know the description of the life which is going to be experienced. Every nurse has his own way to do coping to the changes. This research aimed to identify the coping of middle age-nurses in facing the pension. This research used a qualitative method with phenomenological approach. The sampling technique used was purposive sampling involving 5 informants. The data collecting was done by indepth interview.The results of the research showed that dissatisfaction of the work, loss of chance to continue education and inappropriate self esteem accepted were the stressors faced by middle age-nurses approaching to the pension. Nurses accepted the coming of the pension happily. The nurses' acceptance to the coming of pension was influenced by social support, financial support and satisfaction of work. The copings done by the nurses facing pension were increasing spiritual need, being job oriented, participating in social activity and working after pension.Keywords : coping, nurse, pension
Hubungan Penyakit Jantung Bawaan dengan Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun di Unit Perawatan Jantung RS Dr. Kariadi Semarang Alfyana Nadya Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.973 KB)

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian beberapa penyakit non-infeksi semakin menonjol dalam dasawarsa terakhir ini, baik di negara maju maupun negara berkembang. Perbaikan tingkat sosial ekonomi telah membawa perubahan pola penyakit. Penyakit infeksi serta defisiensi gizi semakin berkurang, sedangkan berbagai penyakit non-infeksi, termasuk penyakit kongenital semakin meningkat. Peristiwa tersebut juga terjadi dalam bidang kardiologi. Di Indonesia, walaupun belum ada data PJB yang akurat, namun masalah PJB jelas telah memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan penyakit jantung bawaan dengan perkembangan anak usia 0-5 tahun. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif jenis korelasional antar variabel penelitian. Desain penelitian digunakan peneliti sebagai petunjuk dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian untuk mencapai suatu tujuan atau menjawab suatu pertanyaan. Berdasarkan dari tujuan penelitian, desain penelitian yang digunakan adalah studi Kohort retrospektif. Desain ini dipilih karena peneliti mengidentifikasi penyakit dan efek yang sudah terjadi tanpa melakukan intervensi apapun.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyakit jantung bawaan yang mempengaruhi system sirkulasi dan oksigenasi akan menyebabkan pertumbuhan intelegensia anak tidali optimal sehingga pertumbuhan personal sosial dan bahasa anak akan tergangguKata Kunci : penyakit jantung, jantung bawaan, perkembangan anak 0-5 tahunABSTRACTThe incidence of several non-infectious diseases increasingly prominent in recent decades, both in developed and developing countries. Improvements socioeconomic level has brought changes in disease patterns. Infectious diseases and nutritional deficiencies diminishing, while the non-infectious diseases, including congenital diseases is increasing. These events may also occur in the field of cardiology. In Indonesia, although no accurate data SPA, but the problem of CHD has clearly requires serious attention. The purpose of this study was to determine the presence of congenital heart disease connection with the development of children aged 0-5 years. This type of research is research conducted with non-experimental correlational type of quantitative approach between research variables. The study design is used as a guide researchers in planning and implementation of research to achieve a goal or answer a question. Based on the research objectives, the design of the study is a retrospective cohort study. This design was chosen because the researchers identified the disease and the effects that have occurred without any intervention.Results from the study showed that congenital heart disease that affects the circulation and oxygenation system will cause the growth of children's intelligence is not optimal so that social and personal growth of children's language will be disturbedKeywords: heart disease, congenital heart, child development 0-5 years
Hubungan Pengetahuan Laktasi dengan Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta Kartika Dian Listyaningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.206 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan laktasi pada masa antenatal dan postnatal pada umumnya karena kurangnya informasi pada perawatan payudara. Selain itu pada masa postnatal ibu tidak segera menyusui dengan berbagai alasan, misalnya karena ASI belum keluar. Oleh karena itu perlu mengetahui hubungan antara pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta.Jenis penelitian analitik observasional, menggunakan pendekatan cross sectional.Subyek penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang bersalin di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta pada bulan April-Juni 2008. sampel yang diambil sebanyak 40 orang. Analisa data univariat untuk mengetahui karakteristik responden. Analisa bivariat untuk mengetahui hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara menggunakan teknik Korelasi Product Moment.Hasil penelitian ada hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta, dengan hasil perhitungan nilai korelasi (r*y) sebesar 0,665 > (rmb = 0,403) dari a = 0,01(1%).Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan pengetahuan laktasi dengan perawatan payudara pada ibu menyusui di Rumah Bersalin Seger Waras Surakarta. Hubungan tersebut termasuk kategori hubungan sedang.Kata Kunci: Pengetahuan, Laktasi, Perawatan Payudara, MenyusuiABSTRACTLactation problems during antenatal and postnatal care in general due to the lack of information on breast care. Also during the immediate postnatal mothers do not breastfeed for various reasons, such as breast milk has not come out. Therefore it is necessary to know the relationship between knowledge of lactation with a breast care at the maternity hospital Seger Sane Surakarta. The research objective to determine the relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in breastfeeding mothers at maternity hospital Seger Sane Surakarta. This type of observational analytic studies, using sectional.Subyek approch this study were all breastfeeding mothers in the maternity hospital maternity Seger Sane Surakarta in April-June 2008. samples taken as many as 40 people. Univariate data analysis to determine the characteristics of respondents. Bivariate analysis to determine the relationship of knowledge lactating breast treatment using Product Moment Correlation technique.The results there is a relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in nursing mothers at the maternity hospital Seger Sane Surakarta, with the calculated value of the correlation (rxy) of 0.665> (rtab = 0.403) of a = 0.01 (1%).Conclusion there is a significant association between the relationship of knowledge to the treatment of breast lactation in nursing mothers at the maternity hospital Seger Sane Surakarta. These relationships include the relationship categories are.Keywords: Knowledge, Lactation, Breast Care, Breastfeeding
Hubungan Gaya Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester IV Program Study D IV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Retno Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.726 KB)

Abstract

ABSTRAKPrestasi belajar yang baik dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor internal dan eksternal. Salah satu yang termasuk dalam faktor internal adalah kemampuan peserta didik untuk menggunakan gaya belajar yang efektif. Sehingga mahasiswa yang tidak menggunakan gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya akan mengalami hambatan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara gaya belajar dengan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan di kampus Universitas Sebelas Maret. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa D IV Kebidanan Universitas Sebelas Maret yang berjumlah 58 orang. Pengambilan data dilakukan dengan dua metode, metode kuesioner atau angket (tes V-A-K menurut Rita Dunn dan Ken) untuk mengambil data gaya belajar mahasiswa dan metode dokumentasi untuk mengambil data prestasi akademik mahasiswa pengolahan data dilakukan dengan uji chi square untuk mengetahui adanya hubungan antara gaya belajar terhadap prestasi belajar dan dengan derajat kemaknaan (a) 0,05 dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih banyak memiliki gaya belajar visual dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik yaitu 43,1% dan ada beberapa mahasiswa yang memiliki lebih dari satu gaya belajar yaitu 6,9% memiliki gaya belajar visual-auditorial, 6,9% memiliki gaya belajar visual-kinestetik dan 6,9% memiliki gaya belajar auditorial-kinestetik. Belum semua mahasiswa memiliki prestasi tinggi, 1,7% mahasiswa memiliki prestasi yang tinggi, dan 71,1% mahasiswa memiliki prestasi yang cukup tinggi dan 24,1% mahasiswa memiliki prestasi yang kurang. Setelah dilakukan uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan prestasi belajar dengan p < 0,05.Penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar memberikan kontribusi yang bermakna dengan prestasi belajar. Jadi semakin seseorang menyadari gaya belajar dan menggunakan cara-cara yang efisien sesuai dengan gaya belajar maka akan memperoleh prestasi yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat makna disarankan agar setiap mahasiswa menggunakan cara belajar yang sesuai dengan gaya belajar sehingga akan memiliki prestasi yang lebih baik, demikian juga institusi untuk selalu memperhatikan adanya perbedaan individual dalam merancang metode instruksionalnya.Kata kunci: Gaya Belajar, Prestasi Belajar dan Cara Mengajar DosenABSTRACTGood learning achievement is influenced by many factors, including internal and external factors. One of which is included in the internal factor is the ability of learners to use learning styles effectively. So that students who do not use the learning style that suits their learning style will experience obstacles in learning. This study aims to determine the relationship between learning style with learning achievement. The experiment was conducted on the campus of the University Eleven in March. The method used is descriptive analytical cross-sectional approach. The population in this study were students D IV Midwifery University Eleven in March, amounting to 58 people. Data is collected by two methods, questionnaire or questionnaire methods (VAK tests according to Rita and Ken Dunn) to retrieve data of students 'learning styles and methods of documentation to take students' academic achievement data of data processing performed by chi square test to determine the relationship between learning styles of learning achievement and the degree of significance (a) 0.05 performed with SPSS program. The results showed that more students have a visual learning style compared with the auditory learning style and kinesthetic learning style that is 43.1% and there are some students who have more than one learning style that is 6.9% have a visual-auditory learning style, 6, 9% had a visual-kinesthetic learning styles and 6.9% had auditory-kinesthetic learning styles. Not all students have high achievement, 1.7% of students have high achievement, and 71.1% of students have high achievement and 24.1% of students have less achievement. Having performed statistical tests there is a significant relationship between learning style with learning achievement with p <0.05. Research shows that learning styles make a meaningful contribution to the achievement of learning. So the more one is aware of learning styles and use efficient ways according to the style of learning it will get better performance. Based on research results obtained suggested that the meaning of each student using the appropriate way of learning with learning styles that will have better performance, as well as the institution to always pay attention to the existence of individual différences in designing methods instruksionalnya.Key words: Learning Styles, Achievement Learning and Teaching Lecturers
Hubungan Antara Minat Baca dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Akbid Mitra Husada Karanganyar - Wijayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 2 No. 1, Januari 2011
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.117 KB)

Abstract

ABSTRAKPendidikan tentunya tidak terlepas dari minat baca, karena untuk mencapai keberhasilan bidang tertentu, seseorang harus memahami ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Ada kalanya taraf kemajuan suatu bangsa dilihat dari sejauh mana membaca menjadi kebiasaan masyarakatnya. Semakin tinggi minat baca masyarakat pada umumnya akan berpengaruh pada semakin maju pola pikir masyarakat tersebut. Melihat pentingnya membaca pemerintah mewujudkan minat baca masyarakat. Saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar. Penelitian dilaksanakan di kampus akbid Mitra Husada KarangnyarJenis penelitian yang akan digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan desain cross sectional untuk mempelajari hubungan minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada mahasiswa semester III Akademi Kebidanan (AKBID) Mitra Husada Karanganyar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penghitungan didapatkan t hitung 9,24, kemudian dibandingkan dengan t taM untuk taraf kesalahan 5% (0,05) dengan derajat kebebasan (dk) 94 diperoleh harga t = 1,980. Karena harga t hitung lebih besar daripada harga tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima (harga 9,24 > 1,980) dengan nilai p(rtio) lebih kecil dari tingkat kesalahan alpha (0,000 < 0,05) sehingga hasil penelitian dinyatakan signifikan dan benar yang berarti ada hubungan minat baca dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan II. Penelitian menunjukkan menunjukkan adanya hubungan minat baca dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada mahasiswa semester III Akademi kebidanan Mitra Husada Karanganyar. Dalam hal ini hasil berupa hubungan yang positif artinya minat baca yang tinggi akan diikuti dengan prestasi belajar yang memuaskan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapat makna disarankan agar setiap mahasiswa meningkatkan minat baca karena merupakan faktor penting dalam upaya mencapai prestasi, untuk itu tanamkanlah kesadaran, kemauan dan perhatian terhadap aktivitas membaca. Kata kunci: Minat Baca, Prestasi Belajar dan Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IIABSTRACTEducation must not be separated from the interest in reading, because to achieve the success of a particular field, one must understand the science related to the field. There are times when the level of advancement of a nation be seen from the extent to which reading becomes a habit people. The higher the reading public in general will affect the mindset of the more advanced societies. Seeing the government realize the importance of reading the public interest in reading. Currently reading interest of Indonesian society is still fairly low.This study aims to determine the relationship between reading interest in learning achievement. The experiment was conducted on campus akbid Partners Husada Karangnyar This type of research to be used is to design an observational analytic cross sectional design to study the relationship of reading with learning achievement Obstetric Care II courses in Midwifery Academy III semester students (AKBID) Partner Husada Karanganyar. The results obtained indicate that based on the calculation of t count 9.24, then compared with the t table for the error level of 5% (0.05) with degrees of freedom (dk) 94 t = 1.980 obtained prices. Because the price of t count is greater than the price of the table, so Ho rejected and Ha accepted (price 9.24> 1.980) with a value of p (rho) is smaller than the error rate alpha (0.000 <0.05) so that the results of the study revealed significant and correctly which means there is a relationship with reading achievement in subjects Obstetric Care II.Research shows interest in reading suggests a link with learning achievement Obstetric Care II courses in Academy III semester students of obstetrics Partners Husada Karanganyar. In this case the result of a positive relationship means a high interest in reading will be followed by a satisfactory learning achievements. Based on research results obtained suggested that the meaning of each student increase reading because it is an important factor in efforts to achieve the feat, for it tanamkanlah awareness, willingness and interest in reading activities.Keywords: Interest in Reading, Learning Achievement and Midwifery Care Course II
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Perawat dalam Upaya Pencegahan Dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten - Setiyawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.812 KB)

Abstract

AbstrakDekubitus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, semakin tinggi angka kejadian pasien dengan dekubitus mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan, karenanya perlu adanya upaya dalam pencegahan sejak dini yang merupakan tanggung jawab utama perawat. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dengan perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode diskriptif korelatif. Tempat penelitian di ruang Anggrek, Arundati, Sawitri Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana yang sedang memberikan asuhan keperawatan pada pasien tirah baring sebanyak 30 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Teknik analisa data dengan menggunakan chi squere. Hasil penelitian menunjukan nilai analisis bivariat dengan rumus chi square bahwa tingkat pengetahuan tidak mempunyai hubungan dengan perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dengan nilai p=0,077 (p< 0,05) sedangkan sikap mempunyai hubungan yang signifikan yaitu semakin baik sikap perawat maka semakin baik perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dimana nilai p=0,008 (p< 0,05) dan niali uji hipotesis searah kendall's tau sebesar 0,544.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan , Sikap, Perilaku Pencegahan DekubitusAbstractDecubitus is one of the hospital servicing quality indicators. When the patient is getting higher to decubitus, it means that the nursing service is getting lower. So, it is needed ari effort to prevent as soon as possible, especially as the nurses responsibility. This research aims to know the relation of the attitude and knowledge level with the effort of preventing the decubitus in Cakra Husada Hospital in Klaten. It is a non experimental quantitative research using the correlative descriptive method. It taken from Anggrek, Arundati, and Sawitri rooms in Cakra Husada Hospital Klaten. The subject of the research are the nurses who are doing the treatment of thirty patients who have to have bedrest. The data is collected by using questioner and observation. It is used chi square technic. The result shows that the bivariat analyses and the chi square do not have relation between the knowledge level and the nurses' attitude in preventing the decubitus, with p= 0,077 (p<0,05), while the attitude has the significant relation. It is when the attitude of the nurses is getting better. It can make the nurses attitude is getting better too on preventing the decubitus with p= 0,008 (p<0,05) and the hypothesis approximately same with Kendall's tau it is 0,544.Keyword: Level of Knowledge, Attitude, The Effort Preventing Of Decubitus
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Meiyana Dianning Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.519 KB)

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI eksklusif sangat diperlukan sampai bayi berusia 6 bulan. Namun sampai sekarang hanya sekitar 13% ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang. Faktor yang diidentifikasi antara lain usia ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, pengetahuan ibu, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan dan sosial budaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non experimental yaitu explanatory research dengan pendekatan cross sectional dan metode survey analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 80 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji C/w' Square untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif dan regresi logistik digunakan untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Uji statistik ' menunjukkan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi dan dukungan petugas kesehatan. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah ststus pekerjaan dengan p=0,008 dan OR=4,137 yang menandakan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang memberikan ASI ekskusif pada bayinya 4 kali dibanding ibu yang bekerja. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, dukungan petugas kesehatan dan faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan.Kata kunci: ASI eksklusif, ibu menyusuiABSTRACTThe exclusive breastfeeding (ASI exclusive) is highly recomended until six month life of infant. But until now the performance wals only aboud 13% mothers practiced exclusive the breast-feeding for their baby. The purpose of this research was to leam Influencing factors to the ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Identified factors were mother's age, mother's education level, occupational status, birth order of baby, mother's knowledge, husband's support, healthcare support and socio cultural. This research was quantitative non experimental and explanatory research with approached of cross sectional dan survey analitic method. Totally sample 80 respondents who fulfilled criterion of research. It used purposive sampling method. The data obtained were analyzed by Chi Square test to determine factors influencing ASI exclusive and logistic regression analysis was done to determine factors which most influence of ASI exclusive. The result of statistical test showed variabels which significanlly influencing ASI exclusive are mother's age, occupational status, birth order of baby and healthcare support. Logistic regression indicated that factor which most influence of ASI exclusive was occupational status of mother with p=0,008 dan OR=4,137, it mean mothers who not working calmed giving ASI exclusive for their baby were 4 times than mothers who working. Factors that influencing ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang were mother's age, occupational status, birth order of baby and healthcare support and factor which most influence was occupational status of mother.Keywords : exclusive breastfeeding, breastfeed mother 
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Tentang Gaya Hidup Sehat dengan Perilaku Gaya Hidup Sehat Mahasiswa di PSIK Undip Semarang Anita Istiningtyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.507 KB)

Abstract

ABSTRAKMemulai gaya hidup sehat bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan yang melelahkan, membuang-buang waktu dan pandangan-pandangan negatif lainnya. Demikian juga dengan mahasiswa. Selama ini mahasiswa masih kurang memiliki perilaku gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan uji c/m' square. Metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah 17G responden. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, ada hubungan antara pengetahuan tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya nidup sehat, dengan p value = 0,005 dan %2 -8,015. Kedua, ada hubungan antara sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan p value = 0,002 dan x2 - 9,739., Penelitian yang selanjutnya dapat dilakukan secara kualitatif untuk menggali secara lebih dalam lagi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gaya hidup sehat mahasiswa.Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku hidup sehatABSTRACTStarting healthy lifestyle for some people is considered as a tiring and wasting time activity, besides some other negative views. The same with students in university, until this time, they are still less to have healthy lifestyle behavior.The purpose of this research was to know the correlation between knowledge and attitude about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in Nursing Science Program of Diponegoro University Semarang. This research used a quantitative non experimental method with chi square test. The method used to take the sample was stratified random sampling with 176 respondents. The data were collected using questionnaires. The results of this research showed two important points. First, there was a correlation between knowledge about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in university with p value = 0.005 and x = 8.015. Second, there was a correlation between healthy lifestyle attitude with healthy lifestyle behavior among students in university with p value 0.002 and %2 ~ 9.739. The next research can be done by qualitative method to know more deeply the factors influencing healthy lifestyle behavior among students in university.Keywords : knowledge, attitude, health lifestyle behavior
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Serangan Asma pada Penderita Asma Bronkial di BP4 Semarang Rosma Karinna Haq
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.789 KB)

Abstract

ABSTRAKKecemasan merupakan bagian dari kehidupan dan merupakan gejala yang normal. Bagi orang yang penyesuaiannya baik, kecemasan dapat cepat diatasi. Apabila penyesuaian yang dilakukan tidak tepat, akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan jasmani dan psikis. Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Serangan asma umumnya timbul karena pajanan faktor pencetus. Pada beberapa individu, kecemasan dapat menjadi pencetus serangan asma. Tujuan penelitian ini adaiah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan instrumen berupa kuesioner. Subyek penelitian adalah penderita asma bronkial di BP4 Semarang dengan sampel 52 responden. Uji statistik menggunakan C/w' Square untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% responden tidak mengalami— kecemasan; ,44,2% responden mengalami kecemasan ringan; 19,2% responden mengalami kecemasan sedang; 3,8% responden mengalami kecemasan berat dan 1,9% responden mengalami kecemasan sangat berat. Sedangkan 17,3% responden mengalami serangan asma ringan; 53,8% responden mengalami serangan asma sedang dan 28,8% responden mengalami serangan asma berat. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penderita asrria dianjurkan dapat meminimalkan timbulnya kecemasan yang menjadi pencetus terjadinya serangan asma.Kata Kunci: Kecemasan, Serangan Asma, Penderita Asma.ABSTRACTAnxiety is a part of life and normal symptom. For people with good adaptation, anxiety can be handled immediately. If the implemented adaptation inappropriate, it will affect physical and mental health. Asthma is a respiratory system impairment which can cause hard breath. Asthma attack usually occur because there is contact with precipitation factors. For many people, anxiety can precipitate asthma attack. The purpose of this research was to know corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. The research used correlational study design with cross-sectional approach and used questionnaire as an instrument. Research subject was asthma bronchiale clients in BP4 Semarang with 52 respondents as sample. Statistic test used Chi Square to know correlation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Research result showed that 30,8% respondents with no anxiety; 44,2% respondents with low anxiety; 19,2% respondents with medium anxiety; 3,8% respondents with high anxiety and 1,9% respondents with severe anxiety. While 17,3% respondents with low asthma attack; 53,8% respondents with medium asthma attack and 28,8% respondents with severe asthma attack. Statistic analysis result showed there was significant corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Asthma clients must suggested to minimalize anxiety which can---------precipitate asthma attack.Key word: Anxiety, Asthma Attack, Asthma Clients.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Praktik Cara Perawatan Balita yang Menderita ISPA Nonpneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban I Kabupaten Sukoharjo Atiek Murharyati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.579 KB)

Abstract

AbstrakISPA merupakan penyakit pernafasan, yang merupakan penyebab utama kematian pada bayi dan balita. Penyakit ISPA nonpneumonia bukan masalah kesehatan yang boleh diabaikan, karena apabila penanganannya tidak benar, maka dapat berakibat menjadi parah. Namun demikian, sebelum mengetahui tentang tindakan orang tua dalam menghadapi anaknya yang sakit ISPA non pneumonia, perlu diketahui tentang pengetahuan dan sikapnya terhadap ISPA non pneumonia, karena hal tersebut memegang peranan penting dalam melakukan sebuah tindakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang praktik cara perawatan, praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia, hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik cara perawatan, hubungan antara sikap ibu dengan praktik cara perawatan, baik sikap tentang ISPA non pneumonia maupun sikap tentang praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi yang mengarah pada korelasi. Uji korelasi yang digunakan adalah c/w' square. Responden yang menjadi subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita penderita ISPA non pneumonia. Hasil penelitian dari 94 responden, mayoritas responden 31-35 tahun, pendidikan terakhir SLTP, pekerjaan buruh, status menikah, penghasilan keluarga rendah dan belum pernah mendapat penyuluhan tentang ISPA. Tingkat pengetahuan responden tinggi, sikap tentang ISPA non pneumonia cukup, sikap tentang praktek cara perawatan baik, namun praktik cara perawatan balita tidak benar. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik cara' perawatan, selain itu didapatkan hubungan yang bermakna antara sikap dengan praktek cara perawatan. Hal ini karena banyak hal yang mempengaruhi ibu dalam bertindak, dengan demikian perlu adanya suatu pendidikan kesehatan.Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Sikap, Praktik cara perawatan, ISPA non pneumonia

Page 2 of 44 | Total Record : 434