cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI DAN POLA ASUH IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN WONGSOREJO BANYUWANGI Yohan Yuanta; Didik Gunawan Tamtomo; Diffah Hanim
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.934 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.259

Abstract

Kondisi riwayat ASI di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan. Rendahnya pemberian ASI secara Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni ketidaktahuan ibu tentang pentingnya ASI, cara menyusui dengan benar, serta pemasaran susu formula. Pola asuh pada tahun pertama kehidupan sangatlah penting untuk perkembangan anak. Pola asuh balita yang kurang baik di Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan masih rendahnya dukungan ibu dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI dan pola asuh terhadap kejadian gizi kurang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wongsorejo, kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan kasus kontrol. Variabel dependen gizi kurang dan variabel independen riwayat pemberian ASI dan pola asuh Ibu. Jumlah subjek sebanyak 174 balita yang diambil secara Fixed Disease Sampling, melalui wawancara langsung dan observasi. Analisis bivariate menggunakan uji C-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistic biner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar riwayat pemberian ASI pada balita adalah ASI eksklusif pada kasus (83.9%) dan kontrol (97.7%). Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI (OR=0.123; p<0.05), pola asuh pemberian makan (p<0.05) dan pola asuh kesehatan (p<0.05) berhubungan secara signifikan dengan kejadian gizi kurang. Terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI dan pola asuh ibu dengan kejadian gizi kurang. The current history of breast milk in Indonesia was quite alarming. The lack of exclusive breastfeeding was influenced by several factors, namely mother’s ignorance about the importance of breastfeeding, how to breastfeed properly, and the marketing of formula milk. The pattern of care in the first year of life was very important for the development of children. Poor toddler pattern in Indonesia was one of them shown by the low support of mother in monitoring growth and development of children under five. This study aimed to analyze association of breastfeeding history and parenting mother to the incidence of malnutrition and was conducted in Wongsorejo, Banyuwangi, East java. This study used the quantitative case-control design. Dependent variable in this study was malnutrition and independent variable were history of breastfeeding and parenting mother. The number of samples were 174 under five children taken by a Fixed Disease Sampling. The data was gained through in-depth interview and observation. History of Breast Feeding and Parenting Mother was taken by interview and used a quesstionarry. Bivariate analysis used chi-square analysis and multivariate analysis used binarry regression. Most of the breastfeeding history among under five children was exclusive breastfeeding with case (83.9%) and control (97.7%). Correlation analysis showed that history brestfeeding (OR=0.123; p<0.05), feeding practices of parenting mother (p<0.05) and health parenting mother (p<0.05) were related positively to malnutrition. There is a relationship of breastfeeding history and parenting mother to malnutrition among under five children.
KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Dwi Retnaningsih; Priharyanti Wulandari; Vina Haris Afriana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.976 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.260

Abstract

Anak memandang menarche adalah hal yang menakutkan karena menarche akan menimbulkan ketidaknyamanan, pusing. Menarche adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi umur 10 - 16 tahun. Survei awal dilakukan pada 10 Desember 2016, didapatkan 80% siswi mengalami cemas, bingung menghadapi menarche. Salah satu faktor risiko psikologis menarche yaitu kesiapan, karena ketidaksiapan menimbulkan perasaan cemas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kesiapan menghadapi menarche pada anak usia sekolah. Metode penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 36 siswi dari kelas IV, V, VI yang belum menarche dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji hubungan variabel dengan uji Rank Spearmen. Hasil penelitian terdapat 77,8% dinyatakan tidak siap menghadapi menarche, sebanyak 55,6% siswi dengan tingkat cemas sedang. Hasil analisis diperoleh hasil ρ value (0,026) dengan rho (-0,372). Kesimpulan: ada hubungan kesiapan menghadapi menarche dengan tingkat kecemasan pada anak usia sekolah. Children look at menarche is a scary thing because menarche will cause discomfort, dizziness. Menarche is the first common menstruation of 10-16 years. Initial survey conducted in 10th December 2016, found 80% female students experience anxiety, confused face menarche. One of the psychological risk factors of menarche is readiness, because unpreparedness raises anxiety. The purpose of the study was to determine the relationship of readiness to face menarche in school-aged children. The method is quantitative research of analytic survey with cross sectional approach. The population of 36 female students from grade IV, V, VI which has not menarche with total sampling technique. The instrument used is a questionnaire. Test the relationship of variables with Rank Spearmen test.Results: 77.8% were declared unprepared for menarche, as many as 55.6% of female students with moderate levels of anxiety. The result of analysis is obtained ρ value (0,026) with rho (-0,372).Conclusion: there is a relationship of readiness to face menarche with anxiety levels in school-age children.
PENGARUH TERAPI AKUPUNKTUR PADA TITIK BL 56 (CHENGJIN) DAN SP 6 (SANYINJIAO) TERHADAP PENURUNAN NYERI DI OTOT GASTROCNEMIUS Joko Tri Haryanto; Ardan Purwanto Nugroho; Wahyu Eka H
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.917 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.261

Abstract

Myalgia atau disebut juga Nyeri otot merupakan gejala dari banyak penyakit dan gangguan pada tubuh. Penyebab umum Myalgia adalah penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu tegang. Myalgia yang terjadi tanpa riwayat trauma mungkin disebabkan oleh infeksi virus. Myalgia yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik, defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 (Chengjin) dan Sp 6 (Sanyinjiao) terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Febuari – Maret 2017 di sekitar Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest- postest design dengan sampel 20 orang yang didapat secara total sampling. Data dianalisis dengan uji Paired T-Test dengan taraf signifikasi 0,05. Nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius sebelum terapi akupunktur adalah sebesar 5,70 dan sesudah 10x terapi akupunktur nilai rata-rata skala nyeri di otot gastrocnemius adalah sebesar 2,40. Nilai rata-rata penurunan skala nyeri secara umum pre dan post terapi sebesar 3,30 (p < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh terapi akupunktur pada titik Bl 56 Chengjin dan Sp 6 Sanyinjiao terhadap penurunan nyeri di otot gastrocnemius. Myalgia or muscle pain is also referred to as a symptomof many diseases and disorders on the body. Common causes of Myalgia is the use of the wrong muscle or muscles that are too tense. Myalgia happens without a history of trauma may be caused by viral infections. Myalgia thata long time shows the myopati metabolic, nutritional deficiency or chronic fatigue syndrome.This purpose of this study was to know the influence of acupuncture therapy on point Bl 56 (Chengjin) and Sp 6 (Sanyinjiao) against a decrease in pain in gastrocnemius muscle.This research was conducted on a February-March 2017 around in Pusat Grosir Solo, Kedung Lumbu Subdistrict Pasar Kliwon, Surakarta.This is research Pre-experimental designswith one group pretest-postest design with a sample of 20 people who result by in total sampling. Data were analyzed with Paired T-test with significance level 0.05. The results of this study is mean value of pain scale in gastrocnemius muscle pre acupuncture therapy was 5.70 and after 10x acupuncture therapy the mean value of pain scale in the gastrocnemius muscle was 2.40. The mean value of pain scale reduction in general pre and post therapy was 3.30 (p <0.05). So it can be conclusion there is influence of acupuncture therapy at point Bl 56 Chengjin and Sp 6 Sanyinjiao against the decrease of pain in gastrocnemius muscle.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG SAAT HANDOVER DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER Anita Istiningtyas; Yunita Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.204 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.262

Abstract

Banyak data baik dari luar negeri maupun dalam negeri yang menyatakan bahwa sebagian besar penyebab kesalahan medis adalah ketidaktepatan komunikasi handover , dilihat dari proses, teknik, maupun dokumentasi. Perlu pengkajian lebih mendalam agar menjadi komunikasi yang lebih baik sehingga mengurangi terjadinya kesalahan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi hubungan kepemimpinan kepala ruang saat handover dengan pelaksanaan handover. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan uji chi square. Sampelnya adalah 104 perawat pelaksana. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitiannya adalah ada hubungan antara kepemimpinan kepala ruang saat handover dengan pelaksanaan handover di ruang rawat inap (p = 0,0014). Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat mengoptimalkan kembali fungsi kepemimpinan dan manajemen kepala ruang dalam komunikasi efektif handover. Many data both from abroad and domestic states that most of the causes of medical error is the inappropriateness of handover communication, seen from the process, technique, and documentation. It needs more in-depth review to become better communication so as to reduce the occurrence of medical errors. The purpose of this research is to analyze the leadership relationship of the head room when handover with handover implementation. This research uses non experimental quantitative research with chi square test. The sample was 104 implementing nurses. Data collection using questionnaires.The result of the research is there is correlation between headroom leadership when handover with handover implementation in inpatient room (p = 0,0014). For hospitals expected to re-optimize the function of leadership and management of the head of space in effective communication handover.
PENGARUH POLA HIDUP TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI PADA PASIEN HEART FAILURE S Saelan; Sahuri Teguh
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.232 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.263

Abstract

Gagal jantung merupakan salah satu penyakit utama di bidang kardiologi. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya dan pola hidup yang tidak baik sehingga dapat beresiko terkena penyakit jantung. Keadaan ini sangat penting bahwa pasien perlu memanagemen pola hidup yang baik khususnya pasien yang menjalani pengobatan dan perawatan penyakit jantung. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pola hidup pasien gagal jantung terhadap perubahan denyut nadi pasien gagal jantung di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten ”. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, desain penelitian adalah pre dan post tes kontrol grup. Populasi penelitian ini adalah semua pasien gagal jantung yang datang ke Poliklinik Jantung di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro. Sampel dalam penelitian ini adalah responden dengan riwayat penyakit gagal jantung kongestif yang sedang menjalani rawat jalan denagan cara consecutive sampling. Sebelum analisis stataistik peneliti melakukan uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, dan selanjutnya dilakukan uji Paired samples t-tes, Wilcoxon test dan Mann Whitney Test. Hasil analisa bahwa terdapat perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen sig. 0,000 (<0,05) serta tidak terdapat perbedaan denyut nadi sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol sig.0,888 (>0,05). Kesimpulan pola hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan denyut jantung pada pasien Gagal Jantung di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten bulan Juni - Agustus 2015. Heart failure becomes major problem in part of cardiologi because of increaching number of patients in happening of the hospitalization as wen as death and disability. in this condition it is importan that the patient of heart disease. The objective to know the effect of life pattern of heart failure patients on heart rate change of heart failure patients at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten The methods of research quasi eksperimental research design. Is a pre and post test control group. The research of population were all patient heart failure who came to the clinic. At the heart Hospital Dr. Soeradji Tirtonegoro. The humfiel in this reasearch was responclun with the history of congestive heart failure. Who is undegoing out patient consecutive sampling or sampling consecutive. Before statistic analysis the research do the test for normality with The Shapiro Wilk Test, and Mann Whitney Test. The result of research or the result of analysis that there are different in pulse changes before and after treatment in the experiment group sig. 0.00 (<0.05) and there is not different before and after the pulse control group sig. 0.000 (>0.05) in the control group is underfined. Conclusion: the implementation of life pattern has a significant influence on hourth rate and body weight for the patients with heart fait fune clinic to herat hospital dr. Soeradji Tirtonegoro Kalten June up to August 2015.
PEMBERIAN PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA RT 01, RW1, SRUNI, BOYOLALI Nurul Devi Ardiani; Yunia Renny Andhikatias
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.964 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.264

Abstract

Pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi yang baik menjadikan perilaku remaja lebih baik. Hal ini dapat menghindarkan remaja dari berbagai penyakit reproduksi yang mungkin muncul. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan diri saat menstruasi di RT 01 RW1, Sruni, Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan Pre and post test without control yang menggunakan 22 sampel penelitian untuk menilai pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi sebelum dan sesudah pemberian pembelajaran video. Pengambilan data dilakukan dua kali pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Data sebelum dan sesudah perlakuan dianalisa menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan pembelajaran video 4,27 dan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan pembelajaran video7,13. Hasil uji statistik sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran video pada remaja dengan menggunakan Paired T-Test diperolah hasil 0,00 yang berarti nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pembelajaran video terhadap pengetahuan perawatan kebersihan diri saat menstruasi pada remaja RT01, RW1, Sruni, Boyolali. Good self-hygiene knowledge during menstruation makes teenagers better in their behavior. It’s can prevent teenagers from various reproductive diseases that may arise. The present study aimed to improve adolescent knowledge about personal hygiene during menstruation. This was a quantitative study using a Quasi Experimental design and involved 22 respondents of teenagers of RT 01, RW1, Sruni, Boyolali to know their knowledge of personal hygiene during menstruation before and after giving of video learning. The data were collected twice before the treatment and after treatment. The data were analyzed using Paired T-Test. The results of analysis found there are significant differences in average knowledge before video learning 4.27 and average knowledge after learning video learning 7,13. The results of statistical test before and after video learning found a sig score of 0,00, and showed a p value of < 0.05. It was concluded that video learning variables has a significant influence on hygiene care knowledge during menstruation at adolescent RT 01, RW1, Sruni , Boyolali.
PERBEDAAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI CAMILAN PADA REMAJA OBESITAS DI KABUPATEN BANTUL Mellia Silvy Irdianty; Fakhrudin Nasrul Sani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.551 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.265

Abstract

Obesitas pada remaja memiliki implikasi penting terhadap kesehatan dan kesejahteraan individu dan masyarakat. Hal ini berdampak negatif dalam meningkatkan kerentanan terhadap sejumlah penyakit, gangguan kesehatan kronis, gangguan psikologis, peningkatan biaya perawatan setiap tahun hingga kematian dini. Sebesar 2,8 juta orang meninggal tiap tahun, akibat obesitas. Meningkatnya prevalensi obesitas pada remaja diduga berkaitan dengan perubahan gaya hidup meliputi menurunnya aktifitas fisik dan meningkatnya konsumsi camilan. Penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan aktivitas fisik dan konsumsi camilan pada remaja obesitas di daerah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Bantul. Metode penelitian case control, dengan populasi remaja SMA baik negeri maupun swasta. Kasus adalah remaja yang didiagnosa obesitas pada tahap skrining, sedangkan kontrol adalah remaja tidak obesitas. Analisis data meliputi univariabel yang menyajikan distribusi frekuensi, bivariabel dengan uji chi-square, dan uji-t. Remaja dengan aktivitas fisik ringan memiliki peluang 4 kali lebih besar mengalami obesitas dibandingkan remaja dengan aktivitas fisik sedang (OR 4,26 (CI 95%:1,61-12,06). Hubungan antara jenis camilan dan obesitas juga memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dan praktis, yaitu obesitas banyak di temukan sebanyak 2 kali lebih besar pada remaja dengan konsumsi camilan goreng dibandingkan dengan remaja yang mengkonsumsi camilan non goreng. Terdapat perbedaan rerata berat dan asupan camilan pada remaja obesitas dan non obesitas.Aktifitas fisik ringan, frekuensi camilan tinggi, jenis camilan gorengan, berat camilan dan asupan camilan tinggi berpeluang lebih besar meningkatkan obesitas remaja. Adolescents obesity has important implications for the health and well-being of individuals and society. It has negative impact in increasing susceptibility of diseases, chronic health problems, psychological disorders, and maintenance costs up to early death each year. 2.8 million people die each year due to obesity. The increasing of prevalence of obesity in adolescents allegedly associated with lifestyle changes include the decline in physical activity and increase consumption of snacks. To determine the difference of physical activity and snack consumption in adolescent obesity in urban and rural areas in the district of Bantul. This study used a case control study design, with a population of high school teenagers both public and private. Cases are obese adolescents who were diagnosed at screening, while the control is not obese adolescents. Data analysis included univariable consist of frequency distribution, bivariable consist of chi-square and t-test and also logistic regression test for mulitivariabel analysis. Adolescents who do light physical activities are more likely have obesity 4 times than those who do physical activity in normal. Kind of snack and obesity have correlation in statistic and practical, which is many research prove that obesity found 2 times than adolescents who consume fried foods. There are differences of mean in snack weight and snack intake in obese adolescents. The low physical activity, high snack frequency, type of fried foods, snack weight, and snack intake are most likely to increase the incidence of obesity
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRAKTIK PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA IBU RUMAH TANGGA DI GAREN RT.01/RW.04 PANDEAN NGEMPLAK BOYOLALI Siwi Indra Sari; Wahyuningsih Safitri; Ratih Dwilestari Puji Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.7 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.266

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Hasil studi pendahuluan di desa Garen RT.01/ RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali diperoleh data bahwa peristiwa kejadian luka bakar ibu rumah tangga di daerah tersebut sering terjadi 5-10 kali dalam satu bulan. Luka bakar yang sering terjadi di lingkungan rumah seperti terkena minyak goreng, air panas, setrika listrik, dan knalpot. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap praktik pertolongan pertama luka bakar pada ibu rumah tangga di Garen RT.01/RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode quasy experiment pretest and posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 40 responden ibu rumah tangga yang terbagi menjadi 20 responden kelompok perlakuan dan 20 responden kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua sampel dependen yang berpasangan dan uji Mann withney test untuk menguji beda mean peringkat dari 2 kelompok independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan praktik pada kelompok perlakuan yang sebelumnya 7 responden (35%) dalam kategori cukup, 13 responden (65%) dalam kategori tidak memadai dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menjadi 20 responden (100%) masuk kategori memadai dengan p value=0,000. Hasil analisis dengan Mann withney test , hasil p value = 0,000<0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan pemberian pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan ceramah leaflet. Burn wound is the damage or loss of tissue due the contact with heat sources such as fire, hot water, chemicals, electricity, and radiation. The result of the preliminary research shows that in Garen, RT.01/ RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali shows that the burn wound incidence at household could happen 5-10 times a month. Burn wounds which are frequently present in the household are those due to hot cooking oil, hot water, heat of electric iron, and heat of motor vehicle exhaust. The objective this research is to investigate the effect of the health education with demonstration method on the practice of the first aid for burn wound of the housewives in Garen RT.01/RW.04 Pandean, Ngemplak, Boyolali. This research used the quantitative quasi experimental research method with posttest with control group design. Purposive sampling technique was used to determine its samples. The samples consisted of 40 housewives. They were divided into two groups, 20 as the treatment group and 20 as the control group. This test used the Wilcoxon’s Test to investigate whether or not there was a difference between the two paired-dependent samples and the Mann Withney’s Test to examine the rank mean difference of the two independent groups. The result of the research shows that there was an increase in the first aid practice of the treatment group. Prior to the treatment, 7 respondents (35%) had an adequate category of the first aid practice, and 13 respondents (65%) had an inadequate category of the first aid practice. All of the respondents, 20 (100%), had an adequate category of the first aid practice as indicated by the result of the Mann withney’s Test where the p-value was 0.000 which was less than 0.05. Thus, there was a significant effect of health education with demonstration method and leaflet lecturing on the treatment and control groups.
PERANCANGAN BUKU PENGENALAN PEDOMAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1 UMUR 6-8 TAHUN BERBASIS AUGMENTED REALITY Yohanes Pembabtis Amang Subangkit; Jasson Prestiliano
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.953 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.267

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014, hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar 2010 (Riskesdas) Konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Permasalahan ini tidak lepas dari kurangnya pemahaman informasi tentang pentingnya gizi seimbang dan hidup sehat. Untuk memberikan informasi, dibutuhkan media yang berbasis masyarakat. Media buku dengan teknologi augmented reality dipilih sebagai sarana untuk memberikan informasi yang lebih menarik minat target audience untuk lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan sadar gizi. Objek penelitian ini adalah media penyampaian Pedoman Gizi Seimbang menggunakan buku berbasis augmented reality. Penelitian ini sudah diujikan kepada Dinas Kesehatan Salatiga beserta petugas gizi dan ahli gizi, Dosen gizi Universitas Kristen Satya Wacana dan 2 responden orang tua dengan anak. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah perancangan media buku berbasis augmented reality dapat memberikan pemahaman informasi yang menarik serta mudah dipahami tentang pentingnya Pedoman Gizi Seimbang dan sadar gizi. According to the regulations of Indonesia’s Departement of Health No 41 Year 2014, the Basic Health Research in 2010 (Riskesdas) resulting in Indonesia’s citizen consumption of food has not meet the appropriate balanced nutrition amount. This problem is not separated from the lack of information about the importance of balanced nutrition amounts and healthy living. To deliver information, a community based media is needed. Book with augmented reality media is choosed as the media to deliver appealing information for target audience, to understands more about the importance of balanced nutrition amounts and nutrition consciousness. The object of this research is presentation media about the Guide of Balanced Nutrition using augmented reality based book. This research has been tested on Salatiga’s Health Agency with health officers and health expert, Lecturer of Nutrition in Satya Wacana Christian University and 2 parents respondents with their children. The obtained results from this research is the designing of augmented reality based book is able to deliver appealing information and understanding, and easy to understand about balanced nutrition guidance and nutrition consciousness
PENGARUH KONSUMSI SUSU JAGUNG DAN SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA Kartika Dian Listyaningsih; Hutari Puji Astuti; Ika Budi Wijayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.704 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.268

Abstract

Jagung merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan gizi terdiri dari karbohidrat dan lemak. Karbohidrat jagung terdiri dari pati, gula, serat kasar dan pentosan. Pati jagung terdiri dari amilosa dan amilopektin, sedangkan gulanya berupa sukrosa. Lemak jagung sebagian besar terdapat pada bagian lembaganya. Jumlah kandungan protein dan lemak jagung ini bervariasi tergantung dari umur dan varietasnya. Kandungan lemak dan protein jagung muda lebih rendah dibandingkan dengan jagung tua. Di Thailand, jagung manis banyak diolah menjadi corn milk (susu jagung) karena susu jagung menyegarkan dan menyehatkan tubuh karena tidak mengandung kolesterol. Kolesterol merupakan salah satu manifestasi dari masalah gizi lebih. Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu problema yang sangat serius karena merupakan salah satu factor yang paling utama untuk terjadinya penyakit jantung pada seseorng ,masalah lainnya ialah pada seseorang yang bertekanan darah tinggi dan perokok. Macam-macam masalah kesehatan tersebut yang sering menimpa lansia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan dan olah raga pada usia lanjut dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsumsi susu jagung dan senam lansia terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-postest design. Dilakukan Posyandu Lansia RW 06 Kelurahan Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Subyek penelitian yaitu Lansia berjumlah 34 orang. Hasil yang didapatkan dari 34 sampel adalah bahwa p-value uji wilcoxon tersebut lebih kecil α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengaruh pemberian susu jagung dan pelaksanaan senam lansia sebelum (pre test) dan setelah (post test). Corn is the foodstuffs which have nutrient content consists of carbohydrates and fats. Corn starch is composed of carbohydrates, sugar, coarse fibers and pentosan. Corn starch consists of amylopectin and amylose ,while the sugar in the form of sucrose. Fat corn mostly contained on the part of the institution. The amount of protein and fat in corn varies depending on the age and varietasnya. Fat and proteincontent of young corn is lower compared to the old corn. In Thailand, many sweet corn processed into corn (the corn milk) milk because milk corn refreshing and invigorating the body because it contains no cholesterol. Cholesterol is one manifestation of a more nutritional problems high cholesterol levels is one of the very serious problems because it is one of the most important factors for the onset of heart disease in seseorng, other problems is someone that high blood pressure and smokers (Anwar Bahri, 2003). All kinds of health problems that often afflicts the elderly. The existing evidence suggests that exercise and sports on the elderly can prevent or delay the loss of functional.The purpose of the study is to know the influence of maize and milk consumption gymnastics elderly against blood pressure and cholesterol levels in the elderly. This research method using quasy experiment (experiment of the artificial) with one group pretest-postest design. Do Elderly Posyandu RW 06 Kelurahan Gonilan Kartasura Subdistrict Sukoharjo Regency. Time research was done starting in July up to August 2017. The subject of research, namely the elderly amounted to 34 people.The results obtained from 34 sample is that the p-value smaller the wilcoxon test α(0.05) so that it can be concluded that there is a change of the influence the granting of maize and milk the implementation elderly gymnastics before (pre test) and after (post test).