cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
PERAN ORANGTUA DALAM MEMPERSIAPKAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI KELURAHAN KADIREJO KECAMATAN KARANGANOM KABUPATEN KLATEN Alfyana Nadya Rachmawati; Ariska Rizki Oktaviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.581 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.238

Abstract

Remaja putri membutuhkan persiapan fisik atau mental dalam menghadapi menarche. Mereka membutuhkan informasi yang benar dan lengkap dari kedua orang tua tentang haid sangat banyak, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi menarche dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Populasi dalam penelitian ini adalah 90 orang tua yang memiliki remaja putri berusia 9-12 tahun yang belum pernah menstruasi di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Sampel purposive digunakan untuk mengambil sampel. Ada 5 sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam. Menstruasi adalah hasil darah dari vagina wanita yang selalu dialami mereka setiap bulan. Hal itu adalah perubahan normal yang terjadi pada remaja putri yang sedang menghadapi masa dewasa. Gejala menstruasi adalah kaku, nyeri payudara, keputihan, pusing, jerawat, dan juga perubahan mood. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche adalah usia, kesiapan mental, informasi, dan lingkungan. Hal yang harus dijelaskan kepada remaja putri berkaitan dengan menstruasi adalah tentang menstruasi, bagaimana melakukan kebersihan diri, terjadi perubahan, dan pola yang perlu dijaga setelah mengalami menstruasi. Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche adalah sebagai pendidik, teman, panutan, pengendali, dan pendukung mereka. Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche cukup baik. Orang tua telah memberikan informasi yang cukup tentang menstruasi kepada remaja putri mereka. Female teenagers need either physical or mental preparation in facing menarche. They need the right and complete information from both parents about menstruation very much, so they can prepare themselves in facing menarche well. The purpose of this research was to describe parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche in Kadirejo Village Karanganom Sub-District Klaten. This research was a qualitative research using phenomenological approach. The population in this research were 90 parents having female teenagers of age 9-12 years old who had not had menstruation in Kadirejo Village Karanganom Sub-District Klaten. A purposive sampling was used to take the samples. There were 5 samples in this research. The data were collected by in-depth interview method. Menstruation was the outcome of blood from women’s vagina which was always experienced by them every month. It was a normal change which happened to female teenagers who were facing the adulthood. Menstruation symptoms were stiff body, breast pain, leucorrhoea, dizzy, pimples, and also mood changing. The factors affecting the female teenagers’ readiness in facing menarche were age, mental readiness, information, and environment. Things should be explained to female teenagers related to menstruation are about menstruation, how to do personal hygiene, changes happen, and patterns needed to be kept after getting menstruation. Parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche were as educator, friend, role model, controller, and supporter to them. Parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche were good enough. Parents had given enough information about menstruation to their female teenagers.
HUBUNGAN BAYI LAHIR PREMATUR DENGAN INFEKSI NEONATORUM DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Nur Rakhmawati; Christiani Bumi Pangesti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.481 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.239

Abstract

Bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting pada bayi di Indonesia, baik bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan penyebab langsung kematian bayi di Indonesia meliputi: Asfiksia (44-46%), infeksi (24-25 %), prematur (15-20%), infeksi neonatorum (2-7%), dan cacat bawaan (1-3 %). Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan bayi berat lahir rendah, prematur dan kejadian ikterus dengan infeksi neonatorum. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong-lintang). Sampel dipilih secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2016. Teknik pengumpulan data menggunakan data rekam medik. Data dianalisis menggunakan Analisis korelasi bivariat, dikatakan signifikan apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan prematur dengan infeksi neonatorum dengan p < 5% (p=0.000, χ: 31,438 ).Kesimpulan terdapat hubungan bayi lahir prematur dengan infeksi neonatorum. Newborns with neonatal infections are an important public health problem infants in Indonesia, both newborns with neonatal infections are the direct cause of infant mortality in Indonesia include: Asphyxia (44-46%), infection (24-25% ), Premature (15-20%), neonatal infection (2-7%), and congenital defects (1-3%). The objectives were to analyze the relationship between low birth weight, premature and jaundice with neonatal infection. This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional (cross-sectional) approach. Samples were chosen by random sampling. Data collection techniques use medical record data. Data were analyzed using bivariate correlation analysis, it is said significant if the value of p <0,05. There was a significant association of preterm with neonatal infection with p <5% (p = 0.000, χ: 31,438). Conclusion there is a premature infant relationship with neonatal infection.
PENGARUH TERAPI MUSIK ALAM TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG PADA PASIEN SELAMA OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Fakhrudin Nasrul Sani; Nurul Devi Ardiani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.715 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.240

Abstract

Penatalaksanaan pembedahan dan komplikasi anestesi selama operasi dapat berupa pemberian farmakologi dan terapi komplementer. Terapi komplementer salah satunya adalah terapi musik alam, dengan terapi musik alam akan berdampak pula terhadap frekuensi denyut jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan quasy eksperiment dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel sebanyak 48 pasien, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi berupa Bed Side Monitor. Alat analisis yang digunakan dengan Paired Simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas usia di atas 36 tahun (41,7%), berjenis kelamin laki-laki (58,3%), berpendidikan SMA (39,6%) dan bekerja sebagai buruh yaitu sebanyak (39,6%), 2) Hasil pengukuran Frekuensi denyut jantung sebelum dilakukan pemberian terapi musik alam didapatkan data rata-rata sebesar 89,04 x/ menit.; 3) Hasil pengukuran frekuensi denyut jantung sesudah dilakukan pemberian terapi musik alam didapatkan data rata-rata sebesar 74,71 x/menit; dan 4) Ada pengaruh signifikan musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali (p-value = 0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah ada pengaruh signifikan musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini disarankan dapat menjadi bahan pertimbangan sebagai dasar pembuatan Standar Operasional Prosedur pemberian terapi musik alam dalam membantu menstabilkan denyut jantung pasien selama operasi dengan anestesi spinal. The Management of surgery and anesthetic complications during operation can include the administration of pharmacological and complementary therapies. One of the latter is natural music. The natural music may have impacts on heart pulse frequency. The objective of this research is to investigate the effect of natural music therapy on the heart pulse frequency of patients during operation with spinal anesthesia at Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali. This research used the quasi experimental method with the one group pre and post test design. Its samples consisted of 48 patients. Purposive sampling technique was used to determine the samples. The data of the research were collected through Bed Side Monitor observation sheet. They were analyzed by using the Paired Simple t-test. The results of the research are as follows: 1) In majority, 41.7% of the patients were aged above 36 years old, 58.3% of the patients were male, 39.6% of of the patients held the latest education of Senior Secondary School, and 39.6% of the patients were laborers. 2) The result of the heart pulse frequency measurement prior to the administration of the natural music therapy shows that the average frequency was 89.04 times/ minute. 3) Following the natural music therapy, the average frequency was 74.71 times /minute. 4) There was a significant effect of the natural music therapy administration on the heart pulse frequency of patients during operation with spinal anesthesia at Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali as indicated by the p-value = 0.000 which was less than 0.05. Thus, the results of this research could be considered as a reference for the preparation of standard operating procedure of natural music administration to help stabilize the heart pulse of patients during operation with spinal anesthesia.
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK LEUKEMIA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA Happy Indri Hapsari; Isnaini Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.212 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.241

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui multimedia. Desain penelitian adalah quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design dengan pengumpulan data secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai anak leukemia yang sedang kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Tingkat pengetahuan orang tua terdapat perbedaan yang signifikan. Pendidikan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat merubah perilaku orang tua. The objective of this research is to identify the difference of knowledge before and after the health education was given through multimedia. Quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design was used as the research design, in which data were collected by using non- probability sampling and consecutive sampling method. The sample of this research is parents who has children suffering leukemia and is undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital Jakarta. There is a significant difference between level of knowledge. It is recommended that health education be given continually in ordered to succeed in changing parents’ abilities.
HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA, ASUPAN MAKANAN DAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BALITA DI DESA BULU KABUPATEN SUKOHARJO Gilang Akbar Shobirin; Dono Indarto; K Kusnandar
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.521 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.252

Abstract

Kekurangan gizi pada balita masih menjadi masalah di Indonesia. Dampak dari kekurangan gizi adalah terganggunya pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi keluarga, asupan makanan, dan status gizi dengan perkembangan motorik halus di Desa Bulu Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian observasional analitik cross sectional menggunakan proportional random sampling dengan jumlah 58 responden. Pengumpulan data menggunakan jumlah kalori dalam bentuk AKG, recall 2x24 jam. Status gizi dengan mengukur tinggi badan / berat badan berdasarkan tabel Z-Score. Tingkat ekonomi keluarga dengan standar UMK. Perkembangan motorik halus menggunakan KPSP. Uji statistik menggunakan Pearson yang dilakukan di Desa Bulu Sukoharjo. Hasil analisis korelasi menggunakan uji pearson diperoleh hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi, dengan motorik halus (p=0,045). Hasil analisis korelasi diperoleh nilai r= 2,64 maka tingkat ekonomi mempunyai kekuatan hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Status gizi (p=0,032) dengan hasil r= 0,283 maka status gizi mempunyai kekuatan hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Begitu juga dengan asupan makanan (p=0,000) dengan hasil r=612 maka asupan makanan mempunyai hubungan cukup kuat dan berkorelasi. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat ekonomi, asupan makanan, dan status gizi dengan perkembangan motorik halus balita Malnutrition in toddlers is still a big problem in Indonesia. The impact of malnutrition is the disruption of toddlers’ growth and development. The purpose of this study is to determine the relationship between family economic level, food intake and nutritional status toward the mild psychomotoric development of the toddlers in Bulu Village, Sukoharjo District. The type of this research is observational analytic study with cross sectional by using proportional random sampling with 58 respondents. The data collection method uses the number of calories in the form of AKG, recall 2x24 hours. The nutritional status is obtained by measuring the height / weight with Z-Score table. The economic level of family is measured with the standard of City’s Minimum Wage (UMK). The development of mild psychomotor is measured with KPSP. Pearson’s statistical test was conducted in Bulu Village, Sukoharjo. The result of correlation analysis by using Pearson test gained significant relationship between the level of the economy with the mild psychomotor (p = 0.045). The result of correlation analysis is r = 2.64 so that the economic level has strong relation and is correlated. The nutritional status (p = 0.032) is r = 0.283 so that the nutritional status also has a strong relation and is correlated. In addition, food intake (p = 0.000) results in r = 612 so that the intake of food has a strong relation and is also correlated. The conclusion, there is a significant relation between the level of economic, food intake and nutritional status of toddlers toward their mild psychomotor development.
PENERAPAN EKO-EFISIENSI PADA PROSES PENGEMASAN TAHU DENGAN PENAMBAHAN CHITOSAN UNTUK MEMPERPANJANG MASA SIMPAN TAHU Cicik Sudaryantiningsih; Yonathan Suryo Pambudi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.482 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.253

Abstract

Eko-efisiensi atau produksi bersih merupakan suatu strategi yang menghasilkan suatu produk dengan kinerja yang kebih baik, menggunakan sedikit energi dan sumber daya alam untuk mengurangi limbah. Strategi ini bertujuan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimalisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan. produksi bersih pada proses industri dapat pula diartikan mengganti penggunaan bahan-bahan berbahaya dan beracun. Salah satu cara menerapkan produksi bersih pada proses produksi tahu adalah dengan menambahkan bahan pengawet alami, misalnya chitosan pada proses pengemasan tahu.Chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin yakni produk samping limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang, kepiting dan rajungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kitosan pada kemasan tahu terhadap daya tahan tahu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Perlakuan dilakukan dengan menambahkan larutan chitosan pada kemasan tahu. Konsentrasi larutan adalah 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter. Analisa daya tahan tahu dilakukan dengan uji fisik kondisi tahu dibandingkan dengan tahu yang tidak diawetkan, dan uji kesukaan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah larutan chitosan mampu mempertahan kesegaran tahu hingga lebih dari 4 hari. Sedangkan konsentrasi larutan yang paling baik untuk bahan pemgawet adalah konsentrasi 4 gr/ liter. Eco-efficiency or cleaner production is a strategy to result a product with low energy and human resources-usage but high in benefit to reduce waste. This strategy aims to prevent ecological impact and to reduce wastes production, thus minimalize the risk to health and safety to human being. Cleaner product in industrial process is also defined as replacing the use of toxic and dangerous material. One of the way to apply cleaner production in the tofu production is by adding natural preservation to the packaging of the product. Chitosan is a derived product of chitin polimer; side product of fishery industry, especially prawn, shrimp, and crab. This research aims to know the impact of chitosan to durability of the tofu packaging. The method is descriptive quantitative. Technique used this research is by adding chitosan in concentration of 2 gr/liter; 4 gr/liter, dan 6 gr/liter to the tofu pakcaging. Data of durability of the tofu packaging is analized by physical test compared to the original tofu, and organoleptic test. The result showed that chitosan is able to sustain the freshness of the tofu for more than 4 days. While the best chitosan in concentration of 4 gr/liter.
HUBUNGAN BEBERAPA FAKTOR DENGAN STUNTING PADA BALITA BERAT BADAN LAHIR RENDAH Frienty Sherlla Mareta Lubis; Risya Cilmiaty; Adi Magna
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.665 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.254

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang utama pada anak di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius karena dikaitkan dengan kualitas sumberdaya manusia di kemudian hari. Anak dengan BBLR(Berat Badan Lahir Rendah) beresiko lebih tinggi menjadi stunting. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dan BBLR dengan stunting pada anak usia 12-24 bulan dengan berat badan lahir rendah. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Subjek terdiri dari 82 balita yang berusia 12-24 bulan dengan BBLR di 2 kecamatan di Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan pengukuran antropometri. Uji statistik Chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel IMD dengan stunting dan uji Anova digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel BBLR dengan stunting. Hasil: IMD tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (X² = 0,286, p = 0,593), berat badan lahir rendah (BBLR) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada α 10 % ( F = 1,561, p = 0,087). Kesimpulan: ada hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting. Stunting is one of the main nutritional problems in children in Indonesia. Stunting becomes a serious problem because it is associated with the quality of human resources in the future. Children with LBW (Low Birth Weight) are at higher risk of becoming stunting. Objective: To know the relationship between IMD, and LBW with stunting in children aged 12-24 months with low birth weight. The type of research is observational analytic by using cross-sectional research design. Research subject is determined by purposive sampling. Subject consisted of 82 children aged 12-24 months with LBW in 2 districts in Surakarta. Data collection is done by direct interview and anthropometry measurement. Chi-square statistical test is used to analyze the relationship between IMD variable with stunting and Anova test is used to analyze the relationship between LBW variable with stunting. The result: IMD was not significantly associated with stunting incidence (X² = 0.286, p = 0,593), low birth weight (LBW) was significantly associated with stunting incidence at α 10% (F = 1.561, p = 0.087). Conclusion: there is a relationship between Low Birth Weight with Stunting Event.
PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM USAHA PENCEGAHAN KESAKITAN DAN KEMATIAN BAYI BARU LAHIR Treesia Sujana; D Dary; Jenlti Dwi Elsa Longi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.184 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.256

Abstract

Kesehatan dan kelangsungan hidup bayi baru lahir sangat penting untuk menjamin optimalitas pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Semarang 2014, tercatat sebanyak 8,15% per 1000 Kelahiran Hidup (KH) angka kematian bayi baru lahir. Kasus kematian bayi baru lahir mendominasi kasus kematian bayi di Kabupaten Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teknik analisa data dilakukan dengan model Miles and Huberman, yaitu Data Reduction (reduksi data), Data Display (penyajian data) dan Conclusion Drawing/verification. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017 di Puskesmas Getasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga kesehatan dalam usaha pencegahan kesakitan dan kematian bayi baru lahir yang terutama adalah sebagai pelaksana program yang telah dicanangkan pemerintah serta lebih berfokus pada layanan bayi neonatal & bayi dengan risiko. Dalam menjalankan perannya tenaga kesehatan melakukan berbagai inisiatif dalam usaha menurunkan angka kematian bayi baru lahir di wilayah binaan Puskesmas Getasan. The health and survival of newborns are important to ensure the optimality of children’s growth and development. Semarang District Health Profile 2014, recorded that there were 8.15% deaths of newborns on every 1000 live births. The death cases of newborns dominated the contribution of infant mortality in Semarang District. The purpose of this research is to describe roles of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns in Puskesmas Getasan’s target areas. This research used a qualitative descriptive method with in-depth interviews as the data collection method. The data analyzed with the Miles and Huberman model, which emphasized in the data reduction, data display and conclusion drawing/verification. This research was held for a month started from May 2017 at Puskesmas Getasan. The results of this study concluded that the main role of health workers in the effort to descrease the morbidity and mortality numbers of newborns is as implementer of programs that have been declared by the government and more focused on the services especially for neonatal with high risk of illness. However, strategies and initiatives had been done by health workers and resulted in the decrease of the mortality number of newborns in Puskesmas Getasan’s target area.
PENGETAHUAN KELUARGA TERKAIT FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA TB MDR DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Agus Fitrianto; Harni Seyla Anugerahni
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.314 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.257

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, insidensi TB paru di Salatiga menduduki peringkat ke 4. Pengobatan TB paru selama sekitar 8 bulan membuat penderita terkadang tidak mengkonsumsi obat secara teratur, sehingga timbul masalah baru yaitu resistensi terhadap obat anti Tuberculosis. Selama tahun 2011, kasus Multy Drugs Resistant (MDR) di Indonesia mencapai 260 kasus. Masih banyaknya keluarga yang hidup dengan penderita tuberculosis tidak mengetahui bahaya dari penyakit tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengetahuan keluarga dari penderita TB MDR terkait faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekambuhan pada pasien TB MDR. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan berjumlah 8 orang yang terbagi dalam 3 kelompok dan semua partisipan merupakan keluarga dari pasien yang pernah dirawat atau sedang berobat di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan, Salatiga. Data diperoleh melalui wawancara dan data dianalisis secara content analysis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kekambuhan penderita TB MDR menurut partisipan adalah akibat iklim buruk, nutrisi kurang, beban psikologis, putus berobat dan kelelahan. Kesimpulan penelitian pengetahuan keluarga terkait penyebab kekambuhan pada penderita TB MDR masih kurang. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Based on data from the Health Profile of Central Java in 2015, incidence of pulmonary tuberculosis in Salatiga ranks at 4th. The treatment occurs for about 6 – 8 months makes patient sometimes do not take the medicine regularly, which raised new problem that resistance to antituberculosis drugs during 2011, cases of Multy Drugs Resistant (MDR) in Indonesia reached 260 cases. Many families living with tuberculosis patient are unaware of the dangers of this disease. The purpose of this study is to knowing about family knowledge of people with TB MDR about the factors that have affect to recurrence of TB MDR patients. The method this study uses qualitative method with case study approach. Participants were 8 people divided into 3 groups and all participants were families of patients who had been treated or were being treated at Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan. Data obtained through depth interviews with family or the closest people who directly involved the patient during treatment period. The data were analyzed by content analysis. Based on the results of the research that the recurrence of patients with TB MDR according to participants are affect of climate, nutrition, psychological ,drop out and fatigue. Conclusion family knowledge related to the cause of recurrence in patients with TB MDR is still lacking.
DUKUNGAN PERAWAT DAN KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASUPAN NUTRISI CAIRAN PADA PASIEN PENDERITA DEMAM BERDARAH DI RUMAH SAKIT PARU DR. ARIO WIRAWAN, SALATIGA Dhanang Puspita; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Ni Komang K Sari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.861 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.258

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypthy. Penyakit ini dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Kondisi tersebut menyebabkan demam terus-menerus selama 2–7 hari, manifestasi perdarahan berupa: tanda kebocoran plasma darah serta dapat timbul syok hipovolemik dari penderita DBD. Perawat dan keluarga memiliki faktor dalam proses penyembuhan pasien, utamanya adalah kecukupan kebutuhan cairan saat masa perawatan selama di rumah sakit. Bentuk dukungan yang diberikan oleh perawat dan keluarga ini guna mendukung perawatan pasien selama di rumah sakit dilihat dari upaya pemenuhan kecukupan cairan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran bentuk dukungan perawat dan keluarga dalam upaya pemenuhan kecukupan pemberian asupan cairan pada pasien DBD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Dengan kriteria penelitian ini adalah keluarga atau pasien DBD yang di rawat inap di rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga minimal selama 2 hari. Kegiatan penelitian dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2017. Hasil penelitian didapatkan penderita DBD mengalami gangguan pada asupan nutrisi dan cairan sehingga asupan tersebut kehilangan cairan yang berlebihan. Penanganan pada pasien demam berdarah dengue (DBD) mempunyai tujuan yaitu untuk memberikan asupan nutrisi dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan pasien melalui dukungan perawat dan keluarga. Upaya yang telah dilakukan dalam pemenuhan keseimbangan asupan nutrisi dan cairan dengan menyiapkan asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan kepada pasien seperti menyuapi dan menyediakan makanan yang disukainya. Sehingga dukungan perawat dan keluarga berperan dalam penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) terkait pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi dan cairan untuk metabolisme tubuh guna mendukung prose pemulihan pasien. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by dengue virus that is transmitted through Aedes Aegypthy mosquito bites. This disease can affect everyone, not knowing age or gender. The condition cause a continuous fever for 2-7 days, Bleeding in the form of manifestation: plasma a sign of a leak, can arise shock, as well as marked with tachycardia and perfusi tissue that decline. Nurses and family has a factor in the healing process patients, thing is sufficiency needs a liquid during the care of patients during at hospital. The formulation problems research is what was the support provided by nurses and family to bolster care of patients during at hospital in terms of efforts to achieve sufficiency bodily fluids. The purpose of this research to give a form of support from nurses and family in an effort to achieve the adequacy liquid intake among respondents dengue hemorrhagic fever(DHF). The subjects of the study were family or dengue hemorrhagic patients who were hospital Paru Dr.Ario Wirawan Salatiga for a minimum of 2 days. The research was conducted from February to March 2017. The results reveal that DHF sufferers would experience lack of nutrients and fluids needed due to excessive body fluid loss. Treatment to patients with dengue haemorrhagic fever (DHF) by nurses or family members aimed atproviding nutritional intake and fluid that suited the needs of patients. Efforts had been made to meet the balance of nutritional and fluid intake such as the provision of necessary nutritional intake (in the foods they like) and the direct support for or feeding the patients. So that support nurses and family had a role in the handling of dengue haemorrhagic fever (DHF) related meeting the needs of nutritional intake and a liquid to metabolism of the body to support prose recovery respondents.