cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
STATUS GIZI DAN PERSEN LEMAK TUBUH DENGAN MENARCHE DINI PADA SISWI SEKOLAH DASAR Surya Taufiqurrahman; Diffah Hanim; Brian Wasita
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.278 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.280

Abstract

Usia saat menarche bervariasi antara populasi yang satu dengan populasi yang lain. Beberapa faktor seperti faktor genetik, kelompok etnik, ukuran antropometri, kekuatan fisik, status gizi, status sosial ekonomi, faktor demografi, faktor lokasi geografi, faktor lingkungan, perbedaan cuaca, aktivitas fisik, dan gaya hidup yang mempengaruhi usia menarche telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, mengakibatkan perubahan pada usia menarche. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis hubungan antara status gizi dan persen lemak tubuh dengan kejadian menarche dini pada siswi sekolah dasar. Metode penelitian cross sectional, pengambilan Sampel secara purposive sampling dengan populasi (N) 1.711 siswi diambil sampel (n) 153 siswi yang sudah mengalami menarche dengan rentang usia 10-12 tahun. Penentuan status gizi berdasarkan IMT/U, Persen lemak tubuh diperoleh dari pengukuran dengan full body composition monitor and scale merk Omron HBF-375 dan usia menarche dikelompokkan menjadi menarche dini (<11 tahun) dan normal ( >11 tahun). Hasil penelitian: Proporsi menarche dini pada penelitian ini sebesar 52,3%, terdapat hubungan status gizi (p=0,001) dan persen lemak tubuh (p=0,042) dengan kejadian menarche dini. (p = 0,001) Nilai OR siswi dengan status gizi obesitas 7,85 (95%CI: 2,15-26,64), status gizi gemuk 2,45 (95%CI: 1,11-5,43), persen lemak tinggi 4,06 (95%CI: 1,09-15,09) kali lebih besar dibandingkan dengan siswi dengan persen lemak tubuh normal. Age at menarche varies from population to population. Factors such as genetic factors, ethnic groups, anthropometric measures, physical strength, nutritional status, socioeconomic status, demographic factors, geographic location factors, environmental factors, weather differences, physical activity, and lifestyle that affect the age of menarche have changed over time to time, resulting in changes in the age of menarche. Objective this study was to analyze the relationship between nutritional status and body fat percentage with early menarche incidence in elementary school pupils. Method Cross sectional study, Sampling by purposive sampling with population (N) 1,711 students taken sample (n) 153 female students who have experienced menarche with age range 10-12 years. Determination of nutritional status based on IMT / U, Percent body fat obtained from measurement with full body composition monitor and scale Omron HBF-375 brand and age of menarche grouped into early menarche (<11 years) and normal (> 11 years). Results: The proportion of early menarche in this study was 52.3%, there was a significant correlation of nutritional status (p = 0,001) and percent body fat (p = 0,042) with early menarche incidence. The value of OR students with obese nutritional status was 7.85 (95% CI: 2.15-26.64), nutritional status of fat 2.45 (95% CI: 1.11-5.43), high fat percent 4,06 (95% CI: 1.09-15.09) times greater than that of girls with a normal body fat percent.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKUKAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI DESA AWEH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Sri Dinengsih; Heni Hendriyani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.388 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.281

Abstract

Dari 194 negara anggota WHO, 65 di antaranya memiliki cakupan Imunisasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) di bawah target global 90%. Badan Kesehatan Dunia menganjurkan negara-negara untuk bekerja lebih intensif bersama mencapai target cakupan imunisasi, program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 0 sampai 12 bulan di desa aweh kabupaten lebak banten tahun 2017. Metode penelitian ini merupakan cross sectional , populasinya adalah ibu yang memiliki anak usia 1 sampai 5 tahun yang berada di desa aweh tahun 2017 sebanyak 515 orang dengan metode sampling mengunakan accidental sampling sejumlah 84 orang. Analisis data menggunakan univariat, bivariat, dan analisis multivariat analisis bivariat dengan korelasi product moment dan analisis multivariat dengan regresi linier berganda, analisis univariat kepatuhan imunisasi dasar yang tidak patuh (53,6%), pendidikan rendah (36,9%), pengetahuan kurang baik (48,8%), keluarga yang tidak mendukung (70,2%), yang memberi pernyataan peran tenaga kesehatan kurang baik (34,5%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ada hubungan pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan ibu dalam melakukan imunisasi dasar pada bayi usia 0 sampai 12 bulan. Yang paling signifikan adalah peran tenaga kesehatan dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 27,750. Saran peneliti diharapkan peran tenaga kesehatan berpartisipasi aktif dan berkesinambungan untuk lebih memperhatikan ibu agar mau melakukan imunisasi pada bayinya. Of the 194 WHO member countries, 65 have diphtheria, pertussis and tetanus (DPT) immunization coverage under the global target of 90%. The World Health Organization (WHO) invites countries to work more intensively together to achieve immunization coverage targets, immunization programs aim to reduce morbidity and mortality from preventable diseases by immunization. The purpose of this research is to know the correlation between education, knowledge, family support, and the role of health workers with maternal obedience in conducting basic immunization at infants aged 0 to 12 months in the working area of puskesmas community in the regency of Lebak Banten in 2017. This research is Cross-sectional approach, the population of mothers who have children aged 1 to 5 years who are in the working area of the community health center in 2017 as many as 515 people and a sample of 48 people. Analysis of the data using univariate, bivariate, and multivariate analysis bivariate analysis with product moment correlation and multivariate analysis with multiple linear regression univariate obedience immunization (53,6%), low education (36,9%), poor knowledge (48,8%), unsupportive family (70,2%), giving role statement Poor health workers (34.5%). While the results of bivariate research indicate that there is a relationship between education, knowledge, family support, and the role of health personnel with maternal obedience in performing basic immunization in infants aged 0 to 12 months in the working area of the community health center of the district lebak banten (p <0.05 ), of the variables studied by the greatest OR value is the role of health manpower (27,750) meaning that the role of the poor health worker is at risk 27,750 times bigger to not adhere to basic immunization. Therefore, active and sustained participation is needed by the personnel Health to the local community, so that people believe and believe so that they will know and realize that basic immunization is very important given to the baby.
PENGARUH JUS BUAH NAGA MERAH DAN SENAM TERHADAP KADAR HDL LANSIA Khusnul Khotimah; Sapja Anantanyu; Budiyanti Wiboworini; Diffah Hanim
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.215 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.282

Abstract

Lansia sering mengalami peningkatan kadar LDL dan rendahnya kadar HDL. Proses ini erat kaitannya dengan radikal bebas, untuk mencagah dan menanggulanginya dengan cara meningkatkan konsumsi buah naga merah, jus ini memiliki kandungan niasin, vitamin C dan asam palmitat yang dan dapat meningkatkan kadar HDL. Penangulangan secara non farmakologis dengan olah raga. Olah raga meningkatkan kapasitas otot skelet dalam mengoksidasi asam lemak menjadi karbondioksida dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah dan senam lansia terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL) lansia. Desain Penelitian yang digunakan adalah Pre and Pos test with control group desain, subjeknya adalah lansia, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi senam dan jus buah naga merah dengan dosis 2.86 gr/kg BB/hari. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan 2 way anova, independent t-test dan Mann-Whitney. Hasil perhitungan pada HDL perlakuan jus buah naga, senam lansia, gabungan keduanya mengalami peningkatan signifikan, masing-masing memiliki probabilitas 0,040, 0,000, dan 0,001. Sedangkan pada kontrol tidak mengalami peningkatan signifikan dengan probabilitas 0,306. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jus buah naga, senam lansia, dan gabungan keduanya terbukti secara statistik meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Elderly often experience elevated levels of LDL and low levels of HDL. This process is closely related to free radicals, to prevent and avoid by increasing the consumption of red dragon fruit, this juice has niacin content, vitamin C and palmitic acid which and can increase HDL levels. Non-pharmacological cultivation with exercise. Exercise increases skeletal muscle capacity in oxidizing fatty acids to carbon dioxide and water. This study aims to determine the effect of red dragon fruit juice and elderly gymnastics on levels of High Density Lipoprotein (HDL) elderly. The research design used was Pre and Pos test with control group design, subjects were elderly, divided into 2 groups, namely control group and treatment group who were given gymnastics and red dragon fruit juice with dose 2.86 gr / kg BW / day. Intervention is done for 14 days. Normality test using Shapiro-Wilk. Statistical analysis using 2 way anova, independent t-test and Mann-Whitney. The results of the HDL treatment of dragon fruit juice, elderly gymnastics, combined both had significant increases, each having a probability of 0.040, 0.000, and 0.001. While the control did not increase significantly with probability 0.306. The conclusion of this study is the provision of dragon fruit juice, elderly gymnastics, and the combination of both proven statistically increase levels of High Density Lipoprotein (HDL).
HUBUNGAN KADAR Hb (HAEMOGLOBIN) DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWI PRODI D-III KEBIDANAN FIK UNIPDU JOMBANG M Muzayyaroh; S Suyati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.021 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.283

Abstract

Penurunan kadar hemoglobin dalam darah akan mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen pada organ-organ tubuh, terutama organ – organ vital seperti otak, dan jantung . Jika kadar Hb rendah berarti dapat dipastikan bahwa seseorang akan mengalami anemia. Anemia dapat mengakibatkan berkurangnya daya pikir dan konsentrasi seseorang, menurunnya prestasi belajar pada remaja sekolah karena mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dampak negatif lain yang ditimbulkan oleh anemia adalah daya tahan tubuh berkurang sehingga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit, serta kemampuan kinerja intelektual juga menurun. Untuk mengetahui hubungan antara kadar Hb dengan prestasi belajar mahasiswi Prodi D III Kebidanan FIK Unipdu Jombang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Prodi D-III Kebidanan FIK Unipdu Jombang, pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling yaitu sebanyak 40 responden. Untuk mengetahui kadar Hb (Haemoglobin) dilakukan pemeriksaan Hb langsung kepada responden dan Prestasi Belajar melihat Kartu Hasil Belajar responden (KHS), untuk mengetahui hubungan dua variabel menggunakan uji statistik Spearman Corelation dengan bantuan SPSS 13 dengan taraf kemaknaan m = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat bahwa semakin tinggi kadar haemoglobin maka semakin baik prestasi belajarnya. Asupan gizi yang baik dan tidak mengalami anemia maka dapat mempengaruhi prestasi belajar. Ada hubungan antara Kadar Haemoglobin dengan Prestasi Belajar di Prodi D-III Kebidanan FIK Unipdu Jombang. Decreased levels of hemoglobin in the blood will lead to reduced supply of oxygen in the organs of the body, especially vital organs such as brain, and heart. If low Hb levels mean it is certain that a person will develop anemia. Anemia can lead to decreased thinking power and concentration, decreased learning achievement in school adolescents because of difficulty concentrating. Another negative impact caused by anemia is reduced immune system that causes the body susceptible to disease, as well as the ability of intellectual performance is also decreased. To know the relationship between Hb level with student achievement of Prodi D III Midwifery FIK Unipdu Jombang. The design used in this research is analytical with Cross Sectional approach, population in this research is student of Prodi D-III Midwifery FIK Unipdu Jombang, sampling is done with total sampling that is counted 40 respondents. To find out the level of Hb (Haemoglobin) done direct examination of Hb to the respondent and Learning Achievement see Respondent Study Results Card (KHS), to know the relationship of two variables using Spearman Corelation statistical test with SPSS 13 with significance μ = 0,05. Based on the results of this study it can be that the higher the hemoglobin level the better the learning achievement. A good nutritional intake and no anemia can affect learning achievement. There is a correlation between Haemoglobin Level and Learning Achievement in DIKI D-III Prodi FIK Unipdu Jombang.
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI AROMA TERAPI TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Ninik Azizah; Dian Puspita Yani; Eka Nur Aida
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.134 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.284

Abstract

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya servik dan janin turun ke dalam jalan lahir. Persalinan aktif dibagi menjadi tiga fase yang berbeda. Kala satu persalinan mulai ketika telah tercapai kontraksi uterus dengan frekuensi, intensitas, dan durasi yang cukup untuk menghasilkan pendataran dan dilatasi serviks yang progresif. Kala satu persalinan selesai ketika serviks sudah membuka lengkap (sekitar 10 cm) sehingga memungkinkan kepala janin lewat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik relaksasi aroma terapi terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di PMB Siti Rofiatun, SST Sambirejo, Jogoroto, Jombang. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest dan postest. Jumlah sampel adalah 16 ibu bersalin di PMB Siti Rofiatun, SST. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan adalah teknik non random dengan pendekatan purposive sampling dan untuk pengambilan data menggunakan instrumen berupa sop dan partograf. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon untuk menganalisa efektifitas teknik relaksasi aroma terapi terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif dengan menggunakan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil dari uji Wilcoxon tentang efektifitas teknik relaksasi aroma terapi terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di PMB Siti Rofiatun didapatkan nilai ρ = 0,046. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ρ < α (0,046<0,05), adanya efektifitas teknik relaksasi aroma terapi terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di PMB Siti Rofiatun, SST Sambirejo, Jogoroto, Jombang tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya efektifitas teknik relaksasi aroma terapi terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di PMB Siti Rofiatun, SST Sambirejo, Jogoroto, Jombang tahun 2018. Labor is a process of opening and dilatation cervix, thus fetus down into canalis cervicalis. Active labor is divided into three distinct phases. The stage of labor begins when uterine contractions are achieved with sufficient frequency, intensity, and duration to produce progressive cervical opening and dilatation. When a labor is completed, cervix is fully opened (about 10 cm) to allow fetal head passed. The purpose of this study was to know effectiveness of aromatherapy relaxation technique on progress of first stage active phase in Siti Rofiatun, SST Midwife Clinic, Sambirejo, Jogoroto, Jombang. This study utilized quasi experimental pre and post-test one group design. Population of these study mothers in Siti Rofiatun, SST Midwife Clinic. Sample number of 16 mothers studied. Sampling technique used non-random technique with purposive sampling approach and data collection used standart operational procedures instrument form and partograf (labor progress form). The data was analysed using Wilcoxon test, to analyze effectiveness of aromatherapy relaxation technique on progress of first stage active phase with significant level α = 0,05. The result of Wilcoxon test about effectiveness of aromatherapy relaxation technique on progress of first stage active phase with ρ value = 0,046. The result showed that ρ < α (0,046 < 0,05), that means aromatherapy relaxation technique effectives on progress of first stage active phase. The conclusion of this research was aromatherapy relaxation technique on progress of first stage active phase in Siti Rofiatun, SST Midwife Clinic, Sambirejo, Jogoroto, Jombang 2018.
GAMBARAN STATUS GIZI KURANG DAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Bagus P. S. Adi; Ria Angelina
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.452 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.285

Abstract

Kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah status gizi adalah kelompok anak usia 1–5 tahun. Status gizi pada balita berkaitan langsung dengan pola konsumsi dan penyakit infeksi. Penyakit infeksi terkait lingkungan dapat meliputi diare, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA),dan pneumonia. Rendahnya status gizibalita dapat meningkatkan kejadian sakit pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gizi terhadap kejadian penyakit pada balita usia 12-60 bulan Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian yaitu seluruh balita di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang mengikuti penimbangan Posyandu Balita yang tersebar di 19 dusun. Teknik pengambilan sampel secara random sampling dengan responden penelitian adalah ibu yang memiliki balita berusia 12 – 60 bulan dengan status gizi kurang. Data didapat dari sumber sampel sebanyak 35 balita dengan status gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi diantaranya umur ibu, pendidikan, pekerjaan, kebiasaan makan balita, dan lingkungan fisik rumah. Permasalahan Gizi kurang erat kaitannya dengan kejadian penyakit pada balita, namun kondisi badan panas (demam), batuk, dan pilek kerap dialami oleh balita yang menandai gejala ISPA. Kasus status gizi kurang pada balita di Desa Batur dikategorikan masih tinggi dilihat dari hasil penimbangan bulan september 2017 sebesar 10,29%. The age groups that are particularly vulnerable to nutritional status are groups of children aged 1 - 5 years. The nutritional status of children under five is directly related to consumption pattern and infectious diseases. Illnesses related to environmental condition may include diarrhea, upper respiratory tract infections (ISPA), and pneumonia. The low nutritional status of children under five can increase the incidence of illness in toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship of nutrition to disease incidence in children aged 12 - 60 months. The method used is descriptive approach with cross sectional study design. The research population is all children under five in Batur Village, Getasan Subdistrict, Semarang Regency which follow Balita Posyandu weighing spread in 19 hamlets.Sampling was done by random sampling with the respondents of the researchwere mothers who have children aged 12 - 60 months with less nutritional status. Data obtained from the sample source as many as 35 children under-five with less nutritional status. Factors that affect nutritional status include maternal age, education, occupation, toddler eating habits, and the physical environment of the house. Problems Nutrition is less closely related to the incidence of disease in toddlers, but the condition of fever, coughs, and colds are often experienced by toddlers that indicate symptoms of upper respiratory tract infections. Cases of underweight status of children under five in Batur village are still considered high in terms of weighing in September 2017 of 10.29%.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN POST CORONARY ARTERY BAYPASS GRAFT (CABG) DI RUANG REHABILITASI JANTUNG RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA Sidik Awaludin; Anissa Cindy Nurul Afni; Wiwik Sekarwati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.633 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.286

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Penatalaksanaannya diantaranya dengan pembedahan seperti Coronarry Artery Bypass Graft (CABG). Tindakan CABG dapat menimbulkan kecemasan disetiap tahapannya. Kecemasan dapat menjadi hambatan penyesuaian psikologis pada pasien jantung dan akan menghambat pemulihan fisik yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup pasien post CABG. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rehabilitasi Jantung Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Desain penelitian Desain penelitian ini yaitu cross sectional dengan jumlah sampel 25 pasien. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara kecemasan dan kualitas hidup pasien post CABG di Ruang Rehabilitasi Jantung RSJPD Harapan Kita Jakarta (p value 0.001). Coronary heart diseases is the biggest cause of death in the world. One of its management is by surgery such as Coronarry Artery Bypass Graft (CABG). CABG prosedure can cause anxiety at every stage. Anxiety can be a barrier to psychological adjustment in heart patients and will inhibit physical recovery that impact on quality of life. The purpose of this study to determine the relationship of anxiety with the quality of life of post-CABG patients. The study was conducted in the heart hehabilitation room of RSJPD Harapan Kita. Research design of this study is cross sectional with a sample of 25 patients. The sampling technique uses consecutive sampling. The results of this study there is a significant relationship between anxiety and quality of life of post-CABG patients in the heart rehabilitation room RSJPD Harapan Kita Jakarta (p value 0.001).
ART DRAWING THERAPY EFEKTIF MENURUNKAN GEJALA NEGATIF DAN POSITIF PASIEN SKIZOFRENIA Febriana Sartika Sari; Rizqy Luqmanul Hakim; Irna Kartina; S Saelan; Aria Nurahman Hendra Kusuma
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.505 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.287

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan pikiran, bahasa, persepsi, dan sensasi mencakup pengalaman psikotik berupa gejala positif dan negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas art drawing therapy terhadap penurunan skor PANSS pasien skizofrenia di ruang Srikandi RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimen dengan pre test–post test with control group design. Jumlah sampel sebanyak 10 responden diambil dengan teknik purposive random sampling. Pengujian hipotesis menggunakan uji t tidak berpasangan (independent sample t-test) untuk mengetahui kelompok mana yang paling berbeda signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 (< 0,05) yang artinya art drawing therapy efektif terhadap penurunan skor PANSS pada pasien skizofrenia. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa art drawing therapy lebih efektif menurunkan gejala positif dan negatif pasien skizofrenia. Perawat jiwa perlu menerapkan art drawing therapy pada pasien skizofrenia sehingga terjadi perbaikan kondisi pasien gangguan jiwa. Schizophrenia is a mental disorder characterized by an impaired of mind, language, perception, and sensation. This study aimed to determine the effectiveness of the art drawing therapy to the score of schizophrenic patients in the room Srikandi RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. The design of the study was quasi experiment with pre test - post test with control group design. The sample was 10 respondent, taken by purposive random sampling technique. The data analysed by independent sample t-tes. The results showed that p = 0,000 (<0.05), which means that art drawing therapy is effective against decreasing PANSS score in schizophrenic patients. The conclusions of the study showed that art-drawing therapy was more effective in reducing the positive and negative symptomp of schizophrenic patients. Nurses should to apply the art drawing therapy in patients in order to improve the patient’s condition.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENIGKATKAN KEMAMPUAN TUGAS PERAWATAN HIPERTENSI FAMILY CAREGIVER Riani Pradara Jati; Fery Agusman Mendrova; Rita Hadi Widyastuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.695 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.288

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas 140mmHg dan tekanan diastolik 90mmHg atau lebih dan menduduki peringkat pertama masalah kesehatan. Perawatan hipertensi memerlukan peran aktif keluarga sebagi suatu sistem pendukung. Pemberian pendidikan kesehatan tentang teknik terapi relaksasi nafas dalam berguna untuk menurunkan stres sebagai dampak yang muncul dari hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan tugas perawatan hipertensi family caregiver di Kelurahan Langenharjo Kabupaten Kendal. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pre and post-test with control group. Populasi penelitian adalah family caregiver di Kabupaten Kendal. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 68 yang terbagi dalam kelompok intervensi (n=34) dan kelompok kontrol (n=34). Intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang teknik terapi relaksasi nafas dalam diberikan pada kelompok intervensi. Data diambil melalui kuesioner dan dianalisa melalui uji sampel (paired t-test dan independentt-test). Hasil penelitian menunjukan setelah diberikan pendidikan kesehatan, kemampuan tugas perawatan family caregiver pada kelompok intervensi adalah 60,97 (SD 2,30), dan mengalami peningkatan sebesar 34% dari sebelum intervensi. Sementara pada kelompok kontrol, kemampuan tugas perawatan menunjukan nilai 46,14 (SD 2,94). Hasil analisis mendapatkan nilai p-value = 0,002 α=0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan tugas perawatan hipertensi family caregiver. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk melibatkan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan pasien melalui pendidikan kesehatan. Hypertension in the elderly describes an increase in the systolic blood pressure of above 140 mmHg and the diastolic pressure of 90 mmHg or more and becomes the first ranked health problem. The treatment of hypertension requires an active participation of the family as a support system. The provision of health education about deep breathing relaxation therapy is useful for reducing stress as an impact arising from hypertension. This study aimed to determine the effects of health education on the ability to perform hypertension treatment among the family caregivers in Langenharjo urban-village in Kendal regency. This study employed a quasi-experimental design with pre and post-test with a control group The population was the family caregivers in Kendal. The samples were taken by using purposive sampling and involved 68 caregivers who were assigned to the intervention group (n = 34) and the control group (n = 34). An intervention of health education about deep breathing relaxation therapy was given to the intervention group. The data were collected through the questionnaires and analyzed by the paired t-test and the independent t-test. The results showed that after given the intervention, the ability to perform hypertension treatment among the family caregivers in the intervention group was 60.97 (SD 2.30), indicating an increase of 34% as before the intervention. Meanwhile, in the control group, the ability of the family caregivers demonstrated a value of 46.14 (SD 2.94). The result of the analysis obtained a p-value of 0.002, and α of 0.05, indicating the effects of health education on the ability of performing hypertension treatment among the family caregivers. Based on the findings, it is recommended that the healthcare providers involve the family to address the patient’ health problems through the health education programs.
PEMANFAATAN MINYAK KELAPA FERMENTASI YANG DIPERKAYA EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) UNTUK MENGATASI GANGGUAN KESEHATAN KULIT TANGAN PENGRAJIN TAHU AKIBAT LIMBAH CAIR TAHU Cicik Sudaryantiningsih; Yonathan Suryo Pambudi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.794 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.323

Abstract

Meningkatnya permintaan tahu di pasaran menyebabkan para pengrajin tahu lebih giat memprodusi tahu, sehingga meningkatkan jam kerja mereka. Hal ini menimbulkan permasalahan baru yaitu munculnya berbagai gangguan kesehatan pada kulit. Salah satu penyebab gangguan kesehatan kulit adalah limbah cair tahu yang bersifat asam. Selama ini pengrajin tahu menangani masalah tersebut dengan mengolesi lotion anti nyamuk, sebelum mereka bekerja. Sebenarnya ada cara mengatasi gangguan kesehatan kulit dengan aman menggunakan bahan alami yaitu minyak kelapa yang ditambah ekstrak bawang merah. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan fokus pada pemanfaatan minyak kelapa fermentasi yang diperkaya ekstrak bawang merah untuk membantu menyelesaikan permasalahan gangguan kesehatan kulit pada pengrajin tahu. Tujuan penelitian yaitu mengidentiÞ kasi berbagai jenis gangguan kesehatan kulit yang dialami oleh pengrajin tahu akibat limbah cair tahu; mengetahui potensi minyak kelapa fermentasi yang diperkaya bawang merah (Allium cepa) mampu mengatasi masalah gangguan kesehatan kulit pengrajin tahu dan mengetahui potensi minyak kelapa fermentasi yang diperkaya bawang merah (Allium cepa) untuk dapat diterima oleh pengrajin tahu. Metode penelitian adalah eksperimen semu, dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test, dengan satu kelompok yang diamati, namun pengamatan dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulan penelitian yaitu jenis gangguan kesehatan kulit akibat limbah cair tahu di Kampung Krajan Mojosongo Surakarta adalah dermatitis iritan, gatal-gatal, dan panu. Minyak kelapa fermentasi yang diperkaya ekstrak bawang merah (Allium cepa) mampu mengatasi masalah dermatitis iritan, dan gatalgatal ringan pada kulit tangan pengrajin tahu. Minyak kelapa fermentasi yang diperkaya bawang merah (Allium cepa) dapat diterima oleh masyarakat Demand increase of tofu in market lead to increasement of tofu production thus multiply the work hours. This give rise to health skin problem as the liquid waste of tofu is acidic material. As this condition appear, the worker apply mosquito repellent lotion over the wounds. Fermented virgin coconut oil and extract of Allium cepa are used as natural treatment in health skin problem and help to cure the wounds. This research aims to know the effect of Fermented virgin coconut oil and extract of Allium cepa towards health skin problem. This research aim to identiÞ es the heatlh skin problem had by worker of tofu production; indentiÞ es the potential of fermented virgin oil and extract of Allium cepa to solve the skin health problem of the tofu factory worker, and indentiÞ es the acceptance of society towards the potential of fermented virgin oil and extract of Allium cepa. The methode of this research:squasi-experiment were apply in this research, continued by One Group Pre-Test and Post-Test, within one group was observed on previous and after the experiment. Conclusions of this research are irritant dermatitis was the main skin problem in Kampung Krajan Mojosongo Surakarta; fermented virgin coconut oil and extract of Allium cepa were potentially help to solve the irritant dermatitis; and fermented virgin coconut oil and extract of Allium cepa were able to be accepted in society.