cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
PENGARUH PELATIHAN COACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SUPERVISOR PT. X KALIMANTAN TIMUR Rahmah, Dian Dwi Nur Rahmah; Fahmie, Arief
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.402 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara pelatihan coaching dengan kemampuan pemecahan masalah pada supervisor di PT.X Kalimantan Timur.Kemampuan Pemecahan masalah adalah kemampuan untuk mengenali dan merumuskan masalah, serta menemukan dan menerapkan pemecahan yang ampuh.Coaching adalah kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh pelatihan coaching terhadap kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 4 aspek yaitu mampu memahami masalah, mampu mencari dan menilai alternatif solusi, mampu melaksanakan solusi, mampu melaksanakan evaluasi terhadap solusi yang telah di laksanakan. Penelitian ini melibatkan 26 supervisor baru dengan masa kerja 1 – 3 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah skala stres kerja menurut Ellis dan Hunt (1993) yang berjumlah 25 butir. Validitas yang dihasilkan adalah 0,700 sedangkan uji reliabilitas menghasilkan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,908. Analisis hipotesis menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p value (p = 0,506 > 0,05) pada pascates, maka hipotesis dinyatakan tidak diterima. Dengan demikian, tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada kelompok eksperimen dan kontrol. Walaupun demikian, saat pelaksanaan tindak lanjut nilai signifikansi p value menunjukkan (p = 0,030 > 0,05) yang menandakan bahwa ada perbedaan dari pascates ke tindaklanjut pada kelompok eksperimen.Kata Kunci :Coaching, kemampuan Pemecahan Masalah, Pelatihan This study aims to determine whether there is influence between coaching training with problem solving skills on PT.X supervisor in East Kalimantan. Problem solving ability is the ability to identify and formulate problems, and find and implement effective solutions. Coaching is the key to unlocking a person's potential to maximize performance. The hypothesis is there are not coaching training effect on the ability of problem solving consists of four aspects which is able to understand the problem, which is able to seek and assess alternative solutions, able to implement the solution, able to carry out an evaluation of the solutions that have been implemented. The study involved 26 new supervisors with tenure 1-3 years. Measuring instruments used are problem solving scale according to Ellis and Hunt (1993), which amounted to 25 points. Validity produced was 0,700 while the reliability test result reliability coefficient alpha of 0.908. Hypothesis analysis using independent sample t-test showed a significance value of p value (p = 0.506> 0.05) in the post-test, the hypothesis stated are not accepted. Thus, there is no difference in the ability of solving problems in experimental and control groups. However, when the implementation of the follow-up showed a significance value p value (p = 0.030> 0.05), which indicates that there are differences of post-test to follow up the experimental group.Keywords: Coaching, Problem Solving Ability, Training
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMITMEN KARIER Ingarianti, Tri Muji
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.755 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4935

Abstract

Komitmen karier adalah sikap yang ditunjukkan individu dalam mencapai tujuan karier.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil penelitian (literature review) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen karier pada individu. Penelusuran literatur dilakukan pada database elektronik SAGE Journals, ProQuest, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci ?career commitment?. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa komitmen karier dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi komitmen karier terdiri dari komitmen organisasi, keterlibatan kerja, kepuasan kerja, nilai kerja, pengalaman kerja, kepribadian, dan self-efficacy sedangkan faktor eksternal terdiri dari situasi kerja yang meliputi kondisi kerja, persepsi pensiun, persepsi terhadap ancaman dalam bekerja, dorongan yang ditawarkan organisasi (offered inducements), kontribusi yang diharapkan organisasi (expected contributions), peluang promosi, dan reward. Kata kunci: Karier, komitmen karier Career commitment is the attitude that individuals show in achieving career goals. This study aims to examine the results of research or literature review on the factors that affect career commitments in individuals. The literature search was conducted on SAGE Journals, ProQuest, and Science Direct electronic databases using the keyword "career commitment". Search results showed that career commitments are influenced by internal and external factors. Internal factors affecting career commitment consist of organizational commitment, job involvement, job satisfaction, work value, work experience, personality, and self-efficacy while external factors consist of work situations covering working conditions, retirement perception, perceptions of threats in work, encouragement offered by the organization (offered inducements), the expected contribution of the organization (expected contributions), promotion opportunities, and rewards. Keywords: Career, career commitment
EFEKTIFKAH KEYWORD MNEMONIC DALAM MEMPELAJARI KOSAKATA? Sudirman, Nur Andini; Ridha, Andi Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4422.606 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4639

Abstract

Kosakata adalah hal yang penting untuk diingat oleh individu, namun terkadang individu merasa sulit untuk mengingat kosakata. Individu memerlukan sebuah metode yang dapat membantu untuk mengingat dengan mudah kosakata beserta artinya atau tidak mudah lupa dengan kosakata yang telah dipelajari sebelumnya. Keyword mnemonic merupakan salah satu cara untuk membantu individu dalam mengingat kosakata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas keyword mnemonic dalam meningkatkan kemampuan mengingat arti kosakata bahasa inggris. Subjek penelitian ini melibatkan 56 siswa SMP Negeri 13 Makassar yang belum menghafal kosakata bahasa Inggris beserta artinya. Desain eksperimen yang digunakan pada penelitian ini adalah control group posttest-only design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan keyword mnemonic dan kelompok kontrol. Kelompok yang menggunakan keyword mnemonic (mean=1.14) memperoleh hasil lebih tinggi dari kelompok kontrol (mean=-5.14) (p=0.000<0.05). Penelitian ini bermanfaat bagi individu yang ingin mengingat dengan mudah dan dapat digunakan dalam waktu jangka panjang. Kata kunci: Keyword mnemonic, mengingat, kosakata Vocabulary is an important thing to be remembered by the people, but sometimes people find it difficult to remember the vocabulary. Individuals need a method that can help to remember vocabulary and their meanings easily or not easily forget the vocabulary that have been studied previously. Keyword mnemonic is one of the method to assist individuals in remembering vocabulary. The purposed of this study was to determine the effectiveness  keyword mnemonic to improve the ability to remember the meaning of the english vocabulary. Subjects of this study involving 56 students of senior high school of thirteen Makassar who have not memorized the English vocabulary and their meanings yet. Experimental design used in this study is the posttest-only control group design. The results showed that there are significant differences between the groups using the keyword mnemonic and control groups. The groups that use the keyword mnemonic (mean=1.14) obtain higher yields than the control group (mean=-5.14) (p=0.000<0.05). This study is beneficial for individuals who would like to recall with ease and can be used in the long term.Keyword: Keyword mnemonic, remember, vocabulary
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN SIKAP TERHADAP HOMOSEKSUAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Hasyim, Annisa Farahdina; Sari, Kartika
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.681 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4558

Abstract

Sikap mahasiswa terhadap homoseksual dapat memengaruhi perkembangan homoseksual. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi sikap mahasiswa terhadap homoseksual adalah religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan sikap terhadap homoseksual pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel proportionated stratified random sampling dengan jumlah 391 responden (101 laki-laki dan 290 perempuan). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Religiusitas yang disusun berdasarkan teori Hamzah, dkk dan Skala Sikap terhadap Homoseksual yang disusun berdasarkan teori sikap Fishbein dan Ajzen. Hasil analisa data menggunakan Spearmen Rho menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar -0,180 dengan nilai p = 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan sikap terhadap homoseksual. Artinya, semakin tinggi religiusitas mahasiswa maka semakin negatif pula sikapnya terhadap homoseksual ataupun sebaliknya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas tingkat religiusitas mahasiswa Universitas Syiah Kuala tergolong dalam kategori tinggi (98,72%) dan sikap terhadap homoseksual berada pada kategori negatif (95,40%).Kata kunci: religiusitas, sikap terhadap homoseksual, mahasiswa Universitas Syiah Kuala  Student’s attitudes toward homosexual may influence the development of homosexual. One of the factors that influence student’s attitude toward homosexual is religiosity. The purpose of this study was to examined the relationships between religiosity and attitudes toward homosexual among Syiah Kuala University students. This study used the quantitative approach using proportionated stratified random sampling techniqued. The sample consisted of 391 students (101 male and 290 female). The data was collected using two scales which were the Scale of Religiosity based on Hamzah, et al religiosity theory and the Scale of Attitude toward Homosexuality based on Fishbein and Ajzen attitude theory. The result of data analysis used Spearmen Rho correlation showed that correlation coefficient (R) = -0,180 with significance value p = 0,000 (p < 0,05). This indicated that there was a negative relationship between religiosity and attitude toward homosexual. It meant that the higher level of religiosity was followed by the negative attitude toward homosexual and vice versa. The result also showed that most of the Syiah Kuala University students had high level of religiosity (98,72%) and had negative attitude toward homosexuality (95,40%).Keywords: religiosity, attitude toward homosexual, Syiah Kuala University student
PARENTING SELF EFFICACY AYAH PADA NUCLEAR DAN EXTENDED FAMILY Hardyanti, Sri; Karmiyati, Diah; Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.863 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4939

Abstract

Bentuk keluarga di Indonesia cukup beragam, namun secara garis besar bentuk keluarga tersebut dibagi menjadi nuclear family dan extended family. Kedua bentuk keluarga ini memiliki perbedaan mendasar dari anggota keluarga yang ada dalam keluarga tersebut, dimana keduanya mampu menimbulkan dinamika yang berbeda  khususnya dari ketersediaan dukungan sosial dan berdampak terhadap Parenting Self-Efficacy (PSE) ayah. Penelitian ini bertunjuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan PSE ayah pada nuclear dan extended family yang diukur dengan menggunakan Fathering Self-Efficacy Scale (FSES), dimana desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah snowball dengan jumlah subjek sebesar 200 orang dan data yang didapatkan dari subjek dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z= -1.273 dan p=0.216 (p>0.05) sehingga dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap PSE ayah pada nuclear dan extended family.  Kata Kunci: Parenting Self-Efficacy,  nuclear family, extended family There are a lot of family form in Indonesia, but the outline of that form devides into nuclear family and extended family. The basic difference of both of them is family member who existing in and causes a different dynamic spesifically the availibilty of social support, so at the end of the day it will affect on father’s Parenting Self-Efficacy (PSE). The aim of this study is identying the differences of PSE level between father in nuclear family and extended family by using a Fathering Self-Efficacy Scale (FSES) with  quantitative as a research design. Snowball is a sampling technique with 200 subjects and the data is analyzed by using Mann Whitney test. The result shows Z score=-1.273 and p=0.216 (p>0.05), therefore there is no significant differences of PSE level between father in nuclear and extended family. Keywords:  PSE, nuclear family, extended family
PELATIHAN KEBERSYUKURAN UNTUK MENURUNKAN STRES KERJA GURU DI SEKOLAH INKLUSI Leguminosa, Prapti; Nashori, Fuad; Rachmawati, Mira Aliza
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.461 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4563

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan kebersyukuran dalam menurunkan stres kerja guru di sekolah inklusi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah tingkat stres kerja kelompok yang diberi perlakuan pelatihan kebersyukuran lebih rendah daripada kelompok yang tidak diberi perlakuan pelatihan kebersyukuran. Rancangan penelitian menggunakan untreated control group design with dependent prates and postetst dengan menambahkan tindak lanjut. Responden penelitian sebanyak 14 orang yang terbagi ke dalam 7 orang kelompok eksperimen dan 7 orang kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan alat ukur stres kerja guru dengan koefisien reabilitas sebesar 0,873. Modul pelatihan kebersyukuran disusunberdasarkan tiga aspek kebersyukuran (Al-Munajjid, 2006; Al-Jauziyyah, 2010), yakni niat (hati), ucapan (lisan), dan perbuatan (anggota badan). Data dianalisis menggunakan Anava Mixed Design untuk melihat perbedaan skor dalam kelompok (prates, pascates, dan tindak lanjut) serta perbedaan skor antar kelompok (eksperimen dan kontrol). Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan skor yang signifikan pada prates, pascates, dan tindak lanjut antar kedua kelompok. Hal tersebut ditunjukkan dengan skor F = 7,393 dan p = 0,003 (p<0,05). Selain itu, terdapat penurunan tingkatstres kerja pada kelompok eskperimen secara signifikan (MD = 13,857 dan p = 0,012), sementara pada kelompok kontrol terjadi peningkatan stres kerja (MD = -6,571 dan p = 0,189). Artinya, kelompok eksperimen mengalami penurunan tingkat stres kerjasetelah diberi pelatihan kebersyukuran sementara kelompok kontrol yang tidak diberi pelatihan kebersyukuran mengalami peningkatan stres kerja. Selanjutnya, skor partial Eta Squared = 0,561 yang berarti bahwa pelatihan kebersyukuran memberikan kontribusi sebesar 56,1 % terhadap penurunan stres kerja guru.Kata kunci: Stres Kerja Guru, Pelatihan Kebersyukuran, Sekolah Inklusi This study examines the effect of gratitude training in reducing teachers work stress in inclusive schools. The hypothesis of this study is the group that given gratitude training has lower work stress than the group that did not receive gratitude training. This study was an experimental research that used the untreated control group design with dependent pretest and postetst added by follow-up. Participants of this study were 14 participants that divided into 2 groups (experimental group and control group). There are 7 participants in each group. This study used teacher stress inventory developed by Fimian (1988) that were modified by researchers with coefficient of reliability at 0,873. Gratitude training manuals were developed based on three aspects of gratitude according to Al-Munajjid, (2006) and Al-Jawziyyah (2010). Those three aspects are intention (liver), speech (verbal), and behavior (physically). The data were analyzed using Mixed Design Anova to determine the differences of pretest, pascates, and follow-up’s score, and the different between experimental and controlled group’s score. The results showed a significant difference in work stress score at pretest, posttest, and follow-up between the experimental and controlled group (F = 7.393, p = 0.003 (p <0.05)). In addition, there was significant changes in work stress at experimental group (MD = 13.857 and p = 0.012), whereas in the control group there was no significant change (MD = -6.571 and p = 0.189). Those findings indicate that there was reduction in the level of work stress in the experimental group. Whereas the increase of work stress showed in the controlled group. Furthermore, a score partial Eta Squared = 0.561 indicates that the gratitude training contributed 56.1% to the reduction of teacher work stress.Keywords: teachers work stress, gratitude training, inclusive school
GRATITUDE DAN PSYCHOLOGICAL WELLBEING PADA REMAJA Prabowo, Adhyatman
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.298 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4857

Abstract

Gratitude dan psychological well-being merupakan aspek emosi positif yang ada dalam individu. Individu yang memiliki rasa bersyukur karena mampu menyadari bahwa dirinya banyak menerima kebaikan, penghargaan baik dari Tuhan, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan individu yang memiliki psychological well-being ketika Ia mampu menerima dirinya, membentuk hubungan yang hangat, memiliki kemandirian, mengontrol lingkungan eksternal, memiliki arti dalam hidup serta merealisasikan potensi dirinya secara kontinyu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Gratitude terhadap Psychological well being pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif non eksperimen korelasional dua variabel. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Ryff’s psychological well-being scale dan  The Gratitude Questionnaires Six Item Form (GQ-6). Analisa data menggunakan metode analisa korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gratitude dan psychological well-being pada remaja (r=0,012, p=0,865). Kata kunci: Gratitude, psychological well-being, remaja. Gratitude and psychological well being is a positive emotional aspect in every individual. People have gratitude on their self because they aware to get something good in every situation, a good appreciation from God and another people. Meanwhile, people who have psychological well being when they have self acceptance, positive relation to other people, have autonomy and mastering environment, have purpose in life and realizing their potential. The purpose of this study is to know the effect of gratitude towards psychological well being in adolescents. The research design used quantitative non-experimental study, correlating 2 variables. The sampling technique using cluster sampling. The data collected by using Ryff’s Psychological Well-Being Scale formed by Caroll D. Ryff (1989) and The Gratitude Questionnaires Six Item Form (GQ-6) be in the form of Likert Scale by McCullough (2002). The data analyzed by correlational analysis method. The result of this study show that there is no correlation between gratitude and psychological well-being in adolescent (r = 0,012; p=0,865). Keywords: Gratitude, psychological well-being, adolescents
SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PERKAMPUNGAN Firlianda, Ariesta
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.939 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran successful aging pada lansia yang tinggal di lingkungan perumahan dan perkampungan.Variabel penelitian adalah successful aging. Subjek yang digunakan sebanyak 322 orang yang keseluruhan merupakan lanjut usia (lansia) dengan rata-rata usia 60-75 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling atau sampel bertujuan. Alat pengumpul data berupa skala successful aging. Hasil penelitian menunjukkan Successful aging lansia yang tinggal di lingkungan perumahan dan perkampungan menunjukkan adanya perbedaan, artinya lansia yang tinggal di lingkungan perumahan lebih tinggi pada 3 indikator  Successful aging yaitu terdiri dari indikator kemandirian, finansial dan status sosial dan kebermaknaan hidup, sedangkan di indikator aktualisasi diri lansia yang tinggal diperumahan lebih rendah dari lansia yang tinggal di lingkungan perkampungan. Analisis data menggunakan teknik deskriptif statistik. Hasil analisis data diperoleh nilai Successful aging lansia, baik di perumahan dan diperkampungan tergolong dalam kategori Tinggi dengan persentase lansia yang tinggal di perumahan 61% dan presentase lansia yang tinggal di perkampungan sebesar 52%.Kata Kunci:Successful Aging, Lansia (Lanjut Usia), Lingkungan Perumahan dan perkampungan.This study was conducted to describe of successful aging in elderly living in residential and settlement area. Variabel research was successful aging. Subjects used as many as 322 people who overall ware elderly with an average age of 60-75 years. Technique sampling used purposive sampling. Data collect with successful aging scales. The result of this research shows that the successful aging in elderly living at residential and settlement area shows the difference, meaning that the elderly living in the housing is higher on 3 indicators Successful aging is consist of independence, financial and social indicators and meaningfulness of life, while in self-actualization indicator the elderly living in the housing is lower than the elderly living in the neighborhood. Data analysis using statistical descriptive technique. The result of data analysis obtained the value of Successful aging elderly, both in housing and dikampamp pertained in High category with percentage of elderly who live in housing 61% and percentage of elderly living in settlement by 52%.Keywords: Successful Aging, Elderly (Seniors), Housing and Settlement Environment.
EFEKTIVITAS PROGRAM MANAGEMENT BY OBJECTIVES PADA TINGKAT WORK ENGAGEMENT KARYAWAN PT. X ICE CREAM YOGYAKARTA Utomo, Genjadid; Riyono, Bagus; Budiharto, Sus
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.456 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4562

Abstract

Work engagement telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir di perusahaan-perusahaan konsultasi dan dalam dunia bisnis (Saks, 2006). Penting bagi perusahaan  untuk memperhatikan  engagement para karyawannya  karena  sangat  berkaitan  erat  dengan  outcome  bisnis,   seperti:  produktivitas,   keuntungan,  loyalitas  dan  kenyamanan  pelanggan (Markos & Sandhya, 2010). PT. X merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang sedang berkembang. Permasalahan yang dihadapi PT. X berkaitan adalah kurang optimalnya kinerja para karyawan. Penting bagi perusahaan tersebut untuk meningkatkan work engagement karyawan terutama untuk memastikan keberlangsungan usaha dan membuat karyawan memiliki kinerja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas program management by objectives (MBO) pada tingkat work engagement karyawan di PT. X. Program MBO merupakan salah satu metode penetapan tujuan dengan melibatkan karyawan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian the before and after study. Sebanyak 12 responden dari perusahaan Usaha Kecil Menengah yang bergerak di bidang beverage terlibat dalam Program MBO yang dilakukan selama 2 bulan. Pengukuran work engagement menggunakan skala UWES (Utrecht Work Engagement Scale) yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Dengan menggunakan analisis data wilcoxon ditemukan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannnya program MBO dengan nilai Z= -2.135  dan signifikansi  0,03 (P<0,05). Sementara sumbangan efektif program MBO terhadap peningkatan work engagement karyawan PT. X adalah 31,33%.  Kata Kunci : management by objectives, work engagementWork engagement has become a hot topic in recent years in consulting firms and in the business world (Saks, 2006). It is important for companies to pay attention to the engagement of its employees because it is closely linked to business outcomes, such as: productivity, profitability, loyalty and customer convenience (Markos & Sandhya, 2010). PT. X is the small and medium enterprises (SMEs) are being developed. Problems faced by PT. X relates is less than optimal performance of employees. It is important for these companies to increase employee engagement work is mainly to ensure business continuity and to make employees have optimal performance. This study aimed to examine the effectiveness of program management by objectives (MBO) at the level of work engagement of employees at PT. X. MBO program is one method of goal setting by involving employees. This research used experimental methods to study the design of the before and after study. A total of 12 respondents from companies small and medium enterprises engaged in the beverage involved in the MBO program conducted over two months. Measurement of work engagement using a scale Uwes (Utrecht Work Engagement Scale) developed by Schaufeli and Bakker (2004). By using the Wilcoxon data analysis found a significant difference before and after the perpetration of the MBO program to the value of Z = -2,135 and significance of 0.03 (P <0.05). While MBO program effective contribution to the improvement of work engagement of employees of PT. X is 31.33%.Keywords: management by objectives, work engagement
KUALITAS PERTEMANAN DAN BULLYING VICTIMIZATION PADA REMAJA SMP DI KOTA BANDA ACEH Putri, Aulia Denisa; Afriani, Afriani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.263 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4934

Abstract

Maraknya kasus bullying victimization pada remaja saat ini menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, perlu adanya suatu faktor protektif yang dapat berkontribusi dalam mengurangi bullying yang terjadi, khususnya dari pihak korban. Salah satu faktor protektif yang potensial adalah melalui hubungan pertemanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas pertemanan dengan bullying victimization pada remaja SMP di Kota Banda Aceh. Sampel penelitian berjumlah 360 remaja SMP (185 laki-laki dan 175 perempuan). Total dari 360 remaja SMP dari 4 sekolah di kota Banda Aceh didapatkan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel cluster sampling dan disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Friendship Qualities Scale dan The Revised Olweus Victim Questionnaire. Hasil analisa menunjukkan terdapat hubungan negatif dan siginifikan antara kualitas pertemanan dengan bullying victimization pada remaja SMP di Kota Banda Aceh (r= -0,3, p<0,05). Hal ini mengindikasikan semakin tinggi skor kualitas pertemanan maka semakin rendah skor pada intensitas bullying victimization, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pertemanan yang tinggi dapat menjadi pelindung yang potensial dalam menurunkan keterlibatan remaja dalam bullying victimization. Kata kunci : Kualitas pertemanan, Bullying Victimization, Remaja SMP The increasing rates of bullying victimization on adolescence recently is an alarm. Therefore, there is need for a protective factor that can contribute in reducing the instances of bullying, particularly for the victim. One of potential protective factor is friendship. The aim of this study was to investigate the relationship between friendship quality and bullying victimization on middle school students in Banda Aceh. A total of 360 middle school students (185 male and 175 female) from 4 schools in Banda Aceh was selected using cluster and disproportionate stratified random sampling. Data in this study was collected using Friendship Qualities Scale and The Revised Olweus Victim Questionnaire. Data analysis showed that there was a negative and significant correlation between friendship quality and bullying victimization on middle school students in Banda Aceh (r= -0,3, p<0,05). This indicated that higher score on friendship quality scale would followed by lower score on bullying victimization questionnaire, and vice versa. Thus, it can be concluded that a high friendship quality could be a potential protection in decreasing adolescents involvement in bullying victimization. Keywords: Friendship quality, bullying victimization, middle school students

Page 1 of 1 | Total Record : 10