cover
Contact Name
Kemala Hayati
Contact Email
kemalahayati1982@gmail.com
Phone
+6281360166220
Journal Mail Official
jurnal.tameh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Aceh JL. Muhammaddiyah No. 91. Desa Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Tameh : Journal of Civil Engineering
ISSN : -     EISSN : 27985601     DOI : https://doi.org/10.37598/tameh
Core Subject : Social, Engineering,
Tameh merupakan Jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Aceh. Jurnal Tameh berkomitmen untuk kemajuan pengetahuan ilmiah dan temuan penelitian dari karya ilmiah. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang keilmuan Teknik Sipil. Jurnal Tameh diharapkan dapat memberi kontribusi kepada mahasiswa, peneliti, engineer, dan praktisi serta para ilmuwan. Jurnal Tameh ini diterbitkan secara berkala 2 (dua) edisi per tahun pada bulan Juni dan Desember, dengan meliputi bidang keilmuan adalah Structural Engineering, Water Resources Engineering,Transportation Engineering,Geotechnical Engineering,Construction Engineering & Management,Disaster Mitigation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2020): Juni" : 6 Documents clear
Analisis Tingkat Pemahaman Pengguna Dan Penyedia Jasa Terhadap Rumah Sederhana Tahan Gempa Di Kabupaten Pidie Jaya Aldina Fatimah; Meillyta Meillyta; Gusdy Rizki Syaputrah
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.233 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.99

Abstract

Penyedia jasa pada penelitian ini adalah tukang atau pekerja banguan. Sementara pengguna jasa adalah pemilik rumah pada bangunan khusus rumah sederhana tahan gempa. Pengguna dan penyedia jasa merupakan responden pada penelitian ini. Pengetahuan dan pemahaman yang kurang terhadap pelaksanaan konstruksi akan menyebabkan kualitas bangunan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman pengguna dan penyedia jasa melalui gambar pada kuesioner yang telah disediakan mewakili aspek pondasi, pembesian, kolom, dinding, atap, adukan beton, dan material, serta juga untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap gambar teknis rumah sangat sederhana tahan gempa. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner masing-masing kepada 30 responden pengguna dan 30 responden penyedia jasa. Metode yang digunakan adalah metode simple random sampling. Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Pidie Jaya khususnya kota Meuredu dan Kecamatan Trienggadeng. Dari hasil pengujian validitas yang diperoleh, nilai rata-rata Rhitung yaitu 0,766 dari setiap variabel lebih besar dari nilai Rtabel dan nilai Rtabel untuk signifikan 5% diperoleh sebesar 0,361. Maka Rhitung ≥ Rtabel yang menunjukkan bahwa uji validitas yang dilakukan pada pertanyaan. Selanjutnya hasil uji Reliabilitas pada setiap variabel rata-rata yaitu 0,955 lebih besar dari nilai Cronbach Alpha. Selanjutnya analisis deskriptif hasil dilakukan terhadap Pondasi (X1), Pembesian (X2), Kolom (X3), Dinding (X4), Atap (X5), Adukan Beton (X6), dan Material (X7). Hasil analisis deskriptif terdapat nilai tertinggi menunjukkan tingkat pemahaman penyedia jasa pada faktor X4 dan X5 dengan persentase 93% dan pengguna jasa hanya pada faktor X1 dengan persentase 85%. Maka secara keseluruhan dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman pengguna dan penyedia jasa adalah tingkat parsial.
Dampak Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Terhadap Lingkungan Hafnidar A. Rani; Muammar Azlan
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.327 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.100

Abstract

Penyelenggaraan jalan tol dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil–hasilnya serta keseimbangan dalam pengembangan wilayah dengan memperhatikan keadilan, yang dapat dicapai dengan membina jaringan jalan yang dananya berasal dari pengguna jalan. Pengadaan tanah jalan tol sekitar 853 hektare tanah yang akan digunakan untuk ruas jalan tol Banda Aceh - Sigli sepanjang 74 km dan seluas 210 hektar berada di kawasan Hutan Produksi maupun Hutan Produksi Konversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah pembangunan jalan tol Banda Aceh - Sigli berdampak terhadap lingkungan, serta untuk mengetahui kesesuaian penanganan lingkungan menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 16 tahun 2012. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang diberikan kepada 96 responden utuk mempertanyakan dampak lingkungan pada pembangunan jalan tol serta 25 responden menanyakan tentang penanganan lingkungan kepada pejabat antara lain Camat Blang Bintang, Keucik di tiga Desa, Manajer Proyek dan Karyawan Adhi Karya. Metode statistika yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas dan analisis deskriptif. Hasil uji validitas untuk faktor dampak lingkungan, menunjukkan hasil nilai r hitung (0,372) > r tabel (0,206) dengan signifikansi (5%), sedangkan hasil uji validitas untuk faktor penanganan lingkungan diperoleh nilai r hitung (0,507) > r tabel (0,413) dengan signifikansi (5%). Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa faktor dampak lingkungan dengan nilai Cronbach Alpha (0,660) > 0,6 dan faktor penanganan lingkungan dengan nilai Cronbach Alpha (0,609) > 0,6. Dengan demikian instrumen penelitian yang digunakan adalah valid dan reliabel. Hasil analisis dekriptif menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol Banda Aceh - Sigli berdampak terhadap lingkungan dan penanganan lingkungan yang dilaksanakan pada pembanguan jalan tol telah sesuai menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 12 tahun 2012.
Analisis Perhitungan Debit Saluran Dengan Bangunan Ukur Ambang Lebar Pada Daerah Irigasi Samalanga Kabupaten Bireuen Akmal Akmal; Muhammad Ariq
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.415 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.101

Abstract

Daerah Irigasi Samalanga merupakan jaringan irigasi teknis dimana bangunan pengambilan dan bagi/sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan bangunan ukur dan pengatur ambang lebar, sehingga air irigasi yang dapat dialirkan ke petak tersier dapat diatur dan diukur. Daerah Irigasi Samalanga menggunakan sistem bendung sebagai metode untuk mendapatkan debit air dari sungai dengan Bendung Bate Iliek dan Bendung Meurah. Kerusakan yang terdapat di DI Samalanga antara lain sedimentasi, Longsornya saluran irigasi serta kerusakan pada bangunan utama, bangunan pengambilan, bagi dan sadap. Kerusakan ini dapat membuat terganggunya aliran air irigasi ke bagian hilir, Tujuan penelitian untuk mengevaluasi bagaimana kinerja bangunan ukur dan pengatur debit ambang lebar terhadap pengeluaran pintu air dengan melakukan simulasi pengukuran debit pada bukaan pintu dengan debit standar pintu pada bangunan ukur dan pengatur ambang lebar saluran irigasi primer meurah BME1 (Bendung Meurah 1) Daerah Irigasi Samalanga. Lingkup penelitian ini yaitu lokasi penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Samalanga, lokasi penelitian yaitu pada bangunan ukur dan pengatur ambang lebar saluran irigasi primer meurah BME1 (Bendung Meurah 1) Daerah Irigasi Samalanga dan pengukuran arus dilakukan dihilir pintu air pada saluran yang lurus dan relatif seragam dengan simulasi beberapa bukaan pintu menggunakan alat ukur debit Current meters. Metode yang digunakan adalah Metode Mid section. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata antara debit terukur dengan debit standar. Bukaan pintu 55 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,046 m³/s, debit terukur 1,245 m³/s, dengan selisih debit -0,21 m³/s, sedangkan bukaan pintu 65 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,344 m³/s, debit terukur 1,623 m³/s, dengan selisih debit -0,28 m³/s dan bukaan pintu 75 cm dihasilkan debit standar yaitu 1,666 m³/s, debit terukur menggunakan alat ukur current meters 2,022 m³/s, dengan selisih debit -0,36 m³/s. Dalam pengamatan adanya kebocoran pada daun pintu bangunan ukur ambang lebar.
Upaya Peningkatan Pelaksanaan K3 Terhadap Keselamatan Tenaga Kerja Di Aceh Kemala Hayati; Fitria Rahmadani
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.581 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.103

Abstract

Proyek konstruksi memiliki kondisi yang berbahaya dan rawan terjadi kecelakaan kerja dikarenakan karakteristik-karakteristik proyek dimana perencanaan dan eksekusi proyek di bawah tekanan waktu dan anggaran yang terbatas. Upaya peningkatan pelaksanaan K3 dalam membangun budaya keselamatan kerja dan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi sudah mulai dibangun oleh pemerintah khususnya di Provinsi Aceh. Penelitian bertujuan sebagai salah satu upaya peningkatan pelaksanaan K3 dalam membangun budaya keselamatan kerja, dan tindakan pencegahan terjadinya kecelakaan kerja pada proyek konstruksi di Aceh, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model evaluasi Countenance Stake. Model evaluasi ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahapan Antecedents (masukan), transaction (proses), output (keluaran), pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Uji validitas dan reabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha cronbach dengan bantuan progam SPSS Versi 20, analisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil pengujian validitas diperoleh nilai rata-rata Rhitung dari semua variabel adalah 0,458, dan nilai Rtabel untuk signifikan 10% diperoleh sebesar 0,3009, maka Rhitung ≥ Rtabel dinyatakan valid dan uji realibilitas diperoleh nilai rata-rata variabel 0,673 maka diambil kesimpulan bahwa pertanyaan pada variabel di katakan reliabel atau handal, demikian dapat disimpulkan model evaluasi countenance stake pada tahapan antecedents mendapatkan skor tertinggi senilai 30.4323 dengan kategori sesuai menurut SMK3, tahapan transaction mendapatkan skor tertinggi senilai 42.4835 dengan kategori sesuai menurut SMK3 tetapi masih belum terlaksana dengan baik, dan tahapan output mendapatkan skor tertinggi senilai 24.8034 dengan kategori kurang sesuai menurut SMK3.
Pemodelan Hubungan Volume, Kecepatan Dan Kepadatan Pada Jalan Soekarno Hatta Kota Banda Aceh Cut Nawalul Azka; Rival Mardi
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.5 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.104

Abstract

Ada tiga karakteristik arus lalu lintas yaitu volume lalu lintas, kecepatan, dan kerapatan. Lokasi penelitian ini pada Jalan Jl. Soekarno Hatta Kota Banda Aceh yang memiliki dua jalur dua arah tak terbagi (2/4 UD) dikatagorikan kawasan jalan arteri, Data yang diambil dari lokasi penelitian adalah data volume kendaraan, kecepatan, data geometrik, dan data kecepatan yang digunakan adalah model Greenshield. Validasi hubungan model lalu lintas adalah untuk mendapatkan koefisien korelasi (r) dan kesesuaian kapasitasvolume maksimum atau kapasitas berdasarkan sebaran data, nilai koefisien untuk hubungan volume, kecepatan, dan kerapatan. Berdasarkan hasil penelitian model Greenshild Volume tertinggi yaitu 1564,8 kend/jam, Kecepatan tertinggi yaitu 39,60 km/jam dan Kepadatan tertinggi yaitu 39,52 smp/jam pada hari kamis jalur kiri. Nilai hubungan diketahui nilai tertinggi kecepatan – kepadatan 82,584-1,361D, hubungan volume-kepadatan tertinggi 82,584-1,361D2dan hubungan volume-kecepatan 60,667-0,735S2 pada hari sabtu jalur kanan model Greenshild. Nilai korelasi Metode Greenshield Nilai tertinggi (R2=0,987) pada hari kamis.
Sistem Perencanaan Penanggulangan Banjir Dengan Geotextile Bag (Studi Kasus : Desa Kedai Runding Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan Yulia Yulia; Cutti Novia Heldi
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.904 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i1.105

Abstract

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air merendam daratan yang di akibatkan oleh volume air suatu badan air seperti sungai yang meluap sehingga air keluar dari batasan alaminya. Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana alternatif sistem penanganan penanggulangan banjir menggunakan geobag pada Desa Kedai Runding. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui alternatif sistem penanganan penanggulangan banjir menggunakan geobag pada Desa Kedai Runding. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer berupa obervasi atau wawancara ke masyarakat untuk mengetahui tinggi banjir yang pernah terjadi pada Desa Kedai Runding dan data sekunder yaitu berupa data panjang tebing sungai dan elevasi permukaan tanah dengan menggunakan Google Earth. Berdasarkan hasil pengolahan data, bahwa panjang tebing pada lokasi Kedai Runding yaitu 814 meter untuk lokasi yang akan dibangun geobag berjarak dari tepi tebing yaitu 10 meter bertujuan untuk menjaga terjadinya erosi. Namun panjang tebing yang dipasang geobag hanya 514 meter dengan rata-rata elevasi +6 dan pada penempatan geobag diperlukan tanah yang rata sehingga adanya perkerjaan galian dan timbunan untuk perhitungan volume galian dan timbunan pada titik 1 hingga ke titik2 (51,8 m³), volume galian dan timbunan pada titik 2 hingga ke titik 3 (59,1 m³), volume timbunan bagian satu pada titik 3 hingga ke titik 4 pada bagian satu (439,9 m³) dan volume timbunan titik 3 hingga ke titik 4 pada bagian dua (415 m³). Untuk jumlah lapis geobag dengan tebal rata-rata geobag adalah 10 cm dengan tinggi 1 meter. Lebar potongan konstruksi terbagi menjadi dua bagian ada lebar potongan I-I 4,15 meter. Jumlah total yang dipakai pada masing-masing penampang yaitu 32850 buah kantong yang dipakai sepanjang 514 meter tepi tebing yang akan dibangun konstruksi bangunan pengendalian banjir. Dengan hasil yang telah didapat maka geobag tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sistem penanggulangan banjir pada saat darurat

Page 1 of 1 | Total Record : 6