cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2016)" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA RUMAH POTONG AYAM BERSERTIFIKAT HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Edi Suryanto; Tridjoko Wisnu Murti; Yatri Drastini; Bastoni Bastoni; Ismatullah Salim; Umar Alfaruqi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.220

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) pada Rumah Potong Ayam (RPA) bersertifikat halal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengetahui kualitas daging pada RPA yang bersertifikat halal di DIY, dan untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging pada RPA yang bersertifikat halal di DIY. Materi penelitian terdiri dari responden yaitu pelaku usaha RPA di DIY. Metode penelitian ini terdiri dari teknik pengambilan data responden dengan cara purposive sampling sebanyak 50% RPA bersertifikat halal di DIY. Jumlah responden adalah 20 RPA di DIY. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui implementasi GMP. Pengambilan sampel dilakukan dengan survei. Survei yang dilakukan meliputi pengamatan dan menilai secara langsung kegiatan di RPA dengan skor penilaian 1 sampai 5. Untuk mengetahui kualitas daging dilakukan uji Total Plate Count (TPC) dan uji keasaman (pH). Kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging ditinjau dari hasil uji TPC dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata implementasi GMP adalah 314,7 dengan Skor 4 yang menunjukkan hampir mendekati penerapan yang benar. Hasil kualitas daging menunjukkan bahwa nilai rata-rata pH daging 5.91 dan nilai TPC rata-rata 3,5x103 cfu/g. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji pH nilai pada Rank Spearman adalah 0,666, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji TPC nilai pada Rank Spearman adalah 0,782, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pelaksanaan dan penerapan GMP pada RPA bersertifikat halal di DIY belum seluruhnya dilakukan dengan baik. Hasil kualitas daging baik masih sesuai dengan SNI. Terdapat korelasi yang signifikan antara implementasi GMP dengan kualitas daging (nilai pH dan TPC) pada RPA yang bersertifikat halal di DIY.Kata Kunci: Good Manufacturing Practices (GMP), Rumah Potong Hewan (RPA), Sertifikat Halal, dan Kualitas Daging).
Kajian Tentang Management Perkandang Sapi Potong Rakyat Di Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan Fitri Dian Perwitasari
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.221

Abstract

ABSTRAKPemeliharaan sapi secara tradisional merupakan sistem yang dilaksanakan oleh sebagian besar Peternak di Indonesia. Managemen perkandangan merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi potong khususnya peternakan rakyat. Oleh sebab itulah penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari peternak tentang manajemen perkandangan dan usaha kesehatan hewan. Metode penentuan lokasi purposive sampling. Pengolahan data secara metode deskriptif, Pengambilan data dengan Wawancara dan Survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondsi kandang sapi belum memenuhi standart kandang yang baik, ditambah lagi belum ada sanitasi kandang sehingga menyebabkan kondisi kandang menjadi lembab dan becek. Limbah yang menumpuk tersebut bisa menjadi penyakit bagi sapi dan lingkungan sekitar. Inilah beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas usaha ternak sapi potong.Key Words:   Sapi, Management perkandangan dan kesehatan
IMPLEMENTASI GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA RUMAH POTONG HEWAN BERSERTIFIKAT HALAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bastoni Bastoni; Edi Suryanto; Rusman Rusman; Tridjoko Wisnu Murti; Yatri Drastini; Nasrul Hidayat
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) pada Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat halal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengetahui kualitas daging pada RPH di DIY, dan untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging pada RPH di DIY. Materi penelitian terdiri dari responden yaitu pelaku usaha RPH di DIY. Metode penelitian ini terdiri dari teknik pengambilan data responden dengan cara purposive sampling sebanyak 50% RPH bersertifikat halal di DIY. Jumlah responden adalah 22 RPH di DIY. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui implementasi GMP. Pengambilan sampel dilakukan dengan survei. Survei yang dilakukan meliputi pengamatan dan menilai secara langsung kegiatan di RPH dengan skor penilaian 1 sampai 5. Untuk mengetahui kualitas daging dilakukan uji Total Plate Count (TPC) dan uji keasaman (pH). Kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui korelasi antara implementasi GMP dengan kualitas daging ditinjau dari hasil uji TPC dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata implementasi GMP adalah 368,3 dengan Skor 4 yang menunjukkan hampir mendekati penerapan yang benar. Hasil kualitas daging menunjukkan bahwa nilai rata-rata pH daging 5.9 dan nilai TPC rata-rata 2,6 x 103 cfu/g. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji pH nilai pada Rank Spearman adalah 0,655, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Terdapat korelasi antara implementasi GMP dengan hasil uji TPC nilai pada Rank Spearman adalah 0,637, nilai Rank Spearman menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pelaksanaan dan penerapan GMP pada RPH bersertifikat halal di DIY belum seluruhnya dilakukan dengan baik. Hasil kualitas daging baik masih sesuai dengan SNI. Terdapat korelasi yang signifikan antara implementasi GMP dengan kualitas daging (nilai pH dan TPC) pada RPH yang bersertifikat halal di DIY.Kata Kunci: Good Manufacturing Practices (GMP), Rumah Potong Hewan (RPH), Sertifikat Halal, dan Kualitas Daging)
Hubungan antara Kecepatan Pemerahan dengan Produksi Susu Sapi Perah Di Peternakan Sapi Perah Kelompok Tani Mulya Makmur Desa Manislor Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Desi Unari; Retno Widyani; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.223

Abstract

AbstrakProduksi susu harus terus ditingkatkan agar terciptanya swasembada susu nasional. Produksi susu yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah manajemen pemerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecepatan pemerahan dengan produsi susu. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur,Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan pada bulan Juni 2014 sampai bulan Juli 2014. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi sapi laktasi yang berada di peternakan sapi Kelompok Tani Mulya Makmur yang berjumlah 72 ekor sapi. Waktu pemerahan pagi hari pukul 06.00 WIB dan sore hari pukul 15.30 WIB. Peralatan yang digunakan dalam penelitian yaitu, gelas ukur plastik, stopwatch, pita ukur, ember, tabel pengisian data, alat tulis dan alat dokumentasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mencatat data primer yaitu jumlah sapi yang diperah, produksi susu (liter), dan lama pemerahan. Dari data jumlah produksi susu diperoleh data rata-rata produksi susu dan dari pembagian data produksi susu dan lama pemerahan diperoleh data kecepatan pemerahan. Data tersebut dianalisis nilai korelasinya kemudian diperoleh persamaan regresi linearnya dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi susu satu hari 8.38 liter, rata-rata kecepatan pemerahan 0.67 liter/menit, nilai korelasi 0.76 dan persamaan regresi Y = 11.15 X + 0.9. Dengan Y adalah rata-rata produksi susu (liter) dan X adalah kecepatan pemerahan (liter/menit). Hasil uji signifikasi dengan α = 0.05 diperoleh t Hitung > t Tabel, hal ini menunjukan terdapat hubungan antara kecepatan pemerahan dengan produksi susu di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur. Setelah dilakukan penelitian, produksi susu di peternakan sapi perah Kelompok Tani Mulya Makmur belum memenuhi kadar minimal produksi susu yang harus dihasilkan dalam satu hari.Dengan demikian, apabila kecepatannya tinggi, maka tinggi pula produksi susunya. Begitu pula sebaliknya, apabila kecepatan rendah, maka rendah pula produksi susunya. Kata-kata kunci: sapi perah, kecepatan pemerahan, dan produksi susu
HUBUNGAN ANTARA BOBOT KARKAS DENGAN LINGKAR DADA DAN PANJANG BADAN PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE JANTAN Eko Rokhidin; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v8i1.224

Abstract

ABSTRAKPengetahuan mengenai bobot ternak adalah penting, misalnya untuk menentukan dosis obat, harga jual atau beli, pemberian pakan dan keperluan pengelolaan peternakan lainnya. Bobot ternak yang biasa diukur ialah bobot hidup dan bobot karkas apabila tersedia timbangan. Bobot karkas adalah bobot ternak yang sudah disembelih, dikuliti dan telah dipisahkan bagian kepala, jeroan, keempat kaki mulai dari persedian carpus atau tarsus kebawah. Mengingat pentingnya mengetahui bobot hidup dalam jual beli ternak dan besarnya arti karkas dalam suatu usaha peternakan sapi potong atau belum adanya cara yang praktis dalam menentukan bobot hidup dan bobot karkas dari seekor sapi, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan ukuran vital sapi yang meliputi lingkar dada, dan panjang badan sebagai penduga bobot karkas sapi. Pengetahuan mengenai berat hidup atau bobot badan di kalangan peternak sapi penggemukan masih sangat minim, sehingga peternak sering dijadikan sasaran empuk bagi para jagal untuk membohonginya. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang timbul adalah bagaimana hubungan antara bobot karkas dengan lingkar dada dan panjang badan pada sapi Peranakan Ongole. Pengetahuan hubungan antara bobot badan atau karkas dengan ukuran tubuh diharapkan dapat menambah pengetahuan peternak sapi sehingga dapat menduga bobot karkas sapinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bobot karkas dengan lingkar dada dan panjang badan pada sapi peranakan ongole dan untuk mengetahui sumbangan masing-masing variable terhadap hubungan antara bobot karkas dengan lingkar dada dan panjang badan pada sapi Peranakan Ongole. Pengelompokkann ke umur 1,5-2,5 tahun digunakan 25 ekor sapi PO jantan dan diperoleh data rata-rata lingkar dada 172,84 cm, panjang badan 145,56 cm, dan bobot karkas sebesaar 176,24 kilogram. Pada umur 2,5-3 tahun digunakan 25 ekor sapi PO jantan dan diperoleh data rata-rata lingkar dada 173,64 cm, panjang badan 145,96 cm, dan bobot karkas sebesar 213,44 kilogram. Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa bertambahnya umur ternak, maka ukuran statistic vital juga bertambah. Pada sapi PO jantan, ukuran statistic vital yang bertambah lebih besar adalah lingkar dada, kemudian diikuti panjang badan. Hasil analisis variansi di dapat bahwa garis regresi tersebut diatas sangat nyata (P> 0,01). Pada kelompok umur 1,5 – 2,5 tahun dan 2,5 – 3 tahun koefisien korelasi (R) 0,57 dan 0,21; koefisien determinasi (R2) sebesar 32,34 dan 34,66 persen tidak dapat diabaikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa 32,34 persen dan 4,56 persen yang terjadi pada bobot karkas sapi PO jantan umur 1,5 – 2,5 tahun dan 2,5 – 3 tahun dipengaruhi oleh lingkar dada, dan panjang badan. Diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:1,5 – 2,5          → Y = - 193,23 + 1,86 X1 + 0,57 X22,5 – 3             → Y = - 156,48 + 1,46 X1 + 0,65 X23    – 4             → Y = - 350,43 + 2,09 X1 + 1,28 X2 Korelasi antara lingkar dada dengan bobot karkas (r) = 0, 715; 0,446; 0,746 dan korelasi antara panjang badan dengan bobot karkas (r) = 0,421; 0,388 dan 0,704. Untuk sapi PO yang diteliti oleh Suparman dan Soeprapto (1989) melaporkan bahwa diperoleh korelasi antara lingkar dada dengan bobot karkas (r) = 0,86 dan panjang badan (r) = 0,73. Dilaporkan pula oleh Munadi (1986) bahwa ada korelasi sangat nyata (P>0,01) antara lingkar dada dengan bobot karkas dengan koefisien  korelasi (r) = 0,931 dan koefisien determinasi (r2) sebesar 86,63 persen. Hal ini dinyatakan pula oleh direktorat Jendral Peternakan bahwa lingkar dada mempunyai korelasi dengan bobot hidup. Lebih lanjut dinyatakan pula oleh Cole (1966) bahwa bobot hidup dapat untuk menunjukkan produktivitas ternak, karena bobot hidup berhubungan dengan persentase karkas.Kata Kunci : Lingkar dada, Sapi Po dan Bobot karkas

Page 1 of 1 | Total Record : 5