cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 282 Documents
Analisa Karakteristik Biomasa untuk Cofiring pada Pembangkit Batubara di Indonesia Zainal Maskur; Ardi Nugroho
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.746 KB)

Abstract

Sebagai komitmen pemerintah Indonesia terhadap perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, pemerintah menargetkan pencapaian bauran energi nasional untuk EBT pada tahun 2025 sebesar 23%, dimana sampai dengan tahun 2019 masih tercapai 12,36%. Oleh sebab itu pemerintah melalui PT. PLN membuat program cofiring pada pembangkit batubara. Potensi biomasa di Indonesia yang melimpah dan banyak jenisnya mempunyai karakteristik dan sifat yang berbeda-beda, sehingga mememerlukan analisa lebih dalam terkait potensi risiko dan kesesuaian dengan tipe boiler pembangkit. Beberapa sample biomasa yang dianalisa dalam penelitian ini adalah wood chip, sawdust, wood pellet, sekam padi (rice husk), cangkang sawit (palm kernel shell), pellet tandan kosong kelapa sawit (empty fruit bunch) yang di cofiing dengan batubara High Volatile BC Bituminous. Tahapan analisa dimulai dari uji laboratorium untuk mengetahui sifat-sifat kimianya dilanjutkan dengan analisa potensi terjadinya slaging, fouling, corrosion, abrasion dan agglomeration pada simulasi pembakaran single fuel dan cofiring 5 dan 10%. Hasil analisa menunjukkan bahwa kandungan sulfur biomasa (0,05-0,09%) jauh lebih kecil dibandingkan dengan batubara (0,11-0,63%), sehingga biomasa mengasilkan emisi SO2 yang lebih rendah dan ramah lingkungan. Nilai kalor biomasa relatif bervariasi tergantung dari jenis biomasanya dan kecenderungan memiliki kandungan volatile matter dan oxygen yang lebih tinggi dibandingkan dengan batubara. Hasil analisa pada single combustion fuel potensi terjadi slaging yang paling tinggi pada cangkang sawit, potensi fouling tinggi pada batubara, sawdust, wood pellet dan pellet EFB mempunyai potensi fouling yang parah. Potensi korosi tinggi terjadi pada sawdust, sekam padi, cangkang sawit dan potensi korosi parah pada pellet EFB. Potensi abrasion parah terjadi pada sekam padi. Sedangkan potensi agglomeration rata-rata dalam range medium, tetapi wood chip, wood pellet dan PKS mempunyai potensi yang mendekati tinggi. Pada pembakaran cofiring potensi terjadinya slaging tinggi terjadi ketika cofiring 10% pellet EFB dengan batubara bituminous C. Potensi terjadinya fouling tinggi pada semua biomasa ketika cofiring 5 dan 10% dengan batubara bituminous BC. Sedangkan untuk potensi terjadinya corrosion, abrasion dan agglomeration dalam range rendah sampai dengan medium. Potensi risiko akan lebih tinggi jika prosentase cofiring lebih tinggi dari 10%.
Teknik pengolahan Limbah Cair Tahu dengan Penambahan Bakteri Bio treatment Nita Suleman; Nurhayati Lambayu
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.753 KB)

Abstract

Bio treatment Waste adalah koloni bakteri probiotik aktif Lactobacillus, Thiobacillus, Pseudomonas, Nitrobacter Sp, Nitrosomonas Sp, bakteri hidrolisis, bakteri acido, bakteri aceto, bakteri methano, bakteri confidential anaerob lainnya serta mengandung enzim enzim pengurai dan mikroorganisme lainnya yang dapat mengurai beban cemaran air limbah. Efektivitas penambahan Bio treatment ini terdiri dari tahap pengujian BOD, COD, dan TSS, sebelum dan sesudah pengolahan. Pengolahan limbah dimasukkan kedalam reaktor anaerobik dengan menambahkan bakteri Bio treatment 500mL/hari. Tahap pengujian BOD COD, dan TSS dilakukan dengan analisis titrimetri dan gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bakteri Bio treatment ini memberikan hubungan yang signifikan terhadap hasil pengolahan limbah cair tahu. Efektivitas BOD 55%, efektivitas COD 50%, dan efektivitas TSS 58%.    
Analisis Pengukuran Beban Kerja Pegawai Bagian Produksi Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) di PT. PLN (Persero) PUSHARLIS UP2W I Merak Linny Putri Arianty; Gina Ramayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.884 KB)

Abstract

PT. PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PUSHARLIS) merupakan salah satu unit dari PT. PLN (Persero) yang memiliki fungsi dan tujuan untuk memenuhi ketersediaan alat atau membantu dalam pemeliharaan maupun perbaikan peralatan yang berada di PLTU yang dioperasikan oleh PT. Indonesia Power (IP) dan PT. Pembangkit Jawa Bali (PJB). Kantor Induk dan salah satu unit PT. PLN PUSHARLIS UP2W I berkedudukan di Jalan Pulorida PO Box 6, Desa Suralaya, Kecamatan Pulomerak Merak, Banten. Dalam merencanakan jumlah tenaga kerja harus disesuaikan dengan beban kerja yang ada agar tidak mengakibatkan beban kerja yang overload terhadap pegawai yang menyebabkan kelelahan. Perkiraan jam kerja didapat dari mengurangi jumlah hari pada kalender dengan cuti dan hari libur yang didapat pada kurun waktu satu tahun, lalu mengkalikannya dengan jumlah faktual yang ada di setiap sub bidang. Mencermati beban kerja, digunakan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk menentukan jumlah tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan produsktivitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung beban kerja yang telah diterima oleh pegawai dan menegatahui kategori beban kerja tersebut. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada pegawai bagian produksi PT. PLN (Persero) PUSHARLIS UP2W I kategori underload terdapat pada pegawai jabatan Junior Engineering Gambar Teknik sebesar 0,98, Pengendalian dan Perencanaan Produksi sebesar 0,96, dan SPV Produksi Mekanikal sebesar 0,96. Pegawai pada kategori inload terdapat pada jabatan AE Perancangan Mekanik dan Konstruksi sebesar 1,17. Sedangkan pegawai dengan kategori overload antara lain Manager Bagian Produksi adalah 1,80, PLT SPV Produksi Elektrikal sebesar 1.85, SIE Produksi Mekanikal sebesar 1,55, dan Junior Officer SCM adalah 2.86.Kata kunci: Beban Kerja, Full Time Equivalent, Pegawai
Perbaikan Kualitas Produk Hasil Pengelasan di PT. XYZ dengan Metode Six Sigma dan Seven Tool Agin Viakri Dagmar
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.418 KB)

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan faktor penting dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Tingginya kualitas produk sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya yang dikeluarkan saat proses produksi berlangsung. PT. XYZ merupakan kontraktor yang bergerak dibidang jasa konstruksi baja. Proses pengelasan merupakan bagian terpenting dalam pembuatan produk konstruksi. Tingginya angka kecacatan hasil pengelasan menjadi faktor kendala yang mengakibatkan tingginya biaya produksi. Metode Six Sigma adalah metode manajemen baru yang digunakan terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mengurangi tingkat kecacatan produk. Seven tools adalah alat yang mendukung pengendalian kualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis cacat dan faktor penyebabnya serta tindakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah cacat sehingga dapat meningkatan efisiensi biaya produksi. Hasil pembahasan diketahui bahwa jumlah produksi sebesar 12499 pcs dengan jumlah cacat sebesar 2712 pcs. Cacat terbesar adalah jenis cacat porosity yaitu sebesar 724 pcs dengan sigma level 3,11. Perbaikan yang dilakukan adalah pengarahan dan pelatihan terhadap tenaga operator las untuk memahami penggunaan bahan dan material pengelasan, menjaga kebersihan material bahan baku, pengecekan secara berkala terhadap peralatan las dan bahan baku, menjaga workshop dalam kondisi yang memenuhi syarat dalam proses pengelasan
Cover, Preface, Daftar Isi Senastitan 2 Senastitan 2
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.006 KB)

Abstract

Analisa Efektifitas Penerapan Knowledge management dan Kepemimpinan Terhadap Keunggulan Daya Saing dengan Preferensi Konsumen dan Pemerintah sebagai Intervening (Studi Kasus: IKM Jawa Timur) Farahlia Rachmi; Rony Prabowo
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.263 KB)

Abstract

Salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) UPT. Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur adalah memberikan pembinaan dan fasilitasi dibidang Standardisasi – perlindungan Kekayanan Intelektual bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan target meningkatkan daya saing dan tujuan akhir produk yang dihasilkan dapat diterima pasar global. Kontribusi PDRB Industri pengolahan di Jawa Timur disumbangkan oleh 97% Industri Kecil dan 2% Industri Menengah. Tujuan penelitian ini mengukur kesenjangan antara sebelum, selama dan setelah pelaksanaan fasilitasi, bimbingan dan sertifikasi standardisasi dan KI sesuai analisa knowledge management dan berdasarkan penilaian Tim Focus Group Discussion (FGD), membuat model pengaruh atribut Knowledge management dan Kepemimpinan terhadap Keunggulan Daya Saing (Industri Kecil, Kecil-Sedang dan Menengah) dengan preferensi konsumen dan pemerintah sebagai intervening sesuai analisa Partial Least Square (PLS)- Structural Equation Modeling (SEM). Adapun kuesioner disebar pada 200 (dua ratus) responden Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang telah mendapatkan pembinaan dan fasilitasi. Hasil dari penelitian terkait knowledge management dengan metode SECI maka didapatkan 15 atribut yang perlu diimprove untuk Industri Kecil, 6 attribut untuk industri sedang sedangkan hasil dengan menggunakan PLSSEM untuk industri kecil H4, H5; Industri sedang H3; industri menengah H1, H3 , H4, H5 dan H7 ditolak
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK GAMIS ANAK DI PT.KKI DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN SIX SIGMA Pangki Suseno; Indung Sudarso
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.79 KB)

Abstract

Pengembangan produk merupakan suatu cara atau strategi untuk pertumbuhan usaha dengan menawarkan suatu produk baru. Dengan terus meningkatnya permintaan konsumen pada pakaian mendorong pelaku industri pakaian untuk selalu mengembangkan kualitas dan kuantitas dari produknya agar dapat bersaing dipasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. PT. KKI merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan pakaian jadi yang berlokasi di Jawa Timur, dengan produk utama gamis anak yang dikhususkan bagi anak usia dini (0 - 5 tahun). Komitmen terdepan dalam memberikan kualitas produk yang berkualitas merupakan prioritas perusahaan dalam membuat setiap produk yang dipasarkan. Kualitas produk menggambarkan suatu kesempatan atau harapan yang diberikan kepada konsumen oleh produsen yang memiliki nilai tambah dan jual lebih yang tidak dimiliki oleh para pesaing. Sehingga pelaku usaha harus mampu meningkatkan kualitas yang makin menguntungkan dari pada yang diberikan oleh pesaing lainnya. Metode quality function deployment adalah metode terstruktur yang digunakan untuk menentukan spesifikasi yang memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Metode six sigma adalah metode manajemen baru yang digunakan terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mengurangi tingkat kecacatan produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepentingan yang diharapkan oleh konsumen, melakukan evaluasi untuk peningkatan terhadap tingkat kepentingan tersebut dengan metode six sigma. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kepentingan konsumen berdasarkan analisis house of quality dalam QFD, evaluasi akan dilakukan pada masalah kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Kualitas produk yang diharapkan pelanggan adalah memiliki kualitas produk dengan jahitan rapi dan kuat serta produk yang awet dan tahan lama. Pada kualitas produk tersebut dilakukan analisis six sigma, didapatkan beberapa hal penting (CTQ) yang menyebabkan produk mengalami cacat, antara lain: cacat jahitan, cacat obras, kain bernoda, kain brudul, kain jleret dan kain berlubang. Dari hasil perhitungan tingkat sigma menunjukan bahwa hasil produksi memiliki tingkat sigma 3,393 pada kain bernoda dan cacat jahitan dengan sigma 3,591. Berdasarkan analisis metode QFD dan six sigma didapatkan hubungan antara kualitas jahitan rapi dan kuat dengan cacat jahitan, sehingga jenis cacat yang terjadi tersebut perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Perbaikan yang dilakukan adalah memberikan pengarahan dan pelatihan terhadap tenaga penjahit untuk memahami penggunaan mesin dan bahan, menjaga kebersihan material bahan baku, pengecekan secara berkala terhadap peralatan dan bahan baku, menjaga tempat kerja dalam kondisi yang bersih.
Studi Eksperimen Pengaruh Penggunaan Partial Cut off blades pada Tubin Angin Tipe Savonius Rizky Wahyu Suhadak; Saif Muizzadin Wadaullah; Donny Albari
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.16 KB)

Abstract

The Savonius wind turbine is one of the VAWT wind turbines that easily rotates at low wind speed conditions such as in Indonesia. However, the savonius turbine has a fairly low efficiency when compared to other types of turbines. Increasing the cross-sectional area of the Savonius single stage turbine can be done by using the Partial Cut off blades model. This research was conducted to compare the performance of the Savonius turbine with Partial Cut off blades and regular blades at various wind speeds. The research was conducted experimentally in an open space at a speed of 2-6 m/s. The results of the study are shown by graphs of torque, power and efficiency to changes in wind flow speed. Application of turbine blades with Partial Cut off blades model is less effective if applied to the Savonius turbine. This is because the Partial Cut off blades have a distance between the pieces. This condition causes the freestream fluid flowing downstream to not push the turbine blades optimally. To improve the application of Partial Cut off blades in the future, it can be done by reducing the distance between the blade pieces.
Implementasi Lean Six Sigma dalam Meningkatkan Kualitas pada Proses Produksi CWSS (Study Kasus PT. XYZ) Rahmad Abadi; Indung Sudarso
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.593 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan pabrik makanan yang memproduksi cwss (modified starch) yang dihasilkan melalui beberapa tahapan proses. Saat ini kemampuan proses produksi lini cwsss tidak mampu memenuhi permintaan pasar sehingga muncul back order setiap bulannya. Ketidakmampuan lini produksi ini disebabkan banyaknya produk cacat dan waste. Hal tersebut menuntut perusahaan agar mampu mengelola sistem produksinya secara kontinyu, efektif dan efisien dengan implementasi lean six sigma dalam mengidentifikasi defect dan waste, memperbaiki defect dan mengurangi waste untuk meningkatkan total output produksi.Identifikasi terhadap waste dilakukan dengan menyusun current state value stream mapping. Sedangkan identifikasi terhadap defect dilakukan dengan bantuan control charts terhadap hasil output harian produksi cwss. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan cause effect diagram, pareto diagram sehingga menghasilkan serangkaian rekomendasi perbaikan. Dari hasil penelitian didapatkan dengan analisa menggunakan metode Root Cause Analysis menunjukan bahwa penyebab produk cacat adalah proses preventive maintenance terhadap mesin yang kurang baik, ketidaktelitian operator dalam setting mesin serta specifikasi raw material yang tidak sesuai. Sedangkan penyebab pemborosan adalah seringnya mesin breakdown sehingga proses berhenti. Hasil penelitian menunjukan terjadinya rata – rata penurunan DPMO sebelumnya 22.158,5 dengan sigma level 3,51 menjadi 10.755,75 dengan level 3,80 dan penuruna down time sebelumnya 73,25 jam menjadi 49,24 jam.
PENGENDALIAN INVENTORY DALAM PENENTUAN WAKTU PERAWATAN DAN PENGGANTIAN MESIN KOMPONEN KRITIKAL PADA PT. INDONESIA POWER PLTGU GRATI POMU DENGAN METODE BULLWHIP EFFECT. Trias Septin Hariana; Suparto Suparto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.1 KB)

Abstract

Manajemen inventori merupakan pengelolaan stock, dengan proses pengelolaan dan pengontrolan atas persediaan barang atau produk yang akan didistribusikan oleh perusahaan kepada konsumen. Pengelolaan stok barang sangat berkaitan dengan pencatatan dan adminitrasi pengelolaan stock. Dengan menerapkan manajemen perencanaan kerja dan control yang merupakan serangkaian proses meliputi perencanaan, pelasanaan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan pemeliharaan agar dicapai hasil kerja yang optimal. PT Indonesia Power PLTGU GRATI POMU merupakan perusahaan milik negara yang bergerak dalam bidang industri pembangkit listrik tenaga gas uap. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur dan menganalisis dalam mengantisipasi terjadinya bullwhip effect. dengan menggunakan metode bullwhip effect dan perhitungan day of inventory. Dalam melakukan pengurangan bullwhip effect perusahaan dapat melakukan pendekatan dengan penerapan information sharing dengan unit-unit supply chain yang ada di antaranya dengan pihak user, pengadaan,gudang, dan inventory yang saling berkaitan. Dengan perhitungan bullwhip effect yang timbul sebesar 0,996. Pola pemesanan kebutuhan metrial-material dapat diklarifikasikan yakni untuk BE 1 pola pemesanan mendekati stabil, dan untuk BE 1 maka, pola pemesananya sangat tidak stabil dan cenderung berfluktuatif. Dalam memanfaatkan sumber daya didalam perusahaan terutama dalam hal untuk pengelolaan material part critical dalam pencapaian pemeliharaan dan outage secara efektif dan terencana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari perhitungan perputaran persediaan (inventory turnover), namun perputaran sediaan dalam hari (day of inventory), perputaran modal kerja (working capital turnover). Sehingga PT. Indonesia Power PLTGU Grati Dalam memanfaatkan sumber daya didalam perusahaan terutama dalam hal untuk pengelolaan material part critical dalam pencapaian pemeliharaan dan outage secara efektif. Kata kunci: Manajemen Rantai Pasok, Pengendalian Inventori, Manajemen Perencanaan dan Pengendalian Kerja.

Page 4 of 29 | Total Record : 282