cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Ketangga Desa Kateng Kecamatan Praya Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora
Published by bajang Institute
ISSN : 28089650     EISSN : 28089219     DOI : 10.53625
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Educational and social humaniora
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 9: Juli 2022" : 27 Documents clear
ANALISIS ATAS KEBIJAKAN TAX AMNESTY DI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PAJAK Baren Sipayung
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.396 KB)

Abstract

The history of Tax Amnesty which was first implemented in 1964 then continued in 2016 with the enactment of Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2016 concerning Tax Amnesty. Furthermore, tax amnesty or tax amnesty (English: Tax Amnesty) is also a time-limited opportunity for certain groups of taxpayers to pay a certain amount of tax as an amnesty for the obligation to pay taxes (including the waiver of interest and penalties) related to the tax period. previously without fear of criminal prosecution. Tax Amnesty is a public policy that is formally stipulated based on Law 11/2016 as a tool to collect state revenues from the tax sector (tax revenue) quickly in a relatively short period of time against the backdrop of widespread tax avoidance. Meanwhile, the expected benefit of the Tax Amnesty policy is to increase the inflow of funds from abroad which in the long term can be used as a driving force for investment which in turn is beneficial to stimulate the national economy. This article describes the weaknesses of the tax amnesty policy, including recommendations to overcome these weaknesses.
GAYA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF PADA LINGKUNGAN ORGANISASI PUBLIK Olivia Tahalele
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.855 KB)

Abstract

Different communication styles in the organizational environment can hinder the quality of public service performance. The diversity of services that must be provided by office employees at the Faculty of Social and Political Sciences, Pattimura University from students, lecturers, education staff forms a variety of communication patterns. The research method used in this research is descriptive quantitative by distributing question sheets to students and lecturers to measure effective communication style. Research findings related to (1). employee effectiveness (Y) 0.691, (2). The organizational communication dimension (Y) is 0.721. (3). The Effectiveness of Employee Work Communication (Y) is 0.704 (70.4%). So it can be concluded that the maximum embodiment of Organizational Communication Effectiveness is at the Faculty of Social
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN NON FORMAL DI RUMAH TA’LIM AL-QUR’AN DARUL FIRDAUS KEBAYORAN LAMA Mukhamad Farhan; Jihad Maulana; Matnur Ritonga
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.54 KB)

Abstract

Education can be a benchmark for the progress and quality of life of a nation, so that it can be said that the progress of a nation or country can be achieved, one of which is through improving and structuring good education. realized in the form of the construction of the RTA for the Al-Qur'an Ta'lim House. RTA is an instrument for empowering people who have a very strategic role in improving the quality of spiritual education. Some of the program activities carried out in this service are as follows: a) Organizing learning activities together to read the Koran and holding competitions at RTA Darul Firdaus.
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PAHLAWAN NASIONAL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA PESERTA DIDIK PAUD TPQ BAITUSSALAM PULE KECAMATA MAYONG KABUPATEN JEPARA Ulfah Hidayati
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.075 KB)

Abstract

Penerapan Metode Bermain Peran Pahlawan Nasional RA. Kartini dalam PeningkatanKemampuan Berbicara pada Peserta Didik PAUD TPQ Baitussalam Pule Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Skripsi, Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini. Latar belakang penelitian sebagian Anak di PAUD TPQ Baitussalam Pulememiliki kemampuan berbicara yang kurang, sehingga peneliti bekerjasama dengan gurulain sebagai kolaborator melakukan tindakan kelas melalui penerapan metode bermain peran pahlawan nasional RA. Kartiniuntuk meningkatkan kemampuan berbicaraanak. Tujuan penelitian: 1) mengetahui kemampuan berbicara pada anak PAUD TPQBaitussalam Pule Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara; 2)membuktikan penerapan metode bermain pahlawan nasional RA. Kartini dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada peserta didik PAUD TPQ Baitussalam Pule Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dengan 2 (dua) siklus, setiap siklusmeliputi 2 (dua) pertemuan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Subjek penelitian adalah anak di PAUD TPQ Baitussalam Pule yang berjumlah18 anak. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data digunakan analisis deskriptif persentase.
PENERAPAN METODE DRILL DENGAN MEDIA POHON ANGKA DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN ANGKA DASAR 1-10 DI PAUD NUSA INDAH DESA BENDANPETE KECAMATAN NALUMSARI KABUPATEN JEPARA Nana Mustiana Indah Sari
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.819 KB)

Abstract

Penerapan Metode Drill dengan Media Pohon Angka dalam Peningkatan Pemahaman Angka Dasar 1–10 di PAUD Nusa Indah desa Bendanpete Kecamatan Nalumsari Jepara”.Latar belakang penelitian: sebagian Anak di PAUD Nusa Indah kurang memiliki kemampuan dalam pemahaman angka dasar 1-10, sehingga peneliti bekerjasama dengan teman sejawat sebagai kolaborator melakukan tindakan kelas melalui penerapan metode drill dengan media pohon angka untuk meningkatkan pemahaman angka dasar 1-10.Tujuan penelitian: 1) mengkaji pemahaman angka dasar 1-10 pada peserta didik PAUD Nusa Indah ; 2) mendeskripsikan penerapan metode drill melalui media pohon angka dapat meningkatkan pemahaman angka dasar 1-10 pada peserta didik PAUD Nusa Indah Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.Penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari 2 (dua) siklus, setiap siklus meliputi 2 (dua) kali pertemuan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak di PAUD Nusa Indah yang berjumlah 15 anak. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data digunakan analisis deskriptif persentase.Simpulan hasil penelitian: Kemampuan pemahaman angka 1-10 pada anak dapat ditingkatkan setelah dilakukan proses pembelajaran melalui metode drill dengan media pohon angka, yang diperoleh hasil survey pada pra siklus dengan skor 12 atau 80% dari 15 anak dengan kriteria belum berkembang, setelah dilakukan dua kali pertemuan pada siklus II diperoleh skor rata-rata 12,5 atau 88,33% dengan kriteria berkembang sangat baik. Penerapan metode drill dengan media pohon angka efektif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman angka 1-10 pada anak diperoleh dari skor rata-rata tindakan pada siklus II yang diperoleh sebesar 12,5 atau 88,33%, sedang indikator keberhasilan ditetapkan minimal secara individu 75% dan klasikal 80%, maka dapat buat persamaan matematika:75% < 88,33% > 85% sehingga hipotesis tindakan: “Melalui penerapan metode drill dengan media pohon angka efektif dapat meningkatkan pemahaman angka dasar 1-10 pada peserta didik di Pos PAUD Sidigede Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022” dinyatakan diterima atau terbukti.
MENUMBUHKAN KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI MELALUI PENDIDIKAN NILAI Sofiyah; . Agung Slamet Kusmanto, S. Pd., M. Pd., Kons
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.652 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel adalah: (1) mendeskripsikan tentang kearifan lokal pada anak usia dini; (2) mendeskripsikan tentang pendidikan nilai pada pendidikan anak usia dini; (3) mendeskripsikan upaya menumbuhkan kearifan lokal pada anak usia dini melalui pendidikan nilai. Pembahasan ini berkaitan dengan: (1) kearifan lokal pada anak usia dini adalah nilai-nilai sikap yang mendasari perilaku anak; (2) pendidikan nilai adalan nilai-nilai yang secara kurikuler terintegrasi dalam bidang pengembangan moral-agama, sosial - emosional, bahasa dan seni; (3) pengembangan moral-agama: keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian, hukuman jika tidak ada cara yang lain; pengembangan sosial-emosional: rasa tanggung jawab terhadap diri dan orang lain: menyelesaikan dan mengerjakan tugas pilihannya sendiri tanpa bantuan orang dewasa, menerima tanggung jawab pribadi dengan baik, menghormati dan merawat lingkungan dan peralatan di dalam kelas, mengikuti aktivitas rutin dalam kelas, mematuhi peraturan di dalam kelas, bermain dan dengan baik bersama teman, berbagi dan menghormati hak orang lain; pengembangan bahasa dan seni: Melalui metode bercerita, bercaka-cakap dan tanya jawab, pemberian tugas, kegiatan sosiodrama, dan bermain peran dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Berdasarkan pembahasan ini maka dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal dapat ditumbuhkan dalam diri anak, sejak usia dini melalui pendidikan nilai yang tercermin dan terintegrasi pada bidang pengembangan moral-agama, sosial-emosional, bahasa dan seni yang terdapat dalam pendidikan formal.
PERLUNYA MEMPERHATIKAN DIMENSI KOGNITIF, AFEKTIF, PSIKOMOTORIK DAN BAHASA DALAM INOVASI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Nor Rohmawati; Agung Slamet Kusmanto
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.263 KB)

Abstract

Pengembangan model pembelajaran ataupun inovasi dalam pembelajaran haruslah menyangkut kognitif ( otak) , afektif ( minat), psikomotik ( skill), dan bahasa. ini sangat dibutuhkan dalam proses belajar anak usia dini, guna membentuk karakter anak yang baik dan berpotensi serta bermoral. Pada dimensi kognitif meliputi beberapa tahap yakni, pengetahuan, pemahaman, penerapan, sintesis serta evaluasi. Kemudian pada dimensi afektif meliputi penerimaan, responsif, penilaian, organisasi, dan karakterisasi. Pada dimensi psikomotorik meliputi, peniruan, kesiapan, respon terpimpin, mekanisme, respon tampak kompleks, adaptasi, dan yang terakhir adanya penciptaan
PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DALAM MEMBACA AL- QUR’AN Nabilah; Sahrul Hidayah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.307 KB)

Abstract

TPQ atau Taman Pendidikan Al-Quran merupakan taman pendidikan yang berorientasi pada komunitas Islam dan mempersiapkan pendidikan generasi Al Quran. Anak-anak dengan pengetahuan terbatas sekarang memiliki pengetahuan agama dan umum. Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) merupakan lembaga yang sangat cocok untuk mengembangkan syiar Islam terkait dengan pembacaan Al Quran yang akurat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran TPQ dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an. Hakikat pendekatan penelitian kualitatif adalah penilaian fenomena sosial berdasarkan pengalaman pemberi informasi, yang dilakukan menurut metode penelitian ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas bacaan Al-Qur'an memerlukan a) manajemen, b) pendidik dan c) metode pengajaran. Peran TPQ dalam meningkatkan kualitas pemahaman bacaan Al Quran sangat penting karena kegiatan pembelajaran Al Quran yang efektif dan efisien diselenggarakan dan dibimbing bersama dengan gerakan manajemen TPQ.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KLASIFIKASI ZAT DENGAN MODEL ARIAS KELAS VII SMP NEGERI 9 SAMPIT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Listyoningsih
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.421 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA dianggap sulit oleh sebagian siswa. Paradigma siswa membuat mereka menjadi kurang bersemangat mengikuti proses belajar mengajar. Sehingga perlu diupayakan suatu model pengajaran yang memungkinkan siswa lebih dapat memahami konsep-konsep kimia dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 9 Sampit tahun pelajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) seberapa besar peningkatan keaktifan belajar siswa pada Konsep Klasifikasi Zat melalui model pembelajaran ARIAS siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Sampit tahun pelajaran 2018/2019? (2) seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada Konsep Klasifikasi Zat melalui model pembelajaran ARIAS siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Sampit tahun pelajaran 2018/2019?. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus menggunakan instrumen utama berupa observasi, wawancara dan tes kognitif. Data utama berupa peningkatan aktifitas siswa selama proses pembelajaran yang direkam melalui pengamatan yang keberhasilan akhirnya berupa peningkatan hasil belajar siswa yang didapat melalui instrumen tes kognitif. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan indikator pencapaian 100% untuk keaktifan siswa dan 75% untuk ketuntasan hasil belajar. Siklus I terdiri dari 2 kali pertemuan dimana tingkat keaktifan siswa yaitu 3,46% sedangkan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 71,43%. Siklus II dilaksanakan guna memperbaiki pelaksaan siklus I. Siklus II terdiri dari 2 kali dengan hasil 4,47% untuk tingkat keaktifan siswa dan 94,29% untuk ketuntasan hasil belajar. Pelaksanaan siklus II menunjukkan hasil yang positif, dimana terdapat peningkatan baik dari segi aktifitas siswa maupun hasil belajar siswa. Sesuai dengan indikator keberhasilan hasil penelitian, maka penelitian ini dinyatakan berhasil pada siklus II.
URGENSI NASKAH AKADEMIK DALAM PEMBENTUKAN SEBUAH PERATURAN DAERAH YANG PARTISIPATIF Ahmad Yasin; Dati Amaliyah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 9: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.6 KB)

Abstract

Tujuan studi ini untuk mengkaji urgensi naskah akademik dalam proses pembentukan perda yang partisipatif dan untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi hambatan dalam proses pembentukan perda yang partisipatif. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil studi ini menunjukkan bahwa urgensi kehadiran naskah akademik dalam menyusun suatu peraturan daerah adalah suatu hal yang sangat penting demi mewujudkan terciptanya peraturan daerah yang partisipatif. Bahwa dalam pembentukan peraturan daerah haruslah merujuk pada naskah akademik. Apabila tidak disertakannya naskah akademik dalam pembentukan suatu peraturan daerah dapat mengakibatkan rentannya tercipta sebuah produk peraturan daerah yang prematur dan cacat baik cacat formil maupun materiil. Ketiadaan naskah akademik dalam pembentukan suatu peraturan daerah menjadi faktor utama yang menjadi hambatan terciptanya peraturan daerah yang partisipatif tersebut. Hal ini dikarenakan naskah akademik pada dasarnya dibentuk dengan menyesuaikan nilai yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Oleh karena itu apabila suatu peraturan tidak disertai naskah akademik maka akan menjadi sebuah produk hukum yang memiliki kemungkinan tidak akan sesuai dengan aspirasi mapun harapan masyarakat sehingga sulit diterima oleh masyarakat sendiri.

Page 1 of 3 | Total Record : 27