cover
Contact Name
Santun Bhekti Rahimah
Contact Email
uptpublikasiunisba@gmail.com
Phone
+6285295184370
Journal Mail Official
jrk@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Rektorat Unisba, Jl Tamansari no.20
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kedokteran
ISSN : 28083040     EISSN : 27986594     DOI : https://doi.org/10.29313/jrk.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kedokteran Jurnal Riset Kedokteran (JRK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian kesehatan, masyarakat industri dll. JRK ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6594 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 128 Documents
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Binahong terhadap Kualitas Sperma Tikus Hiperlipidemia: Studi Eksperimental Justin Tan; Soraya Rahmanisa; Laisa Azka; Evi Kurniawaty
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10443

Abstract

Abstract. Hyperlipidemia can reduce sperm quality through increased oxidative stress, leading to impaired male reproductive function. Binahong leaves (Anredera cordifolia) contain phytochemical compounds such as flavonoids and saponins that have the potential to improve sperm quality through antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of 96% ethanol extract of Binahong leaves on sperm concentration and motility in hyperlipidemic male white rats. This study used a true experimental design with a post-test only control group design. Experimental animals were Sprague-Dawley strain Rattus norvegicus divided into six groups and administered Binahong leaf extract at doses of 50, 100, and 150 mg/kgBW for fourteen days. Data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-Hoc Tukey HSD test. The results showed significant differences in sperm concentration (p<0.001) and sperm motility (p<0.001). The dose of 150 mg/kgBW provided the most effective increase in sperm concentration compared to the negative control group (p<0.001). The 96% ethanol extract of Binahong leaves significantly increased sperm concentration and motility in hyperlipidemic rat models. Abstrak. Hiperlipidemia dapat menurunkan kualitas sperma melalui peningkatan stres oksidatif yang berdampak pada gangguan fungsi reproduksi pria. Daun Binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid dan saponin yang berpotensi memperbaiki kualitas sperma melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% daun Binahong terhadap konsentrasi dan motilitas sperma tikus putih jantan model hiperlipidemia. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan post-test only control group design. Hewan coba berupa Rattus norvegicus galur Sprague-Dawley dibagi menjadi enam kelompok dan diberikan ekstrak daun Binahong dengan dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB selama empat belas hari. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pada konsentrasi sperma (p<0,001) dan motilitas sperma (p<0,001). Dosis 150 mg/kgBB memberikan peningkatan konsentrasi sperma paling efektif dibanding kontrol negatif (p<0,001). Ekstrak etanol 96% daun Binahong secara signifikan meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma pada tikus model hiperlipidemia.
Integrasi Biomarker dan Imaging untuk Skrining Presisi Kanker Kolorektal: Tinjauan Literatur Agus Jati sunggoro; Yudhistira Hutomo
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.9800

Abstract

Abstract. Colorectal cancer is a major cause of global morbidity and mortality with a rising incidence trend. Prognosis is strongly influenced by the stage at diagnosis, making early detection through effective screening a critical strategy. Conventional screening methods including colonoscopy, flexible sigmoidoscopy, and stool-based tests have limitations regarding invasiveness, cost, and patient adherence. This narrative literature review analyzed 15 publications (2015–2025) from PubMed, SpringerLink, and MDPI to evaluate advances in screening through integration of fecal and blood-based biomarkers with modern imaging technologies. Colonoscopy remains the gold standard. Biomarker-based stool tests, particularly multitarget stool DNA, demonstrate high sensitivity for early detection. Blood-based biomarkers such as circulating tumor DNA (ctDNA) and microRNA show promise as non-invasive tools. Imaging modalities including CT colonography and capsule endoscopy enhance patient comfort. Integration of multiple modalities supports a risk-based multimodal screening approach aligned with precision medicine. The novelty of this review lies in its integrative analysis addressing resource-limited contexts. Abstrak. Kanker kolorektal merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global dengan tren insidensi yang meningkat. Prognosis sangat dipengaruhi oleh stadium saat diagnosis, sehingga deteksi dini melalui skrining yang efektif menjadi strategi kritis. Metode skrining konvensional seperti kolonoskopi, sigmoidoskopi fleksibel, dan tes feses memiliki keterbatasan terkait invasivitas, biaya, dan kepatuhan pasien. Tinjauan literatur naratif ini menganalisis 15 publikasi (2015–2025) dari PubMed, SpringerLink, dan MDPI untuk mengevaluasi perkembangan skrining melalui integrasi biomarker feses dan darah dengan teknologi pencitraan modern. Hasil menunjukkan kolonoskopi tetap menjadi standar emas. Tes feses berbasis biomarker, khususnya multitarget stool DNA, menunjukkan sensitivitas tinggi untuk deteksi dini. Biomarker darah seperti circulating tumor DNA (ctDNA) dan microRNA berpotensi sebagai alat skrining non-invasif. Teknologi pencitraan meliputi CT colonography dan capsule endoscopy. Integrasi berbagai modalitas mendukung pendekatan skrining multimodal berbasis risiko individu sesuai prinsip kedokteran presisi. Novelty tinjauan ini terletak pada analisis integratif yang mempertimbangkan implikasi penerapan pada konteks keterbatasan sumber daya. 
Gambaran Pasien Apendisitis di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2023-2024 Muhammad Syah Rizqi; Azis Beru Gani; Rezky Pratiwi L. Basri; Agung Kurniawan; Berry Erida Hasbi
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.9963

Abstract

Abstrak. Apendisitis merupakan salah satu kegawatdaruratan bedah yang sering dijumpai dan memerlukan penanganan operatif segera. Namun, karakteristik pasien apendisitis di RS Ibnu Sina Makassar periode 2023–2024 belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien apendisitis yang menjalani tindakan operatif di RS Ibnu Sina Makassar periode 2023–2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling terhadap seluruh pasien apendisitis yang menjalani operasi selama periode penelitian sehingga diperoleh 70 subjek. Variabel yang diteliti meliputi indeks massa tubuh (IMT), usia, jenis kelamin, grading apendisitis, jenis operasi, dan terapi farmakologi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki IMT normal (64,3%), berusia 20–40 tahun (38,8%), berjenis kelamin laki-laki (60,0%), dan mengalami apendisitis grading II (37,1%). Apendektomi terbuka merupakan tindakan yang paling banyak dilakukan (70,0%), sedangkan ceftriaxone tunggal menjadi terapi antibiotik terbanyak (30,0%). Disimpulkan bahwa pasien apendisitis di RS Ibnu Sina Makassar didominasi usia produktif, laki-laki, IMT normal, grading II, dengan apendektomi terbuka dan terapi ceftriaxone. Abstract. Appendicitis is one of the most common surgical emergencies requiring prompt operative management. However, the characteristics of appendicitis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar during 2023–2024 have not been comprehensively documented. This study aimed to describe the characteristics of patients with appendicitis who underwent surgical treatment at Ibnu Sina Hospital Makassar during the 2023–2024 period. A descriptive study with a retrospective approach was conducted. Samples were obtained using a total sampling technique involving all patients who underwent appendectomy during the study period, resulting in 70 subjects. The variables analyzed included body mass index (BMI), age, sex, appendicitis grading, surgical procedure, and pharmacological therapy. Data were analyzed descriptively and presented as frequency and percentage distributions. The results showed that most patients had normal BMI (64.3%), were aged 20–40 years (38.8%), were male (60.0%), and had grade II appendicitis (37.1%). Open appendectomy was the most frequently performed procedure (70.0%), while ceftriaxone monotherapy was the most commonly administered antibiotic (30.0%). In conclusion, appendicitis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar were predominantly productive-aged males with normal BMI, grade II appendicitis, treated mainly with open appendectomy and ceftriaxone therapy.
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Derajat Inflamasi Lambung Mencit Arfa Lu’lu Al Marzan; Retno Ekowati; Annisa Rahmah Furqaani
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.9975

Abstract

Abstract. Modern lifestyles with high-fat diets contribute to metabolic disorders and gastric mucosal damage. Dry intermittent fasting is thought to be able to suppress the negative effects of high-fat diets through metabolic and anti-inflammatory mechanisms. This study aims to analyze the effect of dry intermittent fasting on the microstructure of the stomach of mice (Mus musculus) fed a high-fat diet. This experimental study used a post-test only controlled group design with stored biological material in the form of 28 paraffin blocks of mouse stomach tissue from Jezmi's (2025) study, which were grouped into four treatments: no fasting with a standard diet, no fasting with a high-fat diet, dry intermittent fasting with a standard diet, and dry intermittent fasting with a high-fat diet. Fasting was performed for 14 hours/day for 30 days. Tissue preparations were stained with Hematoxylin-Eosin and observed using a light microscope to assess the condition of the mucosa, degree of inflammation, and glandular atrophy. Data analysis was performed using the Fisher Exact’s test with a 95% confidence level The results showed that dry intermittent fasting had an effect on the degree of inflammation (p=0.006). In conclusion, dry intermittent fasting had a significant effect on inflammation in the stomach by reducing the degree of inflammation in the gastric mucosa. Abstrak. Gaya hidup modern dengan konsumsi makanan tinggi lemak berkontribusi terhadap gangguan metabolik dan kerusakan mukosa lambung. Puasa intermiten kering diduga mampu menekan dampak negatif diet tinggi lemak melalui mekanisme metabolik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh puasa intermiten kering terhadap gambaran mikrostruktur lambung mencit (Mus musculus) yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain post-test only controlled groupdengan bahan biologi tersimpan berupa 28 parafin blok jaringan lambung mencit dari penelitian Jezmi (2025), yang dikelompokkan menjadi empat perlakuan: tanpa puasa dengan pakan standar, tanpa puasa dengan pakan tinggi lemak, puasa intermiten kering dengan pakan standar dan puasa intermiten kering dengan pakan tinggi lemak. Puasa dilakukan 14 jam/hari selama 30 hari. Preparat jaringan diwarnai Hematoksilin-Eosin dan diamati menggunakan mikroskop cahaya untuk menilai kondisi mukosa, derajat inflamasi, dan atrofi kelenjar. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher Exact’s dan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan puasa intermiten kering berpengaruh terhadap derajat inflamasi (p=0,006). Kesimpulannya, puasa intermiten kering memberikan pengaruh bermakna pada inflamasi di lambung dengan menurunkan derajat inflamasi di mukosa lambung.
Pengaruh Azo Terhadap Histopatologis Kandung Kemih Tikus Pada Bahan Biologis Tersimpan Hafny Afna Salsabilla; Sadeli Masria; Meike Rachmawati
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10009

Abstract

Abstract. Congo Red is a synthetic azo dye used in the textile industry with potential urogenital toxicity, linked to bladder cancer via its benzidine metabolites. This retrospective analytic observational study aimed to evaluate the subchronic toxicity of Congo Red on the histopathology of Wistar rat urinary bladders. A total of 28 tissue samples were divided into four groups: control, doses of 190 mg/kgBW, 375 mg/kgBW, and 750 mg/kgBW. Evaluations were performed using Hematoxylin-Eosin staining and a scoring system. Results showed no histopathological changes (score 0) in the control, 190, and 375 mg/kgBW groups. In the 750 mg/kgBW group, mild hyperplasia was observed in 28.6% of samples (score 1). The Kruskal-Wallis test yielded p=0.101 (p>0.05), indicating no significant difference among groups. In conclusion, subchronic exposure to Congo Red has not caused significant toxic effects on the urinary bladder. Future studies with longer exposure durations and higher doses are needed to assess its long-term carcinogenic potential. Abstrak. Congo Red adalah pewarna sintetis azo dalam industri tekstil yang berpotensi toksik terhadap organ urogenital dan memicu kanker kandung kemih melalui metabolit benzidine. Penelitian observasional analitik retrospektif ini bertujuan mengevaluasi efek toksisitas paparan subkronis Congo Red terhadap histopatologi kandung kemih tikus Wistar. Sebanyak 28 sampel jaringan dibagi menjadi empat kelompok: kontrol, dosis 190 mg/kgBB, 375 mg/kgBB, dan 750 mg/kgBB. Evaluasi menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan sistem skoring. Hasil menunjukkan kelompok kontrol, dosis 190, dan 375 mg/kgBB tidak mengalami perubahan histopatologis (skor 0). Pada dosis 750 mg/kgBB, ditemukan hiperplasia ringan pada 28,6% sampel (skor 1). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,101 (p>0,05), yang berarti tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok. Kesimpulannya, paparan subkronis Congo Red belum memberikan efek toksik signifikan pada kandung kemih. Penelitian lanjutan dengan durasi paparan dan dosis lebih tinggi diperlukan untuk menilai potensi karsinogenik jangka Panjang.
Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia) terhadap Histopatologis Pankreas Mencit Hiperglikemia Diinduksi Aloksan Haifa Sausan Subakti; Maya Tejasari; Tryando Bhatara
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10017

Abstract

Abstract. Hyperglycemia elevates blood glucose, triggering pancreatic β-cell damage in the islets of Langerhans. Alloxan is commonly used as a diabetogenic agent due to its selective β-cell toxicity through oxidative stress. Herbal plants like bitter melon (Momordica charantia) offer an alternative therapy with proven antihyperglycemic and antioxidant effects. This study aimed to analyze the effect of bitter melon extract on pancreatic histopathology in alloxan-induced hyperglycemic mice (Mus musculus). This in vivo experimental study utilized a post-test-only control group design. Thirty male Balb/c mice were divided into five groups: negative control, positive control (alloxan induction), and three treatment groups receiving extract doses of 10.5, 21, and 42 mg/kgBW. The extract was administered orally for 14 days post-induction. Histopathological examination via Hematoxylin-Eosin staining assessed the number and diameter of Langerhans islets. Results revealed a significant difference between control and treatment groups. Bitter melon extract effectively improved the size and number of Langerhans islets, thus potentially providing a protective effect against pancreatic damage. Abstrak. Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan glukosa darah yang memicu kerusakan sel β pankreas pada pulau Langerhans. Aloksan umum digunakan sebagai agen diabetogenik karena toksik selektif terhadap sel β melalui stres oksidatif. Pemanfaatan tanaman herbal seperti buah pare (Momordica charantia) menjadi alternatif terapi karena terbukti memiliki efek antihiperglikemik dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak buah pare terhadap gambaran histopatologis pankreas mencit (Mus musculus) model hiperglikemia diinduksi aloksan. Studi eksperimental in vivo ini menggunakan desain post test only control group. Sebanyak 30 ekor mencit jantan Balb/c dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (induksi aloksan), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 10,5 mg/kgBB, 21 mg/kgBB, dan 42 mg/kgBB. Ekstrak diberikan secara oral selama 14 hari pasca-induksi. Pemeriksaan histopatologis menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin untuk menilai jumlah dan diameter pulau Langerhans. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dan perlakuan. Pemberian ekstrak pare terbukti efektif memperbaiki ukuran dan jumlah pulau Langerhans, sehingga berpotensi memberikan efek protektif terhadap kerusakan pankreas.
Pengaruh Ekstrak Air Kopi Arabika pada Inflamasi Jaringan Paru Akibat Paparan Asap Rokok pada Mencit Liga Divi Andhika Pandawa; Hendro Sudjono Yuwono; Yuktiana Kharisma
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10018

Abstract

Abstract. Cigarette smoke exposure is a major risk factor for acute lung injury (ALI), characterized by increased oxidative stress and inflammatory responses in lung tissue. Arabica coffee (Coffea arabica) contains bioactive compounds, particularly chlorogenic acid, which possess antioxidant and anti-inflammatory properties. This study aimed to evaluate the effectiveness of Arabica coffee infusion in reducing the degree of lung tissue inflammation in mice exposed to cigarette smoke. This experimental study involved 30 mice divided into six groups: normal control, cigarette smoke control, dexamethasone control, and three groups receiving different doses of Arabica coffee infusion. Histopathological assessment was performed by evaluating inflammatory cell infiltration, alveolar edema, and alveolar damage. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results demonstrated a significant association between Arabica coffee administration and reductions in all inflammatory parameters (p<0.001). The treatment groups exhibited lower inflammation scores than the cigarette smoke group and showed effects comparable to dexamethasone. These findings suggest that Arabica coffee has potential as a natural protective agent against cigarette smoke-induced lung injury. Abstrak. Paparan asap rokok merupakan faktor risiko utama terjadinya cedera paru akut (acute lung injury/ALI) yang ditandai oleh peningkatan stres oksidatif dan respons inflamasi pada jaringan paru. Kopi arabika (Coffea arabica) mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama asam klorogenat, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian air kopi arabika dalam menurunkan derajat inflamasi jaringan paru mencit yang terpapar asap rokok. Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor mencit yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol asap rokok, kontrol positif deksametason, dan tiga kelompok perlakuan air kopi arabika dengan dosis berbeda. Derajat inflamasi dievaluasi secara histopatologis berdasarkan infiltrasi sel radang, edema alveolar, dan kerusakan alveolar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian air kopi arabika dan penurunan seluruh parameter inflamasi (p<0,001). Kelompok perlakuan menunjukkan skor inflamasi yang lebih rendah dibanding kelompok asap rokok dan sebanding dengan kelompok deksametason. Air kopi arabika berpotensi sebagai agen protektif alami terhadap kerusakan paru akibat paparan asap rokok.
Hubungan Klinikopatologi dengan Rekurensi Lokal Pasca Operasi Kanker Payudara Andrey Gunawan; I Wayan Sudarsa; Ketut Putu Yasa
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10513

Abstract

Abstract. Breast cancer is the most common malignancy among women and is associated with a substantial risk of local recurrence, which may adversely affect prognosis and quality of life. Identifying clinicopathological factors related to local recurrence is essential for optimizing adjuvant treatment strategies. This study aimed to evaluate the association of age, menstrual status, tumor stage, histopathological type, and immunohistochemical subtype with local recurrence following breast cancer surgery. A retrospective case-control study was conducted using medical records of patients who underwent surgery at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar, between January 2018 and September 2023, with a minimum follow-up period of 12 months. Local recurrence was confirmed through clinical, radiological, or histopathological evidence. A total of 1,538 patients were included, comprising 407 recurrence cases and 1,131 controls. Bivariate analysis was performed using the chi-square test and Odds Ratio (OR). Advanced tumor stage (OR=2.67; 95%CI: 2.01–3.67; p<0.001) and non-luminal immunohistochemical subtype (OR=2.31; 95%CI: 1.83–2.91; p<0.001) were significantly associated with local recurrence, whereas age and menstrual status showed no significant association. Abstrak. Kanker payudara merupakan keganasan tersering pada perempuan dengan risiko rekurensi lokal yang dapat memengaruhi prognosis dan kualitas hidup pasien. Identifikasi faktor klinikopatologi yang berhubungan dengan rekurensi lokal penting untuk mendukung strategi terapi adjuvan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan usia, status menstruasi, stadium tumor, tipe histopatologi, dan subtipe imunohistokimia dengan kejadian rekurensi lokal pasca operasi kanker payudara. Penelitian menggunakan desain case-control retrospektif berdasarkan rekam medis pasien yang menjalani operasi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, periode Januari 2018–September 2023, dengan tindak lanjut minimal 12 bulan. Rekurensi lokal dikonfirmasi melalui temuan klinis, radiologis, atau histopatologis. Sebanyak 1.538 pasien dianalisis, terdiri atas 407 kasus rekurensi dan 1.131 kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan stadium tumor lanjut (OR=2,67; 95%CI: 2,01–3,67; p<0,001) dan subtipe imunohistokimia non-luminal (OR=2,31; 95%CI: 1,83–2,91; p<0,001) berhubungan signifikan dengan rekurensi lokal, sedangkan usia dan status menstruasi tidak menunjukkan hubungan bermakna.

Page 13 of 13 | Total Record : 128