cover
Contact Name
Dedeh Fardiah
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrjmd@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital
ISSN : 28083067     EISSN : 27986403     DOI : https://doi.org/10.29313/jrjmd.v1i2
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian teoritik dan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Jurnalistik dan media digital. JRJMD ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6403 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 119 Documents
Pemirsa dan Tayangan "Awas 86" Karya Remotivi Tamarisky Setiawan Putra; Ferry Darmawan
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.292 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.598

Abstract

Abstract. Video essay is one of the mass media to convey a message from the producer to the audience who watched the film. However, audiences often receive the message in a different way and point of view. Audience as an active audience of course also acts as a producer of meaning. The video essay “Awas 86” is one of the shows that Remotivi uploaded to the youtube channel. This video explains the deviant function of the police. Which in the show is explained about the actions of the police who are less precise in carrying out their duties. This study aims to determine: 1) Viewers' reception in the dominant position in the "Awas 86" program by Remotivi. 2) Viewers' reception at the negotiating position in Remotivi's "Awas 86" Show. 3) Viewers' reception on opposition positions in Remotivi's "Awas 86" Show. The research method used is qualitative with reception analysis approach. While the data collection techniques were carried out by observation, interviews, group discussion forums, and literature studies. The results of this study are the viewer's reception of Remotivi's "Awas 86" program, that Remotivi's "Awas 86" is considered educating viewers, providing new knowledge and insight into mass media works, putting too much emphasis on subjectivity, and is considered to be able to lead public opinion. Other than that, the hypothetical position of viewers in Remotivi's "Awas 86" program in the dominant position is occupied by two informants, namely Ratu Nurnaeni and Heri Kasim because there is no doubt or difference in the meaning of the message in the video essay "Awas 86". In the negotiating position, one informant, namely Ferry Yogaswara, received the message conveyed by the Remotivi show but he had his own view of the police in the "Awas 86" program. And in the opposition position occupied by two informants, namely Fariz Riezky Nasrullah and Tri Nurif Hadi because the two informants did not accept the message given by the Remotivi program and had their own views on the program 86. Abstrak. Video essay merupakan salah satu media massa untuk menyampaikan pesan dari produser kepada khalayak yang menyaksikan film tersebut. Namun khalayak sering kali menerima pesan tersebut dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Pemirsa sebagai khalayak aktif tentu bertindak juga sebagai penghasil makna. Video essay “Awas 86” adalah Salah satu tayangan yang diunggah Remotivi ke kanal youtube. Video ini menjelaskan tentang penyimpangan fungsi dari polisi. Yang mana dalam tayangan tersebut dijelaskan tentang tindakan pihak kepolisian yang kurang tepat dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Resepsi pemirsa pada posisi dominan dalam Tayangan "Awas 86" Karya Remotivi. 2) Resepsi pemirsa pada posisi negosiasi dalam Tayangan "Awas 86" Karya Remotivi. 3) Resepsi pemirsa pada posisi oposisi dalam Tayangan "Awas 86" Karya Remotivi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, forum group discussion, dan studi kepustakaan. Lima informan yang terpilih akan diwawancara seputar video essay yang telah disaksikannya. Hasil dari penelitian ini yaitu resepsi pemirsa terhadap tayangan “Awas 86” karya Remotivi yaitu bahwa tayangan “Awas 86” karya Remotivi dianggap mengedukasi bagi pemirsa, memberikan pengetahuan dan wawasan baru terhadap karya media massa, terlalu mengedepankan subjektivitas, dan dianggap bisa menggiring opini publik. Selain itu, posisi hipotekal pemirsa dalam tayangan “Awas 86” karya Remotivi pada posisi dominan ditempati oleh dua informan, yakni Ratu Nurnaeni dan Heri Kasim karena tidak ada keraguan atau perbedaan makna pesan yang ada di dalam video essay “Awas 86”. Pada posisi negosiasi ditempati oleh satu informan, yakni Ferry Yogaswara karena informan tersebut menerima pesan yang disampaikan oleh tayangan Remotivi namun ia memiliki pandangan tersendiri terhadap pihak kepolisian di tayangan “Awas 86” tersebut. Dan pada posisi oposisi ditempati oleh dua informan, yakni Fariz Riezky Nasrullah dan Tri Nurif Hadi karena kedua informan tersebut sama sekali tidak menerima pesan yang diberikan oleh tayangan Remotivi dan memiliki pandangan tersendiri terhadap program 86.
Tanggapan Mahasiswa terhadap Tayangan Pemberitaan di Televisi Iffah Khoridatun Nabilah; Santi Indra Astuti
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.292 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.599

Abstract

Abstract. Along with the development of technology, communication penetrates the mass media, especially television. BeritaSatu Tv broadcasts the news of a survey with a specific theme and discusses it with experts and reviews various news, phenomena, and trends based on facts and data displayed through a series of numbers. This study aims to find out the response of Students of Journalism Fikom Unisba to the news show Fakta Data on BeritaSatu Tv. Authors use News Literacy Theory which focuses on understanding news literacy, journalism education, and other information technology. The methodology used in this study is quantitative with a descriptive approach using survey methods. The results of this study were based on questionnaires distributed to 84 respondents with 18 statements of research variables, namely The Response of Journalism students of the Faculty of Communication, Islamic University of Bandung against the news of Fakta Data on BeritaSatu Tv based on the percentage of answers related to the dimensions of News Literacy Theory in the news show Fakta Data with the total number of calculations of the entire statement from the research dimension, namely 56 students answered Agree with a percentage of 66.7% which means students of Unisba Fikom Journalism can develop a level of news literacy, and critical thinking skills to assess the credibility of information and the ability to understand the content, presentation of impressions, in the news of Fakta Data, and understand the importance of a news story and become a smarter news consumer can change the lives of individuals. Abstrak. Seiring perkembangan teknologi, komunikasi merambah pada media massa khususnya televisi. BeritaSatu Tv menyiarkan tayangan pemberitaan sebuah survei dengan tema tertentu dan mendiskusikannya dengan para pakar dan mengulas berbagai berita, fenomena, dan trend berdasarkan fakta dan data yang ditampilkan melalui sederet angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa Jurnalistik Fikom Unisba terhadap tayangan pemberitaan Fakta Data di BeritaSatu Tv. Penulis menggunakan News Literacy Theory yang berfokus pada pemahaman literasi berita, pendidikan jurnalisme, dan teknologi informasi lainnya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode survey. Hasil penelitian ini berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada 84 responden dengan 18 pernyataan variabel penelitian, yakni Tanggapan mahasiswa Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung terhadap pemberitaan Fakta Data di BeritaSatu Tv berdasarkan persentase jawaban terbanyak terkait dimensi-dimensi News Literacy Theory dalam tayangan pemberitaan Fakta Data dengan jumlah total penghitungan keseluruhan pernyataan dari dimensi penelitian, yakni 56 mahasiswa menjawab Setuju dengan persentase 66,7% yang artinya mahasiswa Jurnalistik Fikom Unisba dapat mengembangkan tingkat literasi berita, dan keterampilan berpikir kritis untuk menilai kredibilitas informasi dan kemampuan memahami isi, penyajian tayangan, dalam pemberitaan Fakta Data, dan memahami pentingnya suatu berita dan menjadi konsumen berita yang lebih cerdas dapat mengubah kehidupan individu.
Makna Voice Over dalam Pemberitaan Feature di Televisi Nova Shafira Sunarto Putri; Rita Gani
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.379 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.600

Abstract

Abstract. Voice Over or what is known as VO is being discussed a lot, not only about the profession, but also from the industry side and the various voice over techniques used. Due to this phenomenon, many ordinary people try voice over from imitating, covering, voice over. challenges on instagram. From a journalistic point of view, voice over is also used in news programs, from various types of regular news programs, this research focuses on voice over features because it has more discussion, the way it is delivered, produces more diverse news using different voice colors, with the research subject being voice actors. overfeature news tvOne. This study is entitled The Meaning of Voice Over in Television Feature Reporting. The purpose of this study is to discuss the experiences of voice over talent from the journey of becoming voice over talent to the voice over production process on tvOne, to analyze the motives for becoming voice over talent feature news on tvOne, to find the meaning of voice over on tvOne news feature, to analyze self-representation as news voice over. This study uses a qualitative research method, Alfred Schutz's phenomenological approach to answer research questions. The results of the research in the experience of news voice over on tvOne that each informant has a different experience and it has been for many years, some have previous experience because they have served in the media before, have knowledge through training, have the ability to report or deliver news. Commonly used voice over techniques include articulation, emphasize, and intonation. The motives behind the voice over tvOne news in carrying out their work are dream motives, work experience motives, and interest motives. These motives are included in the because motive or past motives. Meanwhile, future motives or in order to motives are economic motives and learning motives. The self-representation of news voice over consists of two parts, namely the front stage and the back stage. The front stage for news voice overs is when they take voice over, voice according to the character of the feature or program script, do voice acting with an informative impression. Back stage for news voice over is script discussion with producer or scriptwriter, doing script or voice character research, practicing before doing voice over take. The meaning of voice over for news voice over is divided into five categories, namely, (1) Voice over and picture shows have the same value, (2) Voice has feelings and emotions (3) Voice over as a messenger (4) Voice over to channel interest and (5) Voice over as a learning medium. Abstrak. Voice Over atau yang dikenal VO sedang banyak diperbincangkan, tidak hanya seputar profesinya saja, tetapi dari sisi industri dan berbagai teknik-teknik voice over yang digunakan, adanya fenomena ini banyak orang awam mencoba-coba voice over dari meniru, meng-cover, voice over challenge di instagram. Dari sisi jurnalistik voice over pun digunakan pada program berita, dari berbagai jenis program berita reguler, penelitian ini fokus dalam voice over feature karena lebih banyak pembahasannya, cara penyampaiannya, menghasilkan berita yang lebih beragam dengan menggunakan warna suara yang berbeda, dengan subjek penelitian pengisi voice over feature news tvOne. Penelitian ini berjudul Makna Voice Over Dalam Pemberitaan Feature Di Televisi.Tujuan penelitian ini untuk membahas pengalaman para voice over talent dari proses perjalanan menjadi voice over talent sampai proses produksi voice over di tvOne, untuk menganalisis motif menjadi voice over talent feature news di tvOne, untuk menemukan makna dari voice over pada feature news tvOne, untuk menganalis representasi diri sebagai news voice over. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi Alfred Schutz untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian dalam pengalaman news voice over di tvOne bahwa setiap informan memiliki pengalaman yang berbeda dan sudah bertahun-tahun, ada yang memiliki pengalaman sebelumnya karena pernah bertugas di media sebelumnya, memiliki ilmu melalui pelatihan, memiliki kemampuan dalam reportase atau menyampaikan berita. Teknik voice over yang umum digunakan meliputi artikulasi, emphasize, dan intonasi. Motif yang menjadi latar belakang para news voice over tvOne dalam menjalankan pekerjaannya adalah motif mimpi, motif pengalaman pekerjaan, motif minat. Motif tersebut termasuk ke dalam because motive atau motif masa lalu. Sedangkan motif masa depan atau in order to motive yaitu motif ekonomi dan motif belajar. Representasi pada diri news voice over terdiri dari dua bagian yaitu front stage dan back stage. Front stage para news voice over adalah saat melakukan take voice over, menyuarakan sesuai karakter naskah feature atau program, melakukan voice acting bersuara dengan kesan informatif. Back stage para news voice over adalah diskusi naskah dengan produser atau penulis naskah, melakukan riset naskah atau karakter suara, berlatih sebelum melakukan take voice over. Makna voice over bagi news voice over dibagi menjadi lima kategori yakni, (1) Voice over dan tayangan gambar memiliki nilai yang sama, (2) Suara memiliki rasa dan emosi (3) Voice over sebagai penyampai pesan (4) Voice over untuk menyalurkan minat dan (5) Voice over sebagai media belajar.
Penerapan Jurnalisme Advokasi di Kanal Youtube Asumsi Bagus Arya Pamungkas; Yadi Supriadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.746 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.601

Abstract

Abstract. One of the concepts of journalism that is developing today is advocacy journalism which becomes a force with an attitude to defend or something. Advocacy journalism is a journalistic concept that focuses on social issues. Advocacy journalism is an activity carried out by journalists by directing the facts of reporting results to form public opinion. Assumption as an online media is a program for its Youtube channel that creates District Assumptions with the aim of presenting news about social problems that are currently being experienced by the community and in favor of small people. The purpose of this study is to find out (1) How the Assumption online media carries out the process of reporting on the Youtube program Assumption District: Unraveling Manggarai, (2) How the production process is carried out by the District Assumption, and (3) Reasons for the District Assumption to apply Advocacy Journalism on the Assumption Youtube program. District: Unraveling Manggarai. This study uses a qualitative research method with a case study approach of Robert K. Yin. The subject of this research is the Youtube program Assumption District: Mengurai Manggarai with the object of research is the application of advocacy journalism carried out by District Assumption: Mengurai Manggarai. The results show that the process of reporting, producing, and implementing advocacy journalism in District Assumptions: Unraveling Manggarai in the application of advocacy journalism is the same as other media in general. The only thing that distinguishes it is the emphasis on news, where journalism works here to specifically discuss social issues that exist in Manggarai. Abstrak. Salah satu konsep jurnalistik yang berkembang dewasa ini adalah jurnalisme advokasi yang menjadi suatu kekuatan dengan sikap untuk membela atau menentang sesuatu. Jurnalisme advokasi merupakan sebuah konsep jurnalistik yang memfokuskan terhadap persoalan-persoalan mengenai permasalahan sosial. Jurnalisme advokasi merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan dengan cara mengarahkan fakta hasil reportase untuk membentuk opini publik. Asumsi sebagai media online membuat sebuah program untuk kanal Youtubenya yang dinamakan Asumsi Distrik dengan tujuan untuk menyajikan berita mengenai permasalahan sosial yang sedang dialami masyarakat serta berpihak kepada kaum-kaum kecil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana media online Asumsi melakukan proses peliputan pada program Youtube Asumsi Distrik: Mengurai Manggarai, (2) Bagaimana proses produksi yang dilakukan Asumsi Distrik, dan (3) Alasan Asumsi Distrik menerapkan Jurnalisme Advokasi pada program Youtube Asumsi Distrik: Mengurai Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Robert K. Yin. Subjek dalam penelitian ini adalah program Youtube Asumsi Distrik: Mengurai Manggarai dengan objek penelitiannya adalah penerapan jurnalisme advokasi yang dilakukan oleh Asumsi Distrik: Mengurai Manggarai. Hasil penelitian menunjukkan proses peliputan, produksi, dan penerapan jurnalisme advokasi pada Asumsi Distrik: Mengurai Manggarai pada penerapan jurnalisme advokasi sama seperti media yang lain pada umumnya. Hanya yang membedakan dari titik berat berita, dimana jurnalisme advokasi disini membahas secara khusus isu mengenai permasalahan sosial yang ada di Manggarai.
Makna Kasih Sayang Keluarga dalam Film Korea Ami Ainun Fahmi Rahmanda; Alex Sobur
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.699 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.602

Abstract

Abstract. Minari’s film won the Oscar award with 6 consecutive nominations and a series of other awards in other competitions. This study used a qualitative research method with John Fiske's semiotic analysis approach. The purpose of this study was to determine the reality levels, representation, and ideology in Lee Isaac Chung's Minari film. The results of the study indicate that Minari Film is represented through appearance, speech, behavior, expression and environment, which is emphasized through shooting techniques. The values of the meaning of family affection are reflected in the environment, the place of shooting, appearance and costumes, movements and expressions, words, sentences, dialogues, photo propositions, shooting angles, and narration. Abstrak. Film Minari berhasil meraih penghargaan di piala Oscar dengan 6 nominasi berturut-turut dan sederet penghargaan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika John Fiske. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui level realitas, representasi, dan ideologi dalam film Minari karya Lee Isaac Chung. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Film Minari direpresentasikan melalui penampilan, cara berbicara, perilaku, ekspresi dan lingkungan, yang dipertegas melalui teknik-teknik pengambilan gambar. Nilai-nilai makna kasih sayang keluarga tergambar melalui lingkungan, tempat pengambilan gambar, penampilan dan kostum, gerak dan ekspresi, kata, kalimat, dialog, proposisi foto, sudut pengambilan gambar, maupun narasi.
Hubungan Pemberitaan di Media Online dengan Pembentukan Opini pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung Dimas Kamaswara Putra; Aziz Taufik Hirzi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.631 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.835

Abstract

Abstract. News coverage is the latest report on important facts or opinions that are of interest to the audience and then can be disseminated through the mass media. One of them is about the political issue of the Omnibus Law which has often become news headlines in various online media in Indonesia. News coverage in the mass media has different news content, like the mass media Tempo, which presents its news with a different perspective from other mass media. This study aims to find out the relationship between news in the mass media and the formation of opinions on Unisba students in the class of 2017 and 2018. This study aims to find out how much the relationship between online media coverage and the formation of opinions on Unisba students in the class of 2017 and 2018.The method used is quantitative with correlational approach by using two variables (variable X news in online media, and variable Y opinion formation). There is also a sampling technique that he uses with slovin formula. The results showed that there was a positive relationship between the news in the online media Instagram @tempodotco and the formation of student opinion obtained a correlation coefficient of 0.489. Using the Guildford Criterion, the correlation coefficient of 0.489 is among the criteria > 0.40 - 0.70 which indicates that a fairly meaningful relationship. Abstrak. Pemberitaan merupakan laporan terkini tentang fakta atau pendapat penting yang menarik bagi khalayak kemudian dapat disebarluaskan melalui media massa. Salah satunya mengenai isu politik Omnibus Law yang kerap menjadi headline pemberitaan di berbagai media massa di Indonesia. Pemberitaan di media massa mempunyai isi berita yang berbeda-beda, layaknya media massa Tempo yang menyajikan pemberitaannya dengan perspektif yang berbeda dari media massa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pemberitaan di media online dengan pembentukan opini pada mahasiswa Unisba angkatan 2017 dan 2018. Penelitian ini menggunakan model Agenda Setting, yang menjelaskan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk memengaruhi bahkan membentuk pola pikir khalayak yang mengkonsumsi informasi. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelasional dengan menggunakan dua variable (variable X pemberitaan di media online, dan variable Y pembentukan opini). Ada pula Teknik sampling yang digunakannya yaitu dengan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif antara pemberitaan di media online Instagram @tempodotco dengan pembentukan opini mahasiswa diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.489. Dengan menggunakan Kriteria Guildford, koefisien korelasi sebesar 0,489 berada di antara kriteria > 0.40 - 0.70 yang menunjukkan bahwa Hubungan yang cukup berarti.
CXO Media sebagai Media Alternatif di Kanal Youtube Mahawar Randu; Askurifai
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.453 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.836

Abstract

Abstract. The development of the times makes everyone consume social media, social media itself is one of the online media facilities that aims to make it easier to participate, present, and many others. Youtube is an online-based application that aims to share videos. Most of the content on Youtube is personal content whose purpose is only to document their daily life. The phenomenon of using Youtube social media has become a new business field to convey information like a news program on a television station. This increasingly mushrooming usage is certainly used by media companies by creating Youtube accounts to spread them into online media. CXO Media appears to be one of the alternative media of choice for filtering incoming information. The purpose of this study, to find out the Sidak program at CXO Media as an alternative media that wraps comedy in the news broadcast program, to find out the news coverage on the Sidak CXO Media program, to determine the role of the presenter in presenting the Sidak CXO Media program. The research method used by the researcher is a qualitative method with a case study approach. Researchers chose this method and approach because of further curiosity about CXO Media which acts as an alternative media for the community by collecting data and interviews. The results of this study indicate that what is done by CXO Media is an innovation in the world of journalism, especially in Indonesia. They combine the information that has been circulating in the mainstream media and reprocess it with comedy spices and present it well, which indirectly presents Sidak's content to present Comedy Journalism which is already popular abroad. The purpose of this content can also reflect the satisfaction of the media itself before disseminating information to the audience even though there is little need for income from this content. Therefore, seeing that the first thing you are after is the happiness of the creator, this content is no doubt so entertaining and still informative. Abstrak. Perkembangan zaman membuat semua orang mengkonsumsi media soasial, media sosial sendiri merupakan salah satu sarana media online yang bertujuan untuk mempermudah berpartisipasi, menyajikan,dan masih banyak yang lainnya. Youtube merupakan sebuah aplikasi berbasis online yang bertujuan untuk berbagi video. Kebanyakan konten di Youtube merupakan konten yang bersifat pribadi yang tujuan hanya untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya. Fenomena penggunaan media sosial Youtube sudah menjadi ladang bisnis baru menyampaikan informasi layaknya program berita di sebuah stasiun televisi. Pemakaian yang semakin menjamur tersebut tentunya dimanfaatkan oleh perusahaan media dengan membuat akun Youtube untuk menyebarkan menjadi media online. CXO Media muncul menjadi salah satu media alternative pilihan untuk menyaring informasi yang masuk. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui program sidak di CXO Media sebagai media alternative yang membalut komedi di program siaran berita, untuk mengetahui pembawaan berita di program Sidak CXO Media, untuk mengetahui peran pembawa acara dalam membawakan program Sidak CXO Media. Metode penelitian yang dipakai peneliti iala metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti memilih metode dan pendekatan ini karena keingintahuan lebih jauh mengenai CXO Media yang berperan menjadi media alternative bagi masyarakat dengan cara pengumpulan data dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang dilakukan oleh CXO Media merupakan sebuah inovasi dalam dunia jurnalistik terutama di Indonesia. Mereka menggabungkan informasi yang sudah beredar di media mainstream dan kembali diolah dengan bumbu komedi dan membawakannya dengan baik yang secara tidak langsung konten Sidak mempresentasikan Jurnalisme Komedi yang sudah popular di luar negri. Tujuan konten ini juga dapat mencerminkan kepuasan si media itu sendiri sebelum menyebarkan informasi kepada khalaak walaupun adanya sedikit kebutuhanpemasukan dari konten ini. Maka dari itu melihat yang pertama kali kejar ialah kebahagiaan si pembuat tak ayal konten ini menjadi konten yang begitu menghibur dan tetap informatif. Kesimpulan dalam penelitian ini menujukan bahwa CXO Media mampu mengemaskan informasi yang formal menjadi tidak formal dalam konten Sidak juga dapat memanfaatkan platform baru untuk memberikan informasi yang dapat mengurangi penyebaran hoax.
Media Online sebagai Wadah Pemberdayaan Perempuan Angelica Pramuditha Anggraini; Kiki Zakiah Darmawan
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.526 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.837

Abstract

Abstract. In an era of increasingly sophisticated technology, media can change from print to online media, where online media has an effect on social life and environment. The discussion of online media can various, Perempuanberkisah.id makes the media a safe space for women survivors of violence, as a place for women's empowerment to eradicate gender injustice where women are more often the material of gender discrimination, both in the social environment and in the personal environment. The research method used in this study is a qualitative research method using virtual ethnographic analysis, with the symbolic interactional theory of George Herbert Mead and Herbert Blumer, the data collection techniques used are observation, documentation and in-depth interviews. The results show that based on (1) the mind at the media room level that Instagram is an online media that can be easily accessed, and media documents that show the meaning of empowerment and violence through user interaction. (2) Based on the concept of self (self) through the level of the media object, followers reflect themselves through the inspirational stories that exist in Women, (3) based on the environment (society) through the level of followers' experiences of empowerment and violence that have occurred in the virtual and real world so that followers provide safe space for survivors. Abstrak. Di era teknologi yang semakin canggih, media dapat berubah berawal melalui cetak menjadi media online, dimana media online tersebut berpengaruh pada kehidupan dan lingkungan bermasyarakat. Pembahasan media online dapat beraneka ragam, Perempuanberkisah.id menjadikan media sebagai ruang aman bagi para perempuan penyintas korban kekerasan, sebagai tempat pemberdayaan perempuan untuk menumpas ketidak-adilan gender dimana perempuan lebih sering menjadi bahan diskriminasi gender, baik di lingkungan sosial dan di lingkungan pribadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis etnografi vitual, dengan teori interaksional simbolik George Herbert Mead dan Herbert Blumer, teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan (1) pikiran (mind) pada level ruang media bahwa Instagram menjadi media online yang dapat diakses dengan mudah, dan dokumen media yang mempelihatkan bahwa pemaknaan tentang pemberdayaan dan kekerasan melalui interaksi pengguna. (2) Berdasarkan konsep diri (self) melalui level objek media pengikut merefleksikan dirinya melalui kisah inspiratif yang ada pada Perempuanberkisah (3) berdasarkan lingkungan (society) melalui level pengalaman pengikut tentang pemberdayaan dan kekerasan yang pernah terjadi di virtual maupun dunia nyata sehingga pengikut memberikan ruang aman bagi penyintas.
Male Gaze dalam Gambar Ilustrasi Berita Kekerasan Seksual di Media Online Raden Adryan Nugroho; Ratri Rizki
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.452 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.838

Abstract

Abstract. This research was motivated by the researcher's curiosity in finding out the meaning contained in the illustration image of sexual violence news in Tribun Jabar. In writing news about sexual violence, the media generally replace news photos with illustrated images. However, every time the reports on cases of sexual violence, the media are often inaccurate in the selection of these illustrated images. The illustration aspect in reporting about sexual violence is very important, because the illustration according to its function can lead the readers' imagination to see the incident. The method used in this research is qualitative with Roland Barthes' semiotic approach. The collection technique in this study is divided into two, namely premier data collection: literature study, documentation and internet sources. In addition, there is also secondary data collection: Documentation. This research tries to find out the meaning contained in the illustration image of sexual violence news at Tribun Jabar. The subjects used in this study were the online media of the Jabar Tribun, and the object of which was an illustrative image of sexual violence news published in the Jabar Tribun. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti dalam mencari tahu makna yang terkandung dalam gambar ilustrasi berita kekerasan seksual di Tribun Jabar. Dalam menuliskan berita kekerasan seksual, media pada umumnya mengganti foto berita dengan gambar ilustrasi. Namun setiap pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual, media seringkali kurang tepat dalam pemilihan gambar ilustrasi tersebut. Aspek ilustrasi dalam pemberitaan mengenai kekerasan seksual menjadi hal yang sangat penting, karena ilustrasi menurut fungsinya dapat menggiring imajinasi pembaca dalam melihat peristiwa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendektan semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu pengumpulan data premier : studiustaka, dokumentasi dan sumber internet. Selain itu, ada pula pengumpulan data sekunder : Dokumentasi. Penelitian ini mencoba mencari tahu makna yang terkandung dalam gambar ilustrasi berita kekerasan seksual pada Tribun Jabar. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, media online Tribun Jabar , serta yang menjadi objeknya adalah gambar ilustrasi berita kekerasan seksual yang dimuat dalam Tribun Jabar.
Kampanye Membangun Women Empowerment pada Akun Instagram Anisa Dwi Nanda Septiningrum; Atie Rachmiatie
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.127 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.839

Abstract

Abstract. Magdalene or magdalene.co is one of the pioneering women's online media that focuses on providing content with a critical perspective, empowering, educating, and entertaining related to issues of gender equality and feminism in Indonesia. With a research that entitled "Campaigns to Build Women Empowerment on Instagram Accounts (Qualitative Descriptive Study of Campaigns on @magdaleneid Instagram Accounts in Building Women Empowerment)" by utilizing of the Campaign Componential Model. This research aims to find out what are the campaign sources, campaign channels, campaign messages, target audience, campaign effects, campaign feedback, and campaign noise that obtained by the @magdaleneid Instagram account related to campaigns of Women Empowerment. The main focus of the speaker in this research is Hera Diani who is one of the main Founders and Managing Editor, also Siti Parhani as Digital Media Specialist from Magdalene. Data collection techniques that used in this study include structured interviews, content analysis, and literature study. Data analysis techniques that used in this research are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. Based on the results of the research, Magdalene.co website was used as a source of information for organizing campaigns, as a campaign channel it was considered more dialogic, information on campaign messages on Instagram was considered actual and varied, the wider audience became the target audience in organizing campaigns, creating engagement is one of the ways to achieve the success of the campaign effect, the emergence feedback is the of public awareness in a gender perspective, and negative prejudices that are obtained as campaign noise. Abstrak. Magdalene atau magdalene.co adalah salah satu media online perempuan perintis yang memfokuskan untuk menyediakan konten-konten dengan perspektif yang kritis, memberdayakan, mengedukasi, menghibur terkait dengan isu kesetaraan gender dan juga feminisme yang ada di Indonesia. Dengan penelitian yang berjudul “Kampanye Membangun Women Empowerment Pada Akun Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Kampanye Pada Akun Instagram @magdaleneid dalam Membangun Women Empowerment)” yaitu dengan memanfaatkan Model Komponensial Kampanye. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain yaitu untuk mengetahui apa sajakah sumber kampanye, saluran kampanye, pesan kampanye, target audiens, efek kampanye, umpan balik kampanye, serta gangguan kampanye yang diperoleh melalui akun Instagram @magdaleneid terkait dengan adanya kampanye mengenai Women Empowerment. Fokus subjek dalam penelitian ini adalah Hera Diani yang merupakan salah seorang Founder utama sekaligus Managing Editor serta Siti Parhani sebagai Digital Media Specialist dari Magdalene. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya yaitu wawancara terstruktur, analisis isi konten, serta studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini diantara lain yaitu berupa reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa website Magdalene.co digunakan sebagai sumber informasi dari penyelenggaraan kampanye, adapun sebagai saluran kampanye Instagram dinilai lebih dialogis, informasi pada pesan kampanye pada Instagram juga dinilai lebih aktual serta beragam, khalayak luas menjadi target audiens Magdalene dalam penyelenggaraan kampanye, terciptanya engagement menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan efek kampanye, munculnya umpan balik akan kesadaran masyarakat dalam berperspektif gender, serta prasangka negatif yang didapatkan dianggap sebagai salah satu bagian dari gangguan kampanye yang ada pada akun Instagram @magdaleneid.

Page 3 of 12 | Total Record : 119