cover
Contact Name
Dedeh Fardiah
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrjmd@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital
ISSN : 28083067     EISSN : 27986403     DOI : https://doi.org/10.29313/jrjmd.v1i2
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian teoritik dan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Jurnalistik dan media digital. JRJMD ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6403 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 119 Documents
Relasi Sosial-Politik Indonesia dengan Ekspresi dan Pemaknaan Cinta Ghifari, Fikrazamy; Kurnia, Septiawan Santana
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8426

Abstract

Abstract. This research is sparked by the expression and deep meaning of love influenced by a grand narrative, exploring how social environments and state systems can impact an individual's personal space. This idea is encapsulated in the lyrics of "Bertaruh Pada Api," a song by Dongker, an independent punk band from Bandung. The song broadly tells the story of feeling "defeated" by the situations and conditions encompassed within the socio-political system; however, beneath this feeling, the seeds of love grow wildly, ultimately fostering an optimistic spirit for the future. The aim of this research is to understand the denotative and connotative meanings, as well as the myths contained in the lyrics of "Bertaruh Pada Api," using qualitative research and Roland Barthes' semiotic analysis as analytical tools. The research data is obtained through literature study as references and sources for this research, along with observations made by the researcher. Abstrak. Penelitian ini dipantik dari ekspresi dan pemaknaan cinta mendalam yang dipengaruhi suatu narasi besar, bagaimana lingkungan sosial dan sistem negara dapat berdampak pada ruang personal individu. Pemikiran tersebut terkandung dalam lirik berjudul “Bertaruh Pada Api” karya Dongker, band punk independen asal Kota Bandung. Lagu ini secara garis besar menceritakan tentang perasaan “kalah” terhadap situasi dan kondisi yang terlingkup dalam sistem sosial-politik, namun di balik perasaan tersebut, benih cinta tumbuh dengan liar untuk kemudian memberikan semangat optimis akan masa depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terkandung dalam lirik lagu “Bertaruh Pada Api” dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pisau bedah analisis semiotika Roland Barthes. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan sebagai referensi dan sumber penelitian ini dan observasi dari peneliti.
Analisis Semiotika Representasi Tradisi Sunda Film Before, Now & Then (Nana) Wiradipoetra, Faidhan Nafan; Baksin, Askurifa’i
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8427

Abstract

 Abstrak. Tradisi merupakan elemen penting yang mencerminkan nilai budaya dan identitas sosial. Budaya Sunda yang berkembang di Jawa Barat kaya akan nilai-nilai tersebut. Film Before, Now & Then (Nana) menjadi media pelestarian budaya dengan menampilkan kehidupan perempuan Sunda era 1960-an melalui simbol seperti pakaian, musik, lagu, gestur, dan bahasa. Penelitian ini menyoroti bagaimana tradisi Sunda direpresentasikan dalam film tersebut serta perannya dalam mendokumentasikan, melestarikan, dan menginterpretasikan budaya Sunda dalam konteks modern, dengan relevansi pada isu universal seperti cinta, trauma, dan perjuangan hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis representasi budaya Sunda dalam film Before, Now & Then (Nana) menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan fokus pada makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif, serta metode pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sunda direpresentasikan melalui elemen budaya seperti kebaya, sanggul, gamelan, tarian Keurseus, dan bahasa Sunda yang tampil dalam aspek visual, audio, dan naratif. Representasi tersebut terbagi dalam dua kategori: (1) Tradisi Sunda dalam ranah domestik yang memperlihatkan peran perempuan melalui simbol kesopanan, kehalusan, dan ketundukan, serta (2) Tradisi Sunda dalam kehidupan sosial yang menampilkan struktur patriarki melalui norma adat, status sosial, dan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan. Abstract. Tradition is a key element that reflects cultural values and social identity. Sundanese culture, which developed in West Java, is rich in these values. The film Before, Now & Then (Nana) acts as a medium for cultural preservation by depicting the lives of Sundanese women in the 1960s through symbols such as clothing, music, songs, gestures, and language. This study explores how Sundanese traditions are represented in the film and their role in preserving and interpreting culture in a modern context, while relating to universal themes like love, trauma, and life struggles. The aim of this research is to analyze the representation of Sundanese culture in Before, Now & Then (Nana) using Roland Barthes’ semiotic theory, focusing on denotation, connotation, and myth. The study applies a constructivist paradigm, a qualitative approach, and data collection methods through observation, documentation, and literature review. Findings show that Sundanese traditions are represented through cultural elements such as kebaya, traditional buns, gamelan, Keurseus dance, and the Sundanese language, seen in visual, audio, and narrative aspects. These are divided into two categories: (1) domestic traditions highlighting women’s roles through modesty and obedience; and (2) social traditions reflecting patriarchy through customs, status, and gendered power relations.
Konstruksi Pemberitaan Pendidikan Barak Militer Siswa pada Media Tempo.Co dan Viva.Co.Id Ridho Adhi Anugrah Putra; Rakhmawati, Raesita
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8524

Abstract

Absrak. Penelitian ini menganalisis cara media massa membingkai isu pendidikan barak militer bagi siswa bermasalah melalui analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Studi ini membandingkan dua media daring, Tempo.co dan Viva.co.id, dalam memberitakan program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tempo.co mengangkat kritik terhadap kebijakan tersebut, menyoroti pelanggaran hak anak, pendekatan militeristik yang tidak sesuai dengan prinsip pendidikan, serta ketidakwenangan TNI dalam pendidikan. Sementara itu, Viva.co.id menampilkan sudut pandang yang mendukung, dengan menekankan keyakinan keberhasilan program dan upaya kolaboratif lintas pihak. Tempo mengedepankan pendekatan edukatif dan perlindungan anak, sedangkan Viva menonjolkan legitimasi program dan optimisme keberhasilan. Temuan ini menunjukkan bahwa media memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik melalui strategi framing yang digunakan, dan menegaskan pentingnya literasi media agar masyarakat mampu menilai informasi secara kritis. Abstract. This study examines how mass media frame the issue of military-style education for troubled students through the framing analysis model of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. The study compares two online media outlets, Tempo.co and Viva.co.id, in reporting on a program initiated by the Governor of West Java, Dedi Mulyadi. Tempo.co tends to highlight criticism of the policy, emphasizing violations of children's rights, the militaristic approach that is inconsistent with educational principles, and the lack of authority of the military (TNI) in the field of education. Meanwhile, Viva.co.id presents a more supportive perspective, stressing confidence in the program’s success and collaborative efforts across stakeholders. Tempo prioritizes an educational approach and child protection, while Viva emphasizes the program’s legitimacy and optimism about its success. These findings indicate that the media play an important role in shaping public perception through the framing strategies they employ, and underscore the importance of media literacy so that the public can critically assess information.
Peran Media Massa dalam Membangun Jaringan Solidaritas Terkait Konflik Sengketa Tanah Zhaliila Fatsa, Zhillan; Chatamallah, Maman
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8537

Abstract

Abstrak. Media massa berfungsi untuk menyebarluaskan informasi mengenai berbagai hal atau peristiwa dan isu yang terjadi di masyarakat, dan juga membantu publik untuk tetap menerima informasi tentang keadaan sekitar. Berbagai macam isu disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi publik, seperti pemberitaan pada akun instagram bandungbergerak.id mengenai sengketa tanah warga Dago Elos. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme media bandungbergerak.id dalam menjaring solidaritas terkait sengketa tanah warga Dago Elos, yaitu dengan memahami strategi jurnalisme advokasi yang dilakukan oleh media bandungbergerak.id di akun Instagramnya untuk menjaring solidaritas berjuang bersama mempertahankan hak atas tanah warga Dago Elos. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh dari penelitian dilakukan melalui proses wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan  dengan subjek penelitian, para redaktur media bandungbergerak.id sebagai informan utama dalam memilih dan menyebarkan konten berita kepada masyarakat terkait sengketa tanah warga Dago Elos. Abstract. The mass media functions to disseminate information about various things or events and issues that occur in society, and also helps the public to stay informed about the surrounding conditions. Various issues are presented to meet the public's information needs, such as news on the bandungbergerak.id Instagram account regarding the land dispute of Dago Elos residents. This study aims to determine the mechanism of the bandungbergerak.id media in gathering solidarity regarding the land dispute of Dago Elos residents, namely by understanding the advocacy journalism strategy carried out by the bandungbergerak.id media on its Instagram account to gather solidarity to fight together to defend the land rights of Dago Elos residents. This qualitative research uses a case study approach method. Data obtained from the study were conducted through interviews, observations, and literature studies. Interviews were conducted with research subjects, the editors of the bandungbergerak.id media as the main informants in selecting and disseminating news content to the public regarding the land dispute of Dago Elos residents.
Sentimen dan Pola Interaksi Pengguna Youtube terhadap Food Influencer Codeblu menggunakan Social Network Analysis Hartono, Jason; Astagini, Nuria
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8667

Abstract

Abstrak. Influencer kuliner Codeblu di YouTube menjadi sorotan publik akibat kontroversi etika dan gaya ulasannya. Studi ini bertujuan menganalisis sentimen pengguna media sosial youtube terkait kredibilitas influencer Codeblu, merujuk pada munculnya perdebatan tentang etika dalam ulasan makanan yang disampaikan oleh influencer tersebut. Menggunakan analisis jaringan sosial, dilakukan pengukuran terhadap komentar dan interaksi pengguna media sosial pada video di akun YouTube Codeblu dengan judul Grand hyatt carshed by Codeblu, it sting like a mother bee. Hasil pengukuran tersebut mengidentifikasi pola sentimen positif atau negatif yang diberikan pengguna media sosial Youtube terhadap Codeblu, dan terhadap kredibiltasnya sebagai food influencer. Data yang dianalisis terdiri dari 369 komentar yang telah dibersihkan dari satu konten. Hasil analisis sentimen menunjukkan dominasi persepsi negatif yang signifikan, yaitu 76% dari total komentar. Sementara itu, sentimen positif hanya mencapai 13% dan sentimen netral 11%.  Hal ini menunjukkan adanya kaitan langsung dengan rendahnya kredibilitas seorang influencer, khususnya pada aspek kepercayaan (trustworthiness) dan daya tarik (attractiveness). Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa dalam konteks video yang dianalisis, kredibilitas Codeblu sebagai food influencer berada dalam kondisi buruk. Abstract. The culinary influencer Codeblu on YouTube has drawn public attention due to controversies surrounding the ethics and style of his reviews. This study aims to analyze YouTube users’ sentiment regarding Codeblu’s credibility, referring to the debate over ethical issues in his food reviews. Using social network analysis, this research evaluates comments and user interactions on Codeblu’s YouTube video titled “Grand Hyatt crashed by Codeblu, it stings like a mother bee.” The analysis focuses on identifying patterns of positive or negative sentiment expressed by users toward Codeblu and his credibility as a food influencer. The dataset consists of 369 cleaned comments from the video. The sentiment analysis results reveal a significant dominance of negative perceptions, accounting for 76% of the total comments, while positive sentiment reached only 13% and neutral sentiment 11%. This indicates a direct connection to the influencer’s low credibility, particularly in the dimensions of trustworthiness and attractiveness. Therefore, the findings confirm that, within the context of the analyzed video, Codeblu’s credibility as a culinary influencer is in a poor state.
Komodifikasi Budaya Jawa: Representasi Seksualitas dalam Poster Film ‘Gowok: Kamasutra Jawa’ Menggunakan Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Marbun, Dewi Christina; Reza, Abu; Ahmad, Akmal
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8758

Abstract

Abstrak. Studi ini berupaya untuk menganalisis representasi seksualitas dan budaya Jawa dalam poster film “Gowok: Kamasutra Jawa” menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Poster film, sebagai teks visual, tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai cara untuk mengkonstruksi makna. Metode studi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yakni dengan melakukan observasi terhadap elemen visual dan tekstual ke dalam tiga kategori semiotika Charles Sanders Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol. Dalam melihat makna, studi juga menggunakan triangulasi teori dengan mengaitkan semiotika pada teori representasi Stuart Hall dan studi budaya Jawa. Hasil studi menunjukkan bahwa poster ini secara aktif mengkomodifikasi seksualitas dalam konteks budaya Jawa dengan memadukan unsur tradisi ”Gowok” dengan erotisme Kamasutra sebagai daya jual. Elemen visual, seperti punggung perempuan yang terbuka dan tulisan "Uncut Version 21+", dilihat sebagai upaya mengeksploitasi sensualitas sebagai strategi pemasaran. Dengan demikian, poster ini secara aktif berpotensi menyederhanakan makna ”Gowok” yang kompleks dan menempatkannya dalam bingkai komersialisasi. Abstract. This study attempts to analyze the representation of sexuality and Javanese culture in the movie poster for "Gowok: Kamasutra Jawa" using Charles Sanders Peirce's semiotic approach. The movie poster, as a visual text, serves not only as a promotional tool but also as a way to construct meaning. The research method used is a descriptive qualitative method, which involves observing the visual and textual elements and classifying them into Peirce's three categories: icon, index, and symbol. To interpret the meaning, this study also uses theoretical triangulation by linking semiotics to Stuart Hall's theory of representation and Javanese cultural studies. The research findings indicate that this poster actively commodifies sexuality within the context of Javanese culture by combining elements of the Gowok tradition with Kamasutra eroticism as a selling point. Visual elements, such as the woman's open back and the text "Uncut Version 21+", are seen as an attempt to exploit sensuality as a marketing strategy. Thus, this poster has the potential to actively simplify the complex meaning of Gowok and place it within a commercial framework.
Radio dalam Ekosistem Digital: Tinjauan Literatur atas Strategi Konvergensi Media di Lembaga Penyiaran Tradisional Prabawanti, Ida Ayu Bunga; Srikandi, Melati Budi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8760

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah dinamika industri penyiaran radio, menuntut lembaga penyiaran untuk melakukan inovasi strategi konvergensi media agar tetap relevan dan berkelanjutan di era digital. Perubahan perilaku konsumsi media yang beralih dari media konvensional ke platform digital seperti streaming, media sosial, dan aplikasi mobile mendorong radio tradisional untuk memanfaatkan berbagai saluran distribusi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data dari sumber primer dan sekunder, termasuk jurnal, artikel, dokumen resmi, dan platform digital terkait. Beberapa artikel menjadi dasar analisis untuk memahami bagaimana strategi konvergensi media diaplikasikan oleh lembaga penyiaran radio dalam menghadapi tantangan era digital. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan inovasi digital seperti streaming online, media sosial, serta penguatan konten visual dan analitik audiens secara signifikan meningkatkan aksesibilitas, partisipasi, dan loyalitas pendengar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dan penyesuaian strategi konten berbasis kebutuhan audiens menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan media radio di tengah kompetisi dan perubahan lanskap media yang cepat. Abstract. The development of digital technology has changed the dynamics of the radio broadcasting industry, requiring broadcasters to innovate media convergence strategies to remain relevant and sustainable in the digital era. Changes in media consumption behavior that shift from conventional media to digital platforms such as streaming, social media, and mobile applications encourage traditional radio to utilize various digital distribution channels. This research uses a descriptive-analytical literature study approach by collecting data from primary and secondary sources, including journals, articles, official documents, and related digital platforms. A total of three articles served as the basis of analysis to understand how media convergence strategies are applied by radio broadcasters in facing the challenges of the digital era. The results show that the implementation of digital innovations such as online streaming, social media, as well as strengthening visual content and audience analytics significantly increases listener accessibility, participation and loyalty. This finding confirms that technology integration and adjustments to content strategies based on audience needs are key factors in maintaining the sustainability of radio media amidst competition an rapid changes in the media landscape.
Pengaruh Kredibilitas Konten Berita pada Akun Instagram @bandungbergerak.id terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Dewi, Eriyanti Nurmala; Gunawan, Nur Anggraeni; Lestari, R. Anggita
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8779

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan media sosial dalam ruang jurnalistik telah menjadi fenomena baru pada praktik jurnalistik, salah satunya dalam proses penyebaran informasi. Instagram @bandungbergerak.id memanfaatkan media sosial untuk penyebaran informasi konten berita dan sebagai alat pemenuhan kebutuhan informasi bagi followersnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas konten berita akun Instagram @bandungbergerak.id terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan eksplanatif. Pada penelitian ini teori yang digunakan adalah uses and gratifications. Populasi dalam penelitian ini adalah 29.000 followers Instagram @bandungbergerak.id periode Mei –Juli 2025, dengan jumlah sampel 100 responden diambil menggunakan rumus slovin dengan error toleransi 10%. Hasil dari penelitian ini adalah kredibilitas konten berita (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi (Y) yang didapatkan melalui hasil uji t dengan membandingkan nilai thitung>ttabel yaitu sebesar 12.009>1.661. Dengan besar pengaruh variabel kredibilitas konten berita terhadap pemenuhan kebutuhan informasi sebesar 59,5% yang dijelaskan oleh sub variabel believability, accuracy, bias dan completeness, melalui hasil uji koefisien determinasi. Abstract. The use of social media in journalism has become a new phenomenon in journalistic practice, one of which is in the process of disseminating information. Instagram @bandungbergerak.id utilizes social media to disseminate news content and as a tool to fulfill the information needs of its followers. This study aims to determine the effect of the credibility of news content on the Instagram account @bandungbergerak.id on fulfilling the information needs of followers. This study uses a quantitative method with an explanatory approach. The theory used in this study is uses and gratifications. The population in this study consists of 29,000 followers of Instagram @bandungbergerak.id from May to July 2025, with a sample size of 100 respondents selected using the Slovin formula with a tolerance error of 10%. The results of this study show that the credibility of news content (X) has a positive and significant effect on the fulfillment of information needs (Y), as obtained through a t-test by comparing the t-count value > t-table, which is 12.009 > 1.661. The magnitude of the influence of the news content credibility variable on the fulfillment of information needs is 59.5%, which is explained by sub variabel believability, accuracy, bias, and completeness, through the results of the coefficient of determination test.
Headline Framing Media Daring Terhadap Pemberitaan Pidato RM BTS di APEC CEO Summit 2025 Sofyar, Clarissa Xenia; Wawan Gunawan
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i2.8794

Abstract

Abstrak. Studi ini menganalisis framing headlines pada media berita daring terkait pemberitaan pidato RM dari BTS di APEC CEO Summit 2025, sebuah momen bersejarah yang menandai pertama kalinya seorang artis K-pop berpidato di forum tingkat tinggi tersebut. Dengan menggunakan analisis kualitatif, sebanyak 30 judul berita berbahasa Inggris dari media mainstream, industri, dan hiburan dikumpulkan serta dikategorikan berdasarkan framing, nada, dan pola leksikal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya dan soft power ekonomi merupakan frame yang paling dominan, mencerminkan bagaimana pesan RM selaras dengan wacana global mengenai kreativitas, inovasi, dan pertukaran budaya. Media hiburan, sebaliknya, banyak menggunakan frame yang bersifat fan-centered dan menunjukkan sentimen emosional, menegaskan peran budaya partisipatif dalam menyebarkan narasi soft power. Analisis nada menunjukkan dominasi nada netral, tanpa adanya liputan bernada negatif. Temuan ini menyoroti sifat hybrid dari diplomasi selebritas dan memperlihatkan bagaimana selebritas diposisikan dalam ekosistem media yang saling terhubung untuk memengaruhi wacana internasional. Abstract. This study examines how online news media framed BTS RM’s keynote speech at the APEC CEO Summit 2025, an unprecedented moment marking the first time a K-pop artist addressed the high-level forum. Using qualitative content analysis, 30 English-language headlines from mainstream, industry, and entertainment outlets were collected and coded for frame categories, tone, and lexical choices. The findings reveal that cultural diplomacy and economic soft power were the dominant frames, reflecting how RM’s message aligned with broader global discourses on creativity, innovation, and cultural exchange. Entertainment outlets, however, frequently employed fan-centered and affective frames, illustrating the role of participatory cultures in shaping the circulation of soft-power narratives. Tone analysis shows a strong prevalence of neutrality, with no negative coverage detected. These results highlight the hybrid nature of celebrity diplomacy and demonstrate how cultural figures operate within interconnected media environments to influence international discourse.

Page 12 of 12 | Total Record : 119