Articles
78 Documents
Search results for
, issue
"2021: Prosiding KNM XX"
:
78 Documents
clear
PENGELOMPOKKAN JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN BURU SELATAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA TAHUN 2018 DENGAN ALGORITMA K-MEANS
Samin Radjid;
Nadia Istifarin;
Meylani Tuasella
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (928.247 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.443-450
Upaya pengendalian permasalahan jumlah penduduk dari setiap kota ataupunkabupaten menjadi salah satu tugas pemerintah di Indonesia. Setiap tahunnya peningkatanjumlah penduduk terus bertambah pesat. Undang-undang RI N0. 32 tahun 2009 tentangPerlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merumuskan bahwa lingkunganmerupakan kesatuan ruang yang semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasukdi dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup . dalamdefinisi ini terlihat jelas bahwa manusia memiliki andil yang sangat besar didalammempengaruhi keberlangsungan dan dinamika lingkungan. Dalam penelitian ini penelitimenggunakan jumlah penduduk di Kabupaten Buru Selatan berdasarkan jenis kelamin perkecamatan. Pengolahan dilakukan dengan menerapkan metode Algoritma K-Means sehinggadiperoleh Cluster 1 terdiri dari Kecamatan Namrole, sedangkan Cluster 2 terdiri dariKecamatan Kepala Madan, Leksula, Waesama, Ambalau dan Kecamatan Fena Fafan.
PENERAPAN METODE ARIMAX PADA PERAMALAN PRODUKSI DAGING SAPI DI SUKOHARJO
Fitrian Nur Ardyansyah;
Winita Sulandari;
Sugiyanto Sugiyanto
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (990.601 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.451-458
Daging sapi merupakan salah satu sumber protein kaya akan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Kebutuhan gizi dapat mempengaruhi jumlah permintaan daging sapidi masyarakat. Produksi daging sapi umumnya dipengaruhi momen atau peristiwa tertentu seperti Hari Raya Idul Adha yang erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah kurban.Penentuan Hari Raya Idul Adha tidak mengikuti kalender Masehi, tetapi berdasarkan kalender Hijriyah. Perbedaan penggunaan kalender Masehi dan Hijriyah pada suatu dataruntun waktu menyebabkan adanya efek variasi kalender. Pemodelan untuk data runtunwaktu yang mengandung variasi kalender dapat dilakukan dengan menggunakan metodeAutoregressive Integrated Moving Average Exogenous (ARIMAX). Data yang digunakan,dalam penelitian ini adalah data jumlah produksi daging sapi di Sukoharjo bulan Januari2007 sampai bulan Desember 2020. Data dibagi menjadi dua, yaitu data training sejumlah157 observasi dan data testing sejumlah 12 observasi. Variabel eksogen menggunakanvariabel dummy dua belas bulan, dummy bulan saat Hari Raya Idul Adha, dan dummy bulansetelah Hari Raya Idul Adha. Hasil analisis menunjukan model ARIMAX(1,0,1) merupakan model terbaik dengan nilai RMSE sebesar22053,11. Model ini dapat digunakan untuk memproyeksikan pola data produksi daging sapidi Sukoharjo.
KLASIFIKASI TITIK KRITIS POLINOMIAL DUA VARIABEL BERDERAJAT TIGA
Afif Humam
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2360.258 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.1-8
Jika diketahui fungsi dengan polinomial homogen derajat tiga, maka semua titik kritis tidak ada yang bersifat ekstrim (titik maksimum atau minimum). Tetapi akan berbeda jika fungsi berbentuk polinomial derajat tiga lengkap. Pada makalah ini kita akan melihat semua kemungkinan sifat dari titik kritis fungsi dua variabel tersebut jika koefisien dari polinomial tersebut berubah di bilangan real. Langkah pertama adalah menggunakan translasi dan rotasi dari koordinat sehingga bentuk polinomial derajat tiga tersebut dapat disederhanakan. Kemudian dengan menggunakan resultan dari pasangan turunan parsial pertama, kita akan dapat melihat semua kemungkinan dari titik kritis. Selanjutnya setelah semua titik kritis diperoleh, kita akan menguji sifat titik kritis tersebut.
KAJIAN KEKUATAN Z-MODUL Q SEBAGAI INSPIRASI MUNCULNYA KONSEP DAN SIFAT DALAM TEORI MODUL
Sri Wahyuni;
Yunita Septriana Anwar;
I Putu Yudi Prabhadika
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1744.076 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.9-14
Abstrak. Grup bilangan rasional (Q, +) sebagai modul atas daerah integral bilangan bulat (Z, +,˙) (Z-modul Q) merupakan contoh modul khusus yang mempunyai sifat-sifat yang unik yang sangat penting dalam munculnya konsep dan sifat dalam aljabar, khususnya dalam teori modul. Sifat yang sudah sangat dikenal adalah Z-modul Q merupakan modul torsi yang tidak bebas, dan lebih jauh modul Z-modul Q/Z merupakan modul torsi tak hingga. Dalam paper ini akan dipersentasikan hasil kajian Z-modul Q dalam kaitannya dengan struktur modul faktorisasi tunggal. Diperoleh bahwa Z-modul Q mempunyai sifat tidak memiliki elemen primitif yang kemudian berakibat dalam Z-modul Q tidak terdapat submodul siklik yang dibangun oleh suatu elemen primitif yang merupakan submodul murni. Selanjutnya akan dikaji peran Z-modul Q dalam kaitannya dengan konsep D-submodul fraksional dan konsep M -ideal fraksional dalam teori modul aritmatik. Lebih jauh akan dikaji sifat Z-modul Q dalam kaitannya dengan modul injektif dan modul miskin. Diperoleh sifat Z-modul Q mempunyai sifat keterbagian, keinjektifan, dan merupakan amplop injektif bagi setiap submodul Q. Sebagai ring, Q merupakan ring semisederhana dan Artinian sehingga setiap modul atas Q merupakan modul miskin.
GRAF PEMBAGI NOL DARI RING KOMUTATIF
Maria Vianney Any Herawati
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1013.732 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.15-20
Suatu elemen r dalam ring komutatif R, adalah pembagi nol bila ada elemen tak nol s sedemikian hingga rs = 0. Pencarian pembagi nol dalam suatu ring merupakan masalah yang penting untuk dipelajari, di antaranya untuk menentukan himpunan penyelesaian dari suatu persamaan suku banyak. Persamaan suku banyak yang sama bisa mempunyai himpunan penyelesaian yang berbeda bila dikerjakan dalam sistem bilangan yang berbeda. Secara umum, himpunan yang terdiri dari semua pembagi nol dalam R tidak dapat menjadi struktur aljabar karena belum tentu tertutup terhadap penjumlahan. Beberapa tahun ini dikembangkan suatu pendekatan dalam mempelajari himpunan pembagi nol dari ring komutatif, yang muncul dari cabang matematika yang tidak diduga yaitu teori graf, khususnya melalui graf pembagi nol dari R.
IDEAL TAK TEREDUKSI KUAT ATAS SEMIRING KOMUTATIF
Fitriana Hasnani;
Nikken Prima Puspita
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1125.632 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.21-26
Abstrak. Himpunan tak kosong yang dilengkapi suatu operasi biner yang bersifat asosiatif disebut semigrup. Setiap semigrup yang memuat elemen identitas didalamnya disebut monoid. Selanjutnya, grup adalah sebuah monoid dimana setiap elemennya mempunyai elemen invers. Setiap grup yang memenuhi sifat komutatif disebut grup komutatif. Ring (R,+,.) didefinisikan sebagai himpunan tak kosong yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu penjumlahan dan pergandaan serta memenuhi beberapa aksioma tertentu diantaranya (R,+) adalah grup komutatif, (R,.) semigrup dan (R,+,.) memenuhi hukum distributif kiri beserta distributif kanan Struktur aljabar semiring merupakan generalisasi dari ring dengan mengurangi keberadaanelemen invers pada operasi penjumlahan. Semiring disebut semiring komutatif asalkanoperasi pergandaan pada semiring bersifat komutatif. Ideal pada semiring didefinisikan dengan cara yang sejalan dengan ideal pada ring. Suatu ideal pada sebuah semiring dikatakan tak tereduksi jika ideal adalah hasil irisan antara ideal A dan B maka I=A atau I=B dan suatu ideal pada sebuah semiring dikatakan tak tereduksi kuat jika ideal adalah himpunan bagian dari hasil irisan antara ideal A dan B maka I=A atau I=B. Pada paper ini diperoleh hasil, setiap ideal tak tereduksi kuat merupakan ideal tak tereduksi.
ANALISIS KEPUASAN DAN POSITIONING SELLER E-MARKETPLACE DENGAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN BIPLOT
Farah Dibah;
Dwi Endah Kusrini
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (987.902 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.459-464
Perkembangan teknologi yang cepat dan juga adanya pembatasan sosial men-dorong banyak pelaku usaha untuk membuka toko secara online baik melalui media sosialmaupun e-marketplace. Banyaknya penjual yang puas dengan sistem yang diberikan oleh e-marketplace akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap e-marketplace tersebut.Pada penelitian ini dilakukan analisis kepuasan seller terhadap e-marketplace denganmenggunakan metode importance performance analysis untuk mengetahui tingkat kepuasanseller terhadap e-marketplace di Indonesia dan metode biplot yang dilakukan untuk menge-tahui positioning e-marketplace sesuai dengan persepsi seller mengenai kepuasan terhadape-marketplace. E-marketplace yang dianalisis pada penelitian ini yaitu e-marketplace yangpaling banyak digunakan di Indonesia yang terdiri dari Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.Berdasarkan importance performance analysis, penelitian ini menunjukkan bahwa variabelkepuasan yang harus diperbaiki oleh e-marketplace di Indonesia adalah variabel tangibles,reliability, responsiveness, dan emphaty. Berdasarkan hasil biplot, Penelitian ini menunjuk-kan hasil bahwa Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak memiliki ciri khas tersendiri pada indi-kator-indikator kepuasan dibenak seller, tetapi Shopee masih lebih unggul dibandingkandengan e-marketplace yang lainnya.
KLASTERISASI LOKASI PASAR KABUPATEN BANYUMAS GUNA MEMPERMUDAH UPTD DALAM MENGELOLA KELAS PASAR
Pradini Nurul Safitri;
Abdullah Ahmad Dzikrullah
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.391 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.465-470
Mengingat data penggolongan kelas pasar di Kabupaten Banyumas masihtergolong keliru, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap penggolongan kelas pasarsecara tepat menggunakan Algoritma C5.0. Hasil dari Algoritma C5.0 menunjukanpentingnya variabel tingkat pendapatan pasar dalam menentukan golongan kelas pasar, sertaterdapat 18 pasar di kabupaten Banyumas yang masih memiliki tingkat pendapatan pasarkurang dari atau sama dengan Rp 200.000.000 per tahun, sehingga masuk ke dalamgolongan kelas pasar III. Untuk mempermudah UPTD Pasar dalam mengelola kelas pasar,maka dibuat pengelompokan lokasi pasar yang berdekatan menggunakan K-MedoidsClustering. Hasil dari K-Medoids Clustering menunjukan bahwa UPTD Pasar Banyumas Iatau pusat klaster I bertepatan di pasar Sarimulyo yang terdiri dari 16 pasar sebagaianggotanya, UPTD Pasar Banyumas II atau pusat klaster II bertepatan di pasar Wijahanyang terdiri dari 5 pasar sebagai anggotanya dan UPTD Pasar Banyumas III atau pusatklaster III bertepatan di pasar Ajibarang yang terdiri dari 4 pasar sebagai anggoatanya.Sehingga, masing-masing UPTD Pasar dapat lebih menghemat biaya dan waktu dalammelangsungkan perjalanannya serta fokus terhadap masing-masing anggotanya, khususnyadalam pengelolaan pasar pada kelas pasar III.
KOREPRESENTASI KOALJABAR F [G]
Na’imah Hijriati;
Indah Emilia Wijayanti
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1775.147 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.33-40
Abstrak. Diberikan grup berhingga G dan lapangan F . Aljabar grup F [G] merupakan suatu ring sekaligus merupakan ruang vektor atas F . Diketahui, jika ruang vektor V atas F merupakan modul atas aljabar grup F [G] maka selalu dapat dikonstruksi suatu representasi ring F [G] terhadap V , yakni suatu homomorfisma ring dari F [G] ke ring semua tranformasi linear pada V . Lebih lanjut, diketahui juga F [G] dan ring semua transformasi linear pada V merupakan koaljabar atas F . Berdasarkan hal ini, jika suatu ruang vektor atas F merupakan komodul atas F [G] maka muncul permasalahan apakah dapat dikonstruksi suatu homomorfisma koaljabar dari F [G] ke koajabar semua transformasi linear pada ruang vektor tersebut. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan diberikan pengkonstruksian homomorfisma koajabar F [G] terhadap suatu ruang vektor atas F . Selanjutnya, homomorfisma koaljabar F [G] disebut korepresentasi koaljabar F [G] terhadap suatu ruang vektor atas F .