cover
Contact Name
Pieter Agusthinus Riupassa
Contact Email
pattimuraproceeding@gmail.com
Phone
+6285243358669
Journal Mail Official
pattimuraproceeding@gmail.com
Editorial Address
Ir. M. Putuhena Street, Kampus Unpatti, Poka-Ambon City, 97233, Maluku Province, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Pattimura Proceeding : Conference of Science and Technology
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 28293770     DOI : https://doi.org/10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX
This journal is created to archieve collection of publications from a national or international seminar at Pattimura University for Science, Technology, and Its Applications
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
Search results for , issue "2021: Prosiding KNM XX" : 78 Documents clear
HUBUNGAN SIFAT BERSIH PADA RING, MODUL, KOMODUL DAN KOALJABAR Nikken Prima Puspita; Indah Emilia Wijayanti; Budi Surodjo
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1788.359 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.41-50

Abstract

Diberikan ring komutatif R dengan elemen satuan. Ring R disebut bersih jika setiap elemennya dapat dinyatakan sebagai jumlahan elemen unit dan idempoten. Sebuah R-modul M disebut modul bersih jika ring endomorfisma dari M adalah ring bersih. Misalkan C adalah R-koaljabar yang bersifat koasosiatif dan kounital. Sebuah C-komodul M dikatakan bersih jika ring endomorfisma dari C-komodul M adalah ring bersih. Oleh karena setiap koaljabar merupakan komodul atas dirinya sendiri, koaljabar bersih didefinisikan sebagai kejadian khusus dari komodul bersih. Pada paper ini akan dilihat keterkaitan sifat bersih pada struktur ring, modul, koaljabar dan komodul.
KONTRAKSI PERTINGKATAN PADA PERTINGKATAN PAULI SL(N, C) Reynald Saputra; Gantina Rachmaputri
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1768.41 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.51-60

Abstract

Abstrak. Aljabar Lie sl(n, C) merupakan salah satu jenis aljabar Lie klasik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apa saja aljabar Lie lain yang dapat dihasilkan dari kontraksi pertingkatan aljabar Lie sl(n, C). Aljabar Lie yang diperoleh akan disebut sebagai solusi dari kontraksi pertingkatan. Secara khusus, akan ditinjau kasus pada nilai n = 3 dan pertingkatan yang ditinjau adalah pertingkatan Pauli. Pertingkatan Pauli pada sl(3, C) merupakan salah satu fine grading (pertingkatan yang terbaik) dari empat fine grading yang bisa dilakukan pada sl(3, C). Untuk kontraksi pertingkatan Pauli pada sl(3, C), terdapat 48 persamaan kontraksi yang dapat digunakan untuk memperoleh solusi dari kontraksi pertingkatan Pauli pada sl(3, C). Untuk menyelesaikan persamaan kontraksi tersebut, digunakan bantuan dari grup simetri pertingkatan Pauli sl(3, C). Di akhir, penulis memberikan sedikit hasil lain yaitu kasus ketika n = 2 dan n = 4 serta dekomposisi Levi pada kontraksi pertingkatan Pauli sl(3, C).
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Diya Kasih Puspitasari; Dwi Endah Kusrini
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.524 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.471-476

Abstract

Tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan berkinerja tinggi suatuperusahaan tidak akan dapat menghasilkan laba. Salah satu aspek yang berpengaruh dalammemaksimalkan kinerja karyawan adalah aspek psikologis dari karyawan, diantaranyaadalah motivasi intrinsik, organizational citizenship behavior (OCB), dan kepuasan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan kepuasan kerjakaryawan terhadap organizational citizenship behavior menggunakan structural equationmodelling (SEM), sehingga perusahaan dapat memaksimalkan kinerja karyawan melalui tigaaspek psikologis yang telah disebutkan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer darihasil survey secara langsung kepada karyawan di PT X sebanyak 51 karyawan. Penelitian inimendapatkan hasil bahwa semakin tinggi motivasi intrinsik yang dimiliki karyawan, makasemakin besar pula pengaruh yang diberikan terhadap rasa puas karyawan padapekerjaannya dengan pengaruh sebesar 72%. Semakin tinggi motivasi intrinsik yang dimilikikaryawan, maka semakin besar pula pengaruh yang diberikan terhadap perilaku OCBkaryawan sebesar 31%. Semakin tinggi rasa puas yang dirasakan karyawan terhadappekerjaannya, maka semakin besar pula pengaruh yang diberikan terhadap perilaku OCBkaryawan sebesar 69%.
BUKTI ALTERNATIF INTERPOLASI KOMPLEKS RUANG LEBESGUE DENGAN EKSPONEN PEUBAH Dina Nur Amalina; Denny Ivanal Hakim
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.705 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.61-66

Abstract

SEGITIGA TITIK CIRCUMCENTER PADA MODIFIKASI TEOREMA NAPOLEON Yunisa Fadhilah Hartati; Mashadi Mashadi
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.852 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.67-76

Abstract

Tulisan ini membahas tentang segitiga titik circumcenter pada modifikasi teorema napoleon yaitu jika disetiap sisi bagian luar suatu segitiga asal dibangun masing-masing sebuah segitiga sama kaki dengan tingginya dua kali tinggi segitiga sama sisi. Titik-titik circumcenter dari tiga segitiga sama kaki bagian luar tersebut akan membentuk segitiga yang baru yang sesuai dengan segitiga asalnya. Artinya jika segitiga asalnya sama kaki, maka segitiga baru yang terbentuk juga merupakan segitiga sama kaki. Kemudian jika segitiga asalnya sama sisi, maka segitiga baru yang terbentuk juga merupakan segitiga sama sisi. Selanjutnya jika segitiga asalnya sembarang, maka segitiga baru yang terbentuk juga merupakan segitiga sembarang.
FUNGSI SIMETRI TERHADAP TITIK (a; b ) DAN BEBERAPA SIFATNYA Firdaus Ubaidillah
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.775 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.77-82

Abstract

Fungsi f : R -> R dikatakan fungsi ganjil jika f(x) = f(x) untuk setiap x atau jika grafik fungsi f simetri terhadap titik asal, yakni titik (0,0). Tujuan dalam tulisan ini adalah memperkenalkan fungsi yang lebih umum dari fungsi ganjil, yang selanjutnya dinamakan fungsi simetri terhadap titik (a,b). Selain itu, tulisan ini akan membahas beberapa sifat dari fungsi simetri terhadap titik (a; b) yang diturunkan dari sifat-sifat fungsi ganjil yang telah dikenal selama ini. Beberapa hasil yang diperoleh diantaranya kombinasi linear dua fungsi simetri terhadap titik (a,b) merupakan fungsi simetri terhadap titik (a,2b), integral fungsi simetri ter-hadap titik (a; b) pada selang tertutup [a-c,a + c] bernilai 2bc untuk setiap bilangan real c, dan lain-lain.
INTERPOLASI KOMPLEKS RUANG MORREY-ADAMS DAN OPERATOR MAKSIMAL FRAKSIONAL Daniel Salim; Moch Taufik Hakiki; Denny Ivanal Hakim
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1752.766 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.83-90

Abstract

Makalah ini membahas interpolasi kompleks dari ruang Morrey-Adams. Khususnya, kami memberikan deskripsi interpolasi kompleks metode pertama dan metode kedua dari ruang ini. Bukti hasil ini menggunakan karakterisasi hasil kali Calder´on dari ruang Morrey Adams. Selain itu, kami juga membahas keterbatasan operator maksimal fraksional dari hasil kali Calder´on antara ruang Morrey- Adams dengan ruang Morrey ke ruang Morrey. Hasil pada makalah ini terkait dengan interpolasi ruang Morrey, interpolasi ruang B^u_w , dan aplikasi interpolasi kompleks pada keterbatasan operator maksimal fraksional di ruang Morrey.
SUKU BANYAK BERNSTEIN DAN OPERATOR KANTOROVICH UNTUK BEBERAPA FUNGSI YANG TIDAK KONTINU Reinhart Gunadi; Denny I. Hakim
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.128 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.135-142

Abstract

Teorema hampiran Weierstrass menyatakan bahwa setiap fungsi kontinu pada [0, 1] dapat dihampiri secara seragam oleh barisan suku banyak, salah satunya barisan suku banyakBernstein. Akan tetapi, kekonvergenan suku banyak Bernstein tidak dapat ditentukan secara umum untuk fungsi yang tidak kontinu. Oleh karena itu, hampiran untuk fungsi-fungsi yangtidak kontinu memerlukan perumuman dari suku banyak Bernstein, misalnya operator Kantorovich. Salah satu kelebihan operator Kantorovich adalah bahwa barisan suku banyak yangdibentuk oleh operator ini konvergen dalam ruang L1([0, 1]) untuk sebarang fungsi yang terintegralkan. Tujuan dari penelitian ini adalah memeriksa kekonvergenan barisan suku banyakBernstein dan operator Kantorovich untuk beberapa fungsi yang tidak kontinu seperti fungsi Dirichlet dan fungsi Thomae, khususnya kekonvergenan hampir di mana-mana dan dalamL1([0, 1]). Kedua mode kekonvergenan tersebut didemonstrasikan secara analitik dan numerik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kekonvergenan barisan suku banyak Bernstein bergantung pada ketakkontinuan fungsi yang ditinjau. Fungsi yang tidak kontinu di mana-mana tidak konvergen dalam kedua mode kekonvergenan yang diperiksa, sementara fungsi yang kontinu hampir di mana-mana masih dapat konvergen. Di lain sisi, barisan suku banyak yang dibangun oleh operator Kantorovich senantiasa konvergen hampir di mana-mana dan dalam L1([0, 1]) untuk semua fungsi yang dikaji dalam penelitian ini .
PELABELAN GRACEFUL PADA GRAF SIPUT DAN GRAF UBUR-UBUR Kevin Akbar; Kiki Ariyanti Sugeng
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.47 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.143-148

Abstract

DIMENSI METRIK LOKAL PADA GRAF FLOWER DAN GRAF GEAR KORONA GRAF LINTASAN Salma Fauziyah Ashim; Tri Atmojo Kusmayadi; Titin Sri Martini
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3415.3 KB) | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.149-154

Abstract

Misal G merupakan graf terhubung dan sederhana dengan V (G) merupakan himpunan titik. Jarak dari dua titik u dan v pada graf G merupakan panjang lintasan terpendek diantara titik u dan titik v yang dinotasikan d(u, v). Himpunan W ⊂ V (G) dan v ∈ V (G). Jika W = {w1, w2, w3, ..., wn} maka representasi dari titik v terhadap W adalah n-pasang terurut, yaitu r(v|W ) = (d(v, w1), d(v, w2), d(v, w3), ..., d(v, wn)). Suatu himpunan W disebut sebagai himpunan pembeda lokal jika r(u|W ) ̸= r(v|W ) untuk setiap pasang titik u dan v yang saling bertetangga pada graf G. Jumlah anggota minimum dari himpunan pembeda lokal disebut basis metrik lokal dari graf G dan banyaknya anggota pada basis disebut dimensi metrik lokal dari graf G yang dinotasikan diml(G). Tujuan penelitian ini yaitu mampu menentukan dimensi metrik lokal pada graf flower d an g raf g ear k orona g raf l intasan. Diperoleh hasil penelitian bahwa dimensi metrik lokal pada graf flower yaitu diml(F l n) = 3 untuk n = 3, diml(F ln) = n − 2 untuk n ≥ 4. Sementara itu, dimensi metrik lokal pada graf gear korona graf lintasan yaitu diml(Gm ⊙ Pn) = 1 untuk m ≥ 3 dan n = 1, diml(Gm ⊙ Pn) = 2m + 1 untuk m ≥ 3 dan 2 ≤ n ≤ 5, diml(Gm ⊙ Pn) = (2m + 1)⌊n+2 ⌋ untuk m ≥ 3 dan n ≥ 6.