cover
Contact Name
Eko Walujodjati
Contact Email
eko.walujodjati@itg.ac.id
Phone
+6282124588750
Journal Mail Official
konstruksi@itg.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : 14123614     EISSN : 23027320     DOI : https://doi.org/10.33364/konstruksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Kosntruksi yang dapat menampung dan mempublikasikan hasil karya penelitian, karya tulis dan pengabdian masyarakat baik mahasiswa dan dosen-dosen intern maupun dari pihak luar. Jurnal Konstruksi memberikan informasi yang diperoleh dari laboratorium dan workshop penelitian maupun dari lapangan/ studi kasus di dunia nyata dengan cakupan (Scope of Journals) bidang meliputi struktur transportasi/ infrastruktur, air, geoteknik, manajemen konstruksi, dan lingkungan. Melalui jurnal konstruksi diharapkan dapat menampung semua inspirasi bidang teknik sipil sehingga didapatkan pemecahan masalah yang dihadapi dan mampu melahirkan inovasi baru dibidangnya.
Articles 301 Documents
Pengaruh Pemakaian Agregat Kasar Ex Pecahan Keramik Terhadap Mutu Beton Moch Lukman Nul Hakim; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.285 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.898

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari setiap pembangunan tentunya tidak terlepas akan kontruksi beton. Pada umumnya bahan pembuatan beton terdiri dari air, semen, dan agregat, akan tetapi jika bahan baku tersebut terus menerus diambil dari alam ketersediaannyapun akan menurun dan berdampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu harus ada bahan lain untuk mengurangi bahan baku utama pada campuran beton, untuk mengatasi hal tersebut bisa dicoba menggunakan limbah keramik sebagai campuran untuk menggantikan sebagian dari agregat kasar normal. Penelitian ini bertujuan mencari tau pengaruh limbah ex pecahan keramik terhadap sifat-sifat beton, selain itu juga apakah limbah keramik layak digunakan sebagai campuran beton struktur. Campuran beton ini dibuat berdasarkan peraturan SNI 7656-2012. Pada penelitian ini limbah ex pecahan keramik digunakan sebahgai bahan substitusi dari agregat kasar normal dengan persentase limbah keramik 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, untuk mutu rencana beton yaitu F’c 20 MPa, dengan bentuk benda uji silinder berukuran 150 300 mm. Dari hasil penelitian dihasilkan nilai beton normal yaitu 10,895 MPa, sementara untuk nilai beton campuran limbah keramik 5% adalah 10,489 MPa, nilai tersebut menurun sebesar 3,7%. Dan untuk nilai beton campuran limbah keramik 10%, 15% dan 20% adalah 10,137 MPa, 9,371 MPa, dan 9,352 MPa, nilai tersebut kekuatannya menurun sebesar 7%, 10,7% dan 14,2% dari beton normal. Limbah keramik tidak cocok dijadikan sebagai bahan pengganti dari agregat kasar normal dan juga tidak cocok digunakan sebagai bahan campuran untuk beton struktur, dikarenakan bentuk dari limbah keramik yang pipih dan juga sifat dari limbah keramik ini sangatlah rapuh, dan permukaannya yang licin membuat daya ikat limbah keramik dengan adukan beton kurang kuat.
Pengaruh Perkuatan Beton Menggunakan CFRP Terhadap Kuat Tekan Fikri Aulia; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.684 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.899

Abstract

Beton memiliki kuat terhadap tekan, namun memiliki kelemahan yang dapat mengakibatkan beton tersebut mengalami kerusakan sebelum waktunya. Untuk meminimalisir kerusakan tersebut beton bisa diperkuat dengan menggunakan carbon fiber reinforced polymer. material ini digunakan sebagai perkuatan eksternal yang memiliki kelebihan kuat terhdap korosi, ringan, daya kuat tinggi, dan mudah diaplikasikan sesuai dengan permukaan yang akan dipasang CFRP. Penelitian dengan uji laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan beton yang di perkuat dengan menggunakan CFRP terhadap beton normal. Serta mengetahui pengaruh perbedaaan tipe pemasangan perkuatan dengan menggunakan CFRP. Ada 4 tipe perkuatan yaitu tipe 1 perkuatan 100%, tipe 2 perkuatan 75%, tipe 3 perkuatan 50%, dan tipe 4 perkuatan 25%, serta beton normal sebagai pembanding. Masing-masing setiap tipe perkuatan dibuat sebanyak 3 sampel. Metode penelitian ini adalah uji eksperimen atau percobaan, data yang didapatkan adalah data primer. Dari hasil pengujian uji kuat tekan dengan menggunakan analisa trendline, pengaruh perkuatan beton menggunakan CFRP lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, dengan nilai uji kuat tekan pada beton normal sebesar 10,67 MPa, perkuatan menggunakan CFRP tipe 1-100% sebesar 11,03 MPa, perkuatan tipe 2-75% sebesar 10,46 MPa, perkuatan tipe 3-50% sebesar 11,31 MPa, dan tipe perkuatan tipe 4-25% sebesar 9,33 MPa. Persentase peningkatan kekuatan dengan perkuatan CFRP yaitu 7% untuk perkuatan 100%, 5% untuk perkuatan 75%, 4% untuk perkuatan 50%, dan 2% untuk perkuatan 25%.
Analisis Limpasan Samping di Saluran Primer Daerah Irigasi Cimanuk Agum Gumilar; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.087 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.900

Abstract

Irigasi adalah bangunan buatan dengan tujuan untuk usaha menyediakan air, mengatur air, dan membuang air jika mengalami kelebihan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit irigasi yang dibutuhkan, debit yang tersedia di saluran irigasi, dan debit yang melimpas di Bendung Cimanuk (BCMK) 6a serta dimensi yang dibutuhkan disaluran bangunan pelimpah samping. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data curah hujan dari 3 stasiun penakar hujan yang ada di Kabupatn Garut diantaranya yaitu sta Bayongbong, sta Cisurupan dan sta Cikajang serta data Klimatologi dari stasiun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pamengpek – Garut, periode ulang 10 tahun dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2017. Metode yang digunakan dalam perhitungan debit yaitu Metode Fj Mock, Perhitungan evapotranspirasi yaitu menggunakan metode Penman, perhitungan debit andalan menggunakan probabilitas Weibull, untuk perhitungan kebutuhan air irigasi dengan memilih pola tanam dan waktu sesuai daerah irigasi Cimanuk Bayongbong. Dapat nilai debit andalan terbesar yaitu 3,85 m³/dt dibulan Februari dan debit terkecil dibulan Juli 0,06 m³/dt. Pengambilan debit air dipintu pengambilan sebesar 2,83 lt/dt/ha dengan luas 874 ha, air yang tersedia disaluran irigasi primer sebesar 6600 lt/dt, air yang melimpas sebesar 183,31 lt/dt serta dimensi saluran yang dibutuhkan yaitu sebesar 1 m tinggi muka air dari bawah saluran, 1 m lebar dasar saluran dan tinggi jagaan 0,4 m yang berbentuk trapezium.
Analisis Debit Banjir dan Penelusuran Banjir di Bendungan Cipanas Kabupaten Sumedang Amalia Naufal Qais; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.409 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.901

Abstract

Pembangunan Bendungan Cipanas terletak di Desa Cibuluh, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang serta Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bendungan Cipanas ialah upaya pengelolaan sumber energi air yang sudah direncanakan oleh BBWS Cimanuk- Cisanggarung dalam rencana pengembangan sumber energi air WS Cimanuk- Cisanggarung buat menanggulangi permasalahan banjir di Daerah Pantura. Dalam mengatasi permasalahan banjir di Wilayah Pantura dibutuhkan besarnya debit inflow dan debit outflow. Metode yang digunakan untuk mengetahui berapa besar debit inflow adalah metode HSS Nakayasu dan HSS Snyder sedangkan metode yang digunakan untuk mengetahui berapa besar debit outflow adalah metode Linear Reservoir dan Level Pool Routing. Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang didapat BBWS Cimanuk-Cisanggarung, PT. WIKA-JAKON, KSO dan PT. Raya Konsult.Penelitian ini berfokus pada debit banjir rencana untuk menghitung perencanaan dimensi pelimpah pada penelitian selanjutnya supaya debit banjir puncak tidak melimpas ke puncak Bendungan Cipanas dan penelusuran banjir rencana untuk mengetahui hubungan atas perubahan-perubahan yang terjadi baik pada debit inflow (m3/dt), volume genangan (m3/dt), dan debit outflow (m3/dt) dengan perubahan terhadap waktu. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada debit inflow menggunakan metode HSS Nakayasu pada Q1000 adalah 653.035 m3/dt dan metode HSS Snyder pada Q1000 adalah 583.106 m3/dt. Selain itu hasil dari perhitungan debit outflow dengan penelusuran banjir Q1000 metode Linear Reservoir pada HSS Nakayasu 287.99 m3/dt dan pada HSS Snyder 529.61 m3/dt. Sedangkan dengan metode Level Pool Routing pada HSS Nakayasu 38.47 m3/dt dan pada HSS Snyder mencapai 231.11 m3/dt. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa untuk perencanaan dimensi pelimpah dari debit puncak rencana maka digunakan kala ulang Q1000 tahun dengan metode dapat digunakan untuk perhitungan debit banjir di bendungan adalah HSS Snyder. Hasil tersebut menunjukan inflow lebih besar dari outflow maka pada bendungan tersebut terjadi genangan, besarnya tergantung durasi waktu yang diperhitungkan.
Pengaruh Penggunaan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus dalam Campuran Beton dengan Bahan Tambah Superplasticizer Putri Nurul Aini; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.951 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.902

Abstract

Beton merupakan material yang banyak digunakan dalam proyek konstruksi. Banyak peneliti konstruksi beton yang terus mengembangkannya dengan tujuan menghasilkan teknologi konstruksi yang sesuai, mudah dioperasikan, hemat biaya dan waktu. Dalam hal ini, untuk menyederhanakan biaya, salah satu metode alternatif yang dapat digunakan adalah dengan memberikan penambahan material dalam kadar tertentu yang akan mempengaruhi kekuatan beton.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari bahan alternatif yang dapat digunakan dalam campuran beton untuk menggantikan agregat halus yang lebih efektif dalam pembiayaan, tetapi tidak akan berpengaruh buruk terhadap kuat tekan beton dan sifat mekanik beton. Campuran komposisi beton yang digunakan merupakan campuran 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% serbuk kayu dan superplasticizer. Benda uji berupa silinder dengan 15 sampel (ukuran tinggi 30cm x 15cm) dengan mutu beton direncanakan menggunakan fc’20 selama 28 hari. Dapat dilihat dari hasil pengujian beton nilai kuat tekan pada campuran normal adalah 10,67 Mpa beton dengan campuran serbuk kayu 1% adalah 9,51 Mpa, beton dengan serbuk kayu 1,5% adalah 9,15 Mpa dan beton dengan campuran serbuk kayu 2% dan 2,5% adalah 8,79 Mpa dan 8,44 Mpa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mengganti agregat halus dengan serbuk kayu dapat menghasilkan beton dengan bobot isi ringan.
Pemanfaatan Sempadan Sungai Sebagai Ruang Terbuka Hijau Fery Safaria; Gungun Gunawan; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.72 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.903

Abstract

Kabupaten Garut merupakan daerah dengan kondisi alam yang mendasar, sungai yang melalui daerah tersebut salah satunya adalah Sungai Cimanuk yang mengalir melalui pusat kota dan membelah Kabupaten Garut menjadi beberapa bagian.Penduduk disepanjang aliran sungai Cimanuk memanfaatkan sungai tersebut untuk sumber daya pertanian dan perikanann, namun seiring perkembangan zaman salah satu bagian sungai yaitu sempadan sungai banyak di alih fungsikan. Tujuan dalam usulan penelitian ini yaitu mengkaji kelayakan sempadan sungai Cimanuk sebagai RTH ditinjau dari rancangan detail dan tata ruang Kab. Garut dan peraturan yang berlaku, dan membuat perencanaan desain RTH yang sesuai dibangun di kampung Rengganis khusunya area sungai Cimanuk sesuai dengan rancangan detail dan tata ruang Kab. Garut dan peraturan yang berlaku. Analisis deskriptif diambil dari data sekunder yang didapatkan dari pihak BPBD Kab. Garut dan data sekunder yaitu Pejabat setempat (Dinas PU) untuk mendapatkan data sebaran ruang terbuka hijau di Kab. Garut, selanjutnya dilakukan analisa deskriptif lalu dihubungkan dengan hasil analisis kualitatif untuk menguatkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Menurut Rencana Detail dan Tata Ruang (RDTR) Kota Garut yang perlu mendapat perhatian adalah perubahan pemanfaatan lahan dan lahan konservasi/ruang terbuka hijau menjadi lahan terbangun. Sesuai dengan amanat UU No. 26 Tahun 2007 Dari sisi penataan ruang, alokasi minimal RTH di suatu wilayah / kota adalah 30%, dimana 20% RTH aktif dan 10% RTH pasif. Untuk memenuhi kebutuhan RTH tersebut maka pengembangan RTH di Kota Garut diarahkan kepada penambahan RTH berupa sempadan, baik sempadan sungai maupun sempadan jalan. Maka berdasarkan rencana detail dan tata ruang (RDTR) kota Garut sempadan sungai Cimanuk bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau. RTH sempadan sungai cimanuk adalah jenis RTH fungsi tertentu yang bertujuan Perlindungan atau keamanan sarana dan prasarana, seperti melindungi kelestarian sumber daya alam, melindungi pejalan kaki atau membatasi perkembangan penggunaan lahan, agar tidak mengganggu fungsi utamanya.
Analisis Laboratorium Timbunan Tanah pada Pembangunan Jalan Alternatif Kadungora – Leles Km. 0+700 s/d 3+500 Kec. Kadungora (LPA dan LAPEN) Helfina Rahmalina; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.043 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.905

Abstract

Pembangunan jalan alternatif di Kabupaten Garut dapat meningkatkan potensi parawisata juga menunjang dalam sektor perhubungan untuk kesinambungan distribusi barang, orang dan jasa, selain itu dapat menguraikan kemacetan. Proses pengerjaan jalan alternatif pada Km. 3+275 s/d 3+350 terdapat pekerjaan timbunan tanah sehingga adanya pengendalian mutu dari hasil pengujian tanah. Hasil penelitian pada sample tanah timbunan memenuhi klasifikasi timbunan dengan memiliki low plasticity, berdasarkan indeks plastis merupakan tanah lanau berplastisitas rendah dengan sifat tanah agak kohesif dan potensi mengembang rendah, dari hasil pemadatan bahwa perkiraan kinerja timbunan “buruk sampai baik” serta batas cair kepadatan yang diijinkan dilapangan 8,2% sampai 21%, deskripsi tanah visual lanau dan lempung berpasir, berdasarkan CBR merupakan pasir campuran, pada klasifikasi tanah berdasarkan AASHTO merupaan kelompok A-2-4 dengan tingkat kegunaan sebagai subgrade “cukup baik hingga buruk” dan klasifikasi berdasarkan USDA untuk tekstur tanah pada tanah timbunan merupakan pasir bertanah liat yang mengandung clay 4,83 %, silt 13,5 %, gravel 0 % dengan gradasi baik dan sehingga dapat menggantikan tanah asli yang tidak memenuhi spesifikasi karena tanah asli pada lokasi merupakan tanah organis dengan kategori high plasticity, lempung murni yang berplastisitas tinggi dengan sifat tanah kohesif, potensi mengembang tinggi dan derajat mengembang kritis, dan kinerja timbunan “tidak memuaskan” dimana akan membahayakan bila dignakan sebagai material tanah timbunan dengan deskripsi tanah visual lanau dan lempung elastis, berdasarkan nilai CBR merupakan material lempung, pada hasil pengujian timbunan bahwa CBR dan pemadatan efesien untuk lapisan subgrade serta memenuhi pengujian kepadatan dilapangan.
Evaluasi Penanganan Dampak Lingkungan Pembangunan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung Cepi Wendiki Alamsyah; Irvan Nurawaludin; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.119 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.906

Abstract

Pembangunan Terowongan Nanjung merupakan salah satu upaya pengendalian permasalahan banjir di Sungai Citarum. Upaya untuk melaksanakan pembangunan Terowongan Nanjung yang berkelanjutan salah satunya yaitu dengan mengevaluasi serta menentukan dampak terhadap komponen lingkungan serta mengetahui penanggulangan yang tepat akibat dampak pada proyek pembangunan Terowongan Nanjung yang berlokasi di Desa Lagader Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Dalam melaksanakan penelitian evaluasi dampak lingkungan pembangunan Terowongan Nanjung, metode untuk mengevaluasi dampak serta upaya penanggulangan akibat pembangunan Terowongan Nanjung yaitu dengan metode deskriptip kualitatip. Untuk menentukan dampak besar dan penting pada tahapan prakonstruksi, konstruksi serta operasional digunakan metode matrik. Pembangunan Terowongan Nanjung menimbulkan 9 dampak terhadap komponen fisik lingkungan, yaitu alih fungsi lahan, gangguan lalu lintas, kualitas udara, kebisingan, getaran, gangguan stabilitas lereng, kualitas air tanah, run off, peningkatan laju erosi, dan peningkatan laju sedimentasi. Dalam upaya penanggulangan terdapat 3 komponen yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan penanggulangannya, komponen tersebut diantaranya komponen kebisingan yaitu perlunya pemeliharaan terhadap semua jalur mobilisasi pengangkutan material konstruksi galian untuk meminimalkan dampak kebisingan, komponen gangguan stabilitas lereng diantaranya menghindari penambahan gaya pada bagian atas lereng dan komponen peningkatan laju sedimentasi diantaranya peningkatan fungsi (filter) daerah aliran Sungai terutama di sepanjang bantaran Sungai dengan penanaman rumput rumputan dan tanaman lain yang dapat menutup rapat permukaan tanah.
Kuat Tekan Beton Substitusi Agregat Kasar Daur Ulang dan Bahan Tambah Tipe F Super Plasticizer Aprizal Fauzi; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.656 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.908

Abstract

Beton agregat kasar daur ulang (Recycled Concrete Agregate, RCA) merupakan beton dengan bahan campuran limbah dari penghancuran beton yang sudah ada sebagai pengganti agregat kasar alam, sehingga dapat mengurangi penggunaan agregat kasar alam yang berlebihan dan dapat berdampak pada lingkungan. Berdasarkan hal tersebut timbul ide memakai limbah betonlsebagai substitusi aggregat kasar daurlulang (Recycled Concrete Aggregate, RCA) dengan persentase 20%, 40%, 60% dan 80% denganlfc’ = 20 Mpa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton substitusi agregat kasar daur ulang yang menggunakan bahan tambah Tipe F (Super Plasticizer) sebanyak 30 ml setiap campurannya. Benda uji berjumlah 15 benda uji silinder dengan masing-masing 3 benda uji setiap campurannya. Agregat kasar daur ulanglberasal dari limbah beton pengujian laboratorium Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan mutu yang berbeda-beda. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 14 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata disetiap campuranya yaitu 8,12 Mpa untuk beton nomal, 7,64 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 20% + SP, 7,74 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 40% + SP, 8,49 Mpa untuk substitusi agregat kasar daur ulang 60% + SP, dan 6,79 Mpa untuk substitusi aggregat kasar daur ulang 80% + SP.
Manajemen Risiko pada Proyek Bangunan Gedung di Kabupaten Tasikmalaya Ryzki Rahardi; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.07 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.909

Abstract

Dalam setiap pelaksanan pembangunan proyek konstruksi faktor-faktor risiko yang berasal dari dalam atau dari luar bisa saja terjadi. Dimana resiko-resiko yang terjadi kemungkinan besar akan menimbulkan dampak yang berpengaruh pada produktifitas proyek, biaya dan keterlambatan pelaksanaan poyek. Penyusunan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang muncul, menganalisis faktor-faktor risiko mana yang paling dominan terjadi dan juga cara melakukan pengendalian terhadap risiko yang dominan terjadi pada pada proyek konstruksi bangunan gedung di Kabupaten Tasikmalaya. Tahap-tahap dalam penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi risiko-risiko yang relevan atau yang mungkin terjadi dengan cara studi literatur dari penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya. Hasil dari mengidentifikasi risiko-risiko dari studi litertur tersebut didapatkan 5 variabel risiko dengan 45 sub variabelnya. variabel tersebut dimasukan kedalam sebuah kuisioner untuk mana yang paling dominan terjadi dengan analisis data menggunakan metode AHP. Hasil dari Analisa data tersebut adalah didapat risiko yang paling dominan terjadi secara berurutan yaitu: (1) Risiko Teknis dengan bobot kriteria (0,224), (2) Risiko Manajemen Kontruksi bobot kriteria (0,216), (3) Risiko Force Majuere/ Keadaan Memaksa dengan bobot kriteria (0,207), (4) Risiko Pelaksanaan Kontruksi dengan bobot kriteria (0,194), (5) Risiko Manajemen Kontruksi dengan bobot kriteria (0,166). Pengendalian dilakukan pada risiko-risiko yang dominan untuk mencegah terjadinya kerugian yang semakin besar pada proyek konstruksi tersebut.

Page 6 of 31 | Total Record : 301