cover
Contact Name
Eko Walujodjati
Contact Email
eko.walujodjati@itg.ac.id
Phone
+6282124588750
Journal Mail Official
konstruksi@itg.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : 14123614     EISSN : 23027320     DOI : https://doi.org/10.33364/konstruksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Kosntruksi yang dapat menampung dan mempublikasikan hasil karya penelitian, karya tulis dan pengabdian masyarakat baik mahasiswa dan dosen-dosen intern maupun dari pihak luar. Jurnal Konstruksi memberikan informasi yang diperoleh dari laboratorium dan workshop penelitian maupun dari lapangan/ studi kasus di dunia nyata dengan cakupan (Scope of Journals) bidang meliputi struktur transportasi/ infrastruktur, air, geoteknik, manajemen konstruksi, dan lingkungan. Melalui jurnal konstruksi diharapkan dapat menampung semua inspirasi bidang teknik sipil sehingga didapatkan pemecahan masalah yang dihadapi dan mampu melahirkan inovasi baru dibidangnya.
Articles 301 Documents
Penggunaan Agregat Halus Ex Paving Block untuk Campuran Beton Aceng Nurkholis Majid; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.839 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.924

Abstract

Paving block merupakan salah satu diantara bahan konstruksi yang termasuk kedalam beton nonstruktural yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah. Dalam pengaplikasiannya paving block banyak digunakan dalam berbagai infrastruktur nonstruktural seperti jalan setapak, trotoar, tempat parkir dan sebagainya. Limbah paving block bekas banyak dijumpai diberbagai tempat dan sebagian besar di buang begitu saja di lahan terbuka dan beberapa digunakan sebagai bahan urugan. Dalam penelitian ini limbah paving block akan dijadikan sebagai bahan perubah sebahagian agregat bubuk pada racikan beton. Riset ini memiliki tujuan yakni untuk mendapati pengaruh penggunaan limbah paving block sebagai material pengganti sebahagian agregat bubuk terhadap kuat tekan beton. Kuat tekan yang direncanakan adalah 16,4 Mpa pada umur beton mencapai 14 hari. Limbah bongkahan paving block yang ada sebelumnya dikondisikan terlebih dahululu menjadi butiran agregat halus. Variasi campuran dalam penelitian ini diantaranya 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % dari agregat utama. Tiap-tiap campuran dibuat berjumlah 3 sampel uji. Selanjutnya dibuat pula sampel uji beton normal sebanyak 3 sampel sehingga total sampel uji yang dibuat sebanyak 15 sampel. Proses pencampuran menggunakan mesin pengaduk beton dilakukan sebanyak lima kali sesuai dengan jumlah variasi campuran yang direncanakan. Pada penelitian ini kuat tekan yang dihasilkan beton normal maupun beton dengan bahan substitusi agregat ex paving block diambil rata-ratanya. Kemudian hasil tersebut dievaluasi dengan pembatasan maksimal 5% dari kuat tekan rata-rata sehingga nilai powerfull untuk beton biasa didapat sebesar 10.67 MPa. Selanjutnya untuk beton dengan bahan substitusi agregat ex paving block dengan variasi campuran 5 %, 10%, 15% dan 20% nilai kuat tekan rata-rata yang didapat diantaranya 9.24 MPa, 11.04 MPa, 9.05 MPa dan 10.19 MPa. Nilai kuat tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode trendline dan menghasilkan persamaan regreasi. Dari hasil analisis tersebut didapat kuat tekan dari semua variasi campuran berturut-turut yaitu 10.26 MPa, 10.153 MPa, 10.03 MPa, 9.92 MPa dan 9.80 MPa. Nilai tersbeut menunjukan penuruan kuat tekan dengan selisih sebesar 1,1%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan agregat ex paving block untuk substitusi bahan racikan beton mampu menurunkan powerfull beton.
Analisis Sumur Resapan untuk Mencegah Banjir dan Limpasan di Wilayah Tarogong Kidul Firmansyah Firmansyah; Sulwan Permana; Mirza Fathir; Restu Fajar Gustiawan
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.985 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.925

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dengan kemajuan peningkatan insfrastuktur serta pembangunan-pembangunan yang terus terjadi. Hal ini mengakibatkan indonesia khususnya Kabupaten Garut sangat rawan terjadi banjir serta kelebihan limpasan air hujan dikarenakan lahan resapan air yang sudah berkurang akibat pembangunan yang terus menerus dilakukan. Oleh karena itu diperlukan suatu rekayasa untuk mencegah banjir tersebut salah satunya yaitu membuat sumur resapan atau yang sering disebut dengan drainase vertikal. Lokasi penelitian ini diambil pada wilayah sekitar Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dengan mengambil curah hujan dari 3 pos hujan yaitu stasiun hujan Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Garut Kota serta Kecamatan Samarang. Sedangkan untuk perencanaan sumur resapan ini mengacu pada SNI 8456 : 2017 dan SNI 03 -2453-2002. Perencanan sumur resapan ini memiliki beberapa tahap antara lain seperti menghitung curah hujan menggunakan Metode (Mononobe, Perhitungan Infiltrasi, Analisis Curah Hujan Efektif, Analisis Andil Banjir serta Menentukan Kebutuhan Sumur Resapan yang digunakan pada wilayah Kecamatan Tarogong Kidul tersebut dengan ukuran dimensi sumur resapan yang diperhitungkan. Penggunaan Sumur Resapan ini dapat mecegah terjadinya banjir atau limpasan air yang berlebih dan bisa diterapkan untuk 6 sampai 9 tahun yang akan datang). Dengan debit andil banjir sebesar 251472 m3/jam dan luas dingding sumur 9,42m2, luas alas sumur 0,785m2.
Evaluasi Struktur Atas Komponen Jalan Rel dalam Kegiatan Reaktivasi Jalur Cibatu Cikajang Mega Azahra Yusuf; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.745 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.926

Abstract

Jalur kereta Api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Cibatu dan Stasiun Cikajang panjang lintas kurang lebih 47 kilometer, dan saat ini untuk segmen antara Cibatu – Garut Kota dengan panjang kurang lebih 19 km sedang dalan proses reaktivitasi dengan struktur atas yang melewati 3 stasiun ini dilakukan dengan pergantian rel R52 dan bantalan kayu/baja dengan rel tipe R.42 dengan bantalan beton. Evaluasi komponen perkeretapian yang dipasang pada rel dengan menghitung beban dinamis menggunakan metode berikut persamaan tablot dan di bandingkan dengan komponen jalan rel terpasang Menurut standar perencanaan perkeretapian, ini diklasifikasikan menurut nilai perkeretaapian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkeretaapian diklasifikasikan menjadi tiga kategori beban dinamis 12.745,152 Kg, Untuk analisa beban cross-bearing beton produksi WIKA sudah memenuhi persyaratan, namun untuk perkeretaapian perhitungannya didasarkan pada tegangan ijin yang muncul pada pondasi perkeretaapian. = 1.16 7,943 Kg/cm2 < 1.476,3 Kg/cm2 (memenuhi syarat), adi tidak perlu ada pergantian rel karena komponen ini sudah Sesuai dengan daya dukung perlintasan KA tersebut memenuhi standar operasional pelayanan KA.
Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Perumahan Aulia Wanaraja Estate Jalan Cinunuk Wanaraja Kabupaten Garut Rizki Taopik; Adi Susetyaningsih; Ida Parida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.69 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.927

Abstract

Untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas akibat kegiatan pembangunan perumahan akibat pembangunan dan pengoperasian Perkebunan Aulia Wanaraja, perlu dilakukan analisa dampak lalu lintas (ANDALALIN), yaitu melakukan penelitian dalam bentuk penelitian dampak lalu lintas. Review dampak kegiatan konstruksi dan operasi terhadap kemacetan dan penanganannya. Mengenai penelitian ini bertujuan untuk memahami kinerja lalu lintas juga memperkirakan besarnya tarikan dan bangkitan pergerakan lalu lintas serta mencari solusi pengaruh yang diakibatkan dari pembangunan perumahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Pembangunan Perumahan Aulia Wanaraja Estate pada ruas Jalan Cinunuk Kabupaten Garut. Untuk penelitian ini digunakan data survey volume lalu lintas, kecepatan sesaat, dan keluar masuk kendaraan yang diolah menggunakan metode MKJL 1997. Hasil penelitian ini berupa berikut Kondisi kinerja ruas Jalan Cinunuk untuk 15 tahun kedepan (tahun 2035) setelah berdirinya Perumahan Aulia Wanaraja Estate yang menimbulkan tarikan 105 kend/jam ditambah dengan proyeksi pertumbuhan kendaraan sebesar 4,04 % menunjukkan kondisi lalu lintas yang stabil dimana nilai DS 0,50 < 0,8 dengan tingkat pelayanan jalan C.
Pengaruh Interval Pembilasan Terhadap Dimensi Kantong Lumpur Bendung Copong Kabupaten Garut Irgi Agustian; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.782 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.928

Abstract

Bendung Copong terletak di Desa Sukasenang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bendung Copong merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong dengan luas 5.313 hektare, yang memiliki sumber air dari aliran sungai Cimanuk. Bendung Copong mempunyai bangunan kantong lumpur yang berfungsi untuk mengendapkan sedimen yang terbawa oleh aliran air sungai ke intake. Perhitungan yang dilakukan mencakup perhitungan dimensi kantong lumpur, waktu/interval pembilasan, serta keefektifan kantong lumpur. Dimensi kantong lumpur dihitung berdasarkan debit aliran, konsentrasi sedimen, ukuran butir sedimen, serta berpedoman pada kriteria perencanaan bangunan utama KP-02. Interval pembilasan dapat diketahui dengan mengetahui volume endapan serta kapasitas desain kantong lumpur, yang selanjutnya dapat diketahui efektifitas dari kantong lumpur dari perhitungan dan data-data yang sudah ada. Dari hasil perhitungan, menggunakan metode Meyer Petter Muller didapat nilai angkutas sedimen dasar sebesar 22,8 m3/hari, dan konsentrasi sedimen sebesar 272 mg/l. Dengan asumsi bahwa kantong lumpur harus di bilas setiap 2 (dua) minggu sekali, Volume kantong lumpur bendung Copong adalah 950,74 m3, dimensi kantong lumpur, panjang 115 m, lebar 8 m, dan kedalaman 1,3 m, kemiringan kantong lumpur 0.00553 Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan dimensi kantong lumpur yang direncanakan berdasarkan volume sedimen yang didapat, kantong lumpur diharuskan dibilas atau dibersihkan dengan waktu atau interval 14 hari sekali supaya sedimen tidak menumpuk dan mengalir ke saluran primer jaringan irigasi.
Analisis Daya Dukung dan Penurunan Pondasi Bored Pile Menggunakan Nilai Standard Penetration Test (SPT) pada Proyek Pembangunan Kereta Cepat Indonesia China Muchammad Ramdhany; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.15 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.929

Abstract

Pondasi tiang bor merupakan bagian dari struktur yang memberikan beban ke tanah dan batuan di bawahnya. Energi dukung beban yang diijinkan pondasi harus lebih besar dari beban yang bekerja pada pondasi, baik statis maupun dinamis, susut yang diakibatkan oleh beban tidak boleh melewati susut yang ditetapkan. Hasil dan tinjauan penelitian adalah perhitungan energi dukung pondasi tiang bor dengan metode Mayerhoff diameter 100 cm sebesar 25257,54 kN, dan diameter 120 cm sebesar 34439 kN sedangkan dengan metode Reese & Wright pondasi diameter 100 cm sebesar 16329,12 kN, dan diameter 120 cm sebesar 19876,32 kN, dan yang terakhir dengan menggunakan metode O’Neil dan Reese pondasi diameter 100 cm sebesar 18025,03 kN, dan diameter 120 cm sebesar 22318,3kN. Dari hasil pembahasan tiga metode daya dukung tersebut didapatkan nilai Qu optimis dari metode mayerhoff. Sedangkan untuk pembahasan penurunan pondasi bored pile metode Vesic diameter 100 cm sebesar 59,21 < 100 mm, dan diameter 120 cm sebesar 97,5 120 mm. Setelah perhitungan penurunan tersebut selesai dinyatakan bahwa penurunan pondasi bored pile yang terjadi di kedua diameter bored pile 100 cm dan 120 cm pada titik aman.
Analisis Lentur dan Geser Balok Beton Bertulang Profil Baja Canai Dingin Dede Yusup Solehudin; eko walujo djati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.137 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.930

Abstract

Baja canai dingin pada beton bertulang merupakan alternatif pengganti tulangan baja konvensional. Tulangan beton dengan baja canai dingin ini dimaksudkan agar bisa lebih besar menahan gaya lentur yang bekerja pada sebuah struktur. Salah satu struktur yang menerima beban cukup besar adalah struktur balok. Dimana beban didistribusikan pertama kali melalui balok sebelum ke kolom lalu berakhir di pondasi. Oleh karena itu, maksud dan tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis perhitungan kemampuan antara balok beton bertulang baja konvensional dan balok beton bertulang baja canai dingin dalam menahan gaya lentur dan gaya geser. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, karena penelitian yang dilakukan merupakan uji numerikal kekuatan gaya beton bertulang sesuai standar yang mengacu pada SNI. Dengan preliminary design yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, didapatkan hasil penelitian bahwa beton bertulang baja canai dingin lebih unggul dibanding baja konvensional dalam hal menahan gaya lentur balok. Perbedaan yang ditunjukkan cukup signifikan karena selisih perbandingan yang dihasilkan 38,5%. Sedangkan untuk gaya geser digunakan dua metode perhitungan yaitu sengkang untuk tulangan baja konvensional dan pelat kopel untuk tulangan baja canai dingin. Hasil penelitian menunjukan bahwa jarak sengkang dan jarak pelat kopel tidak dapat di samakan, karena terdapatnya perbedaan metode yang digunakan. Oleh karena itu, gaya geser tidak dapat menentukan tulangan mana yang dapat menahan kapasitas beban yang unggul.
Efisiensi Cara Kerja Bendung Copong Kabupaten Garut Ryan Rusdiana; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.829 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.939

Abstract

Cara kerja suatu bendung merupakan salahsatu rangkaian atau proses untuk menjadikan sistem bendung dapat berjalan dengan fungsinya dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Bedung Copong. Air dari Bendung Copong ini digunakan untuk mengairi lahan pertanian daerah Leuwigoong seluas kurang-lebih 5313 ha dengan luas daerah aliran sungai (DAS) 516 km2. Untuk mengingat fungsi yang vital dari satu kesatuan bangunan Bendung mulai dari Pintu Air Banjir (Floodway Gate) bangunan ini memiliki 3 jumlah pintu yang masing-masing lebar 12,5 m dan tingginya 3,5 m fungsi dari pintu air banjir tersebut adalah untuk membendung aliran sungai Cimanuk. Pintu Pembilas / Penguras (Scouring Gate) pada bangunan ini terdapat satu unit pintu yang mempunyai lebar 5 m dan tinggi 8 m (termasuk pintu atas dan pintu bawah) pintu air pembilas terdiri dari dua bagian daun pintu, daun pintu bagian atas digunakan untuk mengatur tinggi permukaan air dan membuang sampah yang hanyut dan pintu bagian bawah digunakan untuk membuang endapan yang terjadi pada saluran pembilas. Pintu Pemasok / Pengambil (Intake Gate) untuk bangunan ini memliki 3 jumlah pintu yang masing-masing lebar 3 m dan tinggi 1,3 m pintu air pemasok terdiri dari tiga set pintu yang digunakan untuk daerah irigasi Leuwigoong. Kantong Lumpur bangunan ini memiliki 3 saluran yang masing-masing salurannya dengan lebar 10 m panjang 118 m bangunan ini berfungsi untuk menggerakan angkutan sedimen dasar dan layang terutama fraksi pasir dan yang lebih besar. Bangunan Pelengkap pada Bendung Copong ini berfungsi untuk keperluan bendung serta bangunan-bangunan diatas supaya pengoperasian Bendung Copong berjalan dengan maksimal.
Pengaruh Fly Ash Terhadap Permeabilitas Beton Rosi Mutiara Sya'bani Sumarna; eko walujo djati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.893 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.944

Abstract

Di Indonesia kerap terjadi bencana yang bisa menyebabkan beberapa dampak yang merugikan, seperti banjir. Kerugian yang diakibatkan oleh banjir ini bukan hanya dari segi finansial, namun bisa sampai merenggut nyawa. Untuk mengurangi resiko tersebut, diperlukan peran dari berbagai pihak. Dalam bidang konstruksi misalnya yaitu dengan mengganti permukaan kedap air menjadi permeable (mampu menyerap air). Beton sendiri adalah salah satu konstruksi yang sering diaplikasikan pada area permukaan. Beton yang memiliki kemampuan permeabilitas tinggi akan mampu menyerap air secara maksimal sehingga akan mengurangi genangan yang terjadi pada permukaan yang dicor. Bahan yang mampu menambah penyerapan air dalam campuran beton yaitu abu terbang. Presentase abu terbang yang akan digunakan pada percobaan ini yaitu sebesar 0%, 20% dan 40% sebagai bahan pengganti cementitious. Selanjutnya dilaksanakan pengujian beton dengan umur perawatan 7 dan 28 hari. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh abu terbang terhadap kelayakan beton ditinjau dari kemampuan menyerap airnya dan kemampuan tekan pada beton itu sendiri. Dapat diketahui bahwa kemampuan tekan dan kemampuan permeabilitasnya memiliki variasi yang tidak seragam pada variasi campuran yang telah direncanakan. Nilai koefisien permeabilitas tertinggi ada pada variasi campuran beton dengan penambahan fly ash sebesar 40% yang bisa dikategorikan sebagai beton dengan kemampuan permeabilitas yang lambat berada diantara 0,13 – 0,51 cm/jam. Sedangkan untuk kemampuan tekannya, nilai tertinggi ada pada variasi campuran beton normal umur perawatan 28 hari yaitu 16,31 MPa.
Karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin Bergradasi Rapat Type III dan Type IV Subhan Mulyana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.308 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.945

Abstract

Campuran aspal emulsi adalah salah satu jenis campuran dalam perkerasan lentur yang dalam proses pencampurannya pada kondisi dingin dan penggunaannya sering digunakan sebagai bahan pemeliharaan jalan yang berlubang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai stabilitas marshall dan modulus elastisitas dari campuran emulsi bergradasi rapat type III dan type IV dengan memakai aspal emulsi CSS-1h. Proses dalam penelitian ini di Uji Laboraturium ITB. Agregat hasil produksi pemecah Batu Jajar. Hasil pengujian karakteristik Marshall pada campuran aspal emulsi bergradasi rapat type III dan type IV menunjukan bahwa campuran masih memenuhi kinerja karakteristik Marshall yang disyaratkan dalam spesifikasi khusus Bina Marga. Stabilitas tertinggi didapat 1.103,72 kg untuk CEBR type III dan 980,20 kg untuk CEBR type IV. Sedangkan nilai modulus elastisitas pada kondisi kering untuk CEBR type IV lebih baik dari CEBR type III tetapi pada kondisi rendaman untuk CEBR type III lebih baik dari VEBR type IV.

Page 8 of 31 | Total Record : 301