cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 183 Documents
Asuhan kebidanan kehamilan dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil pada trimester ke III Hasanah, Noer Ita Faismatul; Pramudita, Merisa; Nurvitasari, Rifzi Devi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  ibu hamil memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan sejumlah perubahan yang terjadi pada dirinya. Pasalnya, perubahan tersebut seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan cemas pada beberapa besar ibu hamil. Tujuan: dilakukan studi kasus untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan ketidaknyamanan sering buang air kecil. Metode: studi kasus. Pengumpulan data dengan metode observasi, pemeriksaan fisik dan wawancara. Hasil: dengan mengumpulkan beberapa data baik subyektif maupun obyektif, penulis mendapatkan diagnosis sebenarnya sebagai G2P10001, usia kehamilan 39 minggu, punggung kiri, presentasi kepala, intrauteri, tunggal, hidup, kondisi ibu dan janin baik. Dengan mengumpulkan banyak data baik subyektif maupun obyektif, penulis telah menegakkan diagnosis sebenarnya sebagai G2P10001, usia kehamilan 39 minggu, punggung kiri, persen kepala, intrauteri, tunggal, hidup, kondisi ibu dan janin baik. Masalah sebenarnya yang dicatat adalah rasa tidak nyaman akibat sering buang air kecil. Simpulan: Masalah yang sebenarnya dicatat adalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh frekuensi buang air kecil, dan tidak ada kesenjangan yang ditemukan antara teori dan praktik dalam pelaksanaan layanan antenatal di PMB Asmak Mukhayah, yang sudah sesuai dengan standar teoretis minimum 10 T.
Hubungan pola makan dengan status gizi pada remaja Desa Babah Krueng Kecamatan Sawang Kabupaten Bireuen Suaibah, Suaibah; Malia, Anna; Raudhati, Sri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, jadi pada masa remaja ini manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat juga disebut sebagai anak-anak. Menurut WHO di Inggris prevalensi gizi lebih dialami oleh remaja pria 22% dan 23% pada wanita. Prevalensi gizi seimbang sebesar (9,4%). Data Indonesia menunjukkan bahwa banyak remaja dan dewasa yang melewatkan sarapan sebesar 17% dan 13% tidak sarapan setiap hari. Tujuan penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi remaja di posyandu remaja desa Babah Krueng. Metode: penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 128 orang. Jumlah sampel sebanyak 85 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pola makan (food recall) dan pengukuran berat badan, tinggi badan berdasarkan IMT/U. Hasil: hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas remaja dengan pola makan kurang (44,7%) dengan status gizi kurus sebanyak 47 remaja (55,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi remaja (p-value 0,000). Simpulan: Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi remaja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk pola makan yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi risiko mengalami status gizi kurang.
Hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA pada ibu hamil KEK di Puskesmas Martapura 1 Septiana, Wahyu; Istiqamah, Istiqamah; Dona, Sister; Mariana, Frani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kekurangan energi kronis (KEK) dapat meningkatkan risiko ibu untuk mengalami penyulit persalinan atau melahirkan bayi dengan gangguan tumbuh kembang. Prevalensi kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Martapura 1 mengalami peningkatan dalam 1 tahun terakhir yaitu pada tahun 2023 sebesar 10,44% dan pada tahun 2024 sebesar 13,22%. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program pengentasan masalah KEK yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan penelitian: Menganalisis hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA pada ibu hamil KEK di Puskesmas Martapura 1. Metode: Penelitian kuantitatif berjenis analitik korelasional dengan rancangan retrospektif ini dilakukan pada data sekunder 187 ibu hamil KEK periode 1 Januari–31 Desember 2024 di Puskesmas Martapura 1 yang diambil secara total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyalin data laporan Puskesmas ke dalam lembar checklist. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas ibu hamil KEK tidak diberikan PMT (51,9%), memiliki LILA yang naik (48,1%) dan ada hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA (p = 0,000). Simpulan: Pemberian makanan tambahan harus dioptimalkan selama 120 hari pada ibu KEK. Pemanfaatan bahan pangan lokal, kerjasama lintas sektor, dan penggunaan media kalender “Steril KEK” diperlukan sebagai upaya meningkatkan LILA pada ibu hamil yang tidak mendapatkan PMT.