cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 168 Documents
Hubungan berat lahir dan frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di Desa Pegadingan Apriyanti, Ika; Jumiati, Jumiati; Judatya, Mitsalina Durrah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.268

Abstract

Latar belakang: Stunting pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangnya pola pengasuhan yang baik, penggunaan air yang tidak higienis, lingkungan yang kurang mendukung kesehatan, keterbatasan akses terhadap sumber pangan dan kondisi kemiskinan. Secara spesifik, risiko stunting dapat dimulai sejak masa kehamilan. Status gizi ibu sebelum maupun selama hamil memengaruhi perkembangan janin. Kekurangan gizi pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah yang merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting. Tujuan penelitian:  Menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Desa Pegadingan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 400 balita dengan sampel sebanyak 80 responden yang diperoleh melalui teknik Accidental Sampling. Hasil: Tidak terdapat hubungan antara berat lahir dan kejadian stunting dengan nilai p sebesar 0,08 (p 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian stunting dengan nilai p 0,05 yaitu 0,02. Analisis statistik menunjukkan bahwa frekuensi kunjungan ANC yang tidak lengkap memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting. Nilai Odd Ratio (OR) sebesar 3,18 mengindikasikan bahwa responden dengan frekuensi kunjungan ANC yang tidak lengkap memiliki peluang 3,18 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan dengan responden yang kunjungan ANC-nya lengkap. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara berat lahir dengan kejadian stunting namun terdapat hubungan signifikan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian stunting.
Hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswa S1 Psikologi Unisa Yogyakarta Hasanah, Atin Zulfarida; Ningsih, Sri Ratna
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.260

Abstract

Siklus menstruasi adalah proses perubahan hormone yang terus-menerus mengarah pada pembentukan endometrium,ovulasi, serta peluruhan dinding jika kehamilan tidak terjadi, Stres menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi karena stress menyebabkan gangguan hormon Luteinizing Hormon dan Follicle Stimulating Hormone, sehingga tidak terjadi perkembangan sel telur, sehingga hormon estrogen dan progesteron juga tidak akan terbentuk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Psikologi Unisa Yogyakarta. Metode penelitian analitik cross sectional dengan data primer berupa quesioner. Analisa data menggunakan uji sperman rank, Teknik pengambi sampel yaitu menggunakan Simple Random Sampling dengan populasi sebanyak 93 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat stres normal sebanyak 37 mahasiwi (39,8%) dan siklus mentruasi teratur sebanyak 67 (72%). Tidak ada hubungan yang signifikasi antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi, dikarenakan hasilnya lebih dari (0,05) yaitu (0,255). Mahasiwi S1 Psikologi Unisa Yogyakarta karna didapatkan tingkat stress dalam katogori normal dan gangguan siklus menstruasi normal, tetapi pada status gizi dalam kategori kurus,diharapkan untuk mahasiswi memperhatikan pola makanan yang dikonsumsi hindari memakan junk food, makanan cepat saji, konsumsi makanan dengan gizi yang baik agar status gizi normal.
Hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri program studi kebidanan program sarjana di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Rahmah, Rahimatur; Anjarwati, Anjarwati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.262

Abstract

Latar belakang: Permasalahan remaja di dunia di antaranya adalah seputar permasalahan mengenai gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi seperti lamanya siklus menstruasi bisa menimbulkan penyakit kronis. Perbedaan panjangnya pola siklus menstruasi antar wanita yang biasanya disebabkan karena tidak seimbangnya hormon estrogen, progesteron, LH dan FSH karena suatu penyakit, status gizi maupun stres.Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Responden dalam penelitian ini adalah remaja putri Program Studi Kebidanan Program Sarjana di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 87 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Berdasarkan uji statistik Spearman rank menunjukkan bahwa adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi, diperoleh hasil dengan nilai signifikan yaitu p=0,001 dan nilai koefisien sebesar r=0,356. Simpulan: Ada hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi dengan taraf hubungan yang cukup positif.
Pengaruh kualitas pelayanan bidan terhadap kepuasan ibu saat persalinan di Puskesmas Kandangan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Luthfiyyah, Laily; Putri, Intan Mutiara; Sholihah, Andri Nur
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.289

Abstract

Latar belakang: Mutu pelayanan kesehatan belum memenuhi harapan masyarakat sehingga fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah kurang dimanfaatkan dengan baik. Kepuasan pasien menjadi komponen penting karena merupakan tujuan dari peningkatan mutu layanan kesehatan. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan professional yang memberikan pelayanan berkualitas sehingga dapat meningkatkan kepuasan bagi pasien yang menerima pelayanan. Tujuan Penelitian: Mengatahui pengaruh kualitas pelayanan bidan terhadap kepuasan ibu saat persalinan di Puskesmas Kandangan Temanggung. Metode: Survei analitik dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi sebesar 72 ibu bersalin dari bulan Januari sampai Maret 2023. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Analisis data memakai rumus Fisher's Exact Test. Hasil: Kualitas pelayanan bidan berpengaruh terhadap kepuasan ibu saat bersalin di Puskesmas Kandangan Temanggung Jawa Tengah dengan hasil uji rumus Fisher’s Exact Test p-value (0,05). Simpulan: Kualitas pelayanan bidan berpengaruh terhadap kepuasan ibu saat bersalin di Puskesmas Kandangan Temanggung Jawa Tengah dengan hasil analisis rumus Fisher’s Exact Test p-value (0,05) 
Pengaruh pemberian minuman “JARASELA” terhadap intensitas dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Kabupaten Sorong Abdullah, Vera Iriani; Utami, Nur Annisa
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.321

Abstract

Latar belakang: Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder. Dismenore merupakan suatu kondisi yang menyebabkan perut terasa kram dan nyeri pada saat menstruasi. Jika dismenore tidak segera ditangani maka akan menyebabkan retroagrad menstruasi, infertilitas, ektopik pecah, kista pecah, perforasi rahim dari IUD dan infeksi. Tujuan penelitian: Menganilis tingkat dismenore sebelum dan sesudah diberikan minuman “JARASELA” terhadap intensitas dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Kabupaten Sorong. Metode : Desain penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan two group Pretest and Posttest control Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas 9 A dan kelas 9 B berjumlah 34 orang di SMP N 1 Kabupaten Sorong, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney Test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok ”JARASELA” didapatkan nilai p-value = 0.001(α = 0.05) dan kelompok air hangat didapatkan nilai p-value = 0.003(α = 0.05), artinya pada kelompok “JARASELA” maupun air hangat terdapat perbedaan penurunan intensitas dismenore yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil uji Man-Whitney Test didapatkan nilai p-value (0.035) (α = 0.05) artinya terdapat perbedaaan rata-rata yang signifikan antara pemberian minuman “JARASELA” dan air hangat dengan selisih (07.00) point terhadap penurunan intensitas dismenore. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman “JARASELA” terhadap intensitas dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Kabupaten Sorong. 
Hubungan paritas, tingkat pengetahuan ibu, dan teknik menyusui dengan kejadian puting lecet pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Ridwan, Laila Hijradesy; Muhammad, Syamel; Halida, Erda Mutiara; Firdawati, Firdawati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.291

Abstract

Latar belakang: Menyusui dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit dan menciptakan generasi emas di masa mendatang melalui program ASI eksklusif. Akan tetapi, capaian pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam merupakan capaian paling rendah di Kota Padang sebesar 40,1%. Salah satu penyebabnya adalah kejadian puting lecet. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan paritas, pengetahuan, dan teknik menyusui dengan kejadian puting lecet di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang. Metode: Penelitian analitik dengan metode cross-sectional di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam pada bulan September 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang menyusui bayi dengan usia 0-6 bulan (Maret 2023-Agustus 2023) sebanyak 73 responden. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis data secara univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan analisis regresi logistik dan koefisien determinan. Hasil: Hasil uji bivariat mendapatkan 49,3% responden dengan paritas multipara (p=0,005), 69,9% responden memiliki pengetahuan baik (p=0,000), dan 90,4% responden mengetahui teknik menyusui yang benar (p=0,001). Hasil multivariat menunjukkan variabel tingkat pengetahuan memiliki p-value 0,001 dan memiliki nilai OR paling besar yaitu 6,553. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan ibu merupakan variabel yang lebih dominan atau berpengaruh terhadap kejadian puting lecet. Simpulan: Ada hubungan antara paritas, tingkat pengetahuan ibu, dan teknik menyusui dengan kejadian puting lecet.
A review: Peran ayah pada tumbuh kembang anak di negara maju dan berkembang Lulianthy, Eliyana; Noftalina, Elsa
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.311

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 275 juta jiwa, 8% diantaranya adalah anak berusia kurang dari 5 tahun. Oleh karena itu, investasi di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan pada anak sangat diperlukan untuk mencapai generasi emas. Tujuan penelitian: untuk mengetahui peran ayah dalam pengasuhan anak di negara maju dan berkembang. Metode : yang digunakan adalah Scoping Review dengan menggunakan kerangka Arskey dan O’Malley (2013), meliputi 1) mengidentifikasi pertanyaan penelitian, 2) mengidentifikasi sumber literatur, 3) memilih literatur yang relevan, 4) memetakan dan mengumpulkan literatur, 5) menyusun, merangkum dan melaporkan hasil analisisnya, dan 6) berkonsultasi dengan pihak yang berkompeten (jika diperlukan). Hasil: Hasil review ditemukan 10 artikel diterbitkan antara tahun 2015 – 2022 di negara maju dan berkembang (Amerika Serikat, Afrika dan Indonesia). Artikel-artikel yang dimuat dalam scoping ini membahas tentang peran dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di masing-masing negara. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak memberikan pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak, kesiapan anak bersekolah, status kesehatan anak, dan kesiapan ibu dalam membesarkan anak. Simpulan: peran ayah harus dimulai sejak dini, tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas dalam pengasuhan anak dan bimbingan keluarga.
Hubungan anemia dan kekurangan energi kronik dalam kehamilan dengan kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Pauh tahun 2023 Fahmelia, Diva; Firdawati, Firdawati; Halida, Erda Mutiara
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.293

Abstract

Latar belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan berat lahir bayi yang kurang dari 2500 gram. Bayi dengan indikasi BBLR mempunyai risiko mengalami kematian yang cukup tinggi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan anemia dan kekurangan energi kronik dalam kehamilan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Tahun 2023. Metode: penelitian observasional dengan pendekatan case control study. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari sampel kasus dan sampel kontrol. Besar sampel 112 dengan cara quota sampling sesuai jumlah pada kelompok kasus dengan perbandingan kasus : kontrol (1 : 1). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil dalam penelitian ini menunjukan anemia dalam kehamilan lebih banyak pada kelompok kasus (66,1%) dibandingkan dengan kelompok kontrol (17,9%). Begitu juga dengan kejadian KEK dalam kehamilan, lebih banyak pada kelompok kasus (57,1%) dibanding kelompok kontrol (12,5%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dalam kehamilan (p = 0,000 ; OR = 8,958), serta KEK dalam kehamilan (P = 0,000 ; OR = 9,333) dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh tahun 2023. Faktor dominan yang menyebabkan kejadian BBLR dalam penelitian ini yaitu kondisi KEK pada ibu hamil. Simpulan: Disimpulkan bahwa kejadian anemia dan KEK dalam kehamilan mempengaruhi kejadian BBLR. Background: Low birth weight (LBW) is a baby's birth weight of less than 2500 grams. Babies with LBW indications have a fairly high risk of death. Objective: This research aims to determine the relationship between anemia and chronic energy deficiency in pregnancy and the incidence of LBW in the Pauh Health Center Working Area in 2023. Methods: This type of research was an observational-case-control study. The sample in this study consisted of a case sample and a control sample. The sample size was 112 by the way quota sampling according to the number in the case group with a ratio of cases: controls (1: 1). Data was analyzed using chi-square and regression logistic test. Results: The results in this study showed that anemia in pregnancy was more common in the case group (66.1%) compared to the control group (17.9%). Likewise, the incidence of CED in pregnancy was more in the case group (57.1%) than the control group (12.5%). So it can be concluded that there was a significant relationship between anemia in pregnancy (p = 0.000; OR = 8.958), and CED in pregnancy (P = 0.000; OR = 9.333) with the incidence of LBW in the Pauh Health Center Working Area in 2023. The dominant factors causing the incidence of LBW in this study was the condition of CED in pregnant women. Conclusion: It was concluded that the incidence of anemia and CED in pregnancy influences the incidence of LBW.
Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di posyandu remaja Banjar Pujung Kaja Tegalalang Arianti, Ni Putu Atik; Adhiestiani, Ni Made Egar; Mastiningsih, Putu
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.294

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka prevalensi yang tinggi, khususnya di kalangan remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian ini dilakukan di Posyandu Remaja Banjar Pujung Kaja Tegalalang dengan fokus pada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di Posyandu Remaja Banjar Pujung Kaja Tegalalang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling, dimana sampel penelitian ini meliputi seluruh remaja putri yang berjumlah 38 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi TTD. Hasil: Hasil uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD. Dengan nilai p-value sebesar 0,040, hasil statistik menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan remaja tentang anemia, maka semakin tinggi kepatuhannya dalam mengkonsumsi TTD, dan sebaliknya. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di Posyandu Remaja Banjar Pujung Kaja Tegalalang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang anemia dan meningkatkan kepatuhan mereka dalam konsumsi TTD sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan anemia.
Hubungan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tretep Indriyani, Lisa; Kurniawati, Herlin Fitriani; Daryanti, Menik Sri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i2.284

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil erat kaitannya dengan status gizi ibu hamil karena anemia merupakan salah satu tanda bahwa ibu menderita kekurangan gizi.  Ibu  hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) merupakan salah satu faktor risiko masalah gizi dan kesehatan bayi baru lahir. Kekurangan energi kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi salah satunya yaitu anemia.  Anemia pada wanita hamil memiliki dampak yang buruk terhadap ibu maupun janin. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan kekurangan energi kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tretep. Metode : penelitian ini Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden ibu hamil trimester I dan III dengan teknik purporsive sampling. Uji statistik mengunakan uji chi-square.. Hasil: penelitian menunjukkan ibu hamil tidak KEK yang tidak mengalami anemia sebanyak 30 responden (60%) sedangkan yang anemia sebanyak 3 responden (6%). Ibu hamil yang KEK dan tidak anemia sebanyak 8 responden (16%) dan yang anemia sebanyak 9 responden ( 18 %).  Simpulan: ada hubungan antara kekurangan energi kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0,001). Nilai OR 11,25 yang berarti ibu hamil dengan KEK memiliki resiko 11,25 kali mengalami anemia dibandingakn ibu hamil yang tidak KEK.