cover
Contact Name
-
Contact Email
pppm@polimarin.ac.id
Phone
+6224-86457895
Journal Mail Official
pppm@polimarin.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur I/1 Bendan Duwur, Semarang 50233
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Maritim Polimarin
ISSN : -     EISSN : 25409158     DOI : https://doi.org/10.52492/jmp
Jurnal Maritim Polimarin adalah jurnal ilmiah dan penelitian ilmu - ilmu maritim yang berisi tentang kajian ilmu kenautikaan, permesinan kapal, pengelolaan pelabuhan, ekonomi maritim, MIPA maritim, hukum maritim, pendidikan maritim, maritime english dan ilmu-ilmu ilmiah lain yang berkaitan dengan kemaritiman.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2015)" : 9 Documents clear
Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Kampus dan Motivasi Berprestasi Terhadap Disiplin Belajar Taruna Polimarin Semarang Novita Widyaningrum; Marselia
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.159 KB)

Abstract

Proses belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi dua arah yang melibatkan tenaga pendidik dan anak didik. Proses komunikasi tersebut terdiri dari beberapa unsur yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Salah satu unsur yang utama yang dapat mendukung lancarnya proses belajar mengajar adalah tersedianya sarana dan prasaran pendidikan dalam hal ini adalah kelengkapan fasilitas kampus yang memadai yang diharapkan mampu menumbuhkan motivasi berprestasi siswa/ mahasiswa dan meningkatkan disiplin belajar mereka. Atas dasar tersebut dalam penelitian ini, peneliti mengangkat judul Pengaruh Kelengkapan Fasilitas kampus dan Moivasi Berprestasi terhadap Disiplin Belajar Taruna Politeknik Maritim Negeri Indonesia           ( Polimarin ) Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif dan signifikan kelengkapan fasilitas kampus dan motivasi berprestasi terhadap disiplin belajar taruna Polimarin. Adapun ruang lingkup di dalam penelitian ini di lingkungan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (POLIMARIN )  dengan responden  yang berjumlah 50 orang (taruna-taruni Polimarin tingkat I (satu) dan tingkat 2 (dua).
Studi Gender Tentang Proses Pembentukan Pribadi Anak Pelaut di Bawah Asuhan Ibu “Single Fighter” (Studi Kasus Pada Anak Pelaut Usia Taman Kanak-Kanak) di Kota Semarang Nurita Widianti; Iqlima Dian Handayani
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik kecenderungan kepribadian anak yang diasuh oleh seorang yang hanya terdiri dari ibu saja yang disebabkan karena ayah berkerja dan tinggal terpisah dari istri dan anaknya. Selain itu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecenderungan kepribadian anak yang diasuh oleh seorang yang hanya terdiri dari ibu saja yang disebabkan karena ayah berkerja dan tinggal terpisah dari istri dan anaknya. Pembentukan kepribadian anak perlu diterapkan sejak dini. Orang tua sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak. Pangkal masalah yang sering dihadapi keluarga yang hanya dipimpin oleh single fighter adalah masalah anak. Anak akan merasa dirugikan dengan hilangnya salah satu orang yang berarti dalam hidupnya. Anak dikeluarga yang hanya memiliki orang tua tunggal (single fighter) rata - rata cenderung kurang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik dibanding anak yang berasal dari keluarga yang orang tuanya utuh.  Keluarga dengan single fighter selalu terfokus pada kelemahan dan masalah yang dihadapi. Sebuah keluarga dengan single fighter sebenarnya bisa menjadi sebuah keluarga yang efektif layaknya keluarga yang utuh  yakni dengan tidak larut dalam kelemahan dan masalah yang dihadapinya,  melainkan harus secara sadar membangun kembali kekuatan yang dimilikinya. Dalam kondisi seperti ini, terlihat jelas beban dan tanggung jawab dibebankan kepada ibu dengan statusnya sebagai seorang single fighter. Semua kebutuhan anak baik kebutuhan secara psikologis maupun psikis harus terpenuhi agar tidak terjadi kesenjangan anak dalam menghadapi setiap perkembangan. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa pola asuh yang baik untuk pembentukan kepribadian anak adalah pola asuh orang tua yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi dengan pengawasan dan pengendalian orang tua. Sehingga terbentuklah karakteristik anak yang dapat mengontrol diri, anak yang mandiri, mempunyai hubungan yang baik dengan teman, mampu menghadapi stress dan mempunyai minat terhadap hal-hal baru.
Pengaruh Penyediaan Sarana dan Prasana Pelabuhan Terhadap Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang: Masriah Masriah; Susanti Susanti
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu gerbang perekonomian daerah Jawa Tengah dan sekitarnya adalah menjadi salah satu terminal arus barang ekspor impor, antar pulau maupun penumpang. Luas Propinsi Jawa Tengah sebesar 3,25 juta hektar yang berarti sama dengan 25% dari total Pulau Jawa dan 1,70% dari total luas Indonesia.  Kontribusi kawasan Jawa Tengah menjadi daerah yang sangat potensial bagi para investor, artinya pertumbuhan industri dan perdagangan akan makin ramai baik pada skala nasional maupun internasional. Letak Jawa Tengah yang strategis telah menyebabkan kawasan ini sangat penting untuk menghubungkan propinsi-propinsi di pulau Jawa, sehingga pada titik inilah peranan transportasi laut menjadi sangat vital. Fasilitas pelabuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, budaya, serta kesatuan dan persatuan bangsa,terutama sebagai modal dasar dalam memfasilitasi interaksi dan komunikasi di antara kelompok masyarakat, serta mengikat dan menghubungkan antar wilayah. Potensi daerah yang demikian besar tersebut haruslah didukung dengan sarana dan prasarana transportasi yang memadai bila ingin berkembang, salah satu fasilitas yang ada di kota Semarang adalah Terminal Peti Kemas Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 orang responden pengguna jasa ekspor barang melalui TPKS. Penyebaran kuesioner dilakukan di kantor TPKS pada saat jam kerja. Hasil Penelitian ini didapat bahwa dari uji Anova atau F tes didapat F hitung 17,506 signifikansi 0,000 krn probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05, maka X berpengaruh signifikan terhadap kelancaran arus barang, setiap penambahan 1point X akan meningkatkan Kelancaran arus barang
Pengaruh Analisis Kritis, Pengendalian Diri dan Citra Diri Terhadap Konflik Interpersonal pada Taruna Polimarin Susanti Susanti; Masriah Masriah
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.159 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan pembinaan mental dan moral pendidik memiliki kompetensi kepribadian melalui program pembinaan mental dan moral yaitu pendidikan karakter, religius berwawasan kebangsaan dan pelestarian lingkungan. Konflik interpersonal adalah perselisihan dan ketidaksesuaian tindakan antara dua orang anggota organisasi untuk mencapai tujuan mereka sehingga menghalangi prestasi, harapan dan keinginan orang lain. Menganalisis pengaruh perilaku analisis kritis, pengendalian diri, citra diri terhadap kemungkinan terjadinya konflik interpersonal. Pengelolaan konflik interpersonal pada anggota lembaga kemahasiswaan adalah proses atau cara yang digunakan seorang anggota lembaga kemahasiswaan untuk menghadapi serta menyelesaikan permasalahan dengan menemukan jalan keluar dalam perselisihan dan ketidaksesuaian tindakan antara dua orang anggota organisasi untuk mencapai tujuan, harapan dan keinginan masing-masing pihak.  Penelitian ini menggunakan metode purposive judgment sampling yang bersifat nonprobabilistik. Metode ini digunakan dalam penelitian ini agar semakin kecilnya kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel sehingga informasi tiap individunya tepat sasaran. Dimana responden yang dipilih yaitu Taruna Polimarin Semarang. Berdasarkan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa untuk variabel analisis kritis memiliki signifikansi 0,007, dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel analisis kritis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konflik interpersonal. Pengaruh variabel pengendalian diri terhadap konflik interpersonal diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,017, dengan nilai signifikansi di bawah 0,05 maka terdapat pengaruh pengendalian diri yang signifikan terhadap konflik interpersonal, namun terlihat pada nilai beta yang positif, pengaruh variabel citra diri terhadap konflik interpersonal diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,307. Dengan nilai signifikansi di atas 0,05 maka variabel citra diri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konflik interpersonal. 
Hubungan Iklim Komunikasi Organisasi Dengan Motivasi Kerja Karyawan di Polimarin Semarang Gunawan Budi Santoso; Agus Supriyanto
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.159 KB)

Abstract

Setiap perusahaan Setiap perusahaan membutuhkan iklim komunikasi. Motivasi kerja karyawan yang tinggi bisa dihasilkan oleh iklim komunikasi yang baik. Motivasi kerja karyawan adalah dorongan yang timbul dari diri karyawan untuk mencapai tujuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada hubungan iklim komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan di Polimarin Semarang. Teori yang digunakan untuk menganalisis iklim komunikasi di suatu organisasi menggunakan teori Pace dan Faules, yang mengemukakan 5 faktor besar yang bisa digunakan untuk menganalisis masalah yaitu adanya kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi di dibawah, mendengarkan dalam komunikasi ke atas. Teori motivasi kerja menggunakan teori Maslow, yang mengungkapkan bahwa kebutuhan kita terdiri dari lima kategori, yaitu fisiologis, rasa aman, afiliasi/sosial, harga diri, aktualisasi diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian eksplanatif, yang bertujuan untuk menguji hubungan dua variable yaitu variabel bebas (iklim komunikasi organisasi) dan variabel terikat (motivasi kerja karyawan). Data yang diambil adalah karyawan Polimarin sebanyak 50 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dijawab oleh responden, setiap jawaban dalam kuesioner yang dijawab oleh responden diberi skor berdasarkan skala Likert. Untuk keperluan analisis data digunakan teknik Pearson Product Moment dengan program SPSS (Statistical Package for Social Science). Hasil analisis korelasi antara variabel iklim komunikasi organisasi dengan motivasi kerja karyawan Polimarin Semarang menunjukkan hasil nilai korelasi sebesar 0,589 dan nilai signifikansi sebesar P=0,000. Dengan hasil ini menunjukkan bahwa iklim komunikasi dan motivasi kerja memiliki hubungan positif yang kuat. Iklim komunikasi mempunyai pengaruh terhadap motivasi kerja sebesar 34,7%, jadi sisanya 65,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Transportasi Laut di PT. Pelayaran Bahtera Adiguna (PT. BAG) Cabang Cilacap Propinsi Jawa Tengah Novita Widyaningrum; Mahsunah Etik
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan salah satu komponen yang mutlak penting bagi pencapaian tujuan pembangunan nasional masa kini dan  mendatang. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil dalam pencapaian tujuan pembangunan adalah negara-negara yang memiliki sistem transportasi yang memadai dalam memenuhi kebutuhan dinamis penduduknya. Angkutan laut atau pelayaran merupakan bagian dari transportasi yang tidak dapat dipisahkan dengan sarana transportasi lainnya. Di Indonesia terdapat dua kelompok besar penyelenggara transportasi laut, yaitu oleh pemerintah dan swasta. Masing-masing kelompok terbagi dua, di pihak pemerintah terbagi menjadi BUMN pelayaran yang menyelenggarakan transportasi umum dan BUMN non pelayaran yang hanya menyelenggarakan pelayaran khusus untuk melayani kepentingan sendiri. Sedangkan untuk pihak swasta terbagi menjadi perusahaan besar dan perusahaan kecil (termasuk pelayaran rakyat). Atas dasar tersebut dalam penelitian ini, peneliti mengangkat judul Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Transportasi Laut Di PT. Pelayaran Bahtera Adiguna (PT.Bag.) Di Cilacap Jawa Tengah.  Tujhuan penelitu ini adalah Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi kebijakan transportasi laut di PT. Pelayaran Bahtera Adiguna (PT. BAG) cabang Cilacap Propinsi Jawa Tengah.
Analisis Sarana Transportasi di Perumahan Akhmad Nuriyanis
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

3% dari total rumah tangga warga modern biasanya tinggal di wilayah perumahan, jumlah tersebut menimbulkan bangkitan pergerakan setiap hari yang memerlukan penanganan sarana transportasi. Penelitian ini bertujuan menyusun model bangkitan pergerakan yang berasal dari perumahan, dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bangkitan pergerakan pada lokasi perumahan, sehingga dapat dipergunakan untuk memprediksi besarnya bangkitan yang akan terjadi seandainya akan dibangun lokasi perumahan yang baru. Kebutuhan transportasi warga perumahan sangat dominan dalam aktifitas sehari-hari, sehingga diperlukan respon tentang aktifitas dan moda transportasi, kondisi warga, serta memodelkan tingkat kemudahan melaksanakan aktifitas transportasi. Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh responden dan wawancara (in-depth interview) dengan satuan rumah tangga (household). Penentuan sampel dilakukan secara acak yang distratifikasi (stratified random sampling), dengan peubah bebas (X1) kondisi jalan lingkungan, (X2) tingkat kemudahan memperoleh angkutan umum, (X3) kepemilikan sepeda motor dan (X4) kepemilikan  mobil.  Dari analisis regresi diperoleh nilai tingkat kemudahan melaksanakan aktifitas transportasi (Y) = 2,4303 + 0,1265  X1+ 0,1207 X2 +  0,2367 X3  +  0.4687 X4
Efektivitas Senam Hamil Terhadap Kecemasan Persalinan Pertama Nurita Widianti; Amthori Anwar
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam hamil untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil. Senam hamil merupakan suatu gerakan tubuh berbentuk latihan – latihan dengan aturan, sistematika, dan prinsip-prinsip gerakan khusus yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil, betujuan agar ibu hamil siap mental dan jasmani dalam menghadapi proses persalinan. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan kecemasan pada posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kecemasan pada kelompok eksperimen lebih rendah daripada kecemasan pada kelompok kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan Quasi Eksperimen Pretest-Posttest Kontrol Group Design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (dikenai perlakuan) dan kelompok kontrol (tidak dikenai perlakuan). Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang wanita hamil yang mengikuti senam hamil sebagai kelompok eksperimen dan 5 orang wanita hamil yang tidak mengikuti senam hamil masuk ke dalam kelompok kontrol. Pengelompokan di dalam penelitian ini tanpa menggunakan Random Assignment. Skala yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi skala kecemasan Hamilton rating Scale For Anxiety (HRS-A). Analisis data yang digunakan adalah uji beda Mann-Whiteney. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa ada perbedaan perubahan kecemasan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kelompok eksperimen mengalami penurunan kecemasan sedangkan kelompok kontrol mengalami kenaikan kecemasan. Hasil uji perbedaan Gain Score antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka diperoleh nilai U= 0,009 dengan p<0,01. Dengan demikian, ada efek dari senam hamil terhadap kecemasan pada wanita hamil atau hipotesis yang diajukan diterima.
Studi Kebutuhan Asosiasi Perempuan Pelaut Di Indonesia Sri Tutie Rahayu
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai “Studi kebutuhan Asosiasi Perempuan Pelaut di Indonesia” ini berangkat dari masalah adanya kenyataan bahwa hak perempuan pelaut tidak mendapat dukungan dari pemerintah. Tentunya dengan tidak mendapatkannya dukungan tersebut, perempuan yang kemudian bersatu dalam wadah organisasi akan ‘mengurus dengan benar dirinya sehingga perempuan pelaut memeroleh status yang kuat dalam profesinya sebagai pelaut. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran ‘perkembangan asosiasi perempuan pelaut di Indonesia dan ingin mengetahui urgensi kebutuhan perempuan pelaut di Indonesia akan adanya asosiasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan perempuan pelaut Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan tipe deskripsi  analitis melalui penggambaran obyek penelitian untuk dianalisa dan dicari model pengembangan atas obyek penelitian. Metode ini bisa dipakai untuk diterapkan dalam penelitian tentang evaluasi organisasi sekaligus mengenai perubahan organisasi. Populasinya adalah semua perempuan pelaut di Indonesia. Sementara cara penentuan sampel yang dipakai adalah purposive sampling. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa organisasi perempuan pelaut tidak diurus dengan benar, terbukti dari pengurus dan anggotanya yang tidak mendukung kegiatan dan hidupnya organisasi, hingga tidak adanya visi, misi dan tujuan dari organisasi serta kontinuitas kegiatan organisasi.  Organisasi sementara ini masih dinilai sebagai tempat untuk saling berkomunikasi saja dan informasi yang ada juga tidak sangat memiliki arti yang signifikan dengan kebutuhan untuk meningkatkan posisi perempuan pelaut di dunia maritim. Saran yang disampaikan adalah perlunya penguatan asosiasi dalam hal kemampuan bargaining position dengan pemerintah atau pihak lain dan perlunya membuka diri dan berjejaring dengan lembaga terkait.

Page 1 of 1 | Total Record : 9