cover
Contact Name
Wahyunita Sitinjak
Contact Email
jurnalagrilink@gmail.com
Phone
+6281285220734
Journal Mail Official
jurnalagrilink@gmail.com
Editorial Address
Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026510     DOI : https://doi.org/10.36985/jak
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian adalah sebuah jurnal berkalah ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Agribisnis Fakultas Pertanian USI. Jurnal ini meliputi hasil penelitian dan gagasan pemikiran dengan tema-tema sebagai berikut: 1. Manajemen agribisnis 2. Sosial ekonomi pertanian 3. Pengembangan mutu agribisnis 4. Kebijakan pertanian, usaha tani 5. Studi kelayakan pertanian
Articles 70 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN TENAGA KERJA PEMANEN KELAPA SAWIT DI PTPN II KEBUN LIMAU MUNGKUR KABUPATEN DELI SERDANG Fachrizzaki; Putrisina
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Agrilink Vol 3 No 2 Agustus 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.103 KB) | DOI: 10.36985/jak.v3i2.304

Abstract

Perusahaan atau organisasi harus mampu mengelola sumber daya manusia sebaik mungkin. Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi dalam mengelola sumber daya manusia agar dapat berkembang, yaitu dengan meningkatkan faktor sosial ekonomi sumber daya manusia sebagai tenaga kerja, yaitu melalui pemberian imbalan atau pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit dan menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi (usia, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, gaji, premi, topografi dan sarana pendukung) serta menganalisis pengaruh produktivitas terhadap pendapatan tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PTPN II Kebun Limau Mungkur, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang pemanen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PTPN II Kebun Limau Mungkur, Kabupaten Deli Serdang rata-rata sebesar 836,12 Kg/HKP/Bulan termasuk kedalam kategori relatif rendah. Hasil estimasi regresi berganda menunjukkan bahwa secara serempak variabel usia, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, pengalaman bekerja, gaji, premi, topografi dan sarana pendukung berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit. Sedangkan secara parsial hanya variabel usia, jumlah tanggungan, pengalaman bekerja, gaji, premi, dan topografi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit. Hasil estimasi regresi linier menunjukkan variabel produktivitas berpengaruh signifikan terhadap pendapatan tenaga kerja pemanen kelapa sawit. Companies or organizations must be able to manage human resources as well as possible. One of the efforts that must be made by companies or organizations in managing human resources so that they can develop, namely by increasing the socio-economic factors of human resources as workers, namely through the provision of rewards or income. The purpose of this study was to analyze the labor productivity of oil palm harvesters and to analyze the influence of socio-economic factors (age, number of dependents, education level, work experience, salary, premiums, topography and supporting facilities) as well as to analyze the effect of productivity on labor income of coconut harvesters. oil palm plantations at PTPN II Limau Mungkur Estate, Deli Serdang Regency. The research was conducted by purposive sampling with a total sample of 41 harvesters. The analytical method used is descriptive analysis and multiple linear regression. The results of the study concluded that the labor productivity of oil palm harvesters at PTPN II Kebun Limau Mungkur, Deli Serdang Regency averaged 836.12 Kg/HKP/Month which was included in the relatively low category. The results of the multiple regression estimation show that simultaneously the variables of age, number of dependents, education level, work experience, salary, premium, topography and supporting facilities have a significant effect on labor productivity of oil palm harvesters. Meanwhile, partially only the variables of age, number of dependents, work experience, salary, premium, and topography have a significant effect on labor productivity of oil palm harvesters. The results of the linear regression estimation show that the productivity variable has a significant effect on the labor income of oil palm harvesters.
ANALISIS SEKTOR BASIS BUAH-BUAHAN PADA MASING-MASING KECAMATAN DI KABUPATEN SAMOSIR Nurmely V; Dicci Sagala
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.842 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi buah-buahan apa saja yang menjadi komoditi basis pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Samosir, untuk mengetahui komoditi buah-buahan apa saja yang mempunyai pertumbuhan cepat dan berdaya saing pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Samosir dan untuk mengetahui komoditi buah-buahan basis apa saja yang menjadi prorioritas utama, kedua dan ketiga pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan analisis Location quotient (LQ), analisis Shift Share Analysis (SSA) dan gabungan dari analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Sampel diambil berdasarkan metode sensus dengan menjadikan semua populasi sebagai sampel dalam penelitian. Dalam hal ini yang menjadi sampel adalah 9 kecamatan di Kabupaten Samosir. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah-buahan yang menjadi basis di masing-masing kecamatan Kabupaten Samosir yaitu alpukat, cempedak, mangga, durian, jambu biji, pisang, nenas, pepaya dan sirsak. Tanaman buah-buahan basis yang mempunyai pertumbuhan cepat dan berdaya saing adalah alpukat, durian, pisang dan nenas. Tanaman buah-buahan basis ekonomi yang menjadi prioritas pertama, kedua dan ketiga pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Samosir yaitu: alpukat terdapat di Kecamatan Sitiotio, Ronggur Nihuta dan Pangururan. Durian terdapat di Kecamatan Sitiotio dan Pangururan. Pisang terdapat di Kecamatan Ronggur Nihuta. Nenas terdapat di Kecamatan Ronggur Nihuta dan Pangururan. Komoditi tanaman buah-buahan yang menjadi prioritas kedua pengembangannya adalah komoditi alpukat terdapat di Kecamatan Sianjur Mulamula, Harian dan Simanindo. Durian terdapat di Kecamatan Palipi. Pisang terdapat di Kecamatan Palipi. Jambu biji terdapat di Kecamatan Palipi. Pepaya terdapat di Kecamatan Pangururan. Nenas terdapat di Kecamatan Palipi. Komoditi tanaman buah-buahan yang menjadi prioritas ketiga adalah mangga terdapat di Kecamatan Sitiotio dan Simanindo. Pepaya terdapat di Kecamatan Simanindo. Jambu biji terdapat di Kecamatan Simanindo. Cempedak terdapat di Kecamatan Sianjur Mulamula. Sirsak terdapat di Kecamatan Simanindo. This study aims to find out what fruit commodities are the base commodities in each sub-district in Samosir Regency, to find out what fruit commodities have fast growth and competitiveness in each sub-district in Samosir Regency and to find out what base fruit commodities are the main, second and third commodities in each sub-district in Samosir Regency. This study used Location quotient (LQ) analysis, Shift Share Analysis (SSA) analysis and a combination of Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA) analysis. Samples were taken based on the census method by making all populations as samples in the study. In this case, the sample is 9 sub-districts in Samosir Regency. The type of data used in this study is secondary data. The results showed that the fruit plants that are the basis in each district of Samosir Regency are avocado, cempedak, mango, durian, guava, banana, pineapple, papaya and soursop. The base fruit crops that have fast growth and competitiveness are avocado, durian, banana and pineapple. Fruit crops on an economic basis that are the first, second and third priority in each sub-district in Samosir Regency are: avocado is found in Sitiotio, Ronggur Nihuta and Pangururan Districts. Durian is found in Sitiotio and Pangururan districts. Bananas are found in Ronggur Nihuta District. Nenas is located in Ronggur Nihuta and Pangururan Districts. Fruit crop commodities that are the second priority for development are avocado commodities found in Sianjur Mulamula, Harian and Simanindo Districts. Durian is located in Palipi District. Bananas are found in Palipi District. Guava is found in Palipi District. Papaya is found in Pangururan District. Nenas is located in Palipi District. Fruit crop commodities that are the third priority are mangoes found in Sitiotio and Simanindo Districts. Papaya is found in Simanindo District. Guava is found in Simanindo District. Cempedak is located in Sianjur Mulamula District. Soursop is located in Simanindo District.
BASIS TANAMAN PERKEBUNAN PADA MASING-MASING KECAMATAN DI KABUPATEN DAIRI Indrawaty Sitepu; Samuel Romulus Sidabutar
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.067 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanaman perkebunan yang menjadi basis pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Dairi, untuk menganalisis tanaman perkebunan basis yang mempunyai pertumbuhan cepat, dan berdaya saing pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Dairi, dan untuk menganalisis tanaman perkebunan basis yang menjadi prioritas pertama, kedua dan ketiga pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Dairi. Penentuan daerah dilakukan secara purposive, yaitu seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quetient, analisis Shift Share, dan gabungan antara analisis Location Quetient dan Shift Share. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tanaman perkebunan yang menjadi basis di Kabupaten Dairi adalahkopi robusta, pinang, kulit manis, coklat, dan kelapa. Tanaman perkebunan yang mempunyai pertumbuhan cepat adalah kopi arabika, kelapa sawit, karet, pinang,dan coklat. Tanaman perkebunan yang berdaya saing adalah kopi arabika,gambir,aren, coklat,dan kelapa. Tanaman perkebunan yang mempunyai prirotas pertama adalah kopi arabika, kelapa sawit, karet, pinang dan coklat; prioritas kedua adalah kopirobusta, kopi arabika, karet,pinang, dan coklat; prioritas ketiga adalah aren, lada, kulitmanis, kemenyan, dan kelapa. This study aims to analyze plantation crops that are the basis for each sub-district in Dairi Regency, to analyze base plantation crops that have fast growth, and are competitive in each sub-district in Dairi Regency, and to analyze base plantation crops that are the first, second and third priorities in each sub-district in Dairi Regency. The determination of the area is carried out purposively, namely all sub-districts in Dairi Regency. The data used is secondary data. The data analysis used is Location Quetient analysis, Shift Share analysis, and a combination of Location Quetient and Shift Share analysis. The results of the study obtained that the plantation plants that are the base in Dairi Regency are opi robusta, phost, kulit manis, coklat, and kelapa. Plantation crops that have fast growth are arabica coffee, oil palm, rubber, betel nut, and chocolate. Competitive plantation crops are arabica coffee, gambir, palm, chocolate, and coconut. Plantation crops that have the first prirotas are arabica coffee, oil palm, rubber, betel nut and chocolate; the second priority is kopirobusta, arabica coffee, rubber, betel nut, and chocolate; the third priority is palm, pepper, sweetener, frankincense, and coconut.
ANALISIS PEMASARAN JAGUNG DI NAGORI KARANG BANGUN KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Martua Siadari; Egon Eykel Nadapdap
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.83 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.367

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Saluran pemasaran di daerah penelitian terdiri dari dua saluran pemasaran yaitu pemasaran yang pertama dari petani ke pedagang pengumpulan, dan pedagang pengumpul ke pabrik. Saluran pemasaran kedua dari petani ke pedagang agen kecil lalu dari agen kecil ke pedagang pengumpul ( Agen Besar) lalu dari pedagang pengumpul ke pabrik. (2) Biaya pemasaran terdiri dari biaya transportasi, tenaga kerja, tali, dan biaya pengeringan untuk pedagang pengumpul (agen Besar). (3) Share margin yang di peroleh pada saluran I sebesar 79,49% dengan dengan biaya pemasaran sebesar Rp.4362/Kg. Share margin yang di peroleh pada saluran II sebesar 89,16% dengan biaya pemasaran sebesar Rp. 3882,5/Kg. (4) Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 4,397% < 33%, Efisien pemasaran pada saluran II sebesar 7,372% < 33%. Determination of the sample using the Census method (which is a sampling method in which all are used as samples in the study). The population in this study was 22 corn farmers, so the sample in this study was 22 people.The results showed that (1) the marketing channel in the research area consisted of two marketing channels, namely the first marketing from farmers to collecting traders, and collecting traders to factories. The second marketing channel is from farmers to small traders and then from small agents to collectors (Big Agents) and then from collectors to factories. (2) Marketing costs consist of transportation costs, labor, ropes, and drying costs for collecting traders (Big agents). (3) The share margin obtained in channel I is 79.49% with a marketing cost of Rp.4362/Kg. The share margin obtained in channel II is 89.16% with a marketing cost of Rp. 3882.5/Kg. (4) Marketing efficiency in channel I is 4,397% < 33%, marketing efficiency in channel II is 7,372% < 33%.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI NAGORI PAMATANG SIMALUNGUN KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Mustafa Ginting; Prasetya Wiradinata
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.754 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.368

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi alternatif dalam pengembangan industri rumah tangga tempe di Nagori Pamatang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil jumlah seluruh populasi sebanyak 22 responden. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian adalah total skor dari faktor-faktor internal (Strength dan Weakness) melalui Internal Factors Evaluation sebesar (+) 3.60 dan total skor dari faktor-faktor eksternal (Opportunity dan Threat) melalui Eksternal Factors Evaluation sebesar (+) 2.66 membuat alternatif strategi berada di kuadran I dengan strategi yang digunakan adalah menambah volume produksi dan meningkatkan daya tahan produk untuk menggapai peluang pasar yang besar. The purpose of this study was to determine alternative strategies in the development of the tempe home industry in Nagori Pamatang Simalungun, Siantar District, Simalungun Regency. Sampling using saturated sampling technique by taking the total population of 22 respondents. Data analysis using SWOT analysis. The results of the study are the total score of internal factors (Strength and Weakness) through Internal Factors Evaluation of (+) 3.60 and the total score of external factors (Opportunity and Threat) trough External Factors Evaluation of (+) 2.66 making alternative strategies exist in quadrant I the strategy used is to increase production volume and increase product durability to reach large market opportunities.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI GOGO (Oryza Sativa) (Studi Kasus: Kelurahan Bah Kapul Kota Pematangsiantar Dan Desa Durian Banggal Kabupaten Simalungun) Jhonson A Marbun; Wahyunita Sitinjak; Sry Maya Purba
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.034 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh populasi tanaman, sistem pemupukan dan tenaga kerja pada usahatani padi gogo di Kelurahan Bah Kapul (2) untuk membandingkan produktivitas usahatani padi gogo di Kelurahan Bah Kapul dan Desa Durian Banggal (3) untuk mengetahui hubungan biaya sarana produksi dan pendapatan usahatani padi gogo di Kelurahan Bah Kapul. Jenis penelitian ini merupakan penelitian perbandingan penggunaan faktor produksi pada usahatani padi gogo. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani padi gogo yang ada di Kelurahan Bah Kapul dan Desa Durian Banggal. Sampel dalam penelitian ini diambil menurut survey pendahuluan sehingga diketahui petani yang bercocok tanam padi gogo ada 12 orang per daerah penelitian sehingga seluruhnya dijadikan objek penelitian, dengan kata lain penelitian ini merupakan sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dibantu oleh kuisioner yang udah disiapkan.Teknik analisis yang digunakan adalah statistik inferensial kuantitatif, pertama dianalisis dengan menghitung banyak populasi tanaman, sistem pemupukan, tenaga kerja melalui analisis linear berganda , menghitung produktivitas ushatani melalui uji beda dan biaya sarana produksi dan pendapatan melalui korelasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui: (1) dari hasil analisis regresi linear berganda secara simultan dan parsial variabel populasi tanaman, sistem pemupukan, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produktivitas usahatani padi gogo, (2) dari hasil uji beda diketahui bahwa produktivitas usahatani padi gogo di Kelurahan Bah Kapul lebih tinggi dari Desa Durian Banggal, (3) dari hasil uji korelasi bahwa biaya sarana produksi berhubungan positif terhadap pendapatan padi gogo di Kelurahan Bah Kapul. This study aims: (1) to determine the effect of plant population, fertilization system and labor on upland rice farming in Bah Kapul Village (2) to compare the productivity of upland rice farming in Bah Kapul Village and Durian Banggal Village (3) to determine the cost relationship production facilities and income for upland rice farming in Bah Kapul Village. This type of research is a study of the use of capital and labor factors of production. The population of this study were all upland rice farmers in Bah Kapul Village and Durian Banggal Village. The sample in this study was taken according to a preliminary survey so that it is known that there are 12 farmers who cultivate upland rice per research area so that all of them are used as research objects, in other words this research is a census. Data collection techniques using interview techniques and assisted by questionnaires that have been prepared. The analysis technique used is quantitative inferential statistics. First, it is analyzed by calculating the number of plant populations, fertilization systems, labor through multiple linear analysis, calculating farming productivity through different tests and cost of production facilities and income through correlation. Based on the results of the study, it can be seen: (1) from the results of multiple linear regression analysis simultaneously that plant population variables, fertilization systems, and labor affect the productivity of upland rice farming, (2) from the different test results it is known that upland rice farming productivity in Bah Village Kapul is higher than Durian Banggal Village, (3) from the correlation test results that the cost of production facilities is positively related to upland rice income in Bah Kapul Village.
USAHA PEMBUATAN EMPING MELINJO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA ( Studi Kasus : Nagori Padang Mainu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar,Kabupaten Simalungun) Romauli Simanjutak; Marlan; Vivin Ade Fadilla
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.66 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.370

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 sampai dengan Desember 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan emping melinjo, besar pendapatan yang diperoleh dari usaha pembuatan emping melinjo, besarnya kontribusi pendapatan dari usaha emping melinjo terhadap pendapatan keluarga pengrajin emping melinjo di Nagori Padang Mainu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. Adapun metode yang digunakan dalam penarikan sampel dilakukan secara jenuh/sensus. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di Nagori Padang Mainu, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun diambil kesimpulan bahwa usaha pembuatan emping melinjo di daerah penelitian masih tergolong konvensional, Rata-rata pendapatan usaha emping melinjo di Nagori Padang Mainu sebesar Rp. 1.231.075/Bulan dan rata-rata pendapatan diluar usaha emping melinjo di Nagori Padang Mainu sebesar Rp. 1.015.583/Bulan. Sehingga rata-rata total pendapatan keluarga pelaku usaha emping melinjo di Nagori Padang Mainu sebesar Rp. 2.246.658/Bulan. Dan kontribusi pendapatan usaha emping melinjo terhadap pendapatan keluarga adalah sebesar 54,8% sedangkan kontribusi pendapatan diluar usaha emping melinjo adalah sebesar 45,2%. Berarti pendapatan usaha emping melinjo memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan keluarga di daerah penelitian. This study was conducted in November 2021 to December 2021. The purpose of this study was to determine how the process of making emping melinjo, the amount of income obtained from the business of making emping melinjo, the amount of income from the business of emping melinjo to the family income of emping melinjo craftsmen in Nagori Padang Mainu, District Dolok Batu Nanggar, Simalungun Regency. The method used in sampling is done in a saturated / census. The data analysis method used in this study is descriptive analysis. Based on the results of research in Nagori Padang Mainu, Dolok Batu Nanggar District, Simalungun district, it was concluded that the business of making melinjo chips in the research area is still classified as conventional, the average operating income of melinjo chips in Nagori Padang Mainu amounted to Rp. 1,231,075 / month and the average income outside the emping melinjo business in Nagori Padang Mainu amounted to Rp. 1,015,583 / month. So that the average total family income of emping melinjo business actors in Nagori Padang Mainu amounted to Rp. 2,246,658 / month. And the contribution of emping melinjo's business income to family income is 54.8% while the contribution of income outside emping melinjo's business is 45.2%. This means that the business income of emping melinjo contributed significantly to the family income in the research area.
Analisa Kelayakan Dan Pendapatan Usahatani Aren (Studi Kasus di Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun) Hotman Tuah; Olo Julius Ambarita
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.841 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i1.371

Abstract

Pertanian kelapa sawit abstrak di Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menguntungkan dan layak dikembangkan karena nilai R/C pertanian aren adalah 3,0 > 1. Setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 akan memberikan penerimaan sebesar Rp. 3,0. dengan pendapatan rata-rata kelapa sawit jauhAbstract Pertanian aren di Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menguntungkan dan layak untuk dikembangkan karena nilai R/C pertanian aren adalah 3,0 > 1. Setiap pengeluaran sebesar Rp. 1 akan memberikan penerimaan sebesar Rp. 3,0. dengan pendapatan rata-rata pertanian kelapa gula adalah Rp. 2.352.000,-. sedangkan rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani aren adalah Sebesar Rp. 768.777,- . dengan demikian total pendapatan rata-rata pertanian kelapa gula adalah Rp. 1.583.000,-. ming adalah Rp. 2.352.000,-. sedangkan rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani aren adalah Sebesar Rp. 768.777,- . dengan demikian total pendapatan rata-rata pertanian kelapa gula adalah Rp. 1.583.000,-. Oil palm farming in Nagori Sihaporas, Pamatang Sidamanik District, Simalungun Regency, is profitable and feasible to develop because the R/C value of palm farming is 3.0 > 1. Each expenditure of Rp. 1 will provide receipts of Rp. 3.0. with a far average income of oil palmAbstract Palm agriculture in Nagori Sihaporas, Pamatang Sidamanik District, Simalungun Regency, is profitable and feasible to develop because the R/C value of palm farming is 3.0 > 1. Each expenditure of Rp. 1 will provide receipts of Rp. 3.0. with the average income of sugar coconut farming is Rp. 2,352,000,-. while the average cost incurred in palm farming is Rp. 768,777,- . thus the total average income of sugar coconut farming is Rp. 1,583,000,-. ming is Rp. 2.352.000,-. while the average cost incurred in palm farming is Rp. 768,777,- . thus the total average income of sugar coconut farming is Rp. 1,583,000,-.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI PEMBELIAN PETANI PADA BIBIT TENERA DI PERKEBUNAN RAKYAT : (Studi Kasus Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai) Abednego Suranta; Ardi Putra Panjaitan
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 2 Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.934 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i2.411

Abstract

Produktivitas kelapa sawit petani rakyat masih rendah dibandingkan dengan produktivitas rata-rata Indonesia, untuk meningkatkannya diperlukan bahan tanam kelapa sawit unggul. Bahan kelapa sawit yang berkualitas seperti bibit Tenera merupakan salah satu modal utama untuk mendapatkan produktivitas tinggi. Namun pada kenyataannya belum semua petani rakyat menggunakan bibit Tenera. Maka dari itu petani perlu didorong untuk menggunakan bibit Tenera agar dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan pengetahuan produk dan teori TPB (Theory of Planned Behaviour) terhadap Intensi Pembelian pada bibit Tenera pada petani rakyat di Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah SEM-PLS (Structural Equation Modelling). Kesimpulan penelitian antara lain experience tidak berpengaruh signifikan terhadap Intensi Pembelian.Subjective Norms berpengaruh signifikan terhadap Intensi Pembelian.Perceived Behavior Control berpengaruh signifikan terhadap Intensi Pembelian. Attitude berpengaruh signifikan terhadap Intensi Pembelian. Kata Kunci: SEM-PLS, Intensi Pembelian, TPB, Experience The palm oil productivity of smallholders is still low compared to the average productivity of Indonesia, to increase it requires superior palm oil planting material. Quality palm oil ingredients such as Tenera seeds are one of the main capitals to get high productivity. But in reality, not all smallholder farmers use Tenera seeds. Therefore, farmers need to be encouraged to use Tenera seeds in order to increase oil palm productivity. This study aims to analyze the influence and knowledge of SDG (Theory of Planned Behavior) products and theories on Purchasing Intentions on Tenera seeds in smallholder farmers in Tebing Syahbandar District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra. The method used for this study is SEM-PLS (Structural Equation Modelling). The conclusions of the study include experience does not have a significant effect on Purchasing Intention.Subjective Norms have a significant effect on Purchasing Intention.Perceived Behavior Control has a significant effect on Purchasing Intention. Attitude has a significant effect on Purchasing Intentions. Keywords: SEM-PLS, Purchase Intention, SDGs, Experience
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DALAM MEMILIH MEREK MINYAK GORENG BIMOLI: (Studi Kasus Pada Masyarakat di Kecamatan Medan Deli, Kota Medan) Putrisina; Koko Junaidi; Ade Putra Hapiz
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Agrilink Vol 4 No 2 Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.934 KB) | DOI: 10.36985/jak.v4i2.412

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen minyak goreng bimoli, mengidentifikasi proses pengambilan keputusan konsumen dalam memilih produk minyak goreng kemasan bermerek bimoli,mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk minyak goreng kemasan bermerek Bimoli. Pengambilan sampel dilakukan kepada petani kelapa sawit dengan sampelsebanyak 100 responden. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan metode analisis regresi linear berganda, pengelolahan data dibantu oleh sofware (SPSS) Versi 22. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Hasil uji parsial menunjukkan bahwa faktor budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng merek Bimoli. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng merek bimoli, hasil uji parsial menunjukkan bahwa faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian minyak goreng merek bimoli, hasil uji parsial menunjukkan bahwa faktor psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng merek bimoli, hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor sosial, faktor budaya, faktor pribadi dan faktor psikologis secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian minyak goreng merek Bimoli. The purpose of this study is to identify the characteristics of consumers of bimoli cooking oil, identify the consumer decision-making processin selecting bimoli branded packaged cooking oil products, know the factors that affect consumer decisions in the purchase of Bimoli branded packaged cooking oil products. Sampling was conducted to palmoil farmers with a sample of 100 respondents. The method of analysis is by multiple linearregression analysis methods, data management assisted by sofware (SPSS) Version 22. The study was conducted in July-August 2020. The results of this study concluded that partial testresults showed that cultural factors had a positive and significant effect on the decision topurchase Bimoli brand cooking oil. Partial test results showed that social factors had apositive and significant effect on bimoli brand cooking oil purchasing decisions, partial test results showed that personal factors influenced bimoli brand cooking oil purchasing decisions, partial test results showed that psychological factors had a positive and signifi can teffecton bimoli brand cooking oil purchasing decisions, simultaneous test results showed that social factors,cultural factors,personal factors and psychological factors together had a positive and significant influence on the variables of bimoli brand cooking oil purchasing decisions.