cover
Contact Name
Wahyunita Sitinjak
Contact Email
jurnalagrilink@gmail.com
Phone
+6281285220734
Journal Mail Official
jurnalagrilink@gmail.com
Editorial Address
Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026510     DOI : https://doi.org/10.36985/jak
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian adalah sebuah jurnal berkalah ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Agribisnis Fakultas Pertanian USI. Jurnal ini meliputi hasil penelitian dan gagasan pemikiran dengan tema-tema sebagai berikut: 1. Manajemen agribisnis 2. Sosial ekonomi pertanian 3. Pengembangan mutu agribisnis 4. Kebijakan pertanian, usaha tani 5. Studi kelayakan pertanian
Articles 70 Documents
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGGILINGAN PADI KELILING DI NAGORI PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN MUSTAFA GINTING; SYAHRIANI DEVIKA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 1 Februari 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.656 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i1.198

Abstract

Padi yang diproduksi pengusaha penggilingan padi di Nagori Panombeian Panei Kabupaten Simalungun sebagian besar bersumber dari lokal atau sekitar usaha penggilingan padi keliling dengan jumlah produksi beras sebesar 7.872 Kg per tahun.Pendapatan rata-rata usaha penggilingan padi keliling di Panombeian Panei adalah sebesar Rp.90.826.679 per tahun.Maka berdasarkan kriteria kelayakan secara finansial untuk kedelapan sampelsecara keseluruhan nilai NPV, Net B/C, IRR, dan PP layak untuk dikembangkan.Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata NPV sebesar Rp.216.346.250, rata-rata Net B/C sebesar 1,026, rata-rata IRR sebesar 20,43% serta rata-rata PP sebesar 3,8 bulan.Usaha penggilingan padi keliling di Nagori Panombeian Panei Kabupaten Simalungun sebagai mata pencaharian pada masyarakat.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN UBI KAYU(Manihot utilissima) (Studi Kasus Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang) Mei Linda Sipayung; Reza Alfano Ginting
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.465 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan dari usaha pengolahan ubi kayu menjadi bahan mentah keripik singkong, efisiensi dari usaha pengolahan ubi kayu menjadi bahan mentah keripik singkong, dan nilai tambah dari usaha pengolahan ubi kayu bahan mentah menjadi keripik singkong di Kecamatan Namorambe. Penelitian dilakukan di Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa desa ini merupakan salah satu daerah penghasil bahan mentah kripik singkong di sumatera utara. Jumlah sampel sekaligus populasi pada penelitian ini sebanyak 15 sampel pengusaha bahan mentah kripik singkong di desa deli tua kecamatan namorambe.Analisis data menggunakan analisis nilai tambah dan menghitung jumlah baiaya penunjamg dan biaya bahan baku, total penerimaan akan dianalisis berdasarkan nilai produksi dikalikan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usaha pengelolaan ubi kayu menjadi bahan mentah kripik singkong sebesar 183.480.000/ bulan, dengan biaya produksi sebesar Rp. 113.443.810/bulan, sehinga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 70.036.190/bulan.Rasio R/C rasio pengolahan ubi kayu menjadi bahan mentah kripik singkong sebesar 1,6> 1. Oleh karena R/C rasio lebih besar satu sehingga pengolahan ubi kayu menjadi bahan mentah kripik singkong layak diusahakan. Nilai tambah pengolahan ubi kayu menjadi bahan mentah kripik singkong dalam satu bulan adalah Rp 82.478.533/bulan, dengan rasio nilai tambah sebesar 1,37 % < 50 % artinya nilai tambah tersebut tergolong rendah
ANALISIS USAHA TANI PEMBESARAN IKAN MAS POLA PALAWIJA DI NAGORI KARANG SARI ROMAULI SIMANJUNTAK; MARTUA SIADARI; FERDIANAN VARSADA SIMANJUNTAK
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.905 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Usaha Tani Pembesaran Ikan Mas Pola Palawija.Di Nagori Karang Sari.Kec.Gunung Maligas. Kabupaten Simalungun.Data yang digunakan dalam data ini adalah data primer yang di peroleh dari masyarakat petani ikan mas dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, dan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang bersangkutan, sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan kelayakan adalah metode R/C
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tahu Jawa (Studi Kasus Pasar Dwikora Di Kota Pematangsiantar) Hotman Tuah; Marlan; Fitria Nazar
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.116 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh harga tahu jawa, pendapatan rumah tangga, jumlah tanggungan dan harga tempeterhadap permintaan tahu jawa di Kota Pematangsiantar.Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linier berganda yang diolah dengan program SPSS 23 dengan pengujian hipotesis yang terdiri dari koefisien (R 2 ), uji F, dan uji t. Harga tahu jawa, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan harga tempe mampu menjelaskan variasi permintaan sebesar 46,6%, sedangkan sisanya sebesar 53,4% & dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam persamaan. Secara bersama-sama,variabel harga tahu jawa,pendapatan rumah tangga, dan jumlah anggota keluarga, dan harga tempe berpengaruh secara tidak nyata terhadap permintaan tahu jawa. Secara parsial, pendapatan konsumen berpengaruh nyata terhadap permintaan tahu jawa pada tingkat kepercayaan 95% Nilai t hitung (2,216) dan hipotesis dapat diterima. sedangkan harga tahu jawa, harga tempe, jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan tahu jawa
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Daging Sapi Di Kota Pematangsiantar (Studi Kasus Pasar Horas Di Kota Pematangsiantar) Wahyunita Sitinjak; Juwita Asyia Tanjung
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.818 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku responden sebagai konsumen rumah tangga daging sapi di Kota Pematangsiantar, untuk mengetahui perilaku industri daging sapi di Kota Pematangsiantar serta untuk menganalisis faktor-faktor permintaan daging sapi di Kota Pematangsiantar. Tujuan peneliti 1 dan 2 menggunakan metode survey dan metode analisis deskriptif, Tujuan peneliti yang ke 3 menggunakan Metode analisis data yang digunakan adalah model regresi linier berganda yang diolah dengan program SPSS 22 dengan penguji hipotesis yang terdiri dari koefisien (R2), uji F dan uji t. Hasil Penelitian menujukkan bahwa Harga daging sapi, harga daging kambing, dan pendapatan konsumen mampu menjelaskan variabel permintaan sebesar 80,2%. Sedangkan sisanya sebesar 19,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan pada persamaan. secara parsial dari ketiga variabel bebas (independent) terdapat dua variabel (harga daging sapi dan harga daging kambing) berpengaruh tidak nyata dan positif terhadap permintaan. Variabel pendapatan konsumen berpengaruh nyata dan positif artinya bahwa setiap penambahan satuan pendapatan konsumen akan menambah permintaan daging sapi.
NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KANGKUNG HIDROPONIK MENJADI KANGKUNG RENDANG (Studi Kasus Syifa Hidroponik, Jalan Bromo, Kec. Medan Denai, Medan) Indrawaty Sitepu; Nurmely Violita Sitorus
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.566 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.203

Abstract

Kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah, menghasilkan produk yang dapat dikonsumsi, serta menambah pendapatan dan keuntungan produsen.Tujuan penelitian untuk menguraikan apa saja tahapan pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangukung rendang, menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan, menganalisis nilai tambah pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang, menganalisis apakah usaha pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang layak diusahakan. Penelitian ini dilakukan di Jalan Bromo lorong Amal Medan Denai Kota Medan. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, Metode pengambilan sampel secara sensus yaitu usaha Syifa Hidroponik dengan pengambilan data ulangan selama 2,5 bualan sebanyak 10 kali ulangan. Hasil penelitian: 1) Tahapan pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang yaitu: Penyediaan bahan baku kangkung hidroponik, kangkung dihaluskan, pengadonan kangkung, telur ayam, tepung beras dan garam, kangkung dikukus, kangkung didinginkan, dipotong-potong, digoreng, pemasakan bumbu rendang, pencampuran kangkung yang digoreng dengan bumbu rendang dan pemasaran. Total biaya pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang untuk sekali produksi sebesar Rp 545.291,83, penerimaan sebesar Rp 1.500.000,00, per sekali produksi dan pendapatan sebesar Rp 954.708,17 per sekali produksi. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rendang tergolong tinggi dengan rasio nilai tambah 75,31% > 50%.Usaha pengolahan kangkung hidroponik menjadi kangkung rending layak untuk diusahakan dengan nilai R/C rasio 2,75 > 1
ANALISIS FINANSIAL DAN PEMASARAN DALI NI HORBO (Sudi Kasus: Desa Sabungan Nihuta, Kec. Ronggurnihuta, Kab. Samosir, Prov. Sumatera Utara) Nelly M R Sinaga; A Effendi Lubis; Fintarius Lafau
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.585 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.204

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: finansial usaha pengolahan susu kerbau menjadi Dali ni horbo, saluran pemasaran Dali ni horbo dan efisiensi pemasaran Dali ni horbo. Penelitian dilaksanakan di Desa Sabungan Ni Huta, Kecamatan Ronggur Ni Huta, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu penghasil susu kerbau dan Dali ni horbo di Kabupaten Samosir. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang Metode analisis data yang digunakan adalah analisis nilai R/C ratio, Return On Inestment (ROI), deskriptif kuantitatif serta analisis marketing margin, price spread dan share margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan susu kerbau menjadi Dali ni horbomenghasilkannilai R/C sebesar 1.76 dan ROI sebesar 76.21 % dengan arti bahwa usaha Dali ni horbo menguntungkan sekaligus layak untuk diusahakan. Saluran pemasaran Dali ni horbo di Desa Sabungan Ni Huta, Kecamatan Ronggur Ni Huta, Kabupaten Samosir terdiri dari 2 saluran. Saluran I yaitu : Pengolah Dali ni horbo(Produsen) → Rumah Makan → Konsumen, sedangkan saluran II yaitu : pengolah Dali ni horbo(Produsen) → Pedagang Pengecer → Rumah Makan → Konsumen. Efisiensi pemasaran pada saluran I sebesar 15,00 %, sedangkan saluran pemasaran II sebesar 20,00 %. Kedua efisiensi pemasaran tersebut lebih kecil dari 50 %, sehingga dapat dikatakan bahwa pemasaran Dali ni horbo untuk saluran I dan II tergolong efisien. Saluran pemasaran I lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran II
ANALISIS AGRIBISNIS JERUK MANIS (Citrus sp) DI DESA MEREK, KECAMATAN MEREK, KABUPATEN KARO Wilmar Saragih; A Effendi Lubis; Meidy Rahayu
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Agrilink Vol 2 No 2 Agustus 2020
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.313 KB) | DOI: 10.36985/jak.v2i2.205

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui (1) ketersedian input usahatani Jeruk Manis, (2) besarnya pendapatan yang di peroleh petani dari usahatani Jeruk Manis, (3) pengaruh biaya benih, biaya jenis pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja, dan luas lahan terhadap pendapatan usahatani Jeruk Manis, (4) saluran pemasaran Jeruk Manis, dan (5) lembaga pendukung dalam sistem agribisnis Jeruk Manis. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang dilaksanakan pada bulan April-Juli 2019. Alasan memilih daerah tersebut karena mayoritas penduduknya mengusahakan tanaman Jeruk Manis. Metode penarikan sampel dilakukan dengan cara Simple ranom sampling (acak sederhana) yaitu petani yang mengusahakan tanaman jeruk sepanjang tahun sebanyak 33 sampel dan sampel pedagang ditentukan dengan metode penelusuran yaitu menelusuri semua pedagang yang terlibat dalam proses pemasaran jeruk manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan input jeruk manis yang terdiri dari bibit, pupuk, dan pestisida bersifat available. Hanya saja bibit kurang tersedia dimana sebagian petani menyatakan sulit memperoleh bibit Jeruk Manis. Pendapatan usahatani jeruk manis di daerah peneltian tergolong tinggi. Biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani jeruk manis di daerah penelitian. Terdapat perbedaan margin pemasaran, price spread, share margin tiap saluran pemasaran jeruk manis di daerah penelitian. Lembaga pendukung agribisnis jeruk manis di Desa Merek terdiri atas pemerintah dan lembaga penyuluh pertanian
PENGGUNAAN TEORI UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY (UTAUT) DALAM MENDETERMINASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT BELI BIBIT VARIETAS TENERA PADA PERKEBUNAN RAKYAT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN LANGKAT DENGAN TEORI UNIFIED THEORY OF A Abednego Suranta Karo Sekali; Febby Afrian
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Agrilink Vol 3 No 1 Februari 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.416 KB) | DOI: 10.36985/jak.v3i1.206

Abstract

Bibit kelapa sawit yang unggul adalah faktor utama penentu produksi kelapa sawit. Faktor bibit memegang peran penting dalam menentukan produktifitas kelapa sawit. Oleh karna itu penggunaan bibit tenera merupakan faktor utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bibit tenera kelapa sawit pada perkebunan rakyat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS (Structural Equation Modeling). Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Temuan penelitian yang menunjukkan effort expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Facilitating conditions tidak berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Performance expectancy berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Price perception berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli. Social influence berpengaruh signifikan terhadap Niat Beli
ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus: Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun) Wahyunita Sitinjak; Marlan; Azis Trilinardi
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Agrilink Vol 3 No 1 Februari 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.096 KB) | DOI: 10.36985/jak.v3i1.207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan usaha ternak sapi menganalisis besarnya pendapatan usaha ternak sapi dan menganalisis besarnya kontribusi pendapatan usaha ternak sapi terhadap pendapatan keluarga petani padi sawah.Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis proporsi.Responden diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dan menggunakan rumus slovin yaitu sebanyak 30 orang petani peternak. Berdasarkan hasil penelitian di Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun dapat diambil kesimpulan bahwa system pemeliharaan usaha ternak sapi di daerah penelitian masih tergolong sederhana atau tradisional(ekstensif). Rataan pendapatan bersih usaha ternak sapi di daerah penelitian adalah sebesar Rp.13.313.046,63 per peternak pertahun. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi terhadap pendapatan keluarga petani padi sawah di daerah penelitian adalah >50% yakni sebesar 57,04% yang berarti pendapatan usaha ternak sapi tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan keluarga petani padi sawah di daerah penelitian.