cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): December" : 7 Documents clear
PENGUJIAN KOMPOS KULIT KOPI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Sari, Widya; Yuliani, Yuliani; Yuanita, Firdaus Annisa
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5916

Abstract

Terong ungu adalah salah satu komoditas sayuran yang dibudidayakan di daerah tropis maupun sub tropis. Peningkatan kuantitas dan kualitas pertumbuhan dan produksi terong dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi kompos kulit kopi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik kampung Wargaluyu RT/RW 02/11 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, pada bulan Februari sampai Mei 2024. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua Faktor yaitu: A (Kompos Kulit Kopi) dan K (Pupuk Kambing). Masing-masing Faktor terdiri dari 4 taraf. Faktor Pertama (A) yaitu: A0: 0 (kontrol), A1: 50g, A2:100 g dan A3:150 g. Faktor kedua (K) yaitu K0: (kontrol), K1:100 g, K2:200 g, dan K3: 300 g. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga. Pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga dengan hasil terbaik pada perlakuan K1 (100 g). Kombinasi perlakuan faktor pupuk kompos kulit kopi (A) dan pupuk kambing (K) menunjukkan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga.
FORMULASI GALANTIN AYAM YANG DIPERKAYA DENGAN BUBUK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) PENGARUHNYA TERHADAP ZAT BESI, SERAT DAN KADAR ABU Amiroh, Aissatul
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5557

Abstract

Bubuk daun kelakai dan bubuk daun kelor sebagai sumber zat besi dan serat kasar. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia dan kekurangan serat kasar dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Penggunaan bubuk daun kelakai dan bubuk daun kelor dalam galantin ayam menjadi alternatif untuk meningkatkan kandungan zat besi dan serat kasar dalam makanan olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun kelakai (Stenochlaena palustris) dan bubuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar zat besi, kadar serat kasar, dan kadar abu serta menentukan formulasi terbaik galantin ayam yang diperkaya dengan bahan tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor-faktor dalam penelitian ini adalah perbedaan proporsi antara bubuk daun kelakai (A) dan bubuk daun kelor (O) yang terdiri 5 perlakuan. Perlakuan 1 (A : O = 5%:1%), Perlakuan 2 (A : O = 4%:2%), Perlakuan 3 (A : O = 3%:3%), Perlakuan 4 (A : O = 2%:4%), Perlakuan 5 (A : O = 1%:5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar zat besi, kadar serat kasar, kadar abu dan organoleptik. Setelah dilakukan penelitian hasil ANOVA zat besi, serat kasar, dan kadar abu memperlihatkan nilai signifikan 0,000. Nilai tersebut < 0,05 maka terdapat perbedaan perlakuan yang signifikan. uji efektivitas dapat kesimpulan sebagai berikut: perlakuan P3 yaitu bubuk daun kelakai 3% dan bubuk daun kelor 3% yang memiliki nilai hasil (NH) tertinggi sebesar 0,628. Kriteria variabel perlakuan P3 yaitu zat besi 22,7833 mg, serat kasar 1,0567%, kadar abu 4,7833%, rasa 4, warna 4, dan aroma 4.Kata kunci : bubuk daun kelakai, bubuk daun kelor, galantin ayam
UJI ORGANOLEPTIK PANGAN FUNGSIONAL ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN BUNGA TELANG DAN KULIT BUAH NAGA MERAH Muli, Ramli; Rahmatunisa, Siti Alia; Trihaditia, Riza
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5978

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan pewarna alami mendorong pengembangan produk pangan fungsional, salah satunya es krim. Pewarna sintetis pada pangan dapat menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan alternatif alami seperti bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan kulit buah naga merah yang kaya antosianin dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kedua bahan tersebut terhadap sifat organoleptik es krim serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan metode Response Surface Method (RSM) dengan lima perlakuan perbandingan bunga telang dan kulit buah naga merah, melibatkan 30 panelis (29 umum dan 1 ahli). Tahapan meliputi pembuatan bubur bahan, formulasi es krim, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur), dan analisis data. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap keempat parameter. Formulasi terbaik diperoleh pada kombinasi 0 g bunga telang dan 20 g kulit buah naga merah dengan skor warna, aroma, rasa, dan tekstur tertinggi dibanding perlakuan lain. Penambahan kulit buah naga merah terbukti meningkatkan daya tarik visual, tekstur, serta memberikan manfaat fungsional sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah dan bunga telang sebagai inovasi pangan sehat.
STUDI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT BERBASIS EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) SEBAGAI SINERGI ANTIOKSIDAN ALAMI Jumadil, Muhammad; Dwiani, Afe; Yuniartini, Ni Luh Putu Sherly; Nugrahani, Rizki; Rahman, Suburi
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5850

Abstract

Tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia sebagai pangan fungsional yaitu tempuyung (Sonchus arvensis L.). Selain memiliki khasiat sebagai obat, tanaman ini juga memiliki antivitas antioksidan yang lumayan tinggi. Tetapi pemanfaatannya untuk konsumsi secara langsung masih terbatas karena rasa pahit dan aromanya langu. Inovasi pengolahan tempuyung dalam bentuk tablet effervescent diharapkan dapat meningkatkan daya terima konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi bubuk daun tempuyung terhadap mutu kimia dan organoleptik tablet effervescent serta menentukan formulasi terbaik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan dengan menggunakan 1 faktor yaitu konsentrasi serbuk daun tempuyung yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu F1= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0 g; F2= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625 g; F3= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,250 g; F4= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,875 g; F5= konsentrasi bubuk daun tempuyung 2,500 g dan F6= konsentrasi bubuk daun tempuyung 3,250 g. Analisa yang dilakukan berupa analisa kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna) menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet effervescent dengan konsentrasi bubuk daun tempuyung yang tepat dan menghasilkan perlakuan terbaik berdasarkan mutu kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan organoleptik hedonik (rasa, aroma dan warna) adalah perlakuan perlakuan F2 (konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625g) yang menghasilkan kadar air sebesar 5,73%; pH sebesar 4,81; aktivitas antioksidan sebesar 78,97%; dan nilai organoleptik hedonik rasa 3,70 (kriteria suka), aroma 3,55 (kriteria suka), serta warna 3,35 (kriteria agak suka).
PENGARUH CARA PENYIMPANAN DAN JENIS PENGEMASAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK UMBI KENTANG GRANOLA KITA AKARI (?????) Nurwardani, Paristiyanti; Utami, Neng Sindi Mega; Syamsiah, Melissa
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5954

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum Linn) adalah tanaman hortikultura yang diproduksi sekali dalam satu musim sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi serta berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Panjangnya rantai distribusi dari petani ke konsumen dan penyimpanan dan jenis pengemasan yang dapat merusak fisik dan rasa umbi kentang. Sehingga penulis membuat penelitian dengan tujuan melihat pengaruh jenis pengemasan dan cara penyimpanan serta interaksinya terhadap kualitas fisik dan organoleptik umbi kentang Granola kita akari untuk mempertahankan kualitas umbi dan memperpanjang masa simpan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Juni 2024 di Pengalengan dan Cianjur. Metode penelitian menggunakan RAL dengan pola faktorial, dimana Faktor A adalah cara penyimpanan yaitu A1=Wadah terbuka, A2=Wadah tertutup. Faktor B adalah Jenis Pengemasan dengan 5 taraf perlakuan, yaitu B0=Karung jala, B1=Plastik Polypropylene, B2= Plastik Polypropylene + gas N2, B3= Plastik Polypropylene + kardus coklat + gas N2 dan B4=Plastik Polypropylene + kardus coklat sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan. Data diolah secara fisik dilanjutkan dengan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan secara mandiri, cara penyimpanan tidak memberikanan pengaruh nyata pada susut bobot dan berpengaruh nyata terhadap umbi busuk. sedangkan jenis pengemasan memberikan pengaruh nyata dengan perlakuan terbaik B2(Plastik Polypropylene + gas N2). pada perlakuan kombinasi tidak terdapat interaksi antara cara penyimpanan jenis pengemasan terhadap parameter susut bobot, umbi busuk. Berdasarkan hasil uji organoleptik hasil terbaik yaitu nilai rata-rata pada parameter aroma (6,00), warna (3,08), tekstur (5,00), rasa (5,32) diperoleh pada Formulasi A1B2 (Wadah terbuka + Plastik Polypropylene + gas N2)
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BAHAN AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) THE EFFECTIVENESS OF ADDING AMELIORANT INGREDIENTS ON THE GROWTH OF ROBUSTA COFFEE SEEDLINGS (Coffea canephora) AIDIL AMAR, SUPRIADI
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5822

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh bahan amelioran terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta, yang dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Almuslim dan Laboratorium MIPA Universitas Almuslim pada bulan Januari hingga Mei 2025. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang diteliti yaitu AoDe Kontrol, AD, Biochar 50 g/polybag, A,D, Biochar 100 g/polybag, A?D, Asam Humat 50 ml/polybag dan A2D2 Asam Humat 100 ml/polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah, lebar daun, panjang akar, bobot akat dan biomasa tanaman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan amelioran berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, dan bobot biomassa tanaman kopi robusta. Asam Humat dengan konsentrasi 50 ml/polybag menghasilkan pertumbuhan tanaman kopi robusta yang lebih baik dibandingkan dengan biochar. Bahan amelioran tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan bobot akar tanaman kopi robusta, menunjukkan bahwa aspek tersebut dipengaruhi oleh faktor lain selain bahan amelioran. Kata Kunci: Asam Humat, Biochar, Kopi Robusta ABSTRACT The research aimed to examine the effect of ameliorants on the growth of Robusta coffee seedlings. The study was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Almuslim University, and the Mathematics and Natural Sciences Laboratory, Almuslim University, from January to May 2025. The research method used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD): A0DO Control, AIDI = Biochar 50 g/polybag, A1D2 Biochar 100 g/polybag, A2D1 Humic Acid 50 ml/polybag, and A2D2 Humic Acid 100 ml/polybag. Observed parameters included plant height, number, leaf width, root length, root weight, and plant biomass. The results concluded that the ameliorants significantly affected the growth of Robusta coffee plant height, leaf width, root length, and biomass weight. Humic acid at a concentration of 50 ml/polybag resulted in better robusta coffee plant growth compared to biochar. Ameliorants do not have a significant effect on the number of leaves und root weight of robusta coffee plants, indicating that these aspects are influenced by factors other than ameliorants. Keywords: Humic Acid, Biochar, Robusta Coffee
KEBERAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) (STUDI KASUS DI SAREE, ACEH BESAR) fridayati, diah
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5843

Abstract

The diversity of insects is crucial in an agricultural ecosystem. In dragon fruit-based agriculture (Hylocereus spp.), the presence of insects has both positive and negative impacts on crop productivity. Dragon fruit, a type of cactus originating from Mexico, is now widely cultivated in many regions worldwide, including Indonesia. With rapid growth in Saree, Aceh Besar, one of the main challenges in dragon fruit farming is plant pests (OPT), which cause yield reduction and increased production costs. The purpose of the research is to describe the diversity of insects on dragon fruit (Hylocereus Polyrhizus) plants. The survey method used is purposive sampling, conducted on a dragon fruit plantation. The study results showed that the insects found in the dragon fruit plantation consisted of 9 insect orders and 48 insect families: Order Araneae, Order Blatodea, Order Coleoptera, Order Dermaptera, Order Diptera, Order Hemiptera, Order Hymenoptera, Order Isoptera, and Order Lepidoptera. Order Diptera had the largest representation, followed by Order Hymenoptera. The most abundant insect individuals were Ichneumonidae and Braconidae insects. Keywords: Insect Population, Ichneumonidae, Braconidae, Dragon Fruit Plants

Page 1 of 1 | Total Record : 7