cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 103 Documents
PENAMBAHAN TEPUNG SERANGGA PADA MEDIA PERBANYAKAN UNTUK MENINGKATKAN VIRULENSI Beauveria bassiana TERHADAP WALANG SANGIT Widya Sari; Muhammad Latiful Khobir
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.823

Abstract

Padi Pandanwangi merupakan padi lokal khas Cianjur yang hanya dapat tumbuh optimal di beberapa Kecamatan di Kabupaten Cianjur. Walang Sangit (Leptocorisa oratorius )merupakan hama yang paling sering menimbulkan kerusakan berat pada tanaman padi terutama pada saat fase generatif. Pemanfaatan cendawan entomopatogen berpotensi untuk mengendalikan hama walangsangi. Salah satu jenis cendawan entomopatogen yang cukup efektif adalah B.bassiana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019, menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu 1 (Tepung beras 100 gram+tepung jangkrik 15%), 2 (Tepung beras 100 gram+tepung kroto 15%), dan 3 sebagai kontrol (Tepung beras 100 gram). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mortalitas Walang Sangit terbaik yaitu pada perlakuan 1 (Tepung beras 100 gram+tepung jangkrik 15%) dengan rata-ratamortalitas pada 48 jam adalah 60%, pada 72 jam adalah 33%, Hasil analisis LT50  menunjukkan bahwa perlakuan 1 dengan jumlah konidia 4,56x106 mempunyai nilai LT50 pada 48 jam dan perlakuan 2 dengan jumlah konidia 4,4x106 menunjukkan LT50 pada 72 jam, sedangkan perlakuan 3 dengan jumlah konidia 4,24x106 menunjukkan LT50 pada 144 jam. Penambahan tepung serangga pada media biakan dapat merangsang cendawan entomopatogen menghasilkan enzim khitinase yang mampu mendegradasi khitin pada kutikula walang sangit.
UJI ORGANOLEPTIK FORMULASI FORTIFIKASI BEKATUL DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN BERAS PANDANWANGI Riza Trihaditia; De Trisni Khoerunnisa Puspitasari
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.825

Abstract

Bekatul merupakan hasil limbah dari padi yang memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan baik untuk kesehatan tubuh seperti aktivitas antioksidan, aktivitas kemopreventif kanker, aktivitas hipokolestrolemik dan lain-lain. Namun biasanya,  bekatul hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak saja karena rasa dan bau khas bekatul yang tidak disukai. Dengan aroma khas pandan dalam beras Pandanwangi diharapkan dapat menyamarkan bekatul dari bau tengik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu organoleptik serta respon panelis pada fortifikasi bekatul pada pembuatan bubur instan beras Pandanwangi sebagai diversifikasi pangan. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) yang melibatkan 30 orang panelis biasa dan 1 orang panelis ahli dengan parameter yang diujikan yaitu meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Masing-masing panelis diberikan  5 sampel yang berbeda pada setiap formulasinya yaitu F1 (beras Pandanwangi 100%: Bekatul 10%), F2 ( beras Pandanwangi 100%: Bekatul 20%), F3 (beras Pandanwangi 100%: Bekatul 30%), F4 (beras Pandanwangi 100%: Bekatul 40%), dan F5 (beras Pandanwangi 100%: Bekatul 50%). Sedangkan untuk keseluruhan dari parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa yang paling diminati yaitu pada sampel (beras Pandanwangi 100%: Bekatul 50%) dengan nilai optimasi masing-masing 3, 3, 1, dan 3.
UJI KETERTARIKAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) TERHADAP BERBAGAI UMPAN PERANGKAP DI LAHAN PADI PANDANWANGI Yuliani ,; Aidannisa .
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.826

Abstract

Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama penyebab padi gagal tumbuh pada budidaya padi Pandanwangi fase vegetatif. Hama  tersebut memakan bibit padi muda sehingga petani harus menyulam kembali tanaman padi. Populasi hama Keong Mas yang tinggi perlu dikendalikan agar populasi tidak semakin meningkat. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah pengendalian hama secara terpadu (PHPT) seperti penggunaan umpan perangkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketertarikan hama Keong Mas terhadap berbagai umpan  perangkap dilahan padi Pandanwangi sehingga dapat berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Pusat Studi dan pengembangan plasma nutfah padi Pandanwangi lahan milik MP3C dan Fakultas sains Terapan Univeristas Suryakacana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 7 ulangan, yaitu: (P1) Daun Pepaya, (P2) Daun Selada, dan (P3) Ampas Kelapa dan K (Kontrol) Hasil menunjukkan bahwa pemberian umpan berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Umpan perangkap yang paling banyak menarik  populasi hama Keong Mas yaitu P1 (15.89) dan P2 (14.23) dan yang paling rendah adalah  Kontrol (Larutan Ragi) yaitu sebanyak 0.76.
PENGARUH KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI PANDAN PUTRI Angga Adriana Imansyah; Ahmad Zidni Rodhiya
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.827

Abstract

Kebutuhan beras yang semakin meningkat mempengaruhi petani  untuk melakukan pembaharuan terhadap teknik budidaya yang dilakukan. Teknik budidaya yang baik mengakibatkan tanaman tumbuh dengan baik dan hasil peroduktifitas tinggi, karena teknik budidaya adalah salah satu faktor yang mempengaruhi produktifitas tanaman khususnya pada tanaman padi. Salah satu faktor dalam teknik budidaya yang mempengaruhi pertumbuhan adalah kedalaman penanaman. Penelitian ini dilaksanakan di areal penanaman padi Pandanwangi milik Fakultas Sains Terapan Unsur pada bulan Mei –Juli 2019, menggunaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan, 3 kelompok dan 3 sampel dalam masing-masing unit percobaan. Enam perlakuan tersebut adalah perlakuan kedalaman tanam 2 cm, 4 cm, 6 cm, 8 cm, 10 cm dan 12 cm. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang paling tinggi pengaruhnya terhadap tinggi tanaman adalah perlakuan kedalaman 2 cm disusul oleh perlakuan kedalaman 4 cm dan untuk perlakuan kedalaman terhadap panjang akar adalah perlakuan kedalaman 2 cm dengan rata-rata panjang akar 4, 6 cm.
EFEKTIFITAS RANCANG BANGUN ALAT (BURNER) OLI BEKAS DALAM MENDUKUNG PROSES STERILISASI MEDIA JAMUR TIRAM (Pleurotus astreatus) Riza Trihaditia; Moch Lutvy Agustiawan
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.828

Abstract

Pasokan energi saat ini masih didominasi oleh sumber energi fosil yang tidak dapat diperbaharui yaitu minyak bumi, batubara, dan gas alam. Usahatani budidaya jamur tiram di Indonesia seringkali mengalami kerugian karena bahan bakar yang sering digunakan mengalami kenaikan harga yang tidak dapat diprediksi. Seperti yang kita ketahui bahwa sterilisasi jamur tiram menyita waktu yang cukup lama dan membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas proses sterilisasi media jamur tiram dengan menggunakan bahan bakar alternatif dari oli bekas untuk meningkatkan nilai ekonomis bagi usahatani jamur tiram. Penelitian ini bersifat eksperimental yang memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif dan perangkaian menggunakan bahan yang terbuat dari besi yang dirancang seperti kompor. Pengujian alat ini dilakukan dengan menghitung waktu ignisi, pencapaian 100Ëš C, perbandingan jaring kawat pada kedua burner, efesiensi harga dan waktu pada kedua burner dan pengambilan data steril dan tidak steril pada baglog jamur. Hasil peneletian ini menujukan bahwa pada kedua burner, burner oli bekas dalam ignisi membutuhkan 5 menit, pencapaian syarat sterilisasi 100Ëš C adalah 25  menit 05 detik dan waktu sterilisasi 4 jam 10 menit. Pada efesiensi harga dan waktu burner oli bekas mengeluarkan 6,5 liter dengan biaya 4.550 dari 700/liter dan baglog yang steril 10 dari pengujian 1 baglog yang tidak steril.
PENGUJIAN NUTRISI ORGANIK CAIR PLUS AGENS HAYATI PADA SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) HIDROPONIK TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) Ramli ,; Muhammad Nabil Makky
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.829

Abstract

Limbah sayuran dan kulit pisang mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tanaman seperti nitrogen, karbohidrat dan lain-lain. Limbah sayuran dan kulit pisang dapat diaplikasikan sebagai pupuk organik cair. Penggunaan agens hayati Paenibacillus polymyxa sebagai pupuk hayati diyakini mampu memperbaiki kualitas akar tanaman serta mengurangi penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas POC Sayuran dan Kulit Pisang plus agens hayati Paenibacillus polymyxa terhadap pertumbuhan tanaman kangkung dengan sistem hidroponik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari perlakuan yaitu jenis POC plus agens hayati Q0 : AB mix (control), Q1 : POC Sayuran plus agens hayati, Q2 : POC Kulit Pisang plus agens hayati, 3 perlakuan dan 4 ulangan.  Hasil uji Tukey Alpha 5% menunjukkan nilai tertinggi tinggi tanaman perlakuan Q0 : pupuk cair AB mix yaitu 26.52 cm, jumlah daun perlakuan Q2 : POC kulit pisang plus agens hayati yaitu 11 helai, bobot basah perlakuan Q0 : AB mix yaitu 4.00g. dan panjang akar perlakuan Q2 : POC kulit pisang plus agens hayati 11.32 cm.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana DAN Metarhizium anisopliae ASAL TANAMAN PADI CIANJUR Widya Sari; Chindy Nur Rosmeita
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.974

Abstract

Cendawan entomopatogen asal tanaman padi Cianjur sudah lama ditemukan, namun belum pernah dilakukan karakterisasi morfologi pada isolat-isolat tersebut.  Perbedaan karakter morfologi cendawan entomopatogen seperti warna koloni dan bentuk konidia, jumlah konidia dan laju pertumbuhan sangat mempengaruhi virulensi cendawan entomopatogen terhadap serangga hama sasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi cendawan entomopatogen asal tanaman padi Cianjur yaitu Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae dengan isolat cendawan entomopatogen yang berasal dari tanaman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokontrol dan Laboratorium Mikologi Balai Penelitian Tanaman Hias Cianjur dari bulan November 2018 sampai Desember 2018. Penelitian dilakukan secara obsevasi dan analisis deskriptif untuk membandingkan karakter morfologi dari beberapa isolat cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisoplie asal tanaman padi Cianjur koleksi dengan kontrol B. bassiana asal tanaman Pisang dan M. anisopliae asal tanaman Jagung.  Hasil pengamatan laju pertumbuhan cendawan tertinggi dihasilkan oleh isolat cendawan B. bassiana asal tanaman Padi, dengan rata-rata laju pertumbuhan 0,1-0,7 cm per hari.  Warna koloni cendawan B. bassiana asal tanaman Padi adalah warna putih dan B. bassiana asal tanaman Pisang berwarna putih kekuningan. M. anisopliae mempunyai warna yang sama antara isolat asal tanaman padi dengan asal tanaman jagung yaitu berwarna hijau zaitun. Cendawan B. bassiana mempunyai konidiofor yang bercabang dengan pola zig-zag dan pada bagian ujungnya terbentuk konidia yang bulat hialin. Metarhizium anisopliae mempunyai miselium yang bersekat, konidiofor bersusun tegak, berlapis dan bercabang yang dipenuhi konidia berbentuk bulat silinder. Rata-rata kerapatan konidia cendawan B. bassiana lebih rendah (3,65 x 106) dibandingkan kerapatan konidia cendawan M. anisopliae (5,80 x 106). Karakter morfologi cendawan sangat dipengaruhi oleh jenis species dan asal isolat.
PENENTUAN FORMULASI TEPUNG DAN EKSTRAK INULIN UMBI DAHLIA TERHADAP MAKANAN FUNGSIONAL BUBUR INSTAN BERAS PANDANWANGI Riza Trihaditia; Tammy Tri Sundayati
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.975

Abstract

Makanan fungsional merupakan salah satu pangan yang memiliki nilai fungsi yang tinggi namun selalu lemah dalam aspek organoleptik. Salah satu makanan fungsional yang dapat dikembangkan adalah bubur instan beras Pandanwangi berfortifikasi. Fortifikan yang dapat ditambahkan dalam bubur instan beras Pandanwangi adalah inulin yang berasal dari tanaman umbi dahlia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi optimal yang akan diminati panelis. Penelitian ini bersifat eksperimental yang memanfaatkan umbi dahlia sebagai bahan utama dan beras Pandanwangi sebagai bahan dasar dengan menggunakan 4 variasi formula yang diuji menggunakan RSM (Response Surface Methode). Formula 1 (F1): beras Pandanwangi + 10 g tepung umbi dahlia, F2: beras Pandanwangi, F3: beras Pandanwangi + 10 g ekstrak inulin, dan F4: beras Pandanwangi + 5 g tepung umbi dahlia + 5 g ekstrak inulin. Pengujian organoleptik dilakukan oleh 24 orang panelis tidak terlatih dan 1 orang panelis ahli dengan parameter pengujian terdiri dari warna, rasa, aroma dan, tekstur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan fungsional berupa bubur instan beras Pandanwangi dengan penambahan umbi dahlia dalam bentuk tepung (F1) merupakan formula yang paling diminati panelis.
UJI EFEKTIVITAS MEDIA TANAM UNTUK PEMBENIHAN PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L) Ramli & Ujang Muhamad
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.976

Abstract

Beras Pandanwangi Cianjur telah terdaftar Indikasi Geografis (IG), tanggal 16 Oktober 2015, yang tumbuh di Indonesia dan khusus nya hanya tumbuh di Kabupaten Cianjur dan hanya 7 kecamatan saja yaitu Kecamatan Warungkondang, Gekbrong, Cilaku, Cibeber, Cianjur, dan Cugenang. Media tanam pun sangat penting untuk pertumbuhan padi Pandawangi karena media tanam adalah fase awal atau fase vegetatif untuk pertumbuhan padi, adapun media tanam yang sering digunakan oleh petani yaitu berupa Pupuk Kandang Sapi, Pupuk Kandang Kambing, Pupuk Kandang ayam, Sabut kelapa Kotoran Cacing  dan masih banyak lagi yang bisa digunakan sebagai media tanam. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Juni 2019, bertempat di Green House Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana Cianjur. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan media tanam dengan masing-masing 100 benih Pandawangi dengan parameter penelitian yaitu perkecambahan, tinggi tanaman padi, dan panjang akar padi pandanwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk Kandang Ayam sangat berpenagruh terhadap pertumbuhan padi pandanwangi karena pupuk kandang ayam mengandung unsure hara antara lain N,P dan K dan mineral logam seperti magnesium,kalium dan kalsium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman Padi Pandawangi pada Fase Vegetatif.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI BENIH PADI SAWAH VARIETAS PANDANWANGI DI LIMA LOKAS KECAMATAN Angga Adriana Imansyah; Frilynthia Dwi Ayu Andreyuni
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.991

Abstract

         Pandanwangi merupakan padi varietas lokal di Kabupaten Cianjur, namun tidak semua wilayah di Kabupaten Cianjur dapat ditanami padi Pandanwangi dengan ciri khas tertentu, oleh karena itu untuk menanam padi Pandanwangi diperlukan persyaratan topografi yang spesifik tanpa menghilangkan karater dan kualitas benih padi Pandanwangi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Vocational Education Development Centre and Agriculture (VEDCA) Cianjur pada bulan Februari sampai Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik morfologi benih pada lima lokasi yaitu Kecamatan Warungkondang, Cugenang, Mande, Cianjur, Campaka serta membandingkan identifikasi morfologi benih dengan hasil deskripsi umum morfologi benih padi Pandanwangi. Rancangan yang digunakan untuk data kuantitas menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan yaitu benih padi Pandanwangi yang berlokasi A (Warungkondang), B (Cugenang), C (Cianjur), D (Campaka) dan E (Mande). Parameter yang diamati meliputi benih murni, benih tanaman lain, kotoran benih dan bobot 1000 butir benih padi Pandanwangi, sedangkan untuk data kualitas yaitu identifikasi morfologi benih di lima lokasi Kecamatan menggunakan analisis deskripsi lalu dibandingkan dengan deskripsi umum morfologi benih padi Pandanwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi morfologi benih di lima lokasi Kecamatan yang terbaik pada perlakuan di lokasi Kecamatan Warungkondang, namun Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cianjur dan Campaka lebih baik dibanding Kecamatan Mande.

Page 10 of 11 | Total Record : 103