cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 107 Documents
KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens. Stal) PADA BUDIDAYA PADI PANDANWANGI DENGAN PENERAPAN ORGANIK DAN ANORGANIK Yuliani & Ade Perta Agustian
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kepadatan populasi dan intensitas serangan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada padi varietas Pandanwangi organik dan anorganik. Penelitian dilakukan di desa Tegallega dan Mekarwangi Kecamatan Warungkondang, dengan menggunakan metode survey pada lahan persawahan padi pandanwangi perlakuan organik dan anorganik, dan tiap lahan dilakukan pengambilan sampel yang terdiri dari 5 petak. Untuk pengamatan secara visual pada setiap petak ditentukan 5 sub petak yang tersebar secara diagonal, pada setiap sub petak percobaan diambil 5 tanaman contoh secara acak berpindah-pindah setiap minggunya sehingga terdapat 25 tanaman contoh dalam satu sub petak. Hasil yang diperoleh yaitu : kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi organik,  pada pengamatan minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 0,28; 0,32; 0,16; 0,08 dan 0. Sedangkan kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi anorganik,  pengamatan pada minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 2,48; 2,08; 1,56; 0,72 dan 0,2. Hal ini menunjukan bahwa populasi wereng batang coklat lebih banyak pada lahan budidaya padi secara anorganik. Sedangkan pada lahan organik populasi wereng coklat relatif stabil. Dari hasil pengamatan yang diperoleh, menunjukan bahwa intensitas serangan hama wereng batang coklat pada budidaya tanaman padi pandanwangi dengan penerapan lahan organik lebih rendah dibandingkan lahan anorganik, hal ini sejalan dengan tingginya populasi hama wereng di lahan anorganik dibandingkan di lahan organik.
RESPONS PRODUKTIVITAS DAN MUTU BENIH KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS JS KCP 02 TERHADAP BERBAGAI WAKTU PEMANGKASAN DAN JARAK TANAM Natasya Salsa Dilla Ulla; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara waktu pemangkasan cabang lateral dan pengaturan jarak tanam terhadap produksi dan kualitas benih tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) varietas JS KCP 02. Metode yang digunakan adalah Factorial Complete Group Random Design (RAKL) dengan dua faktor yaitu jarak tanam (J0: 20 cm x 50 cm, J1: 40 cm x 50 cm, J2: 60 cm x 50 cm) dan waktu pemangkasan (P0: Unpruned, P1: 21 HST, P2: 28 HST), diulang tiga kali. Hasil analisis sidik jari menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tidak memiliki efek nyata terhadap parameter pertumbuhan vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan diameter batang, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter kadar air benih. Namun, perlakuan memiliki pengaruh yang sangat nyata pada parameter produksi benih. Kombinasi jarak tanam yang longgar dengan pemangkasan, terutama perlakuan J2P2 dan J2P1, menunjukkan kinerja produksi terbaik. Selain itu, jarak tanam yang paling lemah (J2) memiliki pengaruh yang signifikan dalam menstabilkan dan memaksimalkan persentase daya perkecambahan pada benih. Secara keseluruhan, penataan jarak tanam yang lebih luas (60 cm x 50 cm) telah terbukti efektif dalam meminimalisir persaingan antar tanaman dalam memperebutkan sumber daya lingkungan sehingga memaksimalkan hasil produksi dan viabilitas benih.
PENGARUH METODE PRIMING PADA BERBAGAI UMUR SIMPAN TERHADAP MUTU BENIH TERONG VARIETAS SUMO Ayuni Ambarwati; Rajiman; Asih Farmia
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode priming pada berbagai umur simpan terhadap mutu benih terong (Solanum melongena L.) varietas Sumo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang pada tanggal 7-22 November 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×5 dengan tiga ulangan. Faktor umur simpan benih (A) terdiri dari benih baru (A0), benih edar (A1), dan benih expired 1 tahun (A2), sedangkan Faktor metode priming (B) terdiri dari kontrol (B0), hydropriming (B1), halopriming KNO₃ 2% (B2), H₂O₂ 1% (B3), dan air hangat 45°C (B4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara umur simpan benih dan metode priming pada parameter kecepatan tumbuh. Sementara itu, pada parameter daya kecambah, potensi tumbuh maksimal, indeks vigor, panjang hipokotil, panjang radikula, serta bobot segar dan bobot kering kecambah tidak terjadi interaksi yang nyata. Secara terpisah, faktor umur simpan benih (A) berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, di mana benih edar (A1) menunjukkan hasil tertinggi, diikuti benih baru (A0), dan terendah pada benih berjangka (A2). Faktor metode priming (B) berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan pertumbuhan kecambah, dengan perlakuan terbaik yang ditunjukkan oleh hydropriming (B1) dan halopriming KNO₃ 2% (B2).
EFEKTIVITAS KOMBINASI DOSIS DAN FREKUENSI APLIKASI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Anwar; Dwi Haryati Ningsih; Elwani Hidayati; Riza Hamkary Salam; Sahwil
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6239

Abstract

Pemanfaatan pupuk biourine sapi telah banyak dilakukan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dosis dan frekuensi aplikasi yang tepat. Dosis terlalu rendah dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, sementara dosis terlalu tinggi berisiko menimbulkan toksisitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi dosis dan frekuensi aplikasi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk biourine (10 ml/L, 20 ml/L, dan 30 ml/L) dan frekuensi aplikasi (1 kali, 2 kali, dan 3 kali seminggu), dengan tiga ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, panjang akar, berat brangkasan basah, serta hasil per satuan luas (kg/m² dan ton/ha). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum variabel pertumbuhan tidak berbeda nyata, namun menunjukkan tren peningkatan seiring peningkatan dosis dan frekuensi aplikasi. Sementara itu, pada variabel hasil terdapat pengaruh nyata, terutama pada kombinasi dosis 20 ml/L (D2) dan frekuensi 3 kali seminggu (F3), yang memberikan hasil terbaik. Dosis D2 dan D3 memberikan nilai lebih tinggi dibandingkan D1 dalam hal jumlah daun, panjang daun, berat brangkasan basah, dan hasil per satuan luas. Frekuensi F3 juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, ukuran daun, dan hasil panen. Kombinasi D2F3 dapat direkomendasikan untuk peningkatan hasil pakcoy yang optimal
ANALISIS KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PUDING SUSU DENGAN PENAMBAHAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) Nurhayati; Suburi Rahman; Afe Dwiani; Rizki Nugrahani; Siti Sarah Marnianti
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6258

Abstract

Puding yaitu pangan olahan yang disukai banyak orang karena teksturnya lembut dan berasa manis. Salah satu jenis puding yang digemari adalah puding susu. Namun, puding susu memiliki nilai gizi yang terbatas dan cenderung tinggi gula, sehingga kurang mendukung pola konsumsi sehat jika tidak dimodifikasi. Cara meningkatkan nilai gizi puding susu yaitu menambahkan bahan pangan fungsional seperti labu kuning dan menggunakan pemanis alternatif seperti gula semut. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning terhadap kualitas kimia dan organoleptik puding susu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan menggunakan 1 faktor yaitu penambahan puree labu kuning dan terdiri dari 6 perlakuan seperti L1 = Penambahan labu kuning 0 g, L2 = Penambahan labu kuning 20 g, L3 = Penambahan labu kuning 40 g, L4 = Penambahan labu kuning 60 g, L5 = Penambahan labu kuning 80 g dan L6 = Penambahan labu kuning 100 g. Analisa yang dilakukan yaitu analisa kimia (seperti kadar air dan kadar abu) dan uji organoleptik (terdiri dari warna aroma, rasa dan tekstur) dengan uji hedonik. Pada penelitian ini dihasilkan perlakuan terbaik pada puding susu oleh perlakuan L4 (penambahan labu kuning 60 g), dimana dihasilkan kadar air 81,36%; kadar abu 0,26% dan nilai organoleptik warna 3,76; aroma 3,80 dan tekstur 3,70 dengan kriteria disukai oleh panelis. Untuk analisa kimia pada perlakuan terbaik dihasilkan kadar protein dan serat kasar yang lebih tinggi dari perlakuan kontrol berturut-turut yaitu 0,28% dan 3,64%. Kata Kunci: Labu kuning, Susu, Gula aren, Puding
RESPON PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN POC KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) Widya Sari; Yuliani; Mira Agustina Sutisna
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6434

Abstract

Sawi pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan sayuran bernilai ekonomi dan gizi tinggi yang permintaannya terus meningkat, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman adalah melalui pemanfaatan pupuk organik padat dan cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing, pupuk organik cair (POC) keong mas, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di Desa Sindangsari, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur pada Maret–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing yang terdiri atas K0 (0 g), K1 (150 g), K2 (200 g), dan K3 (300 g) per polybag. Faktor kedua adalah POC keong mas yang terdiri atas M0 (0 ml/L), M1 (10 ml/L), M2 (20 ml/L), dan M3 (30 ml/L). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap diameter tajuk dan bobot basah tanaman, sedangkan POC keong mas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tajuk, dan bobot basah tanaman. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap diameter tajuk. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan K3M2 (300 g pupuk kandang kambing dan 20 ml/L POC keong mas) dengan diameter tajuk 26,41 cm dan bobot basah 130,50 g. Pemberian pupuk kandang kambing dan POC keong mas secara tepat mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda.
SISTEM MONITORING KEPEKATAN NUTRISI PADA TANAMAN AQUAPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID Ramli; Mutiara Safitri; Riza Trihaditia; Siti Yiyis Rahmah
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v8i1.6489

Abstract

Dengan Perkembangan infrastruktur semakin pesat dikota-kota besar, lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam menjadi semakin sempit, metode aquaponik bisa menjadi solusi yang menarik untuk lahan sempit. Tanaman aquaponik adalah metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan dengan pertanian tanaman air dalam sebuah sistem. Kepekatan nutrisi yang tepat pada tanaman aquaponik menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan pertumbuhan optimal tanaman. Oleh karena itu, pengembangan sistem monitoring yang efisien menjadi penting untuk memantau kondisi nutrisi tanaman secara terus-menerus. Maka dari itu penulis mengusulkan sebuah sistem monitoring kepekatantan nutrisi pada tanaman aquaponik berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses melalui perangkat smartphone Android. Sistem ini terdiri dari sensor kepekatan nutrisi (TDS), sensor suhu dan kelembaban (DHT22), papan display LCD 12x6 I2C, dan papan BreadBoard yang ditempatkan di media tanam, microkontroler sebagai unit pemrogram data, dan modul komunikasi nirkabel untuk mengirimkan data ke server. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif yaitu data yang dikumpulkan oleh sensor kemudian diproses dan disajikan melalui aplikasi smartphone Android. Pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai kepadatan nutrisi tanaman secara realtime. Berdasarkan pengujian dan penelitian dapat diselesaikan dengan baik. Sistem yang dibuat untuk mengukur kadar nutrisi, suhu, dan kelembaban tanaman aquaponik dapat berjalan dengan baik. Alat pengukur TDS menghasilkan nilai rata-rata 1217 ppm, suhu 28 °C, dan kelembaban 89%.

Page 11 of 11 | Total Record : 107