cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 103 Documents
KEBERAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) (STUDI KASUS DI SAREE, ACEH BESAR) fridayati, diah
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5843

Abstract

The diversity of insects is crucial in an agricultural ecosystem. In dragon fruit-based agriculture (Hylocereus spp.), the presence of insects has both positive and negative impacts on crop productivity. Dragon fruit, a type of cactus originating from Mexico, is now widely cultivated in many regions worldwide, including Indonesia. With rapid growth in Saree, Aceh Besar, one of the main challenges in dragon fruit farming is plant pests (OPT), which cause yield reduction and increased production costs. The purpose of the research is to describe the diversity of insects on dragon fruit (Hylocereus Polyrhizus) plants. The survey method used is purposive sampling, conducted on a dragon fruit plantation. The study results showed that the insects found in the dragon fruit plantation consisted of 9 insect orders and 48 insect families: Order Araneae, Order Blatodea, Order Coleoptera, Order Dermaptera, Order Diptera, Order Hemiptera, Order Hymenoptera, Order Isoptera, and Order Lepidoptera. Order Diptera had the largest representation, followed by Order Hymenoptera. The most abundant insect individuals were Ichneumonidae and Braconidae insects. Keywords: Insect Population, Ichneumonidae, Braconidae, Dragon Fruit Plants
STUDI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT BERBASIS EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) SEBAGAI SINERGI ANTIOKSIDAN ALAMI Jumadil, Muhammad; Dwiani, Afe; Yuniartini, Ni Luh Putu Sherly; Nugrahani, Rizki; Rahman, Suburi
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5850

Abstract

Tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia sebagai pangan fungsional yaitu tempuyung (Sonchus arvensis L.). Selain memiliki khasiat sebagai obat, tanaman ini juga memiliki antivitas antioksidan yang lumayan tinggi. Tetapi pemanfaatannya untuk konsumsi secara langsung masih terbatas karena rasa pahit dan aromanya langu. Inovasi pengolahan tempuyung dalam bentuk tablet effervescent diharapkan dapat meningkatkan daya terima konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi bubuk daun tempuyung terhadap mutu kimia dan organoleptik tablet effervescent serta menentukan formulasi terbaik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan dengan menggunakan 1 faktor yaitu konsentrasi serbuk daun tempuyung yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu F1= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0 g; F2= konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625 g; F3= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,250 g; F4= konsentrasi bubuk daun tempuyung 1,875 g; F5= konsentrasi bubuk daun tempuyung 2,500 g dan F6= konsentrasi bubuk daun tempuyung 3,250 g. Analisa yang dilakukan berupa analisa kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna) menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tablet effervescent dengan konsentrasi bubuk daun tempuyung yang tepat dan menghasilkan perlakuan terbaik berdasarkan mutu kimia (kadar air, pH dan aktivitas antioksidan) dan organoleptik hedonik (rasa, aroma dan warna) adalah perlakuan perlakuan F2 (konsentrasi bubuk daun tempuyung 0,625g) yang menghasilkan kadar air sebesar 5,73%; pH sebesar 4,81; aktivitas antioksidan sebesar 78,97%; dan nilai organoleptik hedonik rasa 3,70 (kriteria suka), aroma 3,55 (kriteria suka), serta warna 3,35 (kriteria agak suka).
PENGUJIAN KOMPOS KULIT KOPI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Sari, Widya; Yuliani, Yuliani; Yuanita, Firdaus Annisa
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5916

Abstract

Terong ungu adalah salah satu komoditas sayuran yang dibudidayakan di daerah tropis maupun sub tropis. Peningkatan kuantitas dan kualitas pertumbuhan dan produksi terong dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi kompos kulit kopi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik kampung Wargaluyu RT/RW 02/11 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, pada bulan Februari sampai Mei 2024. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua Faktor yaitu: A (Kompos Kulit Kopi) dan K (Pupuk Kambing). Masing-masing Faktor terdiri dari 4 taraf. Faktor Pertama (A) yaitu: A0: 0 (kontrol), A1: 50g, A2:100 g dan A3:150 g. Faktor kedua (K) yaitu K0: (kontrol), K1:100 g, K2:200 g, dan K3: 300 g. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga. Pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga dengan hasil terbaik pada perlakuan K1 (100 g). Kombinasi perlakuan faktor pupuk kompos kulit kopi (A) dan pupuk kambing (K) menunjukkan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga.
PENGARUH CARA PENYIMPANAN DAN JENIS PENGEMASAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK UMBI KENTANG GRANOLA KITA AKARI Nurwardani, Paristiyanti; Utami, Neng Sindi Mega; Syamsiah, Melissa
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5954

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum Linn) adalah tanaman hortikultura yang diproduksi sekali dalam satu musim sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi serta berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Panjangnya rantai distribusi dari petani ke konsumen dan penyimpanan dan jenis pengemasan yang dapat merusak fisik dan rasa umbi kentang. Sehingga penulis membuat penelitian dengan tujuan melihat pengaruh jenis pengemasan dan cara penyimpanan serta interaksinya terhadap kualitas fisik dan organoleptik umbi kentang Granola kita akari untuk mempertahankan kualitas umbi dan memperpanjang masa simpan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Juni 2024 di Pengalengan dan Cianjur. Metode penelitian menggunakan RAL dengan pola faktorial, dimana Faktor A adalah cara penyimpanan yaitu A1=Wadah terbuka, A2=Wadah tertutup. Faktor B adalah Jenis Pengemasan dengan 5 taraf perlakuan, yaitu B0=Karung jala, B1=Plastik Polypropylene, B2= Plastik Polypropylene + gas N2, B3= Plastik Polypropylene + kardus coklat + gas N2 dan B4=Plastik Polypropylene + kardus coklat sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan. Data diolah secara fisik dilanjutkan dengan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan secara mandiri, cara penyimpanan tidak memberikanan pengaruh nyata pada susut bobot dan berpengaruh nyata terhadap umbi busuk. sedangkan jenis pengemasan memberikan pengaruh nyata dengan perlakuan terbaik B2(Plastik Polypropylene + gas N2). pada perlakuan kombinasi tidak terdapat interaksi antara cara penyimpanan jenis pengemasan terhadap parameter susut bobot, umbi busuk. Berdasarkan hasil uji organoleptik hasil terbaik yaitu nilai rata-rata pada parameter aroma (6,00), warna (3,08), tekstur (5,00), rasa (5,32) diperoleh pada Formulasi A1B2 (Wadah terbuka + Plastik Polypropylene + gas N2)
UJI ORGANOLEPTIK PANGAN FUNGSIONAL ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN BUNGA TELANG DAN KULIT BUAH NAGA MERAH Muli, Ramli; Rahmatunisa, Siti Alia; Trihaditia, Riza
Pro-STek Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5978

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan pewarna alami mendorong pengembangan produk pangan fungsional, salah satunya es krim. Pewarna sintetis pada pangan dapat menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan alternatif alami seperti bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan kulit buah naga merah yang kaya antosianin dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kedua bahan tersebut terhadap sifat organoleptik es krim serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan metode Response Surface Method (RSM) dengan lima perlakuan perbandingan bunga telang dan kulit buah naga merah, melibatkan 30 panelis (29 umum dan 1 ahli). Tahapan meliputi pembuatan bubur bahan, formulasi es krim, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur), dan analisis data. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap keempat parameter. Formulasi terbaik diperoleh pada kombinasi 0 g bunga telang dan 20 g kulit buah naga merah dengan skor warna, aroma, rasa, dan tekstur tertinggi dibanding perlakuan lain. Penambahan kulit buah naga merah terbukti meningkatkan daya tarik visual, tekstur, serta memberikan manfaat fungsional sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit buah naga merah dan bunga telang sebagai inovasi pangan sehat.
IDENTIFIKASI MOLEKULER CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria Bassiana DAN Metarhizium Anisopliae ASAL ISOLAT CIANJUR Widya Sari; Chindy Nur Rosmeita
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.815

Abstract

Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae merupakan cendawan entomopatogen yang telah banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol untuk mengendalikan hama serangga. Metode identifikasi organisme sampai tingkat spesies salah satunya dapat melalui identifikasi molekuler. Keberhasilan analisis molekuler dengan teknik PCR bergantung pada kualitas DNA yang diekstraksi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode ekstraksi yang tepat untuk menghasilkan kemurnian DNA yang tinggi dan mengidentifikasi secara molekuler isolat B. bassiana dan M. anisopliae asal tanaman padi Cianjur dengan teknik PCR menggunakan primer universal ITS1/ITS4. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari bulan Maret sampai Juli 2019. Isolat yang diidentifikasi merupakan koleksi BPTPH Bojongpicung dan BALITHI Segunung. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan bufer CTAB dan SDS. Isolat cendawan yang diekstrasi menggunakan CTAB menunjukkan kemurnian yang bagus dengan nilai 1.8-2.0 dan isolat hasil ekstraksi dengan SDS menunjukkan kemurnian kurang dari 1.8. Primer ITS1/ITS4 telah berhasil mengamplifikasi daerah internal transcribed spacer dari isolat B. bassiana pada ukuran 600 bp dan isolat M. Anisopliae pada ukuran kisaran 550-600 bp.
PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. Aromatic) Yuliani ,; Ai Resti Anggraeni
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.817

Abstract

Padi pandanwangi merupakan padi lokal Cianjur varietas jenis padi bulu (Javanica), padi ini tumbuh pada ketinggian 450-800 mdpl, umur tanaman mulai dari penanaman sampai panen mencapai 155 hari lebih lama daripada padi pada umumnya. Karena lamanya umur tanam padi Pandanwangi mengakibatkan populasi penggerek batang padi dapat berkembang dengan baik di areal penanaman tersebut dikareanakan ketersediaan makanannya selalu tersedia, untuk menekan populasi penggerek batang padi Pandanwangi dilakukan teknik penangkapan hama tersebut menggunakan perangkap lampu, perangkap feromon dan perangkap methyleugenol perangkap tersebut merupakan perangkap yang dapat memerangkap hama tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di areal penanaman padi Pandanwangi milik Fakultas Sains Terapan Unsur pada bulan Maret-April, menggunaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok dengan satu sampel dalam masing-masing kelompok, perangkap A (lampu), B (feromon), C (yellow sticy trap) dan D (methyleugenol). Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan hasil yang paling tinggi pengaruhnya terhadap populasi penggerek batang padi Pandanwangi yang terperangkap adalah perangkap A (lampu)  diteruskan dengan perangap B (feromon).
PENGARUH BERBAGAI WARNA CAHAYA DAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KRISAN (Chrysanthemum sp.) Angga Adriana Imansyah; Dede Romansah
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.818

Abstract

Pemilihan varietas tanaman krisan yang diteliti didasarkan pada warna dasar krisan yaitu merah, putih dan kuning, Selain dari pemberian perlakuan perbedaan warna cahaya, untuk memaksimalkan pertumbuhan bunga krisan dapat di berikan perlakuan penambahan Tricoderma sp. untuk membantu percepatan pertumbuhan tanaman krisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa warna cahaya ( merah, hijau, kuning, biru, dan putih) dan Trichoderma sp terhadap tinggi dan jumlah daun bunga krisan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari dua faktor yaitu perlakuan warna cahaya dan konsentrasi Trichoderma sp. Hasil dari penelitian ini menunjukkan warna cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun bunga krisan, sementara penambahan Trichoderma sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bunga krisan hal tersebut di lihat dari hasil Uji ANOVA dengan taraf α 5 %. Dan dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa perlakuan warna cahaya kuning (W2) berpengaruh terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman sementara perlakuan warna cahaya biru (W4) berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun.
PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. aromatic) PADA FASE GENERATIF Melissa Syamsiah; Aditya Fauzan Dikri
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.821

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, dan setiap tahunnya kebutuhan padi selalu meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk. Praktek budidaya padi selalu mengalami beberapa kendala, seperti serangan hama. Salah satu hama utama tanaman padi adalah penggerek batang padi, hama ini menyerang pada fase vegetative maupun generatif. Penggunan beberapa perangkap seperti perangkap lampu, feromon dan methyleugenol merupakan jalan keluar pengendalian yang mengacu pada konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah populasi yang terperangkap dari masing-masing perangkap dan mengetahui lamanya waktu pertama yang dibutuhkan masing-masing perangkap untuk menjebak hama penggerek batang padi Pandanwangi pada fase generatif. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari tiga perlakuan (perangkap lampu, feromon seks dan methyleugenol), dengan tiga kelompok sebagai ulangan masing-masing perlakuan terdiri dari dua sampel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan beberapa perangkap berpengaruh terhadap banyaknya populasi hama penggerek batang padi Pandanwangi fase generatif. Perangkap yang paling efektif pada waktu pengamatan terakhir adalah perangkap lampu dengan rata-rata hama penggerek batang padi Pandanwangi pada fase generatif  yang terperangkap sebanyak 2,3 ekor. Perangkap lampu juga paling cepat memerengkap hama penggerek batang padi, perangkap ini mampu memerangkap hama penggerek batang padi Pandanwangi pada fase generatif dengan kisaran waktu 0,46 jam.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) DAN DAUN BABADOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP MORTALITAS HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius) PADA TANAMAN PADI PANDANWANGI Ramli ,; Denda Mahendra
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.822

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai sumber makanan pokok.Kerusakan tanaman padi oleh hama walang sangit seranganya dapat nenurunkan hasil 10-40% tetapi di serangan yang berat akibat populasi yang tinggi dapat menurunkan hasil sampai 100% atau puso. Tanaman pepaya (Carica papaya) berpotensi sebagai biopestisida nabati. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Konno. Kandungan kimia yang terdapatdalam daun babadotan juga memiliki kemampuan sebagai biopestisida nabati (racun serangga), karena dalam babadotan terkandung senyawa penting atau senyawa metabolit yang bersifat sebagai biopestisida nabati. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu: A : 100 ml ekstrak daun pepaya + /500ml air(semprot pakan), B  : 100 ml ekstrak daun babadotan/500ml air(semprot pakan) C : 50 ml ekstrak daun pepaya dan 50 ml ekstrak babadotan/500ml air(semprot pakan) D : 1000 ml ekstrak daun pepaya /500ml air(semprot serangga). E : 100 ml ekstrak daun babadotan/500ml air(semprot serangga). Dari hasil penelitian ini kesimpulan diperoleh yaitu: Penggunaan ekstrak daun pepaya dan daun babadotan berpengaruh terhadap mortalitas (kematian) hama walang sangit. Perlakuan yang terbaik pada waktu 24 jam yaitu : perlakuan E (100% ekstrak daun babadotan /500ml air dengan metode semprot serangga), sebesar : 63%. Untuk waktu kematian 50% hama sasaran (LT50) yang terbaik yaitu perlakuan E (100% ekstrak daun babadotan /500ml air dengan metode semprot serangga), sebesar : 33,07 jam.

Page 9 of 11 | Total Record : 103