cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 79 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN JAMUR TIRAM PADA NUGGET TEMPE TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF VEGAN Widodo, Evan Krisdian; Sucahyo, Bambang Sigit; Yuniati, Yuyun
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4129

Abstract

Produk nugget tempe dipilih sebagai objek penelitian karena popularitasnya dan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi yang semakin diperhatikan oleh konsumen. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan alternatif pangan yang tidak hanya bervariasi tetapi juga memberikan nilai gizi yang baik melalui kombinasi tempe dan jamur tiram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) untuk memastikan kontrol yang baik terhadap variabel yang mungkin memengaruhi hasil. Dengan melibatkan panelis dalam uji organoleptik, penelitian ini akan menggali pandangan pribadi mereka terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma produk tersebut. Kadar air merupakan indikator kritis dalam menentukan ketahanan produk terhadap mikroorganisme yang dapat memengaruhi masa simpan. Pengukuran protein akan memberikan informasi tentang nilai gizi produk, sementara pengujian serat bertujuan untuk mengetahui kontribusi serat dari tambahan jamur tiram, yang dapat memberikan nilai tambah dari segi kesehatan. Perlakuan terbaik dari semua perlakuan yang ada terdapat pada perlakuan P4 dengan formulasi tempe 55% dan jamur tiram 45% yang memiliki jumlah nilai hasil (NH) tertinggi yaitu 0,6470. Kriteria variabel perlakuan P4 yaitu kadar air= 11.82%, kadar protein= 4.49%, rasa= 4 (suka), warna= 4 (suka), aroma=4 (suka) dan tekstur= 4 (suka).
SUHU DAN LAMA BLANCHING YANG BERBEDA TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SELAI BUAH KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) Teddy, Christine Alexandra; Hartati, Fadjar Kurnia; Sucahyo, Bambang Sigit
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4422

Abstract

Selai merupakan produk makanan kental atau semi padat yang dapat dibuat dari buah, pulp buah, sari buah atau potongan buah yang diolah menjadi suatu struktur seperti gel yang ditambahkan gula, asam, dan pektin. Tiap 100  g buah kelor mengandung 0,20 g lemak, 7,50 g karbohidrat, 1,50 g protein, 48 mg natrium, 31 mcg B-Karoten, 89,50 g air, 3,20 g serat, 1,30 g abu, 0,10 g vitamin B1, 0,10 g vitamin B2, 4,10 mg vitamin B3, dan 25 mg vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suhu dan lama blanching yang tepat sehingga menghasilkan mutu kimia dan organoleptic selai buah kelor (Moringa oleifera L.) yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis mutu kimia selai buah kelor yang diuji adalah kadar serat kasar, kadar tanin, dan kadar saponin. Sedangkan analisis mutu organoleptic diuji berdasarkan uji tingkat kesukaan / uji hedonic yang meliputi rasa, bau, warna dan kekentalan, SL3 yaitu suhu 15oC dan lama 10 menit blanching merupakan perlakuan terbaik dengan nilai hasil (NH) tertinggi sebesar 0,557 dengan kriteria variable penelitian kadar serat kasar = 2,6565%, kadar tanin = 1,8747%, kadar saponin = 1,3816%, rasa = 3,9 (agak suka), bau = 3,7 (agak suka), warna = 3,7 (agak suka), kekentalan 3,7 (agak suka). 
RESPON PEMBERIAN NPK ORGANIK DENGAN KOMPOS DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Muli, Ramli; Sodikin, Muhammad Syahrul; Rahmah, Siti Yiyis; Imansyah, Angga Adriana
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4718

Abstract

Salah  satu produk hasil pertanian di indonesia adalah kacang tanah (Arachis hypogaea L.), petani umumnya memilih pupuk kimia sintetik atau anorganik sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, hanya saja penggunaan pupuk anorganik secara berkelanjutan dan berlebihan dapat mengakibatkan tidak seimbangnya unsur hara dalam tanah. oleh karena itu, Penggunaan pupuk anorganik sebaiknya dikurangi dan meningkatkan pemberian pupuk organik. Penggunaan pupuk NPK Organik yang terdiri dari kotoran kambing, batang pisang, dan sabut kelapa. Selain itu penggunaan Kompos Daun Jati diharapkan dapat mengatasi dan menjadi solusi dari dampak negatif tersebut serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pemberian  pupuk NPK Organik dan Kompos Daun Jati terhadap pertumbuhan pada tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini menggnakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah pemberian NPK Organik (K) dengan 4 taraf, dan Faktor kedua pemberian kompos daun jati (J) dengan 4 taraf. Faktor pertama : Pemberian NPK Organik K 0 : Kontrol atau tanpa pemberian perlakuan (0 g) K 1 : NPK Organik 200 g K 2 : NPK Organik 300 g  K 3 : NPK Organik 400 g Faktor kedua : Kompos Daun Jati J0 : Kontrol atau tanpa pemberian perlakuan (0 g) J1 : Kompos Daun Jati 60 g  J2 : Kompos Daun Jati 80 g J3 : Kompos Daun Jati 100 g. Hasil pengamatan menunjukkan, K tunggal Tidak berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pada parameter jumlah polong dan bobot basah polong memberikan pengaruh pada perlakuan K1, K2 dan K3. Adapun perlakuan J tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, akan tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun, jumlah polong, bobot basah polong dengan perlakuan J3 dan J2. Pada kombinasi K*J tidak menunjukkan pengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, dan bobot basah polong.Kata kunci: Kacang tanah, Produktivitas, NPK Organik, Kompos Daun Jati
PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L.) Sari, Maya; Nursayuti, Nursayuti
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian dosis pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum, yang ini dilaksanakan di Desa Tingkeum Baro, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, dengan ketinggian tempat 0-197 mdpl, pada bulan Januari sampai Maret 2024. Rancangan yang digunakan adalah RAK pola faktorial. Ada dua faktor yang diteliti, yaitu Faktor I : Dosis pupuk kandang sapi,terdiri dari 4 taraf yaitu : K0 = Kontrol, K1 = 15 ton/Ha, K2 = 20 ton/Ha dan K3 = 25 ton/Ha. Faktor II : Dosis pupuk NPK, terdiri dari 3 taraf yaitu : P1 = 375 kg/Ha, P2 = 500 kg/Ha dan P3 = 625 kg/Ha. Pengamatan dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, panjang malai, berat basah malai, berat kering malai dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 14 dan 42 HST, panjang malai, berat basah malai, berat kering malai dan berat 100 biji tanaman sorgum dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28 dan 56 HST dan umur berbunga. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kandang sapi dosis 25 ton/Ha (K3). Pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman sorgum pada umur 28 HST, jumlah daun pada umur 14 HST dan panjang malai. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk NPK dosis 625 kg/Ha (P2). Terdapat interaksi yang sangat nyata antara kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman umur 14 HST dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 56 HST. Perlakuan terbaik dijumpai pada kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi dengan dosis 25 ton/Ha dan pupuk NPK dengan dosis 625 kg/Ha (K3 P1).
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN PENAMBAHAN BAHAN BAKU BUAH LABU MADU DAN TEPUNG DAUN KELOR Yuliani, Yuliani; Syamsiah, Melissa; Rizki Fauzi, Muhammad
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4871

Abstract

Cookies merupakan makanan ringan yang digemari semua orang, terutama anak anak, dibutuhkan inovasi baru untuk membuat cookies yang lebih bergizi dengan menggunakan buah dan sayuran. Cookies dengan penambahan buah labu madu dan tepung daun kelor diharapkan memiliki kandungan gizi yang tinggi, menjadikannya makanan selingan yang lebih baik untuk anak anak yang menderita stunting, serta dapat memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, dan zat besi pada anak anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan buah labu madu dan tepung daun kelor terhadap karakteristik organoleptik supaya menjadi olahan yang dapat digemari oleh semua kalangan, dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana Cianjur, dengan waktu pelaksanaan pada bulam Maret 2024. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 5 sampel berbeda pada setiap formulasinya. Hasil terbaik dengan nilai rata-rata pada parameter rasa (6,20), aroma (5,96), tekstur (5,76) dan warna (6,36), diperoleh pada formulasi F3, dengan penambahan buah labu madu 40% tepung daun kelor 0%.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN HERBAL JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP KOMBINASI DOSIS KOMPOS ECENG GONDOK DAN KULIT KOPI Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Mujahidah, Ihviaty Aklamah
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5296

Abstract

Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) termasuk ke dalam famili Zingiberaceae dan merupakan salah satu tanaman obat komersial sehingga digolongkan sebagai tanaman obat atau biofarmaka. Penurunan produktivitas jahe disebabkan oleh kualitas benih yang kurang baik, teknologi budidaya yang kurang tepat, hama dan penyakit, serta kurangnya nutrisi tanah. Upaya peningkatan produksi jahe salah satunya dengan penyediaan bibit yang berkualitas, sehingga dibutuhkan adanya input teknologi dalam pembibitan seperti penggunaan kompos yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman herbal jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pemberian kombinasi dosis kompos eceng gondok dan kompos kulit kopi. Penelitian ini dilakukan di Kp. Sukawargi yang beralamat di Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Terhitung dari bulan Maret 2024 sampai bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dan 4 taraf, Faktor pertama yaitu E (dosis kompos eceng gondok): E0 (Kontrol /0g), E1 (75g), E2 (100g), E3 (125g) dan Faktor ke dua yaitu K (kompos kulit kopi): K0 (kontrol/0g), K1 (30g), K2 (60g), K3 (90g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompos eceng gondok tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21-56 HST namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun 28 HST dan 35 HST dengan nilai rata-rata 11,9 cm. Perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21 HST-56 HST namun berpengaruh nyata pada panjang daun 42 HST dan 56 HST dengan nilai rata-rata 13.1 cm dan 15,2 cm. Perlakuan kombinasi kompos eceng gondok dan kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun. Perlakuan E3K0 (125g Kompos Eceng Gondok dan tanpa Kompos Kulit Kopi) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun15,958 cm, dan E1K2 (75g Kompos eceng gondok dan 60g Kompos kulit kopi merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun 19.12 cm.
EFEKTIVITAS BAHAN PERANGKAP HAMA WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ACUTA T.) PADA TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) Yuliani, Yuliani; S, Pravangestha W
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5470

Abstract

Walang sangit merupakan hama tanaman padi, yang dapat menyebabkan kegagalan hasil produksi sebesar 50%. Hama walang sangit memiliki sifat menyukai sesuatu berbau busuk yang mengandung senyawa volatil, oleh karena itu pemakaian perangkap dengan memakai bahan berbau busuk sebagai penarik walang sangit bisa menjadi alternatif untuk mengendalikan populasi walang sangit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan, yaitu keong mas (K) yang terdiri dari perlakuan tanpa keong mas (K0), 10 g keong mas (K1), dan 20 g keong mas (K2) serta Faktor Terasi (T) yang terdiri dari perlakuan tanpa terasi (T0), 10 g terasi (T1), dan 20 g terasi (T2). Parameter yang diamati adalah jumlah walang sangit yang tertangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal keong mas berbeda nyata dan berpengaruh nyata terhadap populasi walang sangit, dengan K1 memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 2,41 ekor . Kombinasi perlakuan dari kedua faktor keong mas dan terasi berbeda nyata dan berpengaruh nyata terhadap populasi walang sangit, dengan K1T1 memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 2,65 ekor.
PRODUKSI MASAL AGEN PENGENDALI HAYATI Gliocladium sp. PADA MEDIA BERAS Nurwardani, Paristiyanti
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5529

Abstract

Gliocladium sp. merupakan mikroba potensial yang dapat mengendalikan berbagai macam patogen tanaman secara hayati atau terpadu.  Karena potensinya yang sangat besar, maka harus ada upaya untuk memproduski APH Gliocladium sp. secara masal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media beras dapat dijadikan media untuk perbanyakan masal agen pengendali hayati Gliocladium sp. yang sesuai dengan standar mutu SNI.  Metode penelitian dilakukan dengan metode kualitatif makroskopis, metode kuantitatif mikroskopis, dan metode kuantitatif terhadap bahan kimia.  Penelitian dilakukan mulai dari pembuatan isolate murni Gliocladium sp., pembuatan biakan murni Gliocladium sp., dan produksi biakan masal APH Gliocladium sp.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media beras dapat dijadikan media produksi masal APH Gliocladium sp. dan hasil uji mutunya telah memenuhi semua standar mutu APH yang ditetapkan SNI.  Media beras dapat digunakan untuk produksi masal agen pengendali hayati Gliocaldium sp.
MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK YOGURT KAJIAN DARI JENIS DAN KONSENTRASI PEWARNA ALAMI YANG BERBEDA Martcelia, Sally; Rahmiati, Retnani; Sigit, Bambang; Saroso, Juwono; Agustian, Yuda
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.4755

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis pewarna alami dengan konsentrasi pada kandungan total asam, total gula, dan nilai pH, sedangkan pada kandungan bakteri total (TPC) tidak menunjukkan adanya interaksi. Hasil uji organoleptik tingkat kesukaan warna, rasa, aroma dan kekentalan berpengaruh nyata terhadap yogurt dan tingkat kesukaan dengan angka terbaik adalah P1 dengan konsentrasi 40% dengan nilai warna=3.90 (suka), rasa=4.03 (suka), aroma=3.51(suka) dan kekentalan=3.70 (suka).
MUTU FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES BEBAS GLUTEN BERBASIS TEPUNG KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata) PADA JENIS DAN KONSENTRASI HIDROKOLOID YANG BERBEDA Amorita, Bernadetta Vega; Hartati, Fadjar Kurnia; Rahmiati, Retnani
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5549

Abstract

Brownies oven merupakan produk olahan pangan yang banyak digemari masyarakat. Tepung terigu merupakan bahan utama pembuatan brownies. Tetapi, terdapat beberapa kasus orang yang tidak dapat menerima kandungan gluten. Agar beberapaorang yang alergi pada gluten dapat menikmati brownies oven tanpa rasa khawatir salah satu alternatifnya adalah dengan mengganti bahan utama brownies oven yaitu tepung terigu dengan tepung lain yang bebas gluten. Kacang tunggak merupakan kacang lokal yang mempunyai peluang untuk penyediaan sumber protein untuk memenuhi kecukupan gizi. Kacang tunggak tidak memiliki gluten maka diperlukan bahan pengganti gluten salah satunya adalah penambahan senyawa hidrokoloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan konsentrasi hidrokoloid yang tepat agar diperoleh mutu fisikokimia dan organoleptik brownies bebas gluten berbasis kacang tunggak yang terbaik. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian ekperimental laboratoris. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah rancangan acak lengkap (ral) dengan empat formulasi yaitu; j1k1 (xanthan gum 2%), j1k2 (xanthan gum 3%), j2k1 (cmc 2%) dan j2k2 cmc 2%.Perlakuan j1k1 yaitu dengan menambahkan xanthan gum sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai hasil (nh) yaitu 0,74 dengan kriteria daya kembang 78,64%%, kadar protein 1,88%, kadar serat kasar 6,54%, keempukan 4,67 (agak suka), rasa 4,42 (agak suka) dan aroma 4,82 (agak suka). Kata kunci: brownies, hidrokoloid, tepung kacang tunggak